Al-Qur’an Tarjamah Tafsiriyah (QTT) An Nabawi


Untuk memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an melalui terjemahan yang lebih mudah, tepat dan mencerahkan. Sesuai rekomendasi para pakar dan akademisi dengan memperhatikan kaidah-kaidah ilmu tafsir.

Tujuan :
1) Memahami makna Al-Qur’an melalui terjemahan yang benar dan tepat sesuai dengan maksud ayat, untuk masyarakat luas.
2) Agar umat Islam dapat memperoleh akses yang mudah untuk memahami makna ayat Al-Qur’an dengan baik dan benar, khususnya bagi masyarakat awam.

UNDUH APLIKASI (GRATIS)
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.annabawy.qtt

QTT An Nabawi terbagi dalam 2 versi, yaitu:

Versi Gratis

  1. Membaca Al Qur’an digital dengan font utsmani terbaru.
  2. Membaca Terjemahan Al Qur’an Tarjamah Tafsiriyah.
  3. Dapat mencari kata tertentu pada terjemahan ayat.
  4. Dapat menandai ayat tertentu dan menyimpanya.
  5. Dapat berbagi terjemahan Tafsiriyah dalam bentuk gambar.
  6. Dapat mengakses index tematik Al Qur’an Tarjamah Tafsiriyah secara terbatas 10 angka pada setiap judulnya.

Versi Pro

  1. Membaca Al Qur’an digital dengan font utsmani terbaru.
  2. Membaca Terjemahan Al Qur’an Tarjamah Tafsiriyah.
  3. Dapat mencari kata tertentu pada terjemahan ayat.
  4. Dapat menandai ayat tertentu dan menyimpanya.
  5. Dapat meng-copy serta berbagi terjemahan Al Qur’an Tarjamah Tafsiriyah dalam bentuk text maupun gambar.
  6. Dapat mengakses index tematik Tarjamah Tafsiriyah secara keseluruhan.

Aplikasi Mutabaah Tahfidz Alquran untuk Memonitor Hafalan


Dalam melaksanakan program tahfiz alquran, mengevaluasi hafalan alquran peserta didik yang dicatat dalam buku mutabaah merupakan hal yang penting karena suatu program tidak akan berjalan dengan baik ketika tidak adanya suatu pemantauan/monitoring. Dengan buku mutabaah ini guru tahfidz dapat mengevaluasi hafalan murid dengan penilaian tertentu sesuai kemampuan hafalan siswa.

Beberapa hari yang lalu saya telah membuat buku mutabaah atau monitoring hafalan untuk santri tahfidz notaris muslim Indonesia yang berada di daerah Pasir Datar, Sukabumi. Dan saya kemudian berpikir untuk merubah buku ini ke dalam bentuk aplikasi atau sofware yang mudah dijalankan dan tidak membuang terlalu banyak kertas.

Dari hasil pencarian di internet, saya menemukan satu jurnal penelitian dari Eka Haryanto dan Rinda Cahyana dari STT Garut tentang pengembangan aplikasi Mutabaah Tahfidz Alquran untuk Mengevaluasi Hafalan.

Mutaba’ah berasal dari bahasa arab yang berarti evaluasi. Evaluasi merupakan proses perbandingan, penilaian/ assessment antara standarisasi dengan fakta dilapangan dengan hasil analisnya. Mutabaah juga bisa berarti usaha untuk menganalisis dan memonitor hasil sebuah pekerjaan dan menilainya.

Monitoring merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengawasi atau memantau proses dan perkembangan pelaksanaan program yang terkait implementasi kurikulum madrasah.

Dari penjelasan di atas, maka dapat diambil pengertian bahwa buku mutaba’ah adalah sebuah hasil dari pikiran tentang evaluasi suatu program yang hasilnya itu terwujud dalam sebuah karya berupa lembaran-lembaran yang disusun menjadi satu kesatuan.

Ini adalah gambaran aplikasi mutabaah dari E. Haryanto. Terlihat masih sederhana dan mencakup pada sabak atau hafalan baru.

contoh data evaluasi hafalan

Adapun buku mutabaah yang saya buat untuk santri NMI dengan mengikuti metode hafalan baru, murajaah baru dan murjaah lama (sabak, sabki, dan manzil).

Akan lebih bagus jika aplikasi di atas dimodofikasi sesuai kebutuhan pesantren tahfidz murni yang fokus pada menghafal Alquran setiap harinya.

Sumber:

E. Haryanto and R. Cahyana, “PENGEMBANGAN APLIKASI MUTABAAH TAHFIDZ ALQURAN UNTUK MENGEVALUASI HAFALAN”, algoritma, vol. 12, no. 1, Aug. 2015. link

Cari Hadis Online: Situs untuk mencari Hadis dan Terjemahnya dengan mudah


Pada postingan sebelumnya, saya sering menulis review beberapa aplikasi tentang Alquran yang bisa digunakan untuk belajar membaca, menghafal, mencari ayat dan menyisipkan ayat Alquran dalam artikel seperti aplikasi Alfanous, Quran Gateway, Al-Fatihah Center, Android Alquran, Aplikasi Ayah, Bahits Al-Quran, Huda.id, Lafdzi, Quthrubi,

Dari beberapa aplikasi yang telah saya review masih sedikit aplikasi yang menyediakan bantuan terjemah online tentang hadis. Situs penyedia terjemahan ternyata tidak gratis alias berbayar contohnya Aplikasi Hadis 9 Imam dan sekarang versi online-nya sudah tidak ada lagi.

Kali ini saya akan mereview situs penyedia hadis dan terjemahan yang bagus dan dibuat oleh orang Indonesia. Situs ini bisa dikunjungi di alamat berikut: http://carihadis.com/

Saya mencoba langsung praktik menggunakan situs ini dan memberikan hasil gambar dari pencarian saya. Sebelum melakukan pencarian, berikut ini ada beberapa petunjuk pencarian sebagaimana disampaikan admin carihadis.

Petunjuk Pencariannya sebagai berikut

  • Mesin pencari akan mencari teks yang dimasukkan tanpa memedulikan karakter sebelum maupun sesudahnya.
  • Pilihlah kata yang unik supaya hasil pencarian lebih akurat.
  • Semakin sedikit kata yang dimasukkan, semakin banyak hasil pencarian.
  • Untuk pencarian teks Arab, hindari sebisa mungkin tasykil/syakal seperti harokat fathah, kasrah, dhammah, sukun, tasydid dan sebagainya.
  • Mesin pencari akan membedakan hamzah washal dengan hamzah qatha’ sehingga ا berbeda dengan أ atau إ.

Pencarian Hadis Berdasarkan Teks

Berikut ini saya coba mencari teks hadis berdasarkan teks dengan menuliskan kata “Niat” kemudian klik Cari!

Hasilnya terdapat beberapa kitab hadis yang terdapat kata ini

Pencarian Hadis Berdasarkan Nomor

Pencarian hadis juga bisa dilakukan berdasarkan nomor. Fitur ini memungkinkan kita bisa langsung membuka kitab tertentu dan halaman tertentu secara langsung tanpa mengetahui isi teks di dalamnya. Fitur ini juga memudahkan pengecekan teks atau hadis tertentu pada sebuah kitab yang sudah diketahui nomornya.

Misalnya, saya ingin mengecek kitab Riyadhus Shalihin nomor 14, maka saya cukup memilih kitab dan memasukkan angka tersebut di kolom yang tersedia, lalu saya tekan tombol “Cari!”.

Saya klik nama kitabnya kemudian terdapat halaman ini, pada pilihan nomor dalam kitab saya tuliskan no 14

Kemudian hasilnya seperti ini

Pencarian Hadis Berdasarkan Nama Kitab dan Teks

Pencarian teks hadis bisa dilakukan untuk satu kitab tertentu. Misalnya, saya ingin mencari kata “Niat”dalam kitab Riyadhus Shalihin saja, maka anda tinggal memilih kitab Shahih Bukhari pada pilihan nama kitab dan memasukkan kata “Niat”pada kotak teks, lalu klik “Cari!”.

Hasilnya seperti ini.

Hasil pencarian ditunjukkan dengan blok kuning warna merah.

Di halaman utama web carihadis juga diberikan tautan ke situs baheth.info yang sangat berguna untuk menjadi kamus online bahasa Arab dengan rujukan kitab-kitab sumber yaitu Lisanul Arab, Maqayiisul Lughah, Ash-Shihhah fil Lughah, al-Qamus al-Muhith dan al-Lubab al-Zaakhir.

Saya coba mencari teks النية di halaman ini

Dan hasilnya bisa dicek di tautan ini: http://baheth.info/all.jsp?term=%D8%A7%D9%84%D9%86%D9%8A%D8%A9

Selain baheth.info, di halaman utama carihadis juga ada link atau tautan ke sunnah.one. Hasil pencariannya sangat bagus dan mendalam, cocok bagi Anda yang punya pemahaman bahasa Arab yang bagus.

Berikut tampilan sunnah.one

Mencari Biografi Perawi Hadis dengan Bantuan The Hadith Trasnmitter Encyclopedia


Dahulu ketika belajar di Pesantren Nurul Hadid, Cirebon, di kelas tiga SMA atau kelas Niha’i ada pelajaran tentang Ilmu Musthalah Hadits yaitu cabang dalam ilmu hadis yang mempelajari pokok dan kaidah yang dipakai untuk mengetahui kondisi sanad dan matan hadis dari sisi diterima atau ditolak. Manfaat ilmu ini bisa membedakan hadis yang kuat dan hadis yang lemah. Rujukannya adalah buku Ilmu Hadis Praktis dalam bahasa Arab karya Dr. Mahmud Thahhan.

Di akhir kelas tahun, saya dan teman-teman mendapatkan tugas untuk meneliti sanad atau rantai periwayat hadis. Saya ingat waktu itu meneliti hadis tentang Qaabidh álal Jamri yaitu hadis Nabi tentang keadaan akhir zaman yang memegang teguh agama laiknya memegang bara api.

Terkait dengan sanad, kami mencermati hadis yang diteliti pada keutuhan sanad, jumlahnya dan para perawinya. Kitab babon yang jadi rujukan adalah kitab “Al-Mu’jam Al-Mufahros Li Alfazhi Al-Hadits An-Nabawi” adalah kitab indeks hadis Nabi yang disusun untuk mengefisienkan pencarian lafaz-lafaz hadis Nabi berdasarkan topik. Ada 9 (sembilan) kitab hadis yang menjadi sumber indeks ini yaitu: Kutub Sittah (Bukhari, Muslim, An-Nasai, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah), Muwattho’ Malik, Musnad Ahmad, dan Musnad Ad-Darimi. Indeks itu terdiri dari 8 jilid dan disusun dalam rentang waktu antara 1916-1988 atau sekitar 72 tahun. Publikasi dilakukan oleh orientalis bernama Arent Jan Wensinck Profesor bahasa Arab dan sejarawan di Universitas Leiden yang dibantu oleh Fuad Abdul Baaqi yang selanjutnya membuat
kitab “Al-Mu’jam Al-Mufahros Li Alfazhi Al-Quran” .

Dari kitab “Al-Mu’jam Al-Mufahros Li Alfazhi Al-Hadits An-Nabawi” ini kemudian kami merujuk ke kitab-kitab asli yang ada di perpustakaan. Kemudian menuliskan tiap perawi dalam jalur atau pohon sanad. Selanjutnya menuliskan beberapa keterangan dari para ulama tentang hadis tersebut. Sejauh yang saya ingat, pembelajaran kami hanya sampai disitu. Namun, ilmu yang didapatkan sangat berharga, bagaimana saya dan teman-teman bisa merasakan susah payahnya meneliti satu hadis, lalu bagaimana para peneliti hadis yang meneliti ratusan bahkan ribuan hadis.

Terkait dengan mengetahui biografi perawi hadis, sekarang ada aplikasi web yang bisa digunakan untuk mempermudah proses ini. Aplikasi ini bernama The Hadith Trasnmitter Encyclopedia atau موسوعة رواة الحديث yang dibuat oleh seorang peneliti bernama Ikram Hawramani.

https://platform.twitter.com/widgets.js

Link web bisa di klik disini:
http://hadithtransmitters.hawramani.com/

Saya mencobanya dengan menuliskan nama أبو موسى الأشعري

Tertulis banyak nama yang sesuai dengan Abu Musa Al-Asyári. Kemudian di bawahnya tertulis biografi dari kitab-kitab.

Sekian info dari saya…hanya sedikit share dan review yang semoga memberikan manfaat.

Ramadhan Kareem. Semoga Ramadan ini menjadi madrasah yang menempa diri menjadi lebih baik setelah Ramadan.

Harakat, Aplikasi Pemberi Harokat Otomatis di Android


Harakat di Google Play Store

Sebelum Anda membaca ulasan tentang aplikasi Harokat Otomatis ini, ada baiknya kita belajar sebentar tentang sejarah Harakat. Siapakah orang pertama yang memberikan harakat dalam Al-Quran? Sehingga kita umat Islam di seluruh dunia bisa dengan mudah membaca dan memahami Al-Quran.

Di zaman Khalifah Utsman ra, tulisan mushaf al-Quran belum diberi harakat karena pada umumnya kaum muslimin di zaman sahabat, paham bahasa fushah (bahasa arab fasih). Sehingga mushaf yang diterbitkan di zaman khalifah Utsman ra, ditulis tanpa harakat dan bahkan belum ada titik-titik huruf. Bagi orang yang tidak memahami bahasa arab yang asli, huruf ba’, ta, dan tsa’ bentuknya sama. Namun bagi para sahabat, dan mereka yang memahami karakter asli bahasa arab, bisa membedakan huruf-huruf itu.

Dalam kitab an-Nuqath al-Mathbu’ ma’a al-Muqni’, hlm. 129, disebutkan bahwa orang yang pertama kali membubuhkan harakat dan tanwin dalam kalimat bahasa arab adalah Abul Aswad ad-Duali. Ini beliau lakukan ketika beliau menulis sebuah buku tentang belajar bahasa arab, dalam rangka meluruskan kekeliruan kalimat bahasa arab yang umumnya diucapkan masyarakat. Ada juga yang mengatakan, Orang yang pertama memberi harakat dan tanwin adalah Nashr bin Ash al-Laith.

Di kalangan penuntut ilmu, nama Abul Aswad ad-Duali yang lebih dikenal sebagai peletak dasar Harakat dan Tanwin. Berasal dari Bani Kinanah dan dijuluki Bapak Bahasa Arab.

Harakat menjadi masalah penting bagi orang yang ingin belajar bahasa Arab agar bisa membaca dengan benar dan menghasilkan makna dan pemahaman yang benar terhadap teks. Melihat hal ini, saya tertarik untuk mengeksplore aplikasi-aplikasi yang bisa membantu belajar bahasa Arab.

Sebelumnya saya pernah menulis tentang Harakat.ae yaitu aplikasi online yang bisa digunakan untuk memberikan harokat secara otomatis. Aplikasi ini masih terus dikembangkan untuk menjadi lebih baik lagi. Jika sebelumnya masih dalam bentuk aplikasi online, sekarang sudah bisa didapatkan Google Play Store dan bisa diunduh langsung di HP.

Aplikasi ini dibuat oleh Multillect yang membantu memproses teks tanpa harakat dalam bahasa Arab. Aplikasi semacam itu akan sangat berguna bagi pelajar bahasa Arab yang ingin memperdalam pengetahuan mereka tentang sastra atau yang ingin membaca teks dalam bahasa Arab.

Dengan aplikasi ini, belajar bahasa Arab menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

Semoga ulasan ini bermanfaat dan memudahkan pembaca yang sedang belajar bahasa Arab. Menjelang Ramadan, mari perbanyak amal dan persiapan agar bulan puasa nanti lebih produktif, salah satunya dengan belajar bahasa Arab.

Untuk mengunduhnya, sila ketik ‘Harakat’ di Google Play Store anda atau klil tautan ini.

Mencoba Harakat

Saya mencoba install Harakat di Redmi 5 saya dan menulis salam dalam bahasa Arab, hasilnya tidak mengecewakan dan sangat membantu.

Mencoba menulis Salam dalam bahasa Arab

Fitur lainnya:

  • Translator dari bahasa Arab ke Inggris dan kebahasa lainnya termasuk bahasa Indonesia.
  • Ada Save Image, yang bisa kita jadikan status gambar di FB atau Twitter.
  • Google Speak
  • Share with ke akun sosial media
  • Copy dan Paste

Selebihnya sila eksplore sendiri. Jangan lupa komen ya dan kasih bintang 5 untuk developer dari Multilect Harakat.

Terima kasih

Qurán Gateway, Alat Riset Al-Quran Paling Canggih di Dunia


Beberapa tahun yang lalu saya menulis review tentang alat digital Al-Quran bernama Alfanous Quranic Search Engine yang berfungsi laiknya Google untuk Al-Quran. Semua tulisan saya tentang Alfanous bisa dilihat di link ini. (Alfanous).

Jika anda seorang pemelajar Al-Quran atau Islamic Studies dan ingin mendalami ayat-ayat Al-Quran dengan bantuan aplikasi atau tool yang canggih, saya persilakan anda menggunakan tool Qurán Gateway yang dikembangkan oleh para peneliti di Oxford University.

Alat ini menyediakan basis data yang diperlukan untuk studi teks Al-Qur’an termasuk database yang ditandai secara morfologis, grafik, grafik, dan foto-foto manuskrip.

Pada tahun 2014, sekelompok kecil spesialis dalam Islam dan teks Al-Qur’an memperhatikan perlunya membuat edisi digital untuk studi Al-Qur’an. Dua tahun berikutnya, mereka mulai membayangkan bagaimana mereka dapat mengubah pekerjaan mereka menjadi alat digital yang bermanfaat bagi komunitas ilmiah dan awam secara lebih luas, untuk membuat segalanya menjadi lebih mudah bagi peneliti berikutnya.

Mereka memperhatikan bahwa walaupun sudah ada banyak perangkat lunak berkualitas tinggi yang tersedia untuk studi teks-teks Bibel, beberapa alat digital seperti itu belum ada untuk studi teks Qur’an. Keadaan ini mengilhami mereka untuk memulai pengembangan alat semacam itu, dan hasilnya adalah mereka membuat Quran Gateway.

Dr. Andrew G. Bannister menjelaskan ketika awal membuat tool ini bahwa dia mengunjungi Haifa dan Leeds University untuk membuat morphologi dari setiap kata-kata dalam Al-Quran dengan label dan identifikasi setiap ayat. Kemudian membuat analisa komputernya. Menurutnya dengan cara ini telah memangkas bertahun-tahun waktu yang dibutuhkan dan mempercepat program doktoralnya selesai tepat waktu.

Qurán Gateway ini baru dirilis jadi kalau Anda ingin mengunakannya harus mendaftar ketertarikan kita (register your interest) dan menunggu email untuk diberikan kode, kode ini nanti untuk mendaftarkan lagi.

Ketika Anda sudah bisa mendapatkan kode kemudian bisa mendaftar dan login di aplikasi, Anda akan mendapatkan tatap muka Qurán Gateway seperti berikut ini.

Tatap Muka Qurán Gateway

Di kolom kosong paling tengah, Anda bisa menuliskan ayat atau surat yang ingin Anda cari, kemudian tekan Enter atau klik Search. Misalnya anda mengetikkan ayat: 2: 1-5, muncul hasil tampilan seperti ini.

Tampilan Surat Al-Baqarah ayat 1-5

Aplikasi ini juga bisa mencari sebuah kata dalam Madaniyah atau Makkiyahnya. Seperti yang digambarkan Prof. Gabriel S Reynolds berikut.

Beliau mencari kata Jihad dalam Al-Quran dan mendapatkan hasil seperti ini dengan keterangan warna untuk Makiyyah dan Madaniyahnya.

Dan selengkapnya bisa dikunjungi di akun Twitter beliau @GabrielSaidR.

Rujukan:

https://info.qurangateway.org/

https://info.qurangateway.org/about-quran-gateway/

Game Islami: Protector of Al Aqsha – Mengajak Kita Lebih Dekat dengan Masjid Al-Aqsha


Kali ini saya akan update informasi perkembangan teknologi Islam dalam hal game. Zaman sekarang, siapa sih yang gak pernah main game? Siapa yang punya HP, maka pasti ada gamenya sekalipun game ular yang kadang sudah built in dari developer.

Bagi yang suka main game yang gak jelas dan ingin merubah atau berpindah ke game yang lebih bernuansa Islamic, sila coba game Al-Aqsha Mosque Guard Educational Game yang didesain untuk lebih mengenal masjid Al-Aqsha, nama gamenya Protector of Al-Aqsha atau حارس المسجد الأقصى.

Aplikasi ini didesain oleh sekelompok pemuda Palestina dari Burj Al-Lak Lak Community Center yang didukung oleh Turkey’s Vakti Kıraat association. Game didesain untuk mengedukasi remaja tentang sejarah Al-Aqsha dan budaya yang ada disekitar Al-Aqsha.

Pemain game dapat lolos ke level berikutnya setelah menjawab 250 pertanyaan tentang sejarah dan mendapatkan gelar “Guard,” “Servant” dan “Mentor” dalam empat tahap yang terpisah.

Jika pemain berhasil menjawab semua pertanyaan dengan benar, mereka memenangkan kunci gerbang Al-Maghrib di sudut tenggara kompleks masjid, yang telah dikendalikan oleh pasukan Israel sejak Israel pertama kali menduduki Yerusalem Timur selama Perang Timur Tengah 1967.

Kelebihan dari game ini, kita bisa melihat lebih dekat gambaran luar dan dalam masjid Al-Aqsha dan nama-nama gedung di masjid Al-Aqsha. Kekurangannya, game ini masih menggunakan bahasa Arab, belum menggunakan bahasa Inggris yang lebih umum di dunia. Semoga ke depan bisa dirilis dalam versi bahasa Inggrisnya.

Jika ingin coba download di Google Play, sila klik tautan ini.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.MQ.JerusalemProtector

Tautan di Youtube bisa anda lihat di bawah ini.
https://www.youtube.com/watch?v=MLwVWGQMSXg&feature=youtu.be

Dan berikut ini keterangan beberapa gambar dalam game ini.

Kita diajak melihat keindahan sekitar Masjid Al-Aqsha
Pengetahuan kita tentang Masjid Al-Aqsha semakin bertambah dengan menjawab pertanyaan seputar masjid Al-Aqsha
Menyingkap rahasia di bawah masjid Al-Aqsha
di pelataran masjid Al-Aqsha

Sebentar lagi bulan Ramadan 2019, mungkin game ini bisa menjadi sarana menunggu waktu buka puasa dengan mengenal lebih dekat masjid Al-Aqsha dari game ini.

Sumber:

https://www.dailysabah.com/religion/2019/02/21/palestinian-group-develops-educational-game-app-about-al-aqsa-mosque

Jika berkenan, sila membagikan informasi ini kepada siapa saja yang Anda inginkan kebaikan baginya. Bisa jadi kebaikan kecil yang kita lakukan akan membuka kebaikan-kebaikan selanjutnya bagi orang lain. Terima kasih.

%d bloggers like this: