25 Pasal Protokolat Zionisme Dari Rotshchild


Bangsa Yahhudi meyakini bahwa mereka yang akan menjadi satu-satunya Penguasa Dunia, dan tanpa ragu-ragu pasti akan datang suatu hari bagi mereka untuk menguasai seluruh bumi dan memusnahkan seluruh agama. Keyakinan seperti itu tercantum dalam suatu dokumen rahasia yang disebut Protocol of Zions atau Protokolat Zionis.

Protocol ini merupakan salah satu dokumen paling kontroversial di dunia. Banyak yang menganggap Protokol merupakan sebuah dokumen palsu yang sengaja di buat-buat demi menguntungkan kelompok anti Semit, pandangan ini diwakili oleh kaum Zionis-Yahudi dan para pendukungnya. Continue reading

Apa Kewajiban Kita Terhadap Al-Quran?


Al-Quran adalah sebuah anugerah kepada umat ini, ia adalah kitab yang kekal yang tidak ada kebatilan yang diturunkan oleh Rabb yang maha bijaksana lagi terpuji, Hanya umat Islamlah yang memiliki kitabullah yang kekal dan tidak terpengaruh tahrif dan tabdil, adapun kitab-kitab samawi sebelum nabi Muhammad SAW telah terpengaruh tahrif dan tabdil baik secara lafaz maupun maknanya dan tidak terjaga kesuciannya karena Allah SWT tidak menjaganya, karena ia adalah kitab yang khusus diturunkan untuk kaum tertentu pada zaman tertentu. Continue reading

Sabak, Sabki, Manzil Dan Kepentingannya Bagi Penghafal Al-Quran (Update + Slide)


Islamic_Wallpaper_Quran_003-1366x768

Banyak orang bertanya tentang sistem hafalan dan murajaah yang baik. Di sini akan saya sebutkan secara umum. Mungkin lain orang lain caranya. Lain pelajar lain gurunya. Anggaplah ini satu usaha kecil dari saya untuk ‘urun rembuk’ bersama. Sistem hafalan dan murajaah saya bagi menjadi tiga. Pertama dinamakan Sabak, kedua Sabki dan ketiga Manzil. Saya perjelas keterangannya sebagaimana di bawah ini.

Sabak

Merupakan hafalan baru yang akan anda perdengarkan setiap hari kepada guru tahfidz. Sabak juga dikenal dengan istilah “setoran”. Hafalan baru bergantung kepada kemampuan dan kesungguhan  seorang pelajar. Biasaanya satu kali setoran antara satu atau dua halaman. Bagi yang mampu mendapatkan dua halaman (satu lembar) untuk setiap hari secara istiqamah, saya golongkan dalam golongan yang excellent. Bagi yang mampu istiqamah satu halaman saya kira sebagai golongan biasa dan bagi yang mendapat kurang dari itu masuk sebagai kelas lemah.

Sabki

Yaitu mengulang hafalan pada juz-juz yang sedang anda hafal. Bagi beberapa santri Tahfidz, seringkali istilah ini belum familiar bahkan asing di telinga mereka, sistem ini belum popular dan tidak digunakan secara resmi di beberapa pesantren Tahfidz. Namun bagi saya ia adalah bagian yang sangat penting. Contoh mudah dari praktek Sabki adalah; jika anda sedang menghafal juz 5 halaman ke 8 atau lembar yang keempat, maka halaman 1 sampai halaman ke 7 disebut Sabki.

Manzil

Dikenal juga dengan ‘Muraja’ah’ yaitu mengulang juz-juz yang telah anda hafal. Contohnya jika anda sedang menghafal juz 5, maka juz 1 sampai 4 disebut Manzil.

Memahami Pentingnya Sabak, Sabki dan Manzil

Sebagai seorang penghafal Al-Quran, ketiga sistem di atas merupakan perkara wajib yang akan anda lalui. Justru, bagi penghafal Al-Quran pemula, saya nyatakan, sangat penting bagi seorang penghafal Al-Quran untuk memahami sejelas-jelasnya tentang pentingnya setiap sistem tersebut.

Pentingnya Sabak

Sabak merupakan perkara asas bagi semua penghafal Al-Quran. Jika tidak ada hafazan baru, bagaimana bisa menamatkan hafalan 30 juz. Perbedaannya cuma dalam hal cepat atau lambat, banyak atau sedikit dan rajin atau malas.

Bagi saya, kadar yang paling baik adalah sederhana atau pertengahan. Jangan terlalu bergairah  untuk cepat selesai dan setor hafalan dengan begitu banyak. Jangan pula terlalu lambat atau ‘takut’ dengan setor hafalan ‘ala kadarnya’ saja.

Manusia sebenarnya diciptakan dengan sifatnya yang selalu menyukai hal baru. Selalu ingin sesuatu yang baru dan mudah bosan dengan yang lama. Ini wajar dan sifat ini seringkali mendorong seorang penghafal Al-Quran untuk menambah dan menyetor hafalan baru sebanyak mungkin. Saya tidak bilang itu jelek. Mungkin itu menjadi satu fenomena bersifat positif dan membina. Tetapi saya tekankan, itu akan menjadi sangat negafit jika penghafal Al-Quran itu mulai mengabaikan murajaah dan hanya bersemangat mengejar hafalan baru. Hasilnya? Semakin banyak yang dihafal semakin banyak pula yang dia lupa.

Pentingnya Sabki

Sabki menjadi komponen dalam menghafal yang sangat jarang dipraktikkan dan kerap diabaikan oleh sejumlah penghafal Al-Quran. Di antara faktornya adalah: tidak tahu apa itu Sabki, merasa Sabki tidak penting dan menyamakan Sabki dengan manzil atau muraja’ah.

Secara peribadi saya nyatakan, Sabki sangat-sangat penting dan WAJIB dipraktekkan oleh para penghafal Al-Quran. Sabki TIDAK SAMA dengan muraja’ah. Di antara faktor kenapa anda gagal mengulang hafalan dengan baik adalah disebabkan anda tidak memperhatikan masalah Sabki. Jujur saya dulu ketika awal mula menghafal tidak menggunakan sistem ini dan baru saya memberi perhatian selepas tamat menghafal Al-Quran, dan Alhamdulillah dengan mempraktikkan sistem Sabki ini hafalan saya menjadi lebih kuat dari yang sebelumnya.

Coba sekarang saya ajak anda untuk berfikir sejenak. Anda biasa menghafal hafalan baru pada waktu malam sebanyak satu halaman, dua halaman atau lebih. Biasanya habis maghrib anda akan fokus untuk menghafal dan sebelum tidur anda telah mendapat target yang anda inginkan. Kemudian hafalan tersebut akan di ‘kemas’ lagi secara rapi setelah subuh sampai ketika masuk kelas pagi untuk ‘setoran’ dan hafalan anda sudah siap disetorkan. Maka perkara pertama bila anda menghadap guru tahfidz di waktu pagi adalah untuk setor hafalan baru.

Baik, perhatikan pada ingatan anda waktu itu. Hanya hafalan baru yang menguasai ingatan. Pasti  sebelum masuk setoran, ‘nampak’ susunan ayat-ayat dalam kepala lalu anda setorkan hafalan  dengan lancar. Apakah selepas setoran semuanya berakhir? Jawapannya TIDAK. Tetapi kesalahan yang sering anda lakukan adalah menjawab YA. Semuanya berakhir setelah setoran.

Kenapa? Karena anda tidak perlu setoran Sabki kepada guru anda. Anda tidak mempunyai ‘paksaan’ untuk itu. Anda akan kembali ke tempat duduk, kemudian mulai mengulangi muraja’ah. Sadarkah anda, jika habis Dhuhur atau Ashar nanti anda diminta membacakan ayat-ayat yang telah anda setorkan dengan baik dan lancar pagi tadi, saya jamin anda TIDAK AKAN dapat membacanya bahkan mengingatinya dengan baik? Semuanya bertaburan dan ‘tak kelihatan’. Sudah saya sebutkan sebabnya tadi yaitu kosong dari Sabki.

Otak manusia itu terbagi menjadi tiga bagian: Bagian depan, tengah dan belakang. Kenapa waktu pagi anda bisa setor hafalan dengan baik tetapi malamnya apa yang anda setorkan pagi tadi sudah kelupaan? Karena hafalan pagi tadi hanya berada dibagian depan otak, bukan masuk ke tengah apalagi sampai  jauh ke belakang. Boleh dikata, hanya “bermain-main di depan pintu masuk”. Lalu bagaimana membuat hafalan baru itu dapat masuk ke belakang atau sekurang-kurangnya ke tengah?

Caranya adalah, habis setoran hafalan baru ( satu halaman, dua halaman atau lebih ) anda kembali ke tempat duduk, ulang kembali hafalan tersebut dan gabungkan dengan setoran anda yang semalam, kemarin sampai ke awal juz. Perhatikan; misalnya anda baru saja setor hafalan baru di halaman ke-12 juz 6, maka anda mesti mengulang kembali 12 halaman juz 6 itu, dan lebih baik lagi kalau bisa anda setorkan dan disimak oleh ustadz tahfidz anda. Saya berani katakan bahwa, SABQI LEBIH SUSAH UNTUK DIULANG DARIPADA MURAJA’AH. Maka hati-hati dan tolong berikan perhatian sewajarnya pada Sabki anda.

Pentingnya Manzil

Sistem ini umum diketahui dan diamalkan secara konsisten oleh kebanyakan Ma’had Tahfidz. Mayoritas penghafal Al-Quran kenal dan tahu pentingnya Manzil atau Muraja’ah untuk diri mereka.

Bagi anda yang murajaah dan ditemani oleh guru tahfidz, mestinya anda banyak bersyukur meskipun ada rasa tertekan dan sebagainya. Cuma yang menjadi masalah bagi mereka yang muraja’ah sendiri tanpa ada teman atau ustadz tahfidz yang menemani. Keadaan ini sering muncul pada beberapa pesantren tahfidz yang tidak menerapkan sistem muraja’ah dan para penghafal Al-Quran yang telah khatam menghafal Al-Quran. Mereka-mereka ini yang sangat susah mendisiplinkan diri untuk murajaah semua juz yang telah mereka hafal. Ditambah pula dengan rasa malas dan bosan yang sering mendera. Akhirnya beban juz yang dihafal terabaikan dan sebaliknya sibuk mengejar hal-hal yang lain.

Nasihat saya, tolong dan tolong, buatlah jadwal murajaah untuk diri sendiri secara konsisten dan disiplinkan diri anda dengan jadwal tersebut. Malas bagaimanapun juga, pastikan anda ulang sekurang-kurangnya setengah juz dengan baik dan benar-benar ingat. Anda sendiri tahu betapa pentingnya menjaga muraja’ah.

Saya menandaskan, lebih baik TAK LANCAR daripada TAK INGAT. Jika anda tak lancar tetapi konsisten murajaah, itu seribu kali lebih baik dari anda tidak murajaah secara konsisten dan akhirnya anda tak ingat. Pernah ada yang mengadu pada saya tentang susahnya muraja’ah, saya sebutkan untuk bersabar dan terus mengulang hafalan secara konsisten karena biasanya ia bukan ‘tak ingat’ tapi ‘tak lancar’. TETAPI sekiranya anda ‘tak ingat’ hafalan-hafalan terdahulu, ini alamat bahaya, sebaiknya anda renungkan kembali dan ulangi setoran hafalan anda dari awal dengan menggunakan sistem ini; Sabak, Sabki dan Manzil, insya Allah dengan ketekunan dan kedisiplinan anda, hafalan akan menjadi lebih baik, lebih ingat dan insya Allah lebih lancar.

Terakhir, saya lampirkan makalah slide sidang skirpsi saya tentang Sabak, Sabki dan Manzil atau dikenal juga dengan metode Pakistani. Saya membuktikan efektifitas metode ini di Pesantren Bina Qolbu, Bogor. Semoga bermanfaat dan siapa saja yang ingin menggunakannya agar izin terlebih dahulu.

Terima kasih atas kunjungan anda di blog sederhana ini, sekiranya ada pertanyaan tentang artikel ini bisa anda tulis di form komentar yang ada di bawah ini.

Jinaan University, Pustaka Islami Untuk Android Dari Jinaan.Com


jinaan universityBeberapa waktu yang lalu ketika bertelusur ria di jagad google play untuk sekedar meng-update software andro di galaxy pocket saya. Saya menemukan software pustaka baru yang lebih banyak menghadirkan kenyamanan dan kreativitas dalam Islamic library, namanya Jinaan University atau dalam bahasa Arab ﺟﺎﻣﻌﺔ ﺟﻨﺎﻥ

Jinaan University adalah pustaka Islami dalam bahasa Arab yang berisi lebih dari 5.000 kitab klasik yang di built in juga forum diskusi yang memungkinkan para santri atau mahasiswa Islam untuk berdiskusi dan membantu satu sama lain dalam belajar dan mengkaji Islam. Continue reading

Uang Pembawa Berkah


uang pembawa berkahDi pagi yang cerah, Rasulullah keluar rumah dengan senyumnya yang ramah dan menebarkan berkah. Beliau bermaksud jalan-jalan berkeliling pasar. Ditangannya membawa uang sebanyak delapan dirham. Beberapa orang yang dilaluinya menyapa Rasulullah. “Ya Rasulullah, akan pergi kemanakah Tuan sepagi ini?”

“Aku hanya ingin berjalan-jalan menghirup udara pagi,” jawab Rasulullah seraya tersenyum.

Diperjalanan, beliau bertemu dengan seorang perempuan yang sedang menangis dipinggir jalan.

“Mengapa kau menangis?” tanya Rasulullah. Sambil tesedu-sedu, ia menceritakan apa yang menimpanya.

Continue reading

Bagaimana Menyambut Bulan Ramadhan?


Bagaimana menyambut ramadhanSegala puji bagi Allah semata, shalawat serta salam semoga terlimpah kepada Nabi Muhammad saw. Akan Datang Tamu Tercinta! Saudaraku muslim dan muslimah! Bagaimanakah perasaan anda jika ada seorang tamu yang anda cintai dan rindukan memberitahu, bahwa ia akan datang dan tinggal bersama anda selama beberapa hari, apa yang akan anda lakukan? Tidak diragukan lagi, anda akan senang dan berbahagia, kemudian anda akan bersiap-siap menyambut kunjungan itu dan sedapat mungkin anda akan merapikan diri, membersihkan rumah dan menyiapkan acara-acara yang menarik dalam rangka kunjungan itu. Bukankah demikian ? Jawabannya adalah, “Tentu !” Wahai saudaraku, bagaimana jika tamu itu bukan saja anda cintai, akan tetapi juga dicintai Allah, Rasul-Nya dan seluruh kaum muslimin? Bagaimana jika tamu ini selama tinggal bersama kita antara siang dan malam-nya membawa kebaikan dan keberkahan?

Continue reading

“Trauma Persepsi” Dalam Menghafal Al Qur’an


trauma persepsi dalam menghafal al-quranBetapa banyak kaum muslimin mengeluh, “Menghafal Al Qur’an itu susah amat yah. Sudah berkali-kali diulang-ulang dan menggunakan berbagai macam cara, tapi tetap saja hasilnya nol. Alias gak bisa hafal dan lengket.” Ini adalah bentuk ‘trauma persepsi’ tentang problematika seputar tahfizul Qur’an, yang bila dibiarkan lama-lama mengendap dalam pikiran Anda akan menjadikan Anda tidak lagi bergairah ketika dihadapkan dengan Al Qur’an dalam berbagai sisi manapun. Maka berhati-hatilah…! Continue reading

%d bloggers like this: