Tips Khusyu Bacaan Shalat


shalat1-1413175459.jpg

Hadits berikut ini mari kita jadikan sebagai renungan, mensikapi diri dengan jujur, agar mampu melihat posisi kita masing dalam mendirikan Shalat.Hadits berikut ini mari kita jadikan sebagai renungan, mensikapi diri dengan jujur, agar mampu melihat posisi kita masing dalam mendirikan Shalat.

Rasulullah SAW bersabda :

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَنْصَرِفُ وَمَا كُتِبَ لَهُ إِلَّا عُشْرُ صَلَاتِهِ تُسْعُهَا ثُمْنُهَا سُبْعُهَا سُدْسُهَا خُمْسُهَا رُبْعُهَا ثُلُثُهَا نِصْفُهَا

Sesungguhnya seseorang selesai (dari shalat) dan tidaklah ditulis (pahala) baginya, kecuali sepersepuluh shalatnya, sepersembilannya, seperdelapannya, sepertujuhnya, seperenamnya, seperlimanya, seperempatnya, sepertiganya, setengahya. (HR. Abu Dawud)

Diriwayatkan oleh Abu Dawud, bahwa Hasan bin ‘Athiah Radhiyallahu anhu berkata : “Sesungguhnya ada dua orang berada dalam satu shalat, akan tetapi perbedaan keutamaan (pahala) antara keduanya bagaikan langit dan bumi”.

Shalat ibarat kobaran api pertempuran bersama setan, pertempuran was-was dan bisikan-bisikan, karena kita berdiri pada tempat yang agung, paling dekat dengan Allah dan paling dibenci setan. Maka setan berusaha menghiasai pandangan kita dengan kesenangan dan menawarkan godaan, dia juga mengingatkan yang kita lupakan dan senang ketika shalat kita rusak sebagaimana baju usang dan rusak.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu meraih khusyu yaitu hendaknya segera menuju masjid dengan tenang dan tidak tergesa-gesa, membersihkan pakaiannya, mensucikan badannya, mengkosongkan hatinya dari kesibukan dunia, semerbak harum badannya, meluruskan barisan dan menutup celah dalam barisan, dan ia tidak mengangkat kepalanya ke langit saat shalat, karena bisa menghilangkan kekhusyu’an.

Terkadang dalam shalat kita masih belum bisa fokus karena gangguan dari luar atau fikiran yang masuk dalam shalat kita. Untuk menghilangkannya bisa anda praktekkan tips berikut ini agar khusyu dalam bacaan shalat yang penulis dapatkan dari Ust Arifin Jayadiningrat dalam salah satu pelatihan beliau tentang Shalat Khusyu’.

  1. Menggerakkan lidah, bibir , rahang bawah secara ekspresif TAJWID DAN MAKHROJ .. walau tidak keluar suara.Semakin ekspresif tajwid dan makhraj dalam gerakan maka PIKIRAN akan lebih terjaga.
  2. Bacaan harus perlahan dalam mengekspresikan gerakan  Lidah, bibir dan rahang bawah tidak tergesa gesa.
  3. Mengerti bacaan. Bila belum paham batin harus memuji Allah…. ( penyamaan tarjamahan doa )
  4. Takbir Wajib keluar suara walau kecil … sholat sendiri atau berjamaah.

Bila 1 sampai 4 dikerjakan maka suara sekeras apapun  disampig kita yang kita dengar saat kita shalat maka TIDAK AKAN pengaruh kepada kekhusyukan.

Ibnu Qayyim dalam Wabilus Shaib membagi manusia dalam mendirikan shalat menjadi lima tingkatan:

  1. Orang yang menzalimi dirinya sendiri, yaitu orang yang mengerjakan shalat tanpa memperhatikan masalah wudhu, waktu, ketentuan-ketentuan dan rukun-rukunnya.
  2. Orang yang mendirikan shalat dengan memperhatikan masalah waktu, ketentuan-ketentuan dan rukun-rukunnya dan wudhu yang bersifat lahiriah. Akan tetapi, sama sekali tidak berusaha untuk mengusir was-was dan pikiran-pikiran di luar shalat.
  3. Orang yang memperhatikan ketentuan-ketentuan dan rukun-rukun shalat serta berusaha keras mengusir was-was yang hinggap dalam jiwa dan pikirannya selain shalat. Jadi dia sibuk dengan usaha mengusir musuhnya, agar shalatnya tidak dicuri. Maka dia berada dalam shalat dan jihad.
  4. Orang yang mendirikan shalat dengan menyempurnakan hak-hak, rukun-rukun dan ketentuan-ketentuan shalat. Pikiran sepenuhnya dikerahkan untuk masalah shalat, agar shalatnya betul-betul sempurna. Maka orang seperti ini, seluruh hatinya terkait dengan persoalan ibadah shalat kepada Rab-Nya.
  5. Orang yang mendirikan shalat seperti poin keempat, disamping itu ia meletakkan hatinya di hadapan-Nya, melihat Allah dengan hatinya, amat cinta dan ta’zim kepada-Nya, seolah-olah ia melihat dan menyaksikan-Nya. Rasa was-was dan hal terlarang jauh darinya, penghalang antara dia dan Allah teramat jauh, maka shalat inilah shalat yang paling afdhal dan paling agung di antara langit dan bumi. Dalam shalat dia berinteraksi dengan Rab-nya dan dengan shalat matanya menjadi sejuk.

Selanjutnya Ibnu Qayyim memberikan kesimpulan berikut:

‘Orang yang tergolong dalam kelompok pertama akan disiksa, yang masuk kelompok kedua akan dihisab, kelompok ketiga akan diampuni dosanya, kelompok keempat akan mendapat pahala, sedang yang masuk kelompok kelima akan dekat dengan Allah, karena siapa saja yang matanya merasa sejuk ketika shalat di dunia, maka matanya akan merasa sejuk di akhirat karena bertemu dengan Allah. Siapa yang matanya merasa sejuk, niscaya orang merasa sedap memandangnya. Barangsiapa yang tidak merasa sejuk ketika menghadap Allah, niscaya menjadi orang yang merugi, baik di dunia maupun di akhirat.’

Semoga kita dimudahkan mendapatkan khusyu dalam shalat kita. amiin.

Sumber:

Kajian Akhlak Ust Arifin Jayadiningrat

Al-Khusyu wa Atsaruhu fi bina-il ummah oleh Said bin Ied Al-Hilali

Yuk..share poster nasehat ini…

Berapa pahala shalat yang kita dapat?

pahala sholat

Cara mendapatkan pahala Haji tanpa harus pergi Haji

keutamaan-shalat-berjamaah-di-masjid-2

Hadirilah…Pelatihan Shalat Khusyu Bersama Ustadz Arifin Jayadiningrat


Shalat dalam Islam adalah laksana tiang agama. Shalat adalah pemancar seluruh nilai nilai akhlak karimah, karena sumber nilai adalah Allah. Sholat ibadah individual vertikal yang sangat sakral, komunikasi langsung dengan sumber kemuliaan, yaitu Allah swt. Bahkan shalat fardhu dianjurkan berjamaah, inilah gambaran kekuatan komunal horizontal yang sarat akan nilai-nilai transedental. Continue reading

Mengukur Kedekatan Dengan Allah SWT


Bila kita dekat dengan api, maka badan kita merasakan panas.
Bila kita dekat dengan lampu yang bercahaya maka otomatis badan kita akan terang.
Bila kita dekat dengan pendingin udara AC maka badan kita jadi dingin.

Mari kita ukur kedekatan kita dengan Allah.

Bila sebelum shalat hati kita diliputi amarah kekesalan dan keluh kesah maka setelah shalat, harusnya berubah menjadi damai, hati jadi tenang. Karena kita dekat dengan Yang Mahadamai.

Bila kita kecewa dan marah ingin  meluapkan amarah, lalu kita sholat , semestinya kita rasakan kasih sayang dan menebar kasih sayang ke sekeliling kita. Karena kita dekat dengan Arrahman Arrohim  Yang Mahapengasih dan Mahasayang.

Bila kita merasakan kemalasan, tidak semangat, melemahnya keinginan, bahkan jadi pesimis tiada harapan. Maka seharusnya setelah sholat menjadi semangat, kuat, optimis, dan gigih dalam bekerja. Karena kita merasa dekat dg Yang Maka Bisa, Maha Kuasa, Maha Kuat.

Bila kita merasa rugi dalam usaha. Merasa gagal dalam hidup. Minder krn tidak sukses. Maka setelah sholat kita merasakan teguh dan membara api semangat untuk bekerja. Karena kita merasa dekat dengan Yang Maha Perkasa, Maha Kuasa, Maha menilai dengan cepat, Maha Kaya, Maha Mengatur.

Disinilah kita akan paham ayat Alquran

“MINTALAH TOLONG KEPADA ALLAH MELALUI SHOLAT DAN SABAR  !”

Bila hati  kita selesai sholat SAMA DENGAN sebelum sholat… perhatikan sholat kita adakah yang salah.
Selepas sholat masih marah.
Selepas sholat masih berkeluh kesah
selepas sholat masih malas.

Mungkin saja kita merasa dekat dengan Allah padahal jauh. Naudzu billah min dzalik.

Marilah kita menuntut ilmu agar kwalitas ibadah kita lbh baik.
Semakin dekat dg kematian seharusnya kita semakin dekat  ALLAH   dg semakin TENANG JIWA kita.

***
ISLAMIC CHARACTER DEVELOPMENT
Arifin Jayadiningrat ( Direktur ICD )

Silakan simak juga video motivasi berikut.

%d bloggers like this: