• Selamat datang di blog Jumal Ahmad. Saya sedang meneliti tentang Meta-Level Reflection dalam Pembangunan Karakter. Semoga dimudahkan dan bermanfaat.

  • Categories

Dzikir yang Baik Menurunkan Nyeri pada Lansia


Dzikir yang baik, pelan bisa menurunkan rasa nyeri sendi pada lansia dimana sebagian besar lansia mempunyai keluhan pada sendi-sendinya, misalnya; nyeri, linu, dan pegal. Dzikir sebagai penyembuh terhadap nyeri diantaranya dengan berdzikir menghasilkan beberapa efek medis dan psikologis yaitu akan menyeimbangkan keseimbangan kadar serotonin dan neropineprin di dalam tubuh, dimana fenomena ini merupakan morfin alami yang bekerja didalam otak serta akan menyebabkan hati dan pikiran merasa tenang dibandingkan sebelum berzikir.

Kesimpulan di atas disampaikan oleh Syaifurrahman Hidayat dari Universitas Wiraraja Sumenerp ketika melakukan penelitian di Panti Sosial Trisna Werda (PSTW) Unit Budi Luhur Bantul Yogyakarta khusus untuk pasien beragama Islam dengan menggunaka istilah Dzikir Khafi.

Berdasarkan penelusuran penulis, Dzikir Khafi adalah dzikir yang dilakukan secara khusyuk oleh ingatan hati, baik disertai dzikir lisan ataupun tidak. Orang yang sudah mampu melakukan dzikir seperti ini hatinya merasa senantiasa memiliki hubungan dengan Allah SWT. Ia selalu merasakan kehairan Allah SWT kapan dan dimana saja. Dzikir Khafi berarti mengingat Allah dengan berfikir terhadap ciptaan-Nya, baik yang ada di diri kita maupun yang ada di alam ini, misalnya ketika bernafas kita mengingat Allah, ketika makan bersyukur kepada Allah, ketika melihat pemandangan yang indah mengingat kekuasaan Allah, hendaknya hari selalu mengingat Allah dalam segala situasi apapun.

Nyeri yang tidak tertangani dapat menyebabkan distres emosional dan dapat memicu kekambuhan penyakit sehingga perawat perlu memberikan intervensi untuk memenuhi kebutuhan rasa nyaman pada pasien dalam mengatasi nyeri. Kenyamanan merupakan kebutuhan bagi setiap orang, kenyamanan tersebut merupakan nyaman secara fisik, psikospiritual, lingkungan dan sosiokultural, sehingga terbebas dari nyeri. Seseorang yang merasakan nyeri berarti dia tidak terpenuhi kebutuhan rasa nyamannya, disinilah peran perawat untuk memenuhi kebutuhan rasa nyamannya (Songer, 2005).

Seseorang yang nyeri akan mencari pertolongan untuk memenuhi kebutuhan rasa nyamannya, dengan Dzikir Khafi perawat dapat memenuhi kebutuhan rasa nyaman pasien. Dzikir sebagai penyembuh terhadap nyeri diantaranya dengan berdzikir menghasilkan beberapa efek medis dan psikologis yaitu akan menyeimbangkan keseimbangan kadar serotonin dan neropineprine di dalam tubuh, dimana fenomena ini merupakan morfin alami yang bekerja didalam otak serta akan menyebabkan hati dan pikiran merasa tenang dibandingkan sebelum berzikir, Otot-otot tubuh mengendur terutama otot bahu yang sering mengakibatkan ketegangan psikis. Dengan adanya relaksasi trsebut, maka impuls nyeri dari nervus trigeminus akan dihambat dan mengakibatkan tertutupnya “pintu gerbang” di thalamus. Tertutupnya “pintu gerbang” di thalamus mengakibatkan stimulasi yang menuju korteks serebri terhambat sehingga intensitas nyeri berkurang untuk kedua kalinya (Kolcaba, 2003) dan (Saleh, 2010).

Secara fisiologis, terapi spiritual dengan berdzikir atau mengingat asma Allah menyebabkan otak akan bekerja, ketika otak mendapat rangsangan dari luar, maka otak akan memproduksi zat kimia yang akan memberi rasanyaman yaitu neuropeptida. Setelah otak memproduksi zat tersebut, maka zat ini akan menyangkut dan diserap didalam tubuh yang kemudian akan memberi umpan balik berupakenikmatan atau kenyamanan (Lukman, 2012).

Dengan melakukan Dzikir Khafi merupakan penggerak emosi perasaan, dzikir ini muncul melalui rasa tentang penzahiran keagungan dan keindahan Allah SWT, sehingga akan dapat pula mempengaruhi pola koping sesorang dalam menghadapi nyeri sebagai sressor, sehingga stres respon yang bebeda. Koping yang adaptif akan mempermudah seseorang mengatasi nyeri dan sebaliknya pola koping yang maladaptif akan menyulitkan seseorang mengatasi nyeri. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Rad: 28, yang berbunyi: “Orang-orang yang beriman, hati mereka menjadi tentram dengan mengingat (Dzikir) kepada Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram” (Q.S.13:28).

Peran pendampingan spiritual sebenarnya merupakan kompetensi dari profesi keperawatan. Peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien secara holistik meliputi biologi, psikologis dan spiritual. Manusia merupakan satu kesatuan yang utuh yang terdiri atas fisiologis (physiological), psikologis (psychological), sosial (social), spiritual (spiritual), dan kultural (cultural), dimana manusia sesungguhnya memiliki esensi yang sama bahwa manusia adalah mahluk unik yang utuh menyeluruh (Beek, 2007) dan Xidohan, 2005).

Tidak terpenuhinya kebutuhan rasa nyaman manusia pada salah satu saja diantara dimensi di atas akan menyebabkan ketidak sejahteraan atau keadaan tidak sehat. Kesadaran akan konsep ini melahirkan keyakinan dalam keperawatan bahwa pemberian asuhan keperawatan hendaknya bersifat komprehensif atau holistik, yang tidak saja memenuhi kebutuhan fisik, psikologis, sosial, dan kultural tetapi juga kebutuhan spiritual klien.

Spiritual care merupakan salah satu dimensi penting yang perlu diperhatikan oleh perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada semua klien. Keimanan atau keyakinan religius sangat penting dalam kehidupan personal individu, keimanan diketahui sebagai suatu faktor yang sangat kuat (powerful) dalam penyembuhan dan pemulihan fisik.

Perawat dalam melakukan pengkajian terhadap lansia harus bisa memberikan ketenangan dan kepuasan batin dalam hubungannya dengan Tuhan atau agama yang dianut lansia dalam merasakan nyeri osteoarthritis, sehubungan dengan pendekatan spiritual bagi lansia pengkajian yang perlu dilakukan meliputi konsep pasien tentang tuhan, sumber kekuatan atau harapan, praktek religius serta hubungan antara keyakinan spiritual dengan status kesehatan pasien (Baldacchino, 2006).

Implementasi asuhan keperawatan dengan manajemen nyeri non farmakologis yang perlu di berikan oleh perawat diantaranyan Dzikir Khafi. Menurut Hadits Riwayat Al-Baihaqi mengatakan: “Sesungguhnya bagi setiap segala sesuatu itu ada alat pembersihnya, dan sesungghuhnya alat pembersih hati (jiwa) adalah dzikir kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu yang lebih menyelamatkan dari siksa Allah dari pada dzikrullah” (HR. Al Baihaqi).

Dengan mengistiqomahkan Dzikir Khafi disetiap pagi hari dalam kurun waktu 30 menit, maka dzikir tersebut dapat menunjukkan komitmen seseorang untuk senantiasa menyebut Asma Allah, menanamkan suatu kesadaran bahwa tiada Tuhan Selain Allah. Dzikir merupakan media dalam syariat Allah dan melaksanakan fungsi-fungsi sosial sebagaimana mestinya dengan penuh keridhaan. Abu Awanah dan Ibnu Hibban meriwayatkan dalam masing-masing kitab kumpulan hadits shahih berikut : “Sebaik-baik dzikir adalah dzikir dengan samar (khafi) dan sebaik-baiknya rezeki adalah rezeki yang mencukupi,” (HR. Al Baihaqi).

Selama melaksanakan asuhan keperawatan pada aspek spiritual care perawat dituntut untuk mampu hadir secara fisik maupun psikis dimanifestasikan dalam mendengarkan dengan aktif, sikap empati melalui komunikasi terapeutik dan memfasilitasi ibadah praktis membantu pasien untuk menginterospeksi diri merujuk kepada rohaniwan jika pasien membutuhkan. Adapun kriteria hasil yang ingin dicapai dari asuhan keperawatan denag pendekatan spiritual care ini adalah ditemukannya kemampuan pasien dalam bersyukur, kedamaian atau ketenangan dan tergalinya mekanisme koping yang efektif untuk mengatasi rintangan hidup diantaranya dalam mengahapi nyeriosteoartritis (Potter & Perry, 2005).

Semoga ulasan sederhana ini bermanfaat. Jangan lupa like dan komentarnya. 🙏🙏🙏

Referensi:

Internet: Dzikir Khafi

Syaifurrahman Hidayat, Dzikir Khafi untuk Menurunkan Skala Nyeri Osteoartritis Pada Lansia, Link: https://ejournal.wiraraja.ac.id/index.php/JIK/article/download/119/90

Bagaimana Dzikir “Laa Ilaaha Illallah” dan “Astaghfirullah” Mengatasi Penyakit Jantung dan Stroke


Dzikir dalam Al Qur’an dijelaskan sebagai penenang hati. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : (yaitu) orang-orang yang beriman serta hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, cuma dengan mengingat Allah hati jadi tenteram. (QS. Ar Ra’du : 28).

Beberapa peneliti menemukan, stres kronis menyebabkan produksi sel darah putih terlalu berlebih. Sel darah putih yang berlebihan ini lalu mengumpul pada dinding sisi dalam arteri, membatasi aliran darah, serta mendorong pembentukan bekuan yang menghalangi sirkulasi, atau jadi pecah serta menebar ke sisi badan yang lain.

Seperti riset yang dikerjakan Nahrendorf beserta tim pada 29 pekerja medis di unit perawatan intensif (ICU), sebagai lingkungan kerja dengan depresi relatif tinggi, temukan kalau waktu mereka bertugas, stres aktifkan beberapa sel induk sumsum tulang, yang pada gilirannya menyebabkan keunggulan produksi sel darah putih, yang dimaksud leukosit. Keadaan ini tidak sama dengan hasil kontrol waktu mereka tak tengah bertugas.

Sel darah putih, yang utama dalam pengobatan luka serta melawan infeksi, bisa berbalik melawan “tuan tempat tinggal mereka”, dengan konsekwensi dapat menghancurkan dengan penyakit aterosklerosis, penebalan dinding arteri dikarenakan oleh penimbunan plak.

Saat berdzikir, ia menetralkan kemelut yang dihadapi oleh pelakunya, hingga keadaan kejiwaannya jadi stabil serta enjoy. Pada orang yang keadaannya tak tegang, dzikir makin mendamaikan hatinya.

Waktu keadaan badan tenang serta damai, produksi sel serta sel darah putih jalan secara normal. Tak kurang, juga tak terlalu berlebih/surplus. Dengan hal tersebut, tak ada jaringan ikat yang terganggu, juga tak muncul rusaknya plak.

Keadaan jiwa yang tenang dengan dzikir membuat fisik menjadi tenang, termasuk juga denyut jantung, denyut nadi serta peredaran darah. Denyut jantung, denyut nadi serta peredaran darah yang normal relatif bikin badan lebih terbangun serta system kekebalan badan lebih efisien bekerja. Imunitas jadi lebih kuat.

Jadi, dzikir relatif dapat melindungi seorang dari penyakit yang disebabkan oleh depresi terutama penyakit jantung serta stroke. Sedang untuk orang yang terlanjur menderita sakit jantung serta stroke, dzikir dapat juga jadi terapi untuk memperingan, bahkan juga menyembuhkannya.

Sebuah analisa dzikir dari sudut pandang kedokteran secara ilmiah disampaikan oleh Dr. dr. A Y Saleh, M.Kes, Sp. S. dari RS S Sunter Jakarta yang menyatakan bahwa dzikir itu menyehatkan. Ia menunjukkan lewat riset pada pasiennya di mana pasien yg berdzikir pulih lebih cepat di banding dgn yg tak berzikir.

Pasien yang mengalami persoalan alzheimer & stroke, akan lebih baik keadaannya setelah membiasakan dzikir dgn melafadzkan kalimat tauhid “Laa iIlaaha illallah ” serta kalimat istighfar “Astaghfirullah“.

Menurut Dr. dr. A Y Saleh, dilihat dari pengetahuan kedokteran kontemporer, pengucapan “Laa iIlaaha illallah” serta “Astaghfirullah” bisa menyingkirkan nyeri & dapat menumbuhkan ketenangan dan kestabilan saraf untuk pasien. Lantaran dalam ke dua bacaan dzikir itu ada huruf JAHR yg bisa mengeluarkan CO2 dari otak.

Dalam kalimat “Laa Ilaaha Illallah” ada huruf Jahr yg diulang tujuh kali, yakni huruf “Lam“, serta “Astaghfirulloh” ada huruf “Ghayn“, ” Ra“, serta dua buah “Lam” hingga ada 4 huruf Jahr yg mesti dilafazkan keras hingga kalimat dzikir tersebut mengeluarkan karbondioksida semakin banyak waktu udara dihembuskan keluar mulut.

CO2 yg dikeluarkan oleh badan tak mengubah pergantian diameter pembuluh darah dalam otak. Sebab, bila system pengeluaran CO2 kacau, jadi CO2 yang ke luar juga kacau hingga mengakibatkan pembuluh darah di otak bakal melebar begitu terlalu berlebih saat kandungan CO2 didalam otak mengalami penurunan.

Dilihat dari tinjauan pengetahuan syaraf, ada hubungan yg erat pada pelafadzan huruf (Makharij Al-huruf) pada bacaan dzikir dgn aliran darah pernafasan keluar yg mengandung zat CO2 (karbondioksida) & system yg rumit didalam otak pd keadaan fisik atau psikis spesial.

Nah pembaca blog sederhana ini, mari teruskan kebiasaan & lebih memperbanyak dzikir dgn mengucapkan kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah” & kalimat istighfar “Astaghfirulloh”.

Yang butuh diingat, dzikir yang disebut disini tidaklah sebatas menyebutkan asma-asma Allah atau kalimat thayyibah, namun juga meresapi maknanya hingga menghadirkan ketenangan seperti yang difirmankan Allah dalam Surat Ar Ra’du ayat 28 diatas.

Selain itu pelafalan dzikir akan berguna jika membacanya dengan pelan pelan dan tidak cepat cepat seperti kebiasaan masyarakat. Bacaan dzikir yang pelan dan tenang akan lebih mudah meresapi lafal dan maksudnya. Wallahu a’lam bish shawab.

Semoga bermanfaat.

Doa Memasuki Tahun Baru


Tak terasa waktu terus berjalan, dari hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun. Kini kita berada di penghujung tahun 1438 H dan akan memasuki tahun baru Islam 1439 H.

Menjelang tahun baru ini, Sosmed dan WAG ramai dengan kiriman doa doa menjelang tahun baru.

Beberapa hadits yang tersebar secara sanad eksistensi hadist tidak ada kekuatan menjadi dalil yang harus dipegang dan menjadi panduan.

Meski demikian JANGAN mengecam orang yang melakukan doa-doa akhir tahun apalagi melabelkan bidah. Walaupun tidak dilakukan Nabi tetapi doa doa meminta kebaikan sangat dianjurkan.

Dan saya ingin berbagi satu doa Tahun Baru yang belum banyak diketahui orang, namun dalam penjelasannya diamalkan oleh para Sahabat. Semoga bisa menjadi alternatif dari doa doa yang sudah banyak tersebar.

Dalam satu riwayat disebutkan:

مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ الصَّائِغُ ، قَالَ : نا مَهْدِيُّ بْنُ جَعْفَرٍ الرَّمْلِيُّ ، قال : نا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ ، عَنْ أَبِي عُقَيْلٍ زُهْرَةُ بْنُ مَعْبَدٍ ، عَنْ جَدِّهِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ هِشَام ، قَالَ : ” كَانَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَتَعَلَّمُونَ هَذَا الدُّعَاءَ إِذَا دَخَلْتِ السَّنَةُ أَوِ الشَّهْرُ : اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ ، وَالإِيمَانِ ، وَالسَّلامَةِ ، وَالإِسْلامِ ، وَرِضْوَانٍ مِنَ الرَّحْمَنِ ، وَجَوَازٍ مِنَ الشَّيْطَانِ ” . لا يُرْوَى هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ هِشَامٍ إِلا بِهَذَا الإِسْنَادِ ، تَفَرَّدَ بِهِ : رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ .

Dari Abdullah ibnu Hisyam bahwasannya para sahabat Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam mempelajari doa ini ketika masuk tahun baru atau bulan baru:

Allahumma adkhilhu ‘alainaa bil-amni wal iimaani wassalaamati wal-islaami wa ridhwaani minarrohmaani wa jiwaazim-minasy-syaythooni.

Yaa Allah, masukkanlah kami kedalamnya (tahun baru atau bulan baru) dengan keamanan, keimanan, keselamatan dan keislaman, ridho dari Yang Maha Rahman dan dijaga dari syaithan. (H.R. Thabrani)

Tak lupa pula, mari kita isi awal tahun ini dengan memperbanyak puasa dan amal kebaikan yang lain disertai permohonan ampunan kepada Allah SWT atas dosa yang telah lalu, semoga ke depan kita menjadi lebih baik lagi. Semoga bermanfaat.

Sumber:

http://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?bk_no=475&pid=280701&hid=6410

Adam, Hawa dan Padang Arafah


Sewaktu kecil saya sering mendengarkan nasyid islami dari Malaysia daripada lagu yang lainnya seperti dangdut. Salah satu lagu yang saya suka adalah album Hijaz tentang Haji dan salah satu lagunya tentang kisah Adam dan Hawa di Padang Arafah. Lagu yang saya upload di atas dibawakan group nasyid putri Mawaddah yang sekarang cukup dikenal.

Lagunya menyejukkan hati, menenangkan jiwa dan membuka mata batin agar kita semua tahu asal muasal manusia.

Alhamdulillah, terkadang mendengarkan nasyid islami tentang haji kita bisa belajar sejarah haji, makna haji dan apa yang mesti disiapkan dan apa yang mesti ditinggalkan selama haji.

Ketika saya berkesempatan Umroh di tahun 2015lalu, kami bersama rombongan travel Baitussalam Mabrur Wisata melewati padang Arafah, tempatnya sangat luas dengan tenda tenda abadi maksudnya tenda tenda yang didesain tahan dari api, Ust Arifin Jayadiningrat waktu itu bercerita pernah terjadi kebakaran besar di tenda Mina pada tahun 1970 yang menewaskan 350 jamaah haji dan akhirnya pemerintah Saudi membangun tenda permanen tahan api seperti sekarang.

Untuk mengetahui polemik tentang puasa Arafah dan penentuan tanggalnya bisa dibaca di tulisan kami terdahulu.

Wukuf artinya berhenti atau tidak bergerak yang artinya berkumpulnya semua jamaah haji di padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, hari itu adalah hari terbesar pada ibadah haji dan wukuf adalah inti dari haji sebagaimana sabda Nabi Saw “Haji adalah wukuf di Arafah”.

Jika Thawaf adalah kehidupan maka Wukuf adalah pintu terakhir kehidupan, ketika jantung berhenti berdetak, ketika mata berhenti berkedip, ketika tangan dan kaki berhenti melambai dan melangkah. Ketika semuanya berhenti maka datanglah kematian. Kemudian akan dikumpulkan di padang Mahsyar, maka Padang Arafah adalah lambang Mahsyar di dunia untuk mengetahui gambaran padang mahsyar nantinya.

Arafah adalah tempat berkumpulnya jamaah haji seluruh dunia dari pagi sampai terbennam matahari, mereka berasal dari ragam kulit dan bahasa tetapi mereka dalam kesatuan dan tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin, pejabat dan rakyat, disinilah nampak persamaan yang hakiki.

Selain itu, disebut Arafah karena pada hari tersebut semua manusia menyadari kesalahan dan dosanya sehingga banyak yang menangis dalam doa doanya. Ada juga yang menyebutkan Arafah sebagai tempat Malaikat mengajarkan manasik haji kepada Nabi Ibrahim AS dan tempat bertemunya Adam dan Hawa setelah diturunkan di dunia.

Amal ibadah puasa, infaq dan sedekah di hari Arafah ini akan diterima oleh Allah SWT, mari memperbanyak amal dan doa khususnya untuk saudara kita di Rohingya dan Palestina agar diberikan kemenangan oleh Allah SWT dan doa untuk kesuksesan hidup dunia akhirat karena doa di hari Arafah akan dikabulkan, sebagaimana Sabda Nabi berikut:

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah, dan sebaik-baik ucapkan yang aku dan para nabi sebelumku lakukan adalah ucapan: La ilaha illaLlah, wahdahu la syarika lah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syai-in qadir (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Dia Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya lah seluruh kerajaan, dan milik-Nya lah seluruh pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu). (HR At-Tirmidzi [3585]).

Terkait dengan terkabulnya do’a pada hari Arafah, seorang shalih berkata: “Demi Allah, aku tidak berdo’a dengan suatu do’a pada hari Arafah, dan belum sampai genap satu tahun, kecuali apa yang aku pinta telah aku saksikan sebagai kenyataan seterang terbitnya fajar”.

Semoga hari ini kita berpuasa di Indonesia dan tahun depan kita bisa beribadah wukuf di Arafah.

Kita belum pernah bermalam di Mina, Wukuf di Arafah, melempar Jumrah akan tetapi dalam hati kita selalu mengucapkan labbaikallahumma labbaik labbaika laa syariika laka labbaika.

Ya Allah, berilah kami rizki dan kesempatan untuk beribadah di rumah-Mu. Amiin.

Doa Menghilangkan Sedih dan Gundah


Doa itu cakupannya luas, tidak dibatasi hanya doa yang termaktub dalam Alquran dan Hadits saja, seorang muslim boleh berdoa sesuai keinginannya untuk kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.

Selama doa kita bukan untuk memutus tali silaturahim, dosa dan mengandung permusuhan.

Di 10 hari Dzulhijah ini, mari kita belajar doa untuk menghilangkan sedih dan gundah agar kita bisa sabar dan tegar seperti nabi Ibrahim ketika menyembelih anaknya, nabi Yusuf ketika di penjara dan kesabaran nabi Yunus/ Dzun Nun di dalam perut ikan yang gelap.

Doa ini disampaikan Hasan Albashri kepada seorang arab badui.

حدثنا يُوسُفُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْحُلْوَانِيُّ حدثنَا عُثْمَانُ بْنُ الْهَيْثَمِ الْمُؤَذِّنُ ، نَا عَوْفٌ الْأَعْرَابِيُّ ، عَنِ الْحَسَنِ الْبَصْرِيِّ ، أَنَّهُ قَالَ : ” هَذَا الدُّعَاءُ هُوَ دُعَاءُ الْفَرَجِ وَدُعَاءُ الْكَرْبِ : يَا حَابِسَ يَدِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ ذَبْحِ ابْنِهِ وَهُمَا يَتَنَاجَيَانِ اللُّطْفَ : يَا أَبَتِ يَا بُنَيَّ ! يَا مُقَيِّضَ الرَّكْبِ لِيُوسُفَ فِي الْبَلَدِ الْقَفْرِ ، وَغَيَابه الْجُبِّ ، وَجَاعِلَهُ بَعْدَ الْعُبُودِيَّةِ نَبِيًّا مَلِكًا ! يَا مَنْ سَمِعَ الْهَمْسَ مِنْ ذِي النُّونِ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ : ظُلْمَةِ قَعْرِ الْبَحْرِ ، وَظُلْمَةِ اللَّيْلِ ، وَظُلْمَةِ بَطْنِ الْحُوتِ ! يَا رَادَّ حُزْنِ يَعْقُوبَ ! يَا رَاحِمَ عَبْرَةِ دَاوُدَ ! يَا كَاشِفَ ضُرِّ أَيُّوبَ ! يَا مُجِيبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّينَ ! يَا كَاشِفَ غَمِّ الْمَهْمُومِينَ ! صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَفْعَلَ بِي كَذَا وَكَذَا ” .

>> Huruf Latinnya (Kami ambil langsung di bagian doanya)

Yaa haabisa yadi Ibraahiima an dzabhi ibnihi wahumaa yatanaajayaani allathfa: yaa abati, yaa bunayya! Yaa muqayyadhar rakbi li yuusufa fil baladil qafri, wa ghayaabihil jubba, wa jaa’ilahu ba’dal ‘ubuudiyyati nabiyyan malikan! Yaa man sami’al hamsa min dzin nuuni fii dhulumaatin tsalaatsin: dzulmati qa’ril bahri, wa dzulmatil laili, wa dzulnati bathnil huuti, yaa raadda huzni ya’quuba! Yaa raahima ‘abrati daawud! yaa kaasyifa dhurri Ayyub! yaa mujiiba da’watal mudhtharriin! yaa kaasyifa ghammil mahmuumiin! Shalli alaa Muhammadin wa ala Aali Muhammadin

Ada pun doa yang biasa digunakan Nabi Muhammad Saw lebih ringkas dan mendalam (jawami’ul kalim)

الله ، الله ربي لا أشرك به شيئا

Allahu, Allahu rabbi laa usyriku bihi syai-an.

Diriwayatkan Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah.

Atau doa ini

لا إله إلا الله العظيم الحليم ، لا إله إلا الله رب العرش العظيم ، لا إله إلا الله رب السموات وربّ الأرض وربّ العرش الكريم .

Laa ilaaha illallahul ‘adziimul haliim, laa ilaa ha illallahu rabbil ‘arsyil ‘adziim, laa ilaa ha illallahu rabbus samaawaati wa rabbul ardhi wa rabbul ‘arsyil ‘adziim.

Diriwayatkan Bukhari Muslim

Dahwul Ardh, Hari Bumi Umat Islam


Setiap 22 April, pegiat lingkungan hidup menyebutnya sebagai Hari Bumi. Menurut Wikipedia, Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap 22 April dan diperingati secara internasional. Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini.

Tradisi tersebut dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson, seorang pengajar lingkungan hidup, pada 1970. Tanggal ini ditengarai bertepatan dengan musim semi di Northern Hemisphere ( belahan Bumi utara) dan musim gugur di belahan Bumi selatan.

Sebelumnya, PBB merayakan Hari Bumi pada 20 Maret, sebuah tradisi yang digagas oleh aktivis perdamaian John McConnellpada tahun 1969, di kala mataharitepat di atas khatulistiwa, yang sering disebut Ekuinoks Maret.

Peringatan ini dimaksudkan sebagai alat untuk mempromosikan agenda lingkungan setelah menyaksikan tumpahan minyak besar di lepas pantai California, AS, pada tahun sebelumnya.

Ketika itu, Hari Bumi hanya difokuskan di AS melalui sebuah organisasi yang didirikan oleh Denis Hayes, yang menjadi koordinator nasional pada 1970.

Peringatan ini kemudian menjadi peristiwa internasional pada 1990 dan diselenggarakan di 141 negara. Pada 2009, PBB menetapkan tanggal 22 April sebagai Hari Bumi Internasional dan kini diperingati di lebih dari 175 negara dan dikoordinasi secara global oleh Jaringan Hari Bumi ( Earth Day Network).

Perspektif Islam tentang Hari Bumi

Apresiasi Islam terhadap bumi sebagai planet yang didiami oleh manusia diwartakan oleh Alquran dalam banyak ayatnya. Di antaranya, QS. Hud (11): 61.

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحاً قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُّجِيبٌ﴿٦١﴾

Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamupemakmurnya. Oleh karena itu, mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).”

Juga, ketika menyitir tentang kerusakan bumi, Alquran memberikanstatementseperti yang terdapat dalam QSal-Rum(30):41.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ﴿٤١﴾.

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Sebagai rahmat bagi semesta, Islam telah mengatur adab bagaimana cara memperlakukan bumi. Hal ini dapat ditemukan dalam banyak keterangan, baik dari sejarah maupun aktivitas ibadah mahdhah.

Yang paling jelas adalah refleksi kesadaran lingkungan yang diajarkan dalam ibadah haji. Ketika mulai berihram (memasuki wilayah Tanah Haram), jemaah haji (baca: manusia) tidak diperkenankan menyakiti binatang, menebang pepohonan, bahkan memetik rumput sekalipun.

Konsep pelestarian bumi beserta ekosistem yang ada di dalamnya juga telah diaplikasikan oleh Rasulullah saw. dengan memperkenalkan kawasan lindung (hima’), yakni suatu kawasan yang harus dilindungi pemerintah atas dasar syariat guna melestarikan kehidupan ekosistem hutan.

Nabi pernah mencagarkan kawasan sekitar Madinah sebagai hima’guna melindungi lembah, padang rumput dan tumbuhan yang ada di dalamnya.

Selain hima’, Islam juga memperkenalkan konsep ihya’ al-mawat, yakni usaha mengelola lahan yang belum dimanfaatkan agar memiliki nilai produktivitas bagi kesejahteraan manusia.

Dari konsep ini, terlihat betapa Islam memiliki perspektif lingkungan sangat kuat, yang tidak hanya ada dalam tataran normatif tetapi juga telah dicontohkan Qudwah Hasanah umat manusia, Rasulullah saw., selama perjalanan risalahnya.

Upaya untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui pendidikan lingkungan pada umat Islam akan memberikan andil besar dalam mencegah rusaknya wilayah bumi yang dimanatkan Allah kepada manusia untuk dimakmurkan.

Sebagai unit sosial terkecil, keluarga memegang peran yang penting dalam pendidikan lingkungan hidup. Dalam hal ini seorang ibu sebagai pendidik utama anak-anaknya dapat berkontribusi sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai ramah lingkungan dalam keluarga.

Hal ini bisa dilakukan dengan kebiasaan-kebiasaan yang sederhana. Misalnya menghemat air, menyayangi binatang, membuang sampah di tempatnya, menanam dan memelihara pohon dan bunga, mematikan alat elektronik dan lampu ketika tidak digunakan.

Yang harus selalu dicamkan, hal-hal kecil dapat berdampak besar apabila dilakukan secara berjamaah.

Selain itu, kita bisa berkontribusi dengan cara yang lain seperti berikut ini:

  1. Menulis opini di artikel untuk majalah atau berita dan memberitahukan masyarakat tentang krisis yang diciptakan manusia di bumi yang fana ini.
  2. Mendidik masyarakat dengan cara mereduksi masalah yang terdiri atas dampak berbahaya yang menanti manusia.
  3. Mempraktikkan apa yang bisa kita ajarkan pada masyarakat tentang bahaya yang dihadapi bumi.
  4. Membuat keputusan tegas dan menyelesaikan masalah dengan memanfaatkan bumi untuk kebaikan dan menjamin kelangsungan alam berikutnya selamanya.

Dahwul Ardh, Hari Bumi Umat Islam

Sebelum tanggal 22 April 1970 resmi ditetapkan sebagai Hari Bumi, Islam memiliki konsep tersendiri tentang bagaimana memaknai hakikat penciptaan bumi dan menjaganya. Dalam penanggalan hijriah, tanggal 25 Zulkaidah disebut sebagai Dahwul Ardh yang secara bahasa berarti “Dibentangkannya Bumi”.Allah Swt. berfirman terkait dengan Dahwul Ardh dalam surah an-Nâzi’ât ayat 30: Dan ketika bumi dihamparkan-Nya. 

Menurut riwayat Syiah hari tersebut merupakan hari ketika bumi dihamparkan atau dibentangkan bagi kemaslahatan manusia. Dalam riwayat kitab Misbahul Mujtahid disebutkan bahwa pada hari itu diturunkan rahmat kepada Nabi Adam As dan berhentinya kapal Nabi Nuh dari bahtera, maka orang yang berpuasa pada hari itu maka puasanya senilai dengan puasa selama 70 tahun.

Dalam kitab Al-Urwatul Wutsqa oleh Allamah Muhammad Kadzim Thabatha’i menyebutkan sunnahnya puasa Dahwul Ardh ini. Selain berpuasa, juga dianjurkan beristighfar, berdzikir, mandi dan memperbanyak doa berikut ini: اَللّهُمَّ داحِيَ الْكَعْبَةِ، وَفالِقَ الْحَبَّةِ، وَصارِفَ اللَّزْبَةِ، وَكاشِفَ كُلِّ كُرْبَة…..

Kita berdoa kepada Allah swt. agar kita dapat memanfaatkan bumi ini sebagaimana tujuan penciptaannya dan kita memohon dengan sungguh-sungguh kepada-Nya untuk mencabut rasa tidak pernah puas para pedagang kapitalisme dunia yang serakah, yang karena merekalah bumi ini mengalami krisis besar.

 

Tambahan:

coba lihat tips hari bumi dari google di link berikut:

https://www.google.com/search?q=Tips-tips%20Hari%20Bumi

Sumber:

http://www.hurras.org/vb/showthread.php?t=37207

http://ar.wikishia.net/

Forum Hijau Indonesia

 

 

 

Waktu Mustajab Di Hari Jumat, Antara Ashar Dan Maghrib


Hari Jumat, terdapat waktu istimewa agar doa lebih mustajab.

Waktu pertama
: Ketika imam mulai duduk di atas minbar sampai solat Jumat.

Kedua
: Setelah waktu Asar berdasarkan hadis Nabi

يَوْمُ الجُمُعة ثِنْتَا عَشْرَةَ سَاعَةً ، لاَ يُوجَد فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ الله شَيْئاً إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ العَصْر

“Hari Jumaat ada 12 bagian waktu yang mana tiada seorang hamba muslim berdoa padanya kecuali akan diberikan (maqbul), maka CARILAH IA di UJUNG WAKTU SELEPAS ASAR” (HR Abu Daud- hadis sohih)

Mari memanfaatkan waktu maqbul ini dengan berdoa dan memperbanyak istighfar.

Berikut ini adab-adab doa sesuai sunnah:

  • Menghadap qiblat, angkat kedua belah tangan dan boleh menyapu muka di akhir doa.
  • Merendahkan suara di antara tenang dan jahar (lantang)
  • Hadirkan hati, Khusyu’ dan rendah diri, berserah diri kepada Allah.
  • Datangkan rasa ‘optimis’ doa akan dikabulkan dan benar-benar harap kepada Allah swt.
  • Merayu bersungguh maka sebaiknya diulang tiga kali.
  • Membuka doa dengan ‘Majami’ al-Hamd’ (induk dan penghulu lafaz pujian kepada Allah swt) dan shalawat ke atas Rasul s.a.w dan diakhiri juga sedemikian.
  • Istighfar dan taubat beserta doa, jika ada DHALIM kepada seseorang atau harta orang lain WAJIB DIKEMBALIKAN SEGERA. itu adalah faktor paling kuat untuk maqbulnya doa.
  • Memahami doa yang dipinta.

SELAMAT BERDOA, antara waktu mustajab berdoa di hari Jumaat adalah selepas Asar sebelum Maghrib. []

%d bloggers like this: