Mentawai: Dalam Hening Memburu Kebebasan


Di lepas pantai barat Sumatera, warga mentawai berlindung dari hiruk pikuk kota besar. Suku kuno ini pandai meramu, berburu dan piawai dalam menato tubuh. Berpuluh tahun lamanya mereka tertekan beragam pemaksaan.

Ini kata pengantar dari dw.com ketika membuka reportase tentang Kehidupan orang tua di Mentawai, bagaimana mereka hidup dan bertahan dengan tradisi mereka serta sikap pemerintah terhadap orang Mentawai. Selengkapnya bisa dibaca di tautan ini: https://m.dw.com/id/mentawai-dalam-hening-memburu-kebebasan/g-36708625?xtref=https%253A%252F%252Flm.facebook.com%252F

Melihat kehidupan di Mentawai yang lama tidak mendapatkan perhatian pemerintah baik sosial dan pendidikannya sementara kita sudah merdeka 70 tahun lebih, maka Aksi Peduli Bangsa berinisiatif membangun di daerah pedalaman Mentawai dalam sisi sosial dan pendidikannya.

Budaya Mentawai masih di perhatikan dan tidak diusik, bahkan dalam acara Lebaru Peduli Mentawai di lapangan Al-Azhar tahun 2017 lalu pihak aksi peduli Bangsa mengundang orang orang asli Mentawai untuk menunjukkan tarian adat mereka.

Berikut videonya:

Aksi Peduli Bangsa sudah mendirikan sekolah PAUD di Dusun Buttui dan bulan lalu sudah meluluskan anak, dan diacara itu ada persembahan tarian khas Mentawai.

Berikut videonya:

Biar lebih seru, lihat juga penampilan anak anak PAUDnya.

Putra

Putri

Follow dan like ya..

%d bloggers like this: