Rahasia Kenapa Pekerja Pabrik Pembuat Rokok Tidak Mau Merokok [video] 


Memulai tulisan ini saya ingin mengutip salah satu status facebook dari bapak Fuad Baradja, mantan artis Jin dan Jun yang sekarang beralih menjadi komisi nasional penanggulangan tembakau. 

Dalam salah satu dinding facebooknya beliau menulis komentarnya tentang bencana kelaparan di beberapa negara dan lebih sedih lagi ketika melihat berapa triliyunan habis untuk hanya merokok. 

Berikut kutipannya. 

Kemarin saat saya posting gambar ini di beberapa group Whatsapp, banyak yang minta penjelasan apakah angka 1 trilyun perhari buat beli rokok itu valid ?

Saya katakan bahwa saat ini ada 90 juta perokok di Indonesia.

Kalau 80 persennya muslimin , maka angkanya ada 72 juta perokok muslim. Kalau mereka merokok perhari 1 bungkus saja seharga 15 ribu , maka perhari mereka membelanjakan sebenyak Rp 1.080.000.000.000 (1,08 T) buat beli rokok.

Itung aja sendiri kalau gak percaya. 

Berikut gambar yang beliau maksud. 

Kemudian beberapa hari yang lalu Syaikh Muhammad Al-Uraifi menulis dalam di laman twitternya video pendek yang menerangkan kenapa para pekerja di pabrik rokok tidak mau merokok. 

Berikut tweet dan video beliau. 

Siluet


Siluet merupakan sebuah efek yang dihasilkan dari fotografi. Untuk mendapatkan foto siluet, bagian dari latar belakang objek harus sangat terang kemudian ambil dengan cara mengukur minimnya cahaya latar belakang. 

Siluet memiliki sifat yang khas untuk menampilkan bentuk yang justru menghilangkan detail objek.

Foto siluet cukup mudah dilakukan hanya saja kita harus memiliki waktu yang tepat untuk mengambil gambar siluet. 

Demikian salah satu keterangan salah satu web tentang fotografi. 

Ini salah satu foto siluet menarik yang saya ambil kemarin waktu di munthuk Adipuro Prampelan. Dengan kamera HP Samsung J7 hasilnya bisa indah seperti di atas. 

Ilustrasi Baru Tampilan WordPress


Sebelumnya team wordpress sudah merombak tampilan wordpress menjadi lebih bersih, segar dan minimalis. Warna latar abu abu dan kebiruan memang membuat tampilan wordpress lebih segar. 

Ikon dan menu lebih rapi dan terstruktur. Menu editor lebih bersih dan sederhana, semua menu editor pindah ke sebelah kiri. 

Kali ini team wordpress mempercantik tampilan wordpress dengan ilustrasi menarik dari team developer yaitu Alice Lee, Joan Rho, Kjell Reigstadd dan Ballio Chan. 

Ini ilustrasi baru yang saya capture dari laman wordpress https://en.support.wordpress.com

Start wordpress

Create wordpress

Customize

Connect wordpress

Seperti ilustrasi di atas, team wordpress memasukkan ilustrasi gambar muslimah, bagi saya yang muslim, itu bagus banget dan membuat saya dan umat islam tentu senang dengan hal ini. 

Sumber dari byalicelee.com

Wisata Gardu Pandang Muntuk Di Adipuro Prampelan [exploreprampelan] 


Sekarang di Adipuro Prampelan, desa saya yang terletak di kaki tertinggi gunung Sumbing sudah dibuatkan gardu pandang untuk  melihat dan menikmati kekuasaan Allah lewat pemandangan desa, pepohonan, perkebunan dan yang paling menarik awan putih dibawah posisi kita. 

Alhamdulillah hari Sabtu ini saya dan istri diberi kesempatan untuk pulang kampung sekalian dimanfaatkan untuk silaturahmi dan rehat sejenak setelah menjadi panitia Seminar Nasional Islamic Entrepreneurship ahad yang lalu. Pun setelah ini ada ICD Journey, Sanlat ICD dan Lebarun yang menanti di depan, semoga semuanya dimudahkan Allah Swt. 

Kembali ke wisata Muntuk yang sedang kita bahas kali ini. 

Muntuk itu merupakan sebuah bukit di lereng gunung Sumbing, tempatnya yang paling tinggi dari tempat lainnya menjadi alasan kenapa Muntuk terpilih menjadi Gardu Pandang. 

Selain di Prampelan, di beberapa desa lainnya yang ada dibawah Prampelan ikut membuat gardu pandang. 

Rute menuju Muntuk. 

  • Dari arah Magelang turun di Semilir atau Pasar Kaliangkrik
  • Dari pasar Kaliangkrik naik motor ojek ke Prampelan sebesar 15 ribu. 
  • Atau naik mobil pick up terbuka setiap hari pasar di hari jawa pon dan legi dengan biaya 7 ribuan saja. 
  • Sampai di desa Prampelan, mengikuti tanda panah ke gardu pandang yang sudah ada. 

Hari ini saya dan istri mencoba ke gardu pandang Munthuk, kita jalan dari rumah jam setengah enam, dan cuaca masih mendung putih.

 Tapi ditunggu saja, biasanya kalau sudah jam 7 ke atas kabut mulai naik dan pemandangan mulai terlihat cerah. Menjelang sore, kabut mulai turun lagi. 

Beberapa foto yang saya ambil di Munthuk Indah. 

Merah Putih Teruslah kau berkibar di tiang tertinggi di Indonesiaku ini

Menatap masa depan dengan penuh kepastian

Merdekan diri dari penilaian manusia, berharap hanya penilaian Allah

Sebaik kamu adalah yang bermanfaat bagi yang lain

Pemandangan desa Adipuro, penuh dengan kabut di pagi hari

Adipuro, desa atas awan

Foto dari IG Exlpore Prampelan

Prampelan Adipuro


Hari Senin dan Selasa ini keluarga saya di prampelan adipuro mendapatkan kunjungan dari besan keluarga adik saya dari Malaysia. 

Selama itu saya belum bisa mendapatkan koneksi internet karena sinyal indosat di tempat saya sangat buruk sekarang. 

Chat wa, fb dan twitter tidak bisa saya jawab, tulisan di blog pun saya buat schedule seperti sekarang ini. 

Saya baru bisa post tulisan waktu pagi ini ke pasar junjungan beli iwak pitek. 

Pemandangan Dari Depan Rumah Di Adipuro Prampelan


Nikmat Allah Swt terhampar begitu banyak dan setiap hari kita rasakan. Terkadang baru terasa ketika melihat dari jauh. 

Rumah saya di prampelan terletak di pojok desa bagian bawah, darisitu terlihat jelas hamparan tanah, hutan dan awan putih indah. 

Ketika pagi dan matahari mulai nampak, terlihat maha kuasa Allah lewat ciptaan-Nya. Terlihat dua gunung, Merapi dan Merbabu yang indah sekali, terkadang matahari pagi muncul dari tengah kedua gunung itu. Dan di belakang rumah saya, nampak jelas gunung Sumbing tinggi menjulang. 

Nikmat itu semua baru saya sadari ketika mulai merantau dan sesekali pulang ke prampelan. Nikmat Allah Swt berupa alam nan indah, kehidupan desa yang tentram dan damai, nuansa desa yang islami, semuanya selalu membuat saya kangen dan rindu untuk pulang. 

Shalat jamaah 5 waktu terutama maghrib, isya dan subuh di masjid dan musholla yang selalu penuh juga salah satu yang bikin kangen desa prampelan. 

Oh ya, saya juga pernah menulis kalau kesempatan pulang itu sering menjadi waktu bagi saya untuk menambah semangat belajar di perantauan. 💪

Insya Allah foto foto pemandangan depan rumah dan lainnya menyusul. ☺️

6 Mei di Pasar Kaliangkrik 

Karena Kebatilan Akan Hancur


kebenaran vs kebatilan

%d bloggers like this: