Karena Dunia Tak Abadi


Menyimak nasehat mengingat mati dari seorang ustadz itu sudah biasa, akan terasa beda jika nasehat itu muncul dari seorang yang sangat dikenal dunia seperti petinju legendaris Muhammad Ali. 

Video pendek di atas adalah salah satu cuplikan talkshow di sebuah televisi ketika Muhammad Ali ditanya, apa yang akan dia lakukan setelah pensiun nanti? 

Tidak banyak umur yang kita punya, jatah umur manusia hanya sampai 60 sampai 70 tahun, kalaupun kita diberi umur sampai 100 tahun toh kita nantinya akan mati juga. 

Maka Muhammad Ali berpesan bahwa di sisa umurnya dia akan menjadikan popularitasnya untuk semakin produktif  berbuat baik untuk kemanusiaan. 

Ada ilustrasi menarik yang beliau sampaikan di video tersebut tentang bagaiaman lamanya kehidupan di akhirat nanti. Beliau contohkan, ambil satu pasir di gurun Sahara, lalu tunggu seribu tahun lagi untuk mengambil pasir selanjutnya, terus sampai pasir di gurun habis, maka akhirat lebih lama lagi. 

Silahkan simak dan tonton video di atas, sebagai pelajaran dari Muhammad Ali bahwa dunia ini tak abadi, akhirat yang selamanya. 

Mata Dan Cahaya


Mata yang dapat melihat itu karena adanya Cahaya, tetapi jika tidak ada Cahaya, matapun tidak akan dapat melihat apa-apa.

Kelak di akhirat, Cahaya bisa kita dapatkan karena banyaknya amal ibadah yg kita lakukan selama hidup didunia.

Maka bagi siapapun yang tidak ada amal ibadahnya didunia maka saat di akhirat kelak dia tidak akan dapat melihat apapun karena tidak mendapatkan cahaya (buta).

Think Big, Mikirin Akhirat


Assalamualaikum
Semangaat Pagi semua !!!
Apa yg kita persiapkan untuk bekal kematian kita ?

Think Big…. mikirin AKHIRAT
Bekal yg besar apa ya ?

Besar atau kecil bukan dimata manusia
Tetapi
DI “MATA” ALLAH ….. Continue reading

[Video] Perbandingan Bumi dan Alam Semesta


image

Dunia Dan Akhirat


dunia akhiratAllah SWT membagi kehidupan menjadi dua bagian, yakni kehidupan dunia dan akhirat. Apa yang dilakukan manusia di dunia akan berdampak dalam kehidupan akhirat, enak dan tidaknya kehidupan seseorang di akhirat sangat bergantung pada bagaimana ia menjalani kehidupan di dunia ini. Manakala manusia beriman dan beramal saleh dalam kehidupan di dunia, ia pun akan mendapatkan kenikmatan dalam kehidupan di akhirat. Karena itu, ketika seseorang berorientasi memperoleh kebahagiaan dalam kehidupan di akhirat, maka ia akan menjalani kehidupan di dunia ini dengan sebaik-baiknya sebagaimana yang ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Continue reading

%d bloggers like this: