Zakat, Infaq dan Shadaqah untuk Pedalaman Mentawai


Aksi Peduli Bangsa (APB) membuka para donatur siapa saja yang ingin menyisihkan dari penghasilannya untuk diberikan kepada sesama.

Ramadan ini APB menggencarkan ajakan untuk masyarakat dengan ikhlas berdonasi dan menyampaikan ZIS kepada saudara-saudara kita di Pedalaman Mentawai.

Allah SWT berfirman:

โ€œSesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk memerdekakan hamba sahaya, untuk membebaskan orang yang berhutang, untuk yang berada di jalan Allah dan untuk orang yang sedang di dalam perjalanan sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.โ€ (Qs. At-Taubah: 60)

Aksi Peduli Bangsa mendapatkan amanah untuk membangun daerah pedalaman di Mentawai yang mana banyak sekali masuk golongan yang mendapatkan zakat yaitu:

๐Ÿ”ฐ Fakir : Orang yang amat sengsara hidupnya.
๐Ÿ’  Miskin : Orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.
๐Ÿ”ฐ Pengurus Zakat: Orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.
๐Ÿ’  Mualaf : Orang kafir yang ada harapan masuk Islam atau orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
๐Ÿ”ฐ Pada jalan Allah: Yaitu untuk keperluan kaum muslimin seperti masjid, sekolah, perpustakaan, klinik dan infrastruktur.
๐Ÿ’  Orang yang sedang dalam perjalanan : Perjalanan guru masyarakat ke pedalaman dan tim pembangunan.

Ada 6 golongan yang berhak mendapatkan zakat (dari 8 golongan) untuk masyarakat pedalaman Mentawai.

Silahkan menyampaikan ZIS kepada Yayasan Aksi Peduli Bangsa.

Bank Mandiri : 101 00 0971 9590 a.n Yayasan Aksi Peduli Bangsa

Konfirmasi transfer dan donasi ZIS ke:
โ˜ŽArifin Jayadiningrat : 0811 940 969 (WA)
โ˜ŽJumal Ahmad : 0878 8983 3857 (WA)

Alamat: Jl. Camar XXII Blok BW2/37A Bintaro Jaya 3 Pondok Betung Raya Tangerang Selatan.

Zakat, Infaq dan Shadaqah secara luas punya hikmah yang besar karena menjadi sarana saling membantu, menghilangkan keserakahan dan menciptakan kebaikan untuk semua lapisan.

Berikut faidah ZIS dari segi etika dan sosial

Faidah ZIS dari segi Akhlak dan Etika

  • Menjadikan orang menjadi terpuji, mulia dan dermawan.
  • Menjadikan orang pengasih dan penyayang kepada sesama.
  • Melapangkan dada, menentramkan jiwa dan membuat seseorang dicintai karena telah mendatangkan manfaat buat orang lain.
  • Membersihkan sifat kikir.

Faidah ZIS dari segi Sosial

  • Membantu mencukupi kebutuhan orang miskin yang sudah mewabah di negeri ini.
  • Menguatkan dan meninggikan derajat kaum muslimin dimana zakat merupakan bentuk jihad di jalan Allah.
  • Menghilangkan rasa iri dan dengki di hati orang miskin dan menghilangkan kesenjangan sosial antara kaya dan miskin.
  • Menumbuhkan dan memperbanyak berkah harta.

Mari berdayakan ZIS Kita, Semoga Zakat, Infaq dan Shadaqah anda diterima Allah dan dilipatgandakan.

Link YouTube:

Allah Bersama Orang yang Susah

Siapa Mau Mengajar di Pedalaman Mentawai?


Mahasiswa/i muda dan energik biasanya punya ide segar yang hanya tertuang dalam karya tulis ilmiah, deretan teori dan ilmu yang dipelajari mengambang tanpa implementasi. Siapakah yang tergugah terjun mengabdikan diri, mengamalkan ilmu yang dipelajari? Perlu keberanian besar untuk mau berjuang di tempat terpencil apalagi pedalaman, lebih susah lagi kalau sudah merasa nyaman di ibu kota ๐Ÿ˜….

Tidak mudah untuk bisa masuk ke pedalaman Mentawai, gambaran sederhana perjalanannya seperti ini, dari Jakarta naik pesawat ke Padang, kemudian dari Padang ke Pelabuhan naik Kapal Mentawai Fast selama 4 jam atau naik Kapal Feri 12 jam sampai di Pelabuhan Siberut, kemudian naik becak motor ke Siberut dari situ biasanya kita memilih waktu sore menuju pedalaman Mentawai yaitu Buttui selama 8 jam perjalanan dengan perahu pompong.

Teman baik saya, Farhan dan Khairul dari UIN Jakarta, punya jiwa besar, rela menunda mengikuti proses wisuda dan mengabdikan diri di Dusun Buttui, Pedalaman Mentawai yang sedang dibangun Aksi Peduli Bangsa.Dalam pengabdiannya mereka mengajarkan banyak hal kepada masyarakat Buttui, mulai dari cara mandi, wudhu, membaca, bermain, bernyanyi, pramuka dan lain sebagainya.

Satu tahun setelah pengabdian, mereka berdua dimudahkan oleh Allah untuk meneruskan jenjang S2-nya, Khairul sekarang sedang kuliah di Aljazair dan Farhan sedang akan apply ke beberapa universitas di Timur Tengah. Mungkin inilah salah satu kemudahan yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang membantu saudaranya dalam kesulitan.

Kali ini Aksi Peduli Bangsa mencari talenta muda yang siap memberikan satu tahun waktunya untuk mengabdi di pedalaman Mentawai. Info dan kontak ada di flyer ini. Terima kasih.

Salah satu relawan pendidik yang masuk kriteria di tahun 2017 sukses membuat perubahan di Dusun Buttui, salah satunya dengan membantu mendaftarkan PAUD Bakti Bangsa ke diknas Padang dan mendapatkan izin operational.

IMG-20180706-WA0027

Update Juli 2018

Broadcast pencarian guru Agama Islam di Buttui.

IMG-20180727-WA0000

Assalamualaikum wr wb

Kami membutuhkan tenaga GURU AGAMA ISLAM tingkat SD untukย ditempatkan di pedalaman Kepulauan Mentawai.

Bagi yang berminat
Hubungi

Rina +628179997915
Jumal +62813 1412 6287
Obi +6281311011822
Arifin +63811940969

Wassalamualaikum wr wb

#pedulimentawai
#gurupedalaman

Pembangunan sosial pendidikan di Pedalaman Mentawai.

Perjuangan Da’i Pedalaman Mentawai di Bulan Ramadan


Umat Islam di bulan Ramadan ini banyak tergerak untuk mengeluarkan sedekah dan infaknya ke berbagai lembaga dan yayasan Islam, ini merupakan hal positif yang semoga mampu menambah pundi amal kita di akhirat nanti. 

Di bulan yang penuh rahmat, di bulan yang penuh amal shalih ini Nabi SAW menyedekahkan hartanya lebih banyak dari bulan lainnya bahkan diibaratkan seperti angin. 

Disini saya ingin menawarkan amal shalih dan amal jariah berupa bantuan umat Islam kepada saudara saudara kita yang sedang berdakwah di pedalaman Mentawai. 

Informasi yang kami terima 120 dai di pedalaman Mentawai kehabisan logistik dan membutuhkan dana untuk menyemarakkan dakwah di pedalaman. Silahkan membaca keterangan lengkapnya di bawah ini. 

Dengan berjalan kaki selama dua jam mendaki gunung untuk mendapatkan sinyal telpon, siang tadi Da’i Pedalaman YMPM yang ditempatkan di Pedalaman Siberut maupun di Sikabaluan menyampaikan kondisi yang sedang mereka hadapi.

Bahwa persediaan berbuka dan sahur mereka di hari ke 10 Ramadhan ini sudah mulai habis. Para Da’i pedalaman berharap agar kendala yang sedang mereka hadapi dengan habisnya ransum mereka untuk berbuka dan sahur dapat segera dibantu mengatasinya.

Disamping kendala ketersediaan Ransum berbuka dan sahur di pedalaman, para Da’i juga menyampaikan agar mereka bisa dibantu untuk pengadaan solar untuk menghidupkan genset.

Tanpa adanya genset suara azan, shalat berjama’ah, ceramah agama, shalat taraweh dan kegiatan keagamaan lainnya kurang semarak sehingga syiarnyapun kurang dirasakan oleh para Muallaf.

Mereka mengharapkan agar solar dapat segera dikirim supaya program keagaamaan di pedalaman Mentawai dapat berjalan dengan sebaik mungkin.

Selain Ransum untuk berbuka dan sahur, pengadaan solar, para Da’i juga berharap kalau bisa ada semacam hadiah ringan yang diberikan kepada para muallaf yang rajin beribadah, aktif dalam kegiatan Ramadhan, muallaf yang dapat menjawab pertanyaan dan lain sebagainya.

Harapan dari Da’i pedalaman ini menjadi tanggung jawab bagi kami sebagai Pengurus Yayasan muslim Peduli mentawai (YMPM) yang telah memberangkatkan sebanyak 120 orang da’i untuk disebar ke pedalaman-pealaman Mentawai baik di Siberut, Sipora, Sikabaluan dan daerah lainnya hingga ke daerah paling pelosok Mentawai.

Sebelum memberangkatkan 120 orang da’i pedalaman, Pengurus YMPM mengalami kendala dana yang sangat besar.

Donasi yang terkumpul untuk memberangkatkan Da’i pedalaman pada hari H keberangkatan Da’i Pedalaman hari Jum’at, 26 Mei 2017 waktu itu dana yang terkumpul hanya RP. 82.000.000,- (delapan puluh dua juta rupiah), sementara biaya yang diperlukan sebanyak Rp. 900.000.000,- (sembilan ratus juta rupiah).

Jujur kami katakan bahwa terasa berat beban dakwah yang sedang kami pikul untuk menjalankan misi dakwah di Mentawai Ramadhan 1438 H/2107 M ini.

Bahkan selama tujuh tahun berdakwah di Mentawai inilah beban dakwah yang paling berat terasa oleh kami sebagai Pengurus Yayasan Muslim Peduli mentawai (YMPM). 


Rasanya kami tidak kuat menjalankan program yang sangat berat ini. Namun kami tidak mungkin membatalkan program mulia ini atau mengurangi jumlah Da’i yang dikirim, sebab kami merasakan betul dengan hati nurani dan keimanan yang ada dalam diri kami bahwa ribuan Muallaf Mentawai sedang berharap untuk kami mengirimkan Da’i Ramadhan.


Bahkan banyak diantara ketua Muallaf Mentawai yang berderai air mata meminta kepada kami agar kami mengirimkan Da’i Ramadhan ke Perkampungan mereka seperti tahun-tahun sebelumnya.

Di saat beban berat menumpuk di kepala, bahkan fikiran terasa lelah memikirkannya kami tetap berjuang membangun keoptimisan, kami tidak boleh lemah semangat, kami harus berani dan kuat menjalankan perjuangan dakwah ini.

Sebab untuk masuk ke syorga Allah swt tidak mudah untuk mendapatkannya perlu perjuangan dan pengorbanan yang besar.

Akhirnya sampailah kami pada kesimpulan bahwa bagi YMPM kendala dana yang dihadapi jangan sampai dakwah untuk membina muallaf, menghidupkan semarak Ramadhan, syiar Islam dan kegiatan keagamaan menjadi terhalang. Untuk itu program dakwah harus tetap jalan mana tau ini adalah perjuangan akhir dalam kehidupan kita. Allahu A’lam bis showab.

Karena dana yang terkumpul baru Rp. 82.000.000,- kami harus memberanikan diri untuk mencarikan jalan keluar dari semua ini. Akhirnya sesaat sebelum kami memberangkatkan 120 orang Da’i kepedalaman mentawai kami mendapatkan uang pinjaman RP. 100.000.000,- (seratus juta rupiah).

Total uang semuanya Rp. 182.000.000,- (seratus delapan puluh dua juta rupiah), Uang Rp. 182.000.000,- ini kami berikan kepada masing-masing koordinator Da’i di masing-masing Pulau. Ustad Abu Dzay di Siberut, Ustadz Hamzah di Sipora, Ustadz Zaid di Sikabaluan.

Ustadz di masing-masing pulau memberikan uang kepada masing-masing Da’i untuk biaya hidup mereka khususnya untuk sahur dan berbuka di pedalaman Mentawai. 
Untuk uang awal masing-masing Da’i dibekali Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) / Da’i. Dan bagi Da’i-Da’i yang dikirim ke daerah yang sangat jauh seperti di Pantai barat Sikabaluan masing-masing Da’i dibekali Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratis ribu rupiah).

Sisanya dipergunakan untuk biaya transportasi Padang Mentawai dan Mentawai ke Pedalaman, serta untuk konsumsi Da’i.

Uang Rp. 1.000.000,- s/d 1.500.000,- / Da’i jauh dari cukup. Mestinya Pengurus YMPM memberikan uang minimal Rp. 2.000.000,- s/d 3.000.000 /Da’i untuk biaya 15 hari di pedalaman. Namun karena terkendala biaya pengurus YMPM hanya mampu memberikan uang awal Rp. 1.000.000,- s/d 1.500.000,- / Da’i.

Setelah berada selama 10 hari di Pedalaman Mentawai dalam rangka membina Muallaf, Menghidupkan semarak Ramadhan, Mendakwahkan agama Allah dan mensyiarkan Islam bekal awal yang diberikan kepada masing-masing Da’i sepuluh hari silam sesaat sebelum mereka akan berlayar ke Pedalaman Mentawai tentu telah habis, apalagi biaya hidup di Mentawai jauh lebih mahal ketimbang biaya hidup di tempat kita.

Pengurus YMPM bermaksud insya Allah akan memberikan bekal untuk biaya hidup tahap dua kepada 120 orang Da’i.

Semakin cepat muhsinin tergerak hati untuk membantu perjuangan dakwah Mentawai ini, insya Allah semakin cepat pula bisa kita berikan uang buat pejuang dakwah kita para hafid qur’an yang sedang berjuang di pedalam Mentawai.

Hingga sekarang dana yang terkumpul oleh Pengurus YMPM Rp. 200.000.000,- (Dua ratus juta rupiah).
Untuk kesuksesan program pengiriman Da’i Pedalaman kita masih kekurangan dana Rp. 700.000.000,- (tujuh ratus juta rupiah).
Biaya yang sangat banyak ini baru untuk program pengiriman Da’i Pedalaman. 

Belum masuk program melanjutkan pembangunan 4 masjid yang sedang di bangun YMPM, Sekolah Islam, Pusat Pembinaan Muallaf, Biaya Pendidikan Muallaf, Santunan anaknyatim, paket lebaran muallaf dan lain sebagainya.

Karena sangat besar dan sangat berat tanggung jawab perjuangan dakwah Mentawai yang sedang di pikul oleh Pengurus YMPM, maka pengurus YMPM terus mengajak muhsinin untuk senantiasa membantu syiar dakwah yang penuh berkah ini.

Semoga Allah swt memberikan keberkahan Ramadhan kepada kita semua, Allah swt menghapuskan seluruh dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba-hamba-NYA yang bertakwa kepada-NYA. Amin…

Perjuang membela agama Allah swt penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Mari kita gapai rahmat Allah swt dengan saling berbagi bersama para Muallaf.

Hari ini Muallaf membutuhkan kita, yakinlah di padang mahsar nanti kita yang membutuhkan para Muallaf.
Semoga melalui harta kita iman dan Islam muallaf semakin kuat. Amin.

Donasi Untuk Pengiriman Da”i Pedalaman. Yayasan Muslim Peduli Mentawai (YMPM) Ramadhan 1438 H/2017 M. 

Bank Nasional Indonesia Syariah.

Cab. Bukittinggi.

No. Rek. 0397762727
– Bank Syariah Mandiri. 

Cab. Payakumbuh.

No. Rek. 7083758238
Atas Nama : YAYASAN MUSLIM PEDULI MENTAWAI. 

Semoga zakat, infaq, shadaqahnya mendapatkan rahmat dari Allah SWT dan Allah swt memasukkan kita ke dalam syorga-NYA. Amin. 

Konfirmasi via SMS/ WA :

  • Ust. M. Shiddieq (Ketua YMPM). Hp. 085364296465
  • Umar Al Faruq (Ketua Penasehat YMPM). Hp. 082383600611
  • Ust Abu zaky (Waka. YMPM). Hp. 085374624550. 
  • Ust. Abu Daud Al Fatih (Sekretaris YMPM). Hp. 081319725515
  • Ust. Zaid Abu Khanza (Bendahara YMPM). Hp. 085263000379
  • Ust. Hamzah Abu Maryam (Datinfo YMPM). Hp. 082386321556. 

***

Saya sifatnya membantu menyebarkan informasi kegiatan dan perkembangan da’i di Mentawai dan kegiatan pengiriman da’i oleh Yayasan Muslim Peduli Mentawai, semoga banyak umat Islam yang tergerak membantu. 

Link sumber: tribun sumbar dan chat dengan pengurus YMPM. 

Memberikan Bantuan/Hadiah Agar Orang Masuk Islam


Tidak mengapa memberikan sesuatu dari harta benda kepada seseorang untuk tujuan agar dia masuk Islam. Demikian pula, dengan mengiming-iming hadiah kepada seorang Muslim agar rajin ibadah, atau giat datang ke Masjid.

Sebab boleh jadi niat awalnya memang karena harta dunia. Akan tetapi, jika dia telah merasakan hakikat indahnya Islam, serta nikmatnya ibadah kepada Allah, yakin saja Islam akan lebih dia cintai ketimbang harta dunia itu. Bahkan lebih dia cintai dari raga dan jiwanya sekalipun.

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณูุŒ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ุณูŽุฃูŽู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุบูŽู†ูŽู…ู‹ุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฌูŽุจูŽู„ูŽูŠู’ู†ูุŒ ููŽุฃูŽุนู’ุทูŽุงู‡ู ุฅููŠู‘ูŽุงู‡ูุŒ ููŽุฃูŽุชูŽู‰ ู‚ูŽูˆู’ู…ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: “ุฃูŽูŠู’ ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽุณู’ู„ูู…ููˆุงุŒ ููŽูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ู„ูŽูŠูุนู’ุทููŠ ุนูŽุทูŽุงุกู‹ ู…ูŽุง ูŠูŽุฎูŽุงูู ุงู„ู’ููŽู‚ู’ุฑูŽ”. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ูŽุณูŒ: “ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ู„ูŽูŠูุณู’ู„ูู…ู ู…ูŽุง ูŠูุฑููŠุฏู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุงุŒ ููŽู…ูŽุง ูŠูุณู’ู„ูู…ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง”.

Dari Anas Ra bahwa ada seorang laki-laki pernah meminta seekor kambing dari Rasulullah di antara dua gunung. Tanpa ragu-ragu, Rasulullah pun memberikan kambingnya kepada orang tersebut. Setelah itu, laki-laki tersebut mendatangi kaumnya seraya berseru: “Hai kaumku, masuklah kalian ke dalam agama Islam! Demi Allah, sesungguhnya Muhammad memberikan sesuatu tanpa takut miskin”.

Maka Anas Radliyallahu Anhu- berkata: “(Terkadang di masa kami) ada seorang yang masuk Islam karena menginginkan (materi) duniawi saja. Namun setelah itu (saat sadar akan hakikat Islam sebenarnya), Islam menjadi lebih ia cintai ketimbang dunia dan segala isinya”. (HR. Muslim no. 2312).

Rasulullah Saw pun pernah memberikan hadiah/bantuan kepada seseorang untuk menjaga keislamannya, terkadang kemiskinan membuat seseorang mudah keluar dari Islam.

Dari Sa’ad r.a,, katanya: “Nabi saw pernah membagi-bagikan hadiah (pemberian) kepada beberapa orang, dimana ketika itu Sa’ad sedang duduk dekat mereka. Tetapi Rasulullah meninggalkan (tidak memberi) seorang laki-laki, kejadian mana sangat menarik perhatianku. Aku bertanya, “Apa sebabnya Anda tinggalkan si Fulan itu? Demi Allah! Menurut hematku dia adalah orang mukmin”. Jawab Nabi, “Ataukah dia muslim?” Aku diam sebentar. Sekali lagi apa yang kuketahui tentang orang itu mendesakku untuk bertanya kembali. Rasulullah menjawab seperti tadi juga. Kemudian beliau bersabda, “Hai Sa’ad! Sesungguhnya aku memberi orang itu. Aku lebih menyukai (pemberian) yang lain, untuk menjaga supaya orang yang diberi itu jangan sampai ditelungkupkan Allah di dalam neraka” ย (Shahih Bukhari, jilid 1, Hadits no 22)

Perkataan Nabi saw: “Ataukah dia muslim?”, ucapan Nabi itu mengandung makna: lebih baik dia disebut muslim daripada disebut mukmin, karena arti muslim ialah orang yang patuh mengikut perintah dan larangan Allah.

Sedangkan arti mukmin ialah orang yang percaya. Patuh mengikut perintah dan larangan mudah dilihat, sedangkan percaya sukar mengetahuinya. Jadi menamakan orang itu muslim lebih mudah daripada menamakannya mukmin.

Mari kumpulkan pakaian layak pakai, baju, koko, mainan edukasi untuk saudara dan anak anak di Kepulauan Mentawai.

Berdasarkan pengalaman dakwah Ust.Arifin Jayadiningrat di Mentawai, terbukti banyak warga disana yang akhirnya masuk Islam karena pakaian yang kita berikan dengan ikhlas.

Bagi jamaah yg ingin menyampaikan bantuan ke Mentawai bisa diserahkan di kajian ahad pagi besok bersama Ust.Arifin Jayadiningrat di Masjid Raya Pondok Indah.

Harapan untuk Pendidikan di Pedalaman Mentawai


bixfnwucuaaroozMeski sudah 70 tahun merdeka, namun kondisi pendidikan sejumlah daerah di indonesia masih sangat memprihatinkan. Salah satunya di Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat. Anak โ€“ anak yang berada di pedalamannya harus belajar dengan segala keterbatasan fasilitas, serta sulitnya akses apalagi listrik dan internet.

Tulisan ini merupakan hasil perjalanan sumbarkita.com ke pedalaman Pulau Siberut Kabupaten Kepulauan Mentawai beberapa waktu lalu, tepatnya ke Dusun Tinambu, Desa Saliguma, Kecamatan Siberut Tengah. Continue reading

%d bloggers like this: