ICD JOURNEY: Jalan Menuju Allah


BEKAL RAMADHAN: JALAN MENUJU ALLAH

Event Islamic Character Development ICD yang akan dilaksanakan pada bulan ini adalah ICD Journey yaitu kajian intensif selama dua hari sebagai persiapan menuju bulan Ramadhan.
Pemateri oleh:

  1. Ust.Arifin Jayadiningrat
  2. Ust Mustafa Yamin
  3. Team ICD

Tema ICD JOURNEY

Dahsyatnya 5 Ayat Pertama Surat Al-Alaq
Peserta akan belajar menjiwai 5 ayat pertama yang diturunkan, membayangkan kehancuran manusia saat jauh dari ajaran agama yang hanif. Membongkar pikiran dan hati sehingga kembali berfikir siapa yang menciptakan dan proses menjadi manusia seutuhnya.

Potret Kehidupan Dunia dalam Al-Quran Mengkaji ayat-ayat Al Quran tentang kehidupan dunia
Tema bertujuan agar hidup kita penuh dengan cahaya Al-Quran, nilai Al-Quran tidak hanya dihafal, tapi menjadikan perilaku ini bercahaya.  Sesuai ungkapan Aisyah tentang akhlak Rasulullah Saw adalah Al-Quran.

 
Perjalanan Manusia Menuju Allah

Perjalanan klimaks setiap manusia memasuki perjalanan yang abadi. Semua orang tahu bahwa ia akan mati, tetapi tidak semua orang merasakan kematian setiap saat menjemputnya.

 
Hal ini nampak dalam perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Perilakunya seolah-olah hidup selamanya di dunia. Peserta akan diasah rasa untuk terus melakukan persiapan menuju kematian. Agar perilaku terjaga, shalat menjadi khusyu’, tumbuh rasa cinta kepada Allah dan menumbuhkan rasa sampai meneteskan air mata melihat dunia kecil dan sementara.

 
Ikutilah ICD Journey: Jalan Menuju Allah
👥 Peserta : Dewasa & Orang Tua

🎴Hari : Senin-Selasa

🗓Tanggal : 15-16 Mei 2017

🏡Tempat: Vila Hulu Cai, Tapos, Ciawi, Bogor

☎ Info: Hubungi No Kontak dibawah ini
Erica    : +6285883285151

Ana      :  +6282114985958

Raisya : +6281221412250
💳 Biaya : *900.000,-* Transfer ke Rekening BSM atas nama *Yayasan ICD Peduli Bangsa No rek 7105734117*

 
Tolong bantu sebarkan informasi ini.

Terima kasih
💠💠💠💠💠

Berikut ini flyer yang bisa disebarkan…

 

ICD Journey

 

icd journey

Seminar Nasional : Pembangunan Karakter Islamic Entrepreneurship dalam Lembaga Pendidikan Islam Bertaraf Internasional


Seminar Entrepreneurship untuk pengusaha dan mahasiswa sudah biasa dan sering diadakan, yang jarang diadakan adalah seminar entrepreneurship untuk para guru, padahal guru adalah tonggak pertama yang memberikan ilmu pengetahuan kepada para muridnya.

Dalam dunia pendidikan, guru menduduki posisi tertinggi dalam hal penyampaian informasi dan pengembangan karakter mengingat guru melakukan interaksi langsung dengan peserta didik dalam pembelajaran di ruang kelas. Disinilah kualitas pendidikan terbentuk dimana kualitas pembelajaran yang dilaksanakan guru ditentukan oleh kualitas guru yang bersangkutan.

Sekolah swasta di Indonesia ini sudah banyak, untuk menjadi unggul di masa MEA seperti sekarang ini, sekolah juga harus mau berubah. Bagaimanakah caranya merubah sekolah menjadi lebih baik, bahkan diakui secara internasional tanpa harus merubah fisik ini dan itu?

Bagaimana menanamkan jiwa leadership dan entrepreneurship sesuai petunjuk Nabi Muhammad Saw, bagaimana menghadapai tantangan ke depan?

Semua pertanyaan ini sangat penting dan krusial, semua bisa dijawab di seminar Nasional ini yang dikhususkan untuk para guru di Jabodetabek dan sekitarnya.

Kegiatan yang akan digelar pada 30 April 2017 ini direncanakan akan dihadiri sekitar 500 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru bidang sekolah, memadati Gedung Pusdiklat Kemensos di Jl. Margaguna Pondok Indah Jakarta Selatan.

Sebelumnya Islamic Character Development-ICD telah mensinergikan masjid-masjid di Jakarta untuk menjadi agen perubahan masyarakat. Salah satu bentuk kegiatannya adalah pelatihan 1000 guru di Jakarta secara gratis di Senayan, dengan antusias sekali para guru hadir di acara ini. Tema yang diangkat waktu itu adalah: bagaimana mendidik anak shalat tanpa disuruh dan selalu patuh kepada kedua orangtua.

Kali ini ICD akan mesinergikan kepala sekolah dan yayasan di Jakarta untuk menjadikan sekolah sebagai agen pembanguna karakter, membangun karakter Islamic Entrepreneurship dalam lembaga pendidikan dan menjadikan lembaganya bertaraf internasional.

Tujuan Seminar Pendidikan Karakter Islamic Entrepreneurship

  • Meluruskan Paradigma berpikir konservatif ke arah paradigma yang didesain Al-Qur’an dan Hadits.
  • Menggugah para guru agar memandang dirinya sebagai faktor penting terjadinya perubahan, pembangunan dan pengembangan akhlak muridnya.
  • Mengajarkan pendekatan yang sangat efektif dalam penanaman nilai nilai agama.
  • Mengajarkan strategi pengajaraan nilai-nilai agama agar tumbuh dalam tatanan realita kehidupan sehari hari.
  • Memberikan cara membangun lembaga pendidikan Islam bertaraf Internasional.
  • Memberikan strategi menanamkan jiwa leadereship dan entrepreneurship dalam lembaga pendidikan.
  • Menjadikan lembaga pendidikannya bertaraf Internasional.

Output Seminar Pendidikan Karakter Islamic Entrepreneurship

  • Peserta terinspirasi dan mengenal paradigma mengajar sesuai Al-Qur’an dan Hadits.
  • Peserta mengerti cara menanamkan ahlak kepada anak didiknya dalam keseharian dengan metode pengajaran yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits secara menyenangkan.
  • Peserta mengerti cara menanamkan jiwa leadership dan entrepreneurship dalam lembaga pendidikan yang dikelolanya.
  • Peserta mengetahui cara menjadikan lembaga pendidikannya bertaraf internasional.

Menghadirkan pembicara dari kalangan Entrepreneur dan Ahli Pendidikan yaitu:

Keynote Speaker: Bapak. Drs. Sutanto (mantan Kapolri) :

Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Memiliki jiwa leadership yang tinggi dan pengalaman dalam menjaga kesatuan NKRI dan memerangi perjudian dan narkoba di Indonesia.

Pembicara 1: Bapak. Prof. Dr. Susanto Zuhdi

Guru Besar Sejarah dan pakar budaya.

Pembicara 2: Bapak. Hilmi Panigoro, M.Sc

Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional. Tbk. Pengusaha Indonesia berkelas dunia. Memiliki pengalaman yang banyak dalam bidang entrepreneuship dan bagaimana menghadapi tantangan ke depan.

Pembicara 3: Bapak. Prof. Dr. Abdul Ghani

Pengusaha Indonesia yang memiliki pengalaman mereformasi lembaga Usaha Milik Negara dan menyelamatkan dari kebangkrutan.

Pembicara 4: Bapak. Arifin Jayadiningrat, MA

Pakar Pendidikan Karakter dan Direktur Islamic Character Development-ICD , berpengalaman membantu guru dan sekolah membangun pendidikan karakter di lingkunngan sekolah, juga mengadakan kajian kajian tematik seputar pembangunan akhlak.

Pembicara 5: Bapak. Musthafa Yamin, M.Ed

Master Pendidikan dari The Pennsylvania State University, berpengalaman dalam memberikan training dan konsultasi tentang pendidikan. Trainer Nasional Kurikulum 2013 dan penulis buku belajar bahasa Inggris This is The Way Holistic English (12 seri)

Seminar ini GRATIS DAN BERSERTIFIKAT

Tempat: Gedung Pusdiklat Kemensos Jl. Margaguna Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Waktu: Ahad 30 April 2017

CP: 0857 1964 7457 (Jumal Ahmad), 0852 2934 7421 (Hafi)

Pendaftaran dan konfirmasi berakhir sampai pada tanggal 28 April.

Berikut ini e-flyernya.

Live Streaming FB Kajian Ahad Pagi Masjid Raya Pondok Indah Bersama Ust.Arifin Jayadiningrat 


Bulan April ini ada kajian intensif tentang Pembangunan Akhlak di Masjid Raya Pondok Indah bersama Ust.Arifin Jayadiningrat, direktur Islamic Character Development-ICD Jakarta yang konsen dalam bidang karakter. 

Pagi ini saya mencoba menyiarkan live Streaming dari FB saya, hasilnya kurang bagus karena saya menahan HP dengan dua tangan. 

Ruangan masjid yang luas membuat suara di live streaming kurang jelas. 
Tetapi setelah selesai live, saya coba membuka lagi dengan full volume alhamdulillah bisa. 

Insya Allah live minggu depan gak goyang goyang lagi karena hari ini saya sedang pesan online tripod HP untuk live kajian Ahad besok dan kajian Ust Arifin Jayadiningrat lainnya. 

Link Kajian Akhlak Nabi

Ahad pagi minggu depan, sambil berangkat kajian bisa sekalian membawa bantuan pakaian layak pakai untuk Mentawai yang sedang kami kumpulkan, sudah kami sediakan mobil untuk mengangkut bantuan anda. ☺️

Sekian. 

Filsafat Hidup



Filsafat hidup manusia adalah untuk beribadah kepada Allah Swt, gerak gerik apapun yang kita lakukan harus dimulai dari Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Maka siapa yang bangun di pagi hari dan mengingat Allah maka akan Allah cukupkan, sebagaimana sabda Nabi Saw berikut : “Barang siapa yang bangun di pagi hari dan hanya sibuk memikirkan urusan dunia, sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan 4 penyakit yaitu :

  1. Kebingungan dan kesedihan yang tiada putus-putusnya
  2. Kesibukan yang tak pernah ada habisnya
  3. Kebutuhan yang tidak terpenuhi
  4. Khayalan dan cita-cita yang tidak pernah tercapai” (HR Imam Thabrani)

Maka ketika bangun tidur, jangan tender yang anda ingat tetapi ingatlah Allah Swt, membaca doa yang sudah diajarkan Nabi yaitu ‘Alhamdulillahilladzi Ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilahin nusyuur” (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya lah kami akan kembali) kalaupun tidak bisa, cukup dengan membaca Hamdalah dan mengungkapkan rasa syukur telah diberikan nikmat tidur dan istirahat.

Dalam hidup, sebelum melakukan sesuatu maka kita menentukan tujuannya. Seseorang naik mobil dan ketika memasuki tol tidak mungkin dia bilang tidak punya tujuan mau kemana, atau seorang teman mengajak jalan-jalan, tidak mungkin dia tidak punya tujuan akan diajak kemana kita.

Seorang muslim sebelum melakukan sesuatu sudah terbetik tujuannya. Tujuan itu kepada Allah. Filsafat ini selalu diingatkan Allah Swt dalam membaca surat Al-Fatihah yang dalam satu hari tidak kurang dari 17 kali kita mengulangnya karena satu hari dalam shalat ada 17 rakaat.

Seseorang merasakan sedih, gundah, gulana dan gelisah, sesungguhnya dia seseorang yang lupa tujuan hidup. Maka sebelum berbuat sesuatu maka tanyakanlah saya berbuat untuk siapa?

Sumber:

Resume Kajian Ust Arifin Jayadingrat di Rumah Cinta Quran

Menaklukkan Jiwa Untuk Taat


sabarsolattenang-660x375Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). (Qs. An-Naziat: 37-41)

Allah membagi manusia menjadi dua golongan.

  1. Mengutamakan kehidupan dunia dan melampaui batas> neraka
  2. Takut kepada Allah dan menahan nafsu > surga.

Ayat ini memberikan perbandingan antara orang yang mampu menahan nafsu dan orang yang tidak bisa menahan nafsunya.

Manusia diciptakan untuk beribadah. Siapa yang tidak bisa menguasai nafsu atau tubuhnya sendiri, seperti seorang driver yang menguasai kendaraan, itulah orang yang menang. Maka tubuh, harta dan apa saja yang kita miliki menjadi kendaraan untuk beribadah kepada Allah.

Dan orang yang melampaui batas adalah kebalikannya, yang menjadikan tubuhnya sebagai driver, keinginan dirinya menjadi skala prioritas. Maka hendaknya selalu diingat, ketika berbuat sesuatu selalu menanyakan kepada diri, saya bergerak ini siapakah yang menggerakkan, apakah nafsu fujur saya atau nafsu taqwa saya?

Mari kita potret diri kita. Sudahkah kita memerdekakan penilaian manusia kepada penilaian Allah saja. Ikatlah penilaian kita kepada penilaian Allah Swt. Penilaian manusia bersifat fluktuatif, besok jadi teman bisa jadi besoknya lagi jadi musuh.

Mengikat penilaian kepada Allah, anda akan tetap mulia di mata manusia yang baik. Dengan memprioritaskan akhirat anda akan tetap bisa hidup enak, karena dalam mencari akhirat kita harus kaya  untuk bisa beribadah seperti menutup aurat, ibadah zakat, haji dan shadaqah. Maka salah anggapan bahwa mencari ridha Allah akan menjadi susah.

Manusia di akhirat akan menghayal jika sekiranya menjadi debu/tanah (akhir ayat surat An-Naba’) padahal di dunia terkenal, cantik dan kaya. Demikian gambaran manusia yang melampaui batas di akhirat, lebih memilih menjadi tanah daripada di siksa dan dibakar di neraka.

Jadilah mutiara di mata Allah walau menjadi debu di mata manusia. Kenapa menjadi debu di mata manusia? Karena jika anda menjadi mutiara di mata Allah anda akan menjadi manusia yang baik dimata orang yang baik.

Allah Swt banyak memberikan gambaran bagaimana gunung dan batu lebih baik dari hati manusia padahal mereka bukan mukallaf atau tidak diperintah dan dilarang dan mereka tidak masuk surga dan neraka. Batu, gunung dan lainnya takut kepada Allah karena keagungan Allah.

Sebagaimana firman Allah Swt berikut:

“Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dialah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya.” (Qs. Ar-Ra’du: 13)

Guruh dalam ayat ini takut kepada Allah, apakah dia mukallaf (dibebani hukum Islam), apakah dia masuk surga atau neraka? lalu kenapa dia takut?

“Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir” (Qs. Al-Hasyr: 21)

Gunung, makhluk terbesar di dunia, takut kepada Allah sementara manusia yang lebih kecil dan lebih lemah dari gunung tidak takut kepada Allah Swt. Gunung pun bukan mukallaf dan tidak masuk surga atau neraka, tetapi dia takut kepada Allah, takutnya adalah karena keagungan Allah Swt.

Orang yang tidak merasa takut dengan keagungan Allah Swt pasti tidak bisa menahan nafsunya. Nafsu disini bukan hanya berbuat maksiat seperti zina, contoh yang kecil saja seperti shalat cepat cepat.

Siapakah yang pertama kali kita hadapi dalam menaklukkan jiwa? nomor satu adalah diri kita sendiri. Maka dalam kesabaran yang pertama adalah kesabaran dalam menegakkan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, selanjutnya bersabar dari kesengsaraan.

Allah Swt berfirman:

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”  (Qs. Al-Kahfi: 28)

Ayat ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad Saw juga manusia, dia juga bisa tidak bisa bersabar dalam keadaan gundah seperti yang lain. Juga menjelaskan pentingnya set up lingkungan agar terus menjadi baik. Nabi yang ma’shum saja diminta agar bergaul dengan orang yang baik apalagi kita. Mata kita pun harus terus bersama orang orang yang baik dan jangan tertipu dengan gemerlapnya dunia.

Hidup adalah ujian, agar tidak salah langkah harus menyebut nama Allah terlebih dahulu dalam segala aktifitas kita. Kenapa dalam banyak ayat disebutkan perintah untuk berdzikir, menyebut nama Allah dalam keadaan, berdiri, duduk dan berbaring? Karena dalam sebuah hadits disebutkan bahwa dalam hati manusia terdapat dua pintu, pintu yang dimasuki syetan dan pintu yang dimasuki malaikat. Jika manusia berdzikir maka syetan akan minggir dan malaikat masuk, kalau tidak berdzikir syetan akan masuk.

Dalam hadits yang lain disebutkan bahwa orang yang berdzikir dan orang yang tidak berdzikir seperti orang mati dan hidup.

Hadits yang lain, orang yang tidak berdzikir laksana orang yang diserang musuh, kemudian ketika dia berdzikir laksana dia masuk ke dalam benteng, dimana musuh tidak bisa menyentuhnya.

Maka maksud dari ‘selalu bersama orang yang berzikir’ bukan hanya secara fisik saja, tetapi setelah selesai perkumpulan kita tetap terus berdzikir mengingat Allah Swt. Ketika membiasakan diri untuk berdzikir ketika berdiri, duduk dan berbaring, sebenarnya kita sedang menghadapi diri sendiri, seperti ketika muncul suatu ide, benturan terjadi dalam diri, jika berjalan anda menang, jika tidak anda kalah dengan diri sendiri.

Tidak ada orang yang tidak ingin masuk surga, dan orang yang masuk surga sudah terpola dia bisa menaklukkan diri sendiri. Contohnya, shalat Tahajjud adalah bentuk peperangan terbesar terhadap diri sendiri.

Allah Swt berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (Qs. Adz-Dzariyat 15-20)

Ayat di atas menunjukkan life style/ pola hidup penghuni surga.

  1. Produktif ketika di dunia
  2. Sedikit tidur, melawan nafsu untuk beribadah, dia sudah terbiasa bangun sebelum shalat subuh. Lebih cinta kepada Allah daripada tubuhnya, shalat dan mengharap ampunan Allah.
  3. Memohon ampun kepada Allah sebelum subuh.
  4. Growth mindset, dengan banyak meminta ampun kepada Allah.
  5. Menyayangi orang miskin

*Resume Kajian Akhlak 06 Maret 2017 di Masjid Raya Pondok Indah

Menuju Postingan Ke 1000


Mencapai 1000 tulisan dan 1 juta lebih pembaca itu sesuatu banget. Suka duka banyak saya rasakan selama perjalanan ini. 

Terima kasih dan syukur, saya sampaikan kepada Allah swt yang selalu  memberikan taufiq dan inayah-Nya sehingga saya bisa terus menulis. 

Keluarga dan teman juga kami sampaikan terima kasih atas dukungan selama ini. 

Secara khusus saya sampaikan terima kasih kepada Ust. Zain An-Najah. Beliau yang pertama kali memperkenalkan dunia menulis di blog kepada saya. 

Juga kepada Ust. Farid Okbah dan Ust Arifin Jayadiningrat, ilmu dan kajian beliau yang selalu menjadi inspirasi dan berharap agar kelak ilmu kami bisa seperti beliau berdua. Amiin

Acara kecil kecilan rencananya akan saya adakan bersama istri tercinta. Sederhana tapi bermakna. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah swt. 

Semoga ke depan bisa lebih baik lagi…💪💪💪

Hadits Jibril Tentang Cinta


Dari Sahal bin Sa’ad, dia berkata, Jibril datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata.

  • Ya Muhammad, hiduplah sesukamu tapi ingatlah bahwa kamu pasti akan mati.
  • Cintailah siapapun yang ingin kamu cintai, tetapi ingatlah bahwa kamu pasti akan berpisah dengannya
  • Berbuatlah semaumu, tetapi ketahuilah bahwa kamu pasti akan menerima balasanny

Kemudian Jibril berkata lagi :

  • Sesungguhnya kemuliaan seorang mukmin tergantung pada shalat malamnya.
  • Dan harga diri seorang mukmin terletak pada ketidak butuhannya terhadap apa yang dimiliki orang lain. (HR. Thabroni dan al Hakim dalam al Mustadrak)

Al Albani dalam Silsilah al Ahadits ash Shahihah II/485 menyatakan, bahwa hadits tersebut “HASAN” karena terkumpulnya jalur–jalur riwayat yang ada
Pelajaran dari hadits :

Mati itu suatu yang pasti dan ia adalah pintu gerbang menuju kehidupan berikutnya. Sementara kehidupan di dunia ini akan menjadi penentu bagi baik dan buruknya kehidupan yang akan datang. Karenanya Optimalkan disaat masih hidup yang hanya sesaat ini untuk hanya mempersiapkan bekal bagi kehidupan kita berikutnya yang abadi.

Semua yang ada dilangit dan yang ada di bumi ini adalah milik ALLAH Azza Wa Jalla. Kita hanya punya hak pakai sementara. Karenanya, Optimalkan upaya kita, agar semua yang kita miliki untuk sementara ini (suami/istri, anak, rumah, kendaraan dan yang lainnya) bermanfaat bagi kehidupan kita berikutnya.

Semua yang kita kerjakan, kita ucapkan dan bahkan semua yang kita pikirkan/niatkan, akan di pantau, dicatat dan dinilai, yang dikemudian hari akan diganjar. Karenanya Pastikan, semuanya kita lakukan hanya dengan niat untuk merespon perintah ALLAH dan sesuaikan dengan syariat-NYA, agar kita semuanya bisa mendapatkan ridha-NYA.

Setelah kita pastikan bahwa semua yang wajib telah kita tunaikan, maka jangan pernah lupa untuk shalat malam, walau hanya dengan satu rakaat, karena disitulah letak kemuliaan seorang mukmin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang kurang lebih artinya : “Sesungguhnya diwaktu malam itu terdapat suatu waktu yang jika saja bertepatan dengan waktu itu seorang hamba muslim memohon kebaikan kepada ALLAH berkenaan dengan urusan dunia dan akhirat, sudah pasti ALLAH akan memberikannya kepadanya. Waktu itu terdapat pada setiap malam” (HR. Muslim)

Harga diri seorang mukmin terletak pada ketidak butuhannya terhadap apa yang dimiliki orang lain. Itulah yang disebut dengan “Zuhud terhadap apa-apa yang dimiliki oleh manusia”, _yaitu dengan tidak meminta-minta kepada orang lain dan dengan tidak memperlihatkan keinginan terhadap yang dimiliki orang lain serta dengan tidak mengangkat pandangan (ta’ajjub) terhadap yang dimiliki manusia.

Selanjutnya Ust Arifin Jayadiningrat juga membahas Qs. AlHijr: 39, AlHujurat:7 dan resumenya adalah sebagai berikut:

Sehebat apapun manusia tidak akan bisa beribadah dengan baik kecuali dengan rahmat Allah. Mengetahui siapa kita, maka tanyakan kepada siapa yang orang yang terdekat dengan kita. Mengetahui diri, carilah yang dekat, bercerminlah karena cermin itu dekat, cermin di rumah, sopir, pembantu, anak dan istri dll.

Orang yang sukses usahanya, biasanya hubungan dengan istri baik. Ada juga orang yang dengan istri tidak baik, dengan orang lain baik, karena dalam rangka bisnis, dia tidak tahu siapa kita.

Ekspresi kita adalah gambaran dari jiwa kita, jika di dalam tubuh penuh rahmat, maka yang keluar adalah rahmat, menilainya adalah ketika dalam keadaab marah, ketika terjadi benturan. Disitulah kita mengetahui jiwa kita mutmainnah atau tidak, apakah kacamata kita lebih besar dunia atau akhirat.

Trik syetan menjadikan yang negatif menjadi positif. Sebagaimana dalam Alquran surat Alhijr 39 bahwa dia akan membuat yang jelek menjadi indah lauzayyinanna.

Orang2 yg memiliki feeling utk menghindar dr hal2 yg tidak baik. Inilah orang2 yg memiliki Keimanan.

Bagaimana jika kita Shalat tetapi kita tidak bisa lepas dari berbuat Kemaksiatan ? Jawaban nya adalah …Minta kepada Allah. Jangan pernah berhenti meminta kepada Allah. Walau kita sudah baik, anak2 kita sudah baik pasangan kita sdh baik semua sudah baik. Kita tetap harus minta kepada Allah.

Dan Jangan Pernah berhenti meminta kepada Allah Contoh: Jika kita berasa betah dan nyaman berada ditengah2 Orang2 yg sholeh maka Kita akan merasakan betapa Indah Hati kita dibuatnya. Tetapi jika kita sdg berkumpul bersama teman2 yg senang2, dugem dan tidak betah ditengah2 teman2 yg kita tau bermaksiat. Itu tanda2 kita memiliki Iman.

Keinginan kita menurut kacamata kita baik, kita tidak tahu siapa yang men-drive jiwa fujur atau taqwa, tetapi dengan iman dan mencintai kebaikan dan tumbuh feeling untk tahu kita baik atau tidak.

Dunia ini dihiasi seindah indahnya oleh syetan, maka manusia lebih mencintai akhirat dari dunia. Maka disunnahkan untk menumbuhkan kepada kebaikan untuk berdoa dengan doa berikut:

%d bloggers like this: