Hebat Itu Ada Masanya dan Pada Masanya


Seseorang dikatakan HEBAT itu ADA masanya dan PADA masanya. Setelah itu dikenang sesuai kadar sumbangsihnya pada lingkup masing-masing, kadang makin bersinar kadang makin meredup. Hingga suatu waktu bisa menjadi “ARTEFAK” atau hanya sekedar “FOSIL”.

Waktu jaya, sering merasa banyak teman di sekeliling. Waktu kuasa, sering merasa percaya diri melakukan apa saja.

Ingat…

Hidup bukan suatu tujuan, melainkan sebuah perjalanan. Indahnya hidup, bukan karena banyak orang yang mengenal kita, tetapi seberapa banyak orang yang bahagia karena kita.

Mari berbuat baik, melihat kanan kiri depan belakang dan belakang. Tolong mereka yang butuh pertolongan kita…. Janji Allah Siapa yg menolong org lain Allah akan nolong dia.

Hidup barus Seeeebanyak banyaknya menolong orang lain, Buahnya hidup kita gampang dan penuh kemudahan. Sebaliknya, jika pelit, egois dan tidak gemar menolong Maka hidup susah dan “ada aja” yang membuat jadi beban. Itu makna filosofi hidup yang dikandung surat Al Lail.

4. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda ( bermacam macam)

5. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, (suka memudahkan org lain, suka nolong)

6. dan membenarkan adanya pahala (balasan) yang terbaik, ( Nah keyakinan adanya balasan kebaikan kadang berat)

7. Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. ( hidupnya jadi mudah, enak, happy๐Ÿ˜ƒ).

8. dan Adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, ( pelit, perhitungan, gak suka nolong, egois).

9. serta mendustakan pahala terbaik, ( gak yakin adanya balasan kebaikan)

10. Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. ( hidupnya susah… Sengsara… Ada aja yang buat susah hidup).

Semoga bermanfaat.

Karena Dunia Tak Abadi


Menyimak nasehat mengingat mati dari seorang ustadz itu sudah biasa, akan terasa beda jika nasehat itu muncul dari seorang yang sangat dikenal dunia seperti petinju legendaris Muhammad Ali. 

Video pendek di atas adalah salah satu cuplikan talkshow di sebuah televisi ketika Muhammad Ali ditanya, apa yang akan dia lakukan setelah pensiun nanti? 

Tidak banyak umur yang kita punya, jatah umur manusia hanya sampai 60 sampai 70 tahun, kalaupun kita diberi umur sampai 100 tahun toh kita nantinya akan mati juga. 

Maka Muhammad Ali berpesan bahwa di sisa umurnya dia akan menjadikan popularitasnya untuk semakin produktif  berbuat baik untuk kemanusiaan. 

Ada ilustrasi menarik yang beliau sampaikan di video tersebut tentang bagaiaman lamanya kehidupan di akhirat nanti. Beliau contohkan, ambil satu pasir di gurun Sahara, lalu tunggu seribu tahun lagi untuk mengambil pasir selanjutnya, terus sampai pasir di gurun habis, maka akhirat lebih lama lagi. 

Silahkan simak dan tonton video di atas, sebagai pelajaran dari Muhammad Ali bahwa dunia ini tak abadi, akhirat yang selamanya. 

Dahwul Ardh, Hari Bumi Umat Islam


Setiap 22 April, pegiat lingkungan hidup menyebutnya sebagai Hari Bumi. Menurut Wikipedia, Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap 22 April dan diperingati secara internasional. Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini.

Tradisi tersebut dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson, seorang pengajar lingkungan hidup, pada 1970. Tanggal ini ditengarai bertepatan dengan musim semi di Northern Hemisphere ( belahan Bumi utara) dan musim gugur di belahan Bumi selatan.

Sebelumnya, PBB merayakan Hari Bumi pada 20 Maret, sebuah tradisi yang digagas oleh aktivis perdamaian John McConnellpada tahun 1969, di kala mataharitepat di atas khatulistiwa, yang sering disebut Ekuinoks Maret.

Peringatan ini dimaksudkan sebagai alat untuk mempromosikan agenda lingkungan setelah menyaksikan tumpahan minyak besar di lepas pantai California, AS, pada tahun sebelumnya.

Ketika itu, Hari Bumi hanya difokuskan di AS melalui sebuah organisasi yang didirikan oleh Denis Hayes, yang menjadi koordinator nasional pada 1970.

Peringatan ini kemudian menjadi peristiwa internasional pada 1990 dan diselenggarakan di 141 negara. Pada 2009, PBB menetapkan tanggal 22 April sebagai Hari Bumi Internasional dan kini diperingati di lebih dari 175 negara dan dikoordinasi secara global oleh Jaringan Hari Bumi ( Earth Day Network).

Perspektif Islam tentang Hari Bumi

Apresiasi Islam terhadap bumi sebagai planet yang didiami oleh manusia diwartakan oleh Alquran dalam banyak ayatnya. Di antaranya, QS. Hud (11): 61.

ูˆูŽุฅูู„ูŽู‰ ุซูŽู…ููˆุฏูŽ ุฃูŽุฎูŽุงู‡ูู…ู’ ุตูŽุงู„ูุญุงู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงุนู’ุจูุฏููˆุงู’ ุงู„ู„ู‘ู‡ูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽูƒูู… ู…ูู‘ู†ู’ ุฅูู„ูŽู€ู‡ู ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ู‡ููˆูŽ ุฃูŽู†ุดูŽุฃูŽูƒูู… ู…ูู‘ู†ูŽ ุงู„ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุนู’ู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ูููŠู‡ูŽุง ููŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆู‡ู ุซูู…ูŽู‘ ุชููˆุจููˆุงู’ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฅูู†ูŽู‘ ุฑูŽุจูู‘ูŠ ู‚ูŽุฑููŠุจูŒ ู…ูู‘ุฌููŠุจูŒ๏ดฟูฆูก๏ดพ

Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamupemakmurnya. Oleh karena itu, mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).”

Juga, ketika menyitir tentang kerusakan bumi, Alquran memberikanstatementseperti yang terdapat dalam QSal-Rum(30):41.

ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ุงู„ู’ููŽุณูŽุงุฏู ูููŠ ุงู„ู’ุจูŽุฑูู‘ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑู ุจูู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจูŽุชู’ ุฃูŽูŠู’ุฏููŠ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ู„ููŠูุฐููŠู‚ูŽู‡ูู… ุจูŽุนู’ุถูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุนูŽู…ูู„ููˆุง ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุฑู’ุฌูุนููˆู†ูŽ๏ดฟูคูก๏ดพ.

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Sebagai rahmat bagi semesta, Islam telah mengatur adab bagaimana cara memperlakukan bumi. Hal ini dapat ditemukan dalam banyak keterangan, baik dari sejarah maupun aktivitas ibadah mahdhah.

Yang paling jelas adalah refleksi kesadaran lingkungan yang diajarkan dalam ibadah haji. Ketika mulai berihram (memasuki wilayah Tanah Haram), jemaah haji (baca: manusia) tidak diperkenankan menyakiti binatang, menebang pepohonan, bahkan memetik rumput sekalipun.

Konsep pelestarian bumi beserta ekosistem yang ada di dalamnya juga telah diaplikasikan oleh Rasulullah saw. dengan memperkenalkan kawasan lindung (himaโ€™), yakni suatu kawasan yang harus dilindungi pemerintah atas dasar syariat guna melestarikan kehidupan ekosistem hutan.

Nabi pernah mencagarkan kawasan sekitar Madinah sebagai himaโ€™guna melindungi lembah, padang rumput dan tumbuhan yang ada di dalamnya.

Selain himaโ€™, Islam juga memperkenalkan konsep ihyaโ€™ al-mawat, yakni usaha mengelola lahan yang belum dimanfaatkan agar memiliki nilai produktivitas bagi kesejahteraan manusia.

Dari konsep ini, terlihat betapa Islam memiliki perspektif lingkungan sangat kuat, yang tidak hanya ada dalam tataran normatif tetapi juga telah dicontohkan Qudwah Hasanah umat manusia, Rasulullah saw., selama perjalanan risalahnya.

Upaya untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui pendidikan lingkungan pada umat Islam akan memberikan andil besar dalam mencegah rusaknya wilayah bumi yang dimanatkan Allah kepada manusia untuk dimakmurkan.

Sebagai unit sosial terkecil, keluarga memegang peran yang penting dalam pendidikan lingkungan hidup. Dalam hal ini seorang ibu sebagai pendidik utama anak-anaknya dapat berkontribusi sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai ramah lingkungan dalam keluarga.

Hal ini bisa dilakukan dengan kebiasaan-kebiasaan yang sederhana. Misalnya menghemat air, menyayangi binatang, membuang sampah di tempatnya, menanam dan memelihara pohon dan bunga, mematikan alat elektronik dan lampu ketika tidak digunakan.

Yang harus selalu dicamkan, hal-hal kecil dapat berdampak besar apabila dilakukan secara berjamaah.

Selain itu, kita bisa berkontribusi dengan cara yang lain seperti berikut ini:

  1. Menulis opini di artikel untuk majalah atau berita dan memberitahukan masyarakat tentang krisis yang diciptakan manusia di bumi yang fana ini.
  2. Mendidik masyarakat dengan cara mereduksi masalah yang terdiri atas dampak berbahaya yang menanti manusia.
  3. Mempraktikkan apa yang bisa kita ajarkan pada masyarakat tentang bahaya yang dihadapi bumi.
  4. Membuat keputusan tegas dan menyelesaikan masalah dengan memanfaatkan bumi untuk kebaikan dan menjamin kelangsungan alam berikutnya selamanya.

Dahwul Ardh, Hari Bumi Umat Islam

Sebelum tanggal 22 April 1970 resmi ditetapkan sebagai Hari Bumi, Islam memiliki konsep tersendiri tentang bagaimana memaknai hakikat penciptaan bumi dan menjaganya. Dalamย penanggalan hijriah, tanggal 25 Zulkaidah disebut sebagai Dahwul Ardh yangย secara bahasa berarti โ€œDibentangkannya Bumiโ€.Allah Swt. berfirman terkait dengan Dahwul Ardh dalam surah an-Nรขziโ€™รขt ayat 30:ย Dan ketika bumi dihamparkan-Nya.ย 

Menurut riwayatย Syiah hari tersebut merupakan hari ketika bumi dihamparkan atau dibentangkan bagi kemaslahatan manusia. Dalam riwayat kitab Misbahul Mujtahid disebutkan bahwa pada hari itu diturunkan rahmat kepada Nabi Adam As dan berhentinya kapal Nabi Nuh dari bahtera, maka orang yang berpuasa pada hari itu maka puasanya senilai dengan puasa selama 70 tahun.

Dalam kitab Al-Urwatul Wutsqa oleh Allamah Muhammad Kadzim Thabathaโ€™i menyebutkan sunnahnya puasa Dahwul Ardh ini. Selain berpuasa, juga dianjurkan beristighfar, berdzikir, mandi dan memperbanyak doa berikut ini: ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฏุงุญููŠูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุนู’ุจูŽุฉูุŒ ูˆูŽูุงู„ูู‚ูŽ ุงู„ู’ุญูŽุจูŽู‘ุฉูุŒ ูˆูŽุตุงุฑูููŽ ุงู„ู„ูŽู‘ุฒู’ุจูŽุฉูุŒ ูˆูŽูƒุงุดูููŽ ูƒูู„ูู‘ ูƒูุฑู’ุจูŽุฉ…..

Kita berdoa kepada Allah swt. agar kita dapat memanfaatkan bumi ini sebagaimana tujuan penciptaannya dan kita memohon dengan sungguh-sungguh kepada-Nya untuk mencabut rasa tidak pernah puas para pedagang kapitalisme dunia yang serakah, yang karena merekalah bumi ini mengalami krisis besar.

 

Tambahan:

coba lihat tips hari bumi dari google di link berikut:

https://www.google.com/search?q=Tips-tips%20Hari%20Bumi

Sumber:

http://www.hurras.org/vb/showthread.php?t=37207

http://ar.wikishia.net/

Forum Hijau Indonesia

 

 

 

Menaklukkan Jiwa Untuk Taat


sabarsolattenang-660x375Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). (Qs. An-Naziat: 37-41)

Allah membagi manusia menjadi dua golongan.

  1. Mengutamakan kehidupan dunia dan melampaui batas> neraka
  2. Takut kepada Allah dan menahan nafsu > surga.

Ayat ini memberikan perbandingan antara orang yang mampu menahan nafsu dan orang yang tidak bisa menahan nafsunya.

Manusia diciptakan untuk beribadah. Siapa yang tidak bisa menguasai nafsu atau tubuhnya sendiri, seperti seorang driver yang menguasai kendaraan, itulah orang yang menang. Maka tubuh, harta dan apa saja yang kita miliki menjadi kendaraan untuk beribadah kepada Allah.

Dan orang yang melampaui batas adalah kebalikannya, yang menjadikan tubuhnya sebagai driver, keinginan dirinya menjadi skala prioritas. Maka hendaknya selalu diingat, ketika berbuat sesuatu selalu menanyakan kepada diri, saya bergerak ini siapakah yang menggerakkan, apakah nafsu fujur saya atau nafsu taqwa saya?

Mari kita potret diri kita. Sudahkah kita memerdekakan penilaian manusia kepada penilaian Allah saja. Ikatlah penilaian kita kepada penilaian Allah Swt. Penilaian manusia bersifat fluktuatif, besok jadi teman bisa jadi besoknya lagi jadi musuh.

Mengikat penilaian kepada Allah, anda akan tetap mulia di mata manusia yang baik. Dengan memprioritaskan akhirat anda akan tetap bisa hidup enak, karena dalam mencari akhirat kita harus kaya  untuk bisa beribadah seperti menutup aurat, ibadah zakat, haji dan shadaqah. Maka salah anggapan bahwa mencari ridha Allah akan menjadi susah.

Manusia di akhirat akan menghayal jika sekiranya menjadi debu/tanah (akhir ayat surat An-Naba’) padahal di dunia terkenal, cantik dan kaya. Demikian gambaran manusia yang melampaui batas di akhirat, lebih memilih menjadi tanah daripada di siksa dan dibakar di neraka.

Jadilah mutiara di mata Allah walau menjadi debu di mata manusia. Kenapa menjadi debu di mata manusia? Karena jika anda menjadi mutiara di mata Allah anda akan menjadi manusia yang baik dimata orang yang baik.

Allah Swt banyak memberikan gambaran bagaimana gunung dan batu lebih baik dari hati manusia padahal mereka bukan mukallaf atau tidak diperintah dan dilarang dan mereka tidak masuk surga dan neraka. Batu, gunung dan lainnya takut kepada Allah karena keagungan Allah.

Sebagaimana firman Allah Swt berikut:

“Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dialah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya.” (Qs. Ar-Ra’du: 13)

Guruh dalam ayat ini takut kepada Allah, apakah dia mukallaf (dibebani hukum Islam), apakah dia masuk surga atau neraka? lalu kenapa dia takut?

“Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir” (Qs. Al-Hasyr: 21)

Gunung, makhluk terbesar di dunia, takut kepada Allah sementara manusia yang lebih kecil dan lebih lemah dari gunung tidak takut kepada Allah Swt. Gunung pun bukan mukallaf dan tidak masuk surga atau neraka, tetapi dia takut kepada Allah, takutnya adalah karena keagungan Allah Swt.

Orang yang tidak merasa takut dengan keagungan Allah Swt pasti tidak bisa menahan nafsunya. Nafsu disini bukan hanya berbuat maksiat seperti zina, contoh yang kecil saja seperti shalat cepat cepat.

Siapakah yang pertama kali kita hadapi dalam menaklukkan jiwa? nomor satu adalah diri kita sendiri. Maka dalam kesabaran yang pertama adalah kesabaran dalam menegakkan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, selanjutnya bersabar dari kesengsaraan.

Allah Swt berfirman:

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”  (Qs. Al-Kahfi: 28)

Ayat ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad Saw juga manusia, dia juga bisa tidak bisa bersabar dalam keadaan gundah seperti yang lain. Juga menjelaskan pentingnya set up lingkungan agar terus menjadi baik. Nabi yang ma’shum saja diminta agar bergaul dengan orang yang baik apalagi kita. Mata kita pun harus terus bersama orang orang yang baik dan jangan tertipu dengan gemerlapnya dunia.

Hidup adalah ujian, agar tidak salah langkah harus menyebut nama Allah terlebih dahulu dalam segala aktifitas kita. Kenapa dalam banyak ayat disebutkan perintah untuk berdzikir, menyebut nama Allah dalam keadaan, berdiri, duduk dan berbaring? Karena dalam sebuah hadits disebutkan bahwa dalam hati manusia terdapat dua pintu, pintu yang dimasuki syetan dan pintu yang dimasuki malaikat. Jika manusia berdzikir maka syetan akan minggir dan malaikat masuk, kalau tidak berdzikir syetan akan masuk.

Dalam hadits yang lain disebutkan bahwa orang yang berdzikir dan orang yang tidak berdzikir seperti orang mati dan hidup.

Hadits yang lain, orang yang tidak berdzikir laksana orang yang diserang musuh, kemudian ketika dia berdzikir laksana dia masuk ke dalam benteng, dimana musuh tidak bisa menyentuhnya.

Maka maksud dari ‘selalu bersama orang yang berzikir’ bukan hanya secara fisik saja, tetapi setelah selesai perkumpulan kita tetap terus berdzikir mengingat Allah Swt. Ketika membiasakan diri untuk berdzikir ketika berdiri, duduk dan berbaring, sebenarnya kita sedang menghadapi diri sendiri, seperti ketika muncul suatu ide, benturan terjadi dalam diri, jika berjalan anda menang, jika tidak anda kalah dengan diri sendiri.

Tidak ada orang yang tidak ingin masuk surga, dan orang yang masuk surga sudah terpola dia bisa menaklukkan diri sendiri. Contohnya, shalat Tahajjud adalah bentuk peperangan terbesar terhadap diri sendiri.

Allah Swt berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (Qs. Adz-Dzariyat 15-20)

Ayat di atas menunjukkan life style/ pola hidup penghuni surga.

  1. Produktif ketika di dunia
  2. Sedikit tidur, melawan nafsu untuk beribadah, dia sudah terbiasa bangun sebelum shalat subuh. Lebih cinta kepada Allah daripada tubuhnya, shalat dan mengharap ampunan Allah.
  3. Memohon ampun kepada Allah sebelum subuh.
  4. Growth mindset, dengan banyak meminta ampun kepada Allah.
  5. Menyayangi orang miskin

*Resume Kajian Akhlak 06 Maret 2017 di Masjid Raya Pondok Indah

Bagaimana Interaksi Seorang Muslim Dengan Hartanya?ย 


Manusia punya kecenderungan yang besar kepada dunia yang real, nyata dan dapat dirasakan, sementara kecenderungan kepada akhirat hampir tak bernyawa, padahal akhirat merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dunia. 

Hadits berikut layak kita renungkan tentang bagaimana interaksi seorang muslim dengan harta dan dunianya. 

Abu Sa’id al-Khudriy ra meriwayatkan bahawa Nabi saw bersabda:
โ€Ž ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ู…ูŽุง ุฃูŽุฎูŽุงูู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู…ูŽุง ูŠูุฎู’ุฑูุฌู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชู ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู 

“Sesungguhnya, yang paling sangat aku takutkan kepada kalian, adalah apa-apa yang Allah keluarkan untuk kalian dari keberkahan dunia ini..”
โ€Žู‚ููŠู„ูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชู ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฒูŽู‡ู’ุฑูŽุฉู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง 

Ditanyakan (kepada Nabi): ‘Apakah (yang dimaksud dengan) keberkahan dunia?’
Nabi saw menjawab: “Ia adalah perhiasan dunia..”

โ€ŽููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฑูŽุฌูู„ูŒ ู‡ูŽู„ู’ ูŠูŽุฃู’ุชููŠ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ุจูุงู„ุดู‘ูŽุฑู‘ู 

Seorang lelaki lalu bertanya (kepada Nabi):
‘Adakah kebaikan (pada keberkahan dunia itu) boleh membawa kepada keburukan (yang engkau takutkan itu)?’

โ€ŽููŽุตูŽู…ูŽุชูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุธูŽู†ูŽู†ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูู†ู’ุฒูŽู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู 

Lalu Nabi saw diam sejenak sehingga kami menyadari bahwa wahyu sedang turun kepada beliau.
โ€Žุซูู…ู‘ูŽ ุฌูŽุนูŽู„ูŽ ูŠูŽู…ู’ุณูŽุญู ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุจููŠู†ูู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุงุฆูู„ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ูŽุง 

Kemudian, beliau menyapu dahinya (karena berkeringat selepas menerima wahyu), lalu bertanya:
“Mana orang yang bertanya tadi?”
Lelaki itu menjawab: ‘Aku!’

โ€Žู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุจููˆ ุณูŽุนููŠุฏู ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุญูŽู…ูุฏู’ู†ูŽุงู‡ู ุญููŠู†ูŽ ุทูŽู„ูŽุนูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ 

Abu Sa’id al-Khudri berkata: Kami berterima kasih kepadanya karena segera muncul (menjawab panggilan Nabi).
โ€Žู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุฃู’ุชููŠ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุจูุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ุฅูู†ู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ูŽ ุฎูŽุถูุฑูŽุฉูŒ ุญูู„ู’ูˆูŽุฉูŒ 

Nabi berkata: “Tidaklah datangnya kebaikan, kecuali dengan membawa kebaikan. Sesungguhnya harta (perhiasan dunia) ini, (bagaikan tumbuhan) yang hijau dan manis”
โ€ŽูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุจูŽุชูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุจููŠุนู ูŠูŽู‚ู’ุชูู„ู ุญูŽุจูŽุทู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ูŠูู„ูู…ู‘ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุขูƒูู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุถูุฑูŽุฉู 

“Namun begitu, setiap kali musim bunga muncul menumbuhkan semua (jenis tumbuhan) yang membunuh atau hampir membunuh (hewan yang memakannya dengan terlalu banyak), kecuali (hewan) yang makan sejenis tumbuhan hijau.
โ€ŽุฃูŽูƒูŽู„ูŽุชู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ุงู…ู’ุชูŽุฏู‘ูŽุชู’ ุฎูŽุงุตูุฑูŽุชูŽุงู‡ูŽุง ุงุณู’ุชูŽู‚ู’ุจูŽู„ูŽุชู’ ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณูŽ ููŽุงุฌู’ุชูŽุฑู‘ูŽุชู’ ูˆูŽุซูŽู„ูŽุทูŽุชู’ ูˆูŽุจูŽุงู„ูŽุชู’ ุซูู…ู‘ูŽ ุนูŽุงุฏูŽุชู’ ููŽุฃูŽูƒูŽู„ูŽุชู’ 

Ia memakannya sehinggalah mengembang perutnya (karena telah cukup makan), ia menghadap (ke arah) matahari, lalu ia menghadam (makanannya), dan membuang kumuhannya, lalu ia kembali (ke lokasi makanannya) dan makan.
โ€ŽูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ูŽ ุญูู„ู’ูˆูŽุฉูŒ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽู‡ู ุจูุญูŽู‚ู‘ูู‡ู ูˆูŽูˆูŽุถูŽุนูŽู‡ู ูููŠ ุญูŽู‚ู‘ูู‡ู ููŽู†ูุนู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุนููˆู†ูŽุฉู ู‡ููˆูŽ 

Sesungguhnya, harta-harta (yang berasal dari keberkahan dunia) ini adalah kemanisan (perhiasan); siapa yang mengambilnya dengan (memenuhi) haknya, dan diletakkan ia pada (tempat) yang berhak, maka demikian itulah sehebat-hebat penyelamat (di hari akhirat nanti).
โ€ŽูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽู‡ู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุญูŽู‚ู‘ูู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูƒูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุดู’ุจูŽุนู

Adapun siapa yang mengambilnya (yakni: harta-harta dari dunia ini) tanpa haknya, dia adalah umpama orang yang berterusan makan dan tak pernah kenyang (sehinggalah dia mati, atau sakit kerana berlebihan makan seperti binatang di atas).

[HR al-Bukhari & Muslim]

Faedah Hadits: 

– Nabi membuat perumpamaan pada hubungan manusia dengan perolehan dunia ini seperti hewan yang memakan tumbuhan-tumbuhan hijau yang subur.
– Manusia yang berlebihan dalam berinteraksi dengan kekayaan dunia ini, malah tidak memperhatikan hak-haknya, bagaikan hewan yang berlebihan memakan tumbuhan yang baik, sehingga ia terlalu kekenyangan lalu mati, atau kesakitan.
– Adapun manusia yang mengambilnya pada kadar yang diperlukannya, dengan memperhatikan hak-haknya (sumber yang halal, cara yang halal, bersedekah, dll), sehingga tertunai hak-hak itu, kemudian dia kembali kepada rutin tersebut dengan sabar dan tenang. 
– Maka segala perolehan itu kelak akan menjadi penyelamatnya di akhirat nanti.

Wallahu A’lam

Think Big, Mikirin Akhirat


Assalamualaikum
Semangaat Pagi semua !!!
Apa yg kita persiapkan untuk bekal kematian kita ?

Think Big…. mikirin AKHIRAT
Bekal yg besar apa ya ?

Besar atau kecil bukan dimata manusia
Tetapi
DI “MATA” ALLAH ….. Continue reading

[Video] Perbandingan Bumi dan Alam Semesta


image

%d bloggers like this: