Zaitun Ala Indonesia


Beberapa waktu di Madrasah Pertanian, saya mendapatkan satu perubahan mindset yang cukup besar dalam hal penanaman tanaman Alquran, khususnya tanaman Zaitun. 

  • Zaitun bisa tumbuh dengan baik di tanah Indonesia secara umum karena kebutuhan suhu hidup dan tumbuhnya berada di range 7-35 derajat Celcius yang hampir seluruh wilayah berada di suhu tersebut. 
  • Semua bagian Zaitun diberkahi, baik akar, daun dan batang. Semuanya bisa dimanfaatkan. 
  • Daun Zaitun punya banyak kelebihan yang sama dengan buah Zaitun. 
  • Menanam Zaitun bisa dilakukan dalam skala besar atau pun kecil. 
  • Micro Cutting adalah cara pembibitan Zaitun yang cocok di Indonesia yaitu dengan memotong ranting muda pohon zaitun dengan diameter sekitar 0,5 cm atau 4-6 ruas daun untuk menghasilkan tanaman baru. 

Sumber: dari Madrasah Pertanian dan buku WaTaNa (Wana, Tani dan Ternak)  oleh Bapak Muhaimin Iqbal. 

*maaf, posting foto sebelmnya saya hapus karena salah, itu bukan pohon zaitun tapi attin saya ganti dg yang ini

Wisata Alternatif Sungai Cipamingkis


Saya dan istri kemarin meniatkan untuk pergi ke Jonggol, pengen silaturahim ke adik dan sekalian mengadakan shalat subuh berjamaah di Madrasah Filaha tempat adik saya mengajar. 

Selepas shalat Subuh, kami lanjutkan dengan kegiatan dzikir, berbeda dengan tempat lain yang diteruskan dengan zikir, doa dan tausiah. 

Setelah matahari lebih tinggi, saya dan adik mulai berangkat naik motor, saya naik revo dia naik matic yamaha. Sungai ini terletak di desa Sukanegara, Jonggol sekitar 2 km dari Jonggol Farm dengan jalur aspal yang naik turun. 

Kesan pertama ketika di sungai ini sangat bagus, batu batunya sungai berbeda dengan umumnya batu batu sungai yang biasanya. Batunya ada yang memanjang seperti tembok dan bahkan banyak batu yang besar dan luas seperti batu karang. Sungai Cipamingkis dengan batu batu unik ini cocok buat tempat foto dan selfie. 

Pemandangan juga menawan ada pesawahan yang menghijau dan background pegunungan. Pokoknya nyantai disini asyik, paling tidak merasakan sensasi yang berbeda dari tempat tempat wisata lainnya. 

Lokasinya tidak jauh dari Jakarta, hanya 50-an km. Jalan ke lokasi ini selepas belokan dari jalan raya Jonggol Cariu, jalannya terbilang sepi dan beraspal mulus. Jika diteruskan jalan ini bisa tembus ke kota Bunga Puncak, bisa juga ke Sentul atau ke Citereup. 

Tempat ini memang sudah jadi tempat wisata, ya wisata alternative .. murah meriah .. tidak ada tiket, gratis. Hanya butuh biaya dua ribu rupiah untuk parkir motor bagi anda yang naik motor, untuk parkir mobil sementara ini belum ada, mungkin bisa diparkir di atas, di dekat rumah penduduk. 

Selain jasa parkir motor, ada juga beberapa warung yang jual jajanan dan gorengan di tempat ini, kata adik, kalau di hari biasa hanya dua tiga orang, tapi kalau pas hari libur jadi agak ramai. 

Saya, Farhad dan Raihan berenang nyebur sungai, adik dan istri gak ikut, mereka kan akhwat, gak mungkin lah ikut nyebur, mereka hanya lihat kami saja. 

Selain berenang dan selfie, beberapa orang terlihat mencuci motornya di sungai ini.  Wah, multi fungsi ya.. Bisa buat renang, selfie, cuci motor juga… 

Alhamdulillah, senang sekali bisa mengisi liburan bersama keluarga di Jonggol. Semoga apa yang dikerjakan ini bukan senang senang saja tapi ada nilai pahala dari Allah, amiin. 

Ke Jonggol Bersama Keluarga


Setelah adik saya pindah mengajar anak-anak di Kuttab Alfatih ke Jonggol Farm, saya dan keluarga sering menjadikan momen Idul Adha ketemuan bareng di Jonggol. 

Masih ingat, tahun lalu saya dan Jalal masih bujang, yang sudah nikah baru Alfi saja. Sekarang, saya dan Jalal sudah menikah, namun serasa kurang banget karena istri tercinta tidak di sisi.

Tahun lalu, kami ke Jonggol naik motor dan subhanallah cukup lama perjalanan dan bikin bokong panas. 

Alhamdulillah tahun ini ada santri Farhad yang mau antar saya dan keluarga ke Jonggol dengan naik mobil. 

Perjalanan dimulai jam 2 tadi dengan mobil Grand Livina-nya mas Iqbal. Saya, Jalal dan Nisa dibagian belakang, tengah ada Bapak, Ibu, Alfi dan anaknya, Raihan dan terakhir di depan ada Farhad dan mas Iqbal. 

Alhamdulillah sampai di Jonggol Farm jam 4-an. Bapak dan Ibu sepertinya masih merasa capek dari perjalanan kemarin, sampai di Jonggol beliau langsung istirahat lagi. 

Ya Allah, berkahi dan kasihi kedua orang tua kami ini, mereka adalah pintu kami menuju surga-Mu. 

Di Jonggol ada tanaman Alquran yang sedang dicobakan sesuai dengan kondisi tanah di Indonesia, asumsinya, Alquran diturunkan untuk semua umat semua bangsa, maka apa saja yang disampaikan Alquran seperti buah attin dan kurma yang biasa hidup di tanah Arab juga bisa ditanam di selain Arab. 

Berikut beberapa foto tanaman di Filaha. 

Selain tanaman ada juga usaha pemeliharaan kambing qurban disana. Ini foto fotonya. 

Iduladha Di Madrasah Al-Filaha


Hari Iduladha dan tiga hari Tasyriq merupakan hari bersenang-senang kaum muslimin, keluarga dan masyarakat. Hari yang diperintahlan oleh Nabi saw untuk makan, minum, bercampur suami istri dan berzikir. Dari Ibnu Mas’ud bin al Hakam dari ibunya, bahwasanya saat ia sedang di Mina di zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, melihat sekumpulan orang yang berkata dengan suara keras:

Wahai manusia, sesungguhnya ini adalah hari-hari makan, minum, wanita, bercampur suami istri dan dzikir. Dia (ibunya Ibnu Mas’ud bin Al Hakam) bertanya: Siapa itu? Para sahabat menjawab: Ali bin Abi Thalib.

Aktfitias kesenangan yang disebutkan Nabi adalah: Makan, Minum, Bercampur suami istri dan Dzikir. Tetapi secara umum seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Hajar, apapun bentuk kesenangan dan kenyamanan adalah merupakan syariat di hari-hari tersebut. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari,

“Disyariatkannya melapangkan (kesenangan) untuk keluarga pada hari-hari raya dengan berbagai hal yang membuat kenyamanan jiwa, peristirahatan badan dari beban ibadah….
Dan bahwa menampakkan kebahagiaan di hari-hari raya adalah merupakan syiar agama.”

                                                        
Lalu apa yang membuat kamu senang di idul adha ini?  Nyembelih qurban atau nyate bareng..

Beberapa hal yang membuat saya senang hati di Idul Adha ini, Pertama saya mendapatkan kabar bahwa Ust. Arifin Jayadiningrat yang sedang menjadi pembimbing haji Travel BMW dan jamaahnya aman disana dan tidak mengalami kecelakaan apapun seperti yang ramai diberitakan media elektronik.

Kedua, saya bisa berkumpul bersama keluarga di Jonggol Farm/ Madrasah Filaha. Sebelumnya saya kasih tahu dulu deh, dimana itu Jonggol dan apa itu Madrasah Filaha. Jonggol adalah nama sebuah kecamatan di Bogor yang kalau diukur dari Jakarta, letak Jonggol memang sangat jauh, daerahnya pun masih banyak pedesaan karena memang masih banyak tanah tanah kosong, masih banyak kebun, masih banyak sawah, bukit bukit hijau dan rumah pun masih jarang.

Madrasah Filaha adalah tempat pelatihan, pendidikan dan coaching bagi siapa saja yang ingin terjun di dunia pertanian dengan landasan ilmu yang benar. Tempat pendidikan sudah dilengkapi dengan fasilitas yang dibutuhkan seperti kebun percobaan, kebun skala komersial, lahan gembalaan dan laboratorium pembibitan. Kurikulum Madrasah Alfilaha menggunakan kitab karangan ulama berjudul Kitab Al-Filaaha karya Ibnu Awwam dan juga teknologi pertanian mutakhir.

Dua hal di atas sudah cukup bikin saya senang dan tenang karena orang orang yang saya sayangi berada dalam lindungan Allah swt.

Lebaran Haji tahun ini saya merayakan Iduladha bersama Bapak, Ibu dan adik karena keponakan atau anak adik saya akan berqurban di Jonggol Farm dan mendapat amanah untuk menjadi ustadz di tempat ini.

Ada 12 kambing dan 1 sapi yang diqurbankan. Alhamdulillah saya berkesempatan menyembelih satu kambing, ini pengalaman pertama saya menyembelih hewan qurban. Alhamdulillah gak mengecewakan. Dading yang di qurban akan dibagikan ke santri Filaha dan masyarakat sekitar.

Ada satu hal yang bikin hati saya sedih ketika mestinya kami bersenang senang bersama keluarga, Ibu saya sakit selama di Jonggol Farm padahal cuaca di rumah lebih dingin darisini, dan nuansa alamnya hampir sama dengan rumah di Magelang, ternyata beliau masuk angin karena waktu ke Jakarta beberapa hari yang lalu, beliau tidak memakai jaket penghangat ketika di bus yang ber AC.

Beliau sudah minum obat dan sudah agak baikan kesehatannya dan semalam juga sudah saya kerok. Semoga beliau lekas sembuh dan diberi kesehatan oleh Allah swt.

Ini pengalaman saya Idul Adha bersama keluarga. Terima kasih berkenan mampir ke blog sederhana ini.🙏

Shalat Ied di Jonggol


Jam empat pagi saya bangun, masih terdengar sayup-sayup suara takbir terdengar merdu dari tempat saya istirahat. Saya jadi ingat kalo pagi ini shalat Ied dilaksanakan lebih cepat daripada shalat idul fitri, karenanya saya segera mandi dan persiapan shalat Tahajud mumpung masih ada waktu beberapa menit sebelum shalat subuh datang.

Shalat Subuh saya laksanakan di Masjid Madrasah Al-Filaha yang bentuknya sangat elegan yang disamping kiri dan kanannya gak ada dindingnya, terasa sejuk sekali shalat di tempat ini.

Continue reading

Perjalanan Ke Jonggol Farm


Siapa yang gak kenal dengan Jonggol…sejak tempat ini masuk di lirik lagu salah satu pendatang dangdut, Trio Ubur Ubur. Nama Jonggol menjadi terkenal di lidah anak anak sampai dewasa. Dan sore ini saya dan adik bersama naik motor menuju salah satu daerah di Jonggol yang bernama Jonggol Farm.

Jonggol adalah nama sebuah kecamatan di Bogor yang kalau diukur dari Jakarta, letak Jonggol memang sangat jauh, daerahnya pun masih banyak pedesaan karena memang masih banyak tanah tanah kosong, masih banyak kebun, masih banyak sawah, bukit bukit hijau dan rumah pun masih jarang.
Continue reading

%d bloggers like this: