Para Penghujat Al-Quran Abad Ke-14 Hijriyah


Penghujat Al-QuranPengertian Menghujat al-Quran

Pengertian menghujat (ath-Tha’nu)

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia disebutkan bahwa menghujat adalah sinonim dari mencela atau mencaci yang artinya mengenakan perkataan-perkataan yang tidak sopan[1], kata menghujat dalam Bahasa Arab adalah ath-Tha’nu, ia memiliki dua makna, hissi dan maknawi, bermakna hissi seperti kata tha’anahu bi al-rumhi yang berarti memukulnya dengan alat yang tajam seperti tombak dan makna yang maknawi seperti kata wa rajulun tha’an fi a’radh al-nas yang berarti mencela sesuatu baik pada nasab, kitab atau seseorang[2].

Continue reading

Orientalisme dan Hujatan Terhadap Rasulullah SAW


Orientalisme dan Hujatan Terhadap Rasulullah SAWDi kalangan Yahudi-Kristen, telah umum beredar hinaan atau celaan terhadap Nabi Muhammad. Misalnya penggunaan istilah pseduopropheta (nabi palsu). Johannes dari Damascus Ioannou tou Damaskhenou alias Johannes Damascenus atau John of Damascus (±652-750)] adalah orang yang paling awal menganggap Rasulullah sebagai nabi palsu.

Johannes menyebut Rasulullah sebagai Mamed. Dikutip dalam buku John of Damascus: The Heresy of the Ishmaelites oleh Daniel J Sahas (1972), John atau Johannes berpendapat bahwa Mamed adalah seorang nabi palsu dan secara kebetulan mengetahui isi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru serta berpura-pura pernah bertemu dengan Arius. Setelah itu, Mamed membuat sendiri ajaran sesatnya. Johannes menegaskan Mamed sendiri tidak sadar kalau menerima wahyu karena mendapatkannya ketika sedang tidur.

Continue reading

Telaah atas kritik Orientalis terhadap Hadits (Hadith Criticism) oleh 3 orientalis: Ignaz Goldziher, Joseph Schacht dan G.H.A Juynboll


Pendahuluan

Keberadaan hadits dalam Islam amat sentral karena hadits adalah realisasi dari ajaran Islam yang terkandung dalam al-Quran, sebagai penjelas al-Quran. Dan interpretasi dari kehidupan Nabi saw, sabda, perilaku dan sikap Nabi saw, terkadang menjadi hukum sendiri yang tidak ada dalam al-Quran[1]

Karena demikian sentralnya posisi hadits, banyak dari musuh-musuh Islam berupaya untuk meruntuhkan ajaran Islam dengan cara meneliti hadits dengan tujuan untuk meragukan dasar-dasar validitas hadits, dengan diragukannya hadits-hadits tersebut, maka runtuhlah pilar-pilar Islam. Continue reading

%d bloggers like this: