PAUD dan SD di Buttui


Buttui adalah nama salah satu dusun yang ada di desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, yang terletak di pedalaman Kabupaten Kepulauan Mentawai. Butuh waktu enam setengah jam mengendarai boot dari Muara Siberut. 

Akhir bulan Desember tahun 2015,waktu terakhir saya berkunjung kesana bersama team Aksi Peduli Bangsa. Sudah 5 tahun yayasan non profit yang bergerak dalam sosial dan pendidikan ini berkiprah membangun kawasan bakti bangsa di dusun Buttui. 

Berbicara tentang pendidikan di daerah pedalaman, maka pendidikan di Buttui sangat kurang. Beberapa tahun yang lalu anak anak belajar di gereja baik muslim maupun non muslim, karena belum ada SD disitu. 

Di tahun 2015 pemerintah membangun SDN di Buttui dan dipakai di tahun 2016 di tahun ajaran baru. Namun sekolah ini pun masih sangat kekurangan, situs MentawaiKita menyebutkan bahwa sekolah itu baru ada 3 lokal kelas. Karena keterbatasan ruangan mereka terpaksa menjadikan satu ruangan dua kelas. 

SD ini belum memiliki kantor, perpustakaan, toilet, buku pelajaran pun masih menggunakan buku paket pegangan guru. 

Di tahun yang sama 2015, Aksi Peduli Bangsa juga membangun sekolah di dusun Buttui, karena jarak SD Buttui tidak terlalu jauh dengan komplek kawasan bakti bangsa, dan ada aturan dari pemerintah larangan membangun sekolah dengan jarak yang terlalu dekat, maka Aksi Peduli Bangsa membangun PAUD di Dusun Buttui. 

Alhamdulillah, kegiatan KBM sudah mulai di PAUD ini, bangunan kelasnya terbuat dari bahan baku yang sebagian besar dari alam Buttui berupa bambu, kayu kelapa dan tanah liat. Bambu dan kayu merupakan material yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi kokoh dan kuat. 

Meskipun serba kekurangan, kita melihat semangat guru guru disana sangat besar, karena pendidikan sangat penting. 

Semoga ke depan, pembangunan aspek pendidikan di dusun Buttui akan lebih baik lagi dengan dukungan dari masyarakat Indonesia. 

Nantinya, pembangunan akan menular bukan hanya di daerah pedalaman dan tertinggal seperti Mentawai, tetapi juga di daerah lain di Indonesia. 

Paud di Dusun Buttui

Mengantar Pulang Anak Suku Buttui Mentawai


Meski sudah 71 tahun merdeka, namun kondisi pendidikan sejumlah daerah di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Salah satunya di Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat. Anak – anak yang berada di pedalamannya harus belajar dengan segala keterbatasan fasilitas. 

Melihat hal itu, kita harus bertindak dengan membantu proses pendidikan di tempat tempat terpencil itu. 

Aksi Peduli Bangsa, memiliki perhatian besar terhadap perkembangan sosial dan pendidikan masyarakat pedalaman seperti di Mentawai. 

Sebuah sekolah tingkat TK dan SD sudah terbangun di Dusun Buttui, Desa Madobak,  Siberut Selatan, dengan mengandalkan guru bantuan yang sengaja didatangkan dari kota Padang. 

Adapun untuk anak tingkat SMP dan SMA disekolahkan di kota Padang atau di Jawa, ada beberapa anak yang sudah sekolah di Jawa salah satunya di pesantren Muallaf An-Naba pimpinan Ust Arifin Nababan. 

Salah satu santri kami yang ada disana, harus pulang hari ini karena ayahnya sedang sakit keras, belum masuk Islam dan insya Allah lewat tangan anaknya, dia akan diislamkan.

Maka kami harus segera berpacu dengan waktu ke Mentawai. Kondisi ayahnya sudah parah, terkena penyakit komplikasi di daerah perut dan berjalan sambil membungkuk. 

Belum pernah dibawa ke Rumah Sakit karena alasan mahalnya biaya dan jarak ke Rumah Sakit yang teramat jauh dari pedalaman Buttui, hanya dipanggilkan perawat yang memang bertugas di desa Ugay. 

Pengobatan rutinnya dari daun daunan oleh Sikerei atau tetua adat yang tahu pengobatan. 

Puskesmas kecil sudah ada, hanya saja masyarakat sana masih percaya dengan pengobatan adat ala Sikerei 

Jarak perjalanan Jakarta Mentawai cukup jauh, hampir semua moda kendaraan dari pesawat, kapal laut,  kapal feri, bus, becak motor sampai terakhir kapal boat kita pakai semua dan itu mengeluarkan dana yang tidak sedikit. 
Semoga perjalanan anak Mentawai hari ini menuju rumah di pedalaman suku Buttui Mentawai berjalan dengan lancar, aman dan semuanya dimudahkan Allah subhanahu wa ta’ala 

Semoga orang tuanya bisa masuk Islam demikian juga masyarakat dusun Buttui dan sekitarnya. 

Pendidikan di Daerah Pedalaman


Sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 45 pasal 31: (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan Undang-Undang. (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Continue reading

%d bloggers like this: