• Selamat datang di blog Jumal Ahmad. Saya sedang meneliti tentang Meta-Level Reflection dalam Pembangunan Karakter. Semoga dimudahkan dan bermanfaat.

  • Categories

Hamka dan Tafsir Al-Azhar


Buya Hamka

Hamka bukan seorang otodidak, beliau juga belajar ke beberapa guru dan kyai. Dalam bidang tafsir, Hamka belajar kepada Ki Bagus Hadikusumo di Yogyakarta pada tahun 1924-1925 M.

Metode Tafsir Hamka

  • Mendialogkan teks dengan realita yang dialami untuk menguatkan ayat, sehingga ayat yang dibahas menjadi hidup dan relevan untuk zaman sekarang.
  • Terpengaruh dengan Tafsir Al-Manar.
  • Menggabungkan riwayat dan dirayat.
  • Tidak terikat oleh fanatisme mazhab dan mentarjih dari berbagai mazhab/konklusi hukum.
  • Berpegang pada riwayat Al-Quran dan Hadits dalam masalah ghaib dan israiliyat/mubham.
  • Tafsir modern yang menjadikan Al-Quran sebagai sumber hidayah (ittijah al-hudaai)

Motivasi Hamka menulis Tafsir Al-Azhar

  • Munculnya generasi pemuda muslim Melayu yang ingin belajar Islam lebih mendalam.
  • Menyiapkan kader kader da’i yang profesional.
  • Hutang budi kepada Al-Azhar Mesir yang memberikannya gelar honoris causa.

Sumber Tafsir

  • Al-Quran
  • Hadits
  • Aqwal Sahabat, Tabi’in.
  • Tafsir Ma’tsur.
  • Tafsir bir Ra’yi Jaiz.
  • Tafsir bi Laun Al-Adabi Al-Ijtima’i.

Sumber:

Kajian Insits: Seminar Sehari Warisan Intelektual dan Keulamaan Buya Hamka oleh Fahmi Salim, MA.

 

Sehari Bersama Buya Hamka


Buya Hamka, sosok ulama inspirartif dan menjadi rujukan ulama di Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Buya Hamka dalam buku buknya selalu memberikan semangat pada generasi muda pada waktu itu untuk berjuang mengisi dan mempertahankan kemerdekaan, dengan memakai dasar yang kukuh dalam jiwa mereka.

Maka buku buku Buya Hamka tidak pernah lekang di makan zaman dan usia. Semangatnya terus membara dalam karya karyanya.

Senang sekali hari ini bisa ikut hadir di seminar sehari yang diadakan INSISTS Jakarta, dan membahas khusus semua perihal Buya Hamka.

Semoga, sehari bersama Buya Hamka, semakin mengenalkan saya pada pribadi hebat beliau.

Materi seminar bisa dilihat di flyer ini.

Insya Allah, ilmu yang saya resume di seminar ini akan saya share di blog sederhana ini. Terima kasih.

Alhamdulillah, seminar hari ini berjalan sukses. Saya mendapatkan beberapa bingkisan buku dari panitia yaitu buku Dari Lembah Cita Cita karya Buya Hamka dan buku karya Dr. Adian Husaini berjudul Mewujudkan Indonesia Adil dan Beradab.

Satu lagi bingkisan sertifikat dari INSISTS.

IMG_20170610_171446

Islamic Book Fair 2017


Book fair tahun ini berasa spesial pakai telor, eh. Saya gak sendirian lagi belanja buku disana, saya bisa berdua ditemani istri tercinta. 

Kami berangkat dari kontrakan kecil di Ciganjur jam 10an naik bus kopaja 616 menuju stasiun KRL Pasar Minggu, cukup lama saya tidak merasakan moda transportasi masal ini sejak terbiasa pulang kampung dengan bus, bagi istri ini kali kedua dia naik kereta dalam hidupnya. 

Berikut ini jalur naik KRL dari Pasar Minggu ke JCC. Dari stasiun Pasar Minggu  turun Palmerah. Tapi transit dulu di Tanah Abang. Di Tanah Abang pindah jalur 5 atau 6 Turun palmerah. Lalu dari Palmerah keluar belok ke kiri. Naik busway, turun d TVRI, dari TVRI nyebrang sekitar 4 menitan sudah sampai di JCC. Kalau turun di TVRI kita masuk bagian dari bagian belakang. 

Sampai di JCC beli dulu tiket masuk di konter yang sudah ada di samping pintu masuk dengan harga 5 ribu rupiah. 

Ada satu buku yang ingin sekali saya beli disana yaitu buku bahasa Arab karya terbaru Aidh Alqarni berjudul wal-an iktasyafatis sa’aadah (akhirnya datanglah kebahagiaan) buku ini ditulis setelah 12 tahun Aidh Alqarni menulis buku fenomenal Laa Tahzan. Sayang sekali buku bagus ini tidak kami dapatkan di bookfair. 

Saya beli beberapa buku tentang pendidikan karakter dan kurikulum, buku “Pendidikan Karakter, Menjawab tantangan Krisis Multidimensional” yang disusun berbasis masalah dan testimoni tentang pentingnya karakter bangsa, buku ini ditulis oleh Masnur Muslich. Buku “Parents Power, Membangun Karakter Anak Melalui pendidikan keluarga” oleh Saiful Falah. 

Dalam bidang kurikulum, saya beli buku “Kurikulum untuk Kehidupan” tulisan Zulfikri Anas. Dibagian belakang bukunya dia menulis bahwa Kurikulum itu sangatlah simpel. Kehadirannya untuk memperlancar proses pembelajaran dan menjadi skenario untuk memberikan pelayanan terbaik kepada setiap peserta didik. 

Kurikukum itu sederhana, namun menjadi rumit ketika pikiran kita telah merumitkannya. Ketika kita terperangkap dalam pemikiran bahwa pendidikan bermutu akan dapat diwujudkan melalui pengaturan administratif yang ketat, kaku dan tidak responsif. 

Saya juga membeli beberapa buku untuk bacaan anak anak TPA di kontrakan kecil saya. Enam seri buku cerita bergambar dari Gema Insani. 

Buku ini menjadi cara yang bagus untuk menanamkan nilai moral dan akhlak kepada anak dengan jalan mendongeng. Karya pemerhati anak bernama Emmy Soekresno. 

Cover buku dongeng 365 hari

Isinya bagus sekali untuk para guru dan orang tua menanamkan moral dan akhlak semenjak kecil. Kebiasaan mendongeng kepada anak akan mempererat hubungan emosional antara anak dan orang tua. 

Buku lain yang saya beli, dari lembah cita cita oleh Buya Hamka dan Bohong di Dunia oleh Buya Hamka juga. 

Dalam bahasa Arab saya membeli buku fafirru illallah karya Abu Dzar Alqalamuni dan buku motivasi istamti’ bifashlika walaa takun faashilan (jangan menyerah) karya Salwa Al-‘Udhaidan yang memberikan motivasi bahwa kemiskinan, keterbatasan, cemoohan dan kegagalan tidak menjadi halangan untuk sukses dan bahagia. 

Alhamdulillah, kami juga membeli buku murah yang harganya 5 ribuan, lumayan untuk menambah bahan bacaan dan isi perpustakaan. 

Jam 4 tepat setelah shalat Ashar saya dan istri pulang ke Ciganjur. Berbeda dengan pas berangkat kami naik KRL, pas pulangnya kami naik Busway yang haltenya gak jauh dari JCC. Dari halte JCC kami turun di halte Jati Padang, dan transit di Kuningan Barat. Hati hati dengan barang bawaan kalau sedang di busway, tas selalu diletakkan di bagian depan agar selalu terpantau, sebagai bentuk kehati hatian agar tidak kecurian barang atau dompet. 

Turun dari halte kami naik angkot jurusan pasar rebo dan turun di flyover Tanjung barat, dari situ naik bus kopaja 616 sampai di Ciganjur. 

Alhamdulillah jam 8an kami sampai rumah dengan selamat. ☺️

Rahasia Panjang Umur [Buya Hamka] 


Buya Hamka


Buya Hamka

HAMKA nama adalah akronim (kependekan) dari nama sebenarnya Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah, Beliau lahir pada 17 Februari 1908 di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, Indonesia. Ayahnya ialah Syeikh Abdul Karim bin Amrullah atau dikenali sebagai Haji Rasul, seorang pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.

Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usia Hamka mencapai 10 tahun, ayahnya memasukkannya ke madrasah yang ia dirikan di Sumatera, Padang Panjang namanya at-Thawalib yang artinya santri-santri. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.

Hamka mula-mula bekerja sebagai guru agama pada tahun 1927 di Perkebunan Tebing Tinggi, Medan dan guru agama di Padang Panjang pada tahun 1929. Hamka kemudian dilantik sebagai dosen di Universitas Islam, Jakarta dan Universitas Muhammadiyah, Padang Panjang dari tahun 1957 hingga tahun 1958. Setelah itu, beliau diangkat menjadi rektor Perguruan Tinggi Islam, Jakarta dan Profesor Universitas Mustopo, Jakarta. Dari tahun 1951 hingga tahun 1960, beliau menjabat sebagai Pegawai Tinggi Agama oleh Menteri Agama Indonesia, tetapi meletakkan jabatan itu ketika Sukarno menyuruhnya memilih antara menjadi pegawai negeri atau bergiat dalam politik Majlis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi).

Hamka adalah seorang otodidak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti dan Hussain Haikal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Perancis, Inggris dan Jerman seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx dan Pierre Loti. Hamka juga rajin membaca dan bertukar pikiran dengan tokoh-tokoh terkenal Jakarta seperti HOS Tjokroaminoto, Raden Mas Surjopranoto, Haji Fachrudin, Ar Sutan Mansur dan Ki Bagus Hadikusumo sambil mengasah bakatnya sehingga menjadi seorang ahli pidato yang handal.

Hamka juga aktif dalam gerakan Islam melalui organisasi Muhammadiyah. Beliau mengikuti pendirian Muhammadiyah mulai tahun 1925 untuk melawan khurafat, bidah, tarekat dan kebatinan sesat di Padang Panjang. Mulai tahun 1928, beliau mengetuai cabang Muhammadiyah di Padang Panjang. Pada tahun 1929, Hamka mendirikan pusat latihan dai Muhammadiyah dan dua tahun kemudian beliau menjadi konsul Muhammadiyah di Makassar. Kemudian beliau terpilih menjadi ketua Majlis Pimpinan Muhammadiyah di Sumatera Barat oleh Konferensi Muhammadiyah, menggantikan S.Y. Sutan Mangkuto pada tahun 1946. Beliau menyusun kembali pembangunan dalam Kongres Muhammadiyah ke-31 di Yogyakarta pada tahun 1950.

Pada tahun 1953, Hamka dipilih sebagai penasihat pimpinan Pusat Muhammadiah. Pada 26 Juli 1977, Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. Mukti Ali melantik Hamka sebagai ketua umum Majlis Ulama Indonesia tetapi beliau kemudian meletakkan jabatan tersebut pada tahun 1981 karena nasihatnya tidak dipedulikan oleh pemerintah Indonesia.

Kegiatan politik Hamka bermula pada tahun 1925 ketika beliau menjadi anggota partai politik Sarekat Islam. Pada tahun 1945, beliau membantu menentang usaha kembalinya penjajah Belanda ke Indonesia melalui pidato dan menyertai kegiatan gerilya di dalam hutan di Medan. Pada tahun 1947, Hamka diangkat menjadi ketua Barisan Pertahanan Nasional, Indonesia. Beliau menjadi anggota Konstituante Masyumi dan menjadi orator utama dalam Pilihan Raya Umum 1955. Masyumi kemudiannya diharamkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1960. Dari tahun 1964 hingga tahun 1966, Hamka dipenjarakan oleh Presiden Sukarno karena dituduh pro-Malaysia. Semasa dipenjara inilah beliau mulai menulis Tafsir al-Azhar yang merupakan karya ilmiah terbesarnya. Setelah keluar dari penjara, Hamka diangkat sebagai anggota Badan Musyawarah Kebajikan Nasional, Indonesia, anggota Majelis Perjalanan Haji Indonesia dan anggota Lembaga Kebudayaan Nasional, Indonesia.

Guru-guru Buya Hamka dan teman seperjuangannya

Dalam salah satu bukunya “Falsafah Hidup” Buya Hamka menyebutkan tentang beberapa nama gurunya yang sangat mempengaruhi jalan hidup dalam agama termasuk dalam menciptakan buah pikiran, buku-buku dan syair-syair.

  1. Dr. H.A. Karim Amrullah atau dikenal dengan nama Haji Rasul
  2. Syeikh Ibrahim Musa
  3. R.M. Surjopranoto
  4. Ki Bagus Hadikusumo
  5. A.R. Sutan Manshur (mendapat julukan ‘Bintang Barat Muhammadiyah). Pada kongres ke-35 tahun 1962 di Yogyakarta, Sutan Mansur diangkat sebagai Penasehat PP Muhammadiyah sampai 1980. Dan berhasil merumuskan khittah (garis perjuangan) Muhammadiyah.
  6. H. Fachroedin, wakil ketua P. B Muhammaddiyah
  7. K.H. Mas Manshur
  8. H.O.S Cokroaminoto yang mengajarinya tentang Peradaban Barat
  9. A. Hasan
  10. M. Natsir
  11. K.H Ahmad Dahlan
  12. KH Ibrahim
  13. KH Mukhtar Bukhari
  14. KH Abdul Mu’thi
  15. KH Mas Mansyur

hamka-novelist

 

Buku-buku Buya Hamka

Prof. Dr. Hamka adalah seorang wartawan, penulis, editor dan penerbit. Sejak tahun 1920-an, Hamka menjadi wartawan beberapa buah koran seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam dan Seruan Muhammadiyah. Pada tahun 1928, beliau menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1932, beliau menjadi editor dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makasar. Hamka juga pernah menjadi editor majalah Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat dan Gema Islam. Selain itu ia memiliki sekitar lebih 115 karya pada bidang sastra, sejarah, tasawuf, dan agama, di antara karya-karya beliau antara lain:

  1. Tafsir Al-Azhar, tafsir ini merupakan karya utama dan terbesar Prof. Dr. Hamka, diterbitkan oleh Pustaka Panjimas pada tahun 1984
  2. Falsafah Hidup, diterbitkan oleh Pustaka Panjimas pada tahun 1994
  3. Tasawuf Modern, buku ini ditulis ketika ia berada di Medan pada tahun 1940 M
  4. Perkembangan Tasawuf dari Abad ke Abad, diterbitkan oleh Pustaka Panjimas pada tahun 1952
  5. Mengembalikan Tasawuf ke pangkalnya, diterbitkan oleh Pustaka Panjimas pada tahun 1958 yang berasal dari ceramahnya di PTAN Yogayakarta sebagai guru besar ilmu Tasawuf disana.
  6. Tasawuf,Perkembangan dan Pemurniannya, diterbitkan oleh Pustaka Pajimas tahun 1984. Buku ini ditulis untuk mengingatkan umat islam dari praktek tasawuf yang dicampuri dan diselewengkan dari makna kesucian islam.
  7. Studi Islam yang terbit tahun 1985
  8. Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, yang menjadi buku teks sastra di Malaysia dan Singapura
  9. Novel Di Bawah Lindungan Kaabah, buku ini menjadi buku teks sastra di Malaysia dan Singapura. Setahu kami novel ini di Indonesia telah filmkan sekitar tahun 90-an.
  10. Novel Merantau ke Deli, novel ini juga menjadi buku teks sastra di Malaysia dan Singapura

Anugerah yang pernah diterima Hamka

  1. Anugerah kehormatan Doctor Honoris Causa, Universitas al-Azhar, 1958
  2. Doktor Honoris Causa, Universitas Kebangsaan Malaysia, 1974
  3. Dan gelar Datuk Indono dan Pengeran Wiroguno dari pemerintah Indonesia

Referensi:

  1. Buya Hamka, Tafsir Al-Azhar, diterbitkan oleh Pustaka Panjimas pada tahun 1984
  2. Buya Hamka, Falsafah Hidup, diterbitkan oleh Pustaka Panjimas pada tahun 1994
  3. Buya Hamka, Tasawuf,Perkembangan dan Pemurniannya, diterbitkan oleh Pustaka Pajimas tahun 1984, cet.XI
  4. Prof.Dr.Musthafa Hilmi, Qawaid al-Manhaj as-Salafi fi al-Fikr al-Islami, (Kairo, Dar Ibnu al-Jauzi, 2005), cet III.
  5. Muhammad Muhibudiien Abu Zaid, Khashaish Ahlu al-Hadits wa as-Sunnah”, (Mesir, Dar Ibnu al-Jauzi, 2005), cet. I
  6. http://www.eramuslim.net/?buka=show_biografi&id=29
%d bloggers like this: