Resolusi 2019 yang Tidak Tercapai


Pada tahun 2019 lalu saya telah membuat satu resolusi atau pernyataan tertulis yang saya bagikan di blog ini bahkan saya buatkan hastag untuk mendukungnya yaitu #2019TesisKelar. Namun sampai memasuki awal 2020 ini belum juga terlewatkan.

Sejenak bermuhasabah diri, mungkin saya belum menukarkan resolusi atau azam tersebut kepada komitmen harian sehingga mudah tercapai.

Selain kurang baikny saya mengelola waktu, mungkin bisa juga dilihat dari kompleksnya penelitian yang saya gunakan dimana saya menggunakan mix method yaitu menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.

Kuantitatif menggunakan aplikasi statistik seperti SPSS kemudian Lisrel dan Amos sangat baru bagi saya, apalagi ketika awal perkuliahan dosen masih banyak mengenalkan dasar SPSS. Selebihnya, untuk belajar Lisrel dan Amos saya manfaatkan media YouTube khususnya akun dari bapak Usep Suhud dan ibu Betty Nurbaiti yang sangat membantu.

Awal belajar Lisrel 8.8 saya gunakan versi student yang gratis, namun karena analisanya lebih kompleks lagi saya harus menggunakan Lisrel full. Pernah beli online dari Shoppe ternyata pas diinstal tidak bisa di laptop saya.

Akhirnya saya mencoba mencari software statistik di beberapa toko di jalan alternatif UI di Kelapa Dua, Depok dan mendapatkan aplikasi Amos versi 22. Dari Amos ini saya melakukan penelitian kuantitatif.

Penelitian kualitatif juga lebih kompleks lagi karena saya harus menelpon, sms dan janjian dengan beberapa responden dari mahasiswa FITK UIN yang bersedia menjadi responden, kalau tidak bersedia maka mencari responden lain.

Semalam pun saya masih berkutat dengan Tesis saya, di saat yang lain berhura-hura atau merasakan liburan bersama, saya di kontrakan kecil mengerjakan Tesis.

SPs UIN Jakarta membuat program, mulai dari pra studi, proses studi dan juga pasca studi, dalam rentang studi tersebut mahasiswa diberikan dedikasi yang sangat ketat, sehingga tidak ada celah sedikitpun adanya plagiarisme setingkat tesis dan disertasi. Ada beberapa tahapan ujian yang harus dilaksanakan mahasiswa yaitu;

  • Ujian proposal Tesis
  • Ujian Komprehensif
  • Ujian Work in Progress 1
  • Ujian Work in Progress 2
  • Ujian Pendahuluan Tesis/ Disertasi
  • Ujian Promosi Magister/ Doktor

Dari sekian ujian, saya sudah pada tahap ujian proposal-ujian komprehensif- ujian work in progress 1, artinya masih ada 3 ujian lagi.

Semoga Tesis ini segera selesai dan teman-teman yang sedang menyelesaikan tesisnya seperti saya juga bisa segera selesai. Terima kasih.

Cara Membuat Kuesioner Penelitian


Saya sedang menyiapkan untuk membuat kuesioner penelitian dan mendapatkan tips-tips yang lengkap dari situs WikiHow.

Bagi teman-teman #BlogJumal yang sedang atau ingin mengetahui cara membuat kuesioner penelitian kuantitatif sila merujuk pada tautan berikut.

https://id.m.wikihow.com/Membuat-Kuesioner-Penelitian?amp=1

#2019TesisKelar


#2019TesisKelar adalah hastag untuk mengingatkan dan memberi semangat kepada saya sendiri dan teman-teman blog yang sedang menyelesaikan tesis atau disertasi.

Kita harus ingat bahwa untuk kuliah S2 atau S3 kita sudah meninggalkan waktu bersama keluarga untuk memperjuangkan kondisi yang lebih baik, dengan dana yang tidak sedikit dan pikiran yang banyak tercurah ke jenjang pendidikan tersebut.

Jadi apalagi yang ditunggu? Ayo kita selesaikan kuliah kita dengan sempurna dengan menyelesaikan tugas akhir kita, menulis tesis/disertasi kita. Semangat, Semangat, Semangat!

🤲🤲🤲

8 Steps to PhD Excellence with James Arvanitakis


Judul di atas adalah tema dari kuliah yang disampaikan oleh Prof. James Arvanitakis dari Western Sydney University. Pembekalan untuk calon doktor di UIN Jakarta dalam mengerjakan tesis atau disertasi mereka.

Professor James Arvanitakis is the Dean of the Graduate Research School at Western Sydney University and a member of the Institute for Culture and Society (ICS). His current research areas include citizenship, trust, hope, the future of universities and piracy. He is the Chair of Diversity Arts Australia, a board member of the Public Education Foundation and a research fellow at the Centre for Policy Development.

Secara singkat saya sampaikan 8 tips tersebut:

  1. Write everyday
  2. Have well define research questions
  3. Be prepared fo a research
  4. Never be Isolated
  5. Attend conferences dan workshop
  6. Be prepared for tough days
  7. Identify and understand your methodology
  8. Built an excellence working relationship with your supervisors

Tips semisal beliau tulis juga di research gate dalam 22 poin yang ringkasnya sebagai berikut:

  1. Build networks
  2. Collaborate, collaborate, collaborate
  3. It’s more than just research
  4. Accept the fact that you are now an academic
  5. Take care and enjoy yourself
  6. Avoid University and interpersonal politics
  7. Be polite
  8. Start writing and write everyday
  9. Do some teaching and do it well
  10. Learn the difference between critism and critique and be generous in your praise
  11. Back up everything
  12. Go to conferences and talk everybody
  13. There is more to your future then an academic job
  14. Learn to apply for funding
  15. Avoic cynics
  16. Be social media smart
  17. Be creative and bold
  18. Be adaptable and resilient
  19. Publish
  20. Research is about changing the world
  21. Keep your sense of humour and value of weirdness of those your work with
  22. And finally, read the Thesis Whisperer

Tulisan lengkap di researchgate bisa di klik di link ini: https://www.researchgate.net/publication/316137651_Factors_contributing_to_high_PhD_completion_rates terbit 15 April 2017.

Di blognya beliau menulis tentang faktor faktor yang bisa membantu menyelesaikan PhD, linknya disini: http://www.jamesarvanitakis.net/factors-contributing-to-high-phd-completion-rates/

Di awal sesi beliau menampilkan slide bertuliskan ‘Start Writing on your own personal’ lalu beliau meminta peserta untuk berkumpul 2 atau 3 orang bersama temannya kemudian saling menceritakan judul tesisnya, kenapa memilih judul itu dan lainnya ke sesama temannya. Ternyata cara ini sangat bagus dipraktekkan agar kita bisa menjelaskan apa yang akan kita teliti kepada teman sebelum nanti ke dosen atau pembimbing.

Lalu bagaimana solusinya jika mengalami kebuntuan dalam meneliti? Beliau menjelaskan untuk terus membaca buku, membaca jurnal, membaca artikel, nanti dari situ ada sesuatu yang bisa kita masukkan dalam tulisan tesis atau disertasi.

Poin penting yang saya dapatkan dan bermanfaat untuk penelitian adalah point ‘Write Everyday’, dan insya Allah akan saya praktekkan dengan lebih fokus untuk membaca, meresume artikel sesuai dengan bahasan saya. Kemudian agar lebih bermanfaat saya posting hasil resume di blog sederhana ini.

Tips dari ibu Ann Baker sebelumnya yang penting di awal memulai penelitian adalah menulis main point dan sub point kemudian membuat clustering.

Sekian sharing dari saya, semoga bermanfaat. Doakan agar penelitian saya nanti dimudahkan dan bisa bermanfaat untuk perkembangan pendidikan di Indonesia.

%d bloggers like this: