Tips Menggapai Khusyu’ Dalam Shalat


Shalat Khusyu

Allah swt berfirman: “Mintalah kalian (kepada Allah)dengan SABAR dan SHALAT, dan sesungguhnya dia (SHALAT itu) sunnguh berat kecuali atas orang2 yg KHUSYU.yaitu mereka yang (terus menerus) meyakini bahwa mereka berjumpa dengan Tuhan mereka, dan juga mereka (terus menerus) meyakini bahwa sesungguhnya mereka itu hanya kepada-Nya pasti kembali”.  (QS.Albaqarah: 45-46)

Apakah shalat kita masih dirasakan berat?, masih dirasakan beban?,kalau tidak shalat takut disiksa?, Shalat belum terasa ni’mat?,  shalat belum dirasakan sebagai kebutuhan ?….itu semua indikator bahwa shalat kita belum KHUSYU’.

KHUSYU’ secara bahasa Hudhurul qalbi, yakni kesadaran penuh terhadap apa yg dikatakan (bacaan), dan perbuatan (gerakan), dalam bahasa psikologi disebut single focus. Artinya hati, lisan, dan gerakan tertuju kepada :

  1. Sekarang aku sedang berjumpa dengan Allah Swt.
  2. Nanti kembali pasti kepadaNya. Yakni sekarang saat saya shalat ini saya sedang berjumpa dengan Allah yang Maha Segala Sempurna, MahaSuci dari segala kekurangan, Dia mencipta, mengatur, mengurus, merawat,menjaga, memberi rezeki, menyembuhkan sakit, mendidik, memelihara, membina, menghidupkan, mematikan.
  3. Saya dan shalat yang sedang saya tunaikan ini adalah bekal pertama dan utama kelak saat saya kembali kepadaNya.

Dari uraian di atas, maka untuk mencapai SHALAH KHUSYU adalah :

  1. Menyadari sepenuh hati maksud dan tujuan melaksanakan shalat.
  2. Memahami dan menyadari makna bacaan shalat.
  3. Memahami dan menyadari mkna gerakan-gerakan shslat.
  4. Mengamalkan ajaran shalat dalam kehidupan sehari hari di luar shalat.

Dengan mengamalkan 4 hal di atas akan mudah terbangun kekhusuan.

Tips Khusyuk untuk Bacaan

Terkadang dalam shalat kita masih belum bisa fokus karena gangguan dari luar atau fikiran yang masuk dalam shalat kita. Untuk menghilangkannya bisa anda praktekkan tips berikut ini agar khusyu dalam bacaan shalat.

  1. Menggerakkan lidah, bibir , rahang bawah secara ekspresif TAJWID DAN MAKHROJ .. walau tidak keluar suara.
  2. Semakin ekspresif tajwid dan makhraj dalam gerakan maka PIKIRAN akan lebih terjaga.
  3. Bacaan harus perlahan dalam mengekspresikan gerakan  Lidah, bibir dan rahang bawah tidak tergesa gesa.
  4. Mengerti bacaan. Bila belum paham batin harus memuji Allah…. ( penyamaan tarjamahan doa )
  5. Takbir Wajib keluar suara walau kecil … sholat sendiri atau berjamaah.

Bila 1 sampai 4 dikerjakan maka suara sekeras apapun  disampig kita yang kita dengar saat kita shalat maka TIDAK AKAN pengaruh kepada kekhusyukan.

Mengukur Kedekatan Dengan Allah SWT


Bila kita dekat dengan api, maka badan kita merasakan panas.
Bila kita dekat dengan lampu yang bercahaya maka otomatis badan kita akan terang.
Bila kita dekat dengan pendingin udara AC maka badan kita jadi dingin.

Mari kita ukur kedekatan kita dengan Allah.

Bila sebelum shalat hati kita diliputi amarah kekesalan dan keluh kesah maka setelah shalat, harusnya berubah menjadi damai, hati jadi tenang. Karena kita dekat dengan Yang Mahadamai.

Bila kita kecewa dan marah ingin  meluapkan amarah, lalu kita sholat , semestinya kita rasakan kasih sayang dan menebar kasih sayang ke sekeliling kita. Karena kita dekat dengan Arrahman Arrohim  Yang Mahapengasih dan Mahasayang.

Bila kita merasakan kemalasan, tidak semangat, melemahnya keinginan, bahkan jadi pesimis tiada harapan. Maka seharusnya setelah sholat menjadi semangat, kuat, optimis, dan gigih dalam bekerja. Karena kita merasa dekat dg Yang Maka Bisa, Maha Kuasa, Maha Kuat.

Bila kita merasa rugi dalam usaha. Merasa gagal dalam hidup. Minder krn tidak sukses. Maka setelah sholat kita merasakan teguh dan membara api semangat untuk bekerja. Karena kita merasa dekat dengan Yang Maha Perkasa, Maha Kuasa, Maha menilai dengan cepat, Maha Kaya, Maha Mengatur.

Disinilah kita akan paham ayat Alquran

“MINTALAH TOLONG KEPADA ALLAH MELALUI SHOLAT DAN SABAR  !”

Bila hati  kita selesai sholat SAMA DENGAN sebelum sholat… perhatikan sholat kita adakah yang salah.
Selepas sholat masih marah.
Selepas sholat masih berkeluh kesah
selepas sholat masih malas.

Mungkin saja kita merasa dekat dengan Allah padahal jauh. Naudzu billah min dzalik.

Marilah kita menuntut ilmu agar kwalitas ibadah kita lbh baik.
Semakin dekat dg kematian seharusnya kita semakin dekat  ALLAH   dg semakin TENANG JIWA kita.

***
ISLAMIC CHARACTER DEVELOPMENT
Arifin Jayadiningrat ( Direktur ICD )

Silakan simak juga video motivasi berikut.

Ilmu Menentukan Penghasilan


Kapasitas dompet sebanding dengan kapasitas ilmu dan pengalaman kita.Semakin besar ilmu yang didapat, semakin besar income yang kita terima.

Seorang dokter income nya berbeda dengan seorang tukang parkir. Seorang dokter, dengan ilmunya bisa mendapatkan ratusan ribu bahkan jutaan rupiah dengan sedikit tulisan resep di tempat yang ber AC dan nyaman, dan seorang tukang parkir yang bekerja dari pagi sampai sore hanya mendapatkan lima puluh ribu rupiah, dengan panas panasan dan penuh debu seharian. Continue reading

%d bloggers like this: