Spirit for Buttui Mentawai


Di lepas pantai barat Sumatera, warga Mentawai berlindung dari hiruk pikuk kota besar. Suku kuno ini pandai meramu, berburu dan piawai dalam menato tubuh. Berpuluh tahun lamanya mereka tertekan beragam pemaksaan.

Ini kata pengantar dari dw.com ketika membuka reportase tentang Kehidupan orang tua di Mentawai, bagaimana mereka hidup dan bertahan dengan tradisi mereka serta sikap pemerintah terhadap orang Mentawai. Selengkapnya bisa dibaca di tautan ini: https://m.dw.com/id/mentawai-dalam-hening-memburu-kebebasan/g-36708625?xtref=https%253A%252F%252Flm.facebook.com%252F

Melihat kehidupan di Mentawai yang lama tidak mendapatkan perhatian pemerintah baik sosial dan pendidikannya sementara kita sudah merdeka 70 tahun lebih, maka Aksi Peduli Bangsa berinisiatif membangun di daerah pedalaman Mentawai dalam sisi sosial dan pendidikannya.

Kepekaan Sosial Selama Ramadhan


Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah bagi umat Islam dan diharapkan dapat menjadi berkah bagi umat lainnya. Di bulan Ramadhan umat Islam memiliki kewajiban menjalankan ibadah puasa. Saat berpuasa ini, selain berusaha meningkatkan keimanan kepada Allah SWT yang sifatnya vertikal, juga harus meningkatkan relasi yang baik dengan sesama manusia. Relasi yang baik dengan sesama manusia menunjukkan relasi yang sifatnya horizontal. Relasi yang baik ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kepekaan sosial.

Ibadah puasa memiliki tujuan salah satunya ikut merasakan kesusahan yang dialami oleh orang-orang yang tidak mampu. Kalau kita biasanya sehari-hari menanyakan kepada diri kita sendiri dengan ”besok kita makan apa?” biasanya orang yang tidak mampu akan bertanya kepada diri sendiri ”besok apa makan?”. Dua pertanyaan yang menunjukkan kondisi yang berbeda. Saat puasa, janganlah berlebihan untuk berbuka puasa. Maksudnya, memang seharian berpuasa dan janganlah alasan berpuasa ini membuat kita berbuka dengan berlebihan. Biasanya yang tidak ada menjadi diada-adakan untuk berbuka. Kalau ini terjadi maka bukan belajar empati merasakan kondisi orang tidak mampu tetapi malah menjadi konsumtif dan pemborosan. Kalau seperti ini, dan orang miskin mengetahuinya bagaimana perasaan mereka.

Mungkin kita yang mampu akan makan dengan nikmat tetapi yang miskin tetap saja seperti biasanya buka seadanya kalau ada yang dipakai berbuka, namun kalau tidak ada yang dibuat berbuka yang tidak makan. Inikah kepekaan sosial yang diajarkan di dalam bulan Ramadhan?. Bukan jawabnya.

Kepekaan sosial dapat dilatih dengan tidak berlebihan saat buka dan berbagi dengan yang membutuhkan dengan acara buka bersama atau berbagi makanan untuk berbuka.

Orang yang berpuasa juga dilatih untuk memiliki kepekaan sosial terhadap orang yang tidak berpuasa. Saat orang yang tidak berpuasa akan makan atau minum harus toleransi karena itu kebutuhan hidup. Jangan merasa itu sebagai bentuk ejekan atau kesengajaan. Memang ada yang sengaja, namun jadikanlah itu sebagai bentuk pelatihan diri sehingga ibadah puasa yang dijalankan terlihat perjuangan dan kebermaknaannya.

Terkait dengan perilaku Israf atau pemborosan, saya mengutip ceramah Dr. Faizah yang merupakan salah satu ahli edukasi di Ummul Qura yang saya ambil dari blog Sinta Yudisia . Beliau suatu hari memberikan ceramah di hadapan para mahasiswa Arab, Indonesia, dan mahasiswa berbagai belahan dunia yang lain.

“Dahulu, kafilah haji Indonesia adalah kafilah terkaya. Tidak ada peziarah yang lebih kaya dari kafilah Indonesia. Mereka memakai alat tukar emas! Setiap kali bertransaksi, orang-orang Indonesia menggunakan emas,” jelas duktur Faizah. “Tetapi sekarang lihatlah, orang Indonesia menjadi pembantu di negeri kita. Wahai kalian mahasiswa Arab, belajarlah dari Indonesia!

Kalau kalian tidak belajar, bisa jadi anak cucu kalian akan berbalik, menjadi pembantu di Indonesia. Apakah kalian tahu, apa yang menyebabkan Indonesia bangkrut seperti sekarang?”

Para mahasiswa menanti dengan tegang, tenang, hening, hanyut dalam irama nasihat duktur Faizah.

Duktur Faizah melanjutkan, “Israf. Bersikap berlebih-lebihan. Itulah yang membuat Indonesia bangkrut. Lihat orang Arab sekarang, beli baju satu, lalu dibuang tak dipakai lagi.”

Mengutip nasihat Said Nursi dalam buku Ramadan, Iqtishad dan Syukur bahwa Israf melahirkan sifat tidak qana’ah dan tamak. Tamak mampu memadamkan semangat dan kesungguhan berbuat baik dan mencampakkan seseorang dalam sifat malas dan bernanti nanti, membuka pintu keluh kesah dan kekecewaan dalam kehidupan. Dan Qana’ah akan membangkitkan semangat berusaha dan bekerja.

Mungkin video pendek yang saya buat tentang ‘Allah Bersama Orang yang Susah’ berikut bisa menyadarkan kita, ada saudara kita yang layak dibantu.

Mari kita kurangi konsumsi berlebih (Israf), bukan karena kita tidak berdaya, bukan karena tidak punya, tapi karena kita mampu mengendalikan diri kita sendiri.

Twitter: @JumalAhmad

Hukum Memberikan Donasi Pakaian Layak Pakai


Sumbangan atau donasi (dalam bahasa Inggris donation) merupakan pemberian umumnya berifat fisik dari perorangan atau badan hukum. Pemberian bersifat sukarela dengan tanpa imbalan bersifat keuntungan.

Sejak enam tahun yang lalu, Yayasan Aksi Peduli Bangsa mengirimkan bantuan pakaian layak pakai dan lainnya untuk masyarakat di pedalaman Mentawai. Pakaian ini dikirim untuk warga pedalaman yang susah mendapatkan pakaian, jarak ke pasar di kecamatan yang hanya dilewati dengan Kapal pompong dan harga di pasar yang mahal karena banyak barang di Mentawai diambil dari Padang. Pakaian diberikan ke semua orang di Pedalaman Mentawai, tidak melihat agama apakah Islam atau tidak, semuanya dapat pakaian.

Agar pakaian, buku dan lainnya tidak sia sia, bisa memanfaatkannya dengan memberikan pada orang lain. Bekas bagi kita, memang, tetapi Insya Allah bermanfaat bagi mereka. Pakaian dan buku akan menjadi teman baru bagi mereka. Selain itu, dengan menyumbang seperti ini berarti kita telah berinvestasi pada proyek akhirat sebagai bekal hidup kita di akhirat nanti.

Saya pribadi ingin menyampaikan terima kasih kepada Jamaah Ustadz Arifin Jayadiningrat khususnya dan donatur pada umumnya yang sudah bersedia memberikan donasi Pakaian untuk Mentawai, semoga mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.

Profil dusun di pedalaman Mentawai bisa anda simak di video berikut:

Secara umum, memberikan Pakaian layak pakai tidak hanya boleh, bahkan yang memberikan pakaian bekas -yang masih layak pakai- kepada orang yang membutuhkannya adalah termasuk amalan kebaikan dan dia termasuk dari sebab meraih keberuntungan bagi pelakunya, Alloh Ta’ala berkata:

(وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩)

“Dan berbuatlah oleh kalian suatu kebaikan, semoga kalian beruntung”.

Adapun dalil menunjukan kebolehan memberikan pakaian bekas -yang masih layak pakai- maka dia adalah hadits Ali bin Abi Tholib yang diriwayatkan oleh Muslim.

أُهْدِيَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُلَّةُ سِيَرَاءَ ، فَبَعَثَ بِهَا إِلَيَّ فَلَبِسْتُهَا

“Dihadiahkan kepada Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam pakaian sutra, lalu beliau kirimkan kepadaku, maka akupun memakainya”.

Dari ucapan Ali ini telah nampak bagi kita bahwa beliau telah mengenakan pakaian tersebut, setelah beliau kenakan maka Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam mengetahui, Ali berkata:

فَعَرَفْتُ الْغَضَبَ فِي وَجْهِه ِ

“Maka aku mengetahui kemarahan wajahnya”.

Setelah itu Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

إِنِّي لَمْ أَبْعَثْ بِهَا إِلَيْكَ لِتَلْبَسَهَا ، إِنَّمَا بَعَثْتُ بِهَا إِلَيْكَ لِتُشَقِّقَهَا خُمُرًا بَيْنَ النِّسَاءِ

“Sesungguhnya aku tidak mengirim kepadamu supaya kamu memakainya, hanya saja aku kirimkan kepadamu sebagai pakaian dalam di antara para wanita”.

Hadits di atas juga mengajak kita untuk tidak berlebih lebihan dalam berpakaian seperti dengan memakai kain sutra. Bukan berarti Islam mengajak kepada kemiskinan, Islam menyuruh umatnya untuk bekerja, berusaha, berjihad yang semuanya menjauhkan diri dari bernikmat nikmat. Semoga amalan kita berupa donasi pakaian yang diberikan kepada saudara yang lebih membutuhkan diterima Allah SWT dan menjadi cadangan pahala di akhirat nanti. []

Lebarun 2017: Run Dan Charity Pembangunan Pedalaman Mentawai 


Bantu share ya… jangan lupa ikut acaranya juga. Terima kasih. 

Simak juga video durasi 1 menit sekilas perjalanan ke pedalaman Mentawai dan promo event lebarun. 

Zakat untuk Muallaf Pedalaman Mentawai


Umat Islam di bulan Ramadan ini banyak tergerak untuk mengeluarkan sedekah dan infaknya ke berbagai lembaga dan yayasan Islam, ini merupakan hal positif yang semoga mampu menambah pundi amal kita di akhirat nanti. 

Di bulan yang penuh rahmat, di bulan yang penuh amal shalih ini Nabi SAW menyedekahkan hartanya lebih banyak dari bulan lainnya bahkan diibaratkan seperti angin. 

Disini saya ingin menawarkan amal shalih dan amal jariah berupa bantuan umat Islam kepada saudara saudara kita yang sedang berdakwah di pedalaman Mentawai. 

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk memerdekakan hamba sahaya, untuk membebaskan orang yang berhutang, untuk yang berada di jalan Allah dan untuk orang yang sedang di dalam perjalanan sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Qs. At-Taubah: 60)

Aksi Peduli Bangsa mendapatkan amanah untuk membangun daerah pedalaman di Mentawai yang mana banyak sekali masuk golongan yang mendapatkan zakat yaitu:

Ada 6 golongan yang berhak mendapatkan zakat (dari 8 golongan) untuk masyarakat pedalaman Mentawai.

Zakat, Infaq dan Shadaqah secara luas punya hikmah yang besar karena menjadi sarana saling membantu, menghilangkan keserakahan dan menciptakan kebaikan untuk semua lapisan.

Berikut faidah ZIS dari segi etika dan sosial

Faidah ZIS dari segi Akhlak dan Etika

  • Menjadikan orang menjadi terpuji, mulia dan dermawan.
  • Menjadikan orang pengasih dan penyayang kepada sesama.
  • Melapangkan dada, menentramkan jiwa dan membuat seseorang dicintai karena telah mendatangkan manfaat buat orang lain.
  • Membersihkan sifat kikir.

Faidah ZIS dari segi Sosial

  • Membantu mencukupi kebutuhan orang miskin yang sudah mewabah di negeri ini.
  • Menguatkan dan meninggikan derajat kaum muslimin dimana zakat merupakan bentuk jihad di jalan Allah.
  • Menghilangkan rasa iri dan dengki di hati orang miskin dan menghilangkan kesenjangan sosial antara kaya dan miskin.
  • Menumbuhkan dan memperbanyak berkah harta.

Mari berdayakan ZIS Kita, Semoga Zakat, Infaq dan Shadaqah anda diterima Allah dan dilipatgandakan. []

Oleh; Aksi Peduli Bangsa

Lebarun Peduli Mentawai 


Event lari untuk silaturahmi dan charity pembangunan di pedalaman Mentawai. Cek info lengkapnya di www.lebarun.com 

#lebarun

#pedulimentawai 

%d bloggers like this: