Karakteristik Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif


Quant+Qual+Cartoon+@MattPLavoie

Meme di atas bisa menggambarkan bagaimana perbedaan penelitian kuantitatif dan kualitatif.

Ketika memulai penelitian skripsi atau tesis terkadaang kita dipusingkan dengan design penelitian kita, kualitatif atau kuantitatif. Akan lebih mudah jika kita sudah bisa menentukan judul penelitian dalam tiga suku kata, misalnya, saya akan meneliti tentang: Cerai Gugat dalam Islam, Sejarah Ulama di Kuningan Abad IXX, Refleksi dalam Pendidikan Agama Islam. Kemudian dicarikan induk dari judul ini apakah filsafat, manajemen atau sejarah. Dari judul kita bisa mengetahui jenis penelitian yang digunakan apakah Kualitatif atau Kuantitatif.

Lebih jelas lagi bisa kita ketahui dari karakteristik penelitian kualitatif dan kuantitatif berikut ini:

Karakteristik penelitian Kualitatif

  1. Menjawab masalah khusus yang diangkat dari konteks penelitian.
  2. Masalah khusus dalam penelitian disebut fokus.
  3. Fokus yang diteliti lebih mengarah pada proses daripada hasil.
  4. Meneliti fokus yang sifatnya unik.
  5. Menggunakan latar penelitian yang alamiah.
  6. Manusia (peneliti) sebagai alat atau instrumen kunci dalam pengumpulan data.
  7. Rancangan penelitian bersifat sementara.
  8. Tidak mengajukan hipotesis sebelumnya.
  9. Tidak menggunakan konsep sampel.
  10. Pemberi informasi disebut informan.
  11. Pengamatan, wawancara, dan analisa dokumen sebagai teknik utama dalam pengumpulan data.
  12. Data bersifat kualitatif.
  13. Analisis data secara induktif.
  14. Kredibilitas, transferabilitas, auditabilitas, dan konfirmabilitas dalam melihat keabsahan data.
  15. Analisis data dan pelaporannya bersifat deskriptif
  16. Teori dari dasar (grounded theory).

scale

Karakteristik penelitian Kuantitatif

  1. Menggunakan pola pikir deduktif, yang berusaha memahami suatu fenomena dengan cara menggunakan konsep-konsep yang umum untuk menjelaskan fenomena yang bersifat khusus.
  2. Logika yang dipakai adalaha logika positivistik dan menghindari hal-hal yang berdifat subjektif.
  3. Proses penelitian mengikuti prosedur yang telah direncanakan.
  4. Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah untuk menyusun ilmu nomotetik yaitu ilmu yang berupaya membuat hukum-hukum dari generalisasinya.
  5. Subjek yang diteliti, data yang dikumpulkan, dan sumber data yang dipakai sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.
  6. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran dengan menggunakan alat yang objektif dan baku.
  7. Peneliti menempatkan diri secara terpisah dengan objek penelitian, dalam arti dirinya tidak terlibat secara emosional dengan subjek penelitian.
  8. Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul.
  9. Hasil penelitian berupa generalisasi dan prediksi, lepas dari konteks waktu dan situasi.

QualitativeVQuantitative

Selanjutnya, saya sarikan beberapa pandangan dari Prof. Abdul Mujib tentang penelitian humaniora keislaman yang saya dapatkan pada mata kuliah Quantitative Analysis.

Beliau menjelaskan bahwa penelitian humaniora keislaman sangat sedikit, mahasiswa pasca di UIN lebih banyak memilih metode kualitatif daripada kuantitatif. Padahal menurutnya, pemilihan kuantitatif dan kualitatif tergantung pada karakteristik penelitian, bukan semata-mata kecenderungan peneliti. Ironisnya, sebagian peneliti menghindari penelitian kuantitatif hanya karena tidak faham statistik.

Masing-masing metode baik itu kualitatif atau kuantitatif memiliki tempat sendiri yang penting ada kesesuaian dalam penelitian. Pola studi Islam saat ini meniscayakan pendekatan kuantitatif, maka kini saatnya mengembangkan mixed method.

Ada beberapa pendekatan interdisipliner dalam studi agama, yaitu:

  • Filologi
  • Sejarah
  • Fenomenologi
  • Antropologi/ Etnografis
  • Sosiologi
  • Psikologi

Buku yang cukup lengkap memberikan petunjuk bagi mahasiswa yang tertarik dengan studi keagamaan dengan tujun pendekatan studi agama yang paling banyak digunakan di atas adalah ‘Approaches to the Study of Religion‘ oleh Peter Connolly dkk. Masing-masing memiliki titik tekan dan membawa sejumlah asumsi yang berbeda-beda dalam melaksanakan penelitian karena masing-masing pendekatan ini mencakup berbagai perspektif.

Buku ini sudah saya resume dan bisa anda baca atau unduh langsung di akun ResearchGate saya di link ini.

Semoga artikel sederhana ini bermanfaat, khususnya buat teman-teman yang akan menulis skripsi, tesis atau disertasi.

Selamat Hari Guru


Kenapa Sang Guru awet muda?

Karena selalu bekerja dengan penuh kebahagiaan serta ketulusan mendampingi siswa yang dinamis.

Kenapa Sang Guru selalu selamat?

Karena tiap pagi menyambut anak dan siswa mendoakan “Assalamu’alaikum”.

Kenapa Sang Guru banyak amalannya?

Karena setiap saat ia dengan ikhlas menginfakkan ilmunya pada siswa.

Kenapa Sang Guru sangat berjasa?

Karena kita semua hadir bisa membaca dan menulis serta berprofesi apapun karena jasanya.

Kenapa Sang Guru kelak dijanjikan kebahagiaan oleh-Nya?

Karena meski telah wafat ia masih dapat kiriman pahala karena amal jariyah ilmunya yang diamalkan siswanya.

Maka …..

Berbahagialah wahai para guru, ibu bapak akan dapat kemuliaan di dunia dan akhirat. Dengan syarat kita menjalankan tugas diniati ibadah serta dengan penuh kesabaran dan keikhlasan membimbing/mendampingi siswa yang diamanahkan pada kita.

Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kesabaran, ketulusan dan keikhlasan bagi kita semua wahai Sang Guru…. Aamiin ya Robb…


“Selamat Hari Guru Nasional 2017 : Mulia karena Karya…!!! “

Aplikasi Android Al-Quran Indonesia untuk Membaca, Menghafal dan Mengulang Hafalan Al-Quran


Saya berharap pembaca bisa menshare informasi ini, sebuah aplikasi di Android yang sangat membantu kita untuk membaca, menghafal dan mengulang Al-Quran.

Pertama kali mendapatkan info aplikasi ini dari Ust Arifin Jayadiningrat setelah beliau mencoba semua aplikasi Al-Quran di Android dan beliau temukan aplikasi inilah yang paling baik dan beliau uninstal semua aplikasi Al-Quran selain ini.

Appbrain menyebutkan Andi Unpam sudah aktif menjadi developer Android sejak tahun 2012, dia sudah membuat 16 Apps yang keseluruhan sudah diunduh sekitar 10 juta orang, dua aplikasi paling sering diunduh adalah kamus Inggris dan Al-Quran Indonesia yang sedang saya review ini. Aplikasi Al Quran yang dikembangkan oleh Andi Unpam ini memiliki ciri khas disain minimalis dan rapih.

Bagi yang ingin membaca Al-Quran saja dan lupa membawa kitab Al-Quran, aplikasi ini bisa menjadi pilihan. Di antara kelebihannya.

  • Ditulis dengan rasm indo pak yang familiar bagi mata orang Indonesia dan rasm Usmani artinya sesuai dengan penulisan Al-Quran yang sudah umum.
  • Ada tampilan per halaman dan tampilan persurah dan memungkinkan bagi anda until mengundih file audio yang bisa dibaca meskipun tanpa koneksi internet.
  • Al-Qur’an digital untuk Android dengan terjemahan Bahasa Indonesia dan audio mp3 murottal full, 114 surah atau 30 juz tanpa pembatasan.
  • Mengadopsi tampilan antar muka yang user friendly, sehingga mudah digunakan.
  • Aplikasi ini sangat cocok untuk Anda yang sering berpergian, tetapi lupa membawa kitab suci Al-Qur’an.
  • Selain teks Al-Qur’an dengan terjemahannya, aplikasi ini juga dilengkapi dengan latin (transliterasi), khusus untuk Anda yang belum bisa membaca Al-Qur’an.
  • Jadwal sholat yang update sesuai dengan koordinat lokasi kita berada. Jadwal sholat ini juga bisa diatur sebagai alarm yang siap mengingatkan kita pada waktu-waktu shalat.
  • Aplikasi yang 100% gratis ini hanya membutuhkan space sebesar 47.33MB.

Selanjutnya mari kita bahas fitur Al-Quran Indonesia yang membantu membaca dan menghafal Al-Quran.

Ini tampilan huruf Al-Quran, Latin dan Bahasa Indonesianya.

Font Arab yang digunakan adalah Indo Pak yang sesuai dengan mata Indonesia dan berasal dari Pakistan. Font ditulis oleh Yameen Dehlvi, Shafiq-uz-Zaman dan Mohammed Saleem yang terinspirasi oleh hasil karya Shafiq-uz-Zaman, pakar kaligrafi di Masjid Nabawi.

Selain Rasm IndoPak, aplikasi ini juga menyediakan Rasm Utsmani, Rasm Utsmani adalah Rasm yang biasa digunakan pada Al-Qur’an di Madinah.
Yang membedakan Rasm IndoPak dengan Utsmani adalah hanya penulisannya saja, bunyinya tetap sama. Salah satu contoh perbedaannya adalah pada hukum bacaan tajwid Idgham Bighunnah, di Rasm Utsmani tidak ada tanda tasydidnya (tanda tasydid itu yang seperti huruf w di atas huruf Arabic yang berhukum tajwid Idgham Bighunnah), misalnya huruf Nun mati bertemu huruf Ya, maka tanda tasyididnya tidak ada (pada Rasm Utsmani tulisannya terlihat Faman ya’mal, padahal dibacanya adalah Famayya’mal)

Anda bisa membaca Al-Quran dengan bahasa Arabnya langsung atau anda yang sedang belajar membaca Al-Quran dengan huruf latinnya saja, dan saya sarankan anda unduh dulu file audionya, jadi sambil membaca Al-Quran anda juga bisa memperbaiki bacaan lewat audio yang diputar.

Fitur yang membantu mengulang hafalan adalah yang paling saya suka, dan bagi anda yang baru pertama menghafal juga bisa pakai fitur ini.

Fitur ini ada di bagian pengaturan yang terletak di bagian bawah layar.

Saya contohkan di atas, saya ingin menghafal Surat Albaqarah dari ayat 1-5, saya ulangi perayat 3 kali dan secara keseluruhan dari ayat 1-5 sebanyak 5 kali. Pengaturan jumlah pengulangan terserah anda, dengan cara seperti ini langkah menghafal Al-Quran jadi lebih mudah.

Al-Qur’an ini dibuat dari data berupa file teks dan file audio berformat mp3 yang digabungkan dan diproses menjadi sebuah aplikasi Al-Qur’an digital yang dapat berjalan di platform Android. Data pada aplikasi ini diperoleh dari sumber yang terpercaya, yang mana berasal dari para ulama-ulama dan syaikh-syaikh Internasional dan dikembangkan oleh para developer konten Al-Qur’an seluruh dunia. Misi mereka adalah dakwah untuk menyebarkan pesan Islam dan Al-Qur’an ke seluruh pelosok bumi.

Sumber data file-file teks untuk Al-Qur’an dan terjemahannya: Dari Tanzil International Qur’anic Project http://tanzil.net
Sumber data file-file audio murottal: Dari Every Ayah http://everyayah.com

Dikarenakan ini adalah aplikasi digital, maka janganlah aplikasi ini dijadikan 100% sebagai referensi Anda, aplikasi ini hanyalah alat untuk membantu Anda menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dan memahami isinya dengan bahasa Indonesia ketika tidak membawa mushaf cetakan. Kami tetap menyarankan Anda untuk menggunakan Al-Qur’an versi mushaf cetakan, karena yang namanya data teks yang dihasilkan oleh ketikan pasti tidak 100% akurat, akan ada beberapa kesalahan ketik/typo, jadi jika Anda menemukan kesalahan seperti “kebaikn” yang seharusnya “kebaikan”, dll.

Sekian ulasan dari kami, bantu developer memperkenalkan aplikasi ini dengan menyebarkan sms atau status Sosmed berikut: * Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com atau langsung dari aplikasi anda.

Sumber:

http://quranforandroid.com/alquran-indonesia

https://www.appbrain.com/dev/Andi+Unpam/

http://pakdata.com/products/arabicfont

ICD JOURNEY: Jalan Menuju Allah


BEKAL RAMADHAN: JALAN MENUJU ALLAH

Event Islamic Character Development ICD yang akan dilaksanakan pada bulan ini adalah ICD Journey yaitu kajian intensif selama dua hari sebagai persiapan menuju bulan Ramadhan.
Pemateri oleh:

  1. Ust.Arifin Jayadiningrat
  2. Ust Mustafa Yamin
  3. Team ICD

Tema ICD JOURNEY

Dahsyatnya 5 Ayat Pertama Surat Al-Alaq
Peserta akan belajar menjiwai 5 ayat pertama yang diturunkan, membayangkan kehancuran manusia saat jauh dari ajaran agama yang hanif. Membongkar pikiran dan hati sehingga kembali berfikir siapa yang menciptakan dan proses menjadi manusia seutuhnya.

Potret Kehidupan Dunia dalam Al-Quran Mengkaji ayat-ayat Al Quran tentang kehidupan dunia
Tema bertujuan agar hidup kita penuh dengan cahaya Al-Quran, nilai Al-Quran tidak hanya dihafal, tapi menjadikan perilaku ini bercahaya.  Sesuai ungkapan Aisyah tentang akhlak Rasulullah Saw adalah Al-Quran.

 
Perjalanan Manusia Menuju Allah

Perjalanan klimaks setiap manusia memasuki perjalanan yang abadi. Semua orang tahu bahwa ia akan mati, tetapi tidak semua orang merasakan kematian setiap saat menjemputnya.

 
Hal ini nampak dalam perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Perilakunya seolah-olah hidup selamanya di dunia. Peserta akan diasah rasa untuk terus melakukan persiapan menuju kematian. Agar perilaku terjaga, shalat menjadi khusyu’, tumbuh rasa cinta kepada Allah dan menumbuhkan rasa sampai meneteskan air mata melihat dunia kecil dan sementara.

 
Ikutilah ICD Journey: Jalan Menuju Allah
👥 Peserta : Dewasa & Orang Tua

🎴Hari : Senin-Selasa

🗓Tanggal : 15-16 Mei 2017

🏡Tempat: Vila Hulu Cai, Tapos, Ciawi, Bogor

☎ Info: Hubungi No Kontak dibawah ini
Erica    : +6285883285151

Ana      :  +6282114985958

Raisya : +6281221412250
💳 Biaya : *900.000,-* Transfer ke Rekening BSM atas nama *Yayasan ICD Peduli Bangsa No rek 7105734117*

 
Tolong bantu sebarkan informasi ini.

Terima kasih
💠💠💠💠💠

Berikut ini flyer yang bisa disebarkan…

 

ICD Journey

 

icd journey

Belajar Transformasi Dari Dr. Abdulgani, MA


Transformasi adalah melakukan sesuatu terhadap seluruh unsur dan elemen penting perusahaan, yang nantinya akan menentukan perusahaan itu bisa berkembang secara menguntungkan dan berkelanjutan ke depannya.

Artinya, bukan berarti kalau ada masalah ini selesaikan, ada masalah ini selesaikan, yang kurang ditingkatkan, tidak. Yang pertama itu disebutnya problem solving. Kalau sekedar problem solving, kadang-kadang kita lupa melihat apa yang sebenarnya terjadi atau kesempatan apa yang sebetulnya terbuka.

Kedua, kalau hanya meningkatkan ini, ini, dan ini, atau kita merasa wah produktivitasnya rendah, lalu kita perbaiki, itu bukan transformasi namanya. Itu improvement atau sering disebut juga incrementalizm. Semua harus ditingkatkan tapi tidak jelas arahnya ke mana.

Sementara dalam transformasi, kita harus mengetahui dengan jelas bahwa kondisinya seperti ini, kita arahkan supaya perusahaan kita berkembang, menang dalam berkompetisi, dan menguntungkan. Pilar-pilar pokoknya itu harus dibenahi. Itulah transformasi.

kapan pentingya bertransformasi? 

Setelah kita lihat kondisi perusahaan kita bagaimana. Satu, kinerjanya. Misalnya, biasanya perusahaan kita tumbuh 15%, ternyata sekarang cuma 10%. Jadi ada yang salah di situ.

Kedua, kita memproduksi barang atau membuat bisnis dalam satu bidang, yang ternyata tidak hanya kita pemainnya sekarang. Banyak yang ikutan dan membuat hal-hal baru.

Ketiga, melihat perubahan yang terjadi, seperti tren perekonomiannya seperti apa. Itulah, bagaimana kita melihat apakah kita harus melakukan transformasi atau tidak.

Apa makna leadership?

Satu, kepemimpinan menjadi CEO. Definisi kepemimpinan itu simpel saja, yaitu membuat segala sesuatu terjadi. Bukan soal wewenang. Wewenang kalau tidak digunakan, enggak terjadi apa-apa. Kalau dirut kerjaannya duduk saja, padahal dia punya wewenang, ya tidak akan terjadi apa-apa. Yang menggunakan wewenang dan membuat sesuatu terjadi, itulah leadership.

 
Dia harus menggerakkan semua orang dalam perusahaan. Tidak hanya dari dirinya, tapi juga semua orang, pimpinan-pimpinan dari yang paling tinggi sampai yang paling bawah, semuanya harus memiliki leadership agar eksekusinya dapat berjalan.

Semua level pimpinan (dirut, direktur, kepala divisi, manajer, kepala bagian, kepala seksi), semuanya harus mengamalkan fungsi leadership. Kalau mereka belum punya leadership, maka mereka harus disiapkan untuk memiliki itu. Caranya dengan di-train/di–drive. Tanpa itu, eksekusinya tidak terjadi.

Waktu saya masuk, selama itu Garuda diset untuk melayani semua orang. Namanya Garuda For All. Saya bilang ini tidak bisa lagi diterapkan sekarang. Harga tiketnya saja mahal. Garuda tidak bisa bikin itu turun karena Garuda punya kelebihan dibandingkan dengan airline lainnya. Pesawatnya bagus, layanannya bagus, dan dia terbang tepat waktu.

Saya bilang, Garuda fokus kepada middle up. Begitu diubah, hasilnya bagus. Begitu saya berhenti di Garuda, CEO yang baru mengembalikan lagi ke kondisi semula. (Garuda harus melayani semua orang). Akhirnya bangkrut lagi. Terpaksa saya harus kembali lagi ke sana untuk mentransformasi Garuda ke prinsip semula.

Apa konsep yang Anda terapkan dulu ke tubuh Garuda?

Ada istilah konseptual, sistematis, bertahap, dan konsisten. Apalagi perusahaan-perusahaan yang besar seperti ini masalahnya kompleks, tidak sederhana. Pertama kita harus pelajari masalahnya secara detail sehingga kita tahu betul apa sesungguhnya yang dibutuhkan masyarakat. Itu namanya konseptual.

 
Saya kasih Anda contoh, kalau suatu perusahaan merugi, artinya pendapatannya lebih rendah daripada biaya yang dikeluarkan. Secara umum apa yang biasanya dilakukan orang kalau hal ini terjadi? Biasanya mereka akan berpikir dari biayanya. Biayanya harus ditekan atau dikurangi agar sesuai dengan pendapatan.

Nah, untuk penerbangan, itu salah. Itu yang dilakukan manajemen sebelumnya. Dia kurangi biaya, akibatnya kualitas layanan semakin turun, penumpang pun semakin turun. Bukannya tambah baik, malah tambah rugi. Jadi apa yang harus dilakukan? Karena konsepnya layanan, maka kualitas layanannya harus kita perbaiki agar orang naik pesawat.

Jadi dari cost efficiency menjadi cost effectiveness. Bukan menghambur-hamburkan biaya, tapi yang efektif agar bisa memelihara dan meningkatkan kualitas layanan. Itu namanya konseptual. Jadi tidak asal menemukan solusi yang umum, tapi harus betul-betul yang menjawab.

Itu baru satu aspek. Ada juga yang lainnya. Tangan kita kan ada dua. Berarti kita tidak bisa pegang semuanya. Di situ kita tahu mana yang prioritas dan harus didahulukan. pengerjaannya bertahap. Sehingga itu tertangani. Tidak sekaligus semua. Pada waktu kita menyelesaikan ini, ini, dan ini, maka kita tidak boleh hanya melihat yang ini saja. Tetap kerangka umumnya menjadi kesatuan. Itu sistematis.

 
Jadi konseptual, sistematis, bertahap. Karena bertahap, maka kita harus konsisten memelihara prinsipnya. Jangan berubah seenaknya. Kalau berubah, kacau lagi semuanya. Itu harus dikerjakan dalam proses transformasi dari awal sampai akhir sehingga betul-betul sesuai dengan apa yang kita mau.

 
Sumber: Situs internet yang menampilkan wawancara dg bapak Abdulgani, beberapa ilmu di atas juga saya dapatkan ketika wawancara untuk persiapan seminar nasional pembangunan Islamic Entrepreneurship di Pusdiklat Kemensos 30 April lalu.

Imamah Dalam Syiah


 

ahlulbait_a_s_by_ypakiabbas-d4zozxp

​Imamah merupakan bahasa Arab yang berakar dari kata imam. Kata imam sendiri berasal dari kata “amma” yang berarti “menjadi ikutan”. Kata imam berarti “pemimpin atau contoh yang harus diikuti, atau yang mendahului”. Orang yang menjadi pemimpin harus selalu di depan untuk diteladani sebagai contoh dan ikutan. Kedudukan imam sama dengan penanggung jawab urusan umat.

Kata imam yang berarti pemimpin, bisa digunakan untuk beberapa maksud, yaitu pemimpin dalam arti negatif yang mengajak manusia kepada perbuatan maksiat, pemimpin dalam arti luas dan bersifat umum, dan pemimpin yang bersifat khusus yakni pemimpin spiritual.

Kata imam yang berarti pemimpin dalam arti luas dan bersifat umum bisa digunakan untuk sebutan pemimpin pemerintahan atau pemimpin politik (sekuler), dan bisa pula untuk pemimpin agama. Sedangkan dalam arti pemimpin yang bersifat khusus, yakni sebagai pemimpin spiritual, bisa saja berimplikasi politik karena dipengaruhi oleh tuntutan keadaan. Karena, pada kenyataannya, upaya melaksanakan ajaran agama dalam kehidupan bermasyarakat dalam ajaran Islam, tidak hanya menyangkut pribadi tapi juga kehidupan kolektif, sebab itu, urusan seorang imam bisa berdimensi politis.

Nabi Muhammad SAW misalnya, pada awalnya lebih berfungsi sebagai nabi dan rasul dalam makna sempit, yakni pemimpin spiritual yang menerima wahyu untuk disampaikan kepada umat manusia. Kemudian, dalam perkembangan berikutnya, pada periode Madinah, kedudukan beliau mulai bersifat politis, sebab beliau juga melaksanakan tugas politik dan pemerintahan sebagai pemimpin atau kepala negara bagi masyarakat Madinah.

Secara istilah, imam adalah seorang yang memegang jabatan umum dalam urusan agama dan juga urusan dunia sekaligus. Dengan demikian Islam tidak mengenal pemisahan mutlak agama dan negara, dunia dan akhirat, mesjid dan istana, atau ulama dan politikus.

Inilah yang menjadikan Ahlus Sunnah, melarang memilih pemimpin selain Islam karena pemimpin mengatur kehidupan beragama dan mengatur segala urusan umat yang berhubungan dengan pranata-pranata sosial, politik, keamanan, ekonomi, budaya, dan seluruh kebutuhan interaksi umat lainya.

Hampir seluruh kelompok dan sekte Islam sepakat bahwa Imamah (kepemimpinan) merupakan kebutuhan kemanusiaan serta kewajiban agama, di mana tidak mungkin sebuah masyarakat di manapun saja mereka berada dapat menjalani kehidupan mereka dengan ideal kecuali di bawah naungan sebuah negara atau pemerintahan.

Dalam sebuah masyarakat pasti dibutuhkan rakyat yang dipimpin, tempat tinggal di mana mereka hidup, serta pemimpin yang akan memimpin dan mengatur seluruh urusan rakyatnya.

Meskipun mereka berselisih paham tentang kedudukan kepemimpinan tersebut, mayoritas kelompok Islam mengatakan bahwa pemerintahan merupakan kebutuhan manusia dan kewajiban agama yang masuk dalam kaidah: “Jika sebuah kewajiban tidak sempurna kecuali dengan terpenuhinya satu hal, maka hal tersebut hukumnya menjadi wajib”

Syiah memiliki sebuah keyakinan yang sudah mendarah daging bahwa Imamah atau kepemimpinan termasuk pokok dari pokok-pokok agama (ashlun min ushuluddin), tidak dianggap sempurna keimanan seseorang kecuali dengan meyakini adanya imamah, orang yang tidak mau mengimani dianggap kafir!

Mereka meletakkan Imamah hanya pada Ali dan anak-anaknya dari keturunan Fatimah yang berjumlah sekitar 12 imam yang dimulai dari Ali bin Abi Thalib dan berakhir pada “Al-Mahdi Al-Muntadhar” yang mereka yakini sudah bersembunyi sejak 1100 tahun yang silam dan akan hidup sampai hari kiamat nanti…oleh sebab itu mereka dikenal dengan Syiah Imamiyyah atau Itsna Asariyah.

Berkenaan dengan keyakinan Syiah tentang Imamah sebagai pokok agama, mereka mengimani bahwa para imam itu ismah (terjaga dari dosa), mereka selalu ditolong Allah, dan mereka mengetahui perkara ghaib. Mereka sematkan sifat-sifat rububiyah yang hanya dipunyai Allah swt saja, meyakini bahwa Imamah itu seperti kenabian, bahkan lebih tinggi posisi dan derajatnya, sebagaimana disebutkan di kitab-kitab mereka.

Maka secara global bisa kita ketahui bahwa Imamah dalam Syiah itu diwariskan kepada anak-anak Ali ra, berpindah dari Imam kepada anakya yang paling besar. []

Istriku Bidadariku


IMG_20180829_084631

Kalau saya ditanya siapakah bidadari dalam hidup? Saya jawab dengan mantap dialah istriku.

Istriku bidadariku

Dia mau menemani saya hidup di Jakarta yang dikenal kota yang keras, memulai kehidupan dari nol, dari sebuah kontrakan kecil dan kendaraan sepeda ontel. Padahal lulusan univeritas ternama di Solo dan sudah bergaji mapan di Grabak.

Istriku bidadariku

Dia teman dan partner hidup saat suka dan duka. Menjadi ibu bagi anak-anak saya kelak dan menjadi manajer keuangan yang handal dalam keluarga. Gaji saya sebagai asisten hanya sedikit. Tapi insya Allah istri mampu mengelola gaji saya dengan baik.

Istriku bidadariku

Tak sepatah katapun saya mendengar ia mengeluh. Mau menerima apa adanya hidup ini. Katanya bahagia itu sederhana, tergantung kita bagaimana mensyukurinya. Bila kita bersyukur, maka akan ditambah nikmat itu.
Istriku bidadariku

Dibalik suami yang sukses ada istri setia yang menemani. Insya Allah dia selalu setia menemani dalam perjalanan karir dan hidup saya. Tanpa dukungan penuh darinya mustahil saya bisa berdiri tegak nanti.

Istriku bidadariku

Kesuksesan tidak datang sendirian. Istrilah yang menemani hari-hari agar bermanfaat buat orang banyak. Istriklah yang memberi saran dan masukan bila ada masalah menerpa diri.

Istriku bidadariku

Izinkan saya terus menyayangimu. Meskipun ada saja wanita lain menggoda hati. Namun dirimu tetap di hati.

Istriku bidadariku

Masakanmu adalah masakan terlezat yang ada di dunia. Di tanganmu, semua resep masakan serasa nikmat karena engkau menambahnya dengan bumbu “cinta dan kasih sayang” yang tulus untuk suami.

Semoga cinta kita tak kalah mesra dengan kisah nyata “Ainun dan Habibie”. Kisah kita pasti lebih indah dari kisah mereka. Hanya saja, belum ada sutradara yang pandai memvisualisasikan kisah cinta kita.

Istriku bidadariku

Semoga Allah selalu memberi engkau kesehatan dan terus bersama saya dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. I love you my wife.

*Ditulis di kontrakan Cinta di hari pertama kami tinggal.

%d bloggers like this: