Klip Seminar Nasional Pembangunan Karakter Islamic Entrepreneurship dalam Lembaga Pendidikan Islam Bertaraf Internasional 


Tanggal 30 April yang lalu, Islamic Character Development-ICD mengadakan seminar nasional tentang entrepreneurship dan bagaimana membangun lembaga sekolah bertaraf internasional.

👉Keynoye Speaker: Bapak. *Drs. Jenderal Polisi (Purn) Sutanto. 

👉Pembicara:

  1. Prof. Dr. Susanto Zuhdi (Guru Besar UI) 
  2. Hilmi Panigoro, M. Sc Pres. Dir MEDCO
  3. Dr. Abdulghani, MA
  4. Drs. Mustafa Yamin, M. Ed (Master Pendidikan) 
  5. Arifin Jayadiningrat (Konsultan Pendidikan Karakter) 

⏰Jakarta: Ahad, 30 APRIL Jam 08.00-17.00 WIB @Pusdiklat Kemensos, Jl. Margaguna, Radio Dalam. 

Klip video seminar tersebut bisa dilihat pada video di atas. Dan berikut beberapa foto ketika seminar berlangsung. 



Merasa Hidup Lama


Kecenderungan manusia merasa hidup lama, padahal setiap detik dan menit semakin dekat dengan kematian. 

Manusia ketika diciptakan dari tanah dan akan kembali ke tanah. 

Setetes air berkompetisi didalam rahim, dan ketika hidup haus pencitraan. 

Shalat adalah salah satu bentuk upaya kita untuk selalu mengingat mati, karena pada hakikatnya tidak akan merasakan khusyu kecuali orang yang merasa bersama Allah dan mengingat akan kembali (mati). 

Setiap hari kita shalat, setiap hari kita ingat mati. TIADA HARI TANPA INGAT MATI. 

Kita Adalah Cahaya


​“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. 

Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. 

Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.”  (QS. al-An’aam: 125)
Artinya : 

Allah akan memudahkan, menguatkan, dan meringankan dirinya kepada hal itu. Inilah tanda-tanda menuju kepada kebaikan, sebagaimana firman Allah dalam surat Al Hujuraat yang artinya:
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan, dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu, serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (QS. Al-Hujuraat: 7).
Dalam surat az Zumar ayat 22 :
 Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.
Ibnu Abbas menjelaskan ” maksud dari melampangkan dadanya adalah Allah meluaskan hatinya untuk bertauhid dan beriman kepada Allah.
Abdur Rozaq menjelaskan dari An Nawawi dari Amr bin Qois dari Amr bin Murrah dari Jafar mengatakan
Rasulullah saw ditanya

Siapakah orang orang beriman yang cerdas ?.

Nabi bersabda ” yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling banyak mempersiapkan bekal kematiannya. 
Kemudian Nabi ditanya tentang  siapa yang termasuk golongan 

“barangsiapa yang Allah inginkan untuk mendapatkan petunjukNya kepada Islam maka dilapangkanlah dadanya ”

Para sahabat bertanya 

“wahai Rasulullah bagaimana Allah melapangkan dadanya ?”
Nabi menjelaskan “Allah akan memancarkan cahaya dalam dadanya maka ia merasakan kelapangan dada”.
Sahabat bertanya kembali 

“apakah tandanya bahwa Allah memberikan cahaya ?”
Nabi menjawab

” Tanda Allah telah memancarkam cahaya dalam diri seseorang adalah ia selalu menyadarkan kepada kehidupan abadi dan menjauhkan dari kehidupan yang penuh tipudaya. Dan mempersiapkan bekal kematian sebelum datang ajal kematian.”

Dari keterangan diatas hidup ini penuh cahaya apabila kita jadikan dunia sarana menuju akhirat.
Lihatlah di dalam diri kita adalah cahaya ???

Kita Dan Kematian


Sebagai orang yang beriman, kita mesti lebih sering mengingat kematian, bagaimana kita mati dan dalam keadaan apa kita mati. Inilah visi orang yang beriman. Sebab, kita punya pegangan yang kuat dan siap mempertanggung jawabkan perbuatan kita. 

Kenapa kita mesti mengingat kematian? Karena kematian itu pasti dan begitu dekat. Maka sudah seharusnya kita memikirkan dan mempersiapkannya. Seperti seseorang yang punya hutang piutang, dan setiap hari memikirkan jalan untuk melunasi hutangnya, demikian juga permisalan kita dengan kematian, karena dia dekat dan sudah pasti datang, sudah selayaknya menjadi renungan kita. 
Orang yang cerdas dan bijak adalah orang yang mengetahui tujuan hidupnya. Sebagai seorang muslim, perjalanan ke akhirart itu juga adalah pulang ke rumah atau pulang kampung akhirat, tempat asal manusia. 

Coba kita lihat, Nabi Adam berasal dari Surga, akibat godaan syetan yang bertubi tubi, Adam dan Hawa diturunkan ke dunia. Di bumi Adam dan Hawa beranak pinak dan bisa kembali ke surga dengan melaksanakan amalan yang baik selama di dunia. 

Para Sahabat Nabi dan Salaf Shalih punya cara cara sendiri untuk menumbuhkan rasa mengingat kematian. Ada yang menggali kubur di rumahnya lalu ia masuk ke dalamnya layaknya orang yang mati, sehingga merasakan dahsyatnya kematian. 

Seorang shalih sengaja menggali kubur untuk dirinya. Setiap merasa hatinya keras, ia masuk ke dalamnya dan  tidur sambil mentadabburi ayat Al-Quran tentang kehidupan akhirat dan berkata pada dirinya. 

“Wahai diriku, sekarang engkau telah kembali ke kehidupan dunia, maka lakukanlah amal shalih”. 

Abu Darda suka berlama lama di samping kuburan. Ketika ditanya mengapa dia sering melakukan hal itu? Beliau menjawab “Saya duduk ditengah kaum yang mengingatkan aku pada tempat kembali (akhirat) dan jika aku tidak bersama mereka, mereka akan menggunjingku”. 

Ibnu Muthi’ ketika melihat rumahnya yang bagus dan indah, ia tidak tertawa dan senang, tetapi termenung dan menampakkan wajah kegelisahan, lalu menangis sambil berkata, “Demi Allah, andai tiada kematian tentu aku akan sangat senang denganmu (wahai rumah). Andai aku tidak akan menempati kubur yang sempit, tentu aku bahagia dengan kenikmatan dunia ini”. 

Dunia hanya sementara, akhirat selamanya. 

Melatih Afeksi Dengan Merasakan Masuk Dalam Kubur


Cobalah Masuk kedalamnya sekali seumur hidup, ingat mati

Adakah dari kita yang tidak mengetahui bahwa suatu ketika akan datang kematian pada kita. Allah Ta’ala telah berfirman, yang artinya, “Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Dan kami benar-benar akan menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan, dan kepada kamilah kalian akan dikembalikan.” (QS. Al Anbiyaa’: 35).
 Ya, setiap dari kita insya Allah telah menyadari dan menyakini hal ini. Tetapi kebanyakan orang telah lalai atau bahkan sengaja melalaikan diri mereka sendiri. Satu persatu orang yang kita kasihi telah pergi tapi seakan-akan kematian mereka tidak meninggal faidah bagi kita, kecuali rasa sedih akibat kehilangan mereka.

Kematian adalah benar adanya. Begitu pula dengan kehidupan setelah kematian. Kehidupan akhirat, inilah yang seharusnya kita tuju. Kampung akhiratlah tempat kembali kita. Maka persiapkanlah bekal untuk menempuh jauhnya perjalanan.
 Allah Ta’ala berfirman, yang artinya, “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan hanya permainan dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS. Al An’am: 32)
Kuburan adalah persinggahan pertama menuju akhirat. Orang yang mati, berarti telah mengalami kiamat kecil. Apabila seorang hamba telah dikubur, akan diperlihatkan kepadanya tempat tinggalnya nanti pada pagi hari, yakni antara waktu fajar dan terbit matahari, serta waktu sore, yakni antara waktu dzhuhur hingga maghrib. 

Apabila ia termasuk penghuni Jannah, akan diperlihatkan tempat tinggalnya di Jannah, dan apabila ia termasuk penghuni Naar, akan diperlihatkan tempat tinggalnya di Naar.

Untuk menumbuhkan afeksi atau rasa bahwa kita akan mati bahwa semua harta dan jabatan yang kita punya akan kita tinggalkan, maka cobalah sekali dalam seumur hidup untuk masuk ke dalam liang kubur dan rasakan bagaimana perubahan yang anda rasakan setelahnya. 

Pada ICD Journey yang kita adakan dua hari ini, salah satu kegiatan yang kita laksanakan adalah mengajak para peserta merasakan alam kubur untuk menumbuhkan afeksi tentang dekatnya kematian. 

Dibawah bimbinhan Ust.Arifin Jayadiningrat alhamdulillah hampir seluruh peserta ICD journey merasakan masuk ke dalam kubur. 

Banyak hal yang mereka rasakan didalamnya dan perasaan itu bisa beda beda tiap orang. 

Ukuran kuburannya sengaja dibuat seperti layaknya kuburan, kemudian ketika mereka masuk ke dalam kubur, Ust.Arifin Jayadiningrat membimbing mereka untuk kontemplasi amalan, ibadah dan dosa yang mereka lakukan, kemudian itikad untuk lebih baik lagi. 

Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar dan semua peserta merasakan hal positif dalam pribadi mereka masing-masing. 

Anda mau mencoba? 

Nabi SAW menyebut orang yang ingat kematian dan mempersiapkannya itu sebagai orang cerdas, sebab orang seperti itu mengetahui hakikat hidup, dan mengindar dari tipuan-tipuan kehidupan.

Imam al-Qurtubi menyebutnya sebagai standar kecerdasan seorang manusia. Yakni tidak pernah melupakan sesuatu yang pasti dan persiapannya itu untuk hal-hal yang sesungguhnya dipastikan akan terjadi.

Memperbanyak mengingat mati berarti memperbanyak amal kebaikan. Orang yang tidak beramal baik atau dia berbuat buruk berarti tidak ingat dirinya akan mati. Imam ad-Daqqaq berkata, “Barangsiapa memperbanyak mengingat mati, dia dikaruniai tiga perkara: Menyegerakan taubat, hati yang qana’ah, dan semangat beribadah.” (Imam al-Qurtubi, al-Tadzkirah fi Ahwal al-Mauta wa Umuri al-Akhirah).
Maka, saat kita mengingat kematian kita seperti terdorong untuk menjadikan akhirat ukuran segala-galanya. Setiap tutur kata, dan gerak-gerika ditimbang apa kah bermanfaat untuk menghadapi kematian kelak.

ICD JOURNEY: Jalan Menuju Allah


BEKAL RAMADHAN: JALAN MENUJU ALLAH

Event Islamic Character Development ICD yang akan dilaksanakan pada bulan ini adalah ICD Journey yaitu kajian intensif selama dua hari sebagai persiapan menuju bulan Ramadhan.
Pemateri oleh:

  1. Ust.Arifin Jayadiningrat
  2. Ust Mustafa Yamin
  3. Team ICD

Tema ICD JOURNEY

Dahsyatnya 5 Ayat Pertama Surat Al-Alaq
Peserta akan belajar menjiwai 5 ayat pertama yang diturunkan, membayangkan kehancuran manusia saat jauh dari ajaran agama yang hanif. Membongkar pikiran dan hati sehingga kembali berfikir siapa yang menciptakan dan proses menjadi manusia seutuhnya.

Potret Kehidupan Dunia dalam Al-Quran Mengkaji ayat-ayat Al Quran tentang kehidupan dunia
Tema bertujuan agar hidup kita penuh dengan cahaya Al-Quran, nilai Al-Quran tidak hanya dihafal, tapi menjadikan perilaku ini bercahaya.  Sesuai ungkapan Aisyah tentang akhlak Rasulullah Saw adalah Al-Quran.

 
Perjalanan Manusia Menuju Allah

Perjalanan klimaks setiap manusia memasuki perjalanan yang abadi. Semua orang tahu bahwa ia akan mati, tetapi tidak semua orang merasakan kematian setiap saat menjemputnya.

 
Hal ini nampak dalam perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Perilakunya seolah-olah hidup selamanya di dunia. Peserta akan diasah rasa untuk terus melakukan persiapan menuju kematian. Agar perilaku terjaga, shalat menjadi khusyu’, tumbuh rasa cinta kepada Allah dan menumbuhkan rasa sampai meneteskan air mata melihat dunia kecil dan sementara.

 
Ikutilah ICD Journey: Jalan Menuju Allah
👥 Peserta : Dewasa & Orang Tua

🎴Hari : Senin-Selasa

🗓Tanggal : 15-16 Mei 2017

🏡Tempat: Vila Hulu Cai, Tapos, Ciawi, Bogor

☎ Info: Hubungi No Kontak dibawah ini
Erica    : +6285883285151

Ana      :  +6282114985958

Raisya : +6281221412250
💳 Biaya : *900.000,-* Transfer ke Rekening BSM atas nama *Yayasan ICD Peduli Bangsa No rek 7105734117*

 
Tolong bantu sebarkan informasi ini.

Terima kasih
💠💠💠💠💠

Berikut ini flyer yang bisa disebarkan…

 

ICD Journey

 

icd journey

Seminar Nasional Pembangunan Karakter Islamic Entrepreneurship dalam Lembaga Pendidikan Islam Bertaraf Internasional [ bantu viralkan sebelum kuota penuh :)]


Seminar Entrepreneurship untuk pengusaha dan mahasiswa sudah biasa dan sering diadakan, yang jarang diadakan adalah seminar entrepreneurship untuk para guru, padahal guru adalah tonggak pertama yang memberikan ilmu pengetahuan kepada para muridnya.

Dalam dunia pendidikan, guru menduduki posisi tertinggi dalam hal penyampaian informasi dan pengembangan karakter mengingat guru melakukan interaksi langsung dengan peserta didik dalam pembelajaran di ruang kelas. Disinilah kualitas pendidikan terbentuk dimana kualitas pembelajaran yang dilaksanakan guru ditentukan oleh kualitas guru yang bersangkutan.

Sekolah swasta di Indonesia ini sudah banyak, untuk menjadi unggul di masa MEA seperti sekarang ini, sekolah juga harus mau berubah. Bagaimanakah caranya merubah sekolah menjadi lebih baik, bahkan diakui secara internasional tanpa harus merubah fisik ini dan itu?

Bagaimana menanamkan jiwa leadership dan entrepreneurship sesuai petunjuk Nabi Muhammad Saw, bagaimana menghadapai tantangan ke depan?

Semua pertanyaan ini sangat penting dan krusial, semua bisa dijawab di seminar Nasional ini yang dikhususkan untuk para guru di Jabodetabek dan sekitarnya.

Kegiatan yang akan digelar pada 30 April 2017 ini direncanakan akan dihadiri sekitar 500 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru bidang sekolah, memadati Gedung Pusdiklat Kemensos di Jl. Margaguna Pondok Indah Jakarta Selatan.

Sebelumnya Islamic Character Development-ICD telah mensinergikan masjid-masjid di Jakarta untuk menjadi agen perubahan masyarakat. Salah satu bentuk kegiatannya adalah pelatihan 1000 guru di Jakarta secara gratis di Senayan, dengan antusias sekali para guru hadir di acara ini. Tema yang diangkat waktu itu adalah: bagaimana mendidik anak shalat tanpa disuruh dan selalu patuh kepada kedua orangtua.

Kali ini ICD akan mesinergikan kepala sekolah dan yayasan di Jakarta untuk menjadikan sekolah sebagai agen pembanguna karakter, membangun karakter Islamic Entrepreneurship dalam lembaga pendidikan dan menjadikan lembaganya bertaraf internasional.

Tujuan Seminar Pendidikan Karakter Islamic Entrepreneurship

  • Meluruskan Paradigma berpikir konservatif ke arah paradigma yang didesain Al-Qur’an dan Hadits.
  • Menggugah para guru agar memandang dirinya sebagai faktor penting terjadinya perubahan, pembangunan dan pengembangan akhlak muridnya.
  • Mengajarkan pendekatan yang sangat efektif dalam penanaman nilai nilai agama.
  • Mengajarkan strategi pengajaraan nilai-nilai agama agar tumbuh dalam tatanan realita kehidupan sehari hari.
  • Memberikan cara membangun lembaga pendidikan Islam bertaraf Internasional.
  • Memberikan strategi menanamkan jiwa leadereship dan entrepreneurship dalam lembaga pendidikan.
  • Menjadikan lembaga pendidikannya bertaraf Internasional.

Output Seminar Pendidikan Karakter Islamic Entrepreneurship

  • Peserta terinspirasi dan mengenal paradigma mengajar sesuai Al-Qur’an dan Hadits.
  • Peserta mengerti cara menanamkan ahlak kepada anak didiknya dalam keseharian dengan metode pengajaran yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits secara menyenangkan.
  • Peserta mengerti cara menanamkan jiwa leadership dan entrepreneurship dalam lembaga pendidikan yang dikelolanya.
  • Peserta mengetahui cara menjadikan lembaga pendidikannya bertaraf internasional.

Menghadirkan pembicara dari kalangan Entrepreneur dan Ahli Pendidikan yaitu:

Keynote Speaker: Bapak. Drs. Sutanto (mantan Kapolri) :

Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Memiliki jiwa leadership yang tinggi dan pengalaman dalam menjaga kesatuan NKRI dan memerangi perjudian dan narkoba di Indonesia.

Pembicara 1: Bapak. Prof. Dr. Susanto Zuhdi

Guru Besar Sejarah dan pakar budaya.

Pembicara 2: Bapak. Hilmi Panigoro, M.Sc

Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional. Tbk. Pengusaha Indonesia berkelas dunia. Memiliki pengalaman yang banyak dalam bidang entrepreneuship dan bagaimana menghadapi tantangan ke depan.

Pembicara 3: Bapak. Prof. Dr. Abdul Ghani

Pengusaha Indonesia yang memiliki pengalaman mereformasi lembaga Usaha Milik Negara dan menyelamatkan dari kebangkrutan.

Pembicara 4: Bapak. Arifin Jayadiningrat, MA

Pakar Pendidikan Karakter dan Direktur Islamic Character Development-ICD , berpengalaman membantu guru dan sekolah membangun pendidikan karakter di lingkunngan sekolah, juga mengadakan kajian kajian tematik seputar pembangunan akhlak.

Pembicara 5: Bapak. Musthafa Yamin, M.Ed

Master Pendidikan dari The Pennsylvania State University, berpengalaman dalam memberikan training dan konsultasi tentang pendidikan. Trainer Nasional Kurikulum 2013 dan penulis buku belajar bahasa Inggris This is The Way Holistic English (12 seri)

Seminar ini GRATIS DAN BERSERTIFIKAT

Tempat: Gedung Pusdiklat Kemensos Jl. Margaguna Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Waktu: Ahad 30 April 2017

CP: 0857 1964 7457 (Jumal Ahmad), 0852 2934 7421 (Hafi)

Pendaftaran dan konfirmasi berakhir sampai pada tanggal 28 April.

Berikut ini e-flyernya.

%d bloggers like this: