Sinar Jaya, Pilihan Bus Murah dan Nyaman


Awal merantau ke Jakarta saya biasa naik kereta kelas ekonomi, harganya lumayan murah, waktu itu jurusan Senin-Jogja sekitar 35 ribu, tapi untk sampai ke Magelang perjalanan masih agak jauh, naik bus way ke Jombor, lalu naik bus ke Magelang. 

Dari Magelang naik bus ke arah Kaliangkrik dan terakhir naik ojek ke Adipuro turun di rumhnya bapak Hanbali, nama bapak saya. 

Tapi sejak empat tahun ini saya pindah ke bus, dan saya jatuh hati pada bus Sinar Jaya. Agen yang terdekat ada di terminal Salaman, sekitar 1 jam dari rumah. 

Saya biasa naik Sinar Jaya dari Pasar Minggu jurusan Salaman, Magelang dengan biaya dulu 90 dan sekarang sudah naik jadi 100.

Biasanya kalau turun di Purworejo, kalau mau ke Salaman kita diminta uang tambahan 10 ribu buat supir. Gak papa, hitung2 buat infaq. He.. He.. 

Sinar Jaya mulai merajai bus di Jawa Tengah karena kemampuannya menenekan biaya dan mengalahkan PO lainnya. 

Sebagai perbandingan saja, minggu lalu bapak saya ke Jakarta dari Salaman naik bus Sumber Alam dengan harga 160, terpaut lumayan dengan Sinar Jaya, jelas orang gak punya seperti saya lebih memilih murah. 

Sinar Jaya termasuk bus yang taat peraturan, dia gak mau naikin penunpang kecuali dari agen resmi, misal dari Salaman sore ini cuma bawa 6 orang, maka jika sudah waktunya, bus akan berangkat tanpa menghiraukan orang yang menyetop mencoba naik. 

Dulu Sinar Jaya suka muterin lagu lagu yang saya suka yaitu lagu Ebiet G AD, tapi sekarang sudah gak pasti, terserah pak supir, kadang lagu koplo diputerin. 😥

Berangkat dari Salaman jam 2.30,biasanya sampai di Pasming jam 3 dini hari. 

Sampai di Pasming saya pesan grab car ke arah M. Kahfi 2, alhamdulillah bisa sampai di kontrakan jam 4-an.

Sekian pengalaman naik bus Sinar Jaya yang bisa saya tulis. Semoga bermanfaat. 

*Sinar Jaya otw Jakarta

Perjalanan Mudik Bersama Sinar Jaya


PO Sinar Jaya ini termasuk armada yang bagus pelayananya, pernah dapat anugerah dari Kemen Perhubungan dan yang terpenting murah, perjalanan Jakarta-Salaman ditempuh dalam waktu 12 jam biayanya hanya 90 ribu rupiah, sangat ekonomis.

Hal yang saya suka waktu naik Sinar Jaya, dia sering banget memperdengarkan lagu lagu Ebiet G Ade kesukaan saya, lagu Ebiet enak banget buat teman perjalanan.

Adapun yang agak kurang adalah tukang jajan yang sering masuk ke bus, secara kadang bikin ganggu penumpang, dan di beberapan bus SJ sudah ada tulisan, penjual makanan dilarang masuk.

Pemilihan tempat makan malam atau istirahat cukup bagus dan bersih. Dan ketika akan berangkat ada pengumuman keberangkatan bus dari tempat makan dan bus gak berangkat sebelum semua penumpang masuk bus.

Pol yang sering saya pakai adalah yang di Pasar Minggu,di hari biasa, saya membeli tiket pagi hari dan nanti sore jam 4-an saya sudah harus di pol karena bus akan berangkat, lalu turun di Purworejo, kalau mau ke tempat saya di Kaliangkrik, saya turun di Salaman dengan nambah ongkos 5 atau 10 ribu ke sopir.

Sinar Jaya ini langganan saya, alhamdulillah bagus.

Semoga kejadin malam ini tidak terulang lagi, yah….di jam segini kami masih menunggu bus Sinar Jaya datang, kedinginan dan kehujanan tidak mengurangi semangat penumpang untuk menunggu bus. Subhanallah…semoga kami diberi ketabahan dan kesabaran.

Jam 11.30 malam, saya yang niatnya mau ikut bus besok pagi jurusan Purworejo, meskipun aga mahal, gak papalah yang penting dapat duduk, beberpa teman saya yang gak sabaram pengen cepet pulang, pada nekat untuk membeli tiket cadangan yang tidak dapat kursi di bus.

Saya dibangunkan dari istirahat dan diminta supaya ikut bus jurusan Purwokerto karena sudah gak ada lagi bus. Saya ambil tiketnya seharga 98 ribu bus ekonomi non AC. Alhamdulilah perjalanan lancar dan sekarang saya sudah sampai di rumah makan Cikamurang.

Suasana di Rumah Makan Cikamurang

Sahur….

Saya kurang suka dan gak menggemari mie instant, di hari biasa saya sangat mengurangi makanan ini bahkan bisa jadi 1 atau 2 bulan gak makan mie karena kandungannya yang kurang baik, dan bebrrapa informasi menyebutkan, ofer makan mie instan bisa berakibat fatal ke usus kita.

Tapi, dk beberapa momen seperti pulkam, mie instans sangat menolong, karena murah dan praktis, sering jadi pilihan penumpang. Makan malam kemarin dan sahur hari ini, saya menggunakan produk mie gelas, insya Allah kalau kita mengatur diri agar gak makan terlalu sering dan hanya di waktu-waktu tertentu, efek buruk mie instan gak berpengaruh. Jangan jadikan mie instan sebagai pengganti makanan pokok, tetapi jadikan pelengkap ketika pengen banget dan jadi alternatif terakhir.

Suasana di bus Non AC Sinar Jaya dan lihat suasana penuh sesak di luar sana

Yang gak enak banget….disamping tempat duduk saya, merokok…subhanallah…sudah di bus non AC ada yg merokok,sungguh siksaan terberat, pas puasa lagi. Memang sedari kemarin saya lihat banyak orang yang tidak puasa atau membatalkan puasa karena alasan mudik. 

Dalam fikih safar kita diberikan pilihan untuk berbuka atau terus berpuasa, jika serasa gak kuat puasa boleh berbuka dan Rasulullah saw pernah melakukan keduanya.

Selama 3 jam lebih saya dan puluhan penumpang terjebak kemacetan di daerah Losari, karena panasnya di bus, hampir 80% penumpang memlilih keluar bus.

Jam 5 sore hari, saya masih terjebak di losari, entah sampai kapan kemacetan ini akan terurai?

Penumpang keluar dari bus, berbuka dan berbincang mengeluhkan kemacetan dari pagi yang gak ada solusi.

Bus Sinar Jaya Mengecewakan


Ketika tulisan ini kami buat, saya bersama puluhan orang yang akan mudik ke kampung masih berkumpul ditengah guyuran hujan Jakarta, menunggu kepastian bus Sinar Jaya di pol Pasar Minggu. Di antara penumpang ada yang sudah menunggu dari kemarin, duduk duduk di teras rumah dekat pol, ada juga yang sedari pagi di tempat ini dan sampai sekarang belum ada kejelasan bus kapan datangnya.

Info dari pengurus Sinar Jaya hanya menyebutkan kalau mereka berani buka tiket kalau ada kepastian bus masuk Jakarta. Sinar Jaya tahun ini gak menyediakan bus tambahan, padahal penumpang banyak yang menuggu dan berharap bus datang.

Sekarang kami hanya pasrah dan berdoa semoga lekas ada bus yang membawa kami ke tempat tujuan.

Pengurus PO Sinar Jaya jangan mengecewakan penumpang, ingatlah dengan jargon yang kalian pasang di bus “Melayani Penumpang” jika konsumen tidak diperhatikan maka akan mencoreng nama baik sinar jaya yang sudah cukup baik di mata penumpang.

Bertahun tahun makai Sinar Jaya, baru kali ini saya mendapatkan pelayanan paling buruk dari Sinar Jaya, bagaiama bisa puluhan orang ditelantarkan tanpa ada kejelasan kapan berangkat? Apakah mereka tidak kasihan dengan ibu ibu yang terpaksa menunggu bus sambil menyusui anaknya atau seorang ayah yang mendapat telpon teruw dari anaknya di kampung menayakan kapan sang Ayah pulang.

Bus Sinar Jaya,……datanglah….kami menunggu di Pasar Minggu…jangan biarkan kami kedinginan dan menahan marah dengan layanan buruk anda.

%d bloggers like this: