• Selamat datang di blog Jumal Ahmad. Saya sedang meneliti tentang Meta-Level Reflection dalam Pembangunan Karakter. Semoga dimudahkan dan bermanfaat.

  • Categories

Dzikir yang Baik Menurunkan Nyeri pada Lansia


Dzikir yang baik, pelan bisa menurunkan rasa nyeri sendi pada lansia dimana sebagian besar lansia mempunyai keluhan pada sendi-sendinya, misalnya; nyeri, linu, dan pegal. Dzikir sebagai penyembuh terhadap nyeri diantaranya dengan berdzikir menghasilkan beberapa efek medis dan psikologis yaitu akan menyeimbangkan keseimbangan kadar serotonin dan neropineprin di dalam tubuh, dimana fenomena ini merupakan morfin alami yang bekerja didalam otak serta akan menyebabkan hati dan pikiran merasa tenang dibandingkan sebelum berzikir.

Kesimpulan di atas disampaikan oleh Syaifurrahman Hidayat dari Universitas Wiraraja Sumenerp ketika melakukan penelitian di Panti Sosial Trisna Werda (PSTW) Unit Budi Luhur Bantul Yogyakarta khusus untuk pasien beragama Islam dengan menggunaka istilah Dzikir Khafi.

Berdasarkan penelusuran penulis, Dzikir Khafi adalah dzikir yang dilakukan secara khusyuk oleh ingatan hati, baik disertai dzikir lisan ataupun tidak. Orang yang sudah mampu melakukan dzikir seperti ini hatinya merasa senantiasa memiliki hubungan dengan Allah SWT. Ia selalu merasakan kehairan Allah SWT kapan dan dimana saja. Dzikir Khafi berarti mengingat Allah dengan berfikir terhadap ciptaan-Nya, baik yang ada di diri kita maupun yang ada di alam ini, misalnya ketika bernafas kita mengingat Allah, ketika makan bersyukur kepada Allah, ketika melihat pemandangan yang indah mengingat kekuasaan Allah, hendaknya hari selalu mengingat Allah dalam segala situasi apapun.

Nyeri yang tidak tertangani dapat menyebabkan distres emosional dan dapat memicu kekambuhan penyakit sehingga perawat perlu memberikan intervensi untuk memenuhi kebutuhan rasa nyaman pada pasien dalam mengatasi nyeri. Kenyamanan merupakan kebutuhan bagi setiap orang, kenyamanan tersebut merupakan nyaman secara fisik, psikospiritual, lingkungan dan sosiokultural, sehingga terbebas dari nyeri. Seseorang yang merasakan nyeri berarti dia tidak terpenuhi kebutuhan rasa nyamannya, disinilah peran perawat untuk memenuhi kebutuhan rasa nyamannya (Songer, 2005).

Seseorang yang nyeri akan mencari pertolongan untuk memenuhi kebutuhan rasa nyamannya, dengan Dzikir Khafi perawat dapat memenuhi kebutuhan rasa nyaman pasien. Dzikir sebagai penyembuh terhadap nyeri diantaranya dengan berdzikir menghasilkan beberapa efek medis dan psikologis yaitu akan menyeimbangkan keseimbangan kadar serotonin dan neropineprine di dalam tubuh, dimana fenomena ini merupakan morfin alami yang bekerja didalam otak serta akan menyebabkan hati dan pikiran merasa tenang dibandingkan sebelum berzikir, Otot-otot tubuh mengendur terutama otot bahu yang sering mengakibatkan ketegangan psikis. Dengan adanya relaksasi trsebut, maka impuls nyeri dari nervus trigeminus akan dihambat dan mengakibatkan tertutupnya “pintu gerbang” di thalamus. Tertutupnya “pintu gerbang” di thalamus mengakibatkan stimulasi yang menuju korteks serebri terhambat sehingga intensitas nyeri berkurang untuk kedua kalinya (Kolcaba, 2003) dan (Saleh, 2010).

Secara fisiologis, terapi spiritual dengan berdzikir atau mengingat asma Allah menyebabkan otak akan bekerja, ketika otak mendapat rangsangan dari luar, maka otak akan memproduksi zat kimia yang akan memberi rasanyaman yaitu neuropeptida. Setelah otak memproduksi zat tersebut, maka zat ini akan menyangkut dan diserap didalam tubuh yang kemudian akan memberi umpan balik berupakenikmatan atau kenyamanan (Lukman, 2012).

Dengan melakukan Dzikir Khafi merupakan penggerak emosi perasaan, dzikir ini muncul melalui rasa tentang penzahiran keagungan dan keindahan Allah SWT, sehingga akan dapat pula mempengaruhi pola koping sesorang dalam menghadapi nyeri sebagai sressor, sehingga stres respon yang bebeda. Koping yang adaptif akan mempermudah seseorang mengatasi nyeri dan sebaliknya pola koping yang maladaptif akan menyulitkan seseorang mengatasi nyeri. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Rad: 28, yang berbunyi: “Orang-orang yang beriman, hati mereka menjadi tentram dengan mengingat (Dzikir) kepada Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram” (Q.S.13:28).

Peran pendampingan spiritual sebenarnya merupakan kompetensi dari profesi keperawatan. Peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien secara holistik meliputi biologi, psikologis dan spiritual. Manusia merupakan satu kesatuan yang utuh yang terdiri atas fisiologis (physiological), psikologis (psychological), sosial (social), spiritual (spiritual), dan kultural (cultural), dimana manusia sesungguhnya memiliki esensi yang sama bahwa manusia adalah mahluk unik yang utuh menyeluruh (Beek, 2007) dan Xidohan, 2005).

Tidak terpenuhinya kebutuhan rasa nyaman manusia pada salah satu saja diantara dimensi di atas akan menyebabkan ketidak sejahteraan atau keadaan tidak sehat. Kesadaran akan konsep ini melahirkan keyakinan dalam keperawatan bahwa pemberian asuhan keperawatan hendaknya bersifat komprehensif atau holistik, yang tidak saja memenuhi kebutuhan fisik, psikologis, sosial, dan kultural tetapi juga kebutuhan spiritual klien.

Spiritual care merupakan salah satu dimensi penting yang perlu diperhatikan oleh perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada semua klien. Keimanan atau keyakinan religius sangat penting dalam kehidupan personal individu, keimanan diketahui sebagai suatu faktor yang sangat kuat (powerful) dalam penyembuhan dan pemulihan fisik.

Perawat dalam melakukan pengkajian terhadap lansia harus bisa memberikan ketenangan dan kepuasan batin dalam hubungannya dengan Tuhan atau agama yang dianut lansia dalam merasakan nyeri osteoarthritis, sehubungan dengan pendekatan spiritual bagi lansia pengkajian yang perlu dilakukan meliputi konsep pasien tentang tuhan, sumber kekuatan atau harapan, praktek religius serta hubungan antara keyakinan spiritual dengan status kesehatan pasien (Baldacchino, 2006).

Implementasi asuhan keperawatan dengan manajemen nyeri non farmakologis yang perlu di berikan oleh perawat diantaranyan Dzikir Khafi. Menurut Hadits Riwayat Al-Baihaqi mengatakan: “Sesungguhnya bagi setiap segala sesuatu itu ada alat pembersihnya, dan sesungghuhnya alat pembersih hati (jiwa) adalah dzikir kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu yang lebih menyelamatkan dari siksa Allah dari pada dzikrullah” (HR. Al Baihaqi).

Dengan mengistiqomahkan Dzikir Khafi disetiap pagi hari dalam kurun waktu 30 menit, maka dzikir tersebut dapat menunjukkan komitmen seseorang untuk senantiasa menyebut Asma Allah, menanamkan suatu kesadaran bahwa tiada Tuhan Selain Allah. Dzikir merupakan media dalam syariat Allah dan melaksanakan fungsi-fungsi sosial sebagaimana mestinya dengan penuh keridhaan. Abu Awanah dan Ibnu Hibban meriwayatkan dalam masing-masing kitab kumpulan hadits shahih berikut : “Sebaik-baik dzikir adalah dzikir dengan samar (khafi) dan sebaik-baiknya rezeki adalah rezeki yang mencukupi,” (HR. Al Baihaqi).

Selama melaksanakan asuhan keperawatan pada aspek spiritual care perawat dituntut untuk mampu hadir secara fisik maupun psikis dimanifestasikan dalam mendengarkan dengan aktif, sikap empati melalui komunikasi terapeutik dan memfasilitasi ibadah praktis membantu pasien untuk menginterospeksi diri merujuk kepada rohaniwan jika pasien membutuhkan. Adapun kriteria hasil yang ingin dicapai dari asuhan keperawatan denag pendekatan spiritual care ini adalah ditemukannya kemampuan pasien dalam bersyukur, kedamaian atau ketenangan dan tergalinya mekanisme koping yang efektif untuk mengatasi rintangan hidup diantaranya dalam mengahapi nyeriosteoartritis (Potter & Perry, 2005).

Semoga ulasan sederhana ini bermanfaat. Jangan lupa like dan komentarnya. 🙏🙏🙏

Referensi:

Internet: Dzikir Khafi

Syaifurrahman Hidayat, Dzikir Khafi untuk Menurunkan Skala Nyeri Osteoartritis Pada Lansia, Link: https://ejournal.wiraraja.ac.id/index.php/JIK/article/download/119/90

Allah Tempat Bergantung


​Saat kita berdiri lama, akan terasa lelah, lebih nikmat bila duduk dikursi, tapi lebih nikmat lagi bila duduk + bersandar. Kalau terlalu lama, lebih nikmat lagi berbaring…… KENAPA DEMIKIAN ?

Karena yang disandarkan dari yang kita pikul lebih bertambah ! Semakin kita lepaskan yang kita pikul lalu disandarkan
kepada yang lain, semakin beban ringan dan nikmat !!

ALLAHUS SHOMAD !!!! Allah tempat bergantung !! itulah esensi IKHLAS

Segala urusan di dunia ini harus selalu digantungkan kepada YANG MAHA KUAT dan MAHA MENGATUR bila tidak, akan “LELAH DALAM HIDUP”

Musibah kelas 1 adalah MUSIBAH TERBESAR !! yaitu musibah AGAMA. 

Kalau musibah selain ini masih kecil, contoh, hilang harta, hilang jabatan, hilang kesehatan, hilang jiwa (wafat) dan lain sebagainya ini namanya musibah dunia.

Tapi kalau MUSIBAH AGAMA adalah melanggar aturan agama. [] 

Hidup Optimis


​​Menerima kesulitan dan bencana dengan sikap optimistis mampu membantu memulai kehidupan setelah keterpurukan dan menguasai kesulitan dimana sikap optimistis lebih utama dan berguna ketimbang rasa sesal dan pesimistis.

Berikut ini contoh orang terdahulu yang berhasil mengubah kerugian menjadi keuntungan.

Abdullah bin Abbas ketika kehilangan indra penglihatannya, ia sadar bahwa ia akan menghabiskan sisa umurnya dalam keadaan buta, terpenjara dalam kegelapan.

 Tak dapat melihat kehidupan dan orang-orang yang hidup.

Namun ia tak mengeluh, dia menerima nasib yang telah ditentukan. 

Kemudian dia bermadah dengan kalimat-kalimat yang dapat meringankan musibah itu dan menumbuhkan rasa ridha.

Kata Abdullah bin Abbas

Jika Allah mengambil cahaya kedua biji mataku

Maka di lisan dan pendengaranku masih ada cahaya

Kalbuku cerdas dan akalku tak rusak

Dan mulutku tajam ibarat pedang yang turun temurun

5 Ayat Motivasi Al-Quran yang menumbuhkan Sikap Optimis

1. Kita bisa berubah, jika kita mau mengubah diri kita

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d:11). 

2. Ada kebaikan di balik yang tidak kita sukai

“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui,“ (QS. Al-Baqarah: 216). 

3. Kita pasti sanggup

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” (QS. Al-Baqarah: 286)

4. Ada kemudahan bersama kesulitan

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah: 5-6)

5. Takwa dan tawakallah

“Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya,” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

Kenapa harus optimis?

  1. Keyakinan bahwa Allah Swt tidak akan pernah menguji hamba Nya melebihi batas kemampuan si hamba.
  2. Meyakini bahwa bersama kesulitan ada kemudahan. Sebuah keyakinan Bahwa diujung sana ada kebahagiaan yg menanti kita.
  3. Keyakinan bahwa Ridho Dan Rahmad Allah Swt menyertai org yg senantiasa mengharapkan Rahmat Nya.  Sebaliknya… murka Allah senantiasa meliputi mereka yg mudah berputus asa di jalan Nya.

Maka, Pantaskah kita sbg seorang Muslim masih Terus PESIMIS ..??

Barokallohu fiikum..[] 💐💐

Kajian Akhlak Senin Pagi di Masjid Raya Pondok Indah: Cinta Kepada Allah


Cinta Allah

Pagi Ini Kita Doa Dulu…


Assalamualaikum wr wb.

Dipagi ini kita doa dulu..🙏

Ya Allah berkahilah
Hidup kami…
Berkahilah dalam umur kami, jiwa raga kami, keluarga kami, harta kami,  sahabat sahabat kami, lingkungan kami….
Sesungguhnya hidup mati kami HANYALAH untuk MENGAGUNGKAN MU yaaaaaa ALLAH….
HANYALAH untuk MEMBESARKAN dzatMU yang MULIA… Continue reading

Keutamaan Menghafal Al-Quran


Allah SWT telah memuliakan uamt ini, dimana Dia telah menjadikan hati orang-orang yang shalih sebagai tempat pemeliharaan firman-firman-Nya dan dada-dada mereka sebagai mushaf untuk menjaga ayat-ayat-Nya. Allah SWT berfirman dalam salah satu hadits Qudsi: “Sesungguhnya Aku mengutusmu untuk menguji dirimu dan Aku menguji denganmu. Dan aku telah menurunkan sebuah kitab kepadamu, yang tidak akan luntur karena air, engkau membacanya di kala tidur maupun terjaga.” (HR Muslim, 4/2197 no: 2865) yang maksudnya bahwa al-Quran ini terjaga di dalam hati kaum muslimin, tidak disapa oleh kepunahan. Bahkan ia abadi sepanjang masa. Continue reading

Think Big, Mikirin Akhirat


Assalamualaikum
Semangaat Pagi semua !!!
Apa yg kita persiapkan untuk bekal kematian kita ?

Think Big…. mikirin AKHIRAT
Bekal yg besar apa ya ?

Besar atau kecil bukan dimata manusia
Tetapi
DI “MATA” ALLAH ….. Continue reading

%d bloggers like this: