Perubahan Opsi Berbagi dari WordPress.com ke Facebook dan Twitter


Bagi pengguna WordPress.com pasti sudah terbiasa menggunakan tombol berbagi ke sosial media seperti Facebook dan Twitter karena terbukti sangat memudahkan kita berbagi secara otomatis kepada anggota pertemanan di sosmed kita.

Kabar terbaru dari WordPress bahwa mulai awal Agustus ini, berbagi langsung dari Facebook lewat Publicize sudah tidak digunakan lagi, sebagaimana ditulis Mark Armstrong di blognya.

Kalau di Twitter sudah beberapa minggu ini saya dapatkan ketika menjadi admin dan membuka blog, di atas twitter tertulis keterangan, mulai 27 Juli 2018 tapak masa twitter takbisa menampilkan twit lagi.

Lalu bagaimana kita mau sharing ke FB atau twitter? Kembali ke cara lama yaitu dengan mencopas tautan dan membaginya di laman Facebook dan Twitter.

Bagi saya ini menjadi tantangan baru agar kita tidak langsung mencopas tautan dan membaginya, terkadang pembaca merasa terganggu dengan tautan kita dan kalau kita berikan sedikit kalimat yang membuat rasa ingin tahu, barangkali mereka tertarik membaca lebih jauh.

Data Statista 2016 mengungkapkan bahwa dalam mengkonsumsi berita, 41 persen responden dunia mengaku bahwa mereka hanya membaca daftar judul saja. Jumlah ini tentu cukup besar.

Selain itu, ILScience.com pernah melakukan uji coba perihal pembagian tautan di media sosial. Sebuah artikel berjudul Marijuana Contain ‘Alien DNA’ From Outside Of Our Solar System, NASA Conforms yang mereka buat, tapi tidak mengandung pembahasan soal DNA, alien, atau ganja dalam isi artikel, tapi justru telah dibagikan hingga lebih dari 160 ribu kali di media sosial.

Ini menandakan bahwa orang-orang yang membagikan berita tersebut tidaklah benar-benar menyimak isi artikel. Maka dengan memberikan sedikit keterangan artikel, barangkali lebih banyak mengundang pembaca.

Keep blogging. []

8 Tahun Ngeblog


Alhamdulillah, setiap memasuki awal bulan Mei, saya hampir selalu mengingatnya sebagai bulan pertama saya ngeblog di WordPress. Bagi saya spesial karena ngeblog di WordPress itu menyenangkan.

Bulan Mei 2018 ini adalah jejak saya ke 8 tahun ngeblog. Waktu itu saya mulai buat akun WordPress karena disarankan oleh Ust Zain AnNajah agar setiap siswa membuat akun blog, kemudian saya membuat blog ini untuk menyimpan tugas kuliah dan lama kelamaan makin ketagihan dan terus bertahan sampai sekarang.

Beriring waktu, blog ini juga menjadi tempat saya menulis diary atau refleksi hidup yang saya dapatkan dari kajian, bacaan dan perenungan.

Jika ada yang bertanya kenapa saya terus bertahan menulis di blog? Jawaban saya sederhana, selain merapikan file juga menjadi step sebelum ke penulisan yang lebih tinggi yaitu menulis buku.

Ya, keinginan terbesar saya beberapa tahun ini adalah menulis buku tentang konsep dan pendidikan karakter yang saya sarikan dari kajian atau seminar Ust Arifin Jayadiningrat. Sudah 4 tahunan saya menjadi asisten pribadi beliau, menemani kajian dan membuat presentasi pelatihan dan seminar adalah kegiatan saya setiap hari.

Namun dua tahun ini saya izin untuk kuliah lagi dengan harapan bisa belajar lebih mendalam tentang metodologi menulis karya ilmiah yang baik. Harapannya setelah kuliah ini saya punya bekal kepenulisan yang bagus dan bisa menuliskan konsep Ust Arifin Jayadiningrat dalam sebuah buku. Lebih dari itu, saya dan Ust Arifin Jayadiningrat bisa menulis bareng dimana beliau konseptornya dan saya ke penulisan.

Hal yang menggembirakan tentang blog sederhana ini, kunjungan terus meningkat. Kunjungan perhari di atas 3.500 dengan 3 pengunjung terbanyak adalah Indonesia, Canada dan Amerika.

Artikel yang paling banyak dikunjungi sementara ini tentang Kurtilas, Penciptaan Alam, Film Payitaht Abdul Hamid, Tasawuf dan Humaira.

Terima kasih atas kunjungan Anda semua di blog saya. Semoga banyak manfaat yang diambil dari sini. Jangan sungkan untuk memberikan kritik dan saran atas tulisan-tulisan yang saya posting di blog ini.

Dan terima kasih kepada WordPress sudah menjadi teman selama 8 tahun ini. 💖💖💖

Merubah Settingan Penulisan dari Kanan ke Kiri di WordPress


WordPress sudah melakukan update terbaru di sistemnya dengan menambahkan settingan penulisan dari Kanan ke Kiri seperti penulisan Arab dan Hebrew.

Tentunya ini mempermudah saudara kita daerah Timur Tengah untuk menulis dengan style mereka.

WordPress secara otomatis akan mendeteksi bahasa yang digunakan dan merubah tampilan bahasanya. Jika anda yang merubah sendiri juga bisa yaitu membuka opsi berikut: Me → App Settings → Interface Language.

Halaman di dashboard tidak akan berubah menjadi settingan Kanan ke Kiri, tapi ketika melihat hasil tampilan blog, nampak seperti di bawah ini.

Settingan Bahasa dari Kanan ke kiri: Bahasa Arab. Terlihat jelas beberapa settingan Twitter, category dan lainnya menjadi bahasa Arab.

Semoga informasi sederhana ini bermanfaat untuk teman WP dimanapun berada.

Tetap Bertahan dengan WordPress.Com


Menulis di blog memiliki fleksibilitas yang tinggi dibandingkan dengan profil yang dibuat di media sosial seperti facebook, linkedin, twitter, Google +, dan banyak yang lain. Menulis di blog bisa menjadi satu cara mengelola ilmu pengetahuan (knowledge management) ilmu dan pengalaman yang kita dapatkan di simpan di blog, sehingga memudahkan kita mencarinya sewaktu dibutuhkan.

Seperti yang saya ceritakan kemarin, setelah beberapa waktu nge-blog, Saya berencana membuat blog sederhana ini lebih bagus, salah satunya dengan berpindah tema, dan saya memilih tema GeneratePress yang dikenal ringan dan simpel.

Tidak semudah yang dibayangkan, tema GP ini gak ada di daftar tema yang free di dashboard WP, saya harus membelinya dari pihak luar.

Ketika istri mengetahui rencana saya ganti tema blog, dia bertanya, “Kenapa tidak sekalian upgrade menjadi .com? Kan kalau .com keren”

Dan jawaban saya: “Ya akhiran .com keren.. Tapi saya merasa merasa belum butuh pindah jadi.com. Saya berpikir tiap tahun kita harus menyisihkan uang tahunan untuk membayar jasa sewa hosting dan lebih jauh lagi, kalau saya meninggal nanti, siapa yang mau membayar untuk perpanjang domain? Kalau tidak ada yang bayar domain nanti tulisan saya hilang.

Saya ingin blog sederhana ini tetap ada walaupun saya sudah meninggal, biar bisa dibaca anak cucu dan siapa tahu tulisan saya jadi amal jariah. Jadi saat ini masih bertahan dengan wordpress.com.”

Sekian diary saya kali ini. Btw, teman teman ada yang tahu jasa install web dengan biaya murah di Jakarta?

Pindah Tema Blog dari Digg 3 Column ke GeneratePress


Sejak awal menggunakan blog saya sudah memakai tema Dig Column dengan pertimbangan tampilan background putih, sederhana dan punya 3 kolom. Alhamdulillah belum ada komplain dari saya atau pembaca. Seiring pembaca yang semakin bertambah saya ingin merubah tema blog ke tema yang lebih ringan dan cepat.

Memilih sebuah tema kadang cukup menghabiskan waktu. Banyak hal yang menjadi acuan, mulai dari macam themes yang ingin kita gunakan (blogging, magazine atau fotografi), posisi dan jumlah widget, header, jenis huruf hingga faktor pribadi seperti warna kesukaan. Saya konsultasikan perpindahan thema pada teman saya mas Vatih Ibrahim, dan dia usulkan kepada saya untuk mengganti tema ke GeneratePress.

Setelah googling saya mendapatkan keterangan bahwa Generate Press adalah tema WordPress yang cepat, ringan (kurang dari 1MB di-zip), responsive menyesuakan mobile dengan menitik beratkan pada kecepatan, SEO, dan kemudahan penggunaan. GP dapat dipakai sebagai dasar yang kokoh untuk pembuatan website apa saja, dan bekerja dengan sangat baik dengan berbagai page builder favorit.

Dibuat oleh Tom Usborne, seorang suami dengan satu anak bernama Leah yang tinggal di Vancouver, menjadi bagian dari WP 8 tahun yang lalu dan membuat web sejak umur 11 tahun.

GP ini merupakan hasil pengalamannya membantu para pengguna menggunakan website, dan akhirnya dia kumpulkan semuanya di web GP ini. GP sudah diunduh oleh lebih dari 500 ribu unduhan, rating bintang di WordPress.org dan punya lebih dari 15.000 customer.

Melihat review yang bagus ini saya jadi semangat untuk ganti tema, namun sayang waktu buka lama tema di dashboard tema ini tidak tampil. Saya sedang menanyakan mas Vatih bagaimana mengganti tema ke GP, kalau tidak free dan harus berbayar bagaimana syarat dan ketentuannya, menimbang saya belum pernah menggunakan tema yang premium dan berbayar.

Terakhir, saya mendapatkan info tips memilih tema WordPress Premium, semoga bisa bermanfaat jika ada pembaca yang ingin menggunakan tema premium.

Harga Themes

Ada baiknya sebelum menentukan pilihan kita juga memperhatikan harga themes yang akan kita beli. Agar jika kita nanti kecewa dengan performa themes itu kita tidak terlalu merasa kecewa.

Kemudahan Customisasi

Themes premium dari berbagai developer hadir dalam bermacam keunggulan masing – masing yang ingin ditonjolkan developernya. Salah satu hal yang pastinya ingin kita lakukan pada themes yang kita beli adalah kustomisasi designnya agar lebih mencerminkan identitas kita. Pastikan themes yang menjadi incaran kita sudah mendekati themes yang kita inginkan. GeneratePress termasuk themes yang punya kemampuan kustomisasi yang flexible.

Komunitas yang Besar

Tiap developer Themes WordPress Premium memiliki user yang berbeda – beda. Salah satu penanda sebuah themes bagus atau tidak adalah dengan melihat jumlah pengguna produknya. Bisa dibuka infonya di WordPress.org.

Sekian info rencana perpindahan tema blog saya, sampai nanti pindahan saya tetap bertahan dengan Digg 3 Coloumn.

WordPress.com + Google Photos


Sekarang di WordPress.com kita sudah bisa mengkoneksikan WP dengan Google Photos dan upload foto ke WP seperti dari Gallery.

Info lengkapnya bisa ansa baca di link ini: https://en.blog.wordpress.com/2017/09/26/upload-once-blog-anywhere-photos-from-google/

Koneksi keduanya sangat membantu karena Google photos sudah digunakan sekitar 500 juta orang dan WP lebih dari 75 Juta.

Saya coba fitur ini di WP Android, namum belum saya temukan icon untuk koneksi ke Google Photos meskipum sudah saya update versi Android WP saya.

Kemungkinan fitur ini baru ada di versi desktop dan belum ada di versi Android. Kita tunggu saja perkembangannya.

WordCamp Jakarta 4 November 2017


Pertama kali kenal WordPress dari Bapak Romi Satrio Wahono lewat bukunya ‘Dapat apa sih dari Universitas?’ yang saya beli waktu ada pameran buku di Jakarta. Di buku itu beliau menuliskan tentang knowledge management, bagaimana mengelola ilmu pengetahuan dan menurut dia, bisa dilakukan dari hal sederhana dengan menuliskan apa yang kita lakukan, apa yang kita pelajari di dalam blog, di bahasan lain juga menyebutkan blog sebagai sarana personal branding.

Kemudian mulai tertarik dengan WordCamp sejak follow blog Luca Sartoni, dan melihat keseruan dia dan teman temannya di WordCamp Eropa, asyik sekali bisa berbagi ilmu pengetahuan, inspirasi dengan basis open source, dimana banyak pengembang seluruh dunia ikut terlibat.

Berita baiknya, WordCamp akan diadakan kembali di Jakarta. Infonya bisa dilihat di web ini.

Acaranya di Jakarta di tempat ini.

Waktu tahu infonya saya langsung buka web, belum ada info apa apa, hanya ada form ISI nama dan email agar nanti dapat dikirimkan informasi event, langsung saya isi. Semoga nanti bisa ikut.

%d bloggers like this: