Sejarah Kasus Palestina


Mari simak video pendek berdurasi 10 menit berikut ini agar kita bisa mengetahui bagaimana kasus Palestina terjadi.

Video ini membahas serba serbi Palestina dari nama Palestina berasal dari mana, siapa para pendatang ke Palestina, Nabi -Nabi yang diutus di Palestina, kekuasaan yang berkuasa disana dan umat beragama yang hidup rukun di Palestina.

Kemudian munculnya Zionis yang ingin mendirikan negara Yahudi dan mengorganisir imigrasi warga Yahudi di dunia ke Palestina, disebutkan perbandingan awal populasi warga Palestina dan Israel tahun demi tahun, penduduk Israel yang awalnya hanya 3% kini berjumlah 78% dan itu dilakukan lewat prakarsa Inggris dan Amerika lewat perjanjian-perjanjian Internasional.

Salah satu perjanjian itu adalah Balfour pada tahun 1917 yang isinya Ingrris memberikan janji Yahudi membuat negara di tanah Palestina dan mendukung imigrasinya. Perjanjian ini didukung kuat pemerintah Amerika Serikat. Sejak saat itu imigran Yahudi terus bertambah dari yang awalnya hanya 3% saja.

Tahun 1947, Inggris membagi tanah Palestina dan meminta persetujuan dewan PBB yang dikenal dengan resolusi 181. Resolusi ini membagi tanah Palestina menjadi dua, daerah Palestina daerah Yahudi, kemudian daerah masjid Al-Quds.

Tahun 1948, terjadi peperangan antara Arab dan Yahudi/Zionis, yang kemudian dimenangkan Yahudi dan hasil akhirnya Zionis menguasai 78% tanah Palestina. Selanjutnya negara Israel resmi didirikan dengan persetujuan Amerika dan Inggris, tahun setelahnya Israel masuk anggota PBB.

Jika bisa disimpulkan bahwa faktor utama kasus Palestina adalah datangnya imigran besar besaran Yahudi dari seluruh dunia dan keinginan mereka mendirikan negara tanpa mempedulikan nasib penduduk asli. Kemudian agresi ini diperkuat Inggris dan Amerika yang punya andil besar dalam kasus Palestina.

Lebih lengkapnya silahkan disimak di video ini atau kunjungi webnya di http://www.palqa.com/amp/

Fidel Castro pernah ditanya tentang perundingan Palestina dan Israel. Kemudian ia menjawab, “Saya tak mengerti perundingan seperti ini. Kalau saya, maka saya akan berunding dengan Yahudi, dengan cara apa mereka ingin hengkang (dari Palestina), apakah lewat darat, laut, atau udara”.

Untuk Gaza


Sebuah video menjadi viral di media dan youtube khususnya tentang seorang pemuda yang menampilkan kemampuannya dalam bahasa tubuh menceritakan kepedihan yang dialami saudara kita di Palestina, Syria, Mesir. 

Dia sampai meneteskan air matanya, berkali kali melihat videonya tidak pernah bosan bahkan terhanyut dan ikut menangis. 

Apa yang bisa kita lakukan untuk saudara kita berupa doa, menulis di media atau share informasi saudara kita di Palestina dan lainnya, mari kita lakukan. 

Media kini lebih berduka pada Chester Bennington daripada jamaah Masjid Al-Aqsha yang ditembaki saat beribadah. 

Apa yang akan kita jawab di hadapan Allah nanti, ketika kita membiarkan saudara saudari muslim kita di Palestina disakiti, didholimi bahkan dibunuh oleh tentara tentara Zionis. 

Surat Dari Gaza Untuk Indonesia


Seluruh isi surat ini telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Arab, yang dikirim oleh seseorang bernama Abdullah Al Ghaza yang Mengaku dari Gaza City-Jalur Gaza melalui surat elektronik (Email) dan artikel diterbitkan oleh Buletin Islami. Continue reading

Tentang Blog Elder of Ziyon (EoZ)


elder of ziyonBangsa Yahhudi meyakini bahwa mereka yang akan menjadi satu-satunya Penguasa Dunia, dan tanpa ragu-ragu pasti akan datang suatu hari bagi mereka untuk menguasai seluruh bumi dan memusnahkan seluruh agama. Keyakinan seperti itu tercantum dalam suatu dokumen rahasia yang disebut Protocol of Zions atau Protokolat Zionis.

Protocol ini merupakan salah satu dokumen paling kontroversial di dunia. Banyak yang menganggap Protokol merupakan sebuah dokumen palsu yang sengaja di buat-buat demi menguntungkan kelompok anti Semit, pandangan ini diwakili oleh kaum Zionis-Yahudi dan para pendukungnya. Continue reading

Syiah dukung unjuk rasa di Mesir


syiahindonesia- Pemimpin Hizbullah Libanon, Sayyed Hasan Nasrallah mengatakan para demonstran melawan ‘martabat Arab’ dan menyingkirkan Amerika dalam mendukung ‘kediktatoran’ Negara.

Nasrallah mengatakan jika unjuk rasa yang meminta pengunduran diri Hosni Mubarak, presiden Mesir telah mengubah Negara tersebut menjadi pertarungan melawan “martabat Arab”.

Dalam komentar pertamanya sejak kerusuhan dimulai di Mesir sekitar dua minggu yang lalu, hari Senin Nasrallah mengatakan jika gerakan Syiah nya tidak dimaksudkan untuk mengintervensi “masalah internal” para demonstran atau untuk mempengaruhi keputusan mereka. Continue reading

%d bloggers like this: