Wisata Alternatif Sungai Cipamingkis


Saya dan istri kemarin meniatkan untuk pergi ke Jonggol, pengen silaturahim ke adik dan sekalian mengadakan shalat subuh berjamaah di Madrasah Filaha tempat adik saya mengajar. 

Selepas shalat Subuh, kami lanjutkan dengan kegiatan dzikir, berbeda dengan tempat lain yang diteruskan dengan zikir, doa dan tausiah. 

Setelah matahari lebih tinggi, saya dan adik mulai berangkat naik motor, saya naik revo dia naik matic yamaha. Sungai ini terletak di desa Sukanegara, Jonggol sekitar 2 km dari Jonggol Farm dengan jalur aspal yang naik turun. 

Kesan pertama ketika di sungai ini sangat bagus, batu batunya sungai berbeda dengan umumnya batu batu sungai yang biasanya. Batunya ada yang memanjang seperti tembok dan bahkan banyak batu yang besar dan luas seperti batu karang. Sungai Cipamingkis dengan batu batu unik ini cocok buat tempat foto dan selfie. 

Pemandangan juga menawan ada pesawahan yang menghijau dan background pegunungan. Pokoknya nyantai disini asyik, paling tidak merasakan sensasi yang berbeda dari tempat tempat wisata lainnya. 

Lokasinya tidak jauh dari Jakarta, hanya 50-an km. Jalan ke lokasi ini selepas belokan dari jalan raya Jonggol Cariu, jalannya terbilang sepi dan beraspal mulus. Jika diteruskan jalan ini bisa tembus ke kota Bunga Puncak, bisa juga ke Sentul atau ke Citereup. 

Tempat ini memang sudah jadi tempat wisata, ya wisata alternative .. murah meriah .. tidak ada tiket, gratis. Hanya butuh biaya dua ribu rupiah untuk parkir motor bagi anda yang naik motor, untuk parkir mobil sementara ini belum ada, mungkin bisa diparkir di atas, di dekat rumah penduduk. 

Selain jasa parkir motor, ada juga beberapa warung yang jual jajanan dan gorengan di tempat ini, kata adik, kalau di hari biasa hanya dua tiga orang, tapi kalau pas hari libur jadi agak ramai. 

Saya, Farhad dan Raihan berenang nyebur sungai, adik dan istri gak ikut, mereka kan akhwat, gak mungkin lah ikut nyebur, mereka hanya lihat kami saja. 

Selain berenang dan selfie, beberapa orang terlihat mencuci motornya di sungai ini.  Wah, multi fungsi ya.. Bisa buat renang, selfie, cuci motor juga… 

Alhamdulillah, senang sekali bisa mengisi liburan bersama keluarga di Jonggol. Semoga apa yang dikerjakan ini bukan senang senang saja tapi ada nilai pahala dari Allah, amiin. 

Subuh Berjamaah Bersama Pejuang Filaha


Sebagai reksi dari Aksi 212 yg lalu, bertepatan dengan tanggal 1212 ini banyak daerah yang serempak mengadakan shalat subuh berjamaah. Semoga ini menjadi starting point kebangkitan Islam. 

Saya bersama Istri ingin turut serta meramaikan masjid waktu subuh di tanggal 1212. Di dekat kontrakan kami tinggal ada di Masjid Albirru di Srengseng Sawah. 

Namun rencananya kami akan ke tempat yang agak jauh, kami ke Jonggol yaitu tepatnya Madrasah AlFilaha di Jonggol Farm, kebetulan adik saya menjadi pembimbing di pesantren ini. 

Mereka adalah pejuang Filaha/pertanian Islam,  di tempat ini mereka belajar menanam tanaman dalam Alquran. Sebagaimana kita tahu bahwa Alquran diturunkan untuk alam semesta, bukan hanya daerah Arab saja, demikian juga tanaman yang di Alquran juga bersifat universal bukan hanya di Arab yang gersang,daerah Asia yang penuh dengan air juga bisa. 

Kemarin siang kami berjalan naik motor dari Ciganjur ke Jonggol, biasanya memakan waktu 2 jam tapi karena hujan deras di tengah jalan, perjalanan kemarin sampai hampir 3 jam. 

Madrasah Filaha ini terletak di komplek Jonggol Farm, disini mengadakan pelatihan pertanian Islami untuk umum dan mahasiswa setiap tiga bulan sekali. 

Materi pertanian langsung mereka dapatkan di lapangan, karena Jonggol Farm sudah ada lahan yang menanam tin, zaitun, kurma dan lain lain. Selain belajar pertanian, mereka juga belajar agama yang dibimbing langsung oleh musyrif yang kebetulan adik saya sendiri. 

Mereka juga mengkaji kitab ulama tentang pertanian karya Ibnu Awwam yang sudah ditulis sembilan abad yang lalu, kitab ini sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan mulai sedikit demi sedikit diterjemahkan ke bahasa Indonesia. 

Alhamdulillah, kami bisa shalat subuh berjamaah di Madrasah Filaha, semoga mereka menjadi pejuang pertanian Islam di Indonesia. 

Ingin mendaftar jadi santri filaha? Silahkan cek infonya di madrasahpertanian.com

Masjid di Jonggol Farm

Ortu Ke Jakarta


Idul Adha tahun ini cukup spesial bagi saya. Ada rasa senang dan sedih bercampur. Senang karena bapak dan ibu saya datang ke Jakarta untuk merayakan Idul Adha bersama di Jonggol/ Madrasah Filaha (Madrasah Pertanian) tempat adik saya mengajar dan membimbing para pemuda yang ingin belajar pertanian Islami. 

Sedihnya karena istri saya diundur ke Jakartanya, niat awalnya pengen bareng sama orang tua, ternyata gak bisa karena dianya harus nemani muridnya jalan-jalan ke pantai di Pacitan, sekalian buat acara perpisahan sebelm dia ke Jakarta. 

Yah, semoga istri saya bisa sabar menunggu saya jemput, insya Allah bentar lagi yang… ☺☺

Bapak dan Ibu berangkat dari Salaman kemarin siang, biasanya kita naik bus Sinar Jaya jurusan Salaman – Pasar Minggu, tapi qadarullah beliau berdua ketinggalan bus yang mulai berangkat jam 3 sore. Maklum, beliau belum bisa naik motor dan harus minta bantuan tetangga untuk nganterin. 

Akhirnya bapak dan ibu naik bus Sumber Alam, dari Salaman naik bus yang agak jelek turun di Kutoarjo, disana diganti bus yang lebih bagus tapi di pertengahan jalan, ac-nya mati, ada 3 kali beliau pindah-pindah bus, dan yang membuat beliau berdua capek banget ketika harus pindah dari satu bus ke bus lainnya yang jaraknya jauh. 

Terima kasih bapak dan ibu yang penuh perjuangan demi bertemu anak-anaknya, semoga Allah membalas dengan pahala besar. 

Jam 3-an saya jemput mereka di Alfamart dekat Antam, beliau diturunkan Sumber Alam disitu. Saya jemput pakai motor, dan nunggu adik saya dulu untuk jemput pakai motor satu lagi. 

Bapak dan Ibu, waktu jemput di depan Antam

Ada kejadian yang unik ketika bapak turun dari bus, ternyata setelah di rumah adik, beliau baru sadar kalau barang yang beliau bawa tertukar, salah satu kardus berisi sayur kuban tertukar dengan satu kardus berisi makanan ringan. 

Kami gak punya alamat untuk mengembalikan barang itu, akhirnya dengan membaca  bismillah adik saya berinisiatif untuk membeli barang itu dan uangnya akan disedekahkan di Idul Adha besok. 

Semoga yang punya barang ini dan yang tertukar diberikan Allah ganti dan rizqi yang lebih baik. 

Sampai kontrakan, bapak dan ibu shalat Subuh, mengobrol dengan kami dan sekarang lagi istirahat, mereka terlihat capek sekali. 

Shalat Ied di Jonggol


Jam empat pagi saya bangun, masih terdengar sayup-sayup suara takbir terdengar merdu dari tempat saya istirahat. Saya jadi ingat kalo pagi ini shalat Ied dilaksanakan lebih cepat daripada shalat idul fitri, karenanya saya segera mandi dan persiapan shalat Tahajud mumpung masih ada waktu beberapa menit sebelum shalat subuh datang.

Shalat Subuh saya laksanakan di Masjid Madrasah Al-Filaha yang bentuknya sangat elegan yang disamping kiri dan kanannya gak ada dindingnya, terasa sejuk sekali shalat di tempat ini.

Continue reading

%d bloggers like this: