Mengurus STNK Hilang di Samsat Jakarta Barat dari A sampai Z


Memiliki kendaraan bermotor berarti tiap tahun harus perpanjang STNK dan bayar pajak kendaraan. Sehingga di jalan kita tidak perlu kucing-kucingan dengan Pak Polisi. Jika hilang STNK atau sim maka harus diurus langsung di gedung Samsat sesuai ktp pemilik kendaraan tersebut.

Motor Revo yang saya gunakan sekarang belum menjadi hak milik saya pribadi, motor second ini saya beli dari adik saya Farhad dan dia beli dari salah satu guru Kuttab Depok, dulu beliau tinggal dan berktp Kalisari, Jakarta Timur, namun sudah dua tahun ini beliau dan keluarga pindah ke madrasah Alfatih Hambalang.

Maka untuk memenuhi syarat pengurusan STNK yang harus menggunakan ktp asli pemilik motor, hari kamis kemarin saya ke Hambalang dan meminjam ktp beliau untuk pengurusan stnk yang hilang.

Hari Jumat pagi saya menuju Samsat Jakarta Timur di daerah Jatinegara, karena pengurusan perpanjangan tahunan sebelumnya di samsat ini. Sampai disana saya mengisi formulir stnk kemudian diarahkan untuk langsung menuju tempat cek fisik motor yang ada di belakang gedung samsat, di sebelah kiri dari jalur keluar kendaraan.

Ketika motor dipegang teknisi samsat, dia bilang untuk cek fisik motor saya dilakukan di Samsat Jakarta Barat di Daan Mogot, karena plat motor saya berakhiran BAP, dimana B menunjukkan barat, maka pengurusan pembuatan stnk baru harus disana.

Pagi ini, habis subuh sekitar jam setengah enam, saya sudah manasin motor dan siap menuju Samsat Jakarta Barat, dengan modal Google Map di HP. Alhamdulillah, jam 8 pagi sudah sampai di tempat.

Samsat Jakarta Barat terletak di Jl. Daan Mogot KM. 13, Cengkareng, Jakarta Barat 11720. Posisinya sangat dekat dengan Busway Samsat Barat.

Dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk mengurus kehilangan hendaknya dipersiapkan. Kasus kehilangan, harus membawa surat kehilangan dari kepolisian setempat dan jika yang mengurus diwakilkan atau bukan pemilik motor sesuai ktp seperti saya maka harus dibuatkan surat kuasa dengan tanda tangan di atas materai.

Dokumen di atas disiapkan sebelum berangkat dan jangan lupa bawa pulpen agar mudah mengisi formulir dan tidak meminjam orang lain.

Ketika syarat sudah di tangan, ikuti langkah berikut:

1.

Mengisi formulir pendaftaran Cek fisik kendaraan. Datang ke loket pendaftaran kemudian disana akan dicek kelengkapan surat baru kemudian diberikan formulir cek fisik, isi formulirnya kemudian antri di jalur cek fisik motor.

Antrian cek fisik di Samsat jakarta barat lebih rapi daripada di samsat jakarta timur. Ada polisi yang standby merapikan dan mengingatkan pelanggan agar rapi dan sesuai jalur antrian.

Cek fisik dilakukan untuk mengecek perubahan kendaraan. Karena, bisa saja warna berubah, fisik berubah, bentuk berubah. Kendaraan betul-betul ada kesesuaian dengan kondisi lima tahun yang lalu.

Teknisi mengecek motor kita, body motor kemudian beberapa bagian ditempel kertas khusus.

Selesai cek fisik, tidak ada pungli yang dimintakan petugas, hal ini sesuai dengan arahan Kepala Bidang Regident Korlantas Polri, Kombes Pol Refdi Andri ketika diwawancarai Viva.co.id bahwa “Tidak ada biaya. Cek fisik itu semuanya gratis, karena merupakan kewajiban pelaksana,”. Namun saya menemukan hal yang berbeda ketika kemarin mengurus cek fisik di Samsat jakarta timur, teman di depan saya memberikan uang 10 ribu untuk petugas.

Setelah cek fisik, parkir motor atau kendaraan di tempat parkir, lalu menuju loket pengesahan cek fisik, tunggu sampai nama kita dipanggil.

2.

Karena hilang stnk, saya diarahkan ke lantai 5 gedung samsat untuk mengurus surat pajak motor saya, untuk memastikan bahwa pajak tahunan sudah saya bayar sebelum membuat stnk baru.

3.

Ke lantai 3 untuk meminta formulir pendaftaran STNK hilang, diisi sesuai keterangan kendaraan lalu lingkari bagian bawah tentang Perubahan – STNK Hilang. Biaya 5 ribu rupiah.

4.

Datang ke loket khusus di lantai 1 untuk dilihat kembali kelengkapan surat dan formulir, jika sudah lengkap diarahkan ke bagian Arsip, yan ada di sebelah lift lantai satu sebelah kanan lurus, disitu semua kelengkapan dilihat lagi dan di cap oleh petugas.

5.

Ke TU Polri di lantai 4 untuk untuk mengurus cek blokir (mengurus surat keterangan STNK hilang dari samsat), berisi keterangan keabsahan STNK terkait, misalnya tidak diblokir atau dalam pencarian. Lampirkan hasil cek fisik kendaraan. Tunggu sampao nama kita di panggil, biaya 10 ribu rupiah. Kemudian ke loket sampingnya untuk membuat berita acara kehilangan.

Masalah muncul disini, pak polisi menanyakan siapa nama ini, saya bilang beliau yang punya motor sesuai ktp, beliau memberikan selembar kertas Surat pernyataan stnk hilang yang harus ditanda tangani pemilik kendaraan dan datang lagi hari senin.

6.

Hari selasa saya kembali ke samsat. Ke lantai 4 dan mengurus surat berita kehilangan.

7.

Kelantai 3 dan antri di loket bagian stnk hilang, disini dibuatkan nota untk stnk yang harus dibayar, setelah nama kita dipanggil, lalu ke loket sampingnya untuk membayarkan sejumlah uang yang harus dibayar.

Alhamdulillah, Stnk sudah saya dapatkan dengan rincian biaya yang saya keluarkan:

  • surat kehilangan dari polsek: 20.000
  • fhoto copy persyaratan : 3.000
  • matrai 6000 2 biji : 16.000
  • biaya administrasi di loket 4 : 10.000
  • biaya administrasi di loket 3 : 5.000
  • biaya stnk hilang : 100.000,-
  • bayar parkir : 2.000
  • total : Rp. 156. 000,-

kalau harga dibiro jasa bisa sampai 575 ribu, dengan estimasi 400 ribu untuk biro jasa, saran saya mendingan urus surat-surat anda sendiri, meski ribet tapi lebih murah.

Link:

http://m.viva.co.id/otomotif/866606-cek-fisik-kendaraan-bayar-atau-gratis

http://m.viva.co.id/otomotif/865818-daftar-tarif-baru-pengurusan-stnk-dan-bpkb

http://m.viva.co.id/otomotif/motor/816499-bingung-cara-urus-stnk-hilang-atau-rusak-baca-ini

http://m.viva.co.id/otomotif/mobil/866629-catat-biaya-resmi-urus-stnk-hilang

https://m.otosia.com/berita/benarkah-biaya-ganti-stnk-hilang-cuma-rp-50-ribu.html

Berapa Harga Tubuh Anda?


Diriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda, “Teman karibku, Jibril, baru saja datang kepadaku dan berkata, ‘Hai Muhammad, demi Dia yang mengutusmu sebagai nabi, sesungguhnya Allaj punya seorang hamba yang beribadah kepada-Nya selama 500 tahun.

Ia hidup di puncak sebuah bukit yang lebar dan panjangnya 30 hasta, dikelilingi lautan seluas 4000 farsakh. Allah mengeluarkan mata air dari di puncak bukit itu sebesar jari; airnya sangat segar dan mengalir sedikit demi sedikit hingga menggenang di kaki gunung. Allah juga menumbuhkan pohon delima yang setiap malamnya memberikan sebutir delima matang.

Bila sore tiba, si hamba turun ke bawah, berwudhu sambil memetik biah delima matang untuk dimakan. Setelah itu, ia mendirikan shalat. Ia memohon kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan bersujud dan agar jasadnya tidak dirusak oleh tanah atau selainnya sehingga ia nanti dibangkitkan dalam keadaan bersujud juga.

Demikianlah, setiap kali kami (jibril) lewat dihadapannya, baik saat kami menuruni maupun menaiki gunung, kami mendapatinya selalu bersujud. Kami tahu, pada hari kiamat ia akan dihadapkan pada Allah dalam keadaan bersujud.

Di hari akhirat nanti Allah SWT menyuruh malaikat: “Masukkanlah hambaku itu ke dalam syurga dengan limpah rahmat-Ku:” Maka berkata orang itu:”Dengan disebabkan amalku?” Maka Allah SWT. menyuruh malaikat menghitung semua amalnya dengan nikmat yang Allah SWT berikan. Apabila penghitungan dibuat maka amal yang dibuat oleh orang itu selama 500 tahun itu telah habis apabila ditimbang dengan sebelah mata, yakni nikmat pengelihatan yang Allah SWT. berikan padanya, sedangkan nikmat-nikmat lain belum ditimbang.

Maka Allah SWT. berfirman: “Masukkan ia kedalam neraka”. Apabila ia ditarik ke neraka maka ia pun berkata:”Ya Allah, masukkanlah aku ke dalam syurga dengan rahmat-Mu.” Lalu Allah SWT. berfirman kepada malaikat:”Bawakan ia ke mari”.

Kemudian Allah SWT bertanya orang itu: “Siapakah yang menjadikan kamu daripada tidak ada” Lalu orang itu menjawab:”Engkau ya Allah”. Kemudian Allah SWT. bertanya lagi:”Apakah itu kerana amalmu atau rahmat-Ku?”. Jawab orang itu:”Ya Allah, dengan rahmat-Mu.” Allah SWT. bertanya lagi:”Siapakah yang memberikan kekuatan sehingga 500 tahun kamu beribadah?”. Jawab orang itu:”Engkau ya Allah”.

Allah SWT. bertanya lagi:”Siapakah yang menempatkan kamu diatas bukit yang di tengah-tengah lautan, dan siapakah yang mengeluarkan air tawar yang bersih dari tengah-tengah lautan yang airnya sangat masin dan siapakah yang menumbuhkan sebuah pohon delima yang mengeluarkan sebiji delima setiap hari, padahal buah itu hanya berbuah setahun sekali lalu kamu meminta supaya aku matikan kamu dalam sujud, jadi siapakah yang membuat semua itu?” Lalu orang itu berkata:”Ya Allah, ya Tuhanku Engkaulah yang melakukanya.”

Allah SWT berfirman: “Maka semua itu adalah dengan rahmat-Ku dan kini Aku masukkan kamu ke dalam syurga juga adalah dengan rahmat-Ku.” Malaikat Jibril berkata:”Segala sesuatu itu terjadi hanya dengan rahmat Allah SWT”.

Beberapa faidah dari hadits di atas.

  • Hadits ini mengisyaratkan betapa besar dan agungnya nikmat Allah Swt yang sering kita lupakan.
  • Ada sebagian orang yang mengatakab bahwa surga dan neraka tidak dipengaruhi perhitungan amal, tetapi ditentukan oleh rahmat Allah Swt. Mereka beranggapan, meskipun melakukan kesalahan dan dosa, bisa saja masuk surga karena rahmat Allah. Bagaimana caranya orang yang tidak berjuang bisa mendapatkan surga?
  • Maksiat kepada Allah tidak akan mendatangkan rahmat Allah dan ridha-Nya. Hanya amal shaleh yang bisa mendekatkan hamba kepada kasih sayang dan ampunan Allah. Dan termasuk amal shaleh adalah memahami keagungan nikmat yang telah diberikan dan tidak mengabaikan hakikat dan haknya.
  • Seandainya Allah Swt memperhitungkan semua nikmat yang kita rasakan dan meminta kita membayarnya dengan sepadan, pasti kita tidak akan mampu.
  • Betapa mahalnya harga kesehatan dan kelengkapan tubuh, betapa lezatnya buah buahan seandainya kita menghargainya dan tidak meremehkan nilainya. Islam ingin kita merenungkan secara seksama keindahan nikmat yang mengelilingi kita dan mengambil manfaat darinya.
  • Anjuran mensyukuri nikmat dan membalas kebaikan dengan amal shalih. Rasulullah saw bersabda, “Demi zat yang menggenggam jiwaku, pada hari kiamat kelak seorang hamba akan didatangkan dengan amal shalih yang jika diletaklan di atas gunung, maka amal itu akan memberatkannya. Lalu bangkitlah salah satu nikmat Allah yang diberikan kepadanya, maka hampir saja satu nikmat itu menghabiskan semua amal shalihnya bila saja Allah tidak menganugerahkan rahmat kepadanya”. (HR. Almundziri).
  • Nikmat Allah yang diketahui manusia dan seluruh makhluk dibandingkan dengan nikmat Allah yang tidak mereka ketahui terbilang sangat sedikit dibandingkan dengan tetesan air laut. Allah Swt berfirman, “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya“.
  • Buah dari berpikir tentang nikmat dan karunia Allah Swt. 1. Cinta kepada Allah. Manusia itu mencintai orang yang berbuat baik kepadanya, mengasihi dan menyayanginya, maka ia pun berbuat baik kepada Allah lewat nikmat dan kebaikan yang sudah diberikan. 2. Melaksanakan kewajiban bersyukur kepada Allah atas nikmat Allah yang besar. 3. Merendahkan diri dan menyadari kelalaian dalam menunaikan kewajiban dan dalam bersyukur kepada-Nya. 4. Menjaga nikmat yang ada dan menjauhi dari kufur nikmat.

Sumber:

Jaddid Hayaatak, Syaikh Muhamad Al-Ghazali

Tidakkah kalian Berfikir?, Syaikh Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil

Paradigma Dan Pandangan Hidup Islam (Islamic Worldview)


Istilah paradigma tergolong sangat jarang digunakan dalam percakapan yang kita lakukan sehari – hari. Meskipun begitu, kita tetap harus mengetahui makna / arti kata paradigma yang sebenarnya, sehingga ketika istilah ini digunakan, kita dapat mengetahui apa makna / artinya.

Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang orang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif). Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual.

Kata paradigma sendiri berasal dari abad pertengahan di Inggris yang merupakan kata serapan dari bahasa Latin pada tahun 1483 yaitu paradigma yang berarti suatu model atau pola; bahasa Yunani paradeigma (para+deiknunai) yang berarti untuk “membandingkan”, “bersebelahan” (para) dan memperlihatkan (deik).

Paradigma diartikan sebagai anggapan paling mendasar yang menentukan cara berfikir, cara mengandaikan dan cara bekerja penganut teori yang menggunakannya.

Istilah paradigma cenderung merujuk kepada dunia pola pikir atau pun teknis penyelesaian masalah yang dilakukan oleh manusia.

Istilah yang satu ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ilmuan bernama Thomas Kuhn melalui buku buatannya yang berjudul The Structure of Scientific Revolution.

Saat pertama kali diperkenalkan, istilah Paradigma tidak dijelaskan secara gamblang oleh Thomas Khun. Konsep ini kemudian dipopulerkan oleh Robert W Friedrichs dalam bukunya a sociology of sociology. Tujuan utama Kuhn dalam bukunya The Structure of Scientific Revolution adalah menantang asumsi yang berlaku umum dikalangan ilmuan mengenai perkembangan ilmu pengetahuan.

Kalangan ilmuan umumnya berpendirian bahwa perkembangan atau kemajuan ilmu pengetahuan terjadi secara kumulatif. Kuhn membuat tesis yang membantah itu, menurutnya ilmu pengetahuan bukanlah terjadi secara kumulatif tetapi secara revolusi.

Kuhn melihat bahwa ilmu pengetahuan pada waktu tertentu didominasi oleh satu paradigma tertentu. Yakni suatu pandangan yang mendasar tentang apa yang menjadi pokok persoalan (subject matter) dari satu cabang ilmu.

Pada waktu itu, paragima hanya diutarakan sebagai termonologi kunci yang dipakai dalam model perkembangan ilmu pengetahuan saja. Paradigma masuk dalam alam fisik/ science. Ketika ada gejala alam yang tidak bisa diterangkan oleh normal science maka timbul new science dan muncul paradigma baru dan terjadilah paradigm shift.

Wordlview berbeda dengan paradigma. Worldview lebih dalam dari paradigma. Prof Bambang Sugiharto menyamakan worldview dengan falsafah dan ideologi yaitu sistem gagasan dasar/pokok mengenai kehidupan yang dihayati sebagai pegangan.

Paradigma bisa berubah-ubah sementara worldview sifatnya tetap dan tidak akan pernah bisa berubah misalnya seperti kiblat, rukun iman, islam, solat lima waktu ini tidak bisa berubah.

Islamic Worldview adalah pandangan hidup Islam yang tidak berubah oleh ruang dan waktu. Ia merupakan usul Islam, muhkam Islam, tsawabit islam dan intipati Islam.

Termasuk dalam Wordlview adalah fisik, metafisik, kewujudan dan perbincangan tinggi dalan kalam. Metafisik dalam Islam banyak dibahas oleh mutakallim, filosof dan ahli tasawuf.

Fundamental element of Islamic Wordlview (unsur unsur mendasar dalam Wordlview islam: the nature of God (ma’rifatullah), the nature of revelation (wahyu), the nature of his creation (alam), the nature of man and his psychology of human soul (manusia dan psikologi jiwa manusia), the nature of knowledge (ilmu pengetahuan), the nature of religion (agama), the nature of freedom (kebebasan), the nature of value and virtues (nilai dan akhlak), the nature of happines (bahagia)

Pergeseran paradigma (shifting paradigm) tidak terjadi pada elemen fundamental worldview Islam. Namun yang berubah hanyalah interpretasi dan elaborasi di sekitar worldview yang mana adalah suatu keharusan karena berkembangnya zaman dan wilayah yang berbeda-beda namun tetap bersumber pada sumber yang tidak berubah, yaitu Al Qur’an dan Hadits.

*mohon maaf paparan kami belum lengkap, insya Allah akan terus dilengkapi.

Sumber:

Wikipedia/paradigma

Filsafat Ilmu, Bambang Sugiharto

Struktur Pemikiran Islam, Ugi Suharto

Riba VS Bunga


Bunga Menurut The American Heritage DICTIONARY of the English Language : Interest is “A charge for a financial loan, usually a precentage of the amount loaned“. Bunga adalah sejumlah uang yang dibayar atau untuk penggunaan modal. Jumlah tersebut misalnya dinyatakan dengan satu tingkat atau prosentase modal yang bersangkut paut dengan itu yang dinamakan suku bunga modal.

Riba Secara bahasa Riba (الربا) berarti Ziyadah. (زيادة) yaitu tambahan, tumbuh, tinggi dan naik. Allah SWT berfirman : Artinya: “Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (Q.S Al-Hajj : 5)

Secara Etimologi ilmu fiqih, riba yaitu: Tambahan khusus yang dimiliki salah satu dari dua pihak yang terlibat tanpa ada imbalan tertentu. Dalam pengertian lain, secara linguistik riba juga berarti tumbuh dan membesar.

Sedangkan menurut istilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil. Ada beberapa pendapat dalam menjelaskan riba, namun secara umum terdapat benang merah yang menegaskan bahwa riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual beli maupun pinjam meminjam secara bathil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam.

Lebih jauh tentang Riba dan Bunga, berikut ini kami sampaikan beberapa poin dari kajian Dr Ugi Suharto di INSISTS beberapa waktu lalu.

  • Tiga tipe pemikiran tentang Riba dan Bunga. 1. Riba tidak sama dengan Bunga (Fazlur Rahman, A. Hasan) . 2. Riba sama dengan bunga. (Praktisi dan Sarjana Perbankan Islam) 3. Riba ada kesamaan dan ada perbedaan dengan bunga. Dalam banyak hal, riba dan bunga banyak kesamaannya, namun ada riba yang tidak berbunga, dan ada bunga yang tidak ribawi. (Rafiq Al-Mishri, Mahmoud Al-Gamal, Ugi Suharto). Justru bunga yang tidak ribawi ini yang menjadi tulang belakang praktek perbankan Islam dewasa ini.
  • Riba dan bunga pada dasarnya memiliki perbedaan dan persamaan tertentu. Riba merupakan hal yang haram, sedangkan bunga ada yang diharamkan, ada juga yang tidak.
  • Untuk belajar riba kita harus belajar fiqih. Untuk mengetahui interest harus belajar Finance.
  • Riba merupakan transaksi yang terkait pinjaman keuangan atau barang. Misalnya, dalam transaksi penukaran emas. Penukaran emas bisa disebut riba apabila ada ketidaksamaan waktu atau penukaran dilebihkan dengan kesepakatan. “Kalau kita ingin menukar emas dengan emas, harus sama waktunya dan sama beratnya. Kalau tidak sama, maka akan ada riba. Tidak boleh ada kelebihan, disebut riba fadhal. Riba nasa’, ada perbedaan waktu. Misal, punya dolar Amerika mau kita tukar uangnya tapi besok. Tidak boleh, harus hari itu juga. Kalau tidak, itu namanya riba nasa’,”
  • Untuk menjadi riba ada 3 ketentuan, yakni (1) Ada kelebihan (ziyadah), misalnya, pinjam uang Rp. 100.000 dikembalikan Rp. 150.000, (2) Harus dari pinjaman, jika barang dibeli 10 juta kita dijual 11 juta dengan barang yang bersifat pinjaman, (3) Pinjaman tersebut merupakan bagian dari persyaratan untuk membeli barang tersebut.
  • Jika tiga-tiganya tidak ada melainkan hanya salah satu, tidak riba. Allah berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman, jangan lakukan dengan cara yang batil kecuali kamu saling ridho.’ Tapi, kalau Akadnya sudah batil, ridho, maka tidak sah. Jadi keridhoannya tidak berlaku, karena sistemnya batil. Jadi akadnya harus benar dulu, begitu prinsipnya,”Pinjam bank konvensional, 10 juta diganti 11 juta. Akadnya riba. Ridho di sini tidak berlaku. Keridhoan tidak berlaku dalam sistem yang tidak batil.
  • Bank Islam dianggap tidak memberikan bunga. Padahal tidak demikian, melainkan ini disebut sebagai bunga tanpa riba. Karena ia memberi bunga, tetapi tidak ada persyaratan sama sekali. “Jadi ini adalah interest tanpa riba. Bank Islam kurang tepat disebut bank tanpa bunga. Karena dia ngasih bunga, tapi bukan riba”.
  • Keberadaan bunga tanpa riba, di dalam bank syariah sering disebut sebagai transaksi murabahah. Bank Islam paling besar asetnya dari jual beli barang dengan harga yang lebih mahal. Karena, hubungan nasabah dengan bank Islam adalah jual beli, sedangkan bank konvensional, pinjam meminjam dengan nasabah.
  • Contoh Riba = Bunga. Seseorang meminjam uang dari Bank Rp. 100.000,- kemudian harus mengembalikan sejumlah Rp. 110.000,- dengan ketentuan syarat yang sudah dibuat di awal, ada nominal bunga Rp. 10.000,-. Ketiga syarat riba ada yaitu pinjaman, kelebihan dan ketentuan.
  • Contoh Bunga tanpa Riba. Seseorang meminjam uang dari Bank Rp. 100.000,- kemudian mengembalikan sejumlah Rp. 110.000,- dengan tanpa ketentuan syarat yang sudah dibuat di awal, ada nominal bunga Rp. 10.000,-. Bunga disini bukan Riba karena ada satu syarat Riba yang hilang yaitu syarat dan ketentuan di awal.
  • Dalam praktik Bank Islam misalnya, bank memberikan pinjaman tanpa bunga kepada nasabah atau kepada karyawan mereka. Bank memberikab hadiah kepada account holders, secara fiqih bukan riba, tetapi menjadi bunga secara finance.
  • Contoh lain adalah Murabahah yang menjadi aset paling banyak bank islam. Misalnya seseorang meminjam uang dari bank islam Rp. 100.000,- kemudian dia membayarkan secara kredit sampai Rp. 120.000,-. Bank mengambil untung dari waktu pembayaran kredit, makin lama membayar makin banyak kredit yang dibayar.

Struktur Pemikiran Islam


riba-696x460

Islam memiliki struktur pemikiran yang unik dan kompleks. Struktur tersebut membantu kita untuk lebih bijak dan tepat dalam memahami suatu masalah.

Struktur pemikiran Islam dibahas dalam spesial lecture yang disampaikan Prof. Dr. Ugi Suharto, pendiri INSISTS dan dosen di university college of Bahrain di ruang kajian INSISTS Kalibata.

Berikut ini coba kami sampaikan dalam catatan poin poin dibawah ini.

Struktur Pemikiran Islam ada empat. 1. Ru’yah/ Wordlview 2. Kalam 3. Fiqih 4. Politik, ekonomi dan sosial

1. Wordlview

  • Kata Worldview berasal dari bahasa Jerman, bukan Inggris. Secara bahasa berarti pandangan dunia, namun cakupannya meliputi dunia fisik (syahadah) dan metafisik (ghaib)/ dunia dan akhirat.
  • Bahasa Melayu menyebut Wordlview dengan pandangan alam/pandangan dunia. Bahasa Indonesia menyebutkan dengan Pandangan hidup dan dalam bahasa Arab disebut رؤية الإسلام للوجود sebagian orang Arab menyebut dengan نظرة الإسلام للكون namun penggunaan kata ini tidak benar karena نظرة berarti teori dan الكون adalah ciptaan Allah, berasal dari kun Allah. Dalam bahasa Inggris, Wordlview disebut dengan The Islamic vision of existence, reality and truth (visi Islam yang membahas tentang wujud, realitas dan kebenaran)
  • Termasuk dalam Wordlview adalah fisik, metafisik, kewujudan dan perbincangan tinggi dalan kalam. Metafisik dalam Islam banyak dibahas oleh mutakallim, filosof dan ahli tasawuf.
  • Islamic Worldview adalah pandangan hidup Islam yang tidak berubah oleh ruang dan waktu. Ia merupakan usul Islam, muhkam Islam, tsawabit islam dan intipati Islam.
  • Fundamental element of Islamic Wordlview (unsur unsur mendasar dalam Wordlview islam: the nature of God (ma’rifatullah), the nature of revelation (wahyu), the nature of his creation (alam), the nature of man and his psychology of human soul (manusia dan psikologi jiwa manusia), the nature of knowledge (ilmu pengetahuan), the nature of religion (agama), the nature of freedom (kebebasan), the nature of value and virtues (nilai dan akhlak), the nature of happines (bahagia)
  • Wordlview berbeda dengan paradigma. Paradigma muncul dari sejarawan Fisika bernama Thomas Kuhn dan paradigma masuk dalam alam fisik/ science. Ketika ada gejala alam yang tidak bisa diterangkan oleh normal science maka timbul new science dan muncul paradigma baru dan terjadilah paradigm shift.
  • Paradigma bisa berubah-ubah sementara worldview sifatnya tetap dan tidak akan pernah bisa berubah misalnya seperti kiblat, rukun iman, islam, solat lima waktu ini tidak bisa berubah.
  • Pergeseran paradigma (shifting paradigm) tidak terjadi pada elemen fundamental worldview Islam. Namun yang berubah hanyalah interpretasi dan elaborasi di sekitar worldview yang mana adalah suatu keharusan karena berkembangnya zaman dan wilayah yang berbeda-beda namun tetap bersumber pada sumber yang tidak berubah, yaitu Al Qur’an.

2. Kalam

  • Salah sati sifat Allah adakah Kalam.
  • Imam Abu Hanifah menyebut kalam dengan Fiqhul Akbar.
  • Kalam adalah bagaimana mengungkapkan wordlview dengan perkataaan. wolrdwiew masuk dalam tataran mental konsep, perenungan, ketika diuraikan dalam kata-kata, dia membutuhkan kalam.
  • Penguraian Worldview ada yang benar dan ada yang salah, dan pertama kali memunculkan kalam dari kelompok yang salah yaitu Muktazilah. Para Sahabat tidak berkalam, mereka berpegang pada worldview yang ada dan mengamalkan langsung worlview itu, tapi tidak dibincangkan, yang paling banyak memulai perbincangan Kalam adalah Muktazilah. Niat mereka bagus ingin menjelaskan Islam dan Tuhan dengan rasional, terutama ketika berhadapan dengan orang yang baru masuk agama Islam ketika membandingkan konsep agama mereka dahulu dengan konsep Islam, namun mereka berlebihan sehingga menjadikan nash sebagai nomor dua. Contoh sifat-sifat Allah ditiadakan yang ada hanyalah Zat Allah.
  • Muktazilah mengatakan bahwa dzat Allah itu Esa dan Qadim. Jika sifat Allah bukan Zat Allah berarti makhluk ciptaan Allah, maka akan banyak yang qadim karena sifat Allah ada banyak dan hal tersebut telah melanggar prinsip Tauhid. Maka muktazilah berkesimpulan bahwa zat Allah sama dengan sifat sifat Allah. Teori ini bertentangan dengan paham Ahlussunnah yang mengatakan bahwa Al-Quran adalah kalamullah. Maka uncuk mengcounter pemikiran tersebut lahirlah ilmu kalam, hasil perdebatan antara muktazilah dan non muktazilah.

3. Fiqih

  • Perbincangan kalam dalam fiqih juga ada. Memahami fiqih ada dua thariqah 1. Thariqatul Fuqaha’ 2 Thariqatul Mutakallimun.
  • Ushul Fiqih berbicara tentang: Mashadirul Ahkam, Dalalah Qauliyah: dhahir, nash, manthuq, mafhum, ibaratun nash, dhahir nash dll , Hukum: syari’i, taklifi, wadh’i, Mahkum Alaih: Manusia, Mahkum Fiih, Hakim (sumber hukum).
  • Perbincangan kalam dalam ushul fiqih contohnya dalam masalah Hakim, terdapat tiga pendapat dari Muktazilah, Asairah dan Maturidiyah.
  • Apakah perbedaan Mazhab itu perpecahan? bukan, justru dengan perbedaan, perpecahan diperkecil dengan hanya empat pendapat mazhab saja.
  • Setiap mazhab punya ushul sendiri. Contohnya, Imam Syafi’i belajar kepada Imam Malik, Imam Malik memiliki ciri khas sendiri dengan mengambil sumber hukum dari amalan ahlu madinah, adapun Imam Syafi’i mengambil sumber dari khabar atau sunnah, Jika ada khabar yang diriwayatkan dari orang yang tsiqah, itulah sunnah.
  • Mazhab yang ada dalam islam bukan masalah, justru dengan adanya mazhab, umat Islam berfikir secara sistematis, jika tidak bermazhab maka cara berfikirnya bukan sistematis tapi eklektis.
  • Hari ini terjadi penyempitan pemikiran fiqh. Islam yang luas dipersempit kepada fiqh, fiqh dipersempit lagi hanya kepada hadits, hadits dipersempit lagi kepada hadits shahih saja yang dipakai, dan hadits shahih juga dipersempit lagi menjadi hadits shahih yang dishahihkan oleh Syaikh Al Albani.
  • Hadits ada dua: riwayah dan riwayah. Dirayah berarti meletakkan hadits dalam konteks hukum, Imam Al-Ghazali meskipun bukan ahli hadits tetapi beliau menguasai dalam masalah istimbath hukum. Hadits Riwayah terbagi menjadi dua yaitu Maqbul dan Mardud. Hadits Maqbul terbagi menjadi tiga yaitu Shahih, Hasan dan Dhaif. Hadits Mardud = Hadits Maudhu’ tidak diterima.
  • Muncul sikap menjadikan hadits dhoif seperti hadits mawdhu’, padahal hadits dhoif pun masih dapat dipakai pada tempat dan kondisi yang tepat. Imam Ahmad mengatakan bahwa hadits dhaif lebih kuat dari Ijtihad, hadits dhaif juga bisa dipakai dalam masalah adab, akhlak dan fadhailul a’mal.

4. Politik, Ekonomi dan Sosial

  • Struktur dalam pemikiran Islam yang terakhir dan paling bawah adalah Siyasah dan Kemasyarakatan. Struktur tersebut mencakup Politik, ekonomi dan sosial. Walaupun berada pada struktur terbawah dari struktur pemikiran Islam, namun dampaknya sangat besar, seperti pertumpahan darah, perang, fitnah, permusuhan dan dendam kesumat, dan munculnya berbagai kelompok yang saling bermusuhan.
  • Dalam ekonomi juga ada mazhab, seperti mazhab sosialis dan kapitalis, kemudian kapitalis terbagi menjadi dua lagi yaitu liberalisme dan neo liberalisme.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

Kajian ini memberikan wawasan baru agar kita lebih fair lebih isnhaff dalam menyikapi masalah. Boleh saja kita punya perbedaan dalam masalah fiqih, tapi hendaknya kita bawa ke atas lagi bawah worldview kita sama, tuhan kita Allah dan kiblat kita Ka’bah. Berbagai konflik yang ada sering disebabkan karena ketidakmampuan kita dalam melihat suatu masalah dan meletakkannya sesuai dengan level struktur yang tepat.

Dr. Ugi Suharto memberi lima catatan penutup yang perlu dilakukan kaum Muslim saat ini untuk merajut persatuan:

  1. Kembali kepada pemikiran worldview
  2. Dalam pemikiran kalam: berpegang kepada kalam ahlusunnah mayoritas sambil menghormati kalam minoritas, dan bersikap prihatin dengan kalam-kalam lainnya.
  3. Dalam pemikiran fiqh: beramal dengan salah satu mazhab fiqh dan menjaga adab terhadap yang berbeda pendapat dalam masalah cabang dan ranting.
  4. Dalam pemikiran siyasah dan kemasyarakatan: kembalikan pada pemikiran-pemikiran yang lebih tinggi.
  5. Tolong menolonglah dalam kebaikan dan takwa.

Sumber: Kajian dan Makalah Special Lecture bersama Prof. Dr. Ugi Suharto di INSISTS.

Hamka dan Tafsir Al-Azhar


Buya Hamka

Hamka bukan seorang otodidak, beliau juga belajar ke beberapa guru dan kyai. Dalam bidang tafsir, Hamka belajar kepada Ki Bagus Hadikusumo di Yogyakarta pada tahun 1924-1925 M.

Metode Tafsir Hamka

  • Mendialogkan teks dengan realita yang dialami untuk menguatkan ayat, sehingga ayat yang dibahas menjadi hidup dan relevan untuk zaman sekarang.
  • Terpengaruh dengan Tafsir Al-Manar.
  • Menggabungkan riwayat dan dirayat.
  • Tidak terikat oleh fanatisme mazhab dan mentarjih dari berbagai mazhab/konklusi hukum.
  • Berpegang pada riwayat Al-Quran dan Hadits dalam masalah ghaib dan israiliyat/mubham.
  • Tafsir modern yang menjadikan Al-Quran sebagai sumber hidayah (ittijah al-hudaai)

Motivasi Hamka menulis Tafsir Al-Azhar

  • Munculnya generasi pemuda muslim Melayu yang ingin belajar Islam lebih mendalam.
  • Menyiapkan kader kader da’i yang profesional.
  • Hutang budi kepada Al-Azhar Mesir yang memberikannya gelar honoris causa.

Sumber Tafsir

  • Al-Quran
  • Hadits
  • Aqwal Sahabat, Tabi’in.
  • Tafsir Ma’tsur.
  • Tafsir bir Ra’yi Jaiz.
  • Tafsir bi Laun Al-Adabi Al-Ijtima’i.

Sumber:

Kajian Insits: Seminar Sehari Warisan Intelektual dan Keulamaan Buya Hamka oleh Fahmi Salim, MA.

 

Materi Jihad Dalam Kurikulum Pendidikan Nasional Turki


Dikutip dari Era Muslim- Salah satu anggota Komite Pendidikan Nasional dalam parlemen Turki mengatakan bahwa “tidak ada manfaatnya pengajaran matematika bagi siswa yang tidak tahu arti jihad”.

Salah satu anggota Partai Keadilan dan Pembangunan, Hakim Ahmed Hamdi Al Kamili mengapresiasi langkah pengenalan “jihad” dalam kurikulum pendidikan baru di negara itu, ia mengatakan bahwa “Jihad adalah salah satu unsur Islam terdahulu.”

Situs Hurriyet menukil perkataan Alkamili bahwa “Ketika kita melihat para Sultan Ottoman, hampir semua dari mereka tidak pergi haji karena tidak ingin absen dari jihad.”

Menteri Pendidikan Turki Ismail Yilmaz pada tanggal 18 Juli lalu mengatakan bahwa kurikulum nasional di Turki pada akhirnya memasukkan tema “jihad” ke dalam bagian dari hukum Islam dalam buku-buku pendidikan. Dan ia mengatakan “Jihad adalah salah satu unsur dalam agama kita.Tugas dari Departemen Pendidikan untuk mengajarkan setiap konsep dengan cara yang benar. Kami juga bekerja untuk memperbaiki pandangan terhadapnya atau hal-hal yang salah dalam pengajarannya.”

“Kementerian kami telah mengambil keputusan yang sangat penting. Jika shalat adalah salah satu pilar agama, maka jihad adalah ibarat tenda. Sebuah tenda tidak akan terbangun tanpa adanya pilar-pilar. Tidak ada manfaatnya mengajarkan matematika kepada anak bila mereka tidak mengetahui makna jihad..!”

Selain itu, Versi terakhir kurikulum sekolah nasional Turki telah menghapus materi evolusi dan menambahkan konsep “jihad” sebagai bagian dari hukum Islam di buku-buku pelajaran.

Kurikulum baru akan diimplementasikan untuk siswa kelas satu, lima, dan sembilan mulai tahun ini, dan akan berlanjut ke kelas lain di tahun ajaran 2018-2019. Dengan demikian, secara total kurikulum kelas telah diperbaharui. “Jihad adalah elemen dalam agama kita; ini adalah bagian dari agama …

Tugas Kementerian Pendidikan adalah mengajarkan setiap konsep dengan sepatutnya, dengan cara yang benar. Ini juga tugas kita untuk memperbaiki hal-hal yang dianggap salah, dilihat atau diajarkan, ” Yılmaz mengumumkan pada sebuah pertemuan pers di ibukota Turki Ankara.

“Dengan cara ini, dalam pelajaran tentang hukum Islam dan ilmu agama dasar, akan ada [pembahsan konsep] jihad. Tapi apa jihad ini? Apa yang Nabi (Muhammad) katakan saat kembali dari perang, kita akan melakukan jihad kecil sampai jihad besar. Apa jihad besar ini? Ini untuk melayani masyarakat kita, meningkatkan kesejahteraan, menjamin perdamaian di masyarakat, untuk melayani kebutuhan masyarakat. Yang termudah adalah berperang, bertarung. Sedang hal yang sulit, yaitu memastikan perdamaian dan pembangunan, “katanya.

Berbicara tentang keputusan kontroversial untuk menghapus teori evolusi, Yılmaz mengatakan bahwa hal itu tidak termasuk dalam kurikulum nasional “karena berada di atas tingkat (pemahaman) siswa dan tidak secara langsung relevan.” Informasi tentang upaya kudeta yang gagal tahun lalu juga akan disertakan dalam kurikulum.

“Ketika subjek demokrasi yang menang tercakup dalam kelas ilmu sosial, kami menginginkan materi terntang Hari Persatuan Nasional 15 Juli juga disertakan,” kata Yılmaz. “Dalam kelas bahasa Turki, ketika topik tentang perjuangan nasional yang dipimpin oleh Mustafa Kemal [pendiri Turki modern] dibahas, 15 Juli 2016 [usaha kudeta] juga akan disinggung,” menteri tersebut mencatat.

Yilmaz juga menghubungkan perlawanan publik terhadap komplotan kudeta pada tanggal 15 Juli 2016 dengan konsep jihad. “Satu aspek jihad adalah 15 Juli, fakta bahwa bangsa ini membela hak pribadi. Jihad membela hak orang lain dan memenuhi hak orang lain, ini semua adalah bagian dari jihad yang lebih besar,” katanya.

Yılmaz mengatakan bahwa kurikulum baru tersebut juga akan mencakup topik tentang Organisasi Teroris Fethullah (FETÖ), kelompok teror Partai Pekerja Kurdistan (PKK), dan Daesh. Kebijakan baru selain melarang pengajaran evolusi juga mengharuskan semua sekolah memiliki ruang shalat.

Sumber: Middle East Eye, Era Muslim

Video pendek berit tv Turki tentang Jihad dalam kurikulum Turki

%d bloggers like this: