Doa Perlindungan dari Musibah Kebakaran Rumah dan Hutan


Pada postingan sebelumnya kami menyampaikan doa ketika musim penghujan yang ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang sampai dengan lebat disertai angin kencang.

Ketika musim kemarau tiba, cobaan yang sering mendera bagi sebagian daerah di Indonesia adalah kebakaran hutan. Kebakaran rumah di daerah sempit banyak menghiasi pemberitaan di televisi dan koran.

Bagi Anda yang bermukim di tempat yang sempit seperti di Jakarta, menjaga barang yang kita miliki menjadi sebuah keniscayaan. Barang berharga yang sudah dikumpulkan bertahun-tahun tidak ingin hilang atau rusak karena bencana.

Dalam hal ini, para ulama memberikan arahan ketika terjadi kebakaran dengan meneriakkan takbir ketika mematikan kobaran api. Sebagaimana hadits yang disampaikan Nabi Muhammad Saw, Jika kalian melihat kebakaran maka bertakbirlah, karena takbir akan mematikannya”. (HR. Ath-Thabrani)

Ibnu Taimiyyah dalam Fatawa Al-Kubra menyebutkan, Öleh karena itu, syiar dalam Shalat, Azan dan Hari Raya adalah Takbir. Takbir disunnahkan membacanya di tempat-tempat tinggi seperti Shafa dan Marwah. Ketika seorang manusia mendapatkan kemuliaan atau ketika menaiki tunggangan. Takbir bisa mematikan kebakaran dan ketika Azan, syaithan lari mendengarnya”. (Fatawa Al-Kubra, 5: 188)

Selain membaca Takbir. Anda bisa membaca dan mempraktikkan doa Abu Darda yang bermanfaat sebagai perlindungan diri, keluarga, harta, dan rumah.

Diriwayatkan dari Thalaq bin Habib, katanya seorang laki-laki menemui Abu Darda dan berkata, “Wahai Abu Darda, rumah mu terbakar.”

“Rumahku tidak akan terbakar, karena Allah tidak akan melakukan itu disebabkan bacaan doa yang kudengar dari Rasulullah Saw. Barangsiapa yang membacanya di awal siang, dia tidak akan ditimpa musibah sampai sore. Dan barangsiapa membacanya di akhir siang, maka dia tidak akan tertimpa musibah hingga pagi.

Doa itu adalah:

ALLAHUMMA ANTA RABBI LAA ILAAHA ILLA ANTA. ALAIKA TAWAKKALTU WA ANTA RABBUL ÁRSYIL ÁDZIIM. MAA SYAA ALLAHU KAANA WA MAA LAM YASYA LAM YAKUN. LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAHIL ÁLIYYIL ÁDZIIM. Á’LAMU ANNALLAHA ÁLAA KULLI SYAI-IN QADIIR WA ANNALLAHA QOD AHAATHA BIKULLI SYAI-IN ÍLMAA. ALLHUMMA INNI AÚUDZUBIKA MIN SYARRI NAFSII WA MIN SYARRI DAABBATIN ANTA AAKHIDUN BINAASHIYATIHAA INNA RABBII ALA SHIRAATHIM MUSTAQIIM.

Bacaan dalam video:

Artinya:

“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tiada Tuhan selain Engkau. Kepada-Mu aku bertawakal, dan Engkau Tuhan Pemilik Ársy yang agung. Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi. Tiada daya dan kekuatan kecuali di sisi Allah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar. Aku tahu bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan bahwa ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, dan dari kejahatan segala makhluk yang berada dalam kekuasaan-Mu. Sesungguhnya Tuhanku selalu menunjukkan ke jalan yang lurus.”

Di kalangan ahli ilmu hadits, doa Abu Darda di atas didhaifkan bahkan hadits mungkar. Menanggapi hal ini, Syaikh bin Baz mengatakan bahwa hadits ini Dhaif, akan tetapi jika seseorang mengamalkannya dengan mengharapkan Allah Swt memberikan manfaat lewat doa, maka doa ini adalah doa yang baik (zikrun thayyib) yang tidak apa-apa diamalkan selama tidak meyakini terjadinya sesuatu lantaran doa ini dan tidak meyakini sebagai sunnah.

Doa Abu Darda bisa juga digunakan agar terhindar dari kebakaran hutan. Sebagaimana Umar bin Khatab yang mengirimkan surat kepada Sungai Nil agar mengalir kembali. Mengamalkan doa ini semoga Allah memberikan keamanan dari segala musibah. []

Pahala Memberi Makan Orang Lain


“Pada setiap hati yang basah terhadap pahala.”. adalah salah satu pesan Nabi Muhammad Saw dalam hadits yang mengisahkan tentang seorang wanita yang masuk surga karena memberi makan kepada seekor anjing. Jika berbuat baik kepada hewan bisa memasukkan ke surga, maka bagaimana dengan berbuat kepada sesama manusia yang membutuhkan.

Sebagaimana keterangan Ibnu Hajar ketika menjelaskan hadist di atas. “Jika dengan memberikan minum pada anjing bisa mendapatkan pengampunan dosa, maka memberi minum pada manusia tentu pula akan mendapatkan pahala yg besar.” (Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari 5: 42)

Berikut ini pahala dan keutamaan memberi makan orang lain.

1) Nabi bersabda, “Sesungguhnya orang terbaik diantara kalian adalah orang yg memberi makan”. (HR. Ibnu Sa’ad, Al-Hakim, Ath-Thabrani)

2) Diriwayatkan, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Raslulullah, “Perbuatan apa yg terbaik di dalam agama Islam? Maka Rasul menjawab, Yaitu kamu memberi makan kepada orang lain, dan kamu mengucapkan salam kepada orang yangg kamu kenal dan yang tidak kamu kenal.” (HR. Bukhari: 12 dan Muslim: 39)

3) Nabi bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi menjawab, “Untuk orang yg berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.” (HR. Tirmidzi: 1984)

4) Nabi bersabda, “Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi, ad-Darimi, Ibnu Majah, al-Hakim, Ahmad dan Ibnu Abi Syaibah)

5) Nabi bersabda, “Barangsiapa yg memberi makan kepada seorang mukmin, sehingga dapat mengenyangkannya dari kelaparan, maka Allah akan memasukkannya ke dalam salah satu pintu surga yang tidak dimasuki oleh orang lain kecuali oleh orang-orang sepertinya.” (HR. Thabrani)

6) Nabi bersabda, “Ada seorang wanita pezina melihat seekor anjing di hari yg panasnya begitu terik. Anjing itu menngelilingi sumur tersebut sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya (lalu menimba air dengannya). Ia pun diampuni karena amalannya tersebut.” (HR. Muslim: 2245)

Memberi Makan menjadi Sebab masuk Surga

Allah Swt dalam Al-Quran menyebutkan bahwa memberi makan menjadi jalan masuk Surga dan mendapatkan buku catatan amalan dari tangan kanan.

‘atau memberi makan pada yang terjadi kelaparan (14) kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat (15) atau orang miskin yang sangat fakir (16) kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman, dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang (17) Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan. (Qs. Al-Balad: 14-18)

Memberi Makan menjadi Penghalang masuk Neraka

Rasulullah Saw bersabda, ‘Takutlah api neraka walaupun dengan sebiji kurma’ (HR. Bukhari).

Lewat Hadits ini, Rasululloh memotivasi umatnya untuk bersedekah, baik dengan yang sedikit maupun banyak. Sabda beliau “walaupun dengan separuh kurma” menunjukkan betapapun kecilnya sedekah yang diberikan, ia bermanfaat besar bagi pelakunya. Ia dapat menjaga dan melindungi pelakunya dari api neraka.

Jangan menganggap rendah apa yang ia -ataupun orang lain- sedekahkan. Sedekah walaupun berupa sesuatu yang ringan sangatlah berarti bagi pelakunya kelak di akhirat. Amal tersebut dapat melindungi pelakunya dari api neraka.

Allah Bersama Orang yang Susah

PERHATIKAN HADIS QUDSI BERIKUT

Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt berfirman pada hari Kiamat:

Wahai manusia, Aku meminta makanan kepadamu, namun engkau tidak memberi makan kepada-Ku. Manusia berkata: “Wahai Tuhan, bagaimana aku memberikan makan sementara Engkau Tuhan semesta alam. Dia berfirman: Tidakkan kamu tahu kalau hamba-Ku si fulan meminta makan kepadamu namun kamu tidak memberinya, tahukah kamu bahwa sekiranya kamu memberinya makan, maka kamu akan mendapati-Ku di sisinya”.

Wahai manusia, Aku meminta minum kepadamu, namun engkau tidak memberikan minum kepada-Ku. Manusia berkata bagaimana aku memberikan-Mu minum, sementara Engkau Tuhan semesta alam. Dia berfirman, “Tidakkah kamu tahu hamba-Ku si fulan meminta minum kepadamu namun kamu tidak memberinya, tahukah kamu bahwa sekiranya kamu memberinya minum, maka kamu akna mendapati-Ku di sisinya”. (HR. Muslim)

[]

Rumah Makan Gratis Rumah Cinta Qurán

Berangkat dari rasa syukur dan ingin bermanfaat bagi orang lain, Rumah Cinta Qurán menambah Program Baru didalam Pengamalan Al-Qur’an yaitu dengan membuka Rumah Makan Gratis dimana Program-program yang sudah ada dan berjalan selama ini adalah Program antara lain :

1. Nasi Bungkus Jum’at Barokah
2. One Day One Thousand (ODOT) 
3. Paket Ramadhan Berbagi
4. Bantuan utk Korban Bencana Alam

In Syaa Allah Program ke 5 dari Rumah Cinta Qur’an yaitu “Rumah Makan Gratis” ini “Istiqomah” dimana semua siswa-siswi nya ber Sinergi mengamalkannya.

“Sebaik – baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (orang lain)” (HR. Ath-Thabrani)

Rumah makan gratis ini berada di Jl. Pondok Betung Raya No 99.

Tanggal 02 April 2019 dilakukan pembukaan Rumah makan gratis ini.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri dan luar ruangan
Jalan Pondok Betung No 99
Keterangan foto tidak tersedia.
Nasihat yang dipasang di dalam ruang makan

Bagaimana Cara dan Doa Bertemu Nabi dalam Mimpi?


Hakikat Mimpi

Ada yang mengartikan mimpi dengan khayalan, berhubungan dengan pancaindra, gerakan dan proses berpikir yang terjadi selama tidur. Dan ada juga yang mengartikan mimpi dengan deretan tamsil dan ide yang saling bertalian selama orang tidur. Mimpi memiliki isi (dream content) yang berupa gambaran, kesan dan ide yang ditampilkan dalam impian.

Psikologi Barat menyebut mimpi memasuki wilayah tidak sadar, karena menafikan pemantauan dan pengendalian diri bagi individu. Sementara Islam tidak demikian, sebab mimpi ada yang bawah sadar, sadar bahkan atas sadar. Contoh mimpi atas sadar adalah mimpinya Nabi Muhammad Saw ketika menerima wahyu atau perintah ilahiyyah, sebagaimana Sabda Nabi, “Sesungguhnya dua mataku terpejam, namun hatiku tidak tidur“. (HR, At-Tirmidzi), contoh lainnya adalah mimpi Leovi, pemenang hadiah Nobel, pernah bermimpi tentang sebuah eksperimen selama tiga malam. Kekule, seorang ahli kimia, menemukan struktur molekul senyawa Benzema lewat mimpi seekor ular yang menggigit ekornya, artinya struktur Benzema berbentuk gelang.

Kemudian, mimpi tidak sekedar jalan untuk mengungkap psikopatologi, tetapi mimpi dapat menjadi psikoterapi. Mimpi baik dan indah merupakan psikoterapi stress, depresi, gangguan mood, paranoid dan sebagainya.

Perbaiki Cinta dan Rindu

Alkisah, seorang murid pernah datang kepada gurunya dan berkata, “Saya tahu bahwa engkau melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mimpimu.” Sang guru menjawab, “Apa yang engkau inginkan, wahai anakku?” Dia berkata, “Ajarilah aku cara untuk melihatnya, saya ingin sekali melihatnya!” Sang guru itu pun berkata, “Malam ini engkau saya undang makan malam denganku, supaya aku bisa mengajarimu cara bisa melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Lalu murid itu pun datang menemui gurunya yang sudah menaruh banyak garam ke dalam makanan dan tidak menyediakan air. Lalu murid itu mulai makan, di sela-sela makannya, dia meminta air, namun gurunya tidak mau memberinya. Sebaliknya, sang guru malah memintanya untuk terus menambah makannya. Setelah selesai makan, dia berkata kepada murid tersebut, “Tidurlah dulu, apabila engkau bias bangun sebelum fajar, saya akan mengajarimu cara supaya bisa bermimpi bertemu dengan Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Murid itu pun tidur meliuk karena saking hausnya. Ketika sudah terbangun, sang gurunya, “Anakku, sebelum aku mengajarimu cara bisa bermimpi bertemu dengannya, aku ingin bertanya dulu kepadamu, apakah kamu bermimpi tentang sesuatu tadi malam?” Si murid menjawab “Ya.” Gurunya bertanya lagi, “Apa yang engkau lihat?” Jawabnya si murid, “Saya melihat hujan lebat turun, sungai-sungai mengalir dan air laut yang berombak.”

Sang guru berkata “Jika semalam engkau memikirkan Rasulullah sebagaimana engkau memikirkan air, dan hatimu terikat dengan Rasulullah sebagaimana hatimu terikat dengan air, maka engkau akan melihat Rasul.

Wahai anakku, jika engkau ingin melihat Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, wajib menjadikan Rasulullah sebagai pusat pikiran, hati dan jiwamu sampai engkau tidak memikirkan sesuatu selain Rasulullah. Ketika itu, Allah akan memuliakanmu dengan melihat Nabi.

Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata, “Aku mendengar Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang melihatku dalam mimpi, maka ia akan melihatku pula di kala sadar. Setan tidak bisa menyerupai fisikku.” Maka siapa yang ingin menjadikan Nabi Shallahu alaihi wa sallam selalu dalam pikirannya hendaklah dia mensucikan dan membersikah jiwa dari segala kotoran, membaca perjalanan hidupnya dan memperbanyak membaca zikir dan shalawat kepadanya.”

Mimpi merupakan cerminan dari alam bawah sadar kita. Karena banyak pikiran dan keinginan yang tidak dapat diekspresikan atau dicapai pada kondisi sadar, akhirnya muncul dalam bentuk mimpi. Dalam kisah di atas, si murid sebelum tidur ia ingin sekali minum. Tapi oleh gurunya tidak diperbolehkan hingga ia pun ketiduran dalam keadaan haus. Sehingga dalam mimpinya dia melihat air sebagai harapan yang dinginkannya.

Hikmanya, jika kita ingin bermimpi melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka perbaiki dulu bentuk cinta dan rindu kita kepadanya.

Adakah kiat khusus agar mimpi bertemu Nabi?

Tidak ada kiat khusus secara syar’i yang dapat dilakukan agar bisa mimpi bertemu dengan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Tetapi setidaknya ada beberapa hal terkait pertanyaan ini.

Pertama, seseorang yang melihat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam mimpinya harus melihat beliau dengan cirri fisik yang hakiki bukan hanya penampakan cahaya atau sesosok laki-laki tua berjanggut putih dsb. yang demikian ini bukanlah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Bisa jadi sosok tersebut adalah setan yang mengaku sebagai nabi, ia tampil dengan wujud yang bukan merupakan fisik nabi, tetapi sekedar pengakuan bohong saja.

Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata, “Aku mendengar Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang melihatku dalam mimpi, maka ia akan melihatku pula di kala sadar. Setan tidak bisa menyerupai fisikku.” Ibnu Sirin mengatakan, “Kalau orang tersebut melihat nabi dalam rupa yang aslinya (pasti itu benar-benar nabi, karena setan tidak bisa menyerupainya pen.) (HR.Bukhari, no.6592 dan Muslim, no.2266)

Dahulu Muhammad bin Sirin (seorang tabi’n), apabila ada orang yang bercerita kepadanya bahwa dia melihat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia pun lekas bertanya, “Coba ceritakan sifat fisik yang engkau lihat itu padaku!” Apabila sifat fisik tersebut tidak pernah ia ketahui, maka ia katakana, “Engkau belum melihatnya.”

Imam Hakim meriwayatkan dari ‘Ashim bin Kulaib, dari ayahnya yang berdialog dengan Abu Hurairah, “Aku bercerita kepada Abu Hurairah bahwasanya aku telah melihat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam mimpi.” Abu Hurairah pun menanggapi, “Ceritakan padaku apa yang engkau lihat!” Aku jawab, “Kusebutkan cirri fisik Hasan bin Ali, kemudian aku serupakan dengan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.” Kata Abu Hurairah, “Engkau benar-benar melihat nabi.”

Kedua, orang yang melihat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam mimpinya adalah orang-orang yang taat menjalankan agama dan istiqomah dengan ajaran-ajarannya.

Ketiga, orang yang melihat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang berpegang teguh dengan sunah. Ia adalah orang yang perhatian dengan ibadah-ibadah hariannya apakah sudah sesuai dengan sunah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam atau belum. Demikian juga dengan muamalahnya, ia seseorang yang terkenal dengan kebaikan akhlak, baik di kalangan keluarga ataupun di lingkungan sosial masyarakatnya.

Ciri Fisik Nabi Muhammad Saw

Doa Agar Mimpi Bertemu Nabi

اللهم صلّ على محمّد النبيّ وأزواجه أمهات المؤمنين وذريتهِ وأهل بيته، كما صلّيت على ءال إبراهيم إنك حميد مجيد

Bacalah doa ini malam hari atau di tengah siah 100 kali atau lebih sesuai kemampuan. Doa ini disampaikan oleh Syaikh Jail Shadik Al-Asy’ari dan banyak kaum muslimin yang mempraktikkannya dan ingin bertemu Nabi dalam mimpi.

Pembacaan doanya bisa dilihat di video berikut:

Ust Abdul Somad memberikan jawaban terkait pertanyaan sesorang tentang orang yang bertemu Nabi didalam mimpi. Menurut beliau, tidak penting seseorang itu bertemu Nabi atau tidak kalau setelah bertemu Nabi kemudian dia umbar-umbar, yang penting adalah Istiqamah, karena istiqamah itu lebih berharga dari seribu karomah.

Sumber:

Mimpi dan Psikoterapi oleh Prof. Abdul Mujib di kelas Psikologi SPs UIN Jakarta

https://ar.islamway.net/fatwa/40463

http://www.islamqa.com/ar/ref/14052

Doa Mencintai Al-Quran


Orang yang membaca Al-Quran dan menghafalnya belum tentu Al-Quran sampai kepada hati dan ruhnya. Tidak sedikit bacaan Al-Qura kita baru sampai di tenggorokan belum masuk ke dalam hati.

Berikut ini saya kumpulkan beberapa riwayat tentang doa mencintai Al-Quran, dengan membacanya semoga Allah memudahkan Al-Quran masuk ke dalam hati dan jiwa kita.

Doa ini sangat Agung, mengharapkan kebahagiaan yang abadi yaitu ketika Al-Quran menjadi penyejuk hati. Ibarat air menyiram hati yang mati dan keras sehingga tumbuh dan kuat.

Hendaknya setiap Muslim terlebih lagi seorang penghafal Al-Qura mengulang ulang doa ini setiap hari 3 atau 5 kali dalam sehari dengan penuh harap agar diijabahi. Di antara tanda diijabahnya doa ini, dilapangkan dadanya untuk lebih banyak membaca Al-Quran dan lebih rajin mengerjakan Shalat di malam hari.

Semoga Allah memudahkan kita untuk mengamalkan doa ini agar Al-Quran menjadi penyejuk hati dalam kehidupan kita. Amiin.

File PDF bisa diunduh di link ini:

Doa Para Pecinta Al-Quran

I’rab حمدا ناعمين حمدا شاكرين


Redaksi puji pujian Hamdan Naa’imin Hamdan Syaakirin sering diucapkan sebelum berdoa. Namum redaksi doa di atas yaitu kata ‘Naaimiin‘ tidak pas secara bahasa, mestinya Mun’imiin, karena fiil madhiya adalah ruba’i atau empat huruf: أنعم – ينعم – فهو منعم yang bisa diartikan orang yang mengharapkan nikmat.

Hal ini mungkin karena mengikuti bentuk fail syaakirin, kemudian disamakan dengan naa’imin padahal yang benar mun’imin.

Berikut ini i’rab sederhana dari

حمدا شاكرين

حمدا : مصدر مؤكد حذف عامله وجوبا والتقدير أحمد حمدا أو حمدت حمدا وهو مفعول مطلق منصوب بالفتحة لفعل محذوف.

شاكرين: حال

Contoh redaksi lain yang mirip adalah:

حمدا لله وشكرا

i’rabnya sebagai berikut:

حمدا : مفعول مطلق منصوب بالفتحة لفعل محذوف

لله : لفظ الجلالة اسم مجرور وعلامة جره الكسرة لإنها مضاف إليه

و: حرف عطف مبني على الفتح، لا محل له من الإعراب

شكرا: مفعول مطلق منصوب بالفتحة لفعل محذوف

Karena redaksi Naa’imin kurang pas, maka lebih selamatnya mengganti redaksi hamdan naaimin hamdan syaakirin menjadi hamdan haamidin hamdan syaakirin dan saya dapatkan dalam beberapa contoh doa. Atau menghilangkannya dan langsung membaca seperti berikut:

Bismillahirrahmaaninraahiim

Alhamdulillahi Rabbil Aalamiin. Hamdan yuwaafii niamahu was yukaafi-u maziidah. Yaa rabbanaa lakal hamdu wa lakal syukru kamaa yanbaghii li jalaali wajhika was adziimi sulthaanika.

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah Kami persembahkan kepada-Mu seluruh bentuk pujian yang layak dengan kebesaran dan keagungan-Mu atas seluruh nikmat dan karunia yang Engkau anugerahkan kepada kami .”

Redaksi di atas disebutkan dalam sebuah Hadits yang menyebutkan keutamaan pujian tersebut.

Dari Abu An-Nashr at-Tammar berkata, “Adam As berkata: Tuhanku, aku sibuk mencari nafkah, maka ajarilah aku rangkaian pujian dan tasbih. Lalu Allah mewahyukan kepadanya: “Wahai Adam, di pagi hari bacalah tiga kali dan di sore hari bacalah tiga kali Alhamdulillah Hamdan yuwaafii niamahu was yukaafi-u maziidah. Yaa rabbanaa lakal hamdu wa lakal syukru kamaa yanbaghii li jalaali wajhika was adziimi sulthaanika itulah rangkuman pujian.

Makna lafal yuwaafii niamahu adalah pujian yang menyusul nikmat sehingga semua nikmat datang bersamaan dengan pujian ini.

Dan lafal yukaafi-u maziidah berarti menyamai penambahan nikmat itu, artinya seseorang melakukan syukur yang melebihi nikmat dan kebaikan Allah.

Imam As-Siroj Al-Bulqini memilih lafadz di atas sebagai bentuk pujian. Pilihan beliau berdasar bahwa lafadz itu merupakan awal Al-Quran yaitu Surat Al-Fatihah dan akhir doa penduduk Surga. []

Doa Dimudahkan Menghadapi Soal Ujian/ Ulangan


Minggu ini masanya adik-adik kita mengadapi ujian atau ulangan. Berbagai persiapan dilakukan, mulai dari cara-cara sportif seprti mengulang-ngulang pelajaran, ikut bimbingan belajar, belajar kelompok dan lain-lain.

Sampai cara-cara curang sperti mencari bocoran soal, membeli kunci jawaban, atau membuat contekan. Padahal Nabi kita pernah bersabda “Siapa yg curang, maka dia bukan golongan kami “ (HR. Muslim)

Tak hanya itu, ada juga yang rela menggadaikan agamanya dengan mendatangi dukun atau paranormal. Seakan mereka lupa sabda Nabi yang mngatakan: “Barangsiapa yg mendatangi peramal, menanyakan kepadanya sesuatu, lalu mempercayainya, shalatnya tidak akan diterima 40 hari lamanya.” (HR. Muslim).

Begitulah, beragam cara dilakukan demi meraih IJAZAH KELULUSAN yang katanya sebagai syarat KESUKSESAN.

Namun apa artinya sebuah kelulusan tanpa keberkahan.? Apa artinya kelulusan dunia bila harus menggadaikan kelulusan akhirat.? Apa artinya kesuksesan bila dibangun diatas pondasi kecurangan.?

Adik-adik ku sekalian.. Di saat-saat seperti ini yang kalian butuhkan adalah mendekat kepada Allah. Mohonlah taufiq pada-Nya agar Dia memberi kemudahan padamu saat mengisi lembaran jawaban nanti.

Jangan bertumpu pada kemampuan diri sendiri, sebab sekuat & secerdas apapun kita, kita tetap lemah tanpa bantuan & taufiq dari Allah. Selalu tanamkan keyakinan dalam diri kalian bahwa Allah Ta’ala pasti akan menolong hamba-hambaNya yang mau berusaha dan menyerahkan segala hasilnya kepada Allah semata, bukan kepada mantra, jampi-jampi, air sakti, dukun, atau azimat-azimat.

Doa 1

Bila nanti engkau dihadapkan pada suatu kesulitan, maka ucapkanlah doa ini:

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau mnjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah”

Doa 2

Atau doa ini:

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

“Rabbi zidnii ‘ilmaa.”

“Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS Thaha: 114)

Doa 3

Atau doa ini yang dibaca Ibnu Taimiyah ketika sulit dalam belajar.

يا مُعَلِّم آدم وإبراهيم عَلِّمني

“Wahai Dzat yang telah mengajarkan Adam dan Ibrahim, ajarkanlah aku”.

Doa ini sesuai dengan riwayat dari Muadz bin Jabal yang menyebutkan:

مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لِمَالِكِ بْنِ يَخَامِرَ السَّكْسَكِيِّ عِنْدَ مَوْتِهِ ، وَقَدْ رَآهُ يَبْكِي ، فَقَالَ : وَاَللَّهِ مَا أَبْكِي عَلَى دُنْيَا كُنْتُ أُصِيبُهَا مِنْكَ ، وَلَكِنْ أَبْكِي عَلَى الْعِلْمِ وَالْإِيمَانِ اللَّذَيْنِ كُنْتُ أَتَعَلَّمُهُمَا مِنْكَ ، فَقَالَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : إنَّ الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ مَكَانَهُمَا ، مَنْ ابْتَغَاهُمَا وَجَدَهُمَا ، اُطْلُبْ الْعِلْمَ عِنْدَ أَرْبَعَةٍ : عِنْدَ عُوَيْمِرٍ أَبِي الدَّرْدَاءِ ، وَعِنْدَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ ، وَأَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ ، وَذَكَرَ الرَّابِعَ ، فَإِنْ عَجَزَ عَنْهُ هَؤُلَاءِ فَسَائِرُ أَهْلِ الْأَرْضِ عَنْهُ أَعْجَزُ ، فَعَلَيْكَ بِمُعَلِّمِ إبْرَاهِيمَ صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَي

Dalam kitab I’lamul Mauqi’in Ibnu Qayyim menceritakan gurunya Ibnu Taimiyah mempraktikkan doa tersebut agar diberikan kefahaman dalam agama. Beliau datangi masjid-masji di daerah beliau dan bersujud di atas tanah sambil memohon doa:

 يا مُعَلِّم إبراهيم فَهِّمْنِي  (yaa muallimu Ibraahiim fahhimnii)

Doa 4

اللهم الهمني رشدي
واعذني من شر نفسي
Ya Allah,ilhamkanlah aku petunjuk
Dan lindungilah aku dari kejahatan diriku.

Doa 5

Jika anda ingin agar tidak selalu lupa pelajaran atau materi yang disampaikan guru, bacalah:

اَللَّهُمَّ افْتَحْ عَلَيَّ فُتُوْحَ الْعَارِفِيْنَ بِحِكْمَتِكَ وَانْشُرْ عَلَيَّ رَحْمَتَكَ وَذَكِّرْنِيْ مَانَسِيْتُ يَاذَا الْجَلَالِ وَالْاِكْرَامِ.

Allahummaftah alayya futuuhal aarifiin bihikmatika wanshur alayya rahmataka wa dzakkirnii maa nasiitu yaa dzal jalaali wal .kraam

Doa 6

Doa agar dimudahkan dalam menghafal:

قَوْلُهُ تَعَالَى:فَفَهَّمْنَا سُلَيْمَان وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُوْدَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ وَكُنَّا فَاعِلِيْنَ. اَللَّهُمَّ لَاسَهْلَ اِلَّا مَاجَعَلْتَهُ سَهْلًا وَاَنْتَ تَجْعَلُ الصُّعْبَ سَهْلًا.

qaulutuhu taala: fafahhamnaa Sulaimaan wa kullan aatainaa hukman wa ilman wa sakkharnaa wa Dawudal jibaal waththaira wa kunnaa faa’iliin. Allahumma laa sahla ilaa wa ja’altahu sahla wa anta taj’alus su’ba sahla.

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا بِالقُرْانِ الْعَظِيْمِ وَانْفَعْنَا بِمَا فِيْهِ مِنَ الْايَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ اَللَّهُمَّ عَلِّمْنَا مِنَ الْقُرْانِ مَا جَهِلْنَاهُ وَذَكِّرْنَا مَانَسِيْنَاهُ وَارْزُقْنَا تِلَاوَتَهُ وَالْعَمَلُ بِهِ

Allahumma baarik lanaa bilquraanil ‘adziim wanfa’naa bimaa fiihi minal aayaati wadzzikril hakiim ‘allimnaa minal quraani maa jahilnaahu wa dzakkirnaa maa nasiinaahu warzuqnaa tilaawatahu wal ‘amalu bihi.

Selamat belajar & yakinilah pertolongan Allah. Semoga sukses ujian dan lulus dengan prestasi yg memuaskan. Amiin..

Uian yang akan dihadapi seluruh manusia yang mestinya lebih kita perhatikan dari sekedar UAN yang hanya sebentar, kelulusannya tidak dapat direkayasa sebagaimana kelulusan di dunia yang bisa direkayasa.

Ada dua tahapan ujian yang harus kita lewati, yaitu tahapan Barzakh dan tahapa Akhirat yang masing-masing memiliki pertanyaan khusus.

Pada tahapan Barzakh, ada tiga pertanyaakn yang harus kita jawab:

  1. Siapa Tuhanmu?
  2. Apa Agamamu?
  3. Dan siapa laki-laki yang diutus kepadamu?

Bila lulus pada tahapan ini, kita pasti akan lulus pada tahapan selanjutnya, yang memiliki empat butir soal.

  1. Tentang umur, untuk apa digunakan?
  2. Tentang ilmu, sejauh mana digunakan?
  3. tentang harta, darimana harta tersebut didapatkan dan untuk apa dibelanjakan, dan
  4. tentang raga, untuk apa digunakan. (HR. At-Tirmidzi)

Peran orang tua sangat penting dalam menjelaskan arti kesuksesan dan kegagalan akademis. Jangan pernah mengatakan nilai di bawah 90% adalah kegagalan. Anak menjadi stress.

Orang tua yang baik, lebih mementingkan individu anaknya berakhlak mulia dan menjadi pribadi penyayang di masyarakat.

Membantu anak mengidentifikasi kekuatan, minat, memperkuat harga diri, dan kepercayaan mereka adalah cara paling penting dalam mengasuh anak. Tercermin dalam percakapan sehari-hari dengan anak.

Pastikan bahwa percakapan sehari-hari tidak menunjukkan bahwa Anda hanya menghargai kesuksesan, menunjukkan sikap mengambil kesuksesan dan kegagalan secara adil. keduanya sama pentingnya.

[]

Doa Perlindungan Saat Angin Bertiup Kencang


Postingan sebelumnya kami menyampaikan doa dari Nabi Muhamad SAW ketika hujan turun dengan deras atau ketika banjir. Namun cuaca hari ini dan beberapa hari ke depan nampaknya akan lebih ekstrem. BMKG menyebutkan wilayah Jakarta dan Jawa Barat harus siaga terhadap cuaca berupa hujan dengan intensitas sedang sampai dengan lebat yang disertai angin kencang.

Maka kami mencoba menambahkan doa perlindungan ketika angin kencang mulai muncul. Dan kami menegaskan bahwa angin bertiup demikian dengan ketentuan Allah SWT maka kita meminta Perlindungan hanya kepada Allah dengan mengucapkan zikir dan doa seperti yang diajarkan Nabi SAW.

Beberapa masyarakat kita yang awam, masih ada yang percaya dengan ilmu ghaib yang bisa meredakan badai, dan dalam tata caranya menggunakan cara yang tidak syar’i seperti dengan menulis permulaan surat dalam Al Qur’an pada pecahan genting atau pecahan papan atau pada batu. Kemudian lemparkan ke arah ombak yang menggunung, maka badai akan reda.

Hal ini tidaklah benar, cukuplah kita menggunakan doa dan dzikir yang diajarkan Nabi Muhammad SAW berikut:

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, ia berkata: Adalah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam apabila angin bertiup kencang beliau berdoa,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

“Allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira maa fii haa wa khaira maa ursilat bihi wa a-uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fii haa wa syarri maa ursilat bihi”

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan yang ada padanya dan kebaikan yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang ada padanya dan keburukan yang dibawanya.” (HR. Muslim, no. 2122)

Dari Ubai bin Ka’ab dengan redaksi lain. Rasulullah SAW bersabda: janganlah kalian mencaci angin. Lalu apabila engkau melihat yang tidak menyenangkan, maka berdoalah:

اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هَذِهِ الرِّيْحَ وَخَيْرِ مَا فِيْهَا وَخَيْرِ مَا أُمِرَتْ بِهِ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ الرِّيْحَ وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُمِرَتْ بِهِ

“Allahumma inni as-aluka min khairi haa-dzihihiirih wa khairi maa fiihaa wa khairi maa umirat bihi wa na-uudzubika min syarri haa-dzihiirrih wa syarri maa fiihaa wa syarri maa umirat bihi”

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan yang ada padanya dan kebaikan yang dibawanya. Dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang ada padanya dan keburukan yang dibawanya.” (HR. Al-Tirmidzi)

Doa Lain Saat Angin Bertiup Kencang. Dari Salamah bin ‘Amr bin Al Akwa’ radhiyallahu ‘anhu, berkata: “Nabi Saw apabila angin bertiup kencang, beliau Saw berdoa:

اللّهُمَّ لَقْحًا لاَ عَقِيْمًا

Allahumma laqihan laa ‘aqiima.

Artinya:
Ya Allah, datangkanlah angin ini dengan membawa air, bukan membawa kegersangan [Al Adabul Mufrad]

Terima kasih.

%d bloggers like this: