Bantuan Sosial Pakaian, Obat Dan Mainan Edukatif Untuk Pedalaman Mentawai Dari Aksi Peduli Bangsa


Kurang lebih tiga bulan, Aksi Peduli Bangsa kembali mengumpulkan bantuan sosial berupa pakaian, obat dan mainan edukatif untuk pedalaman daerah Mentawai yang saat ini sedang dibangun oleh APB. Tepatnya di dusun Buttui, desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan Kepulauan Mentawai. 

Bantuan sosial ini dikumpulkan dari para donatur di Jakarta dan beberapa daerah di luar Jakarta yang mengirimkan bantuan ke posko APB di Ciganjur. 

APB mengumpulkan pakaian untuk daerah pedalaman Mentawai seluruhnya bukan untuk dusun Buttui saja, tetapi seluruh kepulauan di Mentawai, ustadz dan dai yang ingin memberikan bantuan untuk daerah dakwahnya bisa mengkonformasi ke APB cabang Siberut. 

Pakaian, obat dan lainnya juga diserahkan ke masyarakat pedalaman tanpa membedakan agama, muslim dan non muslim diberikan bantuan. Sehingga menebarkan rahmat ke seluruh alam. 

Kami juga membawa beberapa bibit tanaman untuk mengajari masyarakat pedalaman Mentawai bercocok tanam, karena memang disana masih awam dalam pertanian, dan APB sangat bersemangat mengajarkan masyarakat Buttui bercocok tanam dan berternak. 

Alhamdulillah, siang ini bus yang mengantarkan barang bantuan ke pedalaman akan berangkat dari Ciganjur ke Siberut Mentawai. 

Semoga perjalanan truk bantuan ini lancar sampai tujuan. Terima kasih kepada para donatur bantuan Mentawai semoga amal jariyah semuanya dibalas dengan pahala yang besar di akhirat nanti. 

Berikut beberapa fotonya. 

Alhamdulillah, hari Sabtu 27 Mei truk bantuan sudah sampai di posko barang bantuan di Muntai, Siberut Selatan dan diterima oleh Ust Farhan yang sekarang sedang bertugas dakwah di Mentawai, berikut ini beberapa fotonya. 

Memberikan Bantuan/Hadiah Agar Orang Masuk Islam


Tidak mengapa memberikan sesuatu dari harta benda kepada seseorang untuk tujuan agar dia masuk Islam. Demikian pula, dengan mengiming-iming hadiah kepada seorang Muslim agar rajin ibadah, atau giat datang ke Masjid.

Sebab boleh jadi niat awalnya memang karena harta dunia. Akan tetapi, jika dia telah merasakan hakikat indahnya Islam, serta nikmatnya ibadah kepada Allah, yakin saja Islam akan lebih dia cintai ketimbang harta dunia itu. Bahkan lebih dia cintai dari raga dan jiwanya sekalipun.

عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَنَمًا بَيْنَ جَبَلَيْنِ، فَأَعْطَاهُ إِيَّاهُ، فَأَتَى قَوْمَهُ فَقَالَ: “أَيْ قَوْمِ أَسْلِمُوا، فَوَاللهِ إِنَّ مُحَمَّدًا لَيُعْطِي عَطَاءً مَا يَخَافُ الْفَقْرَ”. فَقَالَ أَنَسٌ: “إِنْ كَانَ الرَّجُلُ لَيُسْلِمُ مَا يُرِيدُ إِلَّا الدُّنْيَا، فَمَا يُسْلِمُ حَتَّى يَكُونَ الْإِسْلَامُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا عَلَيْهَا”.

Dari Anas Ra bahwa ada seorang laki-laki pernah meminta seekor kambing dari Rasulullah di antara dua gunung. Tanpa ragu-ragu, Rasulullah pun memberikan kambingnya kepada orang tersebut. Setelah itu, laki-laki tersebut mendatangi kaumnya seraya berseru: “Hai kaumku, masuklah kalian ke dalam agama Islam! Demi Allah, sesungguhnya Muhammad memberikan sesuatu tanpa takut miskin”.

Maka Anas Radliyallahu Anhu- berkata: “(Terkadang di masa kami) ada seorang yang masuk Islam karena menginginkan (materi) duniawi saja. Namun setelah itu (saat sadar akan hakikat Islam sebenarnya), Islam menjadi lebih ia cintai ketimbang dunia dan segala isinya”. (HR. Muslim no. 2312).

Rasulullah Saw pun pernah memberikan hadiah/bantuan kepada seseorang untuk menjaga keislamannya, terkadang kemiskinan membuat seseorang mudah keluar dari Islam.

Dari Sa’ad r.a,, katanya: “Nabi saw pernah membagi-bagikan hadiah (pemberian) kepada beberapa orang, dimana ketika itu Sa’ad sedang duduk dekat mereka. Tetapi Rasulullah meninggalkan (tidak memberi) seorang laki-laki, kejadian mana sangat menarik perhatianku. Aku bertanya, “Apa sebabnya Anda tinggalkan si Fulan itu? Demi Allah! Menurut hematku dia adalah orang mukmin”. Jawab Nabi, “Ataukah dia muslim?” Aku diam sebentar. Sekali lagi apa yang kuketahui tentang orang itu mendesakku untuk bertanya kembali. Rasulullah menjawab seperti tadi juga. Kemudian beliau bersabda, “Hai Sa’ad! Sesungguhnya aku memberi orang itu. Aku lebih menyukai (pemberian) yang lain, untuk menjaga supaya orang yang diberi itu jangan sampai ditelungkupkan Allah di dalam neraka”  (Shahih Bukhari, jilid 1, Hadits no 22)

Perkataan Nabi saw: “Ataukah dia muslim?”, ucapan Nabi itu mengandung makna: lebih baik dia disebut muslim daripada disebut mukmin, karena arti muslim ialah orang yang patuh mengikut perintah dan larangan Allah.

Sedangkan arti mukmin ialah orang yang percaya. Patuh mengikut perintah dan larangan mudah dilihat, sedangkan percaya sukar mengetahuinya. Jadi menamakan orang itu muslim lebih mudah daripada menamakannya mukmin.

Mari kumpulkan pakaian layak pakai, baju, koko, mainan edukasi untuk saudara dan anak anak di Kepulauan Mentawai.

Berdasarkan pengalaman dakwah Ust.Arifin Jayadiningrat di Mentawai, terbukti banyak warga disana yang akhirnya masuk Islam karena pakaian yang kita berikan dengan ikhlas.

Bagi jamaah yg ingin menyampaikan bantuan ke Mentawai bisa diserahkan di kajian ahad pagi besok bersama Ust.Arifin Jayadiningrat di Masjid Raya Pondok Indah.

Seandainya Bisa Memilih


Jakarta disebut banyak orang sebagai versi mini Indonesia, atau barometern Indonesia. Apa yang terjadi di Jakarta ditanggap merefleksikan secara umum apa yang terjadi di Indonesia. Kebijakan politik banyak digodok di Jakarta, pusat pemerintahan, ekonomi dan bisnis ada di Jakarta. Carut marut dan korupsi tingkat tinggi banyak terjadi di Jakarta. 

Maka tidak heran jika posisi sebagai orang nomor satu di Jakarta sangat menarik untuk diperebutkan. Sistem pilkada yang terbuka dan dimungkinkannya calon independen maju ikut pemilihan, membuat minat calon bertambah. 

Saya bukan warga Jakarta, KTP saya masih ikut kota kelahiran saya Magelang. Maka selama ini saya belum pernah nyoblos kecuali tahun 2014. Meskipun dalam hati agak berseberangan karena selama ini golput terus. 

Waktu itu Ust.Arifin Jayadiningrat memberikan arahan kepada saya, Bisa jadi ini menjadi ikut andil membuat kehidupan di Jakarta yang lebih baik di masa mendatang. 

Saya hanya ingin memberikan semangat kepada masyarakat kota metropolitan untuk tidak segan memberikan suara kepada pasangan calon yang paling tepat memimpinnya. 

Jika boleh memilih calon, dan ini sangat subjektif sekali, saya akan memilih Anies Sandi dengan beberapa alasan yang lebih terkait dengan aktifitas saya sekarang. 

Saya aktif dalam pembangunan karakter bangsa lewat Islamic Character Development-ICD yang dipimpin oleh Ust.Arifin Jayadiningrat yang konsen dalam pembangunan akhlak mulai dari keluarga, sekolah dan lingkungan. Dengan terpilihnya Anies Baswedan, saya berharap pembangunan karakter di Jakarta akan lebih masif dan ICD bisa berkontribusi membuat konsepnya. 

Di bidang Sosial saya aktif di Yayasan Aksi Peduli Bangsa yang saat ini sedang membangun sosial dan pendidikan di pedalaman Mentawai. Salah satu kegiatannya adalah mengirimkan guru ke pedalaman Mentawai, seperti yang dulu pernah pak Anies lakukan dengan Indonesia Mengajar-nya. 

Dana pembangunan di Mentawai banyak kita kumpulkan dari donatur dan sponsorship di Jakarta, semoga dengan terpilihnya Anies Baswedan bisa lebih mudah bagi APB untuk mengenalkan kegiatan. 

Tahun lalu, APB mengadakan lebarun 2016 yaitu event lari untuk mempersatukan umat dan tahun ini kami akan mengadakan lagi di bulan juli setelah Ramadhan. Semoga dengan terpilihnya Anies Sandi, acara ini bisa berlangsung dengan baik dan mendapat dukungan dari Sandiaga Uno seperti tahun lalu. 

Sedikit ocehan, semoga Anies Sandi terpilih menjadi Gubernur Jakarta di Pilkada hari ini. 👑👑👑

PAUD dan SD di Buttui


Buttui adalah nama salah satu dusun yang ada di desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, yang terletak di pedalaman Kabupaten Kepulauan Mentawai. Butuh waktu enam setengah jam mengendarai boot dari Muara Siberut. 

Akhir bulan Desember tahun 2015,waktu terakhir saya berkunjung kesana bersama team Aksi Peduli Bangsa. Sudah 5 tahun yayasan non profit yang bergerak dalam sosial dan pendidikan ini berkiprah membangun kawasan bakti bangsa di dusun Buttui. 

Berbicara tentang pendidikan di daerah pedalaman, maka pendidikan di Buttui sangat kurang. Beberapa tahun yang lalu anak anak belajar di gereja baik muslim maupun non muslim, karena belum ada SD disitu. 

Di tahun 2015 pemerintah membangun SDN di Buttui dan dipakai di tahun 2016 di tahun ajaran baru. Namun sekolah ini pun masih sangat kekurangan, situs MentawaiKita menyebutkan bahwa sekolah itu baru ada 3 lokal kelas. Karena keterbatasan ruangan mereka terpaksa menjadikan satu ruangan dua kelas. 

SD ini belum memiliki kantor, perpustakaan, toilet, buku pelajaran pun masih menggunakan buku paket pegangan guru. 

Di tahun yang sama 2015, Aksi Peduli Bangsa juga membangun sekolah di dusun Buttui, karena jarak SD Buttui tidak terlalu jauh dengan komplek kawasan bakti bangsa, dan ada aturan dari pemerintah larangan membangun sekolah dengan jarak yang terlalu dekat, maka Aksi Peduli Bangsa membangun PAUD di Dusun Buttui. 

Alhamdulillah, kegiatan KBM sudah mulai di PAUD ini, bangunan kelasnya terbuat dari bahan baku yang sebagian besar dari alam Buttui berupa bambu, kayu kelapa dan tanah liat. Bambu dan kayu merupakan material yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi kokoh dan kuat. 

Meskipun serba kekurangan, kita melihat semangat guru guru disana sangat besar, karena pendidikan sangat penting. 

Semoga ke depan, pembangunan aspek pendidikan di dusun Buttui akan lebih baik lagi dengan dukungan dari masyarakat Indonesia. 

Nantinya, pembangunan akan menular bukan hanya di daerah pedalaman dan tertinggal seperti Mentawai, tetapi juga di daerah lain di Indonesia. 

Paud di Dusun Buttui

Mengantar Pulang Anak Suku Buttui Mentawai


Meski sudah 71 tahun merdeka, namun kondisi pendidikan sejumlah daerah di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Salah satunya di Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat. Anak – anak yang berada di pedalamannya harus belajar dengan segala keterbatasan fasilitas. 

Melihat hal itu, kita harus bertindak dengan membantu proses pendidikan di tempat tempat terpencil itu. 

Aksi Peduli Bangsa, memiliki perhatian besar terhadap perkembangan sosial dan pendidikan masyarakat pedalaman seperti di Mentawai. 

Sebuah sekolah tingkat TK dan SD sudah terbangun di Dusun Buttui, Desa Madobak,  Siberut Selatan, dengan mengandalkan guru bantuan yang sengaja didatangkan dari kota Padang. 

Adapun untuk anak tingkat SMP dan SMA disekolahkan di kota Padang atau di Jawa, ada beberapa anak yang sudah sekolah di Jawa salah satunya di pesantren Muallaf An-Naba pimpinan Ust Arifin Nababan. 

Salah satu santri kami yang ada disana, harus pulang hari ini karena ayahnya sedang sakit keras, belum masuk Islam dan insya Allah lewat tangan anaknya, dia akan diislamkan.

Maka kami harus segera berpacu dengan waktu ke Mentawai. Kondisi ayahnya sudah parah, terkena penyakit komplikasi di daerah perut dan berjalan sambil membungkuk. 

Belum pernah dibawa ke Rumah Sakit karena alasan mahalnya biaya dan jarak ke Rumah Sakit yang teramat jauh dari pedalaman Buttui, hanya dipanggilkan perawat yang memang bertugas di desa Ugay. 

Pengobatan rutinnya dari daun daunan oleh Sikerei atau tetua adat yang tahu pengobatan. 

Puskesmas kecil sudah ada, hanya saja masyarakat sana masih percaya dengan pengobatan adat ala Sikerei 

Jarak perjalanan Jakarta Mentawai cukup jauh, hampir semua moda kendaraan dari pesawat, kapal laut,  kapal feri, bus, becak motor sampai terakhir kapal boat kita pakai semua dan itu mengeluarkan dana yang tidak sedikit. 
Semoga perjalanan anak Mentawai hari ini menuju rumah di pedalaman suku Buttui Mentawai berjalan dengan lancar, aman dan semuanya dimudahkan Allah subhanahu wa ta’ala 

Semoga orang tuanya bisa masuk Islam demikian juga masyarakat dusun Buttui dan sekitarnya. 

Aksi Peduli Bangsa Mengadakan Nikah Masal Masyarakat Pedalaman Mentawai 


Perayaan Idul Adha tahun ini menjadi spesial bagi masyarakat di pedalaman Mentawai, pasalnya mereka yang sebelumnya susah dan terbentur ketika akan mengurus ktp dan kk, sekarang sudah dapat izin. 

Saya ingat dengan perjuangan Ust Arifin Jayadiningrat agar mualaf Mentawai bisa mendapaktkan pelayanan publik yang sesuai, bisa dapat ktp dan kk sendiri. 

Birokrasi yang agak susah, beliau sampai harus menghadap ke Gubernur Sumatera untuk menyuarakan kebutuhan mualaf Mentawai. 

Ust Islah yang mengurusi Mentawai sempat bolak balik Mentawai Padang, gak kalah sibuk Ust Iman Sulaiman yang juga sibuk mengurus kebutuhan Mualaf. 

Alhamdulillah ada kabar baik dari Capil Mentawai, bahwa mualaf boleh nikah lagi dengan gratis dengan waktu dan hari yang mereka ingat. 

Tinggal yang dibutuhkan adalah dana untuk membawa mereka dari pedalaman ke kecamatan di Siberut Selatan, alhamdulillah Aksi Peduli Bangsa siap membiayai semuanya. 

Berikut ini foto yang dikirim Ust Iman Sulaiman dari kegiatan nikah Masal yang diadakan APB.

Semoga dengan kegiatan ini, mereka yang baru masuk Islam merasakan kebersamaan dan kepedulian kita, agar mereka tahu umat Islam peduli dan umat Islam itu bersaudara. 

Foto bersama mualaf Buttui dengan Ust Iman Sulaiman dan Pak Rizal dari Yamima

Makan bersama masyarakat Mentawai

Hari Raya Idul Fitri Muallaf Buttui Mentawai


Muallaf di Dusun Buttui Mentawai yang terdiri dari beberapa keluarga dan anak-anak melangsungkan shalat Idul Fitri di Masjid Al-Fattah yang sudah dibangun Yayasan Aksi Peduli Bangsa. Alhamdulillah shalat iedul fitri berjalan dengan aman dan lancar.

Ini foto dari Ust Irul, Muallaf Buttui menyampaikan selamat Idul Fitri mohon maaf lahir dan batik kepada seluruh masyarakat Indonesia.

%d bloggers like this: