Istriku Bidadariku


IMG_20180829_084631

Kalau saya ditanya siapakah bidadari dalam hidup? Saya jawab dengan mantap dialah istriku.

Istriku bidadariku

Dia mau menemani saya hidup di Jakarta yang dikenal kota yang keras, memulai kehidupan dari nol, dari sebuah kontrakan kecil dan kendaraan sepeda ontel. Padahal lulusan univeritas ternama di Solo dan sudah bergaji mapan di Grabak.

Istriku bidadariku

Dia teman dan partner hidup saat suka dan duka. Menjadi ibu bagi anak-anak saya kelak dan menjadi manajer keuangan yang handal dalam keluarga. Gaji saya sebagai asisten hanya sedikit. Tapi insya Allah istri mampu mengelola gaji saya dengan baik.

Istriku bidadariku

Tak sepatah katapun saya mendengar ia mengeluh. Mau menerima apa adanya hidup ini. Katanya bahagia itu sederhana, tergantung kita bagaimana mensyukurinya. Bila kita bersyukur, maka akan ditambah nikmat itu.
Istriku bidadariku

Dibalik suami yang sukses ada istri setia yang menemani. Insya Allah dia selalu setia menemani dalam perjalanan karir dan hidup saya. Tanpa dukungan penuh darinya mustahil saya bisa berdiri tegak nanti.

Istriku bidadariku

Kesuksesan tidak datang sendirian. Istrilah yang menemani hari-hari agar bermanfaat buat orang banyak. Istriklah yang memberi saran dan masukan bila ada masalah menerpa diri.

Istriku bidadariku

Izinkan saya terus menyayangimu. Meskipun ada saja wanita lain menggoda hati. Namun dirimu tetap di hati.

Istriku bidadariku

Masakanmu adalah masakan terlezat yang ada di dunia. Di tanganmu, semua resep masakan serasa nikmat karena engkau menambahnya dengan bumbu “cinta dan kasih sayang” yang tulus untuk suami.

Semoga cinta kita tak kalah mesra dengan kisah nyata “Ainun dan Habibie”. Kisah kita pasti lebih indah dari kisah mereka. Hanya saja, belum ada sutradara yang pandai memvisualisasikan kisah cinta kita.

Istriku bidadariku

Semoga Allah selalu memberi engkau kesehatan dan terus bersama saya dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. I love you my wife.

*Ditulis di kontrakan Cinta di hari pertama kami tinggal.

Perjalanan Menjemput Bidadari 


IMG_20180829_084631

Jam 1 siang waktu jonggol, saya dan bapak sudah siap diantar adik ke terminal Cileungsi. Saya mau pulang ke Magelang menjemput istri tercinta.

Awalnya mau naik bus Murni Jaya dari Cibarusak turun di Purworejo, biayanya 135 ribu, lalu saya bandingkan dengan harga bus langganan saya, Sinar Jaya, ternyata lebih murah dan terpaut banyak, SJ hanya 98 ribu dan ber AC.

Jam 5.30 sore, bus mulai berangkat…

Alhamdulillah sudah ada kontrakan kecil untuk kami membina keluarga bahagia, di Gang Bambu Ampel, Jl.  Moh Kahfi 2 Jagakarsa Jaksel. Letaknya agak masuk barengan sama abang abang yang jualan es cendol, es puter, buah potong dan lain lain.

Bukan masalah dimana kita tinggal dan dengan apa kita berkendara, tapi sejauh mana kita mensyukurinya.

Perjalanan jauh atau sampai pada tahapan mencari nafkah yang dirasa berat jika dilaksanakan dengan bahagia dan ikhlas akan terasa mudah dan menyenangkan…

Allahumma yassir umuurii – Ya Allah mudahkanlah urusanku..

Menemani perjalanan ini, di bus Sinar Jaya, saya coba tuliskan beberapa bait puisi karya mbak Ita Setiawati di akun tumblr-nya karena puisi itu indah. 

  • Kau harus menjadi rumah yang nyaman bagi seseorang.  Agar ia tak lupa untuk pulang meski sejauh apapun hatinya merantau.
  • Tak menyapa bukan berarti tak peduli. Tak terlihat bukan berarti tak ada. Aku bersuara dalam doa tanpa kau dengar. Aku selalu ada tanpa kau lihat. Tak perlu kujelaskan seberapa besar rasa peduliku. Tuhan lebih tahu bagaiaman ku mendoakanmu.
  • Dengarkan aku baik baik. Aku pergi agar kamu menjadi yang lebih baik. Tapi jika kini kamu pergi, kamu bukan yang terbaik.
  • Semoga kau faham bahwa ketika seseorang memberikan hatinya, itu bukan cuma cuma. Kau harus menjaganya.
  • Jangan hanya ingin menjadi masa depan seseorang, namun tak hendak menemaninya berproses kesana. Tenang saja. Tidak semua proses dipenuhi kesusahan beberapa justru tetap bahagia hanya karena mampu bersama.

Jam 05 pagi, sampai di terminal Purworejo, terminal kecil tapi cukup ramai, dari sini gak jauh ke Magelang, naik bus lagi ongkos cuma 10 ribu-an.

Sampai terminal Tidar Magelang saya langsung pindah bus jurusan Secang dengan ongkos 5 ribu-an lanjut naik angkot jurusan Grabag.

Tujuan saya di perumahan Sekar Langit, disitu istri saya tinggal bersama kakak kandungnya.

Alhamdulillah tujuan dan niatan saya sampai dengan aman dan selamat, ini tidak lain karena perlindungan dari Allah subhanahu wa ta’ala dan taufiq-Nya.

Menjemput Bidadari


IMG_20180829_084631

Nabi Muhammad Saw bersandar;

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

“Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya”

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam bermuamalah dengan keluargaku.”

Muhammad bin Ali Asy-Syaukani rahimahullah menjelaskan hadits,

في ذلك تنبيه على أعلى الناس رتبة في الخير وأحقهم بالاتصاف به هو من كان خير الناس لأهله، فإن الأهل هم الأحقاء بالبشر وحسن الخلق والإحسان وجلب النفع ودفع الضر، فإذا كان الرجل كذلك فهو خير الناس وإن كان على العكس من ذلك فهو في الجانب الآخر من الشر،

وكثيرا ما يقع الناس في هذه الورطة، فترى الرجل إذا لقي أهله كان أسوأ الناس أخلاقا وأشجعهم نفسا وأقلهم خيرا، وإذا لقي غير الأهل من الأجانب لانت عريكته وانبسطت أخلاقه وجادت نفسه وكثر خيره، ولا شك أن من كان كذلك فهو محروم التوفيق زائغ عن سواء الطريق، نسأل الله السلامة

“Pada hadits ini terdapat peringatan bahwa orang yang pailng tinggi kebaikannya tertinggi dan yang paling berhak untuk disifati dengan kebaikan adalah orang yang terbaik bagi istrinya. 

Karena istri adalah orang yang berhak untuk mendapatkan perlakuan mulia, akhlak yang baik, perbuatan baik, pemberian manfaat dan penolakan mudharat.

 Jika seorang lelaki bersikap demikian maka dia adalah orang yang terbaik, namun jika keadaannya adalah sebaliknya maka dia telah berada di sisi yang lain yaitu sisi keburukan.

Banyak orang yang terjatuh dalam kesalahan ini, engkau melihat seorang pria jika bertemu dengan istrinya maka ia adalah orang yang terburuk akhlaknya, paling pelit, dan yang paling sedikit kebaikannya. 

Namun jika ia bertemu dengan orang lain, maka ia akan bersikap lemah lembut, berakhlak mulia, hilang rasa pelitnya, dan banyak kebaikan yang dilakukannya. 

Tidak diragukan lagi barangsiapa yang demikian kondisinya maka ia telah terhalang dari taufik (petunjuk) Allah dan telah menyimpang dari jalan yang lurus. Kita memohon keselamatan kepada Allah.”

2 bulan saya dan istri LDR-an dengan alasan saya belum menyiapkan kontrakan kecil untuk kami berdua selain saya juga masih harus bantu bantu Ust Arifin Jayadiningrat.

Dan istri pun masih mengajar di SMA I’tisham di Grabak, dan alhamdulillah awal bulan ini baru selesai mengajar dan sudah selesai bikin laporan.

Alhamdulillah, sudah siap ‘kontrakan cinta’ milik kami, beberapa hari sebelum ke Jonggol saya penuhi perabotan kontrakan yang harus ada.

Sore ini saya akan pulang ke Grabak menjemput ‘bidadari’ saya. Dan insya Allah di hari Sabtu saya ajak ke Jakarta.

Di Jakarta, beliau akan menemani saya membantu Ust Arifin Jayadiningrat di ICD dan APB yang dipimpin Ust Arifin Jayadiningrat  dan Bimbel CintaQu di Bintaro.

Semoga urusan kami dimudahkan dan kelak menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah dan saya bisa menjadi suami yang baik untuk istri.

Jumal Ahmad ♥ Hafidzah

Data Yang Mengkhawatirkan Kita Dan Menggembirakan Iblis


image

Tingkat Perceraian di Indonesia

Tahukah ttg data bhw tingkat perceraian tiap tahun naik lebih dari 300 ribu pasang ?

http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/11/14/nf0ij7-tingkat-perceraian-indonesia-meningkat-setiap-tahun-ini-datanya
Continue reading

%d bloggers like this: