Lebih Penting Dari Khatam Al-Quran


quran

Jangan kau beritahu orang lain, berapa juz kamu hapal dan berapa kali kamu khatam membaca al-Quran. Biarkan mereka melihat al-Quran pada dirimu.

Berilah makan orang yang kelaparan, kasihilah anak yatim, maafkanlah orang yang salah, ajarilah yang tidak tahu, berbaktilah pada orang tuamu, teruslah bersilaturrahim, tersenyumlah buat semua orang, dst.

Yg penting bukan seberapa banyak kamu membaca dan menghapal al-Quran.

Teruslah membaca dan menghapal al-Quran, tapi ingat yg lebih penting adalah, seberapa banyak al-Quran ada padamu.

Apa yang penting bukanlah sebanyak apa capaianmu dalam Al-Quran, tapi sedalam apa Al-Quran mencapai sanubarimu.

Ramadan identik dengan bulan amal dan ibadah, bukan hanya ibadah yang bersifat spiritual saja, tapi juga horisontal antara manusia, tidak kalah banyak pahalanya, membantu orang lain dan membuat orang lain gembira.

Makna tersirat dari ibadah puasa adalah ikut merasakan kehidupan orang lain yang tidak berkecukupan, sakit, pedih dan berbagai macam kesusahan hidup yang dihadapi orang lain.

Menguatkan hal ini saya tersentuh dengan lagu Maher Zain yang dirilis Awakening di awal Ramadan ini, salah satu lagu terbarunya bertemakan Kun Rahma, jadilah orang yang penuh kasih sayang.

Salah satu liriknya berbunyi

Fii rahmatil insaan nastalhimun ihsan

Warrahimuunal muhsinuuna yarhamuhumur rahmaan

Dengan berbuat baik kepada orang lain, kita belajar menjadi manusia sebenarnya

Orang yang berkasih sayang akan mendapatkan balasan kasih sayang Ar-Rahman

Belajar Transformasi Dari Dr. Abdulgani, MA


Transformasi adalah melakukan sesuatu terhadap seluruh unsur dan elemen penting perusahaan, yang nantinya akan menentukan perusahaan itu bisa berkembang secara menguntungkan dan berkelanjutan ke depannya.

Artinya, bukan berarti kalau ada masalah ini selesaikan, ada masalah ini selesaikan, yang kurang ditingkatkan, tidak. Yang pertama itu disebutnya problem solving. Kalau sekedar problem solving, kadang-kadang kita lupa melihat apa yang sebenarnya terjadi atau kesempatan apa yang sebetulnya terbuka.

Kedua, kalau hanya meningkatkan ini, ini, dan ini, atau kita merasa wah produktivitasnya rendah, lalu kita perbaiki, itu bukan transformasi namanya. Itu improvement atau sering disebut juga incrementalizm. Semua harus ditingkatkan tapi tidak jelas arahnya ke mana.

Sementara dalam transformasi, kita harus mengetahui dengan jelas bahwa kondisinya seperti ini, kita arahkan supaya perusahaan kita berkembang, menang dalam berkompetisi, dan menguntungkan. Pilar-pilar pokoknya itu harus dibenahi. Itulah transformasi.

kapan pentingya bertransformasi? 

Setelah kita lihat kondisi perusahaan kita bagaimana. Satu, kinerjanya. Misalnya, biasanya perusahaan kita tumbuh 15%, ternyata sekarang cuma 10%. Jadi ada yang salah di situ.

Kedua, kita memproduksi barang atau membuat bisnis dalam satu bidang, yang ternyata tidak hanya kita pemainnya sekarang. Banyak yang ikutan dan membuat hal-hal baru.

Ketiga, melihat perubahan yang terjadi, seperti tren perekonomiannya seperti apa. Itulah, bagaimana kita melihat apakah kita harus melakukan transformasi atau tidak.

Apa makna leadership?

Satu, kepemimpinan menjadi CEO. Definisi kepemimpinan itu simpel saja, yaitu membuat segala sesuatu terjadi. Bukan soal wewenang. Wewenang kalau tidak digunakan, enggak terjadi apa-apa. Kalau dirut kerjaannya duduk saja, padahal dia punya wewenang, ya tidak akan terjadi apa-apa. Yang menggunakan wewenang dan membuat sesuatu terjadi, itulah leadership.

 
Dia harus menggerakkan semua orang dalam perusahaan. Tidak hanya dari dirinya, tapi juga semua orang, pimpinan-pimpinan dari yang paling tinggi sampai yang paling bawah, semuanya harus memiliki leadership agar eksekusinya dapat berjalan.

Semua level pimpinan (dirut, direktur, kepala divisi, manajer, kepala bagian, kepala seksi), semuanya harus mengamalkan fungsi leadership. Kalau mereka belum punya leadership, maka mereka harus disiapkan untuk memiliki itu. Caranya dengan di-train/di–drive. Tanpa itu, eksekusinya tidak terjadi.

Waktu saya masuk, selama itu Garuda diset untuk melayani semua orang. Namanya Garuda For All. Saya bilang ini tidak bisa lagi diterapkan sekarang. Harga tiketnya saja mahal. Garuda tidak bisa bikin itu turun karena Garuda punya kelebihan dibandingkan dengan airline lainnya. Pesawatnya bagus, layanannya bagus, dan dia terbang tepat waktu.

Saya bilang, Garuda fokus kepada middle up. Begitu diubah, hasilnya bagus. Begitu saya berhenti di Garuda, CEO yang baru mengembalikan lagi ke kondisi semula. (Garuda harus melayani semua orang). Akhirnya bangkrut lagi. Terpaksa saya harus kembali lagi ke sana untuk mentransformasi Garuda ke prinsip semula.

Apa konsep yang Anda terapkan dulu ke tubuh Garuda?

Ada istilah konseptual, sistematis, bertahap, dan konsisten. Apalagi perusahaan-perusahaan yang besar seperti ini masalahnya kompleks, tidak sederhana. Pertama kita harus pelajari masalahnya secara detail sehingga kita tahu betul apa sesungguhnya yang dibutuhkan masyarakat. Itu namanya konseptual.

 
Saya kasih Anda contoh, kalau suatu perusahaan merugi, artinya pendapatannya lebih rendah daripada biaya yang dikeluarkan. Secara umum apa yang biasanya dilakukan orang kalau hal ini terjadi? Biasanya mereka akan berpikir dari biayanya. Biayanya harus ditekan atau dikurangi agar sesuai dengan pendapatan.

Nah, untuk penerbangan, itu salah. Itu yang dilakukan manajemen sebelumnya. Dia kurangi biaya, akibatnya kualitas layanan semakin turun, penumpang pun semakin turun. Bukannya tambah baik, malah tambah rugi. Jadi apa yang harus dilakukan? Karena konsepnya layanan, maka kualitas layanannya harus kita perbaiki agar orang naik pesawat.

Jadi dari cost efficiency menjadi cost effectiveness. Bukan menghambur-hamburkan biaya, tapi yang efektif agar bisa memelihara dan meningkatkan kualitas layanan. Itu namanya konseptual. Jadi tidak asal menemukan solusi yang umum, tapi harus betul-betul yang menjawab.

Itu baru satu aspek. Ada juga yang lainnya. Tangan kita kan ada dua. Berarti kita tidak bisa pegang semuanya. Di situ kita tahu mana yang prioritas dan harus didahulukan. pengerjaannya bertahap. Sehingga itu tertangani. Tidak sekaligus semua. Pada waktu kita menyelesaikan ini, ini, dan ini, maka kita tidak boleh hanya melihat yang ini saja. Tetap kerangka umumnya menjadi kesatuan. Itu sistematis.

 
Jadi konseptual, sistematis, bertahap. Karena bertahap, maka kita harus konsisten memelihara prinsipnya. Jangan berubah seenaknya. Kalau berubah, kacau lagi semuanya. Itu harus dikerjakan dalam proses transformasi dari awal sampai akhir sehingga betul-betul sesuai dengan apa yang kita mau.

 
Sumber: Situs internet yang menampilkan wawancara dg bapak Abdulgani, beberapa ilmu di atas juga saya dapatkan ketika wawancara untuk persiapan seminar nasional pembangunan Islamic Entrepreneurship di Pusdiklat Kemensos 30 April lalu.

Melek Politik


Hari ini Donald Trumph resmi dilantik jadi Presiden US. Rakyat Amerika bergejolak, banyak penentang, banyak tidak suka karena track record Trumph yang kurang baik.

Tapi mau apa lagi. Trumph terpilih secara konstitusional. Pelantikannya tidak bisa dibatalkan. 

Rakyat Amerika baru merasakan, akibat “cueknya” mereka terhadap politik nasional. Partisipasi Pemilu yang rendah, hingga “unwanted person” pun terpilih.

Pelajaran buat kita…jangan cuek sama politik, jangan apriori…jangan termakan oleh statement “Politik itu kotor”, orang-orang baik tidak boleh berpolitik. Jangan campur adukkan politik dan agama. Ulama, ustadz sebaiknya tidak berpolitik. Salah besar !

Orang-orang baik, sholih, santun dan capable harus turun berpolitik. Benahi negeri ini. Benahi kota anda masing-masing. Jika tidak, maka orang-orang jahat, orang-orang tamak dan rakus, para koruptor penjual aset negara, orang-orang bermoral rendah yang akan berkuasa. Anda mau ??? Pasti tidak!

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
(Qs. Ar-Ra’du  13 : 11)
  

Abu Hurairah ra.Menjelaskan,Rosulullah Saw.Bersabda : Sultan(Raja/presiden) adalah Naungan(wali)Allah yang Ada di bumi.Ia menjadi tempat berlindung bagi Orang yang Lemah,dan padanya orang Teraniaya meminta pertolongan. Barangsiapa Memuliakan Sultan Allah didunia Ini,Pastilah Allah akan Memuliakannya kelak pada hari Kiamat. (HR.Ibnu Najar)  

Pemimpin yang disukai Allah swt adalah pemimpin yang adil, bijaksana, melindungi, membela yang lemah dan teraniaya. 

Mari terlibat dalam setiap proses perubahan negeri ini ke arah lebih baik !!!

Zaitun Ala Indonesia


Beberapa waktu di Madrasah Pertanian, saya mendapatkan satu perubahan mindset yang cukup besar dalam hal penanaman tanaman Alquran, khususnya tanaman Zaitun. 

  • Zaitun bisa tumbuh dengan baik di tanah Indonesia secara umum karena kebutuhan suhu hidup dan tumbuhnya berada di range 7-35 derajat Celcius yang hampir seluruh wilayah berada di suhu tersebut. 
  • Semua bagian Zaitun diberkahi, baik akar, daun dan batang. Semuanya bisa dimanfaatkan. 
  • Daun Zaitun punya banyak kelebihan yang sama dengan buah Zaitun. 
  • Menanam Zaitun bisa dilakukan dalam skala besar atau pun kecil. 
  • Micro Cutting adalah cara pembibitan Zaitun yang cocok di Indonesia yaitu dengan memotong ranting muda pohon zaitun dengan diameter sekitar 0,5 cm atau 4-6 ruas daun untuk menghasilkan tanaman baru. 

Sumber: dari Madrasah Pertanian dan buku WaTaNa (Wana, Tani dan Ternak)  oleh Bapak Muhaimin Iqbal. 

*maaf, posting foto sebelmnya saya hapus karena salah, itu bukan pohon zaitun tapi attin saya ganti dg yang ini

Istriku Bidadariku


IMG_20180829_084631

Kalau saya ditanya siapakah bidadari dalam hidup? Saya jawab dengan mantap dialah istriku.

Istriku bidadariku

Dia mau menemani saya hidup di Jakarta yang dikenal kota yang keras, memulai kehidupan dari nol, dari sebuah kontrakan kecil dan kendaraan sepeda ontel. Padahal lulusan univeritas ternama di Solo dan sudah bergaji mapan di Grabak.

Istriku bidadariku

Dia teman dan partner hidup saat suka dan duka. Menjadi ibu bagi anak-anak saya kelak dan menjadi manajer keuangan yang handal dalam keluarga. Gaji saya sebagai asisten hanya sedikit. Tapi insya Allah istri mampu mengelola gaji saya dengan baik.

Istriku bidadariku

Tak sepatah katapun saya mendengar ia mengeluh. Mau menerima apa adanya hidup ini. Katanya bahagia itu sederhana, tergantung kita bagaimana mensyukurinya. Bila kita bersyukur, maka akan ditambah nikmat itu.
Istriku bidadariku

Dibalik suami yang sukses ada istri setia yang menemani. Insya Allah dia selalu setia menemani dalam perjalanan karir dan hidup saya. Tanpa dukungan penuh darinya mustahil saya bisa berdiri tegak nanti.

Istriku bidadariku

Kesuksesan tidak datang sendirian. Istrilah yang menemani hari-hari agar bermanfaat buat orang banyak. Istriklah yang memberi saran dan masukan bila ada masalah menerpa diri.

Istriku bidadariku

Izinkan saya terus menyayangimu. Meskipun ada saja wanita lain menggoda hati. Namun dirimu tetap di hati.

Istriku bidadariku

Masakanmu adalah masakan terlezat yang ada di dunia. Di tanganmu, semua resep masakan serasa nikmat karena engkau menambahnya dengan bumbu “cinta dan kasih sayang” yang tulus untuk suami.

Semoga cinta kita tak kalah mesra dengan kisah nyata “Ainun dan Habibie”. Kisah kita pasti lebih indah dari kisah mereka. Hanya saja, belum ada sutradara yang pandai memvisualisasikan kisah cinta kita.

Istriku bidadariku

Semoga Allah selalu memberi engkau kesehatan dan terus bersama saya dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. I love you my wife.

*Ditulis di kontrakan Cinta di hari pertama kami tinggal.

Perjalanan Menjemput Bidadari 


IMG_20180829_084631

Jam 1 siang waktu jonggol, saya dan bapak sudah siap diantar adik ke terminal Cileungsi. Saya mau pulang ke Magelang menjemput istri tercinta.

Awalnya mau naik bus Murni Jaya dari Cibarusak turun di Purworejo, biayanya 135 ribu, lalu saya bandingkan dengan harga bus langganan saya, Sinar Jaya, ternyata lebih murah dan terpaut banyak, SJ hanya 98 ribu dan ber AC.

Jam 5.30 sore, bus mulai berangkat…

Alhamdulillah sudah ada kontrakan kecil untuk kami membina keluarga bahagia, di Gang Bambu Ampel, Jl.  Moh Kahfi 2 Jagakarsa Jaksel. Letaknya agak masuk barengan sama abang abang yang jualan es cendol, es puter, buah potong dan lain lain.

Bukan masalah dimana kita tinggal dan dengan apa kita berkendara, tapi sejauh mana kita mensyukurinya.

Perjalanan jauh atau sampai pada tahapan mencari nafkah yang dirasa berat jika dilaksanakan dengan bahagia dan ikhlas akan terasa mudah dan menyenangkan…

Allahumma yassir umuurii – Ya Allah mudahkanlah urusanku..

Menemani perjalanan ini, di bus Sinar Jaya, saya coba tuliskan beberapa bait puisi karya mbak Ita Setiawati di akun tumblr-nya karena puisi itu indah. 

  • Kau harus menjadi rumah yang nyaman bagi seseorang.  Agar ia tak lupa untuk pulang meski sejauh apapun hatinya merantau.
  • Tak menyapa bukan berarti tak peduli. Tak terlihat bukan berarti tak ada. Aku bersuara dalam doa tanpa kau dengar. Aku selalu ada tanpa kau lihat. Tak perlu kujelaskan seberapa besar rasa peduliku. Tuhan lebih tahu bagaiaman ku mendoakanmu.
  • Dengarkan aku baik baik. Aku pergi agar kamu menjadi yang lebih baik. Tapi jika kini kamu pergi, kamu bukan yang terbaik.
  • Semoga kau faham bahwa ketika seseorang memberikan hatinya, itu bukan cuma cuma. Kau harus menjaganya.
  • Jangan hanya ingin menjadi masa depan seseorang, namun tak hendak menemaninya berproses kesana. Tenang saja. Tidak semua proses dipenuhi kesusahan beberapa justru tetap bahagia hanya karena mampu bersama.

Jam 05 pagi, sampai di terminal Purworejo, terminal kecil tapi cukup ramai, dari sini gak jauh ke Magelang, naik bus lagi ongkos cuma 10 ribu-an.

Sampai terminal Tidar Magelang saya langsung pindah bus jurusan Secang dengan ongkos 5 ribu-an lanjut naik angkot jurusan Grabag.

Tujuan saya di perumahan Sekar Langit, disitu istri saya tinggal bersama kakak kandungnya.

Alhamdulillah tujuan dan niatan saya sampai dengan aman dan selamat, ini tidak lain karena perlindungan dari Allah subhanahu wa ta’ala dan taufiq-Nya.

Menjemput Bidadari


IMG_20180829_084631

Nabi Muhammad Saw bersandar;

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

“Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya”

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam bermuamalah dengan keluargaku.”

Muhammad bin Ali Asy-Syaukani rahimahullah menjelaskan hadits,

في ذلك تنبيه على أعلى الناس رتبة في الخير وأحقهم بالاتصاف به هو من كان خير الناس لأهله، فإن الأهل هم الأحقاء بالبشر وحسن الخلق والإحسان وجلب النفع ودفع الضر، فإذا كان الرجل كذلك فهو خير الناس وإن كان على العكس من ذلك فهو في الجانب الآخر من الشر،

وكثيرا ما يقع الناس في هذه الورطة، فترى الرجل إذا لقي أهله كان أسوأ الناس أخلاقا وأشجعهم نفسا وأقلهم خيرا، وإذا لقي غير الأهل من الأجانب لانت عريكته وانبسطت أخلاقه وجادت نفسه وكثر خيره، ولا شك أن من كان كذلك فهو محروم التوفيق زائغ عن سواء الطريق، نسأل الله السلامة

“Pada hadits ini terdapat peringatan bahwa orang yang pailng tinggi kebaikannya tertinggi dan yang paling berhak untuk disifati dengan kebaikan adalah orang yang terbaik bagi istrinya. 

Karena istri adalah orang yang berhak untuk mendapatkan perlakuan mulia, akhlak yang baik, perbuatan baik, pemberian manfaat dan penolakan mudharat.

 Jika seorang lelaki bersikap demikian maka dia adalah orang yang terbaik, namun jika keadaannya adalah sebaliknya maka dia telah berada di sisi yang lain yaitu sisi keburukan.

Banyak orang yang terjatuh dalam kesalahan ini, engkau melihat seorang pria jika bertemu dengan istrinya maka ia adalah orang yang terburuk akhlaknya, paling pelit, dan yang paling sedikit kebaikannya. 

Namun jika ia bertemu dengan orang lain, maka ia akan bersikap lemah lembut, berakhlak mulia, hilang rasa pelitnya, dan banyak kebaikan yang dilakukannya. 

Tidak diragukan lagi barangsiapa yang demikian kondisinya maka ia telah terhalang dari taufik (petunjuk) Allah dan telah menyimpang dari jalan yang lurus. Kita memohon keselamatan kepada Allah.”

2 bulan saya dan istri LDR-an dengan alasan saya belum menyiapkan kontrakan kecil untuk kami berdua selain saya juga masih harus bantu bantu Ust Arifin Jayadiningrat.

Dan istri pun masih mengajar di SMA I’tisham di Grabak, dan alhamdulillah awal bulan ini baru selesai mengajar dan sudah selesai bikin laporan.

Alhamdulillah, sudah siap ‘kontrakan cinta’ milik kami, beberapa hari sebelum ke Jonggol saya penuhi perabotan kontrakan yang harus ada.

Sore ini saya akan pulang ke Grabak menjemput ‘bidadari’ saya. Dan insya Allah di hari Sabtu saya ajak ke Jakarta.

Di Jakarta, beliau akan menemani saya membantu Ust Arifin Jayadiningrat di ICD dan APB yang dipimpin Ust Arifin Jayadiningrat  dan Bimbel CintaQu di Bintaro.

Semoga urusan kami dimudahkan dan kelak menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah dan saya bisa menjadi suami yang baik untuk istri.

Jumal Ahmad ♥ Hafidzah

%d bloggers like this: