Bahaya Onani Atau Masturbasi Dan Cara Menghindarinya


56fb85a0c2106article_1524_1.png

Dari pembahasan sebelumnya tentang hukum onani atau masturbasi kita telah menyimpulkan bahwa hukumnya haram dalam Islam dan telah menyalahi fitrah manusia karena Allah swt telah memberikan jalan yang benar lewat  jalur pernikahan yang sah. Dan lagi perbuatan ini tidak pernah dilakukan oleh hewan sekalipun. Dalam bahasa Arab, istilah masturbasi dikenal dengan nama A’adah Assariyyah atau kebiasaan yang tersembunyi; disebut demikian karena mayoritas pelakunya melakukan ‘aksinya’ secara sembunyi-sembunyi tanpa diketahui orang lain, seperti di kamar mandi atau di kamar tidur dan tempat lainnya yang  menurut persangkaannya tidak dilihat oleh manusia.

Lalu dimanakah Allah swt? Bukankah Dia Maha Melihat segala perbuatan hamba? Mari kita tanya pada mereka, siapakah yang pantas di takuti dan merasa malu Allah atau manusia?? Allah swt telah berfirman ketika menceritakan nasehat Luqman kepada anaknya: “(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Luqman: 16)

 

Mari kita perhatikan bagaimana indahnya nasehat Luqman kepada anaknya itu; dia jelaskan luasnya ilmu Allah swt yang meliputi segala sesuatu. Dia mengetahui amalan yang besar atau yang kecil, yang samar atau yang jelas. Luqman juga menjelaskan bahwa tidak ada sesuatupun yang akan tersembunyi dari penglihatan Allah swt baik di bumi ataupun di langit. Seandainya ada kerikil kecil seberat atom di bentangan padang sahara, di ujung petala langit atau di pojok penjuru bumi. Allah swt mampu mendatangkan semuanya…Allahu Akbar, sungguh Allah Maha Besar !!!!!.

Lalu bagaimana dengan kebiasaan tersembunyi ini?? Bagaimana seorang muslim melakukannya sementara ia yakin dan mengetahui bahwa Allah swt melihat dan memperhatikan semua gerak-geriknya?!!

Oleh karena itu, sebab utama banyak  orang melakukan masturbasi hanya satu, tidak ada yang lain, yaitu karena LEMAHNYA IMAN, jika iman lemah maka syahwat dan nafsu akan bergejolak. Ia tidak akan melakukannya kecuali karena kadar khauf dan khasyah-nya kepada Allah swt rendah. Sungguh aneh keadaan mereka, Apakah kita tidak pernah merasa dengan teguran dari Allah swt, kenapa kita enggan menjawab seruan-Nya, berserah diri kepada-Nya, kenapa kita berani bermaksiat di hadapan Allah Al-Karim?? Allah swt telah berfirman: “Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. At-Taubah: 13)

Dan firman-Nya “Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Mujadalah: 7)

 

Di antara sebab-sebab lemahnya iman adalah:

1. Jauh Dari Pendidikan Agama.

Seperti dengan meremahkan shalat, padahal shalat adalah benteng dari maksiat dan kemungkaran. Allah swt berfirman:

((فخلف من بعدهم خلف أضاعوا الصلاة واتبعوا الشهوات))

Ahli tafsir mengatakan bahwa maksud meremahken shalat adalah dengan mengakhirkan shalat dari waktunya, lalu bagaimana pendapat anda dengan orang yang meninggalkan shalat semuanya?? Dan yang lainnya seperti kelalaian dari mengingat Allah, terlalu sibuk dengan dunia, menjauhi Al-Quran dan merasa berat untuk menuntut ilmu.

2. Ikut Jalan Syetan

Allah swt berfirman: “Dan janganlah engkau mengikuti jalan-jalan syaithan“. Syaithan selalu punya makar-maka agar manusia melenceng dari kebenaran dan menuruti hawa nafsu mereka. Di antara bentuk langkah syaithan adalah dengan menghiasi hal-hal haram dengan keindahan seperti cuci mata di pasar-pasar dan mall-mall, menonton film-film porno (blue film) dan membaca majalah-majalah yang menjejar sembarang aurat.

3. Berteman dengan teman yang buruk akhlaqnya

Teman yang buruk biasanya selalu membawa keburukan juga seperti berbagi gambar-gambar jorok, film porno dan lagu-lagu jahiliyah yang membuat jiwa semakin jauh dari kebaikan.

4. Menuruti hawa nafsu

Nafsu manusia itu suka dengan kelalaian dan kemalasan menjauhi ijtihad dan sungguh-sungguh, menyeru kepada yang jelek dan mencegah dari kebaikan –kecuali yang dirahmati Allah- sebagaimana firman Allah swt “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (QS. Yusuf: 53) hendaknya dia terus berusaha melawan hawa nafsunya karena itu termasuk perkara yang dicintai Allah swt, Umar bin Abdul Aziz berkata: “Amalah yang dicintai Allah adalah amalan yang dibenci oleh nafsu”.

Selanjutnya kita akan membahas tentang bahaya-bahaya masturbasi atau onani dari sisi pribadi, tubuh dan kehidupan sosial, namun perlu saya berikan catatan bahwa keharaman masturbasi itu tidak ada kaitannya dengan ada atau tidaknya bahaya masturbasi ke tubuh, tetapi karena adanya dalil-dalil syariat yang mengharamkannya. Dan dharar atau bahaya disini hanya sebagai salah satu dalil keharaman saja bukan menjadi dalil pokok. Tidak lantas karena dokter mengatakan kalau masturbasi itu tidak berbahaya lalu menghilangkan hukum keharamannya. Dan ini banyak saya dapatkan di berita media terutama internet lewat blog yang memosting temuan-temuan dokter bahwa onani itu tidak berbahaya bahkan menyehatkan.

Bahaya Onani

Banyak pria melakukan onani, bahkan ada yang sampai kecanduan sampai-sampai gelisah jika sehari saja tidak melakukannya. Hati-hati jangan berlebihan, sebab masturbasi juga punya efek samping jika terlalu sering dilakukan.

Tidak ada batasan yang pasti tentang seberapa sering pria boleh ejakulasi. Meski dipengaruhi banyak faktor termasuk usia, ada beberapa pendapat yang menyebut frekuensi ideal untuk ejakulasi adalah 2-3 kali seminggu, yang semestinya dilakukan lewat hubungan seks yang halal.

Dan berikut ini berbagai bahaya dan gangguan kesehatan akibat kebiasaan buruk masturbasi. Semoga setelah mengetahui bahaya-bahaya ini, mereka akan berpikir seribu kali untuk melakukannya. Penyebutan bahaya-bahaya ini hanyalah sebagai nasehat dan peringatan  secara umum saja, jangan sampai kebiasaan ini merusak agama dan keistiqamahan seseorang bahkan sampai menjadi sebab turunnya bala’, keras hati dan lemah iman.

Jika anda ingin mengetahui lebih banyak referensi tentang bahaya-bahaya masturbasi dari sisi medis dapat anda baca buku-buku berikut, yang kebanyakan masih dalam bahasa Arab seperti: Al-Istiqsha’ liadillah Tahrimul Istimna’ oleh Abdullah Muhammad Al-Ghumari, Qamus Al-Amradh wa Ilajuha oleh Dr. Muhammad Rafa’at, Adh-Dha’fu At-Tanasuli Indar Rijal Wan Nisa’ oleh Dr. Husain Al-Harawi, Thabibuka fii Baitika oleh sekumpulan dokter di Eropa dan Amerika, Al-Intishar alal A’dah As-sirriyyah Wasail Amaliyyah Lil Wiqayah Wal Ilaj Minha oleh Romi Khalid Abdullah Al-Khudhri dan Lirrijal Faqath oleh Dr. Muhammad Maghawuri.

Pertama; bagi diri

  1. Nafsu makan berkurang
  2. Lemah semangat atau mlempem
  3. Muncul perasaan berdosa
  4. Terus merasa gundah dan gelisah
  5. Suka menyendiri dan menjauhi orang banyak (inverior)
  6. Kemampuan otak menurun dan mudah lupa

Kedua; Bagi Badan

1. Kanker Prostat.

Hal ini berdasarkan pada Penelitian dari Universitas Nottingham yang menyatakan bahwa kaum pria yang sering bermasturbasi di usia 20-30 tahun, lebih beresiko terkena kanker prostat. Para ilmuwan itu melakukan survey terhadap 800 pria, dan ditemukan bahwa 50% dari mereka menderita kanker prostat.

2. Ereksi dini.

Seperti pernyataan pakar seks Dr Andri Wanananda MS “Hal ini disebabkan oleh kebiasaan tergesa-gesa saat masturbasi karena ingin cepat merasakan kenikmatan orgasme seorang diri (self-satisfaction). Lalu ketika ia menikah, sifat tersebut masih terpatri pada dirinya hingga mengabaikan eksistensi isterinya. Itulah yang menyebabkan banyak kasus ejakulasi dini,” tuturnya dalam sebuah konsultasi kesehatan.

3. Rasa letih sepanjang hari.

Setiap kali tubuhnya mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan cukup banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, pria akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari.

4. Nyeri punggung dan selangkangan.

Kontraksi otot saat mengalami orgasme bisa memicu nyeri otot, terutama di daerah punggung dan selangkangan.

5. Kebotakan.

Hal ini disebabkan ketidakseimbangan hormon yang terjadi jika terlalu sering masturbasi

6. Impotensi/ Lemah Syahwat.

Gangguan pada saraf parasimpatik bisa mempengaruhi kemampuan otak dalam merespons rangsang seksual. Akibatnya kemampuan ereksi melemah, bahkan dalam tingkat keparahan tertentu bisa menyebabkan impotensi yakni gangguan seksual yang menyebabkan penis tidak bisa berdiri sama sekali.

7. Kebocoran katup air mani.

Masturbasi yang terlalu sering akan mengganggu saraf seperti gangguan pada kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yag tepat. Akibatnya sperma dan air mani tidak hanya keluar saat ereksi, lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-waktu seperti ingus sekalipun penis sedang dalam kondisi lemas.

8. Kehilangan tenaga, nutrisi dan zat tubuh.

Karena masturbasi mudah dilakukan, banyak yang melakukannya tanpa merasa bahwa mereka telah kehilangan banyak tenaga dan tidak perlu lama lagi menunggu hidup. Orang yang berlebihan melakukan masturbasi biasanya warna kulit mereka pudar, pendapatnya tidak jelas, kurang cita-cita dan selalu stress.

9. Badan gemuk dan gempal.

Wanita yang melakukan masturbasi secara berlebihan akan lebih banyak menyimpan lendir badan dan menyebabkan masalah berat badan berlebih. Hal ini karena rangsangan seks yang tertumpu pada kawasan kelentit, melemahkan buah pinggang akibat rangsangan yang berlebihan dan mengurangi upaya penurunan lendir badan.

Ketiga; Kehidupan Sosial

  1. Otak melemah
  2. Muncul masalah keluarga
  3. Muncul masalah akhlaq
  4. Muncul pikiran menyimpang seperti mencoba-coba melepaskan syahwat dengan sensasi baru
  5. Banyaknya perceraian dan pernikahan semakin dijauhi
  6. Iffah (menjaga kehormatan) semakin hilang dan kerusakan semakin marak

Hukuman dan Kafarah dari Onani

Orang yang terbiasa melakukan masturbasi tidak dianggap telah melakukan perbuatan zina. Dalam kitab Fiqih Alal Mazahib Al-Arba’ah hal. 1223 karangan Aljazairi disebutkan “Ulama telah bersepakat bahwa orang yang menikah dengan tangannya dan merasa nikmat, ia tidak dikenai hadd sebagaimana ijma’ ulama, karena itu adalah kelezatan yang kurang sekalipun haram. Ia wajib dikenakan ta’zir sesuai ketentuan imam” hal senada juga disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Fatawa Kubra-nya hal.3/439 “Adapun masturbasi hukum aslinya adalah haram menurut jumhur ulama, pelakunya dikenai ta’zir, dan tidak seperti zina, wallahu a’lam”. Ini adalah hukuman atau ta’zir di dunia jika dilakukan secara terang-terangan, adapun di akhirat semuanya berada di atas ketentuan Allah swt. Dan kafarahnya adalah taubat nasuha kepada Alllah swt dan berusaha untuk tidak mengulanginya kembali.

Tips menghindari kebiasaan Onani

Untuk menghindari kebiasaan buruk ini ada beberap tips yang bisa dijalankan, silahkan simak dibawah ini.

  1. Bertaubat nashuha kepada Allah swt, karena Allah swt selalu menerima taubat hamba-Nya yang dilakukan dengan benar-benar dan memaafkan segala kesalahan.
  2. Meminta pertolongan kepada Allah swt dan berdoa agar Dia membantu anda menjauhi perbuatan tercela itu.
  3. Segera berwudhu dan shalat dua rakaat ketika nafsu menguasai, karena air wudhu mampu mengikis bisikan syahwat dan shalat akan mencegah dari kemungkaran.
  4. Punya tekad yang kuat untuk meninggalkan dan menjauhi kebiasaan jelek ini.
  5. Mendekat kepada Allah swt atau Muraqabatullah dan selalu merasa bahwa Allah swt selalu mengawasi, mengingat hari kiamat ketika kita berdiri di hadapan Allah swt membawa seluruh amalan di dunia.
  6. Menggunakan masa hidup dan umur yang diberi hanya untuk hal-hal yang bermanfaat seperti menghafal Al-Quran misalnya dan menggunakan waktu kosong untuk aktivitas yang bermanfaat seperti olah raga.
  7. Sabar. Seorang muslim mesti berusaha untuk berlaku sabar dari kegelisahan dunia, karena sabar adalah cahaya dan orang yang bersabar maka Allah swt akan membantunya untuk bersabar, tidak ada pemberian-Nya yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran. Allah swt berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah: 53). Syaikh Utsaimin pernah berkata dalam Majmu’ Fatawanya “Manusia harus bersabar dari masturbasi, karena perbuatan ini adalah haram sebagaimana firman Allah “dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.” Dan karena Nabi saw telah bersabda: “Wahai para pemuda, siapa saja yang telah ba’ah maka menikahlah, karena ia bisa menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, dan barangsiapa belum mampu maka berpuasalah”.
  8. Perangi hawa nafsu karena itu termasuk perkara yang dicintai Allah swt, Umar bin Abdul Aziz berkata: “Amalah yang dicintai Allah adalah amalan yang dibenci oleh nafsu”.
  9. Tundukkan pandangan (ghaddul bashar) dari hal-hal yang diharamkan Allah swt, seperti melihat wanita di suatu tempat atau lewat gambar lalu dia menyendiri dan melakukan masturbasi sambil membayangkanparas wanita itu dan mengkhayalkan dia sedang bersetubuh dengannya. Sungguh benar perkataan Ibnu Mas’ud kalau menjaga pandangan itu lebih berat dari menjaga lisan.
  10. Jauhi teman yang merusak.
  11. Menikah dini, menikah adalah jalan paling baik untuk mendapatkan ketenangan jiwa.
  12. Memperbanyak Puasa, karena puasa mampu mengerem gejolak syahwat yang timbul dari makanan yang kita makan.
  13. Menyibukkan diri dengan berzikir dan memperbanyak ketaatan dan kebaikan.
  14. Memperbanyak silaturahim.
  15. Menghindari tempat-tempat fitnah seperti pasar, mall, diskotik dan lainnya.
  16. Gunakan waktu sebaik-baiknya.
  17. Mencari rizqi dan penghasilan.
  18. Safar dan bepergian.
  19. Menjauhi media-media yang suka membuka-buka aurat seperti majalah-majalah wanita.
  20. Mendengar atau membaca pelajaran agama tentang neraka dan ahlinya, kubur dan siksa kubur.
  21. Konsultasi kepada dokter yang faham syariat tentang akibat buruk masturbasi.
  22. Jika tidak perlu dan mendesak jangan pergi ke warnet, banyak warnet yang tidak diberi proteksi dari situs-situs porno bahkan ada warnet yang sengaja menyimpan video-video porno di komputernya agar mudah dilihat orang. Dan jangan mencoba-coba menulis kata sex, sexi, porno atau lainnya di search engine atau di youtube.

Kaidah-kaidah

Berikut ini kaidah-kaidah yang bisa membantu anda menjauhi kebiasaaan masturbasi. Saya ambil dari buku ‘Nuzhatul Albab fi Istimnair Rijal wan Nisa’ oleh Abu Taimiyah.

الصبر على الابتلاء خير من العادة السرية

Berlaku sabar dengan cobaan itu lebih baik daripada melakukan masturbasi

جذوة الإيمان تخمد نار وشهوة الشيطان

Cahaya iman akan mematikan api neraka dan syahwat syaithan

حارب خواطر الشهوة قبل أن تصبح سلوكا

Perangi gejolak syahwat sebelum engkau menjadi seorang salik (orang yang berusaha menuju Allah)

خشية النفاق على النفس دليل وجود الإيمان في القلب

Takut dari kemunafikan dalam jiwa adalah bukti adanya iman dalam hati

التطلع لمعالي الأمور يبعد شبح الاستمناء

Berusaha menggapai perkara-perkara yang tinggi akan menjauhkan dari belenggu masturbasi

ترك الذنوب يشرح الصدور ويزيل الغموم

Menjauhi dosa akan melapangkan dada dan mengenyahkan kegelisahan

من ثمار الصلاة أنها تنهي صاحبها عن الفحشاء

Di antara buah sholat adalah mencegah pelakunya dari kejelekan

النظر المحرم يقود إلى فعل المحرم

Melihat yang haram akan mengantarkan kepada perbuatan yang haram pula

 

Alhamdulillah, pembahasan tentang hukum masturbasi atau onani dan bahaya masturbasi dan cara menghindarinya bisa saya selesaikan, lebih dan kurang dalam penulisan makalah ini saya meminta maaf. Dan saya ucapkan banyak terima kasih kepada pembaca blog ahmadbinhanbal yang karena andalah saya bisa terus belajar dan mengembangkan kemampuan saya dalam menulis.

[Twitter: JumalAhmad. FB FansPage: Jumal Ahmad]

Hukum Masturbasi dan Onani dalam Islam


onaniMasturbasi adalah sebuah fenomena umum dan sering didiskusikan yang terdapat di mana-mana. Pelakunya pun tidak terbatas pada jenis kelamin, usia maupun latar belakang sosial. Sebenarnya gejala masturbasi pada usia pubertas dan remaja, banyak sekali terjadi. Hal ini disebabkan oleh kematangan seksual yang memuncak dan tidak mendapat penyaluran yang wajar; lalu ditambah dengan rangsangan-rangsangan ekstern berupa buku-buku dan gambar porno, film biru, meniru kawan dan lain-lain.

Sebuah penelitian kesehatan menyebutkan bahwa kebiasaan buruk Masturbasi atau Onani telah menyebar dengan pesat di kalangan pemuda dan pemudi, sekitar  90-95% pemuda dan 70% pemudi pernah melakukan Masturbasi dalam hidup mereka dengan cara dan jangka waktu yang berbeda-beda.

Mereka dengan mudah melakukannya karena kerjaan ini murah meriah , bisa dilakukan kapan dan dimana saja ketika sendirian, ketika sendiri di kamar tidur atau di kamar mandi dan tempat lainnya. Mereka bisa mendapatkan kepuasan seks tanpa merasa sakit, tanpa harus menikah menikah atau terkena penyakit kelamin. Dan karena mudahnya itu, mereka bisa melakukannya terus menerus sehingga menjadi kebiasaan.

Saya merasa sangat tergugah untuk menjelaskan permasalahan ini karena terkadang seseorang dengan sengaja melakukan Masturbasi padahal ia tahu hukumnya, dan perbuatan ini termasuk melampaui batas yang dilarang oleh Al-Quran dan Sunnah dang menghina hukum Allah karena ia lakukan dengan terus menerus.

Ada sebagian orang yang melakukan Masturbasi itu shalat jama’ah di masjid tanpa mandi dan hanya wudhu saja langsung shalat. Padahal ini dosa besar karena 1). Merusak puasa 2). Bermaksiat kepada Allah dan Rasul karena tidak mandi junub 3). Bermaksiat kepada Allah dan Rasul dengn melakukan Masturbasi tersebut 4). Orang yang melakukan Masturbasi itu membaca Al-Quran dan Fatihah dan ini haram karena orang yang masih junub dilarang membaca Al-Quran dan 5). Shalat orang yang melakukan Masturbasi jika tidak mandi tidak akan diterima shalatnya dan ini sungguh kerugian yang besar.

Ada juga yang melakukan Masturbasi ketika siang puasa Ramadhan, dan ini termasuk dosa besar karena; 1). Merusak puasa 2). Bermaksiat kepada Allah dan Rasul dengn melakukan Masturbasi tersebut 3). Tidak menghormati kemuliaan Ramadhan dan 4). Sebagian mereka tidak mengqadha’ atau mengganti puasa yang rusak karena Masturbasi, yang dia hanya menambah dosa saja.

Dan terkadang ada juga pemuda yang melakukan Masturbasi ketika Umrah, dan ini termasuk dosa besar karena; 1).  Tidak menghormati kemuliaan waktu dan tempat 2). Membatalkan manasik haji 3). Bermaksiat kepada Allah dan Rasul dengn melakukan Masturbasi tersebut dan 4). Sebagian mereka tidak membayar fidyah karena melakukan Masturbasi.

Selanjutnya, makalah ini sebagai nasihat untuk diri sendiri terutama yang masih muda dan bujang dan untuk teman-teman para pemuda-pemudi dan umat islam lainnya. Memang kadangkala iman manusia itu lemah sehingga jatuh pada perbuatan yang dilarang. Itu, karena manusia diciptakan dari sebuah kelemahan. Kadangala manusia juga terpeleset dan tersesat karena ia memiliki kekurangan.

Namun, bila benih keimanan yang sudah tertanam di hati itu tumbuh dan berkembang seperti pohon yang rindang, maka keimanan dan keyakinan itu akan mendorong manusia untuk kembali kepada-Nya dan meminta ampunan-Nya atas segala kesalahan dan dosa.

Pengertian

Istilah Masturbasi, berasal dari Bahasa Inggris “masturbation”. Dan juga dibicarakan oleh ahli hukum Islam yang disebut dengan istilah al-istimna’, yang berarti onani atau perancapan. Kata ini sebenarnya berasal dari isim atau kata benda al-maniyyu (air mani) lalu dialihkan menjadi fi’il (kata kerja) istamna-yastamni-istimnaan yang berarti mengeluarkan air mani. Tetapi sebenarnya pengertian masturbasi (onani), adalah mengeluarkan air mani dengan cara menggunakan salah satu anggota badan (misalnya tangan), untuk mendapatkan kepuasan seks. Sedangkan masturbasi yang dilakukan oleh wanita disebut al-ilthaf.

Istilah lain untuk masturbasi ini adalah A’adah Assariyyah atau kebiasaan yang tersembunyi; meski disebut dengan ‘kebiasaan yang tersembunyi’ tetapi itu hanya berlaku di kalangan manusia karena di mata Allah SWT segala sesuatu akan nampak dan tidak ada yang bisa disembunyikan.

Allah SWT berfirman: “Mereka bisa bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bisa bersembunyi dari Allah” (QS. An-Nisa’: 108) “Tidakkah engkau perhatikan, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tidak ada lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia pasti ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”  (QS. Al-Mujadalah: 7)

Ada juga yang menyebutnya dengan Al-Khadkhadhah seperti Syaikh As-Sinqithi ketika menafsirkan ayat 1-9 surat Al-Mukmin, Nikahul Yadd atau menikah dengan tangan dan orang arab dulu menyebutnya dengan Jild ‘Umairah atau kulit ‘Umairah, nama untuk farj di Arab dulu.

Di masyarakat istilah onani lebih dikenal. Sebutan ini, menurut berbagai ulasan yang ditulis Prof. Dr. Dr. Wimpie Pangkahila Sp, And, Ketua Pusat Studi Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, berasal dari nama seorang laki-laki, Onan, seperti dikisahkan dalam Kitab Perjanjian Lama Tersebutlah di dalam Kitab Kejadian pasal 38, Onan disuruh ayahnya, Yehuda, mengawini isteri almarhum kakaknya agar kakaknya mempunyai keturunan. Onan keberatan, karena anak yang akan lahir dianggap keturunan kakaknya. Maka Onan menumpahkan spermanya di luar tubuh janda itu setiap berhubungan seksual (coitus interruptus). Dengan cara yang kini disebut sanggama terputus itu, janda kakaknya tidak hamil. Namun akibatnya mengerikan. Tuhan murka dan Onan mati.

Hukum Onani atau Masturbasi

Ulama fiqih Islam berbeda pendapat dalam menetapkan kepastian hukum tentang perbuatan masturbasi, karena mereka berbeda tinjauan dalam memandang hal-hal yang melatarbelakangi terjadinya perbuatan tersebut. Maka berikut ini akan dikemukakan beberapa pendapat ulama fiqih:

Pertama; Haram Mutlak

Pengikut mazhab Malikiyah, Syafi’iyyah dan Zaidiyyah[1] mengatakan; perbuatan masturbasi hukumnya haram, karena Allah SWT memerintahkan agar selalu menjaga alat kelaminnya supaya tidak tersalurkan  ke jalan yang haram.

Hukum haram ini telah disebutkan oleh ulama salaf dan khalaf baik seorang muslim itu takut terjerumus dalam zina atau tidak seperti:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang menyatakan: “Masturbasi dengan tangan itu hukumnya haram menurut jumhur ulama, dan inilah jawaban yang benar di antara dua opsi dalam mazhab Ahmad dan pelakunya dikenai ta’zir”[2]

Syaikh As-Sinqithi juga menyebutkan keharamannya ketika menafsirkan QS. Al-Mukminun ayat 5-7, pandangan ini juga diikuti oleh beberapa masayikh terkenal seperti Syaikh Albani, Syaikh Utsaimin, Syaikh Bin baz dan yang lainnya.

Pendapat ini didasarkan pada tiga buah ayat yang berbunyi:

“Dan Orang-orang yang menjaga kemaluaannya” (QS. Al-Mukmunin: 5)

“Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela” (QS. Al-Mukminun: 6)

“Barangsiapa mencari dibalik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas” (QS. Al-Mukminun: 7)

 

Secara umum ayat di atas menjelaskan wajibnya menjaga kemaluan atau setiap kenikmatan yang didapat melalui kemaluan seperti mengeluarkan mani, kecuali kepada istri atau hamba sahaya. Siapa saja yang mencari kenikmatan selain dengan itu seperti berhubungan dengan binatang, berzina, homo seksual, lesbian, atau masturbasi dengan tangan atau alat, termasuk orang –orang yang melampaui batas.

Kedua; Mubah Mutlak

Di antara ulama yang memandang mubah secara mutlak adalah Ibnu Hazm, sebagian riwayat dari Imam Ahmad, Ibnu Umar, Atha’, Ibnu Abbas, Al-Hasan dan beberapa pembesar ulama Tabi’in. Sumber lain menyebutkan, asalkan dilakukan dengan menggunakan tangan kiri.

Ketiga; Perincian

 Pendapat ketiga adalah pendapat yang merinci hukum Masturbasi; mereka mengatakan, jika masturbasi dikerjakan tidak dalam keadaan darurat, hukumnya haram, tetapi jika ia melakukannya dalam keadaan darurat, hukumnya mubah.

Pendapat ini dipegang oleh sebagian mazhab Hanabilah dan Hanafiah, dalil keharaman masturbasi sama dengan dalil pendapat pertama, adapun dalil tentang mubahnya adalah kaidah fiqih: Ad-Dharurah Tubihul Mahdzurat.

Masturbasi bisa disebut darurat jika telah memenuhi tiga hal yaitu jika ia tidak melakukan masturbasi ia akan mati atau sebagian tubuhnya akan rusak atau cacat atau akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar dan nyata.

Jika ketiga syarat tersebut telah terpenuhi, maka hukum masturbasi yang awalnya haram berubah menjadi mubah, tetapi kadang-kadang wajib bila dilakukan untuk menghindari perbuatan zina. Karena upaya menghindari perbuatan tersebut hukumnya wajib.

Maka dari beberapa pendapat ulama Fiqih tersebut, bisa kita simpulkan sebuah argumentasi boleh melakukan masturbasi atau onani bila libido (kekuatan seks) seseorang sangat menekan, padahal ia belum bisa kawin. Dan kalau tidak ada hajat untuk menghindari perbuatan zina maka haram hukumnya, karena beberapa pertimbangan:

  1. Perbuatan masturbasi merupakan etika  yang buruk.
  2. Dikhawatirkan bagi orang yang terbiasa melakukan masturbasi tidak dapat puas dari pelayanan istrinya bila ia menikah, sebagaimana halnya pelaku homoseksual, sehingga istrinya pun tidak dapat puas darinya.
  3. Dikhawatirkan adanya penyakit kelainan jiwa yang ditimbulkan oleh perbuatan masturbasi, sehingga kepribadian seseorang tidak normal.

Karena banyaknya pertanyaan tentang hukum melakukan Onani atau Masturbasi, saya kumpulkan beberapa fatwa ulama terkait onani waktu ramadhan, onani untuk berobat, dan beberapa praktek haram dalam berhubungan seks seperti hukum oral seks,hukum anal seks, hukum cyber dan phone sex

***

Hukum Onani/Masturbasi ketika Ramadhan

Fatwa Lajnah Daimah NO 10551

Pertanyaan :
Aku pernah melakukan onani/masturbasi pada siang hari di bulan Ramadan, ketika aku berusia sekitar empat belas atau lima belas tahun. Aku tidak ingat berapa hari aku melakukan hal itu. Pada waktu itu aku tidak menyadari bahwa ini adalah perbuatan haram, baik itu di bulan Ramadhan atau di waktu lainnya. Aku bahkan tidak menyadari bahwa ini adalah perbuatan yang dikenal oleh ulama sebagai kebiasaan tersembunyi (onani).

Setelah onani biasanya aku kemudian berwudhu lalu mengerjakan shalat dengan tanpa Mandi (besar) sebagai upaya mensucikan diri dari nakjis. Apa puasa saya batal menurut hukum Islam? Apakah saya harus mengulangi puasa saya lagi, dengan pertimbangan bahwa saya tidak tahu berapa hari saya melakukan perbuatan ini? Apa yang harus saya lakukan?

Jawaban :
Yang pertama, telah diketahui bahwa onani adalah Haram (dilarang) dan bahkan dosanya bisa lebih besar bila dilakukan pada siang hari di bulan Ramadan.

Kedua, adalah wajib untuk mengganti hari-hari di mana puasa anda batal, karena onani membatalkan puasa. Anda harus berusaha untuk memperkirakan berapa hari hal itu terjadi.

Ketiga, anda juga wajib membayar Kaffarah (tebusan), yaitu memberikan orang miskin setengah Sa ‘(1 Sa’ = 2,172 kg) gandum dan sejenisnya dari makanan pokok di daerah anda untuk setiap hari dari puasa anda yang batal, jika hal itu terjadi saat anda terlambat menggantinya, sampai Ramadhan berikutnya tiba.

Keempat, adalah wajib untuk melakukan Mandi (besar) setelah onani dan tidak cukup hanya dengan wudhu jika Anda telah mengalami ejakulasi.
Kelima, adalah wajib untuk mengganti Shalat yang dikerjakan tanpa Mandi, karena melakukan wudhu tidak cukup untuk mengganti Mandi Wajib.

***

Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Tanya :

Apa hukum seorang pemuda yang melakukan onani di bulan Ramadhan dalam keadaan dia tidak mengetahui bahwa perbuatan ini merupakan pembatal puasa dan ketika syahwat bergejolak, sahkah puasanya?

Jawab :

Hukumnya ialah tidak apa-apa baginya. Artinya puasanya tetap sah. Karena sebagaimana yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa seseorang itu tidaklah batal puasanya kecuali dari tiga syarat :

a. Dia dalam keadaan tahu kalau ini termasuk pembatal puasa
b. Dia ingat dan tidak dalam keadaan lupa
c. Memiliki kemauan (bukan dipaksa-red)

Akan tetapi saya katakan bahwa wajib baginya bersabar untuk tidak melakukan onani karena ia adalah HARAM. Berdasarkan firman Allah :

“Orang-orang yang beriman ialah orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki. Maka sesungguhnya dalam hal ini tidak tercela. Barangsiapa yang mencari di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas” (QS. Al-Mukminun : 5-7)

Dan juga Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang mampu untuk menikah maka menikahlah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa” (HR. Bukhari No. 1905, Muslim 3379)

Jika saja onani itu dibolehkan, niscaya Rasulullah akan membimbing kepada hal yang demikian, karena hal ini sangat mudah bagi para mukallaf dan seorang itu mendapatkan kesenangan. Berbeda dengan berpuasa, padanya terdapat kesusahan. Maka tatkala Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam mengarahkan bagi orang yang tidak mampu menikah, untuk berpuasa.Ini menunjukkan bahwa onani itu suatu yang tidak boleh untuk dilakukan oleh seseorang.

***

Syaikh Abdullah bin Baz

Tanya :

Apabila seorang yang berpuasa bermimpi dan mengeluarkan air mani (mimpi basah) pada waktu siang di bulan Romadlon apakah membatalkan puasa ?

Dan apakah wajib baginya untuk menyegerakan mandi janabah (mandi wajib)?

Jawab :

Tidak membatalkan puasa karena bukan dari kehendak dan kemauannya, dan wajib baginya untuk mandi janabah.

Misalnya, kalau ada seseorang bermimpi mengeluarkan air mani pada waktu setelah sholat fajar/subuh dan menunda mandi janabah (mandi wajib)nya sampai masuk waktu sholat dhuhur, maka yang demikian tidak apa-apa. Seorang suami/istri yang berjima’ pada malam bulan Romadlon dan menunda mandi janabahnya sampai masuk waktu fajar/subuh, yang demikian tidak apa-apa. Karena sesungguhnya Rosululloh pernah berjima’ dengan istrinya pada malam hari dan masih dalam keadaan junub di waktu subuh, kemudian beliau mandi janabah dan menjalankan puasa.

Demikian juga wanita yang haid dan nifas, apabila keduanya suci/bersih pada waktu malam (setelah habis waktu sholat isya’) maka boleh baginya menunda mandi janabah sampai waktu shubuh kemudian berpuasa. Tetapi tidak boleh bagi keduanya menunda mandi janabah atau sholat sampai terbitnya matahari.

Wajib baginya bersegera mandi janabah setelah masuk waktu subuh dan menjalankan sholat tepat pada waktunya.

***

Hukum Onani untuk pemeriksaan kesuburan sperma

Untuk pemeriksaan kualitas dan kuantitas sperma maka cara mengeluarkan sperma tersebut untuk diperiksa adalah dengan cara onani/masturbasi, akan tetapi Istimna’ atau onani/masturbasi jelas hukumnya haram dalam Islam.

Allah Ta’ala berfirman,

“Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (Al Ma’arij: 29-31).

Imam Asy-Syafi’i berkata,

“Telah jelas bahwa penyebutan ‘menjaga kemaluan mereka kecuali terhadap istri-istri atau budak-budak wanita yang mereka miliki’ menunjukkan keharaman selain terhadap istri dan budak. Kemudian dipertegas dengan firman Allah ‘barangsiapa yang mencari selain itu maka mereka termasuk orang-orang yang melampui batas’. Maka tidak boleh bernikmat-nikmat dengan kemaluannya kecuali terhadap istri atau budak wanita dan tidak boleh Istimna’ (onani/masturbasi).” [1]

Jika Sudah menikah, Gunakan Tangan Istri

Pemeriksaan sperma bisa dilakukan dan boleh mengeluarkannya dengan bantuan tangan istri. Hal ini boleh, Wallahu a’lam, berdasarkan firman Allah mengenai bolehnya besenang-senang dengan budak dan istri yang halal, Allah berfirman,

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki ; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (Al-Mukminun: 5-7)

Bagaimana Jika Belum Punya Istri?

Beberapa fatwa ulama membolehkan onani/masturbasi untuk pemeriksaan sperma dengan indikasi medis.

Syaikh Adullah bin Humaid ditanya,

“Saya mengetahui bahwa onani haram dalam Islam, akan tetapi jika seseorang ingin melakukan pemeriksaan untuk mengetahui mandul atau subur maka petugas laborat di laboratorium meminta sample mani seseorang. Mani tidak mungkin diperoleh kecuali dengan cara onani di laboratorium. Apakah hal ini boleh?”

Beliau menjawab,

“Hal tersebut tidak mengapa selama ia membutuhkannya (pemeriksaan sperma), para ulama berkata, ‘onani dengan menggunakan tangan tanpa kebutuhan (mendesak darurat) adalah tercela. Adapun hal ini maka karena ada kebutuhan (mendesak darurat) yaitu mengeluarkan mani untuk pemeriksaan dan untuk mengetahui penyakit yang menyebabkan seseorang tidak bisa menghasilkan keturunan. Bisa jadi sebabnya ada padanya atau pada istrinya. Maka semisal keadaan ini tidak mengapa, Insya Allah.” [2]

Al-Lajnah Ad-daimah (semacam MUI di Saudi) mengeluarkan fatwa,

Lajnah Daimah mengatakan bahwa Kepala Sesi Kerohanian RS Angkatan Bersenjata Arab Saudi mengajukan pertanyaan sebagai berikut:

Perlu kami sampaikan pihak rumah sakit sering mengajukan pertanyaan kepada sesi kerohanian mengenai hukum laki-laki yang melakukan onani di laboratorium RS untuk kepentingan pemeriksaan sperma untuk mengetahui sebab kemandulan sehingga sperma tersebut bisa diserahkan ke pihak laboratorium sepuluh menit setelah keluarnya sperma. Untuk diketahui bahwa sperma yang telah keluar dalam jangka waktu lama itu tidak lagi cocok untuk pengecekan.

Oleh karena itu, kami berharap Anda memberi kami fatwa mengenai hukum melakukan onani untuk tujuan pemeriksaan medis untuk mengetahui sebab kemandulan atau penyakit yang lain, yang perlu mengadakan pemeriksaan sperma di laboratorium.

Setelah melakukan pengkajian terhadap permasalahan yang diajukan, maka Lajnah Daimah mengatakan bahwa menimbang adanya kebutuhan mendesak untuk melakukan onani dan maslahat yang bisa diharapkan dengan melakukan onani itu jauh lebih besar dari pada bahaya onani, oleh sebab itu onani dalam kondisi semisal ini diperbolehkan.

Fatwa ini ditandatangani oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku ketua Lajnah Daimah, Abdur Razzaq Afifi selaku wakil ketua Lajnah Daimah dan Abdullah bin Ghadayan, Shalih al Fauzan serta Abdul Aziz alu Syaikh masing-masing selaku anggota.

Sumber: Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah no. 151517 dan Fatwa Syaikh Abdullah bin Humaid di situs islam wal jawab; http://islamqa.com/ar/ref/27112/masturbate

***

Hukum Oral Seks

Apa hukum oral seks?

Jawab:

Mufti Saudi Arabia bagian Selatan, Asy-Syaikh Al`Allamah Ahmad bin Yahya An-Najmi hafizhohullah menjawab sebagai berikut,

“Adapun isapan istri terhadap kemaluan suaminya (oral sex), maka ini adalah haram, tidak dibolehkan. Karena ia (kemaluan suami) dapat memencar. Kalau memencar maka akan keluar darinya air madzy yang dia najis menurut kesepakatan (ulama’). Apabila (air madzy itu) masuk ke dalam mulutnya lalu ke perutnya maka boleh jadi akan menyebabkan penyakit baginya.

Dan Syaikh Ibnu Baz rahimahullah telah berfatwa tentang haramnya hal tersebut –sebagaimana yang saya dengarkan langsung dari beliau-.”

Dan dalam kitab Masa`il Nisa’iyyah Mukhtarah Min Al-`Allamah Al-Albany karya Ummu Ayyub Nurah bintu Hasan Ghawi hal. 197 (cet. Majalisul Huda AI¬Jaza’ir), Muhadits dan Mujaddid zaman ini, Asy-Syaikh AI-`Allamah Muhammad Nashiruddin AI-Albany rahimahullah ditanya sebagai berikut:

“Apakah boleh seorang perempuan mencumbu batang kemaluan (penis) suaminya dengan mulutnya, dan seorang lelaki sebaliknya?”

Beliau menjawab:

“Ini adalah perbuatan sebagian binatang, seperti anjing. Dan kita punya dasar umum bahwa dalam banyak hadits, Ar-Rasul melarang untuk tasyabbuh (menyerupai) hewan-hewan, seperti larangan beliau turun (sujud) seperti turunnya onta, dan menoleh seperti

tolehan srigala dan mematuk seperti patukan burung gagak. Dan telah dimaklumi pula bahwa nabi Shallallahu `alahi wa sallam telah melarang untuk tasyabbuh dengan orang kafir, maka diambil juga dari makna larangan tersebut pelarangan tasyabbuh dengan hewan-hewan -sebagai penguat yang telah lalu-, apalagi hewan yang telah dlketahui kejelekan tabiatnya. Maka seharusnya seorang muslim dan keadaannya seperti ini- merasa tinggi untuk menyerupai hewan-hewan.”

Dan salah seorang ulama besar kota Madinah, Asy-Syaikh AI-`Allamah `Ubaid bin ‘Abdillah bin Sulaiman AI-Jabiry hafizhahullah dalam sebuah rekaman, beliau ditanya sebagai berikut,

“Apa hukum oral seks’?“ Beliau menjawab:

“Ini adalah haram, karena is termasuk tasyabbuh dengan hewan-hewan. Namun banyak di kalangan kaum muslimin yang tertimpa oleh perkara-perkara yang rendah lagi ganjil menurut syari’at, akal dan fitrah seperti ini. Hal tersebut karena ia menghabiskan waktunya untuk mengikuti rangkaian film-film porno melalui video atau televisi yang rusak. Seorang lelaki muslim berkewajiban untuk menghormati istrinya dan jangan ia berhubungan dengannya kecuali sesuai dengan perintah Allah. Kalau ia berhubungan dengannya selain dari tempat yang Allah halalkan baginya maka tergolong melampaui batas dan bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wa sallam.”

Dikutip dari: majalah An-Nashihah Volume 10 1427H Penulis: Syaikh Al`Allamah Ahmad bin Yahya An-Najmi hafizhohullah Judul: Hukum Oral Seks

***

Hukum Anal Seks

Soal:

Apa hukum mendatangi istri di duburnya (belakang) atau mendatanginya dalam keadaan haidh atau nifas?

Jawab:

Tidak boleh menggauli istri di duburnya atau dalam keadaan haidh dan nifas. Bahkan yang demikian itu termasuk dari dosa-dosa besar berdasarkan firman Allah Ta’ala (artinya):

“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah “Haidh itu adalah kotoran.” Maka jauhilah diri kalian dari wanita ketika haidh. Dan janganlah kalian mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka sudah suci, maka datangilah mereka di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri. Isteri-isteri kalian adalah (seperti) ladang (tempat bercocok tanam) bagi kalian. Maka datangilah ladang kalian bagaimanasaja kalian kehendaki.” (Al Baqarah 222-223)

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan pada ayat ini wajibnya menjauhkan diri dari wanita ketika dalam keadaan haidh dan melarang untuk mendekati mereka sampai mereka dalam keadaan suci. Yang demikian itu menunjukkan atas

pengharaman untuk menggauli mereka ketika dalam keadaan haidh dan seperti itu juga nifas. Dan jika mereka sudah bersuci dengan cara mandi, boleh bagi suami untuk mendatanginya di tempat yang diperintahkan Allah, yaitu mendatanginya dari arah depan (qubul), tempat “bercocok tanam“

Adapun dubur, adalah tempat kotoran dan bukan tempat bercocok tanam. Maka tidak boleh menggauli isteri di duburnya bahkan yang demikian itu termasuk salah satu dosa-dosa besar dan merupakan maksiat yang maklum dari syari’at yang suci ini. Abu Daud dan An Nasa’i telah meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda (artinya):

“Terlaknatlah siapa saja yang mendatangi perempuan di duburnya“

At Tirmidzy dan An Nasa’i meriyawatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya),

“Allah tidak akan melihat kepada seseorang yang mendatangi laki-laki atau perempuan di duburnya.” Sanad hadits ini shohih.

Mendatangi isteri di duburnya adalah bentuk liwath (sodomi) yang diharamkan kepada laki-laki dan perempuan semuanya. Berdasarkan firman Allah Ta’ala tentang kaumnya Nabi Luth ‘alaihi assalam (artinya):

“Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu” (Al Ankabut 28)

Begitu juga sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (artinya):

“Allah melaknat siapa yang berbuat dengan perbuatannya kaum Luth“. Beliau katakan tiga kali. (Diriwayatkan Al Imam Ahmad dengan sanad shohih).

Maka wajib bagi setiap muslim untuk berhati-hati darinya dan menjauhkan diri dari setiap yang diharamkan oleh Allah Ta’ala. Bagi setiap suami hendaklah menjauhi kemungkaran ini. Bagi setiap isteri untuk menjauhkan dari dari yang demikian dan tidak memberi kesempatan kepada suami untuk melakukan kemungkaran yang besar ini, yaitu menggaulinya dalam keadaan haidh atau nifas atau di dubur.

Kita memohon kepada Allah berupa keselamatan bagi kaum muslimin dari setiap apa yang menyelesihi syari’atNya yang suci. Sesungguhnya Dia sebaik-baiknya tempat meminta. (Yang Mulia Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah)

Sumber: Lin Nisa’ faqoth (276-278), dikutip dari http://www.mimbarislami.or.id Penulis: Asy Syaikh Abdulaziz bin Abdullah bin Baaz, Alih Bahasa: Ayub Abu Ayub, Judul: Hukum “Anal Sex”.

Dan berikut ini 4 bahaya ketika melakukan hubungan seks melalui anus, seperti dilansir Menshealth danNetdoctor, yaitu:

1. Rasa sakit dan rasa tidak nyaman pada anus
Bila dibandingkan vagina, struktur anus jauh lebih ketat.

Bila pria memberikan tekanan yang kuat saat melakukan hubungan seks pada anus, maka hal tersebut dapat menyebabkan rasa nyeri, sakit, tidak nyaman atau bahkan lecet hingga menyebabkan sakit saat buang air besar.

2. Tak ada pelumasan atau lubrikasi di dubur
Tidak seperti organ reproduksi wanita atau vagina yang diciptakan untuk dapat melubrikasi dirinya sendiri saat merasa terangsang, pada anus hal tersebut tidak terjadi. Ini juga dapat menyebabkan hubungan seks anal semakin menyakitkan.

3. Mudah menyebarkan penyakit menular seksual
Seks anal jelas akan menimbulkan banyak penyakit menular seksual (PMS), itu sudah tidak diragukan lagi. PMS yang bisa menular melalui hubungan seks anal antara lain human immunodeficiency virus (HIV), human papilloma virus (HPV, yang dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker dubur, hepatitis A dan C, chlamydia, gonorrhea dan herpes.

4. Tertular virus dan bakteri berbahaya
Kurangnya pelumasan pada hubungan seks anal bisa menyebabkan lecet pada penis dan mukosa dubur, sehingga mudah menularkan virus. Selain penyakit menular seksual, hubungan seks anal juga dapat menularkan virus dan bakteri tertentu, seperti Escherichia coli (E. coli). Penularan bakteri ini dapat menyebabkan yang ringan dan parah seperti gastroenteritis (penyakit infeksi usus yang sangat menular). Beberapa strain E. coli (E. coli uropathic) juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, mulai dari cystitis (radang kandung kemih) hingga pielonefritis (infeksi ginjal serius akibat bakteri).

***

Hukum Phone Sex

Phone sex adalah kegiatan seksual yang dilakukan dengan menggunakan pendengaran lewat media telphone. Telphone sex dilakukan lewat percalapan antara dua orang atau lebih yang salah satu diantara mereka melakukan masturbasi atau fantasi seksual.

Berikut ini penjelasan yang saya ambil dari syariahonline.com seputar cyber atau phone sex:

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum wr. wb.

Pak ustad..ada yang ingin saya tanyakan apakah hukum nya cyber atau phone sex…
pak ustad saya mohon pencerahaan nya ….terima kasih

Assalamu’alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu alaikum wr.wb.

Terkait dengan phone sex jumhur ulama berpendapat bahwa onani atau masturbasi merupakan perbuatan terlarang. Adapun jika hal itu dilakukan untuk meredam syahwat yang bergejolak di mana ia sudah sulit dikendalikan dan dikhawatirkan akan menjurus kepada perbuatan berbahaya (zina dan liwath), maka dalam kondisi demikian Imam Ahmad membolehkannya, asalkan tidak berlebihan dan melampaui batas (sesuai dengan kadar kedaruratannya).

Namun demikian kebolehan tersebut kalau gambar atau suara yang didengar adalah gambar dan suara isteri. Namun jika bukan gambar dan suara suami atau isteri, maka dilarang sebab termasuk kategori zina mata dan suara. Nabi saw bersabda, “Mata berzina. Zinanya dengan melihat. Lisan juga bisa berzina, yaitu dengan ucapan. Tangan berzina, yaitu dengan menyentuh. Kaki berzina yaitu dengan berjalan, dan pendengaran bisa berzina yaitu dengan mendengar.”

Jika gambar dan suara yang didengar adalah gambar dan suara suami isteri, maka yang harus dipastikan lagi adalah bahwa perbuatan tersebut dilakukan secara aman, tidak diketahui dan disadap oleh orang lain.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Wassalamu alaikum wr.wb.

Sumber:

Nuzhatul Albab fi Istimnaiir Rijal wan Nisa’, Abu Taimiyyah

Bulughul Manni fi Hukmil Istimna’, Imam As-Syaukani, tahqiq thn 1994

Kitab Fatawa As Shiyam Syaikh bin Baz dan Syaikh Utasimin

Masailul Fiqhiyyah; Drs. Mahjuddin, IAIN Sunan Ampel, Kalam Mulia, Jakarta, 1992.

Makalah Bahasa Arab yang berjudul: Kaifa Nu’alijul A’adah bil Ibadah

http://www.dechacare.com/Fenomena-Masturbasi-I421.html


[1] Fiqih Sunnah, Sayid Sabiq: 2/393, At-Tasyri’ Al-Jinai, Abdul Qadir Audah: 2/369

[2] Ibnu Taimiyah, Majmu’ Fatawa: 34/229-231

%d bloggers like this: