Pengertian dan Cara Membentuk Mindset


Mindset adalah posisi atau pandangan mental seseorang yang mempengaruhi pendekatan orang tersebut dalam menghadapi suatu fenomena. Mindset terdiri dari seperangkat asumsi, metode, atau catatan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok yang tertanam dengan sangat kuat. Menurut Mulyadi (2007:71), mindset merupakan sikap mental mapan yang di bentuk melalui pendidikan, pengalaman dan prasangka.

Menurut Gunawan (2007:14), mindset adalah beliefs that affect somebody’s attitude; a set of beliefs orang a way of thinking that determine somebody’s behavior and outlook (kepercayaan-kepercayaan yang mempengaruhi sikap seseorang; sekumpulan kepercayaan atau suatu cara berpikir yang menentukan perilaku dan pandangan, sikap, dan masa depan seseorang).

Komponen Mindset

Mindset terdiri dari tiga komponen pokok (Carol S Dweck, 2006), yaitu:

a. Paradigma

Paradigma adalah cara yang digunakan oleh seseorang di dalam memandang sesuatu. Paradigma merupakan sistem keyakinan dasar atau cara memandang dunia yang membimbing peneliti tidak hanya dalam memilih metode tetapi juga cara-cara fundamental yang bersifat ontologis dan epistomologis.

Suatu paradigma dapat dipandang sebagai seperangkat kepercayaan dasar (atau yang berada di balik fisik yaitu meta-fisik) yang bersifat pokok atau prinsip utama. Suatu paradigma dapat dicirikan oleh respon terhadap tiga pertanyaan mendasar yaitu pertanyaan ontologi, epistomologi, dan metodologi (Guba, 1990:18).

b. Keyakinan Dasar

Keyakinan Dasar adalah kepercayaan yang dilekatkan oleh seseorang terhadap sesuatu. Jika kita mengerjakan sesuatu yang kita yakini, kita akan mengerjakan sepenuh hati. Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Jika keyakinan tidak ada maka keraguan akan muncul, dan kesalahan akan sering kali menghalangi. keyakinan sangat penting dalam kehidupan seperti keyakinan dalam memeluk agama (Nova, 2011).

c. Nilai Dasar

Nilai Dasar adalah sikap, sifat, dan karakter yang dijunjung tinggi oleh seseorang, sehingga berdasarkan tersebut nilai-nilai tersebut seseorang dibatasi. Nilai atau value adalah kepercayaan atau keyakinan yang di praktekan dalam bentuk tingkah laku oleh orang dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat 10 tipe nilai yang disebut sebegai motivational type of value yaitu: Power, achievement, hedonism, stimulation, self-direction, universalism, traditional, conformity, dan security.

Jenis-jenis Mindset

Carol Dweck (2006) menyatakan bahwa terdapat dua macam Mindset, yaitu:

a. Fixed Mindset (Mindset Tetap)

Mindset tetap (Fixed mindset) ini didasarkan pada kepercayaan bahwa kualitas-kualitas seseorang sudah ditetapkan. Jika seseorang memiliki sejumlah inteligensi tertentu, kepribadian tertentu, dan karakter moral tertentu.

Ciri-ciri dari orang dengan mindset tetap (fixed mindset) adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki keyakinan bahwa inteligensi, bakat, sifat adalah sebagai fungsi hereditas/keturunan.
  2. Menghindari adanya tantangan.
  3. Mudah menyerah.
  4. Menganggap usaha tidak ada gunanya.
  5. Mengabaikan kritik.
  6. Merasa terancam dengan kesuksesan orang lain.

b. Growth Mindset (Mindset Berkembang)

Mindset berkembang (growth mindset) ini didasarkan pada kepercayaan bahwa kualitas-kualitas dasar seseorang adalah halhal yang dapat diolah melalui upaya-upaya tertentu. Meskipun manusia mungkin berbeda dalam segala hal, dalam bakat dan kemampuan awal, minat, atau temperamen setiap orang dapat berubah dan berkembang melalui perlakuan dan pengalaman.

Ciri-ciri dari orang dengan mindset berkembang (growth mindset) adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki keyakinan bahwa intelegensi, bakat, dan sifat bukan merupakan fungsi. hereditas/keturunan.
  2. Menerima tantangan dan bersungguh-sungguh menjalankannya.
  3. Tetap berpandangan ke depan dari kegagalan
  4. Berpandangan positif terhadap usaha.
  5. Belajar dari kritik.
  6. Menemukan pelajaran dan mendapatkan inspirasi dari kesuksesan orang lain.

Cara Membentuk Mindset

Untuk membentuk mindset dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Trendwatching. Pada tahap ini manajemen puncak melakukan pengamatan berbagai tren pemacu perubahan yang akan terjadi di masa depan. Terdapat empat pemacu perubahan yang berdampak terhadap lingkungan organisasi.
  2. Envisioning. Envisioning adalah kemampuan kita untuk menggambarkan dampak perubahan dalam lingkungan bisnis yang diakibatkan oleh berbagai pemacu perubahan yang telah di amati dalam trendwatching.
  3. Perumusan Paradigma. Oleh karena lingkungan organisasi di gambarkan karakteristiknya sebagai lingkungan di dalamnya customer, maka paradigma yang sesuai dengan lingkungan customer value strategy, suatu pandangan untuk bertumbuh di tentukan oleh kemampuan organisasi tersebut dalam menyediakan value terbaik bagi customer.
  4. Perumusan Mindset. Mindset terdiri dari tiga komponen: paradigma, keyakinan dasar dan nilai dasar. Oleh karena itu, dalam merumuskan mindset, setelah paradigma dirumuskan, kemudian dirumuskan keyakinan dasar dan nilai dasar yang sesuai dengan paradigma tersebut. Berdasarkan paradigma customer value strategy, kemudian dibangun customer value mindset dan berdasarkan paradigma pula continious improvement dibentuk dalam dua mindset: continious improvement mindset dan opportunity mindset.

Daftar Pustaka

  • Adi W. Gunawan. 2007. The Secret of Mindset. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Mulyadi. 2007. Sistem Perencanaan dan Pengendalian Menejemen. Salemba Empat. Jakarta.
  • C. S. Dweck. 2006. Mindset: The New Psychology of Success. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.
  • Guba. Egon. 1990. The Paradigm DiaIog. London Sage.
  • Nova, Firsan. 2011. Crisis Public Relatons Bagaimana PR Menangani Krisis Perusahaan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Ditulis ulang dari kajianpustaka.com

Apakah Perbedaan Fix Mindset dan Growth Mindset


Kita bisa menelaah tentang mindset menjadi 2 bagian. Yang pertama adalah Fixed Mindset, atau cara berpikir yang statis/sama. Dan yang kedua adalah Growth Mindset yaitu mindset yang sudah berkembang.

Orang fix mindset cenderung menghindar ketika ada tantangan baru, menutup diri dan mengatakan tidak bisa dan tidak mungkin. Sementara growth mindset menyukai tantangan dan dijadikan lahan untuk belajar dan upgrade diri.

Orang fix mindset tidak menyukai perubahan, tidak senang, menyalahkan keadaan atau menyalahkan orang lain. Cenderung suka marah marah dan menjadi stress. Sementara growth mindset selalu siap menerima perubahan, karena dia tahu, hanya perubahan yang membuat dia semakin maju.

Orang fix mindset selalu mencari alasan, ketika diberi masalah dia mencari alasan. Sementara growth mindset selalu mencari solusi, ketika diberi masalah dia mencari solusi apa yang bisa diberikan dan memecahkan masalah.

Orang fix mindset melihat peluang sebagai masalah, sementara growth mindset justru melihat dan menganggap masalah sebagai peluang.

Orang fix mindset anti kritikan, ketika ada yang mengkritik dia justru marah, jengkel dan stress. Sementara growth mindset siap belajar dan siap dievaluasi. Ketika menerima kritikan, bukan marah justru diam dan mencoba mengevaluasi diri.

Fixed Mindset sangat menyukai comfort zone atau zona nyaman. Sementara growth mindset anti comfort zone, atau siap untuk maju.

Fixed Mindset merasa setiap usaha yang dilakukan sia sia. Sementara growth mindset merasa bahwa kegagalan adalah pembelajaran. Ia merasa bahwa tidak ada usahanya yang sia-sia. Tapi dari setiap usahanya, pasti ada pembelajaran yang dia peroleh untuk maju menuju masa depannya.

Al-Quran merupakan kitab suci dan Wahyu dari Allah SWT sudah membahas tentang growth mindset dan fix mindset. Contoh growth mindset seperti dalam ayat 18 Surat Al-Hasyr: “Hai orang orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah dilakukannya untuk hari esok”. Alquran mengajak pembacanya mempunyai visi dan berfikir ke depan.

Dan contoh ayat tentang fix mindset adalah kisah Nabi Syuaib bersama umatnya ketika mereka menolak dakwah Nabi Syuaib dan mengatakan “Wahai Syuaib, apakah shalat mu yang menyuruhmu supaya kami meninggalkan apa yang disembah oleh nenek moyang kami, atau melarang kami melakukan apa yang kami kehendaki terhadap harta kami?” Ayat 87 Surat Huud, dan masih banyak lagi contohnya.

Video Pixar yang saya angkat menjadi title tulisan ini bisa anda lihat dilink berikut. Sejak tahu video ini, sering saya putar ketika sedang gak ada mood atau ketika butuh hiburan ringan yang memotivasi. Alhamdulillah gak pernah bosan lihat terus video ini.

Charol Dweck adalah psikolog Amerika yang pertama kali mengenalkan apa itu growth mindset dan fix mindset lewat bukunya. Banyak perubahan saya rasakan setelah membaca bukunya.

Keterangan Charol Dweck bisa anda dapatkan di YouTube dan secara ringkas bisa anda lihat di gambar berikut.

Tabel perbedaan fix mindset dan growth mindset bisa dilihat disini

%d bloggers like this: