Editor Baru di WordPress Android


Senang mendapatkan informasi ini, suka sekali dan saya menulis post ini dari editor baru di Android.

Beberapa hal baru yang bisa saya temukan di editor ini.

  1. Ketika membuat daftar seperti ini ada pilihan ordered list untuk list dengan nomer dan unordered list yang bertanda/ bullet seperti di MS Word.
  2. Pilihan Heading dari default, kemudian Heading 1 sampai 6. Canggih, seperti ketika menulis di komputer.
  3. Tambahan editor underline
  4. Tambahan editor huruf S coret,
  5. Tambahan editor untuk membuat garis.
  6. Ada more pages yang di editor sebelumnya tidak muncul.

Itulah beberapa hal baru di editor ini, oh ya, tulisan hurunya juga makin besar, tidak sekecil yang dulu dan warnanya lebih nyaman di mata.

Sekian beberapa tambahan di editor baru WordPress yang bisa saya rasakan. Perubahan juga ada di post setting.

Untuk mengetahui kelebihan lainnya bisa cek di web ini.

Lebih Penting Dari Khatam Al-Quran


quran

Jangan kau beritahu orang lain, berapa juz kamu hapal dan berapa kali kamu khatam membaca al-Quran. Biarkan mereka melihat al-Quran pada dirimu.

Berilah makan orang yang kelaparan, kasihilah anak yatim, maafkanlah orang yang salah, ajarilah yang tidak tahu, berbaktilah pada orang tuamu, teruslah bersilaturrahim, tersenyumlah buat semua orang, dst.

Yg penting bukan seberapa banyak kamu membaca dan menghapal al-Quran.

Teruslah membaca dan menghapal al-Quran, tapi ingat yg lebih penting adalah, seberapa banyak al-Quran ada padamu.

Apa yang penting bukanlah sebanyak apa capaianmu dalam Al-Quran, tapi sedalam apa Al-Quran mencapai sanubarimu.

Ramadan identik dengan bulan amal dan ibadah, bukan hanya ibadah yang bersifat spiritual saja, tapi juga horisontal antara manusia, tidak kalah banyak pahalanya, membantu orang lain dan membuat orang lain gembira.

Makna tersirat dari ibadah puasa adalah ikut merasakan kehidupan orang lain yang tidak berkecukupan, sakit, pedih dan berbagai macam kesusahan hidup yang dihadapi orang lain.

Menguatkan hal ini saya tersentuh dengan lagu Maher Zain yang dirilis Awakening di awal Ramadan ini, salah satu lagu terbarunya bertemakan Kun Rahma, jadilah orang yang penuh kasih sayang.

Salah satu liriknya berbunyi

Fii rahmatil insaan nastalhimun ihsan

Warrahimuunal muhsinuuna yarhamuhumur rahmaan

Dengan berbuat baik kepada orang lain, kita belajar menjadi manusia sebenarnya

Orang yang berkasih sayang akan mendapatkan balasan kasih sayang Ar-Rahman

Tujuh Tahun Ngeblog


Tanggal 14 Mei ini umur blog sederhana ini sudah mencapai ke tujuh. Alhamdulillah bisa terus menulis sampai sejauh ini.

Awal ngeblog hanya saya jadikan tempat menyimpan catatan belajar dan kuliah, semakin lama saya tambahkan juga catatan dan pengalaman pribadi di blog ini. Jadi isinya seperti gado gado saja. 

Pada umur yang ketujuh ini saya hanya berharap bisa terus menulis dengan bahasa yang lebih mudah difahami. 

Terima kasih kepada pembaca yang berkenan mengunjungi, membaca dan menulislan komentar di blog sederhana ini. 

Sekian. 

Berikut ini ucapan selamat dari #WordPress yang masuk ke notifikasi blog sore ini. 

Belajar Transformasi Dari Dr. Abdulgani, MA


Transformasi adalah melakukan sesuatu terhadap seluruh unsur dan elemen penting perusahaan, yang nantinya akan menentukan perusahaan itu bisa berkembang secara menguntungkan dan berkelanjutan ke depannya.

Artinya, bukan berarti kalau ada masalah ini selesaikan, ada masalah ini selesaikan, yang kurang ditingkatkan, tidak. Yang pertama itu disebutnya problem solving. Kalau sekedar problem solving, kadang-kadang kita lupa melihat apa yang sebenarnya terjadi atau kesempatan apa yang sebetulnya terbuka.

Kedua, kalau hanya meningkatkan ini, ini, dan ini, atau kita merasa wah produktivitasnya rendah, lalu kita perbaiki, itu bukan transformasi namanya. Itu improvement atau sering disebut juga incrementalizm. Semua harus ditingkatkan tapi tidak jelas arahnya ke mana.

Sementara dalam transformasi, kita harus mengetahui dengan jelas bahwa kondisinya seperti ini, kita arahkan supaya perusahaan kita berkembang, menang dalam berkompetisi, dan menguntungkan. Pilar-pilar pokoknya itu harus dibenahi. Itulah transformasi.

kapan pentingya bertransformasi?ย 

Setelah kita lihat kondisi perusahaan kita bagaimana. Satu, kinerjanya. Misalnya, biasanya perusahaan kita tumbuh 15%, ternyata sekarang cuma 10%. Jadi ada yang salah di situ.

Kedua, kita memproduksi barang atau membuat bisnis dalam satu bidang, yang ternyata tidak hanya kita pemainnya sekarang. Banyak yang ikutan dan membuat hal-hal baru.

Ketiga, melihat perubahan yang terjadi, seperti tren perekonomiannya seperti apa. Itulah, bagaimana kita melihat apakah kita harus melakukan transformasi atau tidak.

Apa makna leadership?

Satu, kepemimpinan menjadi CEO. Definisi kepemimpinan itu simpel saja, yaitu membuat segala sesuatu terjadi. Bukan soal wewenang. Wewenang kalau tidak digunakan, enggak terjadi apa-apa. Kalau dirut kerjaannya duduk saja, padahal dia punya wewenang, ya tidak akan terjadi apa-apa. Yang menggunakan wewenang dan membuat sesuatu terjadi, itulah leadership.

 
Dia harus menggerakkan semua orang dalam perusahaan. Tidak hanya dari dirinya, tapi juga semua orang, pimpinan-pimpinan dari yang paling tinggi sampai yang paling bawah, semuanya harus memiliki leadership agar eksekusinya dapat berjalan.

Semua level pimpinan (dirut, direktur, kepala divisi, manajer, kepala bagian, kepala seksi), semuanya harus mengamalkan fungsi leadership. Kalau mereka belum punya leadership, maka mereka harus disiapkan untuk memiliki itu. Caranya dengan di-train/diโ€“drive. Tanpa itu, eksekusinya tidak terjadi.

Waktu saya masuk, selama itu Garuda diset untuk melayani semua orang. Namanya Garuda For All. Saya bilang ini tidak bisa lagi diterapkan sekarang. Harga tiketnya saja mahal. Garuda tidak bisa bikin itu turun karena Garuda punya kelebihan dibandingkan dengan airline lainnya. Pesawatnya bagus, layanannya bagus, dan dia terbang tepat waktu.

Saya bilang, Garuda fokus kepada middle up. Begitu diubah, hasilnya bagus. Begitu saya berhenti di Garuda, CEO yang baru mengembalikan lagi ke kondisi semula. (Garuda harus melayani semua orang). Akhirnya bangkrut lagi. Terpaksa saya harus kembali lagi ke sana untuk mentransformasi Garuda ke prinsip semula.

Apa konsep yang Anda terapkan dulu ke tubuh Garuda?

Ada istilah konseptual, sistematis, bertahap, dan konsisten. Apalagi perusahaan-perusahaan yang besar seperti ini masalahnya kompleks, tidak sederhana. Pertama kita harus pelajari masalahnya secara detail sehingga kita tahu betul apa sesungguhnya yang dibutuhkan masyarakat. Itu namanya konseptual.

 
Saya kasih Anda contoh, kalau suatu perusahaan merugi, artinya pendapatannya lebih rendah daripada biaya yang dikeluarkan. Secara umum apa yang biasanya dilakukan orang kalau hal ini terjadi? Biasanya mereka akan berpikir dari biayanya. Biayanya harus ditekan atau dikurangi agar sesuai dengan pendapatan.

Nah, untuk penerbangan, itu salah. Itu yang dilakukan manajemen sebelumnya. Dia kurangi biaya, akibatnya kualitas layanan semakin turun, penumpang pun semakin turun. Bukannya tambah baik, malah tambah rugi. Jadi apa yang harus dilakukan? Karena konsepnya layanan, maka kualitas layanannya harus kita perbaiki agar orang naik pesawat.

Jadi dari cost efficiency menjadi cost effectiveness. Bukan menghambur-hamburkan biaya, tapi yang efektif agar bisa memelihara dan meningkatkan kualitas layanan. Itu namanya konseptual. Jadi tidak asal menemukan solusi yang umum, tapi harus betul-betul yang menjawab.

Itu baru satu aspek. Ada juga yang lainnya. Tangan kita kan ada dua. Berarti kita tidak bisa pegang semuanya. Di situ kita tahu mana yang prioritas dan harus didahulukan. pengerjaannya bertahap. Sehingga itu tertangani. Tidak sekaligus semua. Pada waktu kita menyelesaikan ini, ini, dan ini, maka kita tidak boleh hanya melihat yang ini saja. Tetap kerangka umumnya menjadi kesatuan. Itu sistematis.

 
Jadi konseptual, sistematis, bertahap. Karena bertahap, maka kita harus konsisten memelihara prinsipnya. Jangan berubah seenaknya. Kalau berubah, kacau lagi semuanya. Itu harus dikerjakan dalam proses transformasi dari awal sampai akhir sehingga betul-betul sesuai dengan apa yang kita mau.

 
Sumber: Situs internet yang menampilkan wawancara dg bapak Abdulgani, beberapa ilmu di atas juga saya dapatkan ketika wawancara untuk persiapan seminar nasional pembangunan Islamic Entrepreneurship di Pusdiklat Kemensos 30 April lalu.

Hiraukan Stats-mu


Di buku terbaru Brili Agung ke 25 berjudul Penyihir Aksara, ada bab menarik yang dia kasih judul Ritual. Dan ada sub bahasan tentang Asah Tongkatmu dimana saja, kapan saja. 

 Saya belum dapat bukunya, baru FAQ yang dikirim di group WA Menulis Online. Maksud yang bisa saya tangkap, menulislah dimana saja dan kapan saja. 

Jika menulis di media blog, kadang merasa kurang semangat jika pembaca atau pengunjung blog (stats) sedikit, sampai gak enak makan, gak enak tidur. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Saya pernah mengalaminya, sampai suatu saat saya membaca tulisan dari Luca Sartoni, yang rutin menulis diblognya setiap hari. 

Dia memberi saran agar menghiraukan stats dan teruslah menulis. Ketika dipraktekkan, benar sekali, mau dibaca atau tidak, gak masalah. Sekarang,bisa menulis saja sudah bikin bahagia. 

Selamat menulis dan hiraukan stats-mu ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

200 Like Sampai Hari Ini


Alhamdulillah, mendapatkan notifikasi dari WP kalau jumlah like untuk blog sederhana ini sudah sampai 200, jumlah yang cukup banyak dan membuat saya berkali-kali mengucapkan syukur. 

Semoga menjadi trigger untuk menulis lebih giat lagi dan lebih bagus lagi dan membersihkan niat hanya untuk membesarkan nama Allah, bukan nama pribadi. 

Berikut ini notifikasi dari WordPress:

[SlideShare] Alfanous Quran Search Engine API


Sudah beberapa waktu saya belum update info perkembangan Alfanous Search Engine, kali ini ketika saya mengunjungi websitenya ada artikel yang Assem posting di SlideShare. Langsung deh saya post karena postingan ini belum ada di blog saya.

Slide Assem ini menerangkan tentang apa itu Alfanous dan bagaimana menggunakan Alfanous API.

Selamat menyimak.

%d bloggers like this: