• Selamat datang di blog Jumal Ahmad. Saya sedang meneliti tentang Meta-Level Reflection dalam Pembangunan Karakter. Semoga dimudahkan dan bermanfaat.

  • Categories

Mencegah Perpecahan


Tantangan yang dihadapi umat Islam saat ini demikian besar, dan itu akan bisa dihadapi jika kita bersatu dalam porsi perjuangan Islam. Dan Allah Subhanahu Wa Ta’alau suka orang yang berjuang di jalan-Nya dalam satu barisan yang kokoh.

Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wasallam memberikan perhatian kepada pentingnya menjaga persatuan umat dan menghindarkan dari fitnah perpecahan. Ia merupakan kewajiban yang sangat tinggi dan agung di sisi Allah yang disinggung dalam banyak nash Alqur’an dan As-Sunnah. Sebab mustahil tegak agama ini tanpa persatuan.

Salah satu contohnya adalah ketika Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wasallam meninggalkan merubah bangunan Ka’bah dan menjadikannya seperti apa yang dibangun oleh Nabiullah Ibrahim Alaihis Salam, berupa masuknya Hijr Islail dalam bangunan Ka’bah, ratanya pintu ka’bah dengan tanah, serta keberadaan dua pintu yakni pintu barat dan timur (saat ini yg ada hanya pintu timur).

Diriwayatkan, saat bangunan Ka’bah roboh lantaran banjir, orang-orang Quraisy kembali membangunnnya dengan uang paling halal yang mereka miliki. Lantaran biaya yang terkumpul kurang, maka mereka pun membangunnya berbentuk kubus seperti yang ada saat ini, di mana Hijr Ismail tidak di masukkan di dalamnya.

Maka, saat orang-orang Makkah telah berbondong-bondong masuk Islam, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pun bersabda:

“ﻟَﻮْﻟَﺎ ﺣِﺪْﺛَﺎﻥُ ﻗَﻮْﻣِﻚِ ﺑِﺎﻟْﻜُﻔْﺮِ ﻟَﻨَﻘَﻀْﺖُ ﺍﻟْﻜَﻌْﺒَﺔَ ﻭَﺟَﻌَﻠْﺖُ ﻟَﻬَﺎ ﺑَﺎﺑًﺎ ﺷَﺮْﻗِﻴًّﺎ ﻭَﺑَﺎﺑًﺎ ﻏَﺮْﺑِﻴًّﺎ ﻭَﺃَﺩْﺧَﻠْﺖُ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﺍﻟْﺤِﺠْﺮَ”.
“Kalau bukan karema kaummu baru lepas dari kekufuran, maka sungguh aku telah merubah Ka’bah, dan aku akan membuat pintu timur dan barat, dan aku akan memasukkan Al Hijr ke dalam lingkup Ka’bah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari hadits ini nampak di hadapan Nabi dua kewajiban yang ada dalam satu waktu. Merubah bangunan Ka’bah serta kewajiban menjaga persatuan kaum muslimin dan menghindarkan mereka dari fitnah.

Nabi Shallalahu Alaihi Wasallam memilih menjaga kalimat kaum Muslimin dan menghindari mereka dari fitnah perpecahan, ketimbang merubah bangunan Ka’bah yang merupakan Rumah Allah, kiblat kaum Muslimin saat shalat, serta tujuan dari datangnya Jama’ah haji ke Makkah. Padahal beliau sangat bisa melakukannya saat itu.

Persatuan umat dianggap sejajar dengan inti tegaknya agama, yaitu takwa dan penghambaan, “Sesungguhnya umat kalian ini adalah satu umat dan Aku adalah Tuhan kalian, maka sembahlah Aku” (QS. Al-Anbiya`: 92).

Di sisi lain, penegakan agama yang benar berkaitan erat dengan persatuan, “Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.” (QS. As-Syura: 13).

Ust. Farid Ahmad Okbah dalam satu kajiannya menyampaikan 7 cara agar umat Islam bisa bersatu.

  1. Menguatkan Aqidah umat Islam agar dalam perjuangan tidak maju mundur dan tidak goyah.
  2. Menguatkan ilmu yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah.
  3. Meningkatkan amal shalih terkait hak kepada Allah, hak kepada manusia, maupun terkait diri pribadi.
  4. Menjalankan Islam dengan mengikuti Allah dan Rasul (mutaba’ah) dan menjauhi dari mengikuti hawa nafsu.
  5. Tazkiyatun Nufus, jangan menganggap diri paling hebat, paling benar dan paling tinggi ibadahnya.
  6. Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dan Jihad di jalan Allah.
  7. Menyatukan umat di atas kebenara, melepaskan bendera golongan.

Sekian.

 

Menuju Postingan Ke 1000


Mencapai 1000 tulisan dan 1 juta lebih pembaca itu sesuatu banget. Suka duka banyak saya rasakan selama perjalanan ini. 

Terima kasih dan syukur, saya sampaikan kepada Allah swt yang selalu  memberikan taufiq dan inayah-Nya sehingga saya bisa terus menulis. 

Keluarga dan teman juga kami sampaikan terima kasih atas dukungan selama ini. 

Secara khusus saya sampaikan terima kasih kepada Ust. Zain An-Najah. Beliau yang pertama kali memperkenalkan dunia menulis di blog kepada saya. 

Juga kepada Ust. Farid Okbah dan Ust Arifin Jayadiningrat, ilmu dan kajian beliau yang selalu menjadi inspirasi dan berharap agar kelak ilmu kami bisa seperti beliau berdua. Amiin

Acara kecil kecilan rencananya akan saya adakan bersama istri tercinta. Sederhana tapi bermakna. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah swt. 

Semoga ke depan bisa lebih baik lagi…💪💪💪

Ketika Beliau Tergeletak Di Rumah Sakit


Kata ‘Beliau’ sering saya gunakan untuk menyebut orang yang lebih tua, lebih mulia dan lebih banyak ilmunya, meskipun orang tersebut berada jauh. Dan ‘Beliau’ yang saya maksud di sini adalah benar-benar orang yang mulia, disegani dan memiliki ilmu yang luas dan malang melintang di jagad dakwah, beliau adalah Ustadz Farid Ahmad Okbah yang ketika hari ini beliau tergeletak di rumah sakit daerah Bekasi karena sebuah kecelakaan yang menimpa beliau, saya mencoba mengingat-ingat kembali memori kenangan ketika pertama kali melihat beliau dan selanjutnya bisa menimba ilmu di sebuah pendidikan yang beliau pimpin, itu yang mau saya share kali ini disertai doa nan tulus agar beliau diberi kesabaran atas musibah yang menimpa dan segera diberi kesembuhan seperti sebelumnya karena umat sudah lama merindukan nasehat dan wejangan beliau yang amat menggetarkan hati.

Nama Farid Okbah sebenarnya sudah familiar di telinga saya semenjak belajar di tingkat aliyah dulu. Yang sering saya dengar cerita tentang beliau adalah bahwa beliau adalah penjaga perpustakaan Universitas Saudi LIPIA di Jakarta selama beberapa tahun, konon beliau adalah juru pustaka pertama di Indonesia dan sudah sering diminta bagi ilmunya tentang kepustakaan di beberapa universitas. Hal lain yang sempat saya dengar kalau beliau menghafal habis kamus Mahmud Yunus, kamus sedang yang sudah sangat dikenal oleh anak pesantren manapun. Nah, yang kedua ini sempat saya praktekkan meskipun gak berselang lama, tapi saya merasakan manfaat sendiri dari kegiatan menghafal kamus itu seperti lebih cepat mencari sebuah kosa kata, memperbanyak perbendaharaan kata untuk percakapan dan baca kitab khususnya.

Pertama kali melihat beliau ketika pesantren saya di Cirebon akan mendapatkan dana guna membangun masjid dari salah satu yayasan Islam dari negara Qatar, ketika itu mestinya ada syaikh dari sana yang melihat-lihat tempat yang mau dibangun masjid, karena berhalangan digantikanlah sama Ust Farid Okbah sampai akhirnya saya bisa belajar di tempat yang beliau pimpin di daerah Bekasi.

Beliau banyak mengenal ulama dan masayikh Timur Tengah, dan sempat bermulazamah dengan ulama yang sangat dikenal keilmuannya yaitu Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.

Sungguh saya merasa terkesan dengan ustadz Farid Okbah dalam banyak cara beliau mengajar, menjelaskan ilmu dan pendekatan kepada para santri dengan contoh dan makna-makna. Demikian pula dengan akhlak beliau yang bisa bercanda dengan anak-anak kecil dan ramah kepada orang-orang besar. Saya pun terkesan dengan perhatian beliau terhadap aqidah dan tauhid umat karena aqidah merupakan benteng pertahanan keyakinan seorang muslim yang hari ini banyak di serang oleh elemen-elemen di luar Islam, salah satunya lewat kristenisasi dan gerakan Syiah.

Dalam menyampaikan ceramah atau kajian kitab, beliau banyak mengikuti metode yang diterapkan oleh guru beliau Syaikh Utsaimin dengan menggunakan metode yang mudah difahami oleh manusia secara umum dan juga oleh murid-muridnya, sehingga dalam setiap kajiannya, beliau menggunakan perkataan yang jelas, kalimat yang dalam dan tidak bertele-tele dan selalu beliau iringi dengan untaian nasihat dari aqwal salaf.

Salah satu keistimewaan dari kajian beliau adalah menggabungkan antara ilmu dan kenyataan atau waqi’ yang belum banyak ditemui dalam kajian-kajian lainnya.

Dan berikut ini beberapa moment ketika ramai orang menjenguk beliau yang saya dapatkan dari beberapa ikhwan yang sempat berkesempatan menjenguk.

image

Suasana Keramaian ketika berkunjung menjenguk

image

Sahabat, santri dan siapa saja menjenguk beliau

image

Ketika beliau di rumah sakit

image

Allahummas fiih..

image

Syifaan laa yughadiru saqaman

Posted from WordPress for Android by Jumal Ahmad bin Hanbal

%d bloggers like this: