Membela Kehormatan Guru


“Sudah selayaknya bagi siapa saja yang mendengar seseorang menggunjing kehormatan seorang muslim ia akan mencegah dan menasehati orang tersebut. Apabila dia mendengar seseorang menggunjing gurunya atau siapa saja yang mempunyai kedudukan, keutamaan dan keshalihan, maka hendaklah dia lebih serius untuk membantahnya”  (Shahih Al-Azdkar, II/832, Adab Talamudz, hal 33)

Hari ini guru guru yang selalu mengajarkan kita alif, ba’, ta’, tsa’ sedang mendapatkan cobaan, diuji oleh pemerintah yang dhalim dengan dugaan dan sangkaan yang kurang beradab. 

Ketika guru kita dihinanakan, kita mesti membela dengan apa yang kita bisa, paling tidak dengan mendoakan mereka agar diberikan kekuatan dan juga memberikan support agar langkah mereka tidak pernah goyah. 

Imam Nawawi berkata, “Sudah selayaknya seorang murid memperhatikan gurunya dengan sikap penuh hormat, dan sudah selayaknya pula ia meyakini keahlian gurunya dibandingkan dengan yang lainnya, karena hal itu akan mengantarkannya untuk mendapatkan manfaat yang banyak dari gurunya dan lebih membekas dalam hatinya terhadap apa yang dia dengar darinya”.  (Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, I/85)


Tentang Penjagaan Allah Swt Terhadap Al-Quran


hafidzTermasuk bukti dari benarnya nabi saw adalah terjaganya al-Quran yang diturunkan kepada nabi muhammad saw, tidak ada kitab samawi yang penjagaannya demikian ketat seperti pada al-Quran karena Allah-lah yang menjaganya, anak kecil dalam TPA mereka dan para qurra; di masjid-masjid dan para ulama di ma’had-ma’had. Dan benarlah perktaan al-Baahi yang mengatakan: “kitab kita dijaga oleh tua dan muda, tidak mungkin terkurangi dan ditambah, orang yang membacanya di timur sama dengan yang membaca di barat tanpa ada sama sekali kekurangan, perbedaan dalam harakat dan titik.”
Continue reading

%d bloggers like this: