• Selamat datang di blog Jumal Ahmad. Saya sedang meneliti tentang Meta-Level Reflection dalam Pembangunan Karakter. Semoga dimudahkan dan bermanfaat.

  • Categories

Melatih Afeksi Dengan Merasakan Masuk Dalam Kubur


Cobalah Masuk kedalamnya sekali seumur hidup, ingat mati

Adakah dari kita yang tidak mengetahui bahwa suatu ketika akan datang kematian pada kita. Allah Ta’ala telah berfirman, yang artinya, “Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Dan kami benar-benar akan menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan, dan kepada kamilah kalian akan dikembalikan.” (QS. Al Anbiyaa’: 35).
 Ya, setiap dari kita insya Allah telah menyadari dan menyakini hal ini. Tetapi kebanyakan orang telah lalai atau bahkan sengaja melalaikan diri mereka sendiri. Satu persatu orang yang kita kasihi telah pergi tapi seakan-akan kematian mereka tidak meninggal faidah bagi kita, kecuali rasa sedih akibat kehilangan mereka.

Kematian adalah benar adanya. Begitu pula dengan kehidupan setelah kematian. Kehidupan akhirat, inilah yang seharusnya kita tuju. Kampung akhiratlah tempat kembali kita. Maka persiapkanlah bekal untuk menempuh jauhnya perjalanan.
 Allah Ta’ala berfirman, yang artinya, “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan hanya permainan dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS. Al An’am: 32)
Kuburan adalah persinggahan pertama menuju akhirat. Orang yang mati, berarti telah mengalami kiamat kecil. Apabila seorang hamba telah dikubur, akan diperlihatkan kepadanya tempat tinggalnya nanti pada pagi hari, yakni antara waktu fajar dan terbit matahari, serta waktu sore, yakni antara waktu dzhuhur hingga maghrib. 

Apabila ia termasuk penghuni Jannah, akan diperlihatkan tempat tinggalnya di Jannah, dan apabila ia termasuk penghuni Naar, akan diperlihatkan tempat tinggalnya di Naar.

Untuk menumbuhkan afeksi atau rasa bahwa kita akan mati bahwa semua harta dan jabatan yang kita punya akan kita tinggalkan, maka cobalah sekali dalam seumur hidup untuk masuk ke dalam liang kubur dan rasakan bagaimana perubahan yang anda rasakan setelahnya. 

Pada ICD Journey yang kita adakan dua hari ini, salah satu kegiatan yang kita laksanakan adalah mengajak para peserta merasakan alam kubur untuk menumbuhkan afeksi tentang dekatnya kematian. 

Dibawah bimbinhan Ust.Arifin Jayadiningrat alhamdulillah hampir seluruh peserta ICD journey merasakan masuk ke dalam kubur. 

Banyak hal yang mereka rasakan didalamnya dan perasaan itu bisa beda beda tiap orang. 

Ukuran kuburannya sengaja dibuat seperti layaknya kuburan, kemudian ketika mereka masuk ke dalam kubur, Ust.Arifin Jayadiningrat membimbing mereka untuk kontemplasi amalan, ibadah dan dosa yang mereka lakukan, kemudian itikad untuk lebih baik lagi. 

Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar dan semua peserta merasakan hal positif dalam pribadi mereka masing-masing. 

Anda mau mencoba? 

Nabi SAW menyebut orang yang ingat kematian dan mempersiapkannya itu sebagai orang cerdas, sebab orang seperti itu mengetahui hakikat hidup, dan mengindar dari tipuan-tipuan kehidupan.

Imam al-Qurtubi menyebutnya sebagai standar kecerdasan seorang manusia. Yakni tidak pernah melupakan sesuatu yang pasti dan persiapannya itu untuk hal-hal yang sesungguhnya dipastikan akan terjadi.

Memperbanyak mengingat mati berarti memperbanyak amal kebaikan. Orang yang tidak beramal baik atau dia berbuat buruk berarti tidak ingat dirinya akan mati. Imam ad-Daqqaq berkata, “Barangsiapa memperbanyak mengingat mati, dia dikaruniai tiga perkara: Menyegerakan taubat, hati yang qana’ah, dan semangat beribadah.” (Imam al-Qurtubi, al-Tadzkirah fi Ahwal al-Mauta wa Umuri al-Akhirah).
Maka, saat kita mengingat kematian kita seperti terdorong untuk menjadikan akhirat ukuran segala-galanya. Setiap tutur kata, dan gerak-gerika ditimbang apa kah bermanfaat untuk menghadapi kematian kelak.

%d bloggers like this: