• Selamat datang di blog Jumal Ahmad. Saya sedang meneliti tentang Meta-Level Reflection dalam Pembangunan Karakter. Semoga dimudahkan dan bermanfaat.

  • Categories

Rasa Aman


Rasa aman adalah suatu nikmat. Rasa aman lebih mahal dari kesehatan. Jika sakit tapi tetap merasa aman, tidak merasakan penyakitnya, namun yang tidak merasa aman, walau sehat, akan selalu merasa terganggu hidupnya. Maka syukurilah jika kita mendapat lingkungan yang penuh ketenangan dan masyarakatnya beradab.

Allah memerintahkan kepada kita beribadah kepada-Nya sebagai wujud nikmat aman yang dianugerahkan pada kita.

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ (1) إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ (2) فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ (3) الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآَمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ (4)

“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (QS. Al Quraisy: 1-4)

Nabi saw juga menyatakan bahwa rasa aman adalah suatu nikmat yang besar. Coba perhatikan hadits berikut.
Dari ’Ubaidillah bin Mihshan Al Anshary dari Nabi saw, beliau bersabda,
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi no. 2346, Ibnu Majah no. 4141. Abu ’Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib).

Kedamaian dan rasa aman adalah syarat mutlak bagi tegak dan sejahteranya satu masyarakat.
Keamanan dan kesejahteraan merupakan dua hal yang kait-berkait. Jika tak ada rasa aman, maka kesejahteraan tidak dapat diraih dan dirasakan dan bila kesejahteraan tidak wujud, maka keamanan tidak dapat terasa, bahkan kekacauan dan kegelisahan tumbuh subur.

Itu sebabnya ditemukan al-Qur’an menggarisbawahi keduanya bahkan menyandingkannya antara lain dengan merekam permohonan Nabi Ibrahim as. yang yang menyatakan:

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: Tuhanku, jadikanlali negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka_dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. ” (QS. al-Baqarah [2]: 126)

المُؤمِنُ مَن أمِنَهُ المُسلِمونَ عَلى أموالِهِم ودِمائِهِم ، وَالمُسلِمُ مَن سَلِمَ المُسلِمونَ مِن يَدِهِ ولِسانِهِ .

“Seorang mu’min itu adalah orang yang kaum muslimin merasa aman atas harta dan darahnya dari gangguannya. Dan seorang muslim itu adalah yang kaum muslim selamat dari gangguan tangan dan lidahnya”. (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Nasa’i)

Dari Fadhalah bin Ubaid berkata, Rasulullah saw bersabda ketika Haji Wada’:

((ألا أخبركم بالمؤمن؟ من أمنه الناس على أموالهم وأنفسهم، والمسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده، والمجاهد من جاهد نفسه في طاعة الله، والمهاجر من هجر الخطايا والذنوب)).

“Maukah kalian aku beritahu siapakah mukmin itu? Mukmin adalah orang yang manusia merasa aman atas harta dan jiwanya, seorang muslim adalah orang yang kaum muslim selamat dari gangguan lisan dan tangannya, mujahid adalah orang yang berjihad melawan nafsu untuk taat kepada Allah dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan dosa dan kesalahan” (HR. Ahmad)

Dalam dunia psikologi dikenal dengan adanya Teori Hierarki Kebutuhan yang diungkapkan oleh Abraham Maslow yang menyebutkan bahwa kebutuhan-kebutuhan di tingkat rendah harus terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan-kebutuhan di tingkat lebih tinggi menjadi hal yang memotivasi.

Salah satu kebutuhan tersebut adalah Kebutuhan Akan Rasa Aman (Safety/Security Needs). Kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman ini diantaranya adalah rasa aman fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan dan kebebasan dari daya-daya mengancam seperti kriminalitas, perang, terorisme, penyakit, takut, cemas, bahaya, kerusuhan dan bencana alam. Serta kebutuhan secara psikis yang mengancam kondisi kejiwaan seperti tidak diejek, tidak direndahkan, tidak stres, dan lain sebagainya.

Menurut Maslow, orang-orang yang tidak aman akan bertingkah laku sama seperti anak-anak yang tidak aman.Mereka akan bertingkah laku seakan-akan selalu dalam keadaan terancam besar. Seseorang yang tidak aman memiliki kebutuhan akan keteraturan dan stabilitas secara berelebihan serta akan berusaha keras menghindari hal-hal yang bersifat asing dan yang tidak diharapkannya.

Semoga bisa memberi rasa aman..!

Teori Kebutuhan Maslow

Kaya Jiwa


Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah kekayaan jiwa ( hati yang selalu merasa cukup).” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)

Dalam riwayat Ibnu Hibban, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi nasehat berharga kepada sahabat Abu Dzar. Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata,

قَالَ لِي رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَا أَبَا ذَرّ أَتَرَى كَثْرَة الْمَال هُوَ الْغِنَى ؟ قُلْت : نَعَمْ . قَالَ : وَتَرَى قِلَّة الْمَال هُوَ الْفَقْر ؟ قُلْت : نَعَمْ يَا رَسُول اللَّه . قَالَ : إِنَّمَا الْغِنَى غِنَى الْقَلْب ، وَالْفَقْر فَقْر الْقَلْب

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku,

“Wahai Abu Dzar, apakah engkau memandang bahwa banyaknya harta itulah yang disebut kaya ?” “Betul,” jawab Abu Dzar.

Beliau bertanya lagi, “Apakah engkau memandang bahwa sedikitnya harta itu berarti fakir?” “Betul,” Abu Dzar menjawab dengan jawaban serupa.

Lantas beliau pun bersabda, “Sesungguhnya yang namanya kaya adalah kayanya hati (hati yang selalu merasa cukup).

Sedangkan fakir adalah fakirnya hati (hati yang selalu merasa tidak puas).” (HR. Ibnu Hibban.)

Mari kita ingat diri kita dan keluarga kita agar menjadi orang kaya. Yaitu jiwa yang kaya.. Jiwa yang bersyukur.

Islamic Motivation by Islamic Character Development-ICD
❤❤❤

Selamat Hari Guru


Kenapa Sang Guru awet muda?

Karena selalu bekerja dengan penuh kebahagiaan serta ketulusan mendampingi siswa yang dinamis.

Kenapa Sang Guru selalu selamat?

Karena tiap pagi menyambut anak dan siswa mendoakan “Assalamu’alaikum”.

Kenapa Sang Guru banyak amalannya?

Karena setiap saat ia dengan ikhlas menginfakkan ilmunya pada siswa.

Kenapa Sang Guru sangat berjasa?

Karena kita semua hadir bisa membaca dan menulis serta berprofesi apapun karena jasanya.

Kenapa Sang Guru kelak dijanjikan kebahagiaan oleh-Nya?

Karena meski telah wafat ia masih dapat kiriman pahala karena amal jariyah ilmunya yang diamalkan siswanya.

Maka …..

Berbahagialah wahai para guru, ibu bapak akan dapat kemuliaan di dunia dan akhirat. Dengan syarat kita menjalankan tugas diniati ibadah serta dengan penuh kesabaran dan keikhlasan membimbing/mendampingi siswa yang diamanahkan pada kita.

Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kesabaran, ketulusan dan keikhlasan bagi kita semua wahai Sang Guru…. Aamiin ya Robb…


“Selamat Hari Guru Nasional 2017 : Mulia karena Karya…!!! “

Selamat Ulang Tahun


Hari ini Hafidzah atau Hafi (panggilan sayang) istri saya berulang tahun. Teman hidup yang selalu menemani Saya. Tidak ada perayaan, potong kue atau hal spesial yang kami buat untuk merayakan ulang tahun.

Sejak kecil saya dan istri belum pernah merayakan ultah. Sejatinya dengan bertambah umur artinya semakin berkurang jatah umur kita. Maka menurut kami lebih baik kalau digunakan untuk memaknai kehidupan yang sudah dialami dan menjadi refleksi kehidupan selanjutnya agar lebih baik lagi.

Hal spesial yang saya berikan hari ini hanya ucapan Selamat, ungkapan cinta dan ciuman dengan intensitas lebih banyak dari hari yang lain.

Berkenan dengan ungkapan cinta, Saya mengikuti perilaku Nabi Muhammad kepada istrinya Aisyah dimana beliau pernah mengatakan tentang cintanya kepada Aisyah, “Wahai Rasulullah, bagaimana rasa cintamu untukku? Beliau bersabda: Cintaku untukmu seperti ikatan tali. Maka akupun bertanya: Ikatan seperti apa itu wahai Rasulullah? Maka beliau menjawab: “Seperti ikatan tali yang takkan pernah lepas”. (HR. Abu Nu’aim Al-Asbahani dalam Hilyah Al-Aulia 2/44)

Kepada Hafiku sayang….

Berikut ini harapan dan doa Saya kepada Allah SWT, dzat sumber segala cinta dan kasih sayang.

Semoga engkau kian matang mengarungi bahtera kehidupan, tetap ikhlas menghadapi segala suka dan duka, bersama diriku. Semoga kita lekas diberikan amanah keturunan dari Allah SWT agar kebahagiaan semakin lengkap.

Semoga ikatan kita senantiasa dilanggengkan oleh-Nya dalam suasana kebahagiaan yang penuh kasih sayang, saling mengisi dan saling menguatkan pada setiap derap langkah kehidupan untuk mencapai segala asa dan cita.

Terima kasih atas segala kasih sayang, cinta dan perhatian yang engkau berikan. Saya akan berusaha membahagiakanmu di dunia dan sampai ke akhirat nanti.

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu seluruh kebaikan, yang disegerakan (di dunia) maupun yang diakhirkan (di akhirat), yang saya ketahui maupun yang tidak saya ketahui.
Dan aku berlindung kepada-Mu dari seluruh keburukan, yang disegerakan (di dunia) maupun yang diakhirkan (di akhirat), yang saya ketahui maupun yang tidak saya ketahui.
 

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan-kebaikan yang pernah dimintakan oleh hamba-Mu dan nabi-Mu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam kepada-Mu.
 

Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan-keburukan yang hamba-Mu dan nabi-Mu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam berlindung kepada-Mu darinya.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan segala hal yang mendekatkan kepadanya, baik berupa ucapan maupun perbuatan.
 

Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan segala hal yang mendekatkan kepadanya, baik berupa ucapan maupun perbuatan.
 

Dan aku memohon kepada-Mu agar menjadikan setiap ketetapan (takdir) yang Engkau tetapkan untukku sebagai (takdir) kebaikan.”

Lupa Tujuan Hidup


Kalau kita tahu tujuan hidup kepada Allah. Belum tentu kita merasakan memang tujuan hidup itu kepada Allah

Antara mengetahui dan rasa sangat berbeda, kadangkala orang itu sudah berbuat baik, bahkan ibadah luar biasa, baik ibadah individual vertikal kepada Allah atau ibadah secara sosial.

Tapi feeling nya, tujuan hidup kepada Allah lupa, akhirnya apa yang dilakukan diekspose, hanya tujuannya kepada dunia agar dia dianggap sebagai orang yang baik.

Satu titik ini menggugurkan seluruh bangunan ibadahnya, bangunan kesholehan vertikal yang begitu indah dan bangunan sosial yang begitu indah hancur lebur hanya karena lupa tujuan hidup.

Simak video lengkap berikut.

Pengaruh Religiusitas Terhadap Perilaku Koruptif (Kritik Terhadap LSI)


Religiusitas masyarakat Indonesia, khususnya warga muslim tidak memengaruhi perilaku koruptif yang makin masif. Hal tersebut terungkap dari survei yang dilakukan LSI. Dalam laporan survet tersebut disebutkan bahwa:

Masyarakat Muslim Indonesia tergolong relijius. Sebanyak 74.9% dari seluruh umat Islam di negara ini sangat atau cukup saleh. Oleh karenanya, wajar jika 82.9% dari mereka sangat sering atau cukup sering mempertimbangkan agama ketika membuat keputusan penting.

Kesalehan masyarakat juga tercermin dari praktik ritual yang dilakukan. Sebanyak 55.9% rutin melakukan shalat wajib lima waktu dan 28.4% cukup sering melakukannya.

Sementara yang rutin puasa ramadhan sebanyak 67.5% dan sering puasa 24.6%. Mereka yang selalu menjalankan shalat sunnah 14.4% dan yang sering sebanyak 30.3%.

Meskipun demikian, makna agama dan perilaku ritual yang dijalani hanya berhubungan signifikan dengan sikap mereka terhadap korupsi. Tidak ada hubungannya dengan perilaku korupsi. Semakin relijius, hanya semakin bersikap anti-korupsi. Perilaku korup tetap berjalan dan tidak ada hubungannya dengan masalah agama.

Lebih dari separuh Muslim Indonesia (55.6%) merasa bagian dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam tertentu, sedangkan 40.9% tidak merasa bagian dari Ormas apa pun. Hal ini menunjukkan partisipasi umat dalam Ormas Islam cukup tinggi. Namun survei ini menemukan bahwa menjadi bagian dari Ormas Islam tidak berhubungan secara signifikan dengan sikap dan perilaku korup. Artinya, menjadi bagian dari Ormas Islam merupakan urusan yang terpisah dari persoalan korupsi. Keduanya sama sekali tidak terkait.

laporan lengkapnya bisa diunduh di: Laporan LSI format Pdf

 

 

Hasil penelitian di atas secara simplistis menggambarkan tingkat religiusitas warga baru berdampak pada level normatif, belum berefek pada tingkat perilaku. Tingkat keilmuan yang hanya ada di pikiran (aspek kognitif) saja hanya akan berhenti pada tataran pengetahuan saja. Tanpa ada aspek pengamalan di dalamnya. Sedangkan keilmuan seseorang yang bisa sampai ke hati, akan terbentuk dalam sebuah karakter dan menjadi amaliah yang akan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Maka salah jika dengan penelitian di atas lantas agama dijadikan alasan utama seseorang melakukan perilaku koruptif, seperti gratifikasi dan tindak pidana lainnya. Karena jika pendidikan Agama diterapkan dengan sebaik-baiknya bisa mencegah perilaku koruptif.

Spiritualitas didefinisikan sebagai perbuatan yang berorientasi filosofis, semua perbuatan disandarkan karena mengenal Allah, dan untuk kebahagiaan jiwa.[1] Maka karyawan yang memiliki spiritualitas tinggi akan lebih efektif dalam bekerja karena melihat pekerjaannya sebagai alat untuk meningkatkan spiritualitas, berbeda dengan karyawan yang melihat pekerjaannya sebagai alat untuk memperoleh penghasilan berupa materi.

Pengertian lain menyebutkan Spiritualitas adalah aktivitas manusia yang bermuara kepada kehakikian, keabadian, dan ruh, dan bukan hanya bersifat sementara.[2]  Spiritualitas mengandung pengertian hubungan manusia dengan Tuhannya, maka orang yang mempunyai spiritualitas tinggi tidak akan korupsi karena tahu perbuatannya akan dihukum oleh Allah di dunia dan di akhirat.

Rego dan Cunha menyimpulkan bahwa bahwa ketika seseorang memiliki spiritualitas di tempat kerja, mereka merasa lebih afektif melekat pada organisasi tempat kerja, memiliki loyalitas terhadap organisasi. Demikian juga dengan manajer, bahwa dengan meningkatkan iklim spiritualitas, manajer dapat meningkatkan komitmen dan berdampak pada kinerja individu dan organisasi.

 

Nurtjahjanti menjelaskan bahwa spiritualitas dalam pekerjaan adalah mengekspresikan keinginan diri untuk mencari makna dan tujuan hidup dan merupakan sebuah proses menghidupkan serangkaian nilai-nilai pribadi yang dipegang oleh seorang karyawan. Spiritualitas dalam pekerjaan bukan membawa agama ke dalam pekerjaan, namun kemampuan menghadirkan keseluruhan diri karyawan untuk bekerja. Spiritualitas dalam pekerjaan merupakan aspek penting bagi perusahaan untuk dapat bersaing di masa sekarang ini.

Spiritualitas dapat membuat karyawan lebih efektif dalam bekerja, karena karyawan yang melihat pekerjaan mereka sebagai alat untuk meningkatkan spiritualitas akan menunjukkan usaha yang lebih besar dibanding karyawan yang melihat pekerjaannya hanya sebagai alat untuk memperoleh uang. Kegunaan spiritualitas dapat dilihat dalam pengaruh etika positif sehingga menciptakan keefektifan dan efisiensi dalam organisasi sehingga dapat meningkatkan daya saing perusahaan di tingkat global.[3]

 

Sekian.

Silahkan diberikan komentarnya.

[1] David A. Leeming, Kathryn Madden, Stanton Marlan (Eds.) Encyclopedia of Psychology and Religion, (New York: Springer Reference), 872

[2] Tobroni, The Spiritual Leadership: Pengefektifan Organisasi Noble Industry Melalui Prinsip-prinsip Spiritual Etis, (Malang: UMM, 2005), 19-20

[3] Harlina Nurtjahjanti . “Spiritualitas Kerja sebagai Ekspresi Keinginan Diri Karyawan untuk Mencari Makna dan Tujuan Hidup dalam Organisasi”. Jurnal Psikologi Undip Vol. 7, No. 1, April 2010, 1

Tips Menyumbangkan Buku Bacaan yang Baik


Dua bulan ini saya menjadi penanggung jawab bantuan Pakaian layak pakai dan buku untuk pedalaman Mentawai. Program ini sudah terlaksana tiap tahun oleh Aksi Peduli Bangsa, bahkan tahun ini kami dua kali mengirimkan Pakaian ke pedalaman Mentawai yaitu bulan Maret dan awal Desember ini.

Alhamdulillah banyak masyarakat baik perorangan, yayasan atau jamaah masjid yang ikut serta memberikan donasinya.

Kaidah memberi dalam Islam adalah memberikan yang terbaik sebagaimana firman Allah SWT: “Kamu sekali-kali tidak sam­pai kepada kebajikan, sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS.Ali Imran [3] :92)

Ayat ini bisa menjadi panduan kita dalam memberikan donasi atau sumbangan bahwa yang kita donasikan adalah harta yang terbaik atau barang-barang/harta yang paling dicintai oleh kita bersama. Bukan memberikan sesuatu yang kita sendiri sudah tidak kita pakai dan sudah tidak kita sukai karena barang tersebut sudah lama, rusak dan sudah tak berharga lagi bila dijual.

Ketika kami mensortir Pakaian, masih banyak yang memberikan Pakaian tak layak pakai seperti sobek, bau bahkan dalaman pun juga dikasih, meskipun demikian banyak sekali yang memberikan bantuan Pakaian yang sudah dilaudry dan disetrika.

Adapun buku yang diharapkan pada donasi buku ini adalah buku baru atau buku bekas dengan kondisi minimal 90% (masih pantas untuk dihadiahkan). Jenis buku bisa berupa buku bacaan Islami untuk anak-anak SD, buku-buku agama Islam, Al Qur’an, Iqro’, buku pelajaran dan buku tentang kisah-kisah inspiratif.

Selanjutnya, berikut ini tips berdonasi buku yang bisa menjadi acuan sederhana.

Jangan Memberikan Buku yang Rusak

Memberikan yang terbaik itu anjuran agama seperti yang kami sampaikan sebelumnya, maka jika kita memberikan buku dalam keadaan rusak, itu hanya akan menyusahkan panitia dan yang menerima pun akan kecewa.

Jangan Merepotkan Panitia

Jika anda memberikan donasi buku yang rusak fisiknya, hanya akan merepotkan panitia donasi buku yang semestinya bisa digunakan untuk hal lain.

Sortir Buku

Lebih baik lagi anda sortir Buku yang akan didonasikan, pilih lah yang terbaik dan layak dari buku buku anda, dan itu sangat membantu panitia agar tidak repot repot lagi mensortir buku.

Konfirmasi

Terakhir, anda konfirmasi kepada panitia buku apa saja yang bisa didonasikan, alamatnya mana dan dengan apa bisa dikirimkan.

Semoga tips sederhana ini bermanfaat. Terima kasih. Kami tunggu donasi anda.

Kirimkan ke alamat di flyer ini.

%d bloggers like this: