Seminar Nasional : Pembangunan Karakter Islamic Entrepreneurship dalam Lembaga Pendidikan Islam Bertaraf Internasional


Seminar Entrepreneurship untuk pengusaha dan mahasiswa sudah biasa dan sering diadakan, yang jarang diadakan adalah seminar entrepreneurship untuk para guru, padahal guru adalah tonggak pertama yang memberikan ilmu pengetahuan kepada para muridnya.

Dalam dunia pendidikan, guru menduduki posisi tertinggi dalam hal penyampaian informasi dan pengembangan karakter mengingat guru melakukan interaksi langsung dengan peserta didik dalam pembelajaran di ruang kelas. Disinilah kualitas pendidikan terbentuk dimana kualitas pembelajaran yang dilaksanakan guru ditentukan oleh kualitas guru yang bersangkutan.

Sekolah swasta di Indonesia ini sudah banyak, untuk menjadi unggul di masa MEA seperti sekarang ini, sekolah juga harus mau berubah. Bagaimanakah caranya merubah sekolah menjadi lebih baik, bahkan diakui secara internasional tanpa harus merubah fisik ini dan itu?

Bagaimana menanamkan jiwa leadership dan entrepreneurship sesuai petunjuk Nabi Muhammad Saw, bagaimana menghadapai tantangan ke depan?

Semua pertanyaan ini sangat penting dan krusial, semua bisa dijawab di seminar Nasional ini yang dikhususkan untuk para guru di Jabodetabek dan sekitarnya.

Kegiatan yang akan digelar pada 30 April 2017 ini direncanakan akan dihadiri sekitar 500 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru bidang sekolah, memadati Gedung Pusdiklat Kemensos di Jl. Margaguna Pondok Indah Jakarta Selatan.

Sebelumnya Islamic Character Development-ICD telah mensinergikan masjid-masjid di Jakarta untuk menjadi agen perubahan masyarakat. Salah satu bentuk kegiatannya adalah pelatihan 1000 guru di Jakarta secara gratis di Senayan, dengan antusias sekali para guru hadir di acara ini. Tema yang diangkat waktu itu adalah: bagaimana mendidik anak shalat tanpa disuruh dan selalu patuh kepada kedua orangtua.

Kali ini ICD akan mesinergikan kepala sekolah dan yayasan di Jakarta untuk menjadikan sekolah sebagai agen pembanguna karakter, membangun karakter Islamic Entrepreneurship dalam lembaga pendidikan dan menjadikan lembaganya bertaraf internasional.

Tujuan Seminar Pendidikan Karakter Islamic Entrepreneurship

  • Meluruskan Paradigma berpikir konservatif ke arah paradigma yang didesain Al-Qur’an dan Hadits.
  • Menggugah para guru agar memandang dirinya sebagai faktor penting terjadinya perubahan, pembangunan dan pengembangan akhlak muridnya.
  • Mengajarkan pendekatan yang sangat efektif dalam penanaman nilai nilai agama.
  • Mengajarkan strategi pengajaraan nilai-nilai agama agar tumbuh dalam tatanan realita kehidupan sehari hari.
  • Memberikan cara membangun lembaga pendidikan Islam bertaraf Internasional.
  • Memberikan strategi menanamkan jiwa leadereship dan entrepreneurship dalam lembaga pendidikan.
  • Menjadikan lembaga pendidikannya bertaraf Internasional.

Output Seminar Pendidikan Karakter Islamic Entrepreneurship

  • Peserta terinspirasi dan mengenal paradigma mengajar sesuai Al-Qur’an dan Hadits.
  • Peserta mengerti cara menanamkan ahlak kepada anak didiknya dalam keseharian dengan metode pengajaran yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits secara menyenangkan.
  • Peserta mengerti cara menanamkan jiwa leadership dan entrepreneurship dalam lembaga pendidikan yang dikelolanya.
  • Peserta mengetahui cara menjadikan lembaga pendidikannya bertaraf internasional.

Menghadirkan pembicara dari kalangan Entrepreneur dan Ahli Pendidikan yaitu:

Keynote Speaker: Bapak. Drs. Sutanto (mantan Kapolri) :

Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Memiliki jiwa leadership yang tinggi dan pengalaman dalam menjaga kesatuan NKRI dan memerangi perjudian dan narkoba di Indonesia.

Pembicara 1: Bapak. Prof. Dr. Susanto Zuhdi

Guru Besar Sejarah dan pakar budaya.

Pembicara 2: Bapak. Hilmi Panigoro, M.Sc

Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional. Tbk. Pengusaha Indonesia berkelas dunia. Memiliki pengalaman yang banyak dalam bidang entrepreneuship dan bagaimana menghadapi tantangan ke depan.

Pembicara 3: Bapak. Prof. Dr. Abdul Ghani

Pengusaha Indonesia yang memiliki pengalaman mereformasi lembaga Usaha Milik Negara dan menyelamatkan dari kebangkrutan.

Pembicara 4: Bapak. Arifin Jayadiningrat, MA

Pakar Pendidikan Karakter dan Direktur Islamic Character Development-ICD , berpengalaman membantu guru dan sekolah membangun pendidikan karakter di lingkunngan sekolah, juga mengadakan kajian kajian tematik seputar pembangunan akhlak.

Pembicara 5: Bapak. Musthafa Yamin, M.Ed

Master Pendidikan dari The Pennsylvania State University, berpengalaman dalam memberikan training dan konsultasi tentang pendidikan. Trainer Nasional Kurikulum 2013 dan penulis buku belajar bahasa Inggris This is The Way Holistic English (12 seri)

Seminar ini GRATIS DAN BERSERTIFIKAT

Tempat: Gedung Pusdiklat Kemensos Jl. Margaguna Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Waktu: Ahad 30 April 2017

CP: 0857 1964 7457 (Jumal Ahmad), 0852 2934 7421 (Hafi)

Pendaftaran dan konfirmasi berakhir sampai pada tanggal 28 April.

Berikut ini e-flyernya.

[Slide Show] Seminar Membangun Karakter Bangsa di Gelora Bung Karno


This slideshow requires JavaScript.

[video] Seminar 1000 Guru Membangun Karakter Bangsa di Gelora Bung Karno


Seminar 1000 Guru Membangun Karakter Bangsa Di Gedung Serbaguna Gelora Bung Karno


DSC_498014 Maret 2015 menjadi hari bersejarah bagi kami tim ICD (Islamic Character Development) yang sukses mengadakan seminar untuk guru se Jakarta Selatan di Wisma Serbaguna Gelora Bung Karno dengan tema Cara Mendidik Anak Shalat Tanpa Disuruh dan Selalu Patuh Kepada Orang Tua.

Shalat dalam Islam adalah laksana tiang agama, Shalat adalah pemancar seluruh nilai-nilai akhlak mulia, karena sumber nilai adalah Allah. Shalat adalah ibadah individual vertikal yang sangat sakral, komunikasi langsung dengan sumber kemuliaan, yaitu Allah swt. Bahkan Shalat Fardhu dianjurkan berjamaah, inilah gambaran kekuatan komunal horizontal yang sarat akan nilai-nilai transedental. Hal ini diperkuat dengan firman Allah swt sebagai benteng utama melindungi diri dari kerusakan akhlak “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Quran dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah swt (shalat) adalah lebih besar keutamaanya dari ibadah-ibadah lain. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Ankabut: 45)

Beranjak dari ayat ini ICD fokus pada bagaimana membangun akhlak diri sendiri melalui shalat. Bagaimana shalat dapat mencetak kepribadian yang berakhlak mulia. Sungguh menyedihkan betapa banyak orang yang berat mendirikan shalat walaupun mereka sudah mengetahui bahwa shalat adalah kewajiban utama dalam agama Islam.

Selama ini pendekatan yang sudah dilakukan guru dalam mendidik anak shalat sangat banyak.  Apalagi dengan terus bertambahnya sekolah-sekolah Islam dimana mana. Nyatanya banyak anak didik yang sejak tingkat TK-SMA masuk dalam sekolah yang berlabel Islam, tidak ada jamian ia mau shalat.

Rasulullah Shalla Allahu Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

Dari ‘Amr Ibn Syu’aib dari ayahnya dari neneknya ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Perintahkan anak-anakmu untuk melakukan shalat di waktu mereka berumur tujuh tahun dan pukullah mereka, jika melalaikan shalat di waktu mereka berumur sepuluh tahun. Juga pisahkan tempat tidur mereka saat itu. (Hadis hasan, diriwayatkan oleh Abu Daud dengan isnad yang hasan)

Ini bukan berarti ‘lampu hijau’ untuk melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga, memukul tanpa rasa kasih sayang kepada anak. Memukul disini penuh dengan kasih sayang tanpa emosi. Dari Hadist ini juga  menunjukka maksimal umur 10 tahun anak sudah bisa shalat dengan kesadaran, tanpa disuruh.

ICD mencoba untuk berbagi kepada guru-guru seluruh Indonesia , dimulai dari Jakarta, beberapa kerangka berpikir/ paradigma ketaatan. Religion Understanding by Al-Quran and Hadist Design adalah pemberangkatan konsep konsep ICD dalam pembangunan karater bangsa.

Pendekatan yang dilakukan dalam menanmkan nilai ketaatan tentu tidak boleh lepas dari konsep Al-Quran yaitu Active Learning. Sejak awal Al-Quran diturunkan, sudah mengajarkan ‘methode active learning’.  Sementara banyak sekali kalangan umat Islam dalam pendidikan memakai “baju” active learning tetapi isinya justru bertentangan dengan konsep dasar active learning. ICD juga mengenalkan konsep dasar Active Learning dalam Al-Quran sebagai sarana untuk membangun paradigma berpikir anak didik agar taat kepada Allah dan orang tua dengan penuh kesadaran.

Demikian juga dalam pengajaran Active Lerarning harus dilakukan pengaktifan seluruh kecerdasan  yang diberikan Allah  kepada setiap insan. Inilah yang dikenal dalam teori  Howard Gardner yaitu theory of multiple intelligences. Kita akan mendapatkan wawasan konsep Al-Quran yang jauh lebih dahsyat dari konsep manusia manapun dalam pembangunan akhlak.

Alhamdulillah..peserta yang hadir dalam seminar ini membludak, dari undangan yang kami sebar sebanyak 1000 guru, ternyata yang datang lebih dari 1700 guru se Jakarta.

This slideshow requires JavaScript.

%d bloggers like this: