Siluet


Siluet merupakan sebuah efek yang dihasilkan dari fotografi. Untuk mendapatkan foto siluet, bagian dari latar belakang objek harus sangat terang kemudian ambil dengan cara mengukur minimnya cahaya latar belakang. 

Siluet memiliki sifat yang khas untuk menampilkan bentuk yang justru menghilangkan detail objek.

Foto siluet cukup mudah dilakukan hanya saja kita harus memiliki waktu yang tepat untuk mengambil gambar siluet. 

Demikian salah satu keterangan salah satu web tentang fotografi. 

Ini salah satu foto siluet menarik yang saya ambil kemarin waktu di munthuk Adipuro Prampelan. Dengan kamera HP Samsung J7 hasilnya bisa indah seperti di atas. 

Wisata Gardu Pandang Muntuk Di Adipuro Prampelan [exploreprampelan] 


Sekarang di Adipuro Prampelan, desa saya yang terletak di kaki tertinggi gunung Sumbing sudah dibuatkan gardu pandang untuk  melihat dan menikmati kekuasaan Allah lewat pemandangan desa, pepohonan, perkebunan dan yang paling menarik awan putih dibawah posisi kita. 

Alhamdulillah hari Sabtu ini saya dan istri diberi kesempatan untuk pulang kampung sekalian dimanfaatkan untuk silaturahmi dan rehat sejenak setelah menjadi panitia Seminar Nasional Islamic Entrepreneurship ahad yang lalu. Pun setelah ini ada ICD Journey, Sanlat ICD dan Lebarun yang menanti di depan, semoga semuanya dimudahkan Allah Swt. 

Kembali ke wisata Muntuk yang sedang kita bahas kali ini. 

Muntuk itu merupakan sebuah bukit di lereng gunung Sumbing, tempatnya yang paling tinggi dari tempat lainnya menjadi alasan kenapa Muntuk terpilih menjadi Gardu Pandang. 

Selain di Prampelan, di beberapa desa lainnya yang ada dibawah Prampelan ikut membuat gardu pandang. 

Rute menuju Muntuk. 

  • Dari arah Magelang turun di Semilir atau Pasar Kaliangkrik
  • Dari pasar Kaliangkrik naik motor ojek ke Prampelan sebesar 15 ribu. 
  • Atau naik mobil pick up terbuka setiap hari pasar di hari jawa pon dan legi dengan biaya 7 ribuan saja. 
  • Sampai di desa Prampelan, mengikuti tanda panah ke gardu pandang yang sudah ada. 

Hari ini saya dan istri mencoba ke gardu pandang Munthuk, kita jalan dari rumah jam setengah enam, dan cuaca masih mendung putih.

 Tapi ditunggu saja, biasanya kalau sudah jam 7 ke atas kabut mulai naik dan pemandangan mulai terlihat cerah. Menjelang sore, kabut mulai turun lagi. 

Beberapa foto yang saya ambil di Munthuk Indah. 

Merah Putih Teruslah kau berkibar di tiang tertinggi di Indonesiaku ini

Menatap masa depan dengan penuh kepastian

Merdekan diri dari penilaian manusia, berharap hanya penilaian Allah

Sebaik kamu adalah yang bermanfaat bagi yang lain

Pemandangan desa Adipuro, penuh dengan kabut di pagi hari

Adipuro, desa atas awan

Foto dari IG Exlpore Prampelan

Prampelan Adipuro


Hari Senin dan Selasa ini keluarga saya di prampelan adipuro mendapatkan kunjungan dari besan keluarga adik saya dari Malaysia. 

Selama itu saya belum bisa mendapatkan koneksi internet karena sinyal indosat di tempat saya sangat buruk sekarang. 

Chat wa, fb dan twitter tidak bisa saya jawab, tulisan di blog pun saya buat schedule seperti sekarang ini. 

Saya baru bisa post tulisan waktu pagi ini ke pasar junjungan beli iwak pitek. 

Pemandangan Dari Depan Rumah Di Adipuro Prampelan


Nikmat Allah Swt terhampar begitu banyak dan setiap hari kita rasakan. Terkadang baru terasa ketika melihat dari jauh. 

Rumah saya di prampelan terletak di pojok desa bagian bawah, darisitu terlihat jelas hamparan tanah, hutan dan awan putih indah. 

Ketika pagi dan matahari mulai nampak, terlihat maha kuasa Allah lewat ciptaan-Nya. Terlihat dua gunung, Merapi dan Merbabu yang indah sekali, terkadang matahari pagi muncul dari tengah kedua gunung itu. Dan di belakang rumah saya, nampak jelas gunung Sumbing tinggi menjulang. 

Nikmat itu semua baru saya sadari ketika mulai merantau dan sesekali pulang ke prampelan. Nikmat Allah Swt berupa alam nan indah, kehidupan desa yang tentram dan damai, nuansa desa yang islami, semuanya selalu membuat saya kangen dan rindu untuk pulang. 

Shalat jamaah 5 waktu terutama maghrib, isya dan subuh di masjid dan musholla yang selalu penuh juga salah satu yang bikin kangen desa prampelan. 

Oh ya, saya juga pernah menulis kalau kesempatan pulang itu sering menjadi waktu bagi saya untuk menambah semangat belajar di perantauan. 💪

Insya Allah foto foto pemandangan depan rumah dan lainnya menyusul. ☺️

6 Mei di Pasar Kaliangkrik 

Bahagia Tak Harus Kaya


​Bahagia menurut KBBI (kamus besar bahasa indonesia), keadaan atau perasaan senang dan tentram. Dari pengertian ini, bahagia tidak ada sangkut pautnya dengan harta melimpah ruah. Tapi urusannya dengan hati. Kalau hati kita merasa bahagia, saat itu juga kita bahagia. Tidak peduli punya uang atau tidak, yang penting bahagia.

Saya lahir di desa terpencil, di kaki Gunung Sumbing.  Namanya dusun Prampelan dan tahun 2009 berubah menjadi Desa Adipuro. 

Tidak ada lagi desa yang posisinya lebih tinggi. Maknanya, itulah desa paling dekat dengan puncak gunung Sumbing Kabupaten Magelang Jawa Tengah. 

Banyak hal yang berkesan saat melihat langsung kondisi masarakat. Secara umum masarakatnya santun dan berprasangka baik kepada orang yang ditemuinya meskipun baru pertama kali.

Saat menyempatkan jalan jalan, anda akan akan bertemu dengan penduduk setempat yang usianya cukup lanjut, bahkan banyak yang sudah tidak bergigi  karena faktor usia. 

Mereka masih terlihat sehat, trbukti masih kuat membawa hasil kebun untuk dijual ke pasar sekitar. Rumah tinggal mereka rata rata kecil dan sangat sederhana, mencerminkan masarakat tidak berduit. 

Meski sedikit duit, jangan ditanya soal bahagia. Memurutku mereka sangat bahagia. Hal itu terbukti dari kehidupannya yang damai, kesehatan yang terjaga  bahkan dari raut wajahnya  tidak mencerminkan kesedihan dan kecemasan sama sekali. 

Rahasia kebahagiaan mereka ternyata terletak pada kepandaian mereka menerima dan mensyukuri pemberian Allah meskipun pemberian itu hanya sedikit. 
Hikmah yang dapat kita ambil, bahwa bahagia itu tidak harus kaya.
 
Bahagia adalah kemampuan seseorang menerima pemberian Allah apa adanya. Bahagia itu nrima  ing pandum, demikian kata orang Jawa.

Ternyata bahagia dalam kontek nrima ing pandum  telah dijelaskan ulama besar Imam asy-Syafi’i rahimahullah. Beliau mengatakan, “Apabila Anda memiliki hati yang merasa puas dengan pemberian Allah, Anda adalah raja di dunia ini”. 

Hal yang senada, juga disabdakan baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا قَلَّ وَكَفَى خَيْرٌ مِمَّا كثُرَ وَأَلْهَى

“Sesungguhnya yang sedikit dan mecukupi lebih baik daripada yang banyak namun melalaikan.” [Lihat Shahih al-Jami’ no. 5653] .

Selain faktor kebahagiaan, nrima ing pandum juga bukti ketaqwaan seseorang. 

Berkenaan dengan hal tersebut Sahabat Aly Radhiyallahu anhu, ketika menjelaskan 4 indikasi taqwa,  salah satunya beliau mengatakan 
 القناعة بالقليل 

Al qona’atu bil qolil
Merasa  cukup atas pemberian Allah, meskipun sedikit, itulah taqwa. 

Saat bertemu dengan beberapa orang tua yang masih energik, baik dalam hal bekerja di ladang atau jamah shalat shubuh di masjid, sungguh pemandangan yang mengharukan. 

Silahkan simak foto foto berikut.. 

E-KTP di Magelang


Kesempatan pulang kemarin untuk menjenguk bapak yang sedang sakit, saya manfaatkan juga untuk mengurus e-ktp saya. 

Pertama saya ke kantor desa Adipuro untuk mengajukan surat permohonan pembuatan e-ktp yang ditandatangani oleh pengurus desa. Tanpa harus ke RT dan RW. Jangan lupa bawa KK yang punya. 

Selanjutnya saya ke kantor kecamatan kaliangkrik untuk meminta tanda tangan dari kantor kecamatan, dan menyertakan fotocopy KK. 

Langkah terakhir ke DisDukPil Magelang yang terletak di depan kantor pajak pratama Magelang. 
Ada beberapa langkah di Disdukpil yang anda lakukan. 

Meminta blangko e-ktp, kemudian diisi. Foto ke bag foto e-ktp dan Meminta surat keterangan pembuatan e-ktp. 

Setelah selesai, insya Allah e-ktp sudah bisa diambil di bulan februari dan maret. Cukp lama ya… 

Blangko E Ktp di Magelang habis, maka pemberian e-KTP lebih diutamakan kepada pemohon yang akan menggunakannya untuk keperluan mendesak, seperti perjalanan keluar negeri atau naik haji, umroh, mengurus kartu BPJS atau membuat rekening bank.

Untuk keperluan lain-lain, e ktp diganti dengan Surat Keterangan (SK) yang memiliki kekuatan hukum administrasi kependudukan (adminduk) setara e-KTP. Meski kurang puas, namun secara umum semua bisa memahami.

TPQ Nurussalam


Saya lahir di daerah lereng gunung Sumbing, Jawa Tengah tepatnya Dusun Prampelan, Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Penyebutan nama desa dan kecamatan punya makna sendiri, seperti nama Prampelan, katanya, desa saya dulu hutan belantara yang tak berpenghuni, pada masa Belanda ada seseorang bernama Ampel yang bersembunyi di tempat yang sekarang menjadi dusun Prampelan, beliau membuka hutan dan menetap disitu lalu memberi nama tempat itu Prampelan. Continue reading

%d bloggers like this: