Doa Perlindungan dari Musibah Kebakaran Rumah dan Hutan


Pada postingan sebelumnya kami menyampaikan doa ketika musim penghujan yang ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang sampai dengan lebat disertai angin kencang.

Ketika musim kemarau tiba, cobaan yang sering mendera bagi sebagian daerah di Indonesia adalah kebakaran hutan. Kebakaran rumah di daerah sempit banyak menghiasi pemberitaan di televisi dan koran.

Bagi Anda yang bermukim di tempat yang sempit seperti di Jakarta, menjaga barang yang kita miliki menjadi sebuah keniscayaan. Barang berharga yang sudah dikumpulkan bertahun-tahun tidak ingin hilang atau rusak karena bencana.

Dalam hal ini, para ulama memberikan arahan ketika terjadi kebakaran dengan meneriakkan takbir ketika mematikan kobaran api. Sebagaimana hadits yang disampaikan Nabi Muhammad Saw, Jika kalian melihat kebakaran maka bertakbirlah, karena takbir akan mematikannya”. (HR. Ath-Thabrani)

Ibnu Taimiyyah dalam Fatawa Al-Kubra menyebutkan, Öleh karena itu, syiar dalam Shalat, Azan dan Hari Raya adalah Takbir. Takbir disunnahkan membacanya di tempat-tempat tinggi seperti Shafa dan Marwah. Ketika seorang manusia mendapatkan kemuliaan atau ketika menaiki tunggangan. Takbir bisa mematikan kebakaran dan ketika Azan, syaithan lari mendengarnya”. (Fatawa Al-Kubra, 5: 188)

Selain membaca Takbir. Anda bisa membaca dan mempraktikkan doa Abu Darda yang bermanfaat sebagai perlindungan diri, keluarga, harta, dan rumah.

Diriwayatkan dari Thalaq bin Habib, katanya seorang laki-laki menemui Abu Darda dan berkata, “Wahai Abu Darda, rumah mu terbakar.”

“Rumahku tidak akan terbakar, karena Allah tidak akan melakukan itu disebabkan bacaan doa yang kudengar dari Rasulullah Saw. Barangsiapa yang membacanya di awal siang, dia tidak akan ditimpa musibah sampai sore. Dan barangsiapa membacanya di akhir siang, maka dia tidak akan tertimpa musibah hingga pagi.

Doa itu adalah:

ALLAHUMMA ANTA RABBI LAA ILAAHA ILLA ANTA. ALAIKA TAWAKKALTU WA ANTA RABBUL ÁRSYIL ÁDZIIM. MAA SYAA ALLAHU KAANA WA MAA LAM YASYA LAM YAKUN. LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAHIL ÁLIYYIL ÁDZIIM. Á’LAMU ANNALLAHA ÁLAA KULLI SYAI-IN QADIIR WA ANNALLAHA QOD AHAATHA BIKULLI SYAI-IN ÍLMAA. ALLHUMMA INNI AÚUDZUBIKA MIN SYARRI NAFSII WA MIN SYARRI DAABBATIN ANTA AAKHIDUN BINAASHIYATIHAA INNA RABBII ALA SHIRAATHIM MUSTAQIIM.

Bacaan dalam video:

Artinya:

“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tiada Tuhan selain Engkau. Kepada-Mu aku bertawakal, dan Engkau Tuhan Pemilik Ársy yang agung. Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi. Tiada daya dan kekuatan kecuali di sisi Allah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar. Aku tahu bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan bahwa ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, dan dari kejahatan segala makhluk yang berada dalam kekuasaan-Mu. Sesungguhnya Tuhanku selalu menunjukkan ke jalan yang lurus.”

Di kalangan ahli ilmu hadits, doa Abu Darda di atas didhaifkan bahkan hadits mungkar. Menanggapi hal ini, Syaikh bin Baz mengatakan bahwa hadits ini Dhaif, akan tetapi jika seseorang mengamalkannya dengan mengharapkan Allah Swt memberikan manfaat lewat doa, maka doa ini adalah doa yang baik (zikrun thayyib) yang tidak apa-apa diamalkan selama tidak meyakini terjadinya sesuatu lantaran doa ini dan tidak meyakini sebagai sunnah.

Doa Abu Darda bisa juga digunakan agar terhindar dari kebakaran hutan. Sebagaimana Umar bin Khatab yang mengirimkan surat kepada Sungai Nil agar mengalir kembali. Mengamalkan doa ini semoga Allah memberikan keamanan dari segala musibah. []

%d bloggers like this: