Terus Bershalawat Ketika Sakit


Salah satu ulama Islam dan ahli hadits zaman ini sedang diuji oleh Allah Swt berupa sakit dan sampai dibawa ke rumah sakit, beliau adalah Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini. Siapaun saja yang giat dalam dakwah dan thalibul ilmi pasti pernah mendengar dan mengenal nama syaikh Al-Huwaini.

Putra beliau bernama Abu Yahya Alhuwaini menceritakan bagaimana sikap Syaikh Alhuwaini ketika sakit, setiap saat dalam hidupnya syaikh selalu mengingatkan manusia untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya sampai ketika beliau sakit pun terus mengingatkan hal itu.

Setiap waktu Syaik selalu mengingat dan mensyukuri semua nikmat nikmat Allah Swt, dan ketika sakit beliau mengatakan: Setiap rasa sakitku bertambah keras dan aku membaca Shalawat, maka terasa lebih enak.

Syaikh Alhuwaini adalah seorang dai yang sejak mudanya menghabiskan waktu dan umurnya untuk menelaah hadits hadits Nabi.

Amalan Syaikh Alhuwaini ini bisa menjadi contoh bagi kita, ketika sakit, ketika ada masalah atau ketika lupa dengan sesuatu, bacalah Shalawat, nanti akan ada mukjizat datang yang membantu urusan kita.

Semoga Allah Swt memberikan keberkahan kepada Syaikh Alhuwaini dan segera diberikan kesembuhan sehingga bisa kembali berdakwah kepada umat. Amiin.

Keutamaan Bershalawat Kepada Rasulullah SAW


shalawat kepada nabi muhamad sawPembahasan kita akan diawali dengan firman Allah SWT: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS al-Ahzab: 56)

Imam Bukhari berkata; Abu ‘Aliyah mengutarakan bahwa yang dimaksud dengan shalawat Allah atas nabi Muhammad adalah pujian-Nya terhadap beliau dihadapan para malaikat-Nya, sedang shalawat malaikat adalah doa. Ibnu Abbas menambahkan makna yushallun adalah ‘memberkahi’. Diriwayatkan pula dari Sufyan ats-Tsaury dan ulama semasanya ‘Shalawat Rabb adalah rahmat sedang Shalawat malaikat adalah istigfar’. Continue reading

%d bloggers like this: