Upload Artikel Di Academia.edu


Guna menyimpan data dan tulisan yang pernah saya buat, saya merutinkan untuk upload di media penyedia upload, dulu saya menyimpan artikel dalam bentuk pdf di Megafire. 

Karena jarang dilihat, akunnya lupa dan jarang dipakai lagi. 

Mengupload artikel pdf saya niatkan untuk membantu kalau ada pembaca yang ingin mengunduh file dan menyimpannya di komputer. 

Sekarang saya mencoba menyimpan tulisan saya di Academia.Edu/JumalAhmad. Disini banyak artikel ilmiah yang bisa kita dapatkan, selain itu Academia.edu juga bisa terindeks oleh mesin pencari google, harapannya bisa menambah pengunjung blog sederhana saya ini. 

Link file dari Academia nanti akan saya post di laman Download. 

Sekian. Terima kasih. 

Metakognisi


Metakognisi adalah kemampuan manusia untuk mengendalikan atau pemantauan pikiran, kalau diterapkan dalam dunia pendidikan bahasa aplikasinya adalah kemampuan  peserta didik atau siswa dalam memonitor (mengawasi), merencanakan serta mengevaluasi sebuah proses pembelajaran. 

Jika teori metakognitif diterapkan maka seorang siswa diharapkan bisa bersikap mandiri dalam hal materi atau ilmu yang dipelajari, bersikap jujur terhadap kemampuan masing-masing diri baik kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, dan berani mencoba perkara baru guna menggali pengetahuan dan meningkatkan kemampuannya.

Perumus kurikulum 2013 mengatakan bahwa kurikulum yang sekarang ini lebih menekankan pada kemampuan siswa untuk bersikap mandiri dan tahu apa yang telah dipelajari, apa yang sedang dipelajari, dan apa yang harus dipelajari.

Pada kurikulum 2006 fungsi dan tugas guru adalah sebagai fasilitator dalam kegiatan pembalajaran siswa, adapun peran guru dalam kurikulum 2013 adalah untuk mengedepankan kecerdasan kemandirian siswa. 

Sumber: internet

Mengusap Kepala Dan Mendoakan Anak


mengusap-kepala-anak-yatim

Nabi Muhammad Saw adalah nabi yang penyayang. Di tengah aktivitas beliau yang super sibuk seperti mengajar, dakwah dan berperang. Beliau masih menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama anak kecil. Di antara yang beliau lakukan setiap bertemu anak kecil adalah mengusap kepala dan mendoakan mereka.

Mengusap kepala merupakan salah satu cara untuk menunjukkan kedekatan batin kepada anak sehingga anak merasa mendapatkan pengayoman dan kasih sayang dari orang tua. Hal ini sangat berarti untuk membesarkan hati mereka dan jauh lebih mahal daripada memberi harta dengan sikap kaku dan acuh tak acuh.

Doa yang dimohonkan oleh orang tua untuk anak dan didengar olehnya akan menjalin kedekatan hati dan keakraban antara anak dan orang tua.

Berikut ini beberapa hadits tentang mengusap kepala anak.

عن إدريس بن  محمد بن أنس بن فضالة بن محمد ، قال : حدثنا جدي ، عن أبيه ،  قال : ‘ قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم المدينة ، وأنا ابن  أسبوعين ، فأتي بي إليه فمسح على رأسي ، وقال : ‘ سموه باسمي ،

Dari Idris bin Muhammad bin Anas bin Fadhalah bin Muhamad berkata: Telah menceritakan kepada kami kakekku dan ayahnya berkata: Rasulullah Saw datang ke Madinah dan aku baru berumur dua minggu, aku didatangkan kepada Nabi dan beliau mengusap kepalaku dan bersabda: “Berilah dia nama seperti namaku”. (Tahdzib Al-Atsar No 740)

عن سلمة بن وردان قال : رأيت أنس بن مالك يصافح الناس ، فسألني : من أنت ؟ فقلت : مولى لبني ليث ، فمسح على رأسي ثلاثا وقال : بارك الله فيك

Dari Salamah bin Wardan, ia berkata: “Saya melihat Anad bin Malik menjabat tangan orang-orang lalu dia bertanya kepadaku: ‘Siapa Engkau?’ Saya menjawab: ‘Bekas Budak Bani Laits’, Dia lalu mengusap kepalaku tiga kali dan berkata “Semoga Allah memberikan berkah kepadamu”. (HR. Bukhari)

عن يوسف بن عبد الله بن سلام قال : سماني رسول الله صلى الله عليه وسلم يوسف ، وأقعدني على حجره ، ومسح على رأسي

Dari Yusuf bin Abdullah bin Salam berkata: “Rasulullah Saw memberikan nama Yusuf kepadaku dan beliau mendudukkanku di atas pangkuannya dan mengusap usap kepalaku”. (HR. Bukhari)

عن إبراهيم بن مرزوق الثقفي قال : حدثني أبي – وكان لعبد الله بن الزبير فأخذه الحجاج منه – قال : كان عبد الله بن الزبير بعثني إلى أمه أسماء بنت أبي بكر ، فأخبرها بما يعاملهم حجاج ، وتدعو لي ، وتمسح رأسي ، وأنا يومئذ وصيف

Dari Ibrahim bin Marzuq Ats-Tsaqafi berkata: “Abdullah bin Zubair mengutusku pergi kepada ibunya, Asma’ binti Abu Bakar. Saya pun memberitahukan kepadanya perlakuakn Hajjaj kepada mereka. Dia (Asma’) mendoakan aku dan mengusap kepalaku. Saat itu saya seorang budak kecil”. (HR. Bukhari)

أن أم محمد بن حاطب أتت به النبي -صلى الله عليه وسلم- فقالت : “هذا محمد بن حاطب أول من سُمّي بك! فمسح على رأسه، ودعا له بالبركة” رواة مسلم

Diriwayatkan bahwa Ummu Muhammad bin Hatib mendatangi Nabi Muhammad Saw dan berkata: “Ini Muhammad bin Hatib yang pertama diberi nama seperti namamu! Maka Nabi mengusap kepalanya dan mendoakannya dengan keberkahan”. (HR. Muslim)

ابن عباس قال: مسح النبي -صلى الله عليه و سلم- رأسي ودعا لي بالحكمة

Ibnu Abbas berkata: “Nabi Saw mengusap kepalaku dan mendoakanku dengan hikmah”

بشير بن عقربة الجهني قال :أتى أبي إلى النبي -صلى الله عليه وسلم- فقال: من هذا معك يا عقربة ؟ فقال: ابني بحير! قال: ادنُ فدنوت حتى قعدت عن يمينه فمسح على رأسي بيده قال: ما اسمك؟ قلت: بحير! قال: لا, ولكنّ اسمك بشير

Basyir bin Aqrabah Al-Juhni berkata: “Ayahku mendatangi Nabi Saw, beliau bersabda: “Siapa yang bersamamu wahai Aqrabah? Dia menjawab: Anakku Buhair! Nabi bersabda: Dekatkan dia. Maka aku dekatkan sampai aku duduk di sebelah kanan beliau dan mengusap kepalaku dengan tangannya dan berkata: Siapa namamu? Aku menjawab: Buhair, Beliau bersabda: Bukan, namamu adalah Basyir”.

عن عمرو بن حريث قال: مرّ النبي -صلى الله عليه وسلم- بعبد الله بن جعفر وهو يلعب بالتراب, فقال: اللهم بارك له في تجارته

Dari Amru bin Harits berkata: Nabi Saw bertemu Abdullah bin Ja’far yang sedang bermain tanah, lalu beliau berdoa: ‘Ya Allah, berkahilah dalam perdagangannya”.

عن أنس قال: دعا لي رسول الله -صلى الله عليه وسلم- فقال : ا للهم أكثر ماله وولده وأطل حياته

Dari Anas berkata: Rasulullah Saw mendoakanku: “Ya Allah perbanyaklah harta dan anaknya dan panjangkan umurnya”.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْخَلَاءَ فَوَضَعْتُ لَهُ وَضُوءًا قَالَ مَنْ وَضَعَ هَذَا فَأُخْبِرَ فَقَالَ اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Saw pernah masuk ke tempat buang hajat. Ia (Ibnu Abbas) berkata: ‘Saya lalu membawakan untuk beliau tempat bersuci. Beliau bertanya: “Siapa yang melakukan ini disini? Lalu diberitahukan kepada Beliau (orang yang melakukannya), beliau berdoa: “Ya Allah, semoga anak itu Engkau jadikan orang yang faham benar urusan agamanya”. (HR. Bukhari)

 Mengusap Kepala Anak Yatim pada Bulan Muharram

Mengasihi anak yatim, menyantuni mereka, memberikan kebutuhan-kebutuhan mereka termasuk amal kebaikan yang baik untuk dikerjakan sebagai bentuk pemuliaan terhadapnya.

Namun ini dikerjakan secara umum, tanpa menghususkan keutamaannya secara fantastis dan hiperbolis dan hanya dikerjakan pada bulan itu saja.

Nabi pun memerintahkan kita untuk menyayangi anak yatim ketika berjumpa dengan mereka,  dekap dan usap kepalanya, karena bisa melembutkan hati dan mengobati kerasanya hati. Melembutkan hati bukan hanya di bulan Muharram saja tapi kapan saja selama masih hidup, karena hati selalu berbolal balik dan cenderung kepada maksiat.

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲْ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺃَﻥَّ ﺭَﺟُﻠًﺎ ﺷَﻜَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺴْﻮَﺓَ ﻗَﻠْﺒِﻪِ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ: ﺇِﻥْ ﺃَﺭَﺩْﺕَ ﺗَﻠْﻴِﻴْﻦَ ﻗَﻠْﺒِﻚَ ﻓَﺄَﻃْﻌِﻢِ ﺍﻟْﻤِﺴْﻜِﻴْﻦَ ﻭَﺍﻣْﺴَﺢْ ﺭَﺃْﺱَ ﺍﻟْﻴَﺘِﻴْﻢِ

Dari Abu Hurairah, bahwasanya ada seseorang yang mengeluhkan kerasnya hati kepada Rasulullah saw, lalu beliau berkata kepadanya: “Jika engkau ingin melembutkan hatimu, maka berilah makan kepada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.” (HR. Ahmad)

Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib ketika masih kecil dan yatim beliau menceritakan,

ﺛُﻢَّ ﻣَﺴَﺢَ ﻋَﻠَﻰ ﺭَﺃْﺳِﻲ ﺛَﻠَﺎﺛًﺎ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻛُﻠَّﻤَﺎ ﻣَﺴَﺢَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺧْﻠُﻒْ ﺟَﻌْﻔَﺮًﺍ ﻓِﻲ ﻭَﻟَﺪِﻩِ

“ … Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap kepalaku sebanyak tiga kali. Setiap kali mengusap beliau berdoa:‘Ya Allah, jadikanlah pengganti Ja’far pada anaknya …“

Redaksi hadits yang biasa dipakai tentang mengusap kepala anak yatim:

وَمَنْ مَسَحَ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رُفِعَتْ لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ عَلَى رَأْسِهِ دَرَجَةً فِي الْجَنَّةِ

Dan siapa yang mengusap kepada anak yatim pada hari ‘Asyura maka dengan setiap rambutnya diangkat baginya satu derajat di surga.

Redaksi di atas diawali dengan beberapa keutamaan puasa hari ‘Asyura yang sangat fantastis, yakni siapa yang berpuasa hari ‘Asyura maka Allah mencatat  untuknya ibadah selama 60 tahun dengan puasa dan shalat malamnya, ia diberi pahala 10 ribu malaikat dan pahala 10 ribu orang mati syahid. Lalu disebutkan keutamaan puasa hari ‘Asyura yang pelakunya akan diberi pahala sebanyak tujuh langit. Sementara siapa yang memberi berbuka orang mukmin pada hari tersebut seolah-ola ia memberi makan seluru fakir miskin umat nabi Muhammad saw  dan mengeyangkan perut mereka.

Abu Hatim berkata: Ini adalah hadits batil yang tak memiliki sumber. Habib termasuk perawi yang suka memalsukan hadits atas nama orang-orang tsiqat (terpercaya). Haram menulis haditsnya kecuali sebagai menerangkan keburukannya.

Manfaat Mengusap Kepala Anak

Situs Laha Online menyebutkan sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh National Research Centre di Kairo tentang pengaruh mengusap kepala anak yatim dan mengusap anggota wudhu dengan tangan.

Dr. Neil Solo, mengatakan bahwa sentuhan adalah pengobatan paling efektif di dunia yang bisa memberikan pengaruh positif kepada dua belah pihak, Pemberi sentuh dan yang menerima sentuhan pada waktu yang sama. Daerah kepala adalah perangkat untuk berkomunikasi dengan saraf lain, didalamnya ada sistem saraf, otak di mana semua anggota diarahkan, otak menjadi kehormatan manusia.

Dr. Neil Solo menambahkan bahwa tangan kanan memiliki sinyal positif, ketika seseorang menempatkan tangan di atas kepala anak yatim, sedang terjadi hubungan antara keduanya. Menghapus fikiran negatif yang dibawa anak yatim, dan mengulangi mengusap beberapa kali mampu menghilangkan gelisah yatim dan memberikan keyakinan dan membuat tubuhnya rileks.

Dia menambahkan dengan mengatakan: Proses ini menimbulkan semacam pengobatan alami yang terjadi antara kedua individu. Keajaiban dari mengusap ini mampu mengaktifkan energi yang berbeda pada manusia, dan memberikan efek positif bagi kedua belah pihak, menunjukkan dampak signifikan dari tangan kanan dalam proses mengusap. selesai.

Mengusap kepala anak yatim bisa menghilangkan penyakit hati seperti hati yang keras. Orang yang sedang terserang penyakit hati harus diobati dengan sesuatu yang menjadi lawannya, sifat sombong diobati dengan tawadhu, sifat kikir diobati dengan dermawan, dan kerasnya hati diobati dengan sikap lembut dan kasih sayang.

Situs Asian Parent menyebutkan manfaat mengusap kepala pada bayi, bahwa Bayi bisa merasakan getaran kasih sayang itu dan merasa nyaman karenanya. Cara ini bisa Anda terapkan jika bayi sedang sulit tidur. Syaratnya, bayi harus dalam kondisi sehat dan kenyang. Suasana hati Anda juga harus tenang dan santai, agar bayi merasa betah dalam pangkuan Anda.

 Referensi:

Mendidik Melalui Sindiran


apa yang dilakukan anak-anak di masa depannya sebagian besar mengikuti orang tua

Setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan dan masing-masing mempunyai hati dan perasaan. Adakalanya tertawa dan adakalanya bersedih. Ada juga manusia yang mudah tersinggung dan sakit hati dan ada juga yang cuek bebek. Semuanya tergantung bagaimana menyikapinya.

Rasulullah saw bersabda, “Apa keinginan kaum yang mengatakan begini dan begitu? Sesungguhnya aku shalat dan tidur, aku berpuasa dan berbuka, dan aku pun menikahi wanita. Maka, barangsiapa yang tak senang dengan sunnahku berarti dia bukan golonganku”. (Shahihul Jami’ No.5448)

Sabda Nabi tersebut menyiratkan beberapa hal yang dapat kita jadikan acuan dalam mendidik anak.

  1. Mengatasi kesalahan anak didik melalui sindiran dapat menjaga wibawa anak di mata teman-temannya. Kita tidak perlu menunjukkan kesalahan yang telah dilakukannya karena boleh jadi hal itu akan membuatnya mengulangi kesalahannya sebagai protes dan pembangkangan.
  2. Berpura-pura tidak tahu terhadap kesalahan anak disertai sindiran tanpa menunjukkan dan menerangkan kesalahannya. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan agar dia berintrospeksi atas perilakunya dan memperbaiki kesalahannya.
  3. Meluruskan kesalahan anak jangan dilakukan dengan cara menjatuhkan mentalnya karena dapat menimbulkan berbagai kelainan mental.
  4. Pendidik menyampaikan sindiran dengan tali kasih sayang dan tanpa menyebutkan kesalahan anak tersebut. Apakah enak jika menegur anak tanpa ada ikatan kasih sayang? Tentuk tidak.
  5. Jadilah pendidik yang mempunyai ikatan hati dari sudut ayah, kakak atau guru kepada muridnya. Bantulah dia, cintailah dia sebelum anda menegur kesalahannya. Temui dan peluklah anak didik dengan penuh cinta sebelum duduk mendengar penjelasan, insya Allah dia akan membuka hatinya untuk anda.
  6. Pendidik dapat meluruskan berbagai kekeliruan anak yang lainnya.

Hindari Sindiran Tajam dan Menyalahkan

Terkadang Orang tua dan pendidik menyalahkan dengan menggunakan sindiran tajam, mengejek atau bahkan menghina pada saat anak atau murid hendak menyampaikan maksudnya. Orang tua dan pendidik berlaku angkuh, ingin menunjukkan superiotas dan ingin agar anaknya tau bahwa dia lebih tua, bijak dan selalu benar.

Orang tua dan pendidik seperti ini sering memberikan pernyataan yang buruk seperti.

  • Apa kubilang! Ini pasti terjadi
  • Jika saja kamu dapat mendengarkan apa kata Ibu, pasti semuanya tidak akan terjadi.
  • Benarkan apa kataku!
  • Jangan bodoh! Cara itu tidak akan berhasil.

Kebanyakan orang tua tidak mendengarkan anak dengan niat untuk memahami mereka, melainkan untuk menjawab mereka. Maka orang tua biasanya kalau tidak memotong pembicaraan anak, pastilah mereka mempersiapkan kata-kata.

Tentu saja, hal ini akan menghalangi anak untuk menyerap perkataan mereka, karena orang tua menuntut anak seide dengan apa yang didiktekan orang tua kepadanya tanpa penjelasan apa pun!

Kepada orang tua dan pendidik, ada beberapa tips yang bisa dipraktikkan agar bisa lebih tenang dan penuh sadar mendengarkan anak.

  • Jangan tergesa-gesa mengutarakan pandangan anda; kendalikan emosi agar anda bisa menyimpan pendapat anda dan memilih waktu yang tepat.
  • Terbuka untuk menerima ide dan saran baru; cobalah berfikir dengan logika anak; cobalah keluar dari bingkai ide pribadi anda.
  • Pikirkan segala kemungkinan dan cobalah melihat persoalan secara utuh; belajarlah dari apa yang anda dengar dari anak anda.
  • Berhenti berfikir tentang apa yang anda inginkan dari anak anda; pusatkan perhatian anda pada apa yang bisa anda berikan kepada mereka.
  • Biarkan anak merasakan efek diam penuh sadar; ketika berbicara dengan mereka.
  • Ajarkan mereka melalui tindakan bahwa orang yang menyimak tidak kalah pentingnya dengan orang yang sedang berbicara.
  • Biarkan mereka memperbincangkan persoalan pribadi, keluhan, kekhawatiran dan tekanan batin mereka kepada anda.
  • Perhatikan dan dengarkan semua perkataan mereka dengan seksama, menyimak dengan penuh penghormatan adalah pujian sekaligus penghargaan terpenting yang bisa anda berikan kepadanya.
  • Simaklah baik baik dan jangan sampai teralihkan oleh pengaruh luar; baik itu telepon maupun interupsi interupsi lainnya.
  • Simaklah mereka tanpa memvonis, senantiasa bertanya kepada mereka dan meminta penjelasan mereka tentang hal itu.
  • Bukalah jalan bagi mereka untuk melanjutkan pembicaraan dan terus mengungkapkan segala persoalan dan perasaan mereka.
  • Di sela-sela pembicaraan itu, anda bisa mengenali gaya berpkir anak, juga bisa mengenal nilai-nilai sosial yang sedang menjadi trend di masyarakat. Di sela semua itu, anda pun bisa menelurkan ide bermanfaat karena tidak mustahil anda menemukan ide besar di selokan senda gurau.
  • Sementara perkataan anak mendorong anda untuk berbicara, tanyakanlah kepada diri anda, “Apakah kata kata saya akan mengubah budi pekerti mereka? Ataukah perkataan saya hanyalah ungkapan emosional dan ketidaksengajaan saja?

Demikian. Semoga bermanfaat.

Referensi:

  • 10 Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak, Kavin Steede, Ph.D
  • Tarbiyah Rasulullah, Najib Khalid Al-‘Amr
  • Human Touch, Dr. Muhammad Muhammad Badri

Asesmen


Merupakan proses atau upaya memperoleh sejumlah informasi mengenai perkembangan siswa selama kegiatan pembelajaran sebagai bahan guru untuk mengetahui dan memperbaiki proses dan hasil belajar.

Asesmen merupakan penilaian menyeluruh meliputi semua aspek dari kognitif, motorik, psikomotorik dan afektif. 

Secara konseptual asesmen yang menyeluruh sudah ada di kurikulum 2013 namun pada sisi praktek belum bisa diterapkan. 

Banyak guru yang ingin berubah menjadi baik tapi banyak juga guru yang ingin dalam status quo-nya, seperti ini saja, dan belum mau merubah paradigma mengajarnya.

Selain itu, pemerintah yang menargetkan KKM terlalu tinggi membuat guru lebih fokus kepada bagaimana mengejar target pelajaran agar sampai pada nilai KKM dari pemerintah, untuk sekolah yang sudah mapan tidak masalah tapi akan beda di sekolah biasa yang ingin menaikkan akreditasinya. Setiap sekolah berlomba mencari akreditasi tinggi. 

Rick Stiggins mengatakan tentang Asesmen.

“if you want to appear accountable,  test your students;


if you want to improve schools, teach teacher to assess their student;


if you want to maximize learning; teach students to assess themselves”

Referensi lain tentang Asesmen. 

Setelah mendapatkan quote bagus dari Stiggins di atas, saya terus mendalami materi ini sampai saya berhenti di sebuah website Edu Week yang menyebutkan beberapa tanggapan menarik bagaimana mengajak murid belajar. 

Walaupun tema ini agak melenceng dari Asesmen, tapi saya ingin sekali membagikan ini dan agar note ini bisa tersimpan di blog, dan mudah saya dapatkan kembali ketika akan mencari. 

Julia Thompson menulis:

  • When students are engaged in learning, there is movement and laughter and sometimes lots of noise. They are up and out of their seats involved in activities that promote thought, creativity, and discovery. Students are busy, self-disciplined, and best of all, willing to take responsibility for their own learning because they understand that what they are doing is important.
  • We need to provide our students with activities that are innovative and challenging as well as purposeful if we want them to be engaged in learning. Although there are many different factors to consider when designing instruction meant to engage students of various ages, there are some easy-to-implement universal strategies that can be used to increase the engagement potential in instructional activities.
  • When students can set their own goals for assignments and then work to achieve those goals, then their work takes on a serious and meaningful purpose.Help students stay on the right track by providing opportunities for frequent self-checks and plenty of other formative assessments to that they can monitor their own progress. Make it easy for students to be aware of how well they are doing, and you will make it easy for them to stay engaged in a learning activity.
  • Create activities and assignments that are challenging but attainable. Students should have to work and think to succeed, but the potential for success should always be clearly evident.It seems obvious, but to engage students be sure to provide the materials, supplies, and other resources needed for successful completion of the work. For example, try to avoid the trap of assuming that students have access to the Internet or a public library when they are not in class.
  • Be positive with your students. Instead of just telling them what is wrong with their work, focus on what they are doing correctly. If you don’t believe that they will succeed, then the engagement potential in an assignment will vanish.
  • Offer as many choices and optional assignments as is reasonably possible. Students who have the ability to make sensible choices about their work will find it intrinsically engaging because their choices provide a sense of ownership.
  • Design lessons that call for students to interact with students in other classrooms across the globe, to creatively use technology and other media, and to solve authentic problems. The possibilities for engagement are endless when students can see that what they do in your class can be applied to real-life situations.
  • Don’t underestimate your students’ delight in having fun as they work. Appeal to their playful natures when you provide assignments that call for them to solve puzzles or problems, play games, watch humorous videos, or write answers on anything other than paper. 

Filsafat Hidup



Filsafat hidup manusia adalah untuk beribadah kepada Allah Swt, gerak gerik apapun yang kita lakukan harus dimulai dari Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Maka siapa yang bangun di pagi hari dan mengingat Allah maka akan Allah cukupkan, sebagaimana sabda Nabi Saw berikut : “Barang siapa yang bangun di pagi hari dan hanya sibuk memikirkan urusan dunia, sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan 4 penyakit yaitu :

  1. Kebingungan dan kesedihan yang tiada putus-putusnya
  2. Kesibukan yang tak pernah ada habisnya
  3. Kebutuhan yang tidak terpenuhi
  4. Khayalan dan cita-cita yang tidak pernah tercapai” (HR Imam Thabrani)

Maka ketika bangun tidur, jangan tender yang anda ingat tetapi ingatlah Allah Swt, membaca doa yang sudah diajarkan Nabi yaitu ‘Alhamdulillahilladzi Ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilahin nusyuur” (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya lah kami akan kembali) kalaupun tidak bisa, cukup dengan membaca Hamdalah dan mengungkapkan rasa syukur telah diberikan nikmat tidur dan istirahat.

Dalam hidup, sebelum melakukan sesuatu maka kita menentukan tujuannya. Seseorang naik mobil dan ketika memasuki tol tidak mungkin dia bilang tidak punya tujuan mau kemana, atau seorang teman mengajak jalan-jalan, tidak mungkin dia tidak punya tujuan akan diajak kemana kita.

Seorang muslim sebelum melakukan sesuatu sudah terbetik tujuannya. Tujuan itu kepada Allah. Filsafat ini selalu diingatkan Allah Swt dalam membaca surat Al-Fatihah yang dalam satu hari tidak kurang dari 17 kali kita mengulangnya karena satu hari dalam shalat ada 17 rakaat.

Seseorang merasakan sedih, gundah, gulana dan gelisah, sesungguhnya dia seseorang yang lupa tujuan hidup. Maka sebelum berbuat sesuatu maka tanyakanlah saya berbuat untuk siapa?

Sumber:

Resume Kajian Ust Arifin Jayadingrat di Rumah Cinta Quran

Post Artikel WordPress Dari Google Doc


Baru baru ini pihak Automatic yang mengembangkan WordPress mengumumkan cara baru untuk mempost artikel dari Google Doc. 

Dengan perkembangan baru ini, menulis dan mempublish di WP jadi lebih mudah. 

Setiap orang pasti punya akun Google Doc yang biasanya jadi satu paket ketika membuat akun baru di google. 

Perpaduan Google dan WP ini membuat pengalaman menulis menjadi lebih mudah, kita bisa mempublish catatan dari Google langsung ke akun WP. 

Keterangan lengkapnya bisa dibaca di sini

%d bloggers like this: