Dunia Dan Akhirat


dunia akhiratAllah SWT membagi kehidupan menjadi dua bagian, yakni kehidupan dunia dan akhirat. Apa yang dilakukan manusia di dunia akan berdampak dalam kehidupan akhirat, enak dan tidaknya kehidupan seseorang di akhirat sangat bergantung pada bagaimana ia menjalani kehidupan di dunia ini. Manakala manusia beriman dan beramal saleh dalam kehidupan di dunia, ia pun akan mendapatkan kenikmatan dalam kehidupan di akhirat. Karena itu, ketika seseorang berorientasi memperoleh kebahagiaan dalam kehidupan di akhirat, maka ia akan menjalani kehidupan di dunia ini dengan sebaik-baiknya sebagaimana yang ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Continue reading

Resolusi Ramadhan


Kesibukan mengurusi ornamen-ornamen kehidupan yang begitu gemerlap, sering tidak menyisakan waktu secuil pun untuk sekedar merenung dan muhasabah. Bahkan untuk merenungi Al-Quran yang menjadi jantung hidup kita sebagai muslim pun sudah demikian terpinggirkan.

Sebagai hamba Allah swt kita wajib melakukan perubahan dan peningkatan kualitas ibadah. Jika bulan kita sudah mampu secara konsisten melakukan puasa Senin-Kamis, di bulan besok mulai membiasakan diri shalat malam. Bulan ini kita sudah mampu membaca doa dan dzikir pagi dan petang, di bulan berikutnya mulai membiasakan diri dengan dzikir-dzikir lain. Sedikit, namun merambat ke level lebih baik secara pasti.

Ini sebagian resolusi saya setelah Ramadhan ini agar ada perubahan signifikan dalam ibadah, ilmu dan interaksi dengan orang lain sampai ke Ramadhan berikutnya.

Ya Allah sungguh aku mohon pada-Mu cinta-Mu dan cinta orang yang mencintai-Mu, dan amalan yang menyampaikanku pada cinta-Mu.

Ya Allah ampunilah aku dari dosa yang telah berlalu dan yang akan datang, yang kusembunyikan dan yang kutampakkan. Engkau Dzat yang Maha Awal dan Akhir dan Engkau Maha kuasa atas segala sesuatu.

Metodologi Pendidikan Ibadah Pada Anak


metode pendidikan ibadah pada anakAnak-anak dilahirkan ke dunia ini bagaikan kertas putih. Orang tua, pendidik dan masyarakatlah yang menentukan warnanya. Abdullah Nashih Ulwan (seorang pakar pendidikan dalam Islam) mengatakan bahwa anak-anak itu dilahirkan bersih fitrahnya, maka bergantung ayah bundalah untuk memberikannya warna. Jika anak-anak itu dibesarkan dalam rumah yang dengan suasana keislaman, maka ke arah itulah kelak ia dicitrakan. Jika anak-anak dibesarkan di rumah yang jauh dari nilai-nilai Islam dan penuh dengan kerusakan maka ke arah itu pulalah kelak anak-anak itu terbentuk. Jadi anak-anak yang sholeh itu tidak lahir begitu saja. Ia perlu suasana, nuansa, dan pembiasaan yang baik sedari kecil di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat. Continue reading

%d bloggers like this: