Telaah atas kritik Orientalis terhadap Hadits (Hadith Criticism) oleh 3 orientalis: Ignaz Goldziher, Joseph Schacht dan G.H.A Juynboll


Pendahuluan

Keberadaan hadits dalam Islam amat sentral karena hadits adalah realisasi dari ajaran Islam yang terkandung dalam al-Quran, sebagai penjelas al-Quran. Dan interpretasi dari kehidupan Nabi saw, sabda, perilaku dan sikap Nabi saw, terkadang menjadi hukum sendiri yang tidak ada dalam al-Quran[1]

Karena demikian sentralnya posisi hadits, banyak dari musuh-musuh Islam berupaya untuk meruntuhkan ajaran Islam dengan cara meneliti hadits dengan tujuan untuk meragukan dasar-dasar validitas hadits, dengan diragukannya hadits-hadits tersebut, maka runtuhlah pilar-pilar Islam. Continue reading

%d bloggers like this: