• Selamat datang di blog Jumal Ahmad. Saya sedang meneliti tentang Meta-Level Reflection dalam Pembangunan Karakter. Semoga dimudahkan dan bermanfaat.

  • Categories

Keponakan Baru Lagi


Pertengahan Januari tahun lalu saya punya keponakan baru dari adik saya yang ketiga, dan akhir Desember tahun 2017 kemarin saya kembali diberikan Allah keponakan baru dari adik saya yang kedua.

Alhamdulillah, bertambah lagi anggota keluarga besar kami, tak lupa saya mendoakan:

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي المَوهُوبِ لَكَ , وَشَكَرْتَ الوَاهِبَ , وَبَلَغَ أَشُدَّهُ , وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

“Semoga Allah memberkahi anak yang dianugerahkan kepadamu, semoga kamu bisa mensyukuri Sang Pemberi (Allah), semoga cepat besar dan dewasa, dan engkau mendapatkan baktinya si anak.”

Setelah istri dari adik saya lahiran, saya meminta istri pulang ke Magelang untuk membantu orang tua dan adik di rumah yang pasti riweh menerima tamu, yang bukan hanya dari desa saja tapi juga desa tetangga. Saya tidak bisa ikut pulang karena ada aktifitas yang masih menjadi tanggungan.

Bertambah bahagia ketika mendengar dua teman saya di Nurul Hadid lahir putra mereka dengan sehat dan selamat. Teman saya Syamsi di Bekasi dan Marwan di Bandung.

Terakhir, teriring doa bagi adik dan teman yang baru dikaruniai amanah agar kelak dimampukan oleh Allah mendidik dengan sebaik-baiknya dan semoga saya dan istri disegerakan menyusul diberikan momongan, amiin.

Akhir Tahun..


Ketika kita mengingat-ingat kembali masa-masa yang telah lalu, dengan segala rintangan yang menyertai hidup dan berbagai ketakutan-ketakutan yang menyentak kehidupan, maka pasti suatu waktu kita pernah merasakan sekejap kebahagiaan yang menghapus linangan air mata, secercah kegembiraan yang mengembalikan rasa aman, dan sedetik kesenangan yang melepas kedukaan.

Continue reading

Doa Agar Dilindungi dari Zina dan LGBT


LGBT adalah singkatan dari Lesbian, Gay, Bisex, and Transgender. Istilah tersebut digunakan pada tahun 1990 untuk menggantikan frasa “komunitas gay”.

Terkait LGBT ini, MUI memberikan rekomendasi, yakni pemerintah tidak boleh mengakui pernikahan sesama jenis. Sebab, hal itu bertentangan dengan prinsip-prinsip bernegara. MUI juga meminta pemerintah dan masyarakat untuk tidak membiarkan aktivitas seksual sesama jenis dan penyimpangan seksual lainnya hidup di tengah masyarakat karena dapat mengganggu ketertiban sosial dan hukum.

Maka sebagai bentuk Amar Ma’ruf nahi mungkar kita harus selalu aktif mengingatkan umat dari bahaya perilaku LGBT ini dan kali ini kita akan membahas bagaimana metode Rasulullah memberikan terapi pemuda yang punya keinginan kuat dalam berzina.

Abi Umamah dalam hadits riwayat Ahmad, mengisahkan bahwa seorang pemuda telah dating menghadap Nabi saw seraya berkata: “Wahai Rasulullah, izinkanlah aku berzina.” Orang-orang yang ada di sekitarnya menghampiri dan memaki, “Celaka engkau, celaka engkau!” Rasulullah saw mendekati pemuda itu dan duduk di sampingnya. Kemudian terjadilah dialog yang panjang antara Rasulullah saw dengan pemuda itu.

Rasulullah saw: Apakah engkau ingin hal itu (zina) terjadi pada ibumu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Allah yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan.

Rasulullah saw: Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada ibu mereka. Apakah engkau ingin hal itu terjadi pada saudara perempuanmu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Allah yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan.

Rasulullah saw: Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada saudari-saudari mereka. Apakah engkau ingin hal ini terjadi pada saudara perempuan bapakmu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Allah yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan.

Rasulullah saw: Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada saudara perempuan bapak mereka. Apakah engkau ingin hal ini terjadi pada saudara perempuan ibumu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Allah yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan.

Rasulullah saw: Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada saudara perempuan ibu mereka.

Kemudian Rasulullah saw memegang dada pemuda itu seraya berdoa: “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya dan peliharalah kemaluannya!” Setelah peristiwa itu, pemuda tadi menjadi orang yang arif.

Nilai-Nilai Tarbawiyah

[ ] Rasulullah saw merupakan karakter pendidik yang menguasai semua aspek psikis anak didiknya. Mendengar pertanyaan sang pemuda, beliau tidak marah seperti yang sering dilakukan kebanyakan orang. Bahkan, beliau memperkenankan pemuda tadi duduk di dekatnya. Dalam masalah ini terdapat dua hal pokok yang menarik perhatian pemuda tadi, yaitu Rasulullah saw tidak memarahinya serta memperkenankan dirinya duduk di dekat beliau. Itu merupakan langkah awal yang baik dalam memecahkan masalah pemuda tersebut.

[ ] Rasulullah saw menggunakan sistem dialog karena melalui dialog seorang anak didik dapat melontarkan pendapat kepada pendidiknya. Dialog pun mampu membuka nalar serta naluri pendidik dan anak didik sehingga muncullah kesamaan ide. Semua menghasilkan buah positif yang memberikan kepuasan kepada kedua belah pihak. Melihat manfaatnya, kita hatus membuka dialog dan bersabar untuk mendengarkan pendapat-pendapat dan sumbangsih pemikiran anak-anak usia remaja. Hal demikian akan mempermudah terciptanya solusi yang bijak.

[ ] Masalah yang belia dialogkan berkisah pada masalah yang sedang dihadapi si pemuda tadi dan tidak keluar dari inti permasalahan atau tidak memecahkan konsentrasi pemuda tadi dengan masalah-masalah parsial. Dari sikap yang diperlihatkan Rasulullah saw ini dapat kita fahami bahwa pada zaman sekarang ini kita harus ikut terjun menghilangkan penyakit esensial yang menimpa anak-anak remaja dan kemudian menciptakan terapi yang mujarab untuk membebaskan mereka dari penyakit tersebut.

Ironisnya, ketika sebagian pemuda terkena wabah penyakit penyalahgunaan obat-obat terlarang, masyarakat malah membawa mereka ke tempat rehabilitasi. Padahal, tempat rehabilitasi tidak lebih dari sarang penyakit yang menambah ruwetnya permasalahan. Si pecandu akan berkomentar “Setelah masuk tempat rehabilitasi, saya diajari cara menggunakan obat terlarang dalam bentuk lain.” Sungguh pemuda ini telah menjadi korban kebodohan masyarakat. Pada dasarnya, penyakit itu bisa dihindarkan jika kita menerapkan langkah preventif sebelum penyakit tersebut terjangkit, melalui konsentrasi dalam mewujudkan generasi rabbani yang berlandaskan keimanan dan ketakwaan baik dalam tataran keluarga maupun dalam tataran pemerintahan. Demi Allah! Ini lebih mujarab daripada suntikan-suntikan kimiawi dan sistem-sistem mereka yang jelas-jelas gagal. Sayangnya mereka tidak mau mengerti.

[ ] Rasulullah saw melakukan diskusi dengan sistem tanya jawab. Cara seperti ini merupakan solusi pendidikan yang paling cemerlang karena jawaban akan langsung keluar dari murid itu sendiri. Ketika Rasulullah saw bertanya Apakah engkau ingin hal itu (zina) terjadi pada ibumu? Jawaban pemuda merupakan dalil pelarangan zina untuk dirinya sendiri. Selain itu jawaban “Sekali-kali tidak! Demi Allah yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan.” Merupakan pengakuan atas kesalahan yang paling gambling. Secara rinci manfaat yang bisa kita ambil adalah:

  • Terjadinya interaksi esensial antara seorang anak didik dengan pendidiknya.
  • Pikiran anak didik akan terfokus dan terpusat pada pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan.
  • Jawaban yang menggunakan kalimat negative merupakan metode pendidikan yang ilmiah dan realistis serta menjadi hujjah atas pelanggaran terhadap perbuatan tertentu, baik secara kemasyarakatan maupun kemanusiaan

[ ] Jumlah pertanyaan Rasulullah saw yang lumayan banyak dapat menjadi dalil keyakinan yang menunjukkan keingkaran pemuda itu terhadap perbuatan zina. Mari perhatikan dialog berikut.

Rasulullah saw: Apakah engkau ingin hal itu (zina) terjadi pada ibumu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Allah yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan. (dalil pertama)

Rasulullah saw: Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada ibu mereka. Apakah engkau ingin hal itu terjadi pada saudara perempuanmu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Allah yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan. (dalil kedua)

Rasulullah saw: Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada saudari-saudari mereka. Apakah engkau ingin hal ini terjadi pada saudara perempuan bapakmu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Allah yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan. (dalil ketiga)

Rasulullah saw: Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada saudara perempuan bapak mereka. Apakah engkau ingin hal ini terjadi pada saudara perempuan ibumu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Allah yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan. (dalil keempat)

Rasulullah saw: Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada saudara perempuan ibu mereka.

Banyaknya dalil merupakan salah satu kiat pendidikan yang memperkuat hujjah dan alas an.

[ ] Di antara kiat penyembuhan yang digunakan Rasulullah saw adalah meletakkan tangannya yang mulia di dada orang yang mendapat problem. Ketika beliau meletakkan tangannya di dada pemuda tadi, dia pasti akan merasakan ketentraman serta ketenangan jiwa. Sebab, ketika itu beliau mendoakan si pemuda dengan inti doa yang mencakup pengampunan dosa, penyucian hati dan pemeliharaan kemaluan.

Pengampunan dosa dapat mengosongkan jiwa dari segala dosa dan membuka pintu baru untuk terciptanya aktivitas keimanan. Penyucian hati merupakan usaha untuk membersihkan hati dari noda-noda dosa sehingga hati menjadi bersih tanpa ada noda yang mengotorinya. Kemudian, pemeliharaan kemalun berarti menjaga kemaluan dari tindakan yang dimurkai Allah swt seperti benteng kokoh yang tinggi, jauh dari kerendahan diri.

Dengan demikian, doa Rasulullah saw bisa dikatakan sebagai doa yang sempurna dalam memecahkan permasalahan. Bercermin dari itu, tampaknya para pendidikan wajib menjadikan dosa sebagai salah satu sarana penyembuh penyakit hati anak didiknya. Rasulullah saw telah bersabda, “Ibadah yang paling utama adalah do’a” (shahih Jami’ ash-shaghir no 1108). Doa juga dapat menghubungkan hati pendidik dan anak didik kepada sang Khaliq sesuai dengan firman-Nya: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan doamu” (QS. Ghafir: 6)

Maka amalkan doa berikut agar anak dilindungi dari perbuatan zina atau kejahatan seksual:

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ وَطَهِّرْ قَلْبَهُ وَحَصِّنْ فَرْجَهُ
Allahummaghfir dzanbahu (ha)
Wathohhir qalbahu (ha)
Wahashshin farjahu (ha)

(*”hu” utk anak laki. “Ha” utk anak perempuan)

“Ya Allah ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya.”

Ini adalah doa yang diucapkan Nabi saw setelah berdialog dengan seorang pemuda yang minta ijin kepada Nabi agar diperbolehkan berzina. Setelah dialog yg mencerahkan, Nabi menempelkan telapak tangannya ke dada sang pemuda, dan berdoa seperti di atas. Semenjak itu sang pemuda tumbuh menjadi sosok yg soleh dan membenci perzinaan.

[ ] Setelah peristiwa itu, tidak lagi tersirat dalam benak pemuda tadi untuk berzina. Tidak diragukan lagi, dia akan mendayagunakan pikiran dan potensinya untuk hal yang membuahkan hasil dan memberikan manfaat bagi diri dan masyarakatnya, seperti menyibukkan diri dalam belajar, jihad, atau aktivitas lain yang membantu perkembangan sosial, ekonomi, dan politik. Potensi tersebut merupakan modal besar yang dapat diharapkan hasilnya.

(Sumber: Min Asalibir Rasul Fit Tarbiyah oleh Najib Khalid Al-‘Amr, terjemah: Tarbiyah Rasulullah, Gema Insani Press hal. 117-123)

Gus Mus yang Waras


Ada tulisan menarik dari Gus Mus yang masuk ke salah satu group WA yang saya ikuti, tulisan berjudul “Tanda Kekuatan Iman”yang menganggap Iman orang Nasrani lebih kuat daripada orang Islam dengan alasan banyak ritual Islam diperdengarkan dan disaksikan setiap hari dan Ramadhan khususnya tapi Iman mereka tidak luntur.

Tulisan ini hendaknya dikritisi karena Gus Mus bukan pedoman hidup, Pedoman hidup seorang Muslim adalah Al-Quran dan hadits.

Hidup yang mengatur adalah Allah, cinta apapun karena Allah, benci pun karena Allah. Manusia mempunyai kebebasan, tapi kebebasan itu harus sesuai aturan Allah karena diberikan oleh Allah.

Seorang muslim mengenal Allah dan hanya mematuhi perintah dan larangan Allah. Dia tahu kalau Allah membenci orang kafir karena mereka menghianati Nya, menduakanNya dan mengada-ada tentang diri-Nya.

Qul huwallahu ahad artinya: “Katakanlah bahwa Allah yang Maha Esa.” Allahu somad artinya: bahwa Allah merupakan tempat atau Tuhan untuk bergantung dari segala sesuatu yang ada di alam semesta. Lam yalid walam yulad artinya: Dia tidak beranak dan juga tidak diperanakkan. Walam yakullahu kufuwan ahad artinya: bahwa tidak ada seorang (atau makhluk) pun yang setara (sebanding) dengan-Nya.

Seorang muslim mengetahui bahwa Allah mempersiapkan neraka bagi orang yang kufur dan mensekutukan-Nya dan kerak neraka bagi orang munafiq.

Indahnya hidup dengan ‘MENGENAL’ Allah bisa diraih hanya dengan mematuhi Allah dan Rasulullah SAW sehingga hidup menjadi selamat di dunia dan akhirat.

Seorang muslim tidak ingin mengecewakan Allah maka mereka tunduk dan patuh kepada-Nya. Tidak seperti orang yang membuat imajinasi dan pemikiran demi kenyamanan diri yang dirasa benar menurutnya dan menafsirkan secara bebas tentang Allah sehingga tidak sesuai dengan ajaran-Nya atau kebablasan karena terlalu waras.

Wallahu Alam Bisshawab

Berduka Atas Kematian Ibrahim Caglar, Aktor Sayyid Ibrahim dalam Payitaht Abdul Hamid


Serial Payitaht Abdul Hamid sudah sampai pada serial ke 30 dan masih menjadi rating tertinggi di Turki. Namun di sela kabar gembira ini, ada kabar duka dari salah satu aktor dalam serial Payitaht Abdul Hamid.

Episode ke 30 dari Payitaht Abdulhamid dirulis kemarin, dan ketua Dewan Direksi ITO, Caglar, yang meninggal minggu lalu, tampil sebagai aktris tamu di episode baru ini. Ibrahim Caglar meninggal karena serangan jantung dalam beberapa jam setelah pulang dari tenpat syuting Payitaht Abdulhamid.

Ibrahim Caglar memerankan peran sebagai Sayid Ibrahim sebagai ketua kamar dagang Dar As-Sa’adah yang terkenal di Istanbul didirikan sudah lama sebelum Sultan Abdul Hamid memimpin. Dalam dunia nyata dia pun dikenal sebagai pebisnis yang sukses dengan 400.000 anggota, meski demikian kolega mengenalnya sebagai orang yang ramah dan tawadhu dalam posisinya yang tinggi di dunia nyata.

Semoga amal dan kebaikannya diterima di sisi Allah.

Pengertian dan Cara Membentuk Mindset


Mindset adalah posisi atau pandangan mental seseorang yang mempengaruhi pendekatan orang tersebut dalam menghadapi suatu fenomena. Mindset terdiri dari seperangkat asumsi, metode, atau catatan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok yang tertanam dengan sangat kuat. Menurut Mulyadi (2007:71), mindset merupakan sikap mental mapan yang di bentuk melalui pendidikan, pengalaman dan prasangka.

Menurut Gunawan (2007:14), mindset adalah beliefs that affect somebody’s attitude; a set of beliefs orang a way of thinking that determine somebody’s behavior and outlook (kepercayaan-kepercayaan yang mempengaruhi sikap seseorang; sekumpulan kepercayaan atau suatu cara berpikir yang menentukan perilaku dan pandangan, sikap, dan masa depan seseorang).

Komponen Mindset

Mindset terdiri dari tiga komponen pokok (Carol S Dweck, 2006), yaitu:

a. Paradigma

Paradigma adalah cara yang digunakan oleh seseorang di dalam memandang sesuatu. Paradigma merupakan sistem keyakinan dasar atau cara memandang dunia yang membimbing peneliti tidak hanya dalam memilih metode tetapi juga cara-cara fundamental yang bersifat ontologis dan epistomologis.

Suatu paradigma dapat dipandang sebagai seperangkat kepercayaan dasar (atau yang berada di balik fisik yaitu meta-fisik) yang bersifat pokok atau prinsip utama. Suatu paradigma dapat dicirikan oleh respon terhadap tiga pertanyaan mendasar yaitu pertanyaan ontologi, epistomologi, dan metodologi (Guba, 1990:18).

b. Keyakinan Dasar

Keyakinan Dasar adalah kepercayaan yang dilekatkan oleh seseorang terhadap sesuatu. Jika kita mengerjakan sesuatu yang kita yakini, kita akan mengerjakan sepenuh hati. Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Jika keyakinan tidak ada maka keraguan akan muncul, dan kesalahan akan sering kali menghalangi. keyakinan sangat penting dalam kehidupan seperti keyakinan dalam memeluk agama (Nova, 2011).

c. Nilai Dasar

Nilai Dasar adalah sikap, sifat, dan karakter yang dijunjung tinggi oleh seseorang, sehingga berdasarkan tersebut nilai-nilai tersebut seseorang dibatasi. Nilai atau value adalah kepercayaan atau keyakinan yang di praktekan dalam bentuk tingkah laku oleh orang dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat 10 tipe nilai yang disebut sebegai motivational type of value yaitu: Power, achievement, hedonism, stimulation, self-direction, universalism, traditional, conformity, dan security.

Jenis-jenis Mindset

Carol Dweck (2006) menyatakan bahwa terdapat dua macam Mindset, yaitu:

a. Fixed Mindset (Mindset Tetap)

Mindset tetap (Fixed mindset) ini didasarkan pada kepercayaan bahwa kualitas-kualitas seseorang sudah ditetapkan. Jika seseorang memiliki sejumlah inteligensi tertentu, kepribadian tertentu, dan karakter moral tertentu.

Ciri-ciri dari orang dengan mindset tetap (fixed mindset) adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki keyakinan bahwa inteligensi, bakat, sifat adalah sebagai fungsi hereditas/keturunan.
  2. Menghindari adanya tantangan.
  3. Mudah menyerah.
  4. Menganggap usaha tidak ada gunanya.
  5. Mengabaikan kritik.
  6. Merasa terancam dengan kesuksesan orang lain.

b. Growth Mindset (Mindset Berkembang)

Mindset berkembang (growth mindset) ini didasarkan pada kepercayaan bahwa kualitas-kualitas dasar seseorang adalah halhal yang dapat diolah melalui upaya-upaya tertentu. Meskipun manusia mungkin berbeda dalam segala hal, dalam bakat dan kemampuan awal, minat, atau temperamen setiap orang dapat berubah dan berkembang melalui perlakuan dan pengalaman.

Ciri-ciri dari orang dengan mindset berkembang (growth mindset) adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki keyakinan bahwa intelegensi, bakat, dan sifat bukan merupakan fungsi. hereditas/keturunan.
  2. Menerima tantangan dan bersungguh-sungguh menjalankannya.
  3. Tetap berpandangan ke depan dari kegagalan
  4. Berpandangan positif terhadap usaha.
  5. Belajar dari kritik.
  6. Menemukan pelajaran dan mendapatkan inspirasi dari kesuksesan orang lain.

Cara Membentuk Mindset

Untuk membentuk mindset dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Trendwatching. Pada tahap ini manajemen puncak melakukan pengamatan berbagai tren pemacu perubahan yang akan terjadi di masa depan. Terdapat empat pemacu perubahan yang berdampak terhadap lingkungan organisasi.
  2. Envisioning. Envisioning adalah kemampuan kita untuk menggambarkan dampak perubahan dalam lingkungan bisnis yang diakibatkan oleh berbagai pemacu perubahan yang telah di amati dalam trendwatching.
  3. Perumusan Paradigma. Oleh karena lingkungan organisasi di gambarkan karakteristiknya sebagai lingkungan di dalamnya customer, maka paradigma yang sesuai dengan lingkungan customer value strategy, suatu pandangan untuk bertumbuh di tentukan oleh kemampuan organisasi tersebut dalam menyediakan value terbaik bagi customer.
  4. Perumusan Mindset. Mindset terdiri dari tiga komponen: paradigma, keyakinan dasar dan nilai dasar. Oleh karena itu, dalam merumuskan mindset, setelah paradigma dirumuskan, kemudian dirumuskan keyakinan dasar dan nilai dasar yang sesuai dengan paradigma tersebut. Berdasarkan paradigma customer value strategy, kemudian dibangun customer value mindset dan berdasarkan paradigma pula continious improvement dibentuk dalam dua mindset: continious improvement mindset dan opportunity mindset.

Daftar Pustaka

  • Adi W. Gunawan. 2007. The Secret of Mindset. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Mulyadi. 2007. Sistem Perencanaan dan Pengendalian Menejemen. Salemba Empat. Jakarta.
  • C. S. Dweck. 2006. Mindset: The New Psychology of Success. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.
  • Guba. Egon. 1990. The Paradigm DiaIog. London Sage.
  • Nova, Firsan. 2011. Crisis Public Relatons Bagaimana PR Menangani Krisis Perusahaan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Ditulis ulang dari kajianpustaka.com

Ikut Serta di Aksi Bela Palestina


Saya berangkat setelah Subuh bersama istri ke stasiun lenteng, kemudian naik kereta jurusan stasiun Juanda, dari situ saya berjalan sebentar menuju monas, alhamdulillah jam 6 pagi sudah duduk di tengah kerumunan peserta aksi.

Senang sekali bisa ikut serta bersama umat Islam lain berkumpul di Monas menyerukan kebebasan Palestina.

Acara berjalan dengan lancar dan penuh khidmat, cuaca mendukung, tidak panas juga tidak hujan deras dan lebih sering berawan membuat suasana lebih damai. Tak terbayangkan, bisa terkumpul umat Islam sebanyak itu dengan satu tekad untuk membebaskan Palestina.

Ketika di Monas kita berjanji untuk membela Palestina, semoga janji itu terus kita ingat sampai pulang dan keseharian kita, hati bergetar kala yang didepan membimbing ikrar membela Palestina karena ini bukan perkara kecil, kita membawa nama Allah dalam ikrar kita dan bukan hanya di mulut tapi butuh bukti nyata.

Hal sederhana yang bisa saya lakukan sekarang untuk membela Palestina adalah mengurangi belanja dan konsumsi produk Yahudi, donasi perjuangan, menyebarkan info dan perkembangan Palestina dan terakhir doa.

Langkah kecil ini tidak sebanding dengan mereka yang telah berjuang, namun semoga menjadi catatan amal bahwa kita memiliki kepedulian kepada saudara di Palestina.

%d bloggers like this: