Riba VS Bunga


Bunga Menurut The American Heritage DICTIONARY of the English Language : Interest is “A charge for a financial loan, usually a precentage of the amount loaned“. Bunga adalah sejumlah uang yang dibayar atau untuk penggunaan modal. Jumlah tersebut misalnya dinyatakan dengan satu tingkat atau prosentase modal yang bersangkut paut dengan itu yang dinamakan suku bunga modal.

Riba Secara bahasa Riba (الربا) berarti Ziyadah. (زيادة) yaitu tambahan, tumbuh, tinggi dan naik. Allah SWT berfirman : Artinya: “Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (Q.S Al-Hajj : 5)

Secara Etimologi ilmu fiqih, riba yaitu: Tambahan khusus yang dimiliki salah satu dari dua pihak yang terlibat tanpa ada imbalan tertentu. Dalam pengertian lain, secara linguistik riba juga berarti tumbuh dan membesar.

Sedangkan menurut istilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil. Ada beberapa pendapat dalam menjelaskan riba, namun secara umum terdapat benang merah yang menegaskan bahwa riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual beli maupun pinjam meminjam secara bathil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam.

Lebih jauh tentang Riba dan Bunga, berikut ini kami sampaikan beberapa poin dari kajian Dr Ugi Suharto di INSISTS beberapa waktu lalu.

  • Tiga tipe pemikiran tentang Riba dan Bunga. 1. Riba tidak sama dengan Bunga (Fazlur Rahman, A. Hasan) . 2. Riba sama dengan bunga. (Praktisi dan Sarjana Perbankan Islam) 3. Riba ada kesamaan dan ada perbedaan dengan bunga. Dalam banyak hal, riba dan bunga banyak kesamaannya, namun ada riba yang tidak berbunga, dan ada bunga yang tidak ribawi. (Rafiq Al-Mishri, Mahmoud Al-Gamal, Ugi Suharto). Justru bunga yang tidak ribawi ini yang menjadi tulang belakang praktek perbankan Islam dewasa ini.
  • Riba dan bunga pada dasarnya memiliki perbedaan dan persamaan tertentu. Riba merupakan hal yang haram, sedangkan bunga ada yang diharamkan, ada juga yang tidak.
  • Untuk belajar riba kita harus belajar fiqih. Untuk mengetahui interest harus belajar Finance.
  • Riba merupakan transaksi yang terkait pinjaman keuangan atau barang. Misalnya, dalam transaksi penukaran emas. Penukaran emas bisa disebut riba apabila ada ketidaksamaan waktu atau penukaran dilebihkan dengan kesepakatan. “Kalau kita ingin menukar emas dengan emas, harus sama waktunya dan sama beratnya. Kalau tidak sama, maka akan ada riba. Tidak boleh ada kelebihan, disebut riba fadhal. Riba nasa’, ada perbedaan waktu. Misal, punya dolar Amerika mau kita tukar uangnya tapi besok. Tidak boleh, harus hari itu juga. Kalau tidak, itu namanya riba nasa’,”
  • Untuk menjadi riba ada 3 ketentuan, yakni (1) Ada kelebihan (ziyadah), misalnya, pinjam uang Rp. 100.000 dikembalikan Rp. 150.000, (2) Harus dari pinjaman, jika barang dibeli 10 juta kita dijual 11 juta dengan barang yang bersifat pinjaman, (3) Pinjaman tersebut merupakan bagian dari persyaratan untuk membeli barang tersebut.
  • Jika tiga-tiganya tidak ada melainkan hanya salah satu, tidak riba. Allah berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman, jangan lakukan dengan cara yang batil kecuali kamu saling ridho.’ Tapi, kalau Akadnya sudah batil, ridho, maka tidak sah. Jadi keridhoannya tidak berlaku, karena sistemnya batil. Jadi akadnya harus benar dulu, begitu prinsipnya,”Pinjam bank konvensional, 10 juta diganti 11 juta. Akadnya riba. Ridho di sini tidak berlaku. Keridhoan tidak berlaku dalam sistem yang tidak batil.
  • Bank Islam dianggap tidak memberikan bunga. Padahal tidak demikian, melainkan ini disebut sebagai bunga tanpa riba. Karena ia memberi bunga, tetapi tidak ada persyaratan sama sekali. “Jadi ini adalah interest tanpa riba. Bank Islam kurang tepat disebut bank tanpa bunga. Karena dia ngasih bunga, tapi bukan riba”.
  • Keberadaan bunga tanpa riba, di dalam bank syariah sering disebut sebagai transaksi murabahah. Bank Islam paling besar asetnya dari jual beli barang dengan harga yang lebih mahal. Karena, hubungan nasabah dengan bank Islam adalah jual beli, sedangkan bank konvensional, pinjam meminjam dengan nasabah.
  • Contoh Riba = Bunga. Seseorang meminjam uang dari Bank Rp. 100.000,- kemudian harus mengembalikan sejumlah Rp. 110.000,- dengan ketentuan syarat yang sudah dibuat di awal, ada nominal bunga Rp. 10.000,-. Ketiga syarat riba ada yaitu pinjaman, kelebihan dan ketentuan.
  • Contoh Bunga tanpa Riba. Seseorang meminjam uang dari Bank Rp. 100.000,- kemudian mengembalikan sejumlah Rp. 110.000,- dengan tanpa ketentuan syarat yang sudah dibuat di awal, ada nominal bunga Rp. 10.000,-. Bunga disini bukan Riba karena ada satu syarat Riba yang hilang yaitu syarat dan ketentuan di awal.
  • Dalam praktik Bank Islam misalnya, bank memberikan pinjaman tanpa bunga kepada nasabah atau kepada karyawan mereka. Bank memberikab hadiah kepada account holders, secara fiqih bukan riba, tetapi menjadi bunga secara finance.
  • Contoh lain adalah Murabahah yang menjadi aset paling banyak bank islam. Misalnya seseorang meminjam uang dari bank islam Rp. 100.000,- kemudian dia membayarkan secara kredit sampai Rp. 120.000,-. Bank mengambil untung dari waktu pembayaran kredit, makin lama membayar makin banyak kredit yang dibayar.

Belajar Transformasi Dari Dr. Abdulgani, MA


Transformasi adalah melakukan sesuatu terhadap seluruh unsur dan elemen penting perusahaan, yang nantinya akan menentukan perusahaan itu bisa berkembang secara menguntungkan dan berkelanjutan ke depannya.

Artinya, bukan berarti kalau ada masalah ini selesaikan, ada masalah ini selesaikan, yang kurang ditingkatkan, tidak. Yang pertama itu disebutnya problem solving. Kalau sekedar problem solving, kadang-kadang kita lupa melihat apa yang sebenarnya terjadi atau kesempatan apa yang sebetulnya terbuka.

Kedua, kalau hanya meningkatkan ini, ini, dan ini, atau kita merasa wah produktivitasnya rendah, lalu kita perbaiki, itu bukan transformasi namanya. Itu improvement atau sering disebut juga incrementalizm. Semua harus ditingkatkan tapi tidak jelas arahnya ke mana.

Sementara dalam transformasi, kita harus mengetahui dengan jelas bahwa kondisinya seperti ini, kita arahkan supaya perusahaan kita berkembang, menang dalam berkompetisi, dan menguntungkan. Pilar-pilar pokoknya itu harus dibenahi. Itulah transformasi.

kapan pentingya bertransformasi? 

Setelah kita lihat kondisi perusahaan kita bagaimana. Satu, kinerjanya. Misalnya, biasanya perusahaan kita tumbuh 15%, ternyata sekarang cuma 10%. Jadi ada yang salah di situ.

Kedua, kita memproduksi barang atau membuat bisnis dalam satu bidang, yang ternyata tidak hanya kita pemainnya sekarang. Banyak yang ikutan dan membuat hal-hal baru.

Ketiga, melihat perubahan yang terjadi, seperti tren perekonomiannya seperti apa. Itulah, bagaimana kita melihat apakah kita harus melakukan transformasi atau tidak.

Apa makna leadership?

Satu, kepemimpinan menjadi CEO. Definisi kepemimpinan itu simpel saja, yaitu membuat segala sesuatu terjadi. Bukan soal wewenang. Wewenang kalau tidak digunakan, enggak terjadi apa-apa. Kalau dirut kerjaannya duduk saja, padahal dia punya wewenang, ya tidak akan terjadi apa-apa. Yang menggunakan wewenang dan membuat sesuatu terjadi, itulah leadership.

 
Dia harus menggerakkan semua orang dalam perusahaan. Tidak hanya dari dirinya, tapi juga semua orang, pimpinan-pimpinan dari yang paling tinggi sampai yang paling bawah, semuanya harus memiliki leadership agar eksekusinya dapat berjalan.

Semua level pimpinan (dirut, direktur, kepala divisi, manajer, kepala bagian, kepala seksi), semuanya harus mengamalkan fungsi leadership. Kalau mereka belum punya leadership, maka mereka harus disiapkan untuk memiliki itu. Caranya dengan di-train/di–drive. Tanpa itu, eksekusinya tidak terjadi.

Waktu saya masuk, selama itu Garuda diset untuk melayani semua orang. Namanya Garuda For All. Saya bilang ini tidak bisa lagi diterapkan sekarang. Harga tiketnya saja mahal. Garuda tidak bisa bikin itu turun karena Garuda punya kelebihan dibandingkan dengan airline lainnya. Pesawatnya bagus, layanannya bagus, dan dia terbang tepat waktu.

Saya bilang, Garuda fokus kepada middle up. Begitu diubah, hasilnya bagus. Begitu saya berhenti di Garuda, CEO yang baru mengembalikan lagi ke kondisi semula. (Garuda harus melayani semua orang). Akhirnya bangkrut lagi. Terpaksa saya harus kembali lagi ke sana untuk mentransformasi Garuda ke prinsip semula.

Apa konsep yang Anda terapkan dulu ke tubuh Garuda?

Ada istilah konseptual, sistematis, bertahap, dan konsisten. Apalagi perusahaan-perusahaan yang besar seperti ini masalahnya kompleks, tidak sederhana. Pertama kita harus pelajari masalahnya secara detail sehingga kita tahu betul apa sesungguhnya yang dibutuhkan masyarakat. Itu namanya konseptual.

 
Saya kasih Anda contoh, kalau suatu perusahaan merugi, artinya pendapatannya lebih rendah daripada biaya yang dikeluarkan. Secara umum apa yang biasanya dilakukan orang kalau hal ini terjadi? Biasanya mereka akan berpikir dari biayanya. Biayanya harus ditekan atau dikurangi agar sesuai dengan pendapatan.

Nah, untuk penerbangan, itu salah. Itu yang dilakukan manajemen sebelumnya. Dia kurangi biaya, akibatnya kualitas layanan semakin turun, penumpang pun semakin turun. Bukannya tambah baik, malah tambah rugi. Jadi apa yang harus dilakukan? Karena konsepnya layanan, maka kualitas layanannya harus kita perbaiki agar orang naik pesawat.

Jadi dari cost efficiency menjadi cost effectiveness. Bukan menghambur-hamburkan biaya, tapi yang efektif agar bisa memelihara dan meningkatkan kualitas layanan. Itu namanya konseptual. Jadi tidak asal menemukan solusi yang umum, tapi harus betul-betul yang menjawab.

Itu baru satu aspek. Ada juga yang lainnya. Tangan kita kan ada dua. Berarti kita tidak bisa pegang semuanya. Di situ kita tahu mana yang prioritas dan harus didahulukan. pengerjaannya bertahap. Sehingga itu tertangani. Tidak sekaligus semua. Pada waktu kita menyelesaikan ini, ini, dan ini, maka kita tidak boleh hanya melihat yang ini saja. Tetap kerangka umumnya menjadi kesatuan. Itu sistematis.

 
Jadi konseptual, sistematis, bertahap. Karena bertahap, maka kita harus konsisten memelihara prinsipnya. Jangan berubah seenaknya. Kalau berubah, kacau lagi semuanya. Itu harus dikerjakan dalam proses transformasi dari awal sampai akhir sehingga betul-betul sesuai dengan apa yang kita mau.

 
Sumber: Situs internet yang menampilkan wawancara dg bapak Abdulgani, beberapa ilmu di atas juga saya dapatkan ketika wawancara untuk persiapan seminar nasional pembangunan Islamic Entrepreneurship di Pusdiklat Kemensos 30 April lalu.

Kisah Inspiratif Membentuk Jiwa Entrepreneurship Dari Bapak Hilmi Panigoro CEO Medco Energi


screenshot_2017-05-23-16-39-30-204_com-miui-videoplayer

Pada sesi kedua dari Seminar Nasional Pembangunan karakter Islamic Entrepreneurship di gedung Pusdiklat Kementrian Sosial adalah paparan dari bapak Hilmi Panigoro selaku CEO Medco Energi.

Awalnya Pak Hilmi menceritakan ayahnya yang merantau dari Gorontalo menuju Bandung pada umur 14 tahun dikarenakan tidak ada sekolah lanjutan setelah SMP di Gorontalo. Akhirnya Hilmi dan bersebelas saudaranya termasuk Arifin Panigoro pendiri Medco lahir dan besar di bandung. Arifin Panigoro sendiri lulusan dari Teknik Elektro ITB dan sudah memulai bisnis semenjak kuliah sedangkan Hilmi Panigoro lulusan Teknik Geologi ITB.

Medco didirikan pada tahun 1980 bermula dari jasa pengeboran minyak dan gas bumi di daratan (onshore drilling). Hilmi mengatakan awalnya berkecimpung di onshore drilling Medco harus berhadapan dengan perusahaan asing dengan modal dan teknologi tinggi. Saat itu saingannya adalah Huffco dengan 10 drilling berwarna biru putih.

Medco diberikan kesempatan untuk mendirikan sebuah drilling. Akhirnya sebuah drilling berwarna merah putih didirikan. Karena berperforma baik dan harganya yang murah Medco dipercayai untuk memperbanyak drillingnya.

Rahasia sukses Medco adalah pada profesionalisme. Medco selalu menempatkan orang-orang yang kompetensi di bidangnya. Kalau dilihat dari board of Director hanya 3 orang dari 11 bersaudara yang aktif di Medco yaitu Arifin Panigoro, Hilmi Panigoro dan Yani yang alumni Teknik Elektro ITB juga.
Setelah berpengalaman di Onshore Drilling, Arifin panigoro diberi masukan dan dorongan agar bangsa Indonesia dapat juga menguasai Indsutri Upstream. Maka beralihlah Medco sebagai pemilik sumur minyak dengan mengakuisisi sumur-sumur kecil yang dianggap tidak menguntungkan karena volumenya yang kecil, tapi bagi Medco ini adalah Strategic Acquisition dimana terdapat 400 an orag tenaga kerja yang sudah dilatih dan berpengalaman.

Meskipun mahal hal ini harus dilakukan agar terjadi transfer knowledge dari asing ke Indonesia. Tahun ini, Medco bahkan mengakuisisi 82,2% saham PT Newmont Nusa Tenggara di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Dengan strategic acquisition ini medco akan memiliki kemampuan untuk mengolah tambang tembaga, timah dan bahkan emas.

Kini Medco bisa menguasai market share. Proses pertumbuhan itu semangatnya bukan untuk mencari uang tapi nasionalisme bagaimana menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Jika motivasi seseorang untuk tumbuh hanya karena uang, susah untuk memotivasi orang lain, tapi kalau nasionalisme orang akan mudah terbakar semangatnya, termotivasi dan semua orang bekerja keras.

Terlebih lagi pada level tertentu, Medco hari ini dengan 18 ribu karyawan maka bisnis bukan hanya cari uang, tapi juga tanggung jawab atau dalam bahasa lain Amanah.

Sumber:

  • Wawancara penulis untuk persiapan Seminar Nasional Islamic Entrepreneurship
  • Materi Seminar Nasional Islamic Entrepreneurship

Surat Jack Ma untuk Anaknya


jakc maKita semua diberi dua anugerah liar biasa oleh Allah swt berupa pikiran dan waktu. Terserah mau melakukan apa dengan keduanya. Hanya kita yang mampu menentukan nasib diri kita sendiri. Apakah menghabiskan waktu yang ada dan menbiarkan peluang lewat begitu saja.

Orang sukses tidak pernah takut mencoba, tidak pernah takut untuk bangkot lagi walaupun diterpa banyak kegagalan. Orang sukses tahu bahwa kegagalan sejati adalah saat mereka berhenti untuk mencoba.

*** Continue reading

Pemikiran Ekonomi Abdul Mannan


ekonomi islamIslam muncul sebagai sumber kekuatan yang baru pada abad ke-7 masehi, menyusul runtuhnya kekaisaran romawi yang ditandai dengan berkembangnya peradaban baru, ilmu pengetahuan, teknologi, kehidupan sosial termasuk ekonomi yang berkembang secara menakjubkan. Continue reading

Pemikiran Ekonomi Ibnu Taimiyyah


uang pembawa berkahRiwayat Hidup

Ibnu Taimiyah yang bernama lengkap Taqayuddin Ahmad bin Abdul Halim lahir di kota Harran pada tanggal 22 Januari 1263 M (10 Rabiul Awwal 661 H). Ia berasal dari keluarga yang berpendidikan tinggi. Ayah, paman dan kakeknya merupakan ulama besar Mazhab Hanbali dan penulis sejumlah buku. Karena kecerdasan dan kejeniusannya, Ibnu Taimiyah yang berusia masih sangat muda telah mampu menamatkan sejumlah mata pelajaran, seperti tafsir, hadits, fiqih, matematika, dan filsafat, serta berhasil menjadi yang terbaik diantara teman-teman seperguruannya. Guru Ibnu Taimiyah berjumlah 200 orang, diantaranya adalah Syamsuddin Al-Maqdisi, Ahmad bin Abu Al-Khair, Ibn Abi Al-Yusr, dan Al-Kamal bin Abdul Majd bin Asakir.

Ketika berusia 17 tahun, Ibnu Taimiyah telah diberi kepercayaan oleh gurunya, Syamsuddin Al-Maqdisi, untuk mengeluarkan fatwa. Pada saat yang bersamaan, ia juga memulai kiprahnya sebagai seorang guru. Kedalamannya ilmu Ibnu Taimiyah memperoleh penghargaan dari pemerintah pada saat itu dengan menawarinya jabatan kepala kantor pengadilan. Namun, karena hati nuraninya tidak mampu memenuhi berbagai batasan yang ditentukan oleh penguasa, ia menolak tawaran tersebut.

Continue reading

Pemikiran Ekonomi Abu Abdullah Muhammad Asy-Syaibani


islamic economic studiesBiografi Asy-Syaibani

Nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad bin al-Hasan bin FarqadJazariyaasy-Syaibani. Lahir di Wasith 132 H/748 M dan wafat 189 H/804 M), hidup di masa akhir dinasti Umawiyyah dan permulaan Abbasiyah. Ayahnya seorang tentara Syam pada masa dinasti Umawiyah dan tinggal di Damaskus kemudian pindah dan menetap ke Kufah. Dan ketika itu Kufah adalah sebagai markaz ilmu fikih, lughah dan nahwu, sama seperti halnya di Basrahmarkaznya ilmu adab, lughah dan nawhu. Continue reading

%d bloggers like this: