• Selamat datang di blog Jumal Ahmad. Saya sedang meneliti tentang Meta-Level Reflection dalam Pembangunan Karakter. Semoga dimudahkan dan bermanfaat.

  • Categories

4 Hadits Yang Cukup Untuk Membentuk Karakter Diri


Wacana pendidikan karakter yang dikenal oleh dunia telah digagas oleh Dr. Thomas Lickona, seorang profesor pendidikan dari Cortland University pada tahun 1991, namun, penggagas pembangunan karakter pertama kali adalah Rasulullah SAW.

Pembentukan watak yang secara langsung dicontohkan Nabi Muhammad SAW merupakan wujud esensial dari aplikasi karakter yang diinginkan oleh setiap generasi. Keteladanan yang ada pada diri Nabi menjadi acuan perilaku bagi para sahabat, tabi’in dan umatnya.

Al-Quran dan hadits telah menyampaikan metode pembangunan karakter yang sempurna untuk menjadi manusia mulia dan bertaqwa.

Edward William Lane, ilmuwan asal Inggris yang mendalami Bahasa Arab dan Sastra Arab yang kemudian masuk Islam dengan nama Manshur Afandi mengatakan bahwa Nabi Muhammad Saw datang dengan akhlak, dan akhlak ini akan terus ada sampai hari kiamat. Islam akan terus bersinar dengan Al-Qur’an dan Hadits Nabi sekalipun ada yang membenci.

Saat di Mesir, Lane belajar tentang bahasa dan literatur Arab dan Islam. Sekembalinya ke Inggris pada tahun 1828, ia mulai menyusun buku tentang kehidupan di Mesir, yang kemudian diterbitkan pada tahun 1838 berjudul Manners and Customs of the Modern Egyptians.

Pada tahun 1838 hingga 1840, Lane menerjemahkan beberapa volume dari Seribu Satu Malam. Pada tahun 1842 hingga 1849, Lane kembali ke Mesir untuk menyusun kamus Arab-Inggris, yang terdiri atas 2 buku, buku pertama berisi daftar kata yang digunakan dalam teks Arab klasik beserta penggunaannya, dan terdiri atas 8 volume dan 3200 halaman, serta buku kedua yang dimaksudkan akan berisi kata-kata yang jarang digunakan serta penjelasannya. Namun buku kedua belum sempat diselesaikannya hingga Lane wafat pada tahun 1876.

Islam memotivasi umatnya untuk beramal yang timbul dari kesadaran diri dan mengasah kemampuan refleksi diri.

Nilai luhur apapun yang ditanam pada diri seseorang seperti menghormati, tanggung jawab, integritas dan lain sebagainya tidak akan berhasil selama tidak ditanam dalam diri (faktor internal).

4 hadits, jika diaplikasikan dalam kehidupan dan reflektif, cukup bagi kita membangun karakter diri.

Pertama

Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam:

‏ «من كان يؤمن بالله واليوم الآخر ، فليقل خيراً أو ليصمت»

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ucapkanlah yang baik-baik atau diam”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini melatih kemampuan untuk menjaga dan mengontrol lisan.

Kedua

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

‏«من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه»

“Di antara kebaikan Islam (agama) seseorang, ia meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya”. (HR. At-Tirmidzi, hasan)

Hadits ini melatih kemampuan meninggalkan hal-hal berlebihan yang tidak bermanfaat.

Ketiga

Ketika seorang berkata kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam: “Berilah aku wasiat!”.

قال: « لا تغضب » ، فردد مراراً قال : « لا تغضب »

Nabi bersabda: “Jangan marah”. Orang itu mengulang-ulang permintaan wasiatnya, dan beliau tetap berkata: “Jangan marah”. (HR. Bukhari).

Hadits ini melatih kemampuan mengendalikan diri dan jiwa. ‏

Keempat

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

«لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه مايحب لنفسه»

“Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini melatih kemampuan berlapang dada.

Wallahu A’lam.

Keshalihan Sosial


Cahaya Allah tidak akan dipancarkan pada orang yg berbuat maksiat.

Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah (vertikal), dan juga kepada manusia (horizontal).
Seperti halnya ibadah, dosa jg bersifat vertikal dan horizontal. 

Dosa yang bersifat vertikal misalnya kafir, melakukan dosa besar yg terkait ibadah kepada Allah.
Dosa yang bersifat sosial (horizontal) seringkali dianggap kurang penting oleh manusia dibandingkan dosa yg bersifat vertikal.

Manusia tidak diciptakan seperti Malaikat. 

Malaikat tidak berbuat dosa, tidak memiliki nafsu (kebebasan berkehendak). Malaikat selalu  berzikir kpd Allah. Malaikat tidak menikah dan tidak memiliki peradaban.

Malaikat diperintahkan oleh Allah utk sujud kepada manusia. 
Manusia diutus sebagai khalifah yang ditugaskan untuk membentuk peradaban dan memakmurkan bumi.

Kesalehan sosial yang digabungkan dengan kesalehan individiual misalnya shalat berjamaah. 

Perbandingannya sbb:

Shalat sendiri pahala 1

1× 5 waktu x 30 hari x 12 bulan =

1800 pahala dalam setahun
Shalat berjama’ah pahala 27

1× 5 waktu x 30 hari x 12 bulan =

46.800 pahala dalam setahun
Kesalehan individual yang digabungkan dengan kesalehan sosial akan menghasilkan pahala yang berlipat ganda.

Manusia itu sesungguhnya berada dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran (Qs. Al Ashr 1-3). 

Dalam surat Al Ashr digambarkan keberuntunganlah yang akan didapat bagi orang-orang yang saling menebarkan kebaikan bagi sesama.


Barangsiapa yang tidak menebarkan rahmat kepada manusia, maka Allah tidak akan menebarkan rahmat kepadanya
(HR Muslim).




Barang siapa yang menengok orang sakit, maka akan ada 70.000 malaikat beristigfar untuknya. 

Bila setiap satu istigfar yang diucapkan seseorang memerlukan waktu 10 detik, berarti dengan menengok orang sakit setara dengan 194 jam kita telah beristigfar. 

Contoh lain kesalehan sosial yg digabungkan dng kesalehan inividual: Wukuf, i’tikaf, hadir di taklim.

Kisah Juraij menceritakan bahwa kesalehan individual dalam beberapa hal dapat dikalahkan dengan kesalehan sosial (horizontal).

Juraij merupakan ahli ibadah. Pernah terjadi bbrp kali ketika Juraiz sedang shalat, Ibunya memanggil. Namun Juraij tetap melanjutkan shalatnya. Sampai Ibunya kesal dan mendo’akan keburukan untuknya. Akhirnya Juraij terkena fitnah pelacur.

Kesalehan sosial yang nilai ibadahnya sama seperti beribadah puasa selama setahun atau shalat tanpa henti selama setahun atau jihad fii sabilillah yaitu memelihara janda dan anak yatim.

Dosa sosial pun akan menyebabkan kita mendapat do’a buruk dari banyak pihak.

Contoh: 

Dengan sengaja parkir sembarangan, menyebabkan orang lain terzalimi. Maka akan banyak orang yg menyumpahinya/menginginkan keburukan baginya.

Lapangkanlah urusan orang lain, maka Allah akan melapangkan urusanmu.

Kesalehan sosial yang dapat membuka rezeki, yaitu dng menyambung silaturahmi.

 

In ahsantum ahsantum li anfusikum… Wa in asa’tum fa lahaa… (17:7)

Jika kamu berbuat kebaikan, maka kebaikan akan kembali pada kalian. Jika kalian berbuat keburukan, maka baginya kerugian.

Pesan Rasulullah:

  1. Secinta2nya pada sesuatu, pasti akan berpisah
  2. Berbuat apa saja di dunia, maka engkau akan dibalas sesuai perbuatannya
  3. Terserah kalian mau bergaya hidup spt apa di dunia, namun ingat bahwa kalian akan wafat.
  4. Tidak meminta kepada manusia maka akan mulia.
  5. Kemuliaan manusia jika menjaga shalat malamnya.

Jika ingin menjadi orang shaleh, maka jangan untuk diri sendiri, tapi harus mengajak orang lain untuk shaleh.

Manusia yg beriman akan bergetar hatinya jika disebut nama Allah. Namun kenyataannya pada zaman sekarang, jangankan hati bergetar, mereka bahkan menolak  ayat Al Qur’an. 

Contoh: Banyak orang muslim Indonesia yang menolak kebenaran Al Maidah ayat 51 terkait memilih pemimpin nonmuslim.
 Hati2 akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat nanti.

 2 Februari di Mushala Bintaro Exchange bersama Ust Arifin Jayadiningrat

*kiriman resume kajian dari bu Erika. Semoga bermanfaat 😊😊

Hidup Itu Apa? 3


Kehidupan yang sesungguhnya hanyalah kehidupan akhirat. Dunia hanya kehidupan semu dan sekedar nama saja, ia adalah kematian bertahap. 

Dunia bukanlah kehidupan secara penuh. Sementara. Layaknya air hujan yang turun ke bumi dengan tetesan rintik rintik. Turunnya air ke bumi tumbuhlah tumbuhan yang menghasilkan berbagai macam buah. 

Itulah kehidupan yang digambarkan dengan air hujan yang turun dari langit dalam Surat Yunus ayat ke 24 berikut. 

إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنزلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالأنْعَامُ حَتَّى إِذَا أَخَذَتِ الأرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالأمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (24) 


Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasan­nya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan(tanam-tanaman) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir. 



Saat hujan turun, pohon pohon berbuah, dan tiba saatnya memanen. Lalu terjadilah peristiwa yang menghancurkan usaha manusia, menghancurkan seluruh harapan dan angan angan selama ini. Dunia tidak seperti yang diharapkan. 

Ketika adzab datang, kekayaan, kejayaan, rumah mewah dan harta melimpah seperti lahan pertanian yang belum digarap, bahkan berubah menjadi kepulan kepulan debu. 

Kenikmatan apapun akan berakhir semuanya. 
Hidup hanyalah kenikmatan yang fana.

Persiapkanlah untuk kehidupan abadi.
Jadi ingatlah kenikmatan abadi di Akhirat..

Kehidupan dunia, luarnya nampak menggiurkan hati, sementara dalamnya kosong tak berisi. 

ICD – Islamic Character Development

Menjadi Manusia Mulia


Hadits Jibril Tentang Cinta


Dari Sahal bin Sa’ad, dia berkata, Jibril  datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata. 

1. Ya Muhammad, hiduplah sesukamu tapi ingatlah bahwa kamu pasti akan mati

2. Cintailah siapapun yang ingin kamu cintai, tetapi ingatlah bahwa kamu pasti akan berpisah dengannya

3. Berbuatlah semaumu, tetapi ketahuilah bahwa kamu pasti akan menerima balasannya

Kemudian Jibril  berkata lagi  :

1. Sesungguhnya kemuliaan seorang mukmin tergantung pada shalat malamnya

2. Dan harga diri seorang mukmin terletak pada ketidak butuhannya terhadap apa yang dimiliki orang lain

(HR. Thabroni dan al Hakim dalam al Mustadrak)

Al Albani dalam Silsilah al Ahadits ash Shahihah II/485 menyatakan, bahwa hadits tersebut  “HASAN” karena terkumpulnya jalur–jalur riwayat yang ada
Pelajaran dari hadits :

  1. Mati itu suatu yang pasti dan ia adalah pintu gerbang menuju kehidupan berikutnya. Sementara kehidupan di dunia ini akan menjadi penentu bagi baik dan buruknya kehidupan yang akan datang. Karenanya Optimalkan disaat masih hidup yang hanya sesaat ini untuk hanya mempersiapkan bekal bagi kehidupan kita berikutnya yang abadi. 
  2. Semua yang ada dilangit dan yang ada di bumi ini adalah milik ALLAH Azza Wa Jalla. Kita hanya punya hak pakai sementara. Karenanya, Optimalkan upaya kita, agar semua yang kita miliki untuk sementara ini (suami/istri, anak, rumah, kendaraan dan yang lainnya) bermanfaat bagi kehidupan kita berikutnya. 
  3.  Semua yang kita kerjakan, kita ucapkan dan bahkan semua yang kita pikirkan/niatkan, akan di pantau, dicatat dan dinilai, yang dikemudian hari akan diganjar. Karenanya Pastikan, semuanya kita lakukan hanya dengan niat untuk merespon perintah ALLAH dan sesuaikan dengan syariat-NYA, agar kita semuanya bisa mendapatkan ridha-NYA. 
  4. Setelah kita pastikan bahwa semua yang wajib telah kita tunaikan, maka jangan pernah lupa untuk shalat malam, walau hanya dengan satu rakaat, karena disitulah letak kemuliaan seorang mukmin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang kurang lebih artinya : “Sesungguhnya diwaktu malam itu terdapat suatu waktu yang jika saja bertepatan dengan waktu itu seorang hamba muslim memohon kebaikan kepada ALLAH berkenaan dengan urusan dunia dan akhirat, sudah pasti ALLAH akan memberikannya kepadanya. Waktu itu terdapat pada setiap malam” (HR. Muslim)
  5. Harga diri seorang mukmin terletak pada ketidak butuhannya terhadap apa yang dimiliki orang lain. Itulah yang disebut dengan “Zuhud terhadap apa-apa yang dimiliki oleh manusia”, _yaitu dengan  tidak meminta-minta  kepada orang lain dan dengan tidak memperlihatkan keinginan terhadap yang dimiliki orang lain serta dengan tidak mengangkat pandangan (ta’ajjub) terhadap yang dimiliki manusia. 

Selanjutnya Ust Arifin Jayadiningrat juga membahas Qs. AlHijr: 39, AlHujurat:7 dan resumenya adalah sebagai berikut:

  1. Sehebat apapun manusia tidak akan bisa beribadah dengan baik kecuali dengan rahmat Allah. 
  2. Mengetahui siapa kita, maka tanyakan kepada siapa yang orang yang terdekat dengan kita. Mengetahui diri, carilah yang dekat, bercerminlah karena cermin itu dekat, cermin di rumah, sopir, pembantu, anak dan istri dll. 
  3. Orang yang sukses usahanya, biasanya hubungan dengan istri baik. Ada juga orang yang dengan istri tidak baik, dengan orang lain baik, karena dalam rangka bisnis, dia tidak tahu siapa kita. 
  4. Ekspresi kita adalah gambaran dari jiwa kita, jika di dalam tubuh penuh rahmat, maka yang keluar adalah rahmat, menilainya adalah ketika dalam keadaab marah, ketika terjadi benturan. Disitulah kita mengetahui jiwa kita mutmainnah atau tidak, apakah kacamata kita lebih besar dunia atau akhirat. 
  5. Trik syetan menjadikan yang negatif menjadi positif. Sebagaimana dalam Alquran surat Alhijr 39 bahwa dia akan membuat yang jelek menjadi indah lauzayyinanna. 
  6. Orang2 yg memiliki feeling utk menghindar dr hal2 yg tidak baik. 

  7. Inilah orang2 yg memiliki Keimanan.
  8. Bagaimana jika kita Shalat tetapi kita tidak bisa lepas dari berbuat Kemaksiatan ? Jawaban nya adalah …Minta kepada Allah
  9. Jangan pernah berhenti meminta kepada Allah. Walau kita sudah baik, anak2 kita sudah baik pasangan kita sdh baik semua sudah baik. Kita tetap harus minta kepada Allah … Dan Jangan Pernah berhenti meminta kepada Allah Contoh: Jika kita berasa betah dan nyaman berada ditengah2 Orang2 yg sholeh maka Kita akan merasakan betapa Indah Hati kita dibuatnya. Tetapi jika kita sdg berkumpul bersama teman2 yg  senang2, dugem dan tidak betah ditengah2 teman2 yg kita tau bermaksiat. Itu tanda2 kita memiliki Iman. 
  10. Keinginan kita menurut kacamata kita baik, kita tidak tahu siapa yang men-drive jiwa fujur atau taqwa, tetapi dengan iman dan mencintai kebaikan dan tumbuh feeling untk tahu kita baik atau tidak. 
  11. Dunia ini dihiasi seindah indahnya oleh syetan, maka manusia lebih mencintai akhirat dari dunia. 
  12. Maka disunnahkan untk menumbuhkan kepada kebaikan untuk berdoa… 

Terima kasih, resume kajian Akhlak Masjid Raya Pondok Indah tanggal 17 Oktober 2016.

Metode Menaklukkan Jiwa dalam Alquran dan Hadits


​​Kajian Akhlak Senin Pagi di Masjid Raya Pondok Indah- 26 September 2016, Islamic Character Development-ICD yang dipimpin oleh Ust.Arifin Jayadiningrat membahas kajian rutin pembangunan akhlak di Masjid Raya Pondok Indah. 

Tema kali ini adalah tentang bagaimana menaklukkan jiwa sesuai ajaran Alquran dan Hadits Nabi. 

Kajian rutin ini dimulai jam 09.30 sampai dhuhur dan dilanjutkan dengan konseling Samara di Masjid Pondok Indah, jamaah yang ingin konsultasi dengan beliau harus daftar dulu, bisa daftar ke nomor saya (ada di laman profile) 

Berikut ini beberapa poin yang bisa saya tulis dari kajian beliau. 

  1. Perjalanan manusia akan selalu mendekat kepada kematian, dan selama itu manusia dalam garis ujian. Maka ujian akan selalu ada dalam hidup manusia, sampai dia mati, dan para Nabi adalah contoh kita, tauladan kita maka Allah memberikan mereka ujian dan cobaan yang dahsyat agar bisa menjadi contoh buat kita. 
  2. Orang yang berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka akan Allah mudahkan baginya jalan menuju surga. Orang orang yang mau pergi mengaji sudah termasuk orang yang berjihad/berusaha untuk menuntut ilmu.
  3. Ketika melewati suatu jalan dan kita tidak tahu arahnya mau kemana kemudian kita tanya seseorang itu merupakan satu tanda bahwa kita mempunyai sikap growth mindset (pikiran yang berkembang). 
  4. Manusia harus mengetahui siapa yang men-drive dirinya, jiwa fujurkah atau jiwa taqwa? Contohnya, jika seseorang makan makanan sampai kekenyangan dan berlebihan, ini indikasi jiwa fujur men-drive dirinya karena Alquran menjelaskan agar kita makan dan jangan israf (berlebih lebihan).
  5. Mengetahui siapa yang men-drive diri namanya Meta Level Reflection atau bahasa mudahnya adalah kemampuan berkaca diri sendiri. Ketika berkaca dan ada peci yang gak pas atau ada cemong di pipi maka langsung kita rapikan, langsung kita hapus kotorannya, maka coba aplikasikan itu ke jiwa, itu fisikli maka coba taruh dalam jiwa kita. Jika ada cemong di pipi atau marah kalau dalam jiwa, maka bersihkan cemongnya atau bersihkan rasa marah dalam jiwa. Maka orang yang bisa MEMBACA JIWA, DIA MEMILIKI META LEVEL REFLECTION YANG TAJAM.
  6. Penajaman Meta Level Reflection yang paling bagus adalah dengan PUASA. Di dalam Alquran ada kisah kisah tentang puasa yang bukan hanya menahan lapar dan haus tetapi juga PUASA BERBICARA seperti kisah Maryam. Aktualisasi untuk hari ini, jika dihina atau disakiti tidak harus direspon. 
  7. Keinginan atau willing yang lemah harus di upgrade dengan metode Meta Level Reflection yaitu kemampuan diri untuk membaca siapakah yang men-drive dirinya, jiwa taqwa atau jiwa fujur, yang menyetir jiwa kita apakah nafsu positif atau nafsu negatif. Orang yang memiliki kemampuan itu sudah punya Meta Level Reflection yang tajam, dia mampu membaca kecenderungan dirinya. 
  8. Setelah dia mampu membaca kecenderungan dirinya dengan Meta Level Reflection tadi selanjutnya dia harus bertanya dan meminta nasehat, merasa salah dan merasa kurang adalah modal Growth Mindset atau pikiran yang terbuka.
  9. Orang yang merasa hebat selalu merasa tidak membutuhkan nasehat orang lain. Membuka diri dan menerima nasehat itulah yang dinamakan Growth Mindset.
  10. Dalam hadits disebutkan bahwa ‘Agama esensinya adalah Nasehat’ seseorang itu dinilai agamanya bagus jika dia mau menerima nasehat/growth mindset.
  11. Agar selalu tumbuh sikap Growth Mindset maka selalu diingat bahwa Orang yang berpikir terbaik karena merasa belum baik, jika orang sudah merasa yang terbaik, top, dia tidak akan berfikir yang terbaik.

*Resume Kajian Akhlak Masjid Raya Pondok Indah tgl 26 September 2016

Jiwa taqwa vs jiwa fujur – Ust.Arifin Jayadiningrat

Hidup Optimis


​​Menerima kesulitan dan bencana dengan sikap optimistis mampu membantu memulai kehidupan setelah keterpurukan dan menguasai kesulitan dimana sikap optimistis lebih utama dan berguna ketimbang rasa sesal dan pesimistis.

Berikut ini contoh orang terdahulu yang berhasil mengubah kerugian menjadi keuntungan.

Abdullah bin Abbas ketika kehilangan indra penglihatannya, ia sadar bahwa ia akan menghabiskan sisa umurnya dalam keadaan buta, terpenjara dalam kegelapan.

 Tak dapat melihat kehidupan dan orang-orang yang hidup.

Namun ia tak mengeluh, dia menerima nasib yang telah ditentukan. 

Kemudian dia bermadah dengan kalimat-kalimat yang dapat meringankan musibah itu dan menumbuhkan rasa ridha.

Kata Abdullah bin Abbas

Jika Allah mengambil cahaya kedua biji mataku

Maka di lisan dan pendengaranku masih ada cahaya

Kalbuku cerdas dan akalku tak rusak

Dan mulutku tajam ibarat pedang yang turun temurun

5 Ayat Motivasi Al-Quran yang menumbuhkan Sikap Optimis

1. Kita bisa berubah, jika kita mau mengubah diri kita

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d:11). 

2. Ada kebaikan di balik yang tidak kita sukai

“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui,“ (QS. Al-Baqarah: 216). 

3. Kita pasti sanggup

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” (QS. Al-Baqarah: 286)

4. Ada kemudahan bersama kesulitan

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah: 5-6)

5. Takwa dan tawakallah

“Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya,” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

Kenapa harus optimis?

  1. Keyakinan bahwa Allah Swt tidak akan pernah menguji hamba Nya melebihi batas kemampuan si hamba.
  2. Meyakini bahwa bersama kesulitan ada kemudahan. Sebuah keyakinan Bahwa diujung sana ada kebahagiaan yg menanti kita.
  3. Keyakinan bahwa Ridho Dan Rahmad Allah Swt menyertai org yg senantiasa mengharapkan Rahmat Nya.  Sebaliknya… murka Allah senantiasa meliputi mereka yg mudah berputus asa di jalan Nya.

Maka, Pantaskah kita sbg seorang Muslim masih Terus PESIMIS ..??

Barokallohu fiikum..[] 💐💐

%d bloggers like this: