Donasi Pakaian Layak Pakai Dll untuk Pedalaman Mentawai (Periode sampai 25 Maret 2020)


Buka lemari Anda dan lihat betapa banyaknya pakaian layak pakai ataupun buku kita, namun tak terpakai.

Dan itu bisa dimanfaafkan orang lain terutama saudara kita di pedalaman yang masih jauh dari akses mendapatkan pakaian yang layak.

Mari berdayakan pakaian bekas, buku anda agar bermanfaat bagi orang lain yang lebih membutuhkan. Jadikan apa yang kita miliki sebagai sarana ibadah, semoga menjadi amal yang dapat membawa kita ke surga.

Kami harapkan sumbangan sudah disortir berdasarkan jenis kelamin dan usia ( pria/wanita dewasa dan anak-anak) dan sudah dikemas rapi di dalam kardus.

Jenis Pakaian/ Bantuan yang dibutuhkan:

  1. Pakaian anak-anak (LK/PR)
  2. Pembalut dan pakaian dalam baru untuk Wanita
  3. Pakaian Dalam Baru Dewasa (LK/PR)
  4. Perlengkapan Mandi.
  5. Peralatan Sekolah (Buku tulis, buku gambar, pencil, penghapus, penggaris dll)
  6. Pakaian Layak pakai.
  7. Buku-buku berbahasa Indonesia

Alamat Pengiriman:

Kediaman Ust Arifin Jayadiningrat

Jl. Moch Kahfi II gang Rawa Cupang no. 30 RT 01 RW 04 Ciganjur Jakarta Selatan 12630

Kediaman Mbak Rina

Jl. Pertanian Raya Kav. DPRD blok A No.3 Lebak Bulus, Jakarta Selatan

Kediaman Ibu Eka

Jl. Amtene II No.1 Radio Dalam, Jakarta Selatan 12140 Belakang Diklat RRI

Bantuan bisa dikirimkan langsung atau melalui semua ekspedisi (JNE, J&T, POS, TIKI, KARGO, dll).

Batas waktu pengiriman : “25 Maret 2020”

Salurkan juga Donasi Pengiriman Pakaian ke Rek 101-000-701-4598 a.n Yayasan Aksi Peduli Bangsa

MOHON BANTU DISEBAR, PAHALA JUGA UNTUK ANDA!

Ini Flyer yang bisa disebarkan

Info bantuan sosial Mentawai sebelumnya bisa di cek di link ini. Terkait kebolehan dan anjuran memberikan pakaian layak pakai bisa dibaca di link ini. Tak lupa kami ingatkan bahwa donasi ini ditujukan membantu saudara yang membutuhkan, hendaknya kita berikan yang terbaik, jangan ada niatan membuang baju pakaian bekas dan tak layak. []

Siapa Mau Mengajar di Pedalaman Mentawai?


Mahasiswa/i muda dan energik biasanya punya ide segar yang hanya tertuang dalam karya tulis ilmiah, deretan teori dan ilmu yang dipelajari mengambang tanpa implementasi. Siapakah yang tergugah terjun mengabdikan diri, mengamalkan ilmu yang dipelajari? Perlu keberanian besar untuk mau berjuang di tempat terpencil apalagi pedalaman, lebih susah lagi kalau sudah merasa nyaman di ibu kota 😅.

Tidak mudah untuk bisa masuk ke pedalaman Mentawai, gambaran sederhana perjalanannya seperti ini, dari Jakarta naik pesawat ke Padang, kemudian dari Padang ke Pelabuhan naik Kapal Mentawai Fast selama 4 jam atau naik Kapal Feri 12 jam sampai di Pelabuhan Siberut, kemudian naik becak motor ke Siberut dari situ biasanya kita memilih waktu sore menuju pedalaman Mentawai yaitu Buttui selama 8 jam perjalanan dengan perahu pompong.

Teman baik saya, Farhan dan Khairul dari UIN Jakarta, punya jiwa besar, rela menunda mengikuti proses wisuda dan mengabdikan diri di Dusun Buttui, Pedalaman Mentawai yang sedang dibangun Aksi Peduli Bangsa.Dalam pengabdiannya mereka mengajarkan banyak hal kepada masyarakat Buttui, mulai dari cara mandi, wudhu, membaca, bermain, bernyanyi, pramuka dan lain sebagainya.

Satu tahun setelah pengabdian, mereka berdua dimudahkan oleh Allah untuk meneruskan jenjang S2-nya, Khairul sekarang sedang kuliah di Aljazair dan Farhan sedang akan apply ke beberapa universitas di Timur Tengah. Mungkin inilah salah satu kemudahan yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang membantu saudaranya dalam kesulitan.

Kali ini Aksi Peduli Bangsa mencari talenta muda yang siap memberikan satu tahun waktunya untuk mengabdi di pedalaman Mentawai. Info dan kontak ada di flyer ini. Terima kasih.

Salah satu relawan pendidik yang masuk kriteria di tahun 2017 sukses membuat perubahan di Dusun Buttui, salah satunya dengan membantu mendaftarkan PAUD Bakti Bangsa ke diknas Padang dan mendapatkan izin operational.

IMG-20180706-WA0027

Update Juli 2018

Broadcast pencarian guru Agama Islam di Buttui.

IMG-20180727-WA0000

Assalamualaikum wr wb

Kami membutuhkan tenaga GURU AGAMA ISLAM tingkat SD untuk ditempatkan di pedalaman Kepulauan Mentawai.

Bagi yang berminat
Hubungi

Rina +628179997915
Jumal +62813 1412 6287
Obi +6281311011822
Arifin +63811940969

Wassalamualaikum wr wb

#pedulimentawai
#gurupedalaman

Pembangunan sosial pendidikan di Pedalaman Mentawai.

Mengunjungi Dusun Buttui di Pedalaman Mentawai


Setelah sukses mengadakan pelatihan pembangunan karakter di balai pertemuan desa Muara Siberut hari Ahad tanggal 8 Februari 2015, di hari seninnya saya dan tim ICD menuju ke dusun Buttui yang terletak di pedalaman pulau Mentawai.

Kami kesana naik kapal perahu yang cuma bisa muat sekitar 10 orang. Kapal ini sengaja dipinjam ustadz Islah, ketua aksi peduli bangsa cabang Siberut Selatan karena kapal yang kami punya ada kerusakan.

Perjalanan dimulai dari Kota Padang menuju ke Kepulauan Siberut Selatan, memakan waktu kurang lebih empat sampai lima jam menggunakan kapal cepat. Setelah itu dilanjutkan kembali menggunakan sampan kecil yang kami sewa memakan waktu antara enam sampai tujuh jam.

Dusun BUTUI, itu lah tempat yang sekarang menjadi tempat program Aksi Peduli Bangsa. Membangun kembali peradaban yang primitif, kuno dan kurangnya akses ke kehidupan luar. Masyarakat yang ramah tamah dan suka cita menyambut kedatangan kami. Itu lah respon positif yang mereka tunjukan kepada kami saat tiba di tempat mereka, serta antusiasme untuk memajukan kampung yang mereka diami.

Pembangunan-pembangunan yang telah berjalan pun meliputi pembangunan Jembatan, Masjid, Tempat Wudhu dan Toilet. Adapun program-program yang akan berkelanjutan meliputi beberapa ruang Poliklinik, Perpustakaan, Ruang-Ruang Kelas, Penginapan Guru-Guru, Lapangan Olahraga dan lain-lain.

Perjalanan kali ini memakan waktu kurang lebih 7 jam. Bersama kami ada dua anak muda yang masih sekolah ikut mau lihat dusun Buttui.

Foto di Perjalanan

Kunjungan kedua, saya lakukan di akhir tahun 2017, bersama Ust. Arifin Jayadiningrat dan keluarganya yaitu istri beliau Ibu Irma Purwitasari dan ketiga anaknya yaitu Dhiya, Vaza dan Mahira. Saat itu, Dhiya sudah kelas 6 SD, sementara Vaza masih kelas 2 dan Mahira masih TK. Semua anaknya diajak ke Mentawai agar bisa mengetahui medan perjuangan ayahnya dan menanamkan rasa syukur, masih ada orang-orang yang harus kita bantu.

Foto ini berada di rumah kepada suku dusun Buttui yaitu kediaman Aman Lalau. Aman Lalau menyambut kami dengan baik, namun tidak bisa ikut serta foto bersama. Terlihat kesederhanaan rumah kepala suku di Mentawai, tidak ada sekat-sekat dalam rumah dan sangat sederhana. Terlihat gantungan kepala-kelapa monyet yang sudah menjadi buruan Aman Lalau.

Sampai saat ini saya masih aktif di Aksi Peduli Bangsa dan membanti team APB di Jakarta. Semoga suatu saat nanti bisa berkunjung lagi ke pedalaman Mentawai dan sharing pengalaman kepada teman-teman. []

PAUD dan SD di Buttui


Buttui adalah nama salah satu dusun yang ada di desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, yang terletak di pedalaman Kabupaten Kepulauan Mentawai. Butuh waktu enam setengah jam mengendarai boot dari Muara Siberut. 

Akhir bulan Desember tahun 2015,waktu terakhir saya berkunjung kesana bersama team Aksi Peduli Bangsa. Sudah 5 tahun yayasan non profit yang bergerak dalam sosial dan pendidikan ini berkiprah membangun kawasan bakti bangsa di dusun Buttui. 

Berbicara tentang pendidikan di daerah pedalaman, maka pendidikan di Buttui sangat kurang. Beberapa tahun yang lalu anak anak belajar di gereja baik muslim maupun non muslim, karena belum ada SD disitu. 

Di tahun 2015 pemerintah membangun SDN di Buttui dan dipakai di tahun 2016 di tahun ajaran baru. Namun sekolah ini pun masih sangat kekurangan, situs MentawaiKita menyebutkan bahwa sekolah itu baru ada 3 lokal kelas. Karena keterbatasan ruangan mereka terpaksa menjadikan satu ruangan dua kelas. 

SD ini belum memiliki kantor, perpustakaan, toilet, buku pelajaran pun masih menggunakan buku paket pegangan guru. 

Di tahun yang sama 2015, Aksi Peduli Bangsa juga membangun sekolah di dusun Buttui, karena jarak SD Buttui tidak terlalu jauh dengan komplek kawasan bakti bangsa, dan ada aturan dari pemerintah larangan membangun sekolah dengan jarak yang terlalu dekat, maka Aksi Peduli Bangsa membangun PAUD di Dusun Buttui. 

Alhamdulillah, kegiatan KBM sudah mulai di PAUD ini, bangunan kelasnya terbuat dari bahan baku yang sebagian besar dari alam Buttui berupa bambu, kayu kelapa dan tanah liat. Bambu dan kayu merupakan material yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi kokoh dan kuat. 

Meskipun serba kekurangan, kita melihat semangat guru guru disana sangat besar, karena pendidikan sangat penting. 

Semoga ke depan, pembangunan aspek pendidikan di dusun Buttui akan lebih baik lagi dengan dukungan dari masyarakat Indonesia. 

Nantinya, pembangunan akan menular bukan hanya di daerah pedalaman dan tertinggal seperti Mentawai, tetapi juga di daerah lain di Indonesia. 

Paud di Dusun Buttui

Mengantar Pulang Anak Buttui Mentawai


Meski sudah 71 tahun merdeka, namun kondisi pendidikan sejumlah daerah di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Salah satunya di Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat. Anak – anak yang berada di pedalamannya harus belajar dengan segala keterbatasan fasilitas. 

Melihat hal itu, kita harus bertindak dengan membantu proses pendidikan di tempat tempat terpencil itu. 

Aksi Peduli Bangsa, memiliki perhatian besar terhadap perkembangan sosial dan pendidikan masyarakat pedalaman seperti di Mentawai. 

Sebuah sekolah tingkat TK dan SD sudah terbangun di Dusun Buttui, Desa Madobak,  Siberut Selatan, dengan mengandalkan guru bantuan yang sengaja didatangkan dari kota Padang. 

Adapun untuk anak tingkat SMP dan SMA disekolahkan di kota Padang atau di Jawa, ada beberapa anak yang sudah sekolah di Jawa salah satunya di pesantren Muallaf An-Naba pimpinan Ust Arifin Nababan. 

Salah satu santri kami yang ada disana, harus pulang hari ini karena ayahnya sedang sakit keras, belum masuk Islam dan insya Allah lewat tangan anaknya, dia akan diislamkan.

Maka kami harus segera berpacu dengan waktu ke Mentawai. Kondisi ayahnya sudah parah, terkena penyakit komplikasi di daerah perut dan berjalan sambil membungkuk. 

Belum pernah dibawa ke Rumah Sakit karena alasan mahalnya biaya dan jarak ke Rumah Sakit yang teramat jauh dari pedalaman Buttui, hanya dipanggilkan perawat yang memang bertugas di desa Ugay. 

Pengobatan rutinnya dari daun daunan oleh Sikerei atau tetua adat yang tahu pengobatan. 

Puskesmas kecil sudah ada, hanya saja masyarakat sana masih percaya dengan pengobatan adat ala Sikerei 

Jarak perjalanan Jakarta Mentawai cukup jauh, hampir semua moda kendaraan dari pesawat, kapal laut,  kapal feri, bus, becak motor sampai terakhir kapal boat kita pakai semua dan itu mengeluarkan dana yang tidak sedikit. 
Semoga perjalanan anak Mentawai hari ini menuju rumah di pedalaman suku Buttui Mentawai berjalan dengan lancar, aman dan semuanya dimudahkan Allah subhanahu wa ta’ala 

Semoga orang tuanya bisa masuk Islam demikian juga masyarakat dusun Buttui dan sekitarnya. 

IdulFitri Muallaf Buttui Mentawai


Muallaf di Dusun Buttui Mentawai yang terdiri dari beberapa keluarga dan anak-anak melangsungkan shalat Idulfitri di Masjid Al-Fattah yang sudah dibangun Yayasan Aksi Peduli Bangsa. Alhamdulillah shalat idulfitri berjalan dengan aman dan lancar.

Muallaf Buttui menyampaikan selamat IdulFitri mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Harapan untuk Pendidikan di Pedalaman Mentawai


bixfnwucuaarooz

Meski sudah lebih dari 70 tahun merdeka, namun kondisi pendidikan sejumlah daerah di indonesia masih sangat memprihatinkan. Salah satunya di Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat. Anak – anak yang berada di pedalamannya harus belajar dengan segala keterbatasan fasilitas, serta sulitnya akses apalagi listrik dan internet.

Perjalanan ke pedalaman Pulau Siberut Kabupaten Kepulauan Mentawai beberapa waktu lalu, tepatnya ke Dusun Tinambu, Desa Saliguma, Kecamatan Siberut Tengah.

Continue reading
%d bloggers like this: