Waktu Mustajab Di Hari Jumat, Antara Ashar Dan Maghrib


Hari Jumat, terdapat waktu istimewa agar doa lebih mustajab.

Waktu pertama
: Ketika imam mulai duduk di atas minbar sampai solat Jumat.

Kedua
: Setelah waktu Asar berdasarkan hadis Nabi

يَوْمُ الجُمُعة ثِنْتَا عَشْرَةَ سَاعَةً ، لاَ يُوجَد فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ الله شَيْئاً إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ العَصْر

“Hari Jumaat ada 12 bagian waktu yang mana tiada seorang hamba muslim berdoa padanya kecuali akan diberikan (maqbul), maka CARILAH IA di UJUNG WAKTU SELEPAS ASAR” (HR Abu Daud- hadis sohih)

Mari memanfaatkan waktu maqbul ini dengan berdoa dan memperbanyak istighfar.

Berikut ini adab-adab doa sesuai sunnah:

  • Menghadap qiblat, angkat kedua belah tangan dan boleh menyapu muka di akhir doa.
  • Merendahkan suara di antara tenang dan jahar (lantang)
  • Hadirkan hati, Khusyu’ dan rendah diri, berserah diri kepada Allah.
  • Datangkan rasa ‘optimis’ doa akan dikabulkan dan benar-benar harap kepada Allah swt.
  • Merayu bersungguh maka sebaiknya diulang tiga kali.
  • Membuka doa dengan ‘Majami’ al-Hamd’ (induk dan penghulu lafaz pujian kepada Allah swt) dan shalawat ke atas Rasul s.a.w dan diakhiri juga sedemikian.
  • Istighfar dan taubat beserta doa, jika ada DHALIM kepada seseorang atau harta orang lain WAJIB DIKEMBALIKAN SEGERA. itu adalah faktor paling kuat untuk maqbulnya doa.
  • Memahami doa yang dipinta.

SELAMAT BERDOA, antara waktu mustajab berdoa di hari Jumaat adalah selepas Asar sebelum Maghrib. []

Doa Menghindari Banjir


Tiga hari terus menerus kota Jakarta diliputi hujan lebat, hampir jarang sang matahari menampakkan sinarnya. Dalam keadaan seperti ini manusia sering panik dan menyalahkan alam dan kondisi banjir. 

Hujan adalah nikmat dan anugerah yang diturunkan Allah swt. Turunnya hujan memberikan kehidupan bagi manusia, hewan dan tumbuhan, jika hujan tidak turun akan menghancurkan kehidupan. 

Islam telah mengajarkan kepada kita bentuk bentuk doa ketika ada hujan, setelah hujan dan doa ketika ada hujan lebat atau banjir. 


Doa Ketika Ada Hujan

Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah saw jika turun hujan berdoa:

 ” اللهم صيـباً نافعاً ”

ALLAHUMMA SHAYYIBAN NAAFI’AN

“Ya Allah jadikanlah hujan ini bermanfaat” (HR Bukhari) 
Dalam riwayat Muslim disunnahkan juga menyebut hujan dengan ‘Rahmat‘. 
Dari Aisyah ra bahwa Nabi saw ketika turun hujan mengatakan: 

“رحمة ”

“RAHMAT” (HR Muslim) 

Membaca doa ini semoga bisa menghindarkan bahaya bagi orang lain menjadi manfaat dan rahmat, selain pahala sunnah yang didapat dari membaca doa ini. 


Doa Setelah Turun Hujan

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhni ra berkata: Rasulullah saw shalat subuh bersama kami di Hudaibiyah ketika akhir malam dan turun hujan, setelah selesai Beliau menemui manusia dan mengatakan, “Apakah kalian tahu apa yang telah difirmankan Tuhan kalian?” Mereka para Sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Nabi bersabda: “Ada segolongan dari hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan melakukan kekafiran. Adapun orang yang mengatakan:

مُطِرنا بفضل الله ورحمته

MUTHIRNAA BI FADHLILLAHI WA RAHMATIHI

‘telah turun hujan karena keutamaan dan rahmat Allah’, dia telah beriman kepada-Ku dan kafir kepada prakiraan bintang . Adapun yang mengatakan, “Turun hujan karena begini dan begini”  dia kafir kepada-Ku dan beriman kepada perkiraan bintang” (HR Bukhari Muslim) 

Orang Arab jahiliyah ketika turun hujan sering mengkaitkan dengan ramalan bintang. Ketika Islam datang, menghapus keyakinan ini dan menyandarkan hujan kepada Allah bukan karena bintang ini jatuh atau sebab lain. 

Meskipun ini ada di masa Jahiliyah Islam, tetapi peringatan ini juga untuk manusia modern seperti sekarang, dimana banyak yang mengkaitkan fenomena alam seperti hujan bukan kepada Allah tetapi kepada selain-Nya. 


Doa Agar Terhindar Dari Banjir

Ada sebuah hadits yang menyebutkan tentang doa untuk menghindarkan sebuah wilayah dari banjir.

Dari sahabat Anas bin Malik ra, beliau menceritakan, bahwa pernah terjadi musim kering selama setahun di masa Nabi saw. sampai akhirnya datang suatu hari jumat, ketika Nabi saw dan para sahabat jumatan. Anas mengatakan: Ada seseorang yang masuk masjid dari pintu tepat depan mimbar pada hari jum’at. 

Sementara Rasulullah saw ketika itu sedang berdiri berkhutbah. Kemudian dia menghadap ke arah Nabi saw dengan berdiri dan mengatakan, ‘Ya Rasulullah, ternak pada mati, tanah becah tidak bisa dilewati, karena itu berdoalah kepada Allah agar Dia menurukan hujan untuk kami.’ Spontan Nabi saw mengangkat tangan beliau, dan membaca doa:

اللَّهُمَّ اسْقِنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا

ALLAHUMA ASQINAA, ALLAHUMMA ASQINAA ALLAHUMMA ASQINAA

“Ya Allah, berilah kami hujan…, Ya Allah, berilah kami hujan.., Ya Allah, berilah kami hujan.”
Anas melanjutkan kisahnya: Demi Allah, sebelumnya kami tidak melihat ada mendung di atas, tidak pula awan tipis, langit sangat cerah. Tidak ada penghalang antara kami dengan bukit Sal’. Namun tiba-tiba muncul dari belakangnya awan mendung seperti perisai. Ketika mendung sudah persis di atas kita, turun hujan.

Anas menegaskan, “Demi Allah, kami tidak melihat matahari selama 6 hari.” Kemudian pada hari jumatnya, datang seseorang dari pintu yang sama, ketika Rasulullah saw berdiri menyampaikan khutbah. Dia menghadap Nabi saw sambil berdiri. Dia mengatakan, ‘Ya Rasulullah, banyak ternak yang mati, dan jalan terputus. Karena itu, berdoalah kepada Allah agar Dia menahan hujan.’ Kemudian Nabi saw mengangkat kedua tangannya, dan berdoa,
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا، وَلاَ عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

ALLAHUMMA HAWAALAINA WA LAA ’ALAINA. ALLAHUMMA ’ALAL AAKAMI WAL JIBAALI, WAZH ZHIROOBI, WA BUTHUNIL AWDIYATI, WA MANAABITISY SYAJARI


“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan tidak di atas kami. Ya Allah turunkan hujan di bukit-bukit, pegunungan, dataran tinggi, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”
Tiba-tiba hujan langsung berhenti. Kami keluar masjid di bawah terik matahari. (HR. Bukhari – Muslim).



Dari hadis di atas, Rasulullah saw melantunkan doa ketika terjadi banjir, akibat terlalu sering hujan. 

Doa ini bisa anda baca dalam kondisi banjir seperti yang terjadi di ibu kota. Dengan harapan, semoga Allah tidak menimpakan hujan itu sebagai adzab, namun menjadi rahmat. Hujan itu turun di tempat yang subur dan bermanfaat bagi tanaman.

Ibnu Daqiqil Al ‘Id ketika menjelaskan hadits ini mengatakan, “Hadis ini merupakan dalil bolehnya berdoa memohon dihentikan dampak buruk hujan, sebagaimana dianjurkan untuk berdoa agar turun hujan, ketika lama tidak turun. Karena semuanya membahayakan.” (Ihkam Al-Ahkam, 1/357)

Jika doa di atas terlalu panjang, Anda bisa membaca bagian depan:
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا، وَلاَ عَلَيْنَا

ALLAHUMMA HAWAALAINA WA LAA ‘ALAINAA

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan tidak di atas kami.”
Baca doa ini berulang-ulang. Juga dianjurkan bagi khatib untuk membaca doa ini ketika Shalat Jumat, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw di atas. Demikian dijelaskan Ustadz Ammi Nur Baits di situs Konsultasi Syariah.

Sementara itu, Ustadz Ahmad Sarwat, Lc, MA, menjelaskan bahwa doa ini tidak selalu relevan dengan kondisi sebuah tempat. Dalam soal ujian beliau ketika kuliah S-2 dengan dosen KH. DR. Ali Mustafa Ya’qub. MA. Soalnya kurang lebih menanyakan apakah doa Nabi saw di atas itu relevan buat orang Jakarta?

“Sebab banjir di Jakarta itu terjadi bukan semata-mata karena hujan yang turun dari atas ibu kota, tetapi justru yang dahsyat karena adanya kiriman banjir dari puncak dan Bogor. Jakarta bisa saja cerah bermandikan cahaya matahari, tetapi kiriman banjir dari arah selatan, khususnya pintu air Katulampa di Bogor sana, akan tetap jadi bencana buat Jakarta. 
Kalau doa kita seperti doa Rasulullah saw di atas itu, yaitu jangan turunkan hujan di atas Jakarta, tapi di luar kota Jakarta (baca: Puncak dan Bogor), maka Jakarta akan tetap banjir juga. 

Maka dalam memahami hadits perlu adanya ilmu fiqih, biar kita tahu duduk perkara suatu masalah. Tidak boleh begitu saja kita main copy paste teks hadits, padahal tidak relevan,” terang beliau.

Oleh karena itu, jika berdoa dengan teks doa dari Rasulullah saw tersebut, kita juga berharap agar hujan turun di wilayah lain yang tidak menyebabkan banjir lainnya.


Sumber:

http://mawdoo3.com/دعاء_نزول_المطر

Keterangan Ust Ami Nur Bais dan Ust Ahmad Sarwat di Internet

Kekuatan Doa Menaklukkan Konstantinopel


Hari-hari terakhir menjelang hari H tanggal 15 Februari 2017 mengingatkan saya kembali akan kisah Al-Fatih Sultan Mehmed yang akhirnya bisa menembus benteng Konstantinopel (saat ini bernama Istanbul), benteng terbesar dan tersulit yang tidak dapat ditembus oleh musuh, baik oleh pasukan Muslim atau pasukan non Muslim. 

Benteng itu mempunyai tinggi 18 meter (tertinggi) yang terdiri dari 3 lapis tembok (di bagian darat) dan satu lapis tembok di bagian pesisir laut (dengan dijaga pasukan laut terbesar di zamannya). 

Dalam berbagai versi kisah Sultan Mehmed, baik yang ditulis oleh cendekiawan Muslim atau orientalis, terdapat satu titik kesamaan, yaitu kemampuan manusia ada batasnya. 

Dalam buku tulisan Roger Crowley diceritakan bagaimana pasukan Sultan Mehmed, mencoba menembus benteng dengan menggali terowongan dari luar dan langsung tembus di balik tembok. 

Namun ternyata benteng yang sudah berusia lebih dari 1000 tahun itu, dilengkapi oleh “sensor” yang dapat mengetahui pergerakan di bawah tanah. Satu hal yang luput dari perhatian Sultan Mehmed dan telik sandinya. 

Sultan Mehmed juga telah membuat meriam terbesar di jamannya, dengan panjang 5,6 m, jari-jari meriam 70 cm dan sanggup menghancurkan benteng dari jarak 1,5 km. Rasanya tidak ada yang sanggup untuk menahannya meriam itu. 

Akan tetapi meriam itu punya kelemahan, yaitu re-load peluru meriam yang memerlukan waktu cukup lama, mencapai 3 jam. Ini yang menyebabkan pasukan Konstantinopel yang dipimpin oleh Glustiniani mempunyai waktu untuk menambal tembok yang sudah berlubang dengan tanah liat basah. 

Tanah liat ini yang kemudian mampu menahan gempuran Bassilica Canon raksasa tersebut. 
Pasukan laut Sutan Mehmed pun tidak mampu menggempur pasukan laut Konstantinopel karena perahu tempur dan perusak yang mereka bawa hanya sepersepuluh besarnya dari pasukan musuh. 

Tak berhasil dengan rencana yang sudah disiapkan tersebut membuat pasukan Sultan Mehmed dan pasukannya pun frustasi. Tidak ada jalan lain. Kemampuan militer mereka sudah mencapai limit, baik teknologi maupun spirit. 

Sampai kemudian muncul ide dari sultan untuk menggempur wilayah sempit yang dipintu masuknya dijaga oleh Golden Horn. 70 kapal perusak berhasil diangkut melewati bukit Galata yang dijaga oleh pasukan Konstantinopel dalam waktu semalam. Dengan kemiringan antara 25-30 derajat, kapal tersebut dapat diangkat dan dibawa masuk ke celah sempit.

Memang muncul kekhawatiran pada pasukan Konstantinopel, namun itu tidak berlangsung lama. Gempuran pasukan Sultan Mehmed tetap tidak mampu menggempur benteng yang luar biasa tersebut.

Ditambah lagi dengan informasi akan datang pasukan Hungaria yang bisa dikatakan manusia raksasa pada zamannya. FYI, pedang pasukan Hungaria kurang lebih 220 cm, dengan panjang pegangan pedangnya kurang lebih 50 cm; padahal pasukan Sultan Mehmed hanya menggunakan pedang sepanjang 150 sampai 170 cm. 

Ini membuat kondisi psikis pasukan Sultan Mehmed dan Sultan Mehmed sendiri menjadi down, yang membuat beliau akhirnya menyendiri di dalam tendanya. 

Rasanya semua upaya maksimal sebagai seorang manusia sudah dikerahkan semua, tidak ada satu pun yang dapat dilakukan lagi. 
Tinggal satu yang tersisa, yaitu doa.

Berkumpullah beliau dan mengajak pasukannya berdoa dalam sholat Jumat terpanjang sepanjang masa, dari ujung Golden Horn di Teluk Marmara sampai ke depan pintu gerbang Konstantinopel.

Itulah saat-saat kritis manusia yang sudah mengupayakan berbagai macam upaya yang bisa mereka lakukan. Tidak ada daya upaya lagi… selain berdoa… berdoa dan berdoa.
Dan Allah SWT mengabulkan doa dari pasukan Sultan Mehmed yang ikhlas mengorbankan dirinya.

Benteng Konstantinopel pertama kali bukan hancur di tempat terlemah. Benteng Kontantinopel bukan hancur oleh pasukan Yeniseri yang menggali terowongan di bawah benteng. Benteng Konstantinopel bukan hancur oleh Bassilica Cannon yang dbuat oleh Orban. 

Konstantinopel bukan pula hancur oleh pasukan laut yang berusaha menembus benteng satu lapis yang diperkirakan bakal mudah ditembus.

Tetapi Benteng Konstantinopel tembus pertama kali di daerah terkuat, di benteng dengan 3 lapis.
Allah SWT ternyata telah membuat pasukan Glustiniani di dekat istana Blachernae, tempat yang full power, menjadi seolah tidak sadar bahwa ada 30 pasukan Yeniseri yang berhasil memanjat tembok 3 lapis dengan tinggi 18 meter dan mengganti bendera di benteng itu dengan bendera Tauhid. 

Bendera sudah berkibar di tempat tertinggi itu, dan membuat pasukan Sultan Mehmed menjadi bangkit dan bersemangat menghancurkan benteng. Itulah yang kemudian menjadi titik terlemah yang menyebabkan Glustiniani mencoba mengundurkan diri dari gelanggang yang tentu saja ditolak oleh Constantine.

Sedikit demi sedikit benteng yang lain pun ditaklukkan. Pasukan musuh makin melemah, rakyat Konstantinopel menjadi ketakutan dan berlari ke dalam rumah-rumah mereka.

Hari Senin malam semua benteng telah dikuasai dan Selasa pagi setelah subuh secara resmi Sultan Mehmed masuk ke Konstantinopel melalui pintu benteng yang pertama kali ditaklukan oleh pasukannya yang dipimpin oleh Hasan Ulubatli. 

Itulah puncak dari penaklukan benteng Konstantinopel (Istanbul).
Ada sebuah prasasti yang dipasang di pintu tersebut yang menandai masuknya sang Sultan muda tersebut.

Saat ini, rasanya kita berada dalam kondisi yang sama. Rasanya semua upaya sudah dilakukan untuk mencoba memenangkan pertarungan. Mungkin ada yang belum optimal, sesuai keterbatasan kita sebagai seorang manusia.

Tetapi ada satu hal lagi yang perlu kita massifkan.. yaitu berdoa.. berdoa.. berdoa…karena sesungguhnya kita tidak pernah bisa tahu doa yang mana yang dikabulkan oleh Allah SWT.

Kita juga tidak tahu cara mana yang akhirnya nanti memenangkan pertempuran ini…tgl 15.02.2017  in syaa Allah. 

Kita juga tidak tahu doa orang ikhlas yang mana yang akhirnya dikabulkan oleh Allah SWT. Semoga kita termasuk di antara orang-orang yang ikhlas tersebut. 

Mari sama-sama kita makin mendekatkan diri kepada Allah SWT, banyak mengingat Allah SWT, banyak tilawah dan tegakkan sholat malam.

Mari kita berdoa dengan sebaik-baik doa dan seikhlas-ikhlasnya.

Semoga Allah SWT mengijabah doa-doa kita… 

Aamiin yaa robbal’aalamiin.

Sumber: Kiriman di Group WhatsApp 

Doa Agar Disegerakan Haji dan Umroh


Siapa yang gak ingin bisa beribadah di tempat yang suci dan penuh berkah di kota Makkah dan Madinah. Apalagi jika bisa menyempurnakan rukun Islam yang kelima, rasanya ibadah jadi lebih sempurna. 

Senin lalu, sewaktu kajian di Masjid Pondok Indah yang diisi oleh Ust Ibrahim, membahas tentang Dahsyatnya Shalawat. Beliau membahas banyak keutamaan shalawat. 

Beliau juga bercerita pengalamannya ketika dulu sebelum menjadi pembimbing haji dan umrah, beliau bertanya kepada seorang kiyai tips agar bisa haji dan umrah. 

Lalu kiyai tersebut memberikan nasehat agar membaca potongan shalawat yang ada di shalawat barzanji yang bunyinya seperti ini. 


ﻳﺎ ﺭﺏ ﻳﺎ ﺳﺎﻣـﻊ ﺩﻋــﺎﻧﺎ 

ﻳﺎ ﺭﺏ ﺑﻠـﻐـﻨﺎ ﻧﺰﻭﺭﻩ
Ya robbi yaa saami’ du’aanaa
Ya robbi ballighnaa nazuuruh

Ya Allah, wahai dzat yang maha Mendengar doa kami
Ya Allah, sampaikan kami ziarah ke makamnya

Dibaca sesering mungkin. Alhamdulillah dengan mengamalkan bacaan di atas, beliau sekarang menjadi pembimbing haji dan umroh. 

Mari amalkan doa ini, agar kita bisa berkunjung ke makam kabah dan makam Nabi Muhammad saw. 

Qunut Nazilah Untuk Rohingnya Dan Aleppo


Pagi ini timeline di twitter dan kiriman group di WA banyak mengirimkan foto kekejian tentara Nasional Bashar Ashad la’natullah ‘alaih yang dibantu tentara Iran, Rusia dan kelompok Syiah lainnya. 

Alhamdulillah kita di Indonesia tidak mengalami kekejian yang menimpa Aleppo, Rohingnya dimana kaum muslimin mendapatkan derita yang sangat luar biasa. 

Dr. Abdullah Muhaisini yang sedang bersama mujahid Suriah menyerukan kepada seluruh pemimpin umat Islam dan para ulama untuk memberikan doa Qunut Nazilah kepada mereka atas apa yang mereka alami. 

Rasulullah saw pernah melaksanakan Qunut Nazilah selana satu bulan penuh ketika banyak Sahabat yang terbunuh ketika berdakwah ke kota Dzakwan. 

Dai terkenal dari Saudi, Syaikh Muhammad Uraifi melalui akun twitternya juga menyerukan kepada para khatib seluruh dunia untuk menjadikan tema Aleppo dalam ceramah jumat mereka, tak lupa beliau menyerukan doa qunut untuk Aleppo dan Rohingnya. 

Ust. Farid Ahmad Okbah, dai Indonesia yang dikenal tegas melawan aliran sesat terutama aliran Syiah juga menyerukan doa Qunut untuk kaum muslimin yang tertindas. 

Berikut ini, bacaan doa Qunut yang bisa dibaca di rakaat terakhir setelah i’tidal sebelum sujud. 

DOA QUNUT NAZILAH
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، فَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.
“Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin laki-laki dan perempuan, mukmin laki-laki dan perempuan, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, dekat dan mengabulkan doa-doa, wahai Dzat yang memenuhi segala kebutuhan.”
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا، أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
“Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami karena kelupaan dan kesalahan kami. Rabb kami, Rabb kami janganlah Engkau beri kami beban sebagaimana beban yang Engkau beri kepada para pendahulu kami. Rabb kami, janganlah engkau pikulkan kepada kami apa-apa yang tidak kami sanggupi. Maafkanlah kami, ampunilah kami, sayangilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”

اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِبَشَّارِ الْأَسَدِ وَأَعْوَانِهِ الْمُعْتَدِيْنَ، الَّذِيْنَ قَتَلُوْا إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ حَلَبٍ خَاصَّةً، وَفِيْ سُوْرِيَا عَامَّةً.
“Ya Allah turunkanlah hukuman-Mu pada Bashar Asad dan para penolongnya yang telah melakukan kezhaliman dengan membunuh saudara-saudara kami kaum muslimin di Aleppo khususnya, dan di Suriah umumnya.”

اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِهِمْ فَإِنَّهُمْ لاَ يُعْجِزُونَكَ، اللَّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ، وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ، وَاجْعَلِ الدَّائِرَةَ عَلَيْهِمْ.
“Ya Allah hukumlah mereka, sesungguhnya mereka tak mampu melemahkan-Mu. Ya Allah cerai beraikan mereka, porak porandakan kesatuan mereka, dan turunkanlah balasan-Mu atas mereka.”

اللَّهُمَّ أَحْصِهِمْ عَدَداً، وَاقْتُلْهُمْ بَدَداً، وَلاَ تُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَداً.
“Ya Allah kumpulkanlah dan binasakanlah mereka dan jangalah Engkau sisakan seorang pun dari mereka.”

اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْهِمْ وَعَلىَ مَنْ عَاوَنَهُمْ بَأْسَكَ الَّذِي لاَ يُرَدُّ عَنِ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ.
“Ya Allah turunkanlah atas mereka dan semua pihak yang membantu mereka balasan-Mu yang tidak dapat ditolak oleh kaum yang berbuat kezhaliman.”

اَللَّهُمَّ أَنْجِ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِيْ سُوْرِيَا، اَللَّهُمَّ الْطُفْ بِهِمْ وَارْحَمْهُمْ وَأَخْرِجْهُمْ مِنَ الضِّيْقِ وَالْحِصَارِ.
“Ya Allah selamatkanlah saudara-saudara kami kaum muslimin yang lemah di Suriah. Ya Allah sayangi dan kasihilah mereka dan keluarkanlah mereka dari pengepungan dan keadaan sempit yang mereka alami saat ini.”

اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْهُمُ الشُّهَدَاءَ وَاشْفِ مِنْهُمُ الْمَرْضَى وَالْجَرْحَى، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ وَلاَ تَكُنْ عَلَيْهِمْ، فَإِنَّهُ لاَ حَوْلَ لَهُمْ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ
“Ya Allah terimalah syuhada mereka dan sembuhkanlah yang sakit dan terluka dari kalangan mereka. Ya Allah karuniakanlah kebaikan pada mereka dan janganlah Engkau timpakan keburukan pada mereka karena tiada daya dan kekuatan bagi mereka kecuali dengan pertolongan-Mu.”



اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سُوْرِيَا، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ فِلِسْطِيْنَ، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ الْيَمَنِ، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ أَفْرِيْقِيَا، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ أَفْغَانِسْتَانَ، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ كُلِّ بِقَاعِ الأَرْضِ.

“Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Suriah. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Palestina. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Yaman. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Afrika. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Afghanistan. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di seluruh permukaan bumi.”
=======================

Doa Nabi Muhammad SAW Ketika Masuk Masjid


masjidAllah swt berfirman:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku”. (Qs. Ibrahim [14]: 40)

Rasulullah Saw menghidupkan sejarah hidup beliau dengan doa Nabi Ibrahim as di dalam Al-Quran di atas.

Rasulullah saw senantiasa memiliki keterkaitan dengan masjid. Beliau menjadikan keterkaitan hatinya dengan masjid sebagai suatu harapan dan kenikmatan. Bagi beliau, hidup ini tak lain hanyalah penantian menanti waktu shalat.

Continue reading

Doa Nabi Muhammad SAW ketika Keluar dari WC/ Kamar Kecil


wcAllah swt berfirman: “Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Qs. Al-Ahzab [33]: 21)

Dalam berbagai aktifitas dan pola hidup Nabi Muhammad saw memang sucah dirancang oleh Allah swt sebagai contoh dan teladan yang baik bagi manusia. Teladan ini mencakup berbagai macam aspek sampai pada adab buang air besar dan buag air kecil.

Continue reading

%d bloggers like this: