Klarifikasi Nouman Ali Khan Atas Kasus Yang Menimpanya


Pagi ini Twitter ramai tentang kasus yang menimpa Ustadz muda dari Amerika yang terkenal lewat dakwah Al-Quran nya di laman Youtube.

Info kasus yang cukup mewakili ada di link ini:

https://en.dailypakistan.com.pk/world/religious-speaker-nouman-ali-khan-accused-of-inappropriate-interactions-with-female-followers/

Ini klarifikasi dari beliau di FB Albayyinah:

https://m.facebook.com/noumanbayyinah/posts/1124992947633446

Keterangan dari Navaid Aziz:

https://m.facebook.com/navaidaziz/posts/10155759635476477

Post di reddit:

Post di geo.tv

https://www.geo.tv/latest/159657-nouman-ali-khan-asks-for-theatre-free-environment-for-investigations-ag

Simak juga video berikut

Terlepas dari kasus itu, kita semua sangat berterima kasih atas jasa Ust Nouman Ali Khan dalam dakwahnya, hendaknya kita lebih bijaksana melihat kesalahan orang lain. Setiap orang pasti bisa melakukan kesalahan sampai ustadz sekalipun.

Semoga bermanfaat.

***

NAK Quote

Terima kasih atas perhatian pembaca terhadap tulisan dan link yang kami share. Agar lebih manfaat saya berikan bonus quote NAK dari telegram NAK Indo yaitu t.me/nakindonesia.

Profil SMA Al-Aziz Islamic Boarding School


Al-Aziz Islamic Boarding School adalah lembaga pendidikan Islam dengan jenjang pendidikan setara SMA (Madrasah Aliyah/MA) dengan masa belajar selama 3 tahun.

Berdiri mulai tahun 2015 di bawah naungan Yayasan Azis Abubakar Syarif. Al-Aziz Islamic Boarding School ini dirancang khusus untuk melahirkan generasi Qur’ani yang menguasai ilmu Syar’i, menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris, menguasai sains dan teknologi, memiliki daya juang dan ketahanan fisik, memiliki semangat berdakwah, berkhidmat kepada ummat dan memiliki jiwa dan kemampuan kewirausahaan yang baik.

Implementasinya adalah melalui sistem pendidikan Islam yang memadukan kurikulum formal dengan kurikulum non formal yang berbasis pesantren dan berasrama (Boarding), dengan dukungan Sumber Daya Manusia yang menguasai Bidang Pendidikan Umum, Pendidikan Islam, Tahfizh Al Quran, Manajemen, Teknologi, Beladiri, Survival, Vokasional, Ekstrakurikuler dan Wirausaha.

Al-Aziz menggunakan program project based learning (PBL) yaitu basis penelitian dalam setiap pembelajaran yang dilakukan sehingga siswa menjadi kreatif dan calon entrepreneur masa depan.

Website: al-aziz.sch.id

Yuk! Dukung Gerakan Literasi dan Perpustakaan Desa


Hari ini mulai muncul kepedulian masyarakat akan pentingnya gerakan literasi, yang mendekatkan buku dengan pembacanya dan akses ilmu pengetahuan lewat buku menjadi lebih mudah. Salah satu kendala majunya literasi di Indonesia karena perpustakaan terbatas.

Maka pegiat literasi yang suka rela menyadarkan masyarakat pentingnya membaca, bahkan sampai ke desa dan pedalaman harus didukung oleh masyarakat dan pemerintah. Agar geakan literasi lebih masif dan lebih banyak lagi yang terlibat.

Kali ini saya ingin mengenalkan beberapa gerakan literasi dan komunitas yang bergerak dan berjuang mendirikan perpustakaan untuk anak anak sampai ke desa- desa.

Djendela

Awalnya komunitas ini bernama KCB (Kelompok Cinta Baca) kemudian berubah nama menjadi Komunitas Djendela. Nama berubah, namun kerja rutinnya tetap: mengelola perpustakaan, menggelar perpustakaan jalanan, dan menggelar kegiatan-kegiatan edukasi.

Komunitas Djendela ingin mempersembahkan perpustakaan yang layak dan nyaman dikunjungi, dijadikan tempat membaca, dan dijadikan pusat berkumpulnya anak muda untuk membincang buku.

Beberapa kegiatan Djendela yang sudah dilaksanakan seperti: Bedah Film, Lapak Baca Sore, Reading Group, Teaterikalisasi Puisi dan TEDx ala Komunitas Djendela.

Info lebih lengkap dan donasi bisa di buka di link ini

KissPi Go Green

Komunitas Sampah untuk Sedekah Masjid Pondok Indah (KissPi), awalnya bergerak dengan menerima sedekah sampah dari jamaah masjid, kemudian menjualnya yang hasilnya digunakan untuk sedekah dakwah dan kegiatan dakwah di Masjid Raya Pondok Indah.

Sekarang KissPi sedang membuat project baru yaitu membuat perpustakaan di desa- desa di Indonesia, sudah beberapa puluh desa yang dibangunkan perpustakaan dan disediakan buku-bukunya.

Aksi Peduli Bangsa

Selain Djendela, Kisspi Go Green. Aksi Peduli Bangsa yang bergerak di sosial dan pendidikan di Mentawai juga sudah membangun perpustakaan di dusun Buttui, Madobak, Siberut Selatan dengan bantuan dari para donatur.

Di Buttui masih banyak anak anak yang belum bisa baca tulis, namun setelah dibangunkan TK dan SD disana, anak kecil mulai belajar membaca dan menulis.

Harapannya perpustakaan kecil ini bisa menjadi magnet anak anak di dusun pedalaman Mentawai untuk belajar membaca.

Pembelaan Sultan Abdul Hamid II Terhadap Aceh Dalam Film “Payitaht Abdülhamid” 


Sebuah film sinetron berjudul “Payitaht Abdülhamid” menggambarkan kisah pembelaan Kekhilafahan Utsmaniyah terhadap Aceh di Indonesia. Kisah tersebut dapat dilihat pada episode ke-15 sinetron berbahasa Turki itu.

Dikisahkan, Sultan Abdul Hamid II menerima surat dari muslim di Aceh. Dalam surat itu, rakyat Aceh menyampaikan tentang perlakuan penjajah Belanda yang sudah kelewat batas. Penjajah tidak mengizinkan mereka untuk ibadah haji. Mereka menyampaikan persoalan tersebut kepada Sultan dengan harapan mendapat pembelaan.

Mendengar hal itu, Sultan Abdul Hamid II pun marah. Di akhir cuplikan film, tampak adegan Sultan memanggil duta besar Belanda untuk memperjuangkan hak rakyat Aceh agar dapat ibadah haji.

Sinetron tersebut ditayangkan di stasiun televisi nasional Turki, TRT 1. Dikutip dari situs web IMDB, Payitaht Abdülhamid adalah film yang mengisahkan tentang perjuangan sultan Abdul Hamid II untuk mempertahankan keberlangsungan Kekhilafahan Utsmaniyah (Ottoman).

Film ini dibintangi oleh Bülent Inal sebagai Sultan Abdul Hamid II, dengan setting suasana tahun 1896-an. Film ini mendapatkan banyak perhatian di dunia arab, penonton ingin sekali mengetahui apa yang terjadi di masa Sultan dan bagaimana peran Sultan Abdul Hamid II ketika masa masa genting kekhilafahan waktu itu. 

Saya sangat mengapresiasi Bunet Inal sebagai pemeran utama Sultan Abdul Hamid II yang dikenal lewat peran Yahya dalam serial sanawat dhiyaa’,  beliau memerankan dengan sangat baik sebagai khalifah, beliau memerankan bukan hanya berperan saja, tetapi seakan akan bisa menghadirkan Sultan Abdul Hamid II kepada penonton. 

Saya sudah menulis beberapa artikel tentang film ini, banyak pembaca yang menanyakan subtitle dalam bahasa Indonesia. Saya mencoba menyampaikan hal ini di laman resmi page FB serial, semoga nanti ada terjemah dalam bahasa Indonesia. 

***

Serial Sultan Abdul Hamid II dalam bahasa Inggris bisa dikunjungi informasinya di laman page Sultan Abdul Hamid II English Subtitle

Sumber: dakwatuna, aljazera

Video pendek ketika Sultan Abdul Hamid menerima surat dari kerajaan Aceh

Video Pendek yang mengisahkan impian Sultan Abdul Hamid

Link lengkap Youtube serial Sultan Abdul Hamid bisa dilihat disini. 

Tasawuf Modern Hamka


Buya Hamka

Hamka adalah akronim kepada nama besar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Dia adalah ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang terkenal.

Beliau lahir di kampong Molek, Maninjau, Sumatera Barat, pada 17 Februari 1908. Ayahnya adalah Syekh Abdul Karim bin Amrullah, seorang pelopor gerakan pembaharuan di Minangkabau, sekembalinya dari Makah 1906.

Dilihat dari nasab keturunannya, Hamka adalah keturunan tokoh ulama Minangkabau. Kakek Hamka sendiri, Syekh Muhammad Amrullah adalah penganut tarekat mu’tabarah Naqsyabandiyah yang sangat disegani dan dihormati, bahkan dipercaya memiliki kekeramatan dan disebut-sebut sebagai wali.

Syaikh Muhammad Amrullah mengikuti jejak ayahnya Tuanku Syekh Pariaman dan saudaranya Tuanku Syekh Gubug Katur. Ia pernah berguru di Makah dengan Sayyid Zaini, Syaikh Muhammad Hasbullah, bahkan ikut belajar kepada mereka yang lebih muda seperti Syekh Ahmad Khatib dan Syekh Taher Jalaludin.

Akan tetapi ayah Hamka, Syaikh Abdul Karim Amrullah yang biasa dipanggil dengan sebutan Haji Rasul, memiliki pemahaman yang berbeda dengan pendahulunya. Meskipun sama-sama belajar di Makah, Haji Rasul terkenal sangat menolak praktek-praktek ibadah yang pernah dilakukan dan di dakwahkan ayah dan kakeknya. Ia terkenal sebagai tokoh pembaharu. Dalam kondisi dan situasi yang penuh dengan pertentangan antara kaum muda dan kaum tua itulah Hamka dilahirkan dan melihat sendiri sepak terjang yang dilakukan ayahnya.

Pada kenyataannya, Hamka sendiri banyak mengikuti cara berfikir ayahnya dalam memahami pokok-pokok agama Islam, meskipun berbeda dalam sisi pendekatan. Haji Rasul keras, sementar Hamka lebih santun.

Hamka mengawali masa pendidikannya di dalam pengawasan langsung sang ayah. Ia mulai mempelajari Al-Qur’an dari orang tuanya hingga usia enam tahun, yang ketika itu berpindah rumah dari Maninjau ke Padang Panjang di tahun 1948. Setahun kemudian di usia Hamka yang ke tujuh tahun sang ayah memasukkannya ke sekolah desa. Di sekolah desa itu ia hanya menjalaninya selama tiga tahun. Di sisi lain ia juga mendapatkan pendidikan di sekolah sekitarnya (sekolah-sekolah agama di Padang Panjang dan Parabek dekat Bukit Tinggi) kira-kira tiga tahun lamanya pula.

Para sejarawan mengenal Hamka dengan semangat otodidaknya yang gigih. Ia belajar sendiri tentang buku-buku yang menurutnya penting. Ilmu-ilmu seperti Filsafat, Sastra, Sejarah, Sosiologi dan Politik, baik yang datang dari Islam maupun Barat ditelaahnya dengan bermodal pendidikan yang pernah diterimanya.

Ketika Hamka berusia 16 tahun, pencarian ilmunya dilanjutkan dengan hijrah ke tanah Jawa pada tahun 1924. Di Jawa ia berinteraksi dengan beberapa tokoh Pergerakan Islam modern seperti H. Oemar Said, Tjokroaminoto, Ki Bagus Hadikusumo (ketua Muhammadiyah 1944-1952), R.M Soerejo, Pranoto (1871-1959), dan KH. Fakhrudin (ayah dari KH. Abdur Razzaq).

Definisi Tasawuf

Pengertian Tasawuf yang kita kenal selama ini adalah Tasawuf para sufi yang meninggalkan dunia bahkan membenci dunia. Sebagaimana yang dilakukan oleh para sufi pada abad ke dua dan ketiga yang benar-benar mensucikan diri dari keduniaan dan menyatukan diri dengan tuhan.

Menfanakan dirinya serta mengkekalkan zat tuhan sehingga banyak pemikiran dan amalan Tasawuf yang susah diterima oleh orang awam, lantaran dalamnya pemaknaan dan kecintaan kepada tuhan sehingga menghilangkan kecintaan terhadap dunia dan dirinya.

Tasawuf modern yang akan kita bahas adalah mengenai pemikiran Hamka tentang memaknai Tasawuf yang sebenarnya. Bertasawuf Hamka adalah peimplementasian zuhud dan pemurnian aqidah sesuai dengan Al-Quran dan Hadist.

Tasawuf yang dikemukakan Hamka bukanlah tasawuf sebagaimana yang difahami kebanyakan orang. Tasawuf yang dikembangkan Hamka adalah tasawuf yang memiliki basis pada koridor syari’at agama (Tasawwûf Masyru’).
Oleh sebab itulah, di dalam penilaian Hamka, tasawuf tidaklah memiliki sumber lain melainkan bersumber murni dari Islam. Dirinya sangat menekankan setiap individu untuk melakukan pelaksanaan tasawuf, agar tercapai budi pekerti yang baik sebagaimana Hamka mendefinisikan tasawuf seperti yang di uraikan oleh al-Junaid yaitu; “Keluar dari budi pekerti yang tercela, dan masuk kepada budi pekerti yang terpuji.”

Sebagaimna ilmu Tasawuf yang kita pahami selama ini, suatu ilmu yang mengkaji tentang cara mensucikan diri dari dosa dan dunia untuk mendekatkan diri kepada tuhan. Tasawuf lahir akibat gaya hidup orang semakin hedonis dan glamor yang semakin jauh dari tuhan. Dan gaya hidup yang penuh dengan kecintaan terhadap dunia dan kering akan rohaniah.

Untuk mendekatkan diri kepada Allah para ahli sufi memiliki cara dan metode masing masing seperti: mengawali dengan tobat dari dosa dengan tobat nasuha, lalu melepaskan kecintaan pada dunia atau (zuhud) dan latihan rohani yang lain yang pada puncaknya mencapai ma’rifat.

Dalam Tasawuf ini banyak hal yang tidak bisa dicerna dengan akal karena semua berhubungan dengan rasa cinta yang sangat tinggi pada tuhan. Tasawuf juga tidak mengikatkan diri pada aturan baku syari’ah. Oleh karena itu banyak ahli Fiqih yang kadang tidak paham dengan para sufi dan menganggap mereka musyrik dan sesat.

Pada Tasawuf Modern, Hamka memberikan perspektif baru dalam bertasawuf, menurut Hamka kebahagiaan itu adalah agama, dan agama itu adalah aqidah. Aqidah yang baik melahirkan akhlakul karimah. Hamka dalam bertasawuf tidak sama seperti sufi pada aliran Tasawuf yang lain. Tasawufnya Hamka tetap berpegang pada sumber pokok ajaran Islam yaitu Alquran dan Hadist, sebagaimana yang dijalankan dan di contohkan Rasulullah SAW.

Dalam bukunya “Prinsip dan Kebijaksanaan Dakwah Islam”, Hamka menjelaskan bahwa tasawuf adalah: “Shifa’ul Qalbi, artinya membersihkan hati, pembersihan budi pekerti dari perangai-perangai yang tercela, lalu memperhias diri dengan perangai yang terpuji.”
Dalam bukunya yang lain seperti Tasawuf Modern, Hamka menjelaskan pula bahwa, “Kita tegakkan maksud semula dari tasawuf yaitu membersihkan jiwa, mendidik dan mempertinggi derajat budi, menekan segala kelobaan dan kerakusan, memerangi sahwat yang terlebih dari keperluan untuk keperluan diri”.

Terdapat juga dalam buku “Tasawuf dari Abad ke Abad”, di mana Hamka menjelaskan definisi tasawuf sebagai, “Orang yang membersihkan jiwa dari pengaruh benda dan alam, supaya dia mudah menuju Allah.”

 

Tasawuf Modern lebih mememurnikan aqidah yang terlepas dari praktek bid’ah, syirik dan kurafat. Hamka juga tidak melakukan tingkatan-tingkatan rohaniyah yang dilakukan para sufi yang dahulu. Dan juga tidak pernah mengalami peristiwa mistik dan lainnya. Tasawuf menurut Hamka bisa menjadi positif dan negatif.

 

Tasawuf jadi negatif jika:

  • Dilaksanakan dalam kegiatan yang tidak digariskan Alquran dan Hadist. Contoh, mengharamkan diri terhadap hal yang dihalalkan Allah.
  • Dilaksanakan pada kegiatan yang berlandaskan pada pandangan “dunia harus dibenci”.

Tasawuf bisa positif jika :

  • Dijalankan berdasarkan tuntunan Alquran dan Hadist.
  • Dilaksanakan atas kepedulian yang tinggi. Mengangkat kembali roh tasawuf dengan zuhud. Zuhud yang dimaksud adalah gaya hidup yang tidak berorentasi pada dunia.

Ada 5 macam Tasawuf menurut Hamka:

  • Tasawuf = Zuhud
  • Tasawuf = Tarekat Sufi
  • Tasawuf = Kebatinan
  • Tasawuf = Penyucian Jiwa
  • Tasawuf = Ibadah Tingkat Tinggi (Ihsan)

Hamka merumuskan Tasawuf ke dalam 4 struktur Tasawuf yang didefinisikan sebagai berikut:

  • Konsep tentang tuhan dengan manusia – Hubungan tuhan dan manusia tetap sebagai khaliq dan makhluk. Oleh karena itu manusia harus melakukan peribadatan sesuai dengan tuntunan Alquran dan Hadist.
  • Jalan Tasawuf – Zuhud adalah sikap bertasawuf yang harus dikedepankan dalam melaksanakan peribadatan serta aqidah yang benar.
  • Penghayatan Tasawuf – Hamka menyimpulkan bahwa jalan Tasawuf itu adalah sikap zuhud yang benar dalam baribadah. Ibadah yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh mengantarkan orang pada pengalaman bertasawuf dalam wujud ketaqwaan
  • Refleksi Tasawuf – Tujuan akir dari bertasawuf menurut Hamka adalah tercapainya kepekaan sosial yang tinggi. Seorang sufi akan mencapai karomah dalam bentuk sosial releguis, yaitu dorongan untuk membantu orang dilandaskan pada ketaqwaan pada Allah

 

Demikianlah ulasan tentang ilmu Tasawuf Modern berdasarkan perspektif Hamka. Pemikiran ini dituliskan dalam bukunya dengan judul “ Tasawuf Modern”  yang menurut Hamka penting untuk dikenalkan kembali pada masyarakat saat ini, Agar tumbuh kepekaan sosial yang tinggi atas dasar kecintaan pada Allah.

Sumber:

  • Seminar Sehari tentang Buya Hamka di Insist
  • Artikel di internet

 

Latah Hanya Ada Di Asia Tenggara


Saya ambil dari psycocollect.com, penggalan tulisan ketika membahas Budaya Latah di Media Sosial. 

Apa yang menjadi definisi latah memiliki banyak konotasi baik di dalam bidang kedokteran, psikologi, psikososial, psikoanalisis, sosial maupun antropologi, namun para ahli sepakat bahwa latah adalah: reaksi sensitif dalam merespon stimulus yang berasal dari luar diri. Apa yang menjadi perdebatan dan pertentangan para ahli adalah, bahwa latah hanya ditemukan di wilayah Asia Tenggara.

 Oleh karenanya studi mengenai latah menjadi menarik bagi sebagian besar ahli-ahli berbagai disiplin tersebut. Karena latah tidak didapatkan di semua wilayah maka ada asumsi-asumsi yang muncul bahwa latah dapat bersifat genetis maupun budaya.

Polemik apakah latah bersifat kolektif atau individual menjadi pertentangan oleh para ahli, sebagian percaya latah dapat dialami siapa saja di belahan dunia manapun tanpa melihat latar belakang budaya. 

Namun penelitian lain menemukan data latah hanya ditemukan di bagian asia tenggara, yang membentang dari semenanjung Malaysia (Kelantan dan Trengganu), orang-orang pedalaman Semai di dataran tinggi semenanjung Malaysia, Serawak, Singapura, Dayak Iban hingga membentang sampai ke wilayah Jawa (Abdul Kadir: 2009).

 Namun latah juga ditemukan di suku-suku pedalaman Amerika Selatan. Bahkan Gimlette (1912), Winzeller (1995), dan Kenny (1978) menelusuri secara genealogi peristiwa ini, hingga menyimpulkan bahwa latah adalah penyakit yang paling kuno karena hanya ditemukan pada masyarakat terbelakang, berkembang dan terjajah.

 Hasil dari penelitiannya adalah latah memiliki hubungan dekat dengan masa kolonial yaitu pertemuan pertama masyarakat di suatu daerah dengan pendatang, dimana perbedaan warna kulit, tubuh, tinggi badan dan bahasa menyebabkan masyarakat lokal terkejut (shock). 

Berbeda halnya dengan temuan Geertz (1968), umumnya latah di Jawa hanya ditemui pada masyarakat kelas bawah, dan tidak ditemui pada orang-orang keraton atau kalangan keluarga Belanda di Jawa (Geertz,1968: 96). 
Geertz mensinyalir bahwa latah di Jawa dibawa oleh perempuan yang bekerja sebagai pembantu di kalangan keluarga Belanda.

Adapun dari penelusuran para ahli mengenai latah sebagaimana yang diketengahkan oleh Geertz (1968:96), latah awalnya dianggap sebagai bentuk keterpanaan (startling), peniruan, dan sekaligus bentuk pengejekan (mimicry) kepada kaum kolonial yang berbeda secara fisik dengan pribumi. Namun kaum kolonial tersebut lebih superior dari pada kaum pribumi.

Melalui hal ini beberapa ahli mengemukakan pendapat bahwa latah memiliki hubungan dengan kondisi psikologis dan lingkungan sosial. Latah berhubungan dengan tingkat kematangan seseorang, umumnya seseorang yang menderita latah sebagai mana yang dilaporkan oleh Winzeller juga dipengaruhi dari lingkungan keluarga. 

Geertz menambahkan dari sisi lain latah berkaitan erat dengan faktor budaya, karena latah muncul sebagai bentuk penerimaan individu di ranah sosialnya. Latah merupakan solusi untuk dapat diterima di lingkungan sosial, sebagai ekspresi diri dari kekangan-kekangan sosial seperti; tabu, wacana seksual, kelas dan etnis.

***

Semoga bisa menambah ilmu untuk kita tentang pengertian latah yang sudah sangat membudaya hari ini. 

Perjuangan Da’i Pedalaman Mentawai di Bulan Ramadan


Umat Islam di bulan Ramadan ini banyak tergerak untuk mengeluarkan sedekah dan infaknya ke berbagai lembaga dan yayasan Islam, ini merupakan hal positif yang semoga mampu menambah pundi amal kita di akhirat nanti. 

Di bulan yang penuh rahmat, di bulan yang penuh amal shalih ini Nabi SAW menyedekahkan hartanya lebih banyak dari bulan lainnya bahkan diibaratkan seperti angin. 

Disini saya ingin menawarkan amal shalih dan amal jariah berupa bantuan umat Islam kepada saudara saudara kita yang sedang berdakwah di pedalaman Mentawai. 

Informasi yang kami terima 120 dai di pedalaman Mentawai kehabisan logistik dan membutuhkan dana untuk menyemarakkan dakwah di pedalaman. Silahkan membaca keterangan lengkapnya di bawah ini. 

Dengan berjalan kaki selama dua jam mendaki gunung untuk mendapatkan sinyal telpon, siang tadi Da’i Pedalaman YMPM yang ditempatkan di Pedalaman Siberut maupun di Sikabaluan menyampaikan kondisi yang sedang mereka hadapi.

Bahwa persediaan berbuka dan sahur mereka di hari ke 10 Ramadhan ini sudah mulai habis. Para Da’i pedalaman berharap agar kendala yang sedang mereka hadapi dengan habisnya ransum mereka untuk berbuka dan sahur dapat segera dibantu mengatasinya.

Disamping kendala ketersediaan Ransum berbuka dan sahur di pedalaman, para Da’i juga menyampaikan agar mereka bisa dibantu untuk pengadaan solar untuk menghidupkan genset.

Tanpa adanya genset suara azan, shalat berjama’ah, ceramah agama, shalat taraweh dan kegiatan keagamaan lainnya kurang semarak sehingga syiarnyapun kurang dirasakan oleh para Muallaf.

Mereka mengharapkan agar solar dapat segera dikirim supaya program keagaamaan di pedalaman Mentawai dapat berjalan dengan sebaik mungkin.

Selain Ransum untuk berbuka dan sahur, pengadaan solar, para Da’i juga berharap kalau bisa ada semacam hadiah ringan yang diberikan kepada para muallaf yang rajin beribadah, aktif dalam kegiatan Ramadhan, muallaf yang dapat menjawab pertanyaan dan lain sebagainya.

Harapan dari Da’i pedalaman ini menjadi tanggung jawab bagi kami sebagai Pengurus Yayasan muslim Peduli mentawai (YMPM) yang telah memberangkatkan sebanyak 120 orang da’i untuk disebar ke pedalaman-pealaman Mentawai baik di Siberut, Sipora, Sikabaluan dan daerah lainnya hingga ke daerah paling pelosok Mentawai.

Sebelum memberangkatkan 120 orang da’i pedalaman, Pengurus YMPM mengalami kendala dana yang sangat besar.

Donasi yang terkumpul untuk memberangkatkan Da’i pedalaman pada hari H keberangkatan Da’i Pedalaman hari Jum’at, 26 Mei 2017 waktu itu dana yang terkumpul hanya RP. 82.000.000,- (delapan puluh dua juta rupiah), sementara biaya yang diperlukan sebanyak Rp. 900.000.000,- (sembilan ratus juta rupiah).

Jujur kami katakan bahwa terasa berat beban dakwah yang sedang kami pikul untuk menjalankan misi dakwah di Mentawai Ramadhan 1438 H/2107 M ini.

Bahkan selama tujuh tahun berdakwah di Mentawai inilah beban dakwah yang paling berat terasa oleh kami sebagai Pengurus Yayasan Muslim Peduli mentawai (YMPM). 


Rasanya kami tidak kuat menjalankan program yang sangat berat ini. Namun kami tidak mungkin membatalkan program mulia ini atau mengurangi jumlah Da’i yang dikirim, sebab kami merasakan betul dengan hati nurani dan keimanan yang ada dalam diri kami bahwa ribuan Muallaf Mentawai sedang berharap untuk kami mengirimkan Da’i Ramadhan.


Bahkan banyak diantara ketua Muallaf Mentawai yang berderai air mata meminta kepada kami agar kami mengirimkan Da’i Ramadhan ke Perkampungan mereka seperti tahun-tahun sebelumnya.

Di saat beban berat menumpuk di kepala, bahkan fikiran terasa lelah memikirkannya kami tetap berjuang membangun keoptimisan, kami tidak boleh lemah semangat, kami harus berani dan kuat menjalankan perjuangan dakwah ini.

Sebab untuk masuk ke syorga Allah swt tidak mudah untuk mendapatkannya perlu perjuangan dan pengorbanan yang besar.

Akhirnya sampailah kami pada kesimpulan bahwa bagi YMPM kendala dana yang dihadapi jangan sampai dakwah untuk membina muallaf, menghidupkan semarak Ramadhan, syiar Islam dan kegiatan keagamaan menjadi terhalang. Untuk itu program dakwah harus tetap jalan mana tau ini adalah perjuangan akhir dalam kehidupan kita. Allahu A’lam bis showab.

Karena dana yang terkumpul baru Rp. 82.000.000,- kami harus memberanikan diri untuk mencarikan jalan keluar dari semua ini. Akhirnya sesaat sebelum kami memberangkatkan 120 orang Da’i kepedalaman mentawai kami mendapatkan uang pinjaman RP. 100.000.000,- (seratus juta rupiah).

Total uang semuanya Rp. 182.000.000,- (seratus delapan puluh dua juta rupiah), Uang Rp. 182.000.000,- ini kami berikan kepada masing-masing koordinator Da’i di masing-masing Pulau. Ustad Abu Dzay di Siberut, Ustadz Hamzah di Sipora, Ustadz Zaid di Sikabaluan.

Ustadz di masing-masing pulau memberikan uang kepada masing-masing Da’i untuk biaya hidup mereka khususnya untuk sahur dan berbuka di pedalaman Mentawai. 
Untuk uang awal masing-masing Da’i dibekali Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) / Da’i. Dan bagi Da’i-Da’i yang dikirim ke daerah yang sangat jauh seperti di Pantai barat Sikabaluan masing-masing Da’i dibekali Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratis ribu rupiah).

Sisanya dipergunakan untuk biaya transportasi Padang Mentawai dan Mentawai ke Pedalaman, serta untuk konsumsi Da’i.

Uang Rp. 1.000.000,- s/d 1.500.000,- / Da’i jauh dari cukup. Mestinya Pengurus YMPM memberikan uang minimal Rp. 2.000.000,- s/d 3.000.000 /Da’i untuk biaya 15 hari di pedalaman. Namun karena terkendala biaya pengurus YMPM hanya mampu memberikan uang awal Rp. 1.000.000,- s/d 1.500.000,- / Da’i.

Setelah berada selama 10 hari di Pedalaman Mentawai dalam rangka membina Muallaf, Menghidupkan semarak Ramadhan, Mendakwahkan agama Allah dan mensyiarkan Islam bekal awal yang diberikan kepada masing-masing Da’i sepuluh hari silam sesaat sebelum mereka akan berlayar ke Pedalaman Mentawai tentu telah habis, apalagi biaya hidup di Mentawai jauh lebih mahal ketimbang biaya hidup di tempat kita.

Pengurus YMPM bermaksud insya Allah akan memberikan bekal untuk biaya hidup tahap dua kepada 120 orang Da’i.

Semakin cepat muhsinin tergerak hati untuk membantu perjuangan dakwah Mentawai ini, insya Allah semakin cepat pula bisa kita berikan uang buat pejuang dakwah kita para hafid qur’an yang sedang berjuang di pedalam Mentawai.

Hingga sekarang dana yang terkumpul oleh Pengurus YMPM Rp. 200.000.000,- (Dua ratus juta rupiah).
Untuk kesuksesan program pengiriman Da’i Pedalaman kita masih kekurangan dana Rp. 700.000.000,- (tujuh ratus juta rupiah).
Biaya yang sangat banyak ini baru untuk program pengiriman Da’i Pedalaman. 

Belum masuk program melanjutkan pembangunan 4 masjid yang sedang di bangun YMPM, Sekolah Islam, Pusat Pembinaan Muallaf, Biaya Pendidikan Muallaf, Santunan anaknyatim, paket lebaran muallaf dan lain sebagainya.

Karena sangat besar dan sangat berat tanggung jawab perjuangan dakwah Mentawai yang sedang di pikul oleh Pengurus YMPM, maka pengurus YMPM terus mengajak muhsinin untuk senantiasa membantu syiar dakwah yang penuh berkah ini.

Semoga Allah swt memberikan keberkahan Ramadhan kepada kita semua, Allah swt menghapuskan seluruh dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba-hamba-NYA yang bertakwa kepada-NYA. Amin…

Perjuang membela agama Allah swt penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Mari kita gapai rahmat Allah swt dengan saling berbagi bersama para Muallaf.

Hari ini Muallaf membutuhkan kita, yakinlah di padang mahsar nanti kita yang membutuhkan para Muallaf.
Semoga melalui harta kita iman dan Islam muallaf semakin kuat. Amin.

Donasi Untuk Pengiriman Da”i Pedalaman. Yayasan Muslim Peduli Mentawai (YMPM) Ramadhan 1438 H/2017 M. 

Bank Nasional Indonesia Syariah.

Cab. Bukittinggi.

No. Rek. 0397762727
– Bank Syariah Mandiri. 

Cab. Payakumbuh.

No. Rek. 7083758238
Atas Nama : YAYASAN MUSLIM PEDULI MENTAWAI. 

Semoga zakat, infaq, shadaqahnya mendapatkan rahmat dari Allah SWT dan Allah swt memasukkan kita ke dalam syorga-NYA. Amin. 

Konfirmasi via SMS/ WA :

  • Ust. M. Shiddieq (Ketua YMPM). Hp. 085364296465
  • Umar Al Faruq (Ketua Penasehat YMPM). Hp. 082383600611
  • Ust Abu zaky (Waka. YMPM). Hp. 085374624550. 
  • Ust. Abu Daud Al Fatih (Sekretaris YMPM). Hp. 081319725515
  • Ust. Zaid Abu Khanza (Bendahara YMPM). Hp. 085263000379
  • Ust. Hamzah Abu Maryam (Datinfo YMPM). Hp. 082386321556. 

***

Saya sifatnya membantu menyebarkan informasi kegiatan dan perkembangan da’i di Mentawai dan kegiatan pengiriman da’i oleh Yayasan Muslim Peduli Mentawai, semoga banyak umat Islam yang tergerak membantu. 

Link sumber: tribun sumbar dan chat dengan pengurus YMPM. 

%d bloggers like this: