Menilai Seseorang


Saat anda menilai seseorang jangan seperti menilai batu. Kalau batu hitam tidak akan menjadi putih.

Bukankah dulu para Sahabat Nabi mereka ada yang menjadi musuh Nabi? Jangankan sholat, bahkan mau menghancurkan umat Islam.

Bukankah Umar Bin Khatab mau membunuh Nabi? Bukankah Khalid bin Walid membantai umat Islam bahkan mau membunuh Nabi. ?

Dulu musuh kemudian berubah menjadi PAHLAWAN umat Islam. Sebaliknya ada kaum munafik mengikrarkan Islam tapi dimasukkan ke dalam api neraka.

Maka hati hati menilai manusia.

Catatlah ini :

Apakah saya orang baik. ?

Anda keluar rumah. Lihat siapapun didepan anda. Bila anda merasa lebih baik dari orang itu. Maka anda buruk.

Bila melihat orang lain dengan mengatakan dalam hati “bisa jadi orang ini LEBIH MULIA DIMATA ALLAH daripada diri saya” maka anda orang baik.

Pertanyaannya adalah kalau yang kita lihat adalah pemabuk bau alkohol bertato dan sedang “fly”.

Katakan dalam hati
“Ya Allah berikan petunjuk Mu kepada orang ini. Bisa saja Engkau jadikan ia orang yang jauh lebih sholeh dari saya”.

Semoga kita jadi orang baik.
Jangan cepat cepat menuduh dan menilai orang lain.
Saya sekarang baik, dulu saya TIDAK baik
Masa depan JUGA belum tentu baik terus. Maka doa agar tetap jadi orang baik.

Lihat manusia makhluk yang beda dengan batu.

โค๐Ÿ˜Šโค๐Ÿ˜Šโค๐Ÿ˜Š

Oleh: Ust. Arifin Jayadiningrat. Direktur Islamic Character Development

Optimisme Dalam Kehidupan: Qadha dan Qadar Oleh Ust. Arifin Jayadiningrat


Berikut ini link download transkrip kajian Majelis Ahad Pagi di Masjid Raya Pondok Indah bersama Ust Arifin Jayadiningrat dengan tema Optimisme dalam Kehidupan Qadha dan Qadar.

Setiap hari Ahad Pagi, di Masjid berwarna biru yang terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda ini rutin mengadakan kajian dari para Ustadz terkenal di Jakarta, salah satunya adalah Ust Arifin Jayadiningrat yang temanya selalu menarik dan fokus dalam pembangunan akhlak.

Jadwal Kajian Ahad Pagi selama tahun 2018.

Link Transkrip kajian tanggal 4 Maret 2018

https://drive.google.com/file/d/19iRTuRzlolqchbInc-s__3gE4hE53PXI/view?usp=drivesdk

Link Transkrip kajian Tanggal 11 Maret 2018 (belum siap)

Dan berikut link Live YouTube yang saya rekam tadi, namun mohon maaf hasilnya kurang bagus karena miring..๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ namun dari segi suara alhamdulillah bagus…jadi silahkan nikmati audio kajiannya ya…

Selamat Ulang Tahun Hafi โค๏ธ


IMG_20180829_084631

Hari ini Hafidzah atau Hafi (panggilan sayang) istri saya berulang tahun. Teman hidup yang selalu menemani Saya. Tidak ada perayaan, potong kue atau hal spesial yang kami buat untuk merayakan ulang tahun.

Sejak kecil saya dan istri belum pernah merayakan ultah. Sejatinya dengan bertambah umur artinya semakin berkurang jatah umur kita. Maka menurut kami lebih baik kalau digunakan untuk memaknai kehidupan yang sudah dialami dan menjadi refleksi kehidupan selanjutnya agar lebih baik lagi.

Hal spesial yang saya berikan hari ini hanya ucapan Selamat, ungkapan cinta dan ciuman dengan intensitas lebih banyak dari hari yang lain.

Berkenan dengan ungkapan cinta, Saya mengikuti perilaku Nabi Muhammad kepada istrinya Aisyah dimana beliau pernah mengatakan tentang cintanya kepada Aisyah, โ€œWahai Rasulullah, bagaimana rasa cintamu untukku? Beliau bersabda: Cintaku untukmu seperti ikatan tali. Maka akupun bertanya: Ikatan seperti apa itu wahai Rasulullah? Maka beliau menjawab: โ€œSeperti ikatan tali yang takkan pernah lepasโ€. (HR. Abu Nuโ€™aim Al-Asbahani dalam Hilyah Al-Aulia 2/44)

Kepada Hafiku sayang….

Berikut ini harapan dan doa Saya kepada Allah SWT, dzat sumber segala cinta dan kasih sayang.

Semoga engkau kian matang mengarungi bahtera kehidupan, tetap ikhlas menghadapi segala suka dan duka, bersama diriku. Semoga kita lekas diberikan amanah keturunan dari Allah SWT agar kebahagiaan semakin lengkap.

Semoga ikatan kita senantiasa dilanggengkan oleh-Nya dalam suasana kebahagiaan yang penuh kasih sayang, saling mengisi dan saling menguatkan pada setiap derap langkah kehidupan untuk mencapai segala asa dan cita.

Terima kasih atas segala kasih sayang, cinta dan perhatian yang engkau berikan. Saya akan berusaha membahagiakanmu di dunia dan sampai ke akhirat nanti.

โ€œYa Allah, aku memohon kepada-Mu seluruh kebaikan, yang disegerakan (di dunia) maupun yang diakhirkan (di akhirat), yang saya ketahui maupun yang tidak saya ketahui.
Dan aku berlindung kepada-Mu dari seluruh keburukan, yang disegerakan (di dunia) maupun yang diakhirkan (di akhirat), yang saya ketahui maupun yang tidak saya ketahui.
ย 

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan-kebaikan yang pernah dimintakan oleh hamba-Mu dan nabi-Mu Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa salam kepada-Mu.
ย 

Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan-keburukan yang hamba-Mu dan nabi-Mu Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa salam berlindung kepada-Mu darinya.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan segala hal yang mendekatkan kepadanya, baik berupa ucapan maupun perbuatan.
ย 

Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan segala hal yang mendekatkan kepadanya, baik berupa ucapan maupun perbuatan.
ย 

Dan aku memohon kepada-Mu agar menjadikan setiap ketetapan (takdir) yang Engkau tetapkan untukku sebagai (takdir) kebaikan.โ€

View this post on Instagram

Hal spesial yang saya berikan hari di hari bertambahnya umur hanya ucapan selamat dan ungkapan cinta yang dalam. Sejatinya dengan bertambah umur semakin berkurang jatah umur kita. Laik menjadi momentum refleksi kehidupan yang sudah dialami dan resolusi kehidupan selanjutnya agar lebih baik lagi. Semoga engkau kian matang mengarungi bahtera kehidupan, tetap ikhlas menghadapi segala suka dan duka, bersama diriku. Semoga kita lekas diberikan amanah keturunan dari Allah SWT agar kebahagiaan semakin lengkap. Semoga ikatan kita senantiasa dilanggengkan oleh-Nya dalam suasana kebahagiaan yang penuh kasih sayang, saling mengisi dan saling menguatkan pada setiap derap langkah kehidupan untuk mencapai segala asa dan cita. Semoga ikatan tali cinta kita tidak pernah lepas sebagaimana ikatan cinta Rasulullah Muhammad dan Aisyah, ikatan cinta Nabi Ibrahim dan Hajar dan ikatan cinta Nabi Adam dan Hawa. #BlogJumal

A post shared by Jumal Ahmad (@jumalahmad) on

Khutbah Idul Adha: Ujian Cinta Kepada Allah SWT


Dalam jiwa setiap insan ada yang mengajak untuk kebenaran yaitu Jiwa takwa, jiwa yang suci dan ada unsur kotornya namanya Jiwa fujur. Inilah penyebab adanya maksiat karena mengikuti keinginan sendiri yang bertentangan dengan akal.

Pelajaran terbesar dari Nabi Ibrahiim dan keluarganya adalah : kepasrahan dan sikap berserah diri yang total kepada Allah swt, ini digerakkan dengan rasa kecintaan kepada Allah yang melebihi cinta kepada ciptaanNya.

Nabi Ibrahim suritauladan kita, mampu menaklukan nafsunya dengan mentaati perintah Allah swt. Mampu mencintai Allah diatas segalanya, sehingga pasrah , tunduk dan berserah diri total kepada Allah.

Sudahkah kita menjadikan Nabi Ibrahim dan keluarganya sebagai figur kita dalam perilaku sehari hari ?. Inilah rahasia dalam keseharian kita, tidak pernah lepas menyebut nama Nabi Muhammad sallallahu โ€™alaihi wasalam dan Nabi Ibrahim dalam sholat kita pada posisi duduk tasyahud akhir yaitu agar kita mengikuti jejak beliau. Menundukkan nafsu kita kepada Allah. Bukan kita tunduk kepada nafsu ini.

Rasullah sallallahu โ€™alaihi wasalam bersabda ;

“Tidaklah sempurna keimanan seseorang , sampai ia jadikan hawa nafsunya tunduk dan taat kepada semua yang aku bawa ( ajaran Islam )”

Diagnosalah diri kita, apakah sudah sempurna iman kita dengan cara menaklukkan nafsu kita, dan mengikuti apa yang dijelaskan dalam AlQuran dan Hadist. Atau sebaliknya (naudzubillah min dzalik) mengikuti keinginan diri kita dengan mengabaikan aturan Allah swt.

***

Paragraf di atas adalah nukilan dari khutbah Idul Adha oleh Ust Arifin Jayadiningrat, Direktur Islamic Character Development Jakarta, kajian beliau selalu mengajak pendengar untuk deep thinking dan memberikan paradigma baru dalam pembangunan karakter dari Al-Quran dan Hadits.

Maka senang sekali kami bisa men-share khutbah beliau yang sudah diformat dalam bentuk pdf agar bisa dibaca lebih banyak orang. Silahkan unduh di link inidan tuliskan komentarnya di bawah.

Ust Arifin Jayadiningrat rutin mengadakan kajian Akhlak di Masjid Raya Pondok Indah setiap hari Senin jam 09.30 – 11.30 WIB di ruang utama masjid, silahkan hadir.

Berpakainlah [1]



Orang berakal sehat tidak perlu diajarkan untuk berpakaian. Hanya orang gila saja yang membuka auratnya seperti membuka aibnya. 

Kenyataanya banyak yang membuka aibnya sendiri laksana tidak berpakaian, artinya mereka membuka aib orang lain. Karena saat membuka aib orang lain persis membuka aib sendiri. 

Bukan hanya dosa ghibah akan tetapi ghibah itu dibangun diatas pondasi kesombongan !.

Kita paham dengan pesan Nabi Muhammad saw larangan sombong adalah menolak kebenaran dan melihat orang lain lebih rendah dari dirinya”.

Mari kita camkan hadits hadits berikut ini:
ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽูู‘ูŽุณูŽ ุนูŽู†ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูƒูุฑู’ุจูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ูƒูุฑูŽุจู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ู†ูŽูู‘ูŽุณูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูƒูุฑู’ุจูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ูƒูุฑูŽุจู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุณู‘ูŽุฑูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุนู’ุณูุฑู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูŠูŽุณู‘ูŽุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู *ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽุชูŽุฑูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุณูŽุชูŽุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉ*ู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุนูŽูˆู’ู†ู ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ูููŠ ุนูŽูˆู’ู†ู ุฃูŽุฎููŠู‡ู

“Barangsiapa yang meringankan (menghilangkan) kesulitan seorang muslim kesulitan-kesulitan duniawi, maka Allah akan meringankan (menghilangkan) baginya kesulitan di akhirat kelak. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan di dunia, maka Allah akan memudahkan baginya kemudahan (urusan) di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selalu ia menolong saudaranya.โ€ [HR. Tirmidzi]

ู…ูŽู†ู’ ุณูŽุชูŽุฑูŽ ุนูŽูˆู’ุฑูŽุฉูŽ ุฃูŽุฎููŠู‡ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุณูŽุชูŽุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽูˆู’ุฑูŽุชูŽู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุดูŽููŽ ุนูŽูˆู’ุฑูŽุฉูŽ ุฃูŽุฎููŠู‡ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูƒูŽุดูŽููŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽูˆู’ุฑูŽุชูŽู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽูู’ุถูŽุญูŽู‡ู ุจูู‡ูŽุง ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู

“Barang siapa yang menutupi aib saudaranya muslim, Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat, dan barang siapa mengumbar aib saudaranya muslim, maka Allah akan mengumbar aibnya hingga terbukalah kejelekannya di dalam rumahnya*.” (HR. Ibnu Majah)

Sungguh bila kita merasa lebih suci lebih sholeh,  lebih hebat dan melihat orang lain lebih rendah maka lisan ini bergerak membongkar aib orang lain.  Inilah yang dianggap membuka aurat diri sendiri laksan membuka pakaiannya sendiri.

Yang lebih mengerikan dari hadits tadi aib rumah tangga dapat terbongkar di mata banyak orang disebabkan lidah yang suka bicara aib orang lain. Ini balasan dunia, belum balasan akhirat.

Camkan hadits ini yang sungguh membuka mata hati, menggetarkan hati dan menggelengkan kepala akibat rasa takut. 

Dari Muโ€™adz bin Jabal, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,
ู…ูŽู†ู’ ุนูŽูŠู‘ูŽุฑูŽ ุฃูŽุฎูŽุงู‡ู ุจูุฐูŽู†ู’ุจู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู…ูุชู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ูŽู‡ู

โ€œSiapa yang menjelek-jelekkan saudaranya karena suatu dosa, maka ia tidak akan mati kecuali mengamalkan dosa tersebut*.โ€ (HR. Tirmidzi no. 2505)

Inilah jawaban kasus ketika saya ditanya seorang wanita “kenapa suaminya berzina dengan staf kantornya ?”. 

Ternyata dulunya sang suami (sebelum nikah),  saat kuliah di kampus pernah menyebarluaskan aib seorang mahasiswi yang hamil diluar nikah. 

Maka balasan di dunia sebelum wafat ia mengerjakan dosa yang sama. Naudzubillah min dzalik. 
Inilah lidah yang dapat menjerat diri sendiri !! Seperti ancaman hadist tadi.
Mari kita jaga lidah agar kita tetap berpakaian menutup aurat ini. Bila menceritakan aib orang lain maka kita tidak tahu apakah orang yang dibuka aibnya sudah diampuni Allah dosanya?

Bisa saja kesalahannya sudah diampuni Allah sehingga ia dihapuskan dosa dosanya dan menjadi hamba Allah yang sholeh.
Lihatlah sikap Nabi saw saat ada seorang laki laki memberitahukan perbuatan dosanya. Belajarlah dari kasus ini. 

Dalam riwayat  โ€œSeorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw. lalu berkata: 
โ€˜Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah menemukan seorang perempuan di suatu kebun, lalu aku berbuat dengannya segala sesuatu, hanya aku tidak menyetubuhinya, aku menciumnya dan memeluknya dan aku tidak melakukan selain itu, maka lakukanlah terhadapku apa yang engkau mau.โ€™

Maka Rasulullah tidak berkata apa pun kepadanya, lalu orang laki-laki itu pergi. Maka `Umar berkata: *`Sungguh Allah menutupinya, jika ia menutupi perbuatan dirinya.*’

Maka Rasulullah mengarahkan pandangan kepadanya, kemudian berkata: `Kembalikanlah laki laki tadi kepadaku,โ€™ lalu mereka (para sahabat) membawanya kembali ke hadapannya dan beliau membacakan kepadanya

Surat Hud ayat 114 : 

(โ€œDan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang [pagi dan petang] dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan [dosa] perbuatan-perbuatan yang buruk.  Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.โ€
( Surat Hud ayat 114 )

Maka Muโ€™adz berkata, -riwayat lain mengatakan- Umar ” Wahai Rasulullah, apakah (berita ini – surat Hud 114-) hanya untuknya seorang atau untuk semua manusia?โ€™ (maksudnya ayat ini berlaku hanya khusus untuk pemuda tadi apakah juga untuk orang lain). Maka beliau berkata: โ€˜Untuk manusia semuanya.โ€™โ€

Lihatlah bagaimana Allah mengampuni dosa sang pendosa. Dan Rasulullah saw menutupi aib sang pemuda tadi. Meninggalkannya tanpa kata kata. 

Mari kita biasakan menutup aib saudara kita, jangan membongkar aibnya bisa jadi Allah sudah mengampuninya, membersihkannya lalu menutupinya dan ia lebih dicintai Allah kemudian kita membuka aib orang itu, maka akan datang murka Allah, aib atau dosa itu dapat dikembalikan bagi kita yang membongkarnya.

Maka “berpakaianlah” artinya *tutuplah aib orang lain maka Allah akan menutup aib kita dunia dan akhirat*.
๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Motivasi Ramadhan No 2 

Oleh Ust.Arifin Jayadiningrat |Direktur Islamic Character Development-ICD 

Filsafat Hidup



Filsafat hidup manusia adalah untuk beribadah kepada Allah Swt, gerak gerik apapun yang kita lakukan harus dimulai dari Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda, โ€œAmal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.โ€ (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Maka siapa yang bangun di pagi hari dan mengingat Allah maka akan Allah cukupkan, sebagaimana sabda Nabi Saw berikut : “Barang siapa yang bangun di pagi hari dan hanya sibuk memikirkan urusan dunia, sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan 4 penyakit yaitu :

  1. Kebingungan dan kesedihan yang tiada putus-putusnya
  2. Kesibukan yang tak pernah ada habisnya
  3. Kebutuhan yang tidak terpenuhi
  4. Khayalan dan cita-cita yang tidak pernah tercapai” (HR Imam Thabrani)

Maka ketika bangun tidur, jangan tender yang anda ingat tetapi ingatlah Allah Swt, membaca doa yang sudah diajarkan Nabi yaitu ‘Alhamdulillahilladzi Ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilahin nusyuur” (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya lah kami akan kembali) kalaupun tidak bisa, cukup dengan membaca Hamdalah dan mengungkapkan rasa syukur telah diberikan nikmat tidur dan istirahat.

Dalam hidup, sebelum melakukan sesuatu maka kita menentukan tujuannya. Seseorang naik mobil dan ketika memasuki tol tidak mungkin dia bilang tidak punya tujuan mau kemana, atau seorang teman mengajak jalan-jalan, tidak mungkin dia tidak punya tujuan akan diajak kemana kita.

Seorang muslim sebelum melakukan sesuatu sudah terbetik tujuannya. Tujuan itu kepada Allah. Filsafat ini selalu diingatkan Allah Swt dalam membaca surat Al-Fatihah yang dalam satu hari tidak kurang dari 17 kali kita mengulangnya karena satu hari dalam shalat ada 17 rakaat.

Seseorang merasakan sedih, gundah, gulana dan gelisah, sesungguhnya dia seseorang yang lupa tujuan hidup. Maka sebelum berbuat sesuatu maka tanyakanlah saya berbuat untuk siapa?

Sumber:

Resume Kajian Ust Arifin Jayadingrat di Rumah Cinta Quran

Menjadi Manusia Pilihan, Kajian Akhlak ICD MRPI


%d bloggers like this: