Aplikasi Android Al-Quran Indonesia untuk Membaca, Menghafal dan Mengulang Hafalan Al-Quran


Saya berharap pembaca bisa menshare informasi ini, sebuah aplikasi di Android yang sangat membantu kita untuk membaca, menghafal dan mengulang Al-Quran.

Pertama kali mendapatkan info aplikasi ini dari Ust Arifin Jayadiningrat setelah beliau mencoba semua aplikasi Al-Quran di Android dan beliau temukan aplikasi inilah yang paling baik dan beliau uninstal semua aplikasi Al-Quran selain ini.

Appbrain menyebutkan Andi Unpam sudah aktif menjadi developer Android sejak tahun 2012, dia sudah membuat 16 Apps yang keseluruhan sudah diunduh sekitar 10 juta orang, dua aplikasi paling sering diunduh adalah kamus Inggris dan Al-Quran Indonesia yang sedang saya review ini. Aplikasi Al Quran yang dikembangkan oleh Andi Unpam ini memiliki ciri khas disain minimalis dan rapih.

Bagi yang ingin membaca Al-Quran saja dan lupa membawa kitab Al-Quran, aplikasi ini bisa menjadi pilihan. Di antara kelebihannya.

  • Ditulis dengan rasm indo pak yang familiar bagi mata orang Indonesia dan rasm Usmani artinya sesuai dengan penulisan Al-Quran yang sudah umum.
  • Ada tampilan per halaman dan tampilan persurah dan memungkinkan bagi anda until mengundih file audio yang bisa dibaca meskipun tanpa koneksi internet.
  • Al-Qur’an digital untuk Android dengan terjemahan Bahasa Indonesia dan audio mp3 murottal full, 114 surah atau 30 juz tanpa pembatasan.
  • Mengadopsi tampilan antar muka yang user friendly, sehingga mudah digunakan.
  • Aplikasi ini sangat cocok untuk Anda yang sering berpergian, tetapi lupa membawa kitab suci Al-Qur’an.
  • Selain teks Al-Qur’an dengan terjemahannya, aplikasi ini juga dilengkapi dengan latin (transliterasi), khusus untuk Anda yang belum bisa membaca Al-Qur’an.
  • Jadwal sholat yang update sesuai dengan koordinat lokasi kita berada. Jadwal sholat ini juga bisa diatur sebagai alarm yang siap mengingatkan kita pada waktu-waktu shalat.
  • Aplikasi yang 100% gratis ini hanya membutuhkan space sebesar 47.33MB.

Selanjutnya mari kita bahas fitur Al-Quran Indonesia yang membantu membaca dan menghafal Al-Quran.

Ini tampilan huruf Al-Quran, Latin dan Bahasa Indonesianya.

Font Arab yang digunakan adalah Indo Pak yang sesuai dengan mata Indonesia dan berasal dari Pakistan. Font ditulis oleh Yameen Dehlvi, Shafiq-uz-Zaman dan Mohammed Saleem yang terinspirasi oleh hasil karya Shafiq-uz-Zaman, pakar kaligrafi di Masjid Nabawi.

Selain Rasm IndoPak, aplikasi ini juga menyediakan Rasm Utsmani, Rasm Utsmani adalah Rasm yang biasa digunakan pada Al-Qur’an di Madinah.
Yang membedakan Rasm IndoPak dengan Utsmani adalah hanya penulisannya saja, bunyinya tetap sama. Salah satu contoh perbedaannya adalah pada hukum bacaan tajwid Idgham Bighunnah, di Rasm Utsmani tidak ada tanda tasydidnya (tanda tasydid itu yang seperti huruf w di atas huruf Arabic yang berhukum tajwid Idgham Bighunnah), misalnya huruf Nun mati bertemu huruf Ya, maka tanda tasyididnya tidak ada (pada Rasm Utsmani tulisannya terlihat Faman ya’mal, padahal dibacanya adalah Famayya’mal)

Anda bisa membaca Al-Quran dengan bahasa Arabnya langsung atau anda yang sedang belajar membaca Al-Quran dengan huruf latinnya saja, dan saya sarankan anda unduh dulu file audionya, jadi sambil membaca Al-Quran anda juga bisa memperbaiki bacaan lewat audio yang diputar.

Fitur yang membantu mengulang hafalan adalah yang paling saya suka, dan bagi anda yang baru pertama menghafal juga bisa pakai fitur ini.

Fitur ini ada di bagian pengaturan yang terletak di bagian bawah layar.

Saya contohkan di atas, saya ingin menghafal Surat Albaqarah dari ayat 1-5, saya ulangi perayat 3 kali dan secara keseluruhan dari ayat 1-5 sebanyak 5 kali. Pengaturan jumlah pengulangan terserah anda, dengan cara seperti ini langkah menghafal Al-Quran jadi lebih mudah.

Al-Qur’an ini dibuat dari data berupa file teks dan file audio berformat mp3 yang digabungkan dan diproses menjadi sebuah aplikasi Al-Qur’an digital yang dapat berjalan di platform Android. Data pada aplikasi ini diperoleh dari sumber yang terpercaya, yang mana berasal dari para ulama-ulama dan syaikh-syaikh Internasional dan dikembangkan oleh para developer konten Al-Qur’an seluruh dunia. Misi mereka adalah dakwah untuk menyebarkan pesan Islam dan Al-Qur’an ke seluruh pelosok bumi.

Sumber data file-file teks untuk Al-Qur’an dan terjemahannya: Dari Tanzil International Qur’anic Project http://tanzil.net
Sumber data file-file audio murottal: Dari Every Ayah http://everyayah.com

Dikarenakan ini adalah aplikasi digital, maka janganlah aplikasi ini dijadikan 100% sebagai referensi Anda, aplikasi ini hanyalah alat untuk membantu Anda menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dan memahami isinya dengan bahasa Indonesia ketika tidak membawa mushaf cetakan. Kami tetap menyarankan Anda untuk menggunakan Al-Qur’an versi mushaf cetakan, karena yang namanya data teks yang dihasilkan oleh ketikan pasti tidak 100% akurat, akan ada beberapa kesalahan ketik/typo, jadi jika Anda menemukan kesalahan seperti “kebaikn” yang seharusnya “kebaikan”, dll.

Sekian ulasan dari kami, bantu developer memperkenalkan aplikasi ini dengan menyebarkan sms atau status Sosmed berikut: * Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com atau langsung dari aplikasi anda.

Sumber:

http://quranforandroid.com/alquran-indonesia

https://www.appbrain.com/dev/Andi+Unpam/

http://pakdata.com/products/arabicfont

Lebih Penting Dari Khatam Al-Quran


quran

Jangan kau beritahu orang lain, berapa juz kamu hapal dan berapa kali kamu khatam membaca al-Quran. Biarkan mereka melihat al-Quran pada dirimu.

Berilah makan orang yang kelaparan, kasihilah anak yatim, maafkanlah orang yang salah, ajarilah yang tidak tahu, berbaktilah pada orang tuamu, teruslah bersilaturrahim, tersenyumlah buat semua orang, dst.

Yg penting bukan seberapa banyak kamu membaca dan menghapal al-Quran.

Teruslah membaca dan menghapal al-Quran, tapi ingat yg lebih penting adalah, seberapa banyak al-Quran ada padamu.

Apa yang penting bukanlah sebanyak apa capaianmu dalam Al-Quran, tapi sedalam apa Al-Quran mencapai sanubarimu.

Ramadan identik dengan bulan amal dan ibadah, bukan hanya ibadah yang bersifat spiritual saja, tapi juga horisontal antara manusia, tidak kalah banyak pahalanya, membantu orang lain dan membuat orang lain gembira.

Makna tersirat dari ibadah puasa adalah ikut merasakan kehidupan orang lain yang tidak berkecukupan, sakit, pedih dan berbagai macam kesusahan hidup yang dihadapi orang lain.

Menguatkan hal ini saya tersentuh dengan lagu Maher Zain yang dirilis Awakening di awal Ramadan ini, salah satu lagu terbarunya bertemakan Kun Rahma, jadilah orang yang penuh kasih sayang.

Salah satu liriknya berbunyi

Fii rahmatil insaan nastalhimun ihsan

Warrahimuunal muhsinuuna yarhamuhumur rahmaan

Dengan berbuat baik kepada orang lain, kita belajar menjadi manusia sebenarnya

Orang yang berkasih sayang akan mendapatkan balasan kasih sayang Ar-Rahman

Belajar Transformasi Dari Dr. Abdulgani, MA


Transformasi adalah melakukan sesuatu terhadap seluruh unsur dan elemen penting perusahaan, yang nantinya akan menentukan perusahaan itu bisa berkembang secara menguntungkan dan berkelanjutan ke depannya.

Artinya, bukan berarti kalau ada masalah ini selesaikan, ada masalah ini selesaikan, yang kurang ditingkatkan, tidak. Yang pertama itu disebutnya problem solving. Kalau sekedar problem solving, kadang-kadang kita lupa melihat apa yang sebenarnya terjadi atau kesempatan apa yang sebetulnya terbuka.

Kedua, kalau hanya meningkatkan ini, ini, dan ini, atau kita merasa wah produktivitasnya rendah, lalu kita perbaiki, itu bukan transformasi namanya. Itu improvement atau sering disebut juga incrementalizm. Semua harus ditingkatkan tapi tidak jelas arahnya ke mana.

Sementara dalam transformasi, kita harus mengetahui dengan jelas bahwa kondisinya seperti ini, kita arahkan supaya perusahaan kita berkembang, menang dalam berkompetisi, dan menguntungkan. Pilar-pilar pokoknya itu harus dibenahi. Itulah transformasi.

kapan pentingya bertransformasi? 

Setelah kita lihat kondisi perusahaan kita bagaimana. Satu, kinerjanya. Misalnya, biasanya perusahaan kita tumbuh 15%, ternyata sekarang cuma 10%. Jadi ada yang salah di situ.

Kedua, kita memproduksi barang atau membuat bisnis dalam satu bidang, yang ternyata tidak hanya kita pemainnya sekarang. Banyak yang ikutan dan membuat hal-hal baru.

Ketiga, melihat perubahan yang terjadi, seperti tren perekonomiannya seperti apa. Itulah, bagaimana kita melihat apakah kita harus melakukan transformasi atau tidak.

Apa makna leadership?

Satu, kepemimpinan menjadi CEO. Definisi kepemimpinan itu simpel saja, yaitu membuat segala sesuatu terjadi. Bukan soal wewenang. Wewenang kalau tidak digunakan, enggak terjadi apa-apa. Kalau dirut kerjaannya duduk saja, padahal dia punya wewenang, ya tidak akan terjadi apa-apa. Yang menggunakan wewenang dan membuat sesuatu terjadi, itulah leadership.

 
Dia harus menggerakkan semua orang dalam perusahaan. Tidak hanya dari dirinya, tapi juga semua orang, pimpinan-pimpinan dari yang paling tinggi sampai yang paling bawah, semuanya harus memiliki leadership agar eksekusinya dapat berjalan.

Semua level pimpinan (dirut, direktur, kepala divisi, manajer, kepala bagian, kepala seksi), semuanya harus mengamalkan fungsi leadership. Kalau mereka belum punya leadership, maka mereka harus disiapkan untuk memiliki itu. Caranya dengan di-train/di–drive. Tanpa itu, eksekusinya tidak terjadi.

Waktu saya masuk, selama itu Garuda diset untuk melayani semua orang. Namanya Garuda For All. Saya bilang ini tidak bisa lagi diterapkan sekarang. Harga tiketnya saja mahal. Garuda tidak bisa bikin itu turun karena Garuda punya kelebihan dibandingkan dengan airline lainnya. Pesawatnya bagus, layanannya bagus, dan dia terbang tepat waktu.

Saya bilang, Garuda fokus kepada middle up. Begitu diubah, hasilnya bagus. Begitu saya berhenti di Garuda, CEO yang baru mengembalikan lagi ke kondisi semula. (Garuda harus melayani semua orang). Akhirnya bangkrut lagi. Terpaksa saya harus kembali lagi ke sana untuk mentransformasi Garuda ke prinsip semula.

Apa konsep yang Anda terapkan dulu ke tubuh Garuda?

Ada istilah konseptual, sistematis, bertahap, dan konsisten. Apalagi perusahaan-perusahaan yang besar seperti ini masalahnya kompleks, tidak sederhana. Pertama kita harus pelajari masalahnya secara detail sehingga kita tahu betul apa sesungguhnya yang dibutuhkan masyarakat. Itu namanya konseptual.

 
Saya kasih Anda contoh, kalau suatu perusahaan merugi, artinya pendapatannya lebih rendah daripada biaya yang dikeluarkan. Secara umum apa yang biasanya dilakukan orang kalau hal ini terjadi? Biasanya mereka akan berpikir dari biayanya. Biayanya harus ditekan atau dikurangi agar sesuai dengan pendapatan.

Nah, untuk penerbangan, itu salah. Itu yang dilakukan manajemen sebelumnya. Dia kurangi biaya, akibatnya kualitas layanan semakin turun, penumpang pun semakin turun. Bukannya tambah baik, malah tambah rugi. Jadi apa yang harus dilakukan? Karena konsepnya layanan, maka kualitas layanannya harus kita perbaiki agar orang naik pesawat.

Jadi dari cost efficiency menjadi cost effectiveness. Bukan menghambur-hamburkan biaya, tapi yang efektif agar bisa memelihara dan meningkatkan kualitas layanan. Itu namanya konseptual. Jadi tidak asal menemukan solusi yang umum, tapi harus betul-betul yang menjawab.

Itu baru satu aspek. Ada juga yang lainnya. Tangan kita kan ada dua. Berarti kita tidak bisa pegang semuanya. Di situ kita tahu mana yang prioritas dan harus didahulukan. pengerjaannya bertahap. Sehingga itu tertangani. Tidak sekaligus semua. Pada waktu kita menyelesaikan ini, ini, dan ini, maka kita tidak boleh hanya melihat yang ini saja. Tetap kerangka umumnya menjadi kesatuan. Itu sistematis.

 
Jadi konseptual, sistematis, bertahap. Karena bertahap, maka kita harus konsisten memelihara prinsipnya. Jangan berubah seenaknya. Kalau berubah, kacau lagi semuanya. Itu harus dikerjakan dalam proses transformasi dari awal sampai akhir sehingga betul-betul sesuai dengan apa yang kita mau.

 
Sumber: Situs internet yang menampilkan wawancara dg bapak Abdulgani, beberapa ilmu di atas juga saya dapatkan ketika wawancara untuk persiapan seminar nasional pembangunan Islamic Entrepreneurship di Pusdiklat Kemensos 30 April lalu.

Imamah Dalam Syiah


 

ahlulbait_a_s_by_ypakiabbas-d4zozxp

​Imamah merupakan bahasa Arab yang berakar dari kata imam. Kata imam sendiri berasal dari kata “amma” yang berarti “menjadi ikutan”. Kata imam berarti “pemimpin atau contoh yang harus diikuti, atau yang mendahului”. Orang yang menjadi pemimpin harus selalu di depan untuk diteladani sebagai contoh dan ikutan. Kedudukan imam sama dengan penanggung jawab urusan umat.

Kata imam yang berarti pemimpin, bisa digunakan untuk beberapa maksud, yaitu pemimpin dalam arti negatif yang mengajak manusia kepada perbuatan maksiat, pemimpin dalam arti luas dan bersifat umum, dan pemimpin yang bersifat khusus yakni pemimpin spiritual.

Kata imam yang berarti pemimpin dalam arti luas dan bersifat umum bisa digunakan untuk sebutan pemimpin pemerintahan atau pemimpin politik (sekuler), dan bisa pula untuk pemimpin agama. Sedangkan dalam arti pemimpin yang bersifat khusus, yakni sebagai pemimpin spiritual, bisa saja berimplikasi politik karena dipengaruhi oleh tuntutan keadaan. Karena, pada kenyataannya, upaya melaksanakan ajaran agama dalam kehidupan bermasyarakat dalam ajaran Islam, tidak hanya menyangkut pribadi tapi juga kehidupan kolektif, sebab itu, urusan seorang imam bisa berdimensi politis.

Nabi Muhammad SAW misalnya, pada awalnya lebih berfungsi sebagai nabi dan rasul dalam makna sempit, yakni pemimpin spiritual yang menerima wahyu untuk disampaikan kepada umat manusia. Kemudian, dalam perkembangan berikutnya, pada periode Madinah, kedudukan beliau mulai bersifat politis, sebab beliau juga melaksanakan tugas politik dan pemerintahan sebagai pemimpin atau kepala negara bagi masyarakat Madinah.

Secara istilah, imam adalah seorang yang memegang jabatan umum dalam urusan agama dan juga urusan dunia sekaligus. Dengan demikian Islam tidak mengenal pemisahan mutlak agama dan negara, dunia dan akhirat, mesjid dan istana, atau ulama dan politikus.

Inilah yang menjadikan Ahlus Sunnah, melarang memilih pemimpin selain Islam karena pemimpin mengatur kehidupan beragama dan mengatur segala urusan umat yang berhubungan dengan pranata-pranata sosial, politik, keamanan, ekonomi, budaya, dan seluruh kebutuhan interaksi umat lainya.

Hampir seluruh kelompok dan sekte Islam sepakat bahwa Imamah (kepemimpinan) merupakan kebutuhan kemanusiaan serta kewajiban agama, di mana tidak mungkin sebuah masyarakat di manapun saja mereka berada dapat menjalani kehidupan mereka dengan ideal kecuali di bawah naungan sebuah negara atau pemerintahan.

Dalam sebuah masyarakat pasti dibutuhkan rakyat yang dipimpin, tempat tinggal di mana mereka hidup, serta pemimpin yang akan memimpin dan mengatur seluruh urusan rakyatnya.

Meskipun mereka berselisih paham tentang kedudukan kepemimpinan tersebut, mayoritas kelompok Islam mengatakan bahwa pemerintahan merupakan kebutuhan manusia dan kewajiban agama yang masuk dalam kaidah: “Jika sebuah kewajiban tidak sempurna kecuali dengan terpenuhinya satu hal, maka hal tersebut hukumnya menjadi wajib”

Syiah memiliki sebuah keyakinan yang sudah mendarah daging bahwa Imamah atau kepemimpinan termasuk pokok dari pokok-pokok agama (ashlun min ushuluddin), tidak dianggap sempurna keimanan seseorang kecuali dengan meyakini adanya imamah, orang yang tidak mau mengimani dianggap kafir!

Mereka meletakkan Imamah hanya pada Ali dan anak-anaknya dari keturunan Fatimah yang berjumlah sekitar 12 imam yang dimulai dari Ali bin Abi Thalib dan berakhir pada “Al-Mahdi Al-Muntadhar” yang mereka yakini sudah bersembunyi sejak 1100 tahun yang silam dan akan hidup sampai hari kiamat nanti…oleh sebab itu mereka dikenal dengan Syiah Imamiyyah atau Itsna Asariyah.

Berkenaan dengan keyakinan Syiah tentang Imamah sebagai pokok agama, mereka mengimani bahwa para imam itu ismah (terjaga dari dosa), mereka selalu ditolong Allah, dan mereka mengetahui perkara ghaib. Mereka sematkan sifat-sifat rububiyah yang hanya dipunyai Allah swt saja, meyakini bahwa Imamah itu seperti kenabian, bahkan lebih tinggi posisi dan derajatnya, sebagaimana disebutkan di kitab-kitab mereka.

Maka secara global bisa kita ketahui bahwa Imamah dalam Syiah itu diwariskan kepada anak-anak Ali ra, berpindah dari Imam kepada anakya yang paling besar. []

Menjemput Bidadari


IMG_20180829_084631

Nabi Muhammad Saw bersandar;

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

“Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya”

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam bermuamalah dengan keluargaku.”

Muhammad bin Ali Asy-Syaukani rahimahullah menjelaskan hadits,

في ذلك تنبيه على أعلى الناس رتبة في الخير وأحقهم بالاتصاف به هو من كان خير الناس لأهله، فإن الأهل هم الأحقاء بالبشر وحسن الخلق والإحسان وجلب النفع ودفع الضر، فإذا كان الرجل كذلك فهو خير الناس وإن كان على العكس من ذلك فهو في الجانب الآخر من الشر،

وكثيرا ما يقع الناس في هذه الورطة، فترى الرجل إذا لقي أهله كان أسوأ الناس أخلاقا وأشجعهم نفسا وأقلهم خيرا، وإذا لقي غير الأهل من الأجانب لانت عريكته وانبسطت أخلاقه وجادت نفسه وكثر خيره، ولا شك أن من كان كذلك فهو محروم التوفيق زائغ عن سواء الطريق، نسأل الله السلامة

“Pada hadits ini terdapat peringatan bahwa orang yang pailng tinggi kebaikannya tertinggi dan yang paling berhak untuk disifati dengan kebaikan adalah orang yang terbaik bagi istrinya. 

Karena istri adalah orang yang berhak untuk mendapatkan perlakuan mulia, akhlak yang baik, perbuatan baik, pemberian manfaat dan penolakan mudharat.

 Jika seorang lelaki bersikap demikian maka dia adalah orang yang terbaik, namun jika keadaannya adalah sebaliknya maka dia telah berada di sisi yang lain yaitu sisi keburukan.

Banyak orang yang terjatuh dalam kesalahan ini, engkau melihat seorang pria jika bertemu dengan istrinya maka ia adalah orang yang terburuk akhlaknya, paling pelit, dan yang paling sedikit kebaikannya. 

Namun jika ia bertemu dengan orang lain, maka ia akan bersikap lemah lembut, berakhlak mulia, hilang rasa pelitnya, dan banyak kebaikan yang dilakukannya. 

Tidak diragukan lagi barangsiapa yang demikian kondisinya maka ia telah terhalang dari taufik (petunjuk) Allah dan telah menyimpang dari jalan yang lurus. Kita memohon keselamatan kepada Allah.”

2 bulan saya dan istri LDR-an dengan alasan saya belum menyiapkan kontrakan kecil untuk kami berdua selain saya juga masih harus bantu bantu Ust Arifin Jayadiningrat.

Dan istri pun masih mengajar di SMA I’tisham di Grabak, dan alhamdulillah awal bulan ini baru selesai mengajar dan sudah selesai bikin laporan.

Alhamdulillah, sudah siap ‘kontrakan cinta’ milik kami, beberapa hari sebelum ke Jonggol saya penuhi perabotan kontrakan yang harus ada.

Sore ini saya akan pulang ke Grabak menjemput ‘bidadari’ saya. Dan insya Allah di hari Sabtu saya ajak ke Jakarta.

Di Jakarta, beliau akan menemani saya membantu Ust Arifin Jayadiningrat di ICD dan APB yang dipimpin Ust Arifin Jayadiningrat  dan Bimbel CintaQu di Bintaro.

Semoga urusan kami dimudahkan dan kelak menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah dan saya bisa menjadi suami yang baik untuk istri.

Jumal Ahmad ♥ Hafidzah

Workshop Optimalisasi Sound System Masjid Berdasarkan Teori Dan Praktik


image

Masjid adalah salah satu bangunan yang menjadi pusat kegiatan peribadatan umat Islam dan keberadaan masjid sangat penting bagi umat Islam. Berdasarkan fungsinya, masjid termasuk dalam room of speech dan membutuhkan kondisi akustik yang baik. Peran utama akustik dalam masjid adalah memastikan suara dari imam atau khatib dapat didengar dengan jelas oleh seluruh jamaah.

Salah satu permasalahan yang terjadi ketika berlangsungnya peribadatan di dalam masjid adalah ketidakmampuan jamaah mendengar kejelasan suara dari imam atau penceramah. Masalah ini umumnya berkaitan dengan Desain masjid, karena mayoritas masjid di Indonesia dibangun tanpa memperhatikan faktor akustik.

Keberadaan alat pengeras suara pada Masjid sangat vital, hal ini yang melandasi workshop Penataan Sistem Suara Masjid se Kota Jakarta. Workshop yang digelar oleh Pengurus Masjid Raya Pondok Indah bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia Jakarta dan PT. TOA Galva Prima, berlangsung di Ruang Aula Masjid Raya Pondok Indah, Kamis 14 Mei 2015.

 

image

Acara yang digelar selama sehari ini dihadiri oleh 100 lebih takmir masjid se kota Jakarta, hadir pula peserta utusan dari daerah seperti dari kota Slawi, Tegal.

Rencananya, pembicara utama (Keynote Speaker) dalam workshop ini adalah Wakil Presiden RI, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), namun beliau berhalangan dan diwakilkan oleh utusan dari Dewan Masjid Indonesia.

Adapun empat pembicara lainnya dari PT. TOA Galva Prima Karya adalah Team Leader Sales Department (SD), Bram Syakir, dan tiga Engineer Support (ES) SD, yakni Sahrul Romadhoni, Ali Usmanto dan Edy Purnomo staff ahli bidang pengaturan suara dari PT. Elsiscom Prima Karya, yang memproduksi alat elektro berlebel TOA. Workshop ini diharapkan selain untuk sarana dakwah islam, juga sebagai media silaturahmi antar Takmir Masjid dan memberikan bekal dan informasi bagi takmir Masjid, terutama tentang penataan sound
system yang baik dan benar.

Dikatakan Ketua Panitia, Syamsul Marlin, MA, sebagai General Manager Masjid Raya Pondik Indah sangat memperhatikan penataan dan penggunaan sound system, karena pada dasarnya para pengurus Masjid tidak ada yang fokus mengurusi masalah Sound System, mereka lebih banyak fokus kepada fisik”. ”Kita menyadari bahwa alat elekro ini sifatnya riskan terjadi kerusakan, ini dari segi teknisnya, kemudian dari segi penggunaanya, saya masih mendengar suara-suara yang dikeluarkan dari Masjid itu tidak tertata waktunya, kita ketahui bersama dengan suara yang kurang bagus, dapat menggangu warga, sedangkan warga sekitar masjid belum tentu Muslimin,” katanya.

Harapannya, setelah workshop ini semua Masjid dapat
mengoprasikan alat pengeras suara sesuai dengan kebutuhan dan peraturan yang telah ditetapkan oleh Departemen Agama Republik Indonesia. Apabila pengoperasiannya sudah bagus, niscaya tidak akan menimbulkan suara yang tidak sedap, mbengung misalnya. Kedepannya sound system yang ada di Masjid betul-betul dapat dinikmati oleh masyarakat, khususnya yang beragama islam.

Di workshop ini panitia memberikan hadiah berupa kunjungan bersama ke Pabrik PT. TOA Galva Prima Karya bagi 50 peserta pendaftar pertama workshop ini. Sedangkan para peserta harus memberikan infaq sebesar Rp 150 ribu per orang untuk mengikuti acara ini.

Setiap peserta akan mendapat sejumlah fasilitas seperti snack, makalah, panduan penataan dan pengoperasian sound system, makan siang, sertifikat dan door prize.
[ ]

 

4 Tahun Sudah, Saya Ngeblog di WordPress


Pertengahan Mei 2014 ini tepat 4 tahun saya ngeblog di WordPress.Com. Saya bersyukur ketika pertama kali kenal dengan dunia internet selepas SMA dulu saya dikenalin dengan blog bikinan Matt Mullenweg ini sehingga tidak perlu berkelana dan menjajal blog-blog gratisan lainnya. Pernah coba buat akun di Blogsopt, tapi sampai sekarang Blogspot belum mampu memalingkan perhatian saya dari WordPress :-). Meskipun saya bukan divisi marketing dan promosinya WordPress, tetapi saya berusaha memberikan apresiasi dengan cara menyampaikan keunggulan WordPress dibanding penyedia blog gratis lainnya. Meski ada beberapa kekurangan seperti tidak support Java Script, khusus WordPress.Com. Continue reading

%d bloggers like this: