Muhasabah Corona


Image result for corona virus hd wallpaper

Mengherankan orang-orang yang menilai epidemi global seperti Corona hanya berdasarkan kajian ilmiah semata, tanpa merasa bahwa wabah ini adalah bentuk peringatan dari Allah Swt. Sementara prinsip dasar seorang mukmin itu selalu berusaha melihat dirinya, menimpakan kesalahan pada dirinya, kecuali orang-orang yang sombong yang merasa mampu melakukan segalanya.

Dunia yang penuh hipotesis ini mengolok-olok ajakan kembali kepada Tuhan. Menunggu vaksin dari negara maju lebih baik dari menunggu bantuan dari Allah Swt. Demikian sangkaan mereka.

Saya tidak akan malu karena Al-Quran dan Hadis telah menjadi saksi di dunia yang penuh dengan kegilaan dan ketidak adilan.

Betapa banyak orang yang lebih percaya kepada dokter daripada percaya Allah Swt. Betapa banyak orang lebih percaya bahwa kebiasaan sehat dapat melindungi mereka dan menyisihkan Allah darinya.

Manusia saat ini butuh makhluk Allah superkecil agar mereka mau kembali kepada-Nya.

Ya Allah, kasihani dan sayangi kami. Jadikan kami hamba-Mu yang mudah mengingati-Mu, mensyukuri nikmat-nikmat-Mu dan beribadah dengan baik kepada-Mu. []

Doa dan Wirid Proteksi Diri dari Coronavirus


Doa adalah senjata orang Mukmin’, demikian sabda Nabi Saw. Hal ini disebabkan karena doa dapat dipakai untuk memerangi rasa kesendirian seorang hamba, melawan rasa putus asa, dan menentramkan hati. Sebagai inti ibadah, doa dapat digunakan sebagai sarana berkomunikasi dengan Allah Swt, mengeluhkan berbagai kesulitan hidup, dan memohon segala sesuatu kepada-Nya.

Dari riwayat kehidupan Rasulullah Saw dapat kita ketahui bahwa hampir seluruh waktu keseharian beliau dihabiskan untuk berdoa, berzikir dan bermunajat kepada Allah Swt. Setiap pagi dan sore hari Nabi Muhammad Saw menganjurkan umatnya untuk membaca zikir sebagai penjagaan sehari penuh. Jika membaca doa pagi hari maka akan terjaga dari pagi sampai sore hari, dan membaca doa sore hari, akan terjaga sampai pagi hari kembali.

Doa ini semakin banyak dibaca semakin baik, maka tidak ada batasan jumlah dalam berdoa, jumlah tiga kali bisa dijadikan acuan minimal. Perbanyak berdoa lebih baik ketika hati terasa sakit dan keterikatan dengan Allah Swt sudah mulai melemah.

Terkait dengan doa virus Corona dalam judul di atas, kami tidak bermaksud menta’yin doa tertentu sebagai doa Corona . Sejatinya doa saja tidak cukup, menghadapi wabah atau penyakit juga harus disertai usaha pencegahan dan pengobatan kepada yang lebih ahli. Meski demikian, Darul Ifta’ di Mesir memberikan saran beberapa doa yang bisa digunakan untuk menghindari penyakit termasuk virus Corono. Doa, ruqyah dan zikir syar’i adalah petunjuk dari Nabi Saw sebagai bentuk perlindungan diri.

Setiap pagi dan sore, perbanyak membaca doa perlindugan berikut:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“BISMILLAHILLADZI LA YADLURRU MA’ASMIHI SYAIUN FIL ARDLI WA LA FIS SAMAI WA HUWAS SAMI’UL ‘ALIM

Artinya:

“Dengan menyebut nama Allah yang tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang bisa memberikan bahaya tanpa izinnya. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

Nabi Saw menjamin bagi siapa yang membacanya setiap pagi dan sore, tidak akan terkena bencana apapun. Suatu ketika Aban bin Usman yang meriwayatkan hadis ini lumpuh, sehingga membuat orang-orang seakan tidak percaya dengan hadis yang dia riwayatkan, lantas Aban mengatakan, ‘Demi Allah saya tidak berbohong kepada Usman dan Usman tidak berbohong kepada Nabi, saat terkena musibah ini saya sedang marah dan lupa mengucapkan doa ini’.

Hal ini menunjukkan bahwa, sikap marah, tempramental yang labil baik rasa sedih, takut, ketawa dan tangis atau terjebak dalam syahwat dan kelalaian adalah sebab-sebab yang bisa menghalangi fungsi wirid ini sebagai benteng diri, bahkan bisa merusakkan fungsi tersebut, baik karena setan membuat orang tersebut lalai saat temperament yang tidak menentu tersebut datang, khususnya marah, marah berasal dari setan dan inilah yang terjadi pada Abban ra, atau fungsi tersebut menjadi lemah karena adanya temperamental yang labil tersebut. Maka tidak mengherankan jika seseorang tertimpa oleh sesuatu padahal ia telah membaca wirid, hal itu karena ia telah membuat celah bagi setan yang dimanfaatkan untuk masuk darinya.

***

تَحَصَّنْتُ بِذِيْ الْعِزَّةِ الْجَبَرُوْتِ. وَاعْتَصَمْتُ بِالْمُلْكِ وَالْمَلَكُوْتِ، وَتَوَكَّلْتُ عَلَى الْحَيِّ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ إِصْرِفْ عَنَّا الْبَلَاءَ والْوَبَاءَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ.

“TAHASSAHNTU BIZIL ‘IZZATIL JABARUUTI, WA’ TASHAMTU BILMULKI WAL MALAKUUTI, WA TAWAKKALTU ‘ALAL HAYYILLADZII LAA YAMUUTU. ISHRIF ‘ANNAA AL-BALAA’ WAL WABAA’. INNAKA ‘ALAA KULLIM SYAI-IN QADIIR.”

Artinya:

“Aku membentengi diri kepada nama Tuhan yang mempunyai kemuliaan dan kekuatan, aku berpegang teguh pada Tuhan yang menguasai alam nyata dan alam ghaib, aku bertawakal kepada Tuhan yang hidup dan tidak mati selama-lamanya. Semoga kiranya Engkau hindarkan kami daripada bala’dan waba’. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.”

Doa ini paling banyak tersebar saat ini untuk menghindari penyakit seperti Corona. Doa yang lain, saya dapatkan dari laman Darul Ifta’ Mesir berbunyi :

ALLAHUMMA ISHRIF ‘ANNAL BALAA’ WAL WABAA’ WAL MIHAN, MAA DZAHARA MINHAA WAMAA BATHAN BIMAA SYI’TA WA KAIFA SYI’TA INNAKA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR, WA YASSIR LANAA KULLU AMRIN ‘ASHIIR.

***

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ

“ALLHUMMA INNI A’UUDZUBIKA MINAL BARASHI WAL JUNUUNI WAL JADZAAMI WA MINAS SAYYI-IL ASQAAM”.

Artinya:

“Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari penyakit belang-belang, gila dan kusta, dan penyakit buruk lainnya.” (HR. Abud Dawud No. 1554).

Syaikh Usaimin mengatakan bahwa Nabi Saw pernah berdoa agar mengangkat wabah di Madinah, hal ini dijadikan dalil para ulama untuk membolehkan berdoa agar mengangkat wabah dan menolak suatu wabah.

Doa khusus untuk menghindari suatu wabah memang tidak ada atsar atau sumbernya, namun doa semisalnya pernah dinukilkan ulama Malikiyah dari jalan Syaikh Ahmaz Zaruuq. Secara garis besarnya, selama doa tersebut mengandung kalimat-kalimat yang tidak menyelisihi syariat, diperbolehkan menggunakan dan menjadikan doa perlindungan dengan syarat tidak muncul dari si individu keyakinan khusus terhadap suatu doa atau menjadikan kebiasaan sehingga seakan-akan menjadi sebuah ibadah.

***

Jika doa-doa di atas terasa berat, maka cukupkan diri berdoa semampu kita dengan bahasa yang kita bisa, karena doa itu cakupannya luas, tidak dibatasi hanya doa yang termaktub dalam Al-Qur’an dan Hadis saja. Seorang muslim boleh berdoa sesuai keinginannya untuk kebaikan dunia dan akhiratnya. Doa ptoteksi diri dari Corona yang sederhana disebutkan oleh Syaykh Azhar Nasser dalam twitternta yaitu: ‘YA ALLAH, MOHON JAGA SAYA DARI VIRUS CORONA’.

Wirid

Saya mendapatkan doa wirid untuk masa pandemik saat ini dari akun twitter Mohamed Ghilan, wirid ini dibuat oleh Syaikh Abdullah bin Bayyah. Wirid ini dibaca setelah selesai salat atau dimana saja dan usahakan dibaca bersama-sama.

Berikut Wirid yang dibaca;

Berikut bacaan dari Mohamed Ghilan (credit Mohamed Ghilan)




Bagi seorang mukmin, musibah adalah anugerah karena baginya semuanya selalu ada kebaikan. Nabi mengajarkan sifat orang beriman yaitu ketika diberikan nikmat bersyukur dan ketika ditimpa musibah bersabar. Dan Allah Swt akan menghapus dosa orang beriman sampai kepada duri yang mengenainya. Semoga apa saja cobaan yang sedang dialami menjadikan kita semakin bersabar dan mendekat kepada-Nya, karena Dia lah sebaik-baik penolong.

Sumber:

https://www.elbalad.news/4194502

https://islamqa.info/ar/answers/

https://sites.google.com/site/adiaaislamia/home/adiaatahsine

https://sandala.org/wird-during-a-pandemic/?fbclid=IwAR2xGV0vbpx18apHg6QND39ZyjUMD8get7CQx2dR6kPhIjguW5cqv54GF1M

Manakah yang lebih Utama? 10 Hari Pertama Dzulhijjah atau 10 Hari Terakhir Ramadan


Termasuk kecerdasan adalah mengenal kesempatan-kesempatan emas, waktu-waktu berharga, keadaan-keadaan penting yang disebutkan di dalam syariat Islam berdasarkan Al Quran dan hadits shahih, dan tidak membiarkan kesempatan, waktu dan keadaan tersebut terbuang percuma tanpa diisi dengan amal shalih.

Termasuk di dalamnya KESEMPATAN EMAS DI BULAN DZULHIJJAH!!!

Ibnu Abbas ra berkata: “Rasulullah Saw bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tiada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini”. yakni 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah, mereka (para shahabat) bertanya: “Wahai Rasulullah, dan tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya)?”, beliau bersabda: “Dan tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya), kecuali seseorang yang berjuang dengan dirinya dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan apapun”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Umar ra berkata: “Nabi Muhammad Saw bersabda:

“مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ الْعَمَلِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنْ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ”.

“Tiada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan yang lebih ia cintai untuk beramal di dalamnya daripada 10 hari ini, maka perbanyaklah membaca tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya”. (HR. Ahmad dan di shahihkan oleh Al Mundziry dan Ahmad Syakir tetapi dilemahkan oleh Al Albani di dalam kitab Dha’ih At Targhib wa At Tarhib, 744)

Abu Qatadah Al Anshari raberkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». رواه مسلم

Bahwa Rasulullah ditanya tentang puasa Hari Arafah: “Menghapuskan (dosa-dosa) setahun lalu dan setahun yang akan datang”. (HR. Muslim)

Dari Hadits-hadits di atas dianjurkan untuk memperbanyak amal shalih di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, seperti; Menunaikan haji dan umrah, berpuasa, berkurban, bertakbir, bertahmid dan bertasbih serta bertahlil, serta amal shalih lainnya.

Dai Timur Tengah, Syaikh Muhammad Al-Uraifi menyebutkan bahwa amalan pada siang hari di awal Dzulhijjah lebih utama dari amalan atau ibadah di bulan Ramadan.

Beliau menggunakan dalil hadits berikut:

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: ” Tiada hari, dimana beramal shalih padanya lebih Allah cintai selain hari-hari ini”, yakni 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah. Para shahabat bertanya: wahai Rasulullah, apakah termasuk jihad fi sabilillah juga tidak bisa (menandingi)?, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Termasuk jihad fi sabilillah sekalipun tidak bisa (menandingi), kecuali seorang lelaki yang pergi berjihad dengan jiwa dan hartanya sendiri lalu tidak ada sesuatupun darinya yang kembali, yakni sampai gugur sebagai syuhada’” (HR. Al-Bukhari, At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad).

Mungkin karena begitu mulianya10 hari pertama bulan Dzulhijjah tersebut, maka Allah Ta’ala sampai bersumpah dengannya, dalam firman-Nya (yang artinya): “Dan demi malam-malam yang sepuluh” (QS. Al-Fajr 89: 2), yang menurut Imam Ibnu Katsir dan jumhur mufassir lain rahimahumullah, maksud tafsirnya yang benar adalah 10 malam pertama bulan Dzulhijjah.

Mari maksimalkan waktu terutama pada siang hari dengan memperbanyak ibadah karena 10 hari terakhir Ramadan lebih utama ditinjau dari malamnya, dan 10 hari terakhir Dzulhijjah lebih utama ditinjau di hari siangnya, di dalamnya terdapat Qurban, hari Tarwiyah dan hari Arofah.

Kepada seluruh jamaah haji, kami ucapkan: Selamat mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan setotal-totalnya demi meraih haji mabrur. Dan kepada semua kaum muslimin non jamaah haji, juga tak lupa kami ucapkan: Selamat berlomba kebaikan khususnya dalam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah 1439 ini.

Jika seseorang mampu mengoptimalkan upaya amal saleh dengan beragam macam di dalamnya, maka sangat memungkinkan iapun bisa menggapai kemuliaan derajat di sisi Allah dan kelipatan pahala dari-Nya, seperti yang didapat oleh jamaah yang sukses dengan hajinya, atau bahkan mengunggulinya. []

Doa Perlindungan dari Musibah Kebakaran Rumah dan Hutan


Pada postingan sebelumnya kami menyampaikan doa ketika musim penghujan yang ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang sampai dengan lebat disertai angin kencang.

Ketika musim kemarau tiba, cobaan yang sering mendera bagi sebagian daerah di Indonesia adalah kebakaran hutan. Kebakaran rumah di daerah sempit banyak menghiasi pemberitaan di televisi dan koran.

Bagi Anda yang bermukim di tempat yang sempit seperti di Jakarta, menjaga barang yang kita miliki menjadi sebuah keniscayaan. Barang berharga yang sudah dikumpulkan bertahun-tahun tidak ingin hilang atau rusak karena bencana.

Dalam hal ini, para ulama memberikan arahan ketika terjadi kebakaran dengan meneriakkan takbir ketika mematikan kobaran api. Sebagaimana hadits yang disampaikan Nabi Muhammad Saw, Jika kalian melihat kebakaran maka bertakbirlah, karena takbir akan mematikannya”. (HR. Ath-Thabrani)

Ibnu Taimiyyah dalam Fatawa Al-Kubra menyebutkan, Öleh karena itu, syiar dalam Shalat, Azan dan Hari Raya adalah Takbir. Takbir disunnahkan membacanya di tempat-tempat tinggi seperti Shafa dan Marwah. Ketika seorang manusia mendapatkan kemuliaan atau ketika menaiki tunggangan. Takbir bisa mematikan kebakaran dan ketika Azan, syaithan lari mendengarnya”. (Fatawa Al-Kubra, 5: 188)

Selain membaca Takbir. Anda bisa membaca dan mempraktikkan doa Abu Darda yang bermanfaat sebagai perlindungan diri, keluarga, harta, dan rumah.

Diriwayatkan dari Thalaq bin Habib, katanya seorang laki-laki menemui Abu Darda dan berkata, “Wahai Abu Darda, rumah mu terbakar.”

“Rumahku tidak akan terbakar, karena Allah tidak akan melakukan itu disebabkan bacaan doa yang kudengar dari Rasulullah Saw. Barangsiapa yang membacanya di awal siang, dia tidak akan ditimpa musibah sampai sore. Dan barangsiapa membacanya di akhir siang, maka dia tidak akan tertimpa musibah hingga pagi.

Doa itu adalah:

ALLAHUMMA ANTA RABBI LAA ILAAHA ILLA ANTA. ALAIKA TAWAKKALTU WA ANTA RABBUL ÁRSYIL ÁDZIIM. MAA SYAA ALLAHU KAANA WA MAA LAM YASYA LAM YAKUN. LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAHIL ÁLIYYIL ÁDZIIM. Á’LAMU ANNALLAHA ÁLAA KULLI SYAI-IN QADIIR WA ANNALLAHA QOD AHAATHA BIKULLI SYAI-IN ÍLMAA. ALLHUMMA INNI AÚUDZUBIKA MIN SYARRI NAFSII WA MIN SYARRI DAABBATIN ANTA AAKHIDUN BINAASHIYATIHAA INNA RABBII ALA SHIRAATHIM MUSTAQIIM.

Bacaan dalam video:

Artinya:

“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tiada Tuhan selain Engkau. Kepada-Mu aku bertawakal, dan Engkau Tuhan Pemilik Ársy yang agung. Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi. Tiada daya dan kekuatan kecuali di sisi Allah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar. Aku tahu bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan bahwa ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, dan dari kejahatan segala makhluk yang berada dalam kekuasaan-Mu. Sesungguhnya Tuhanku selalu menunjukkan ke jalan yang lurus.”

Di kalangan ahli ilmu hadits, doa Abu Darda di atas didhaifkan bahkan hadits mungkar. Menanggapi hal ini, Syaikh bin Baz mengatakan bahwa hadits ini Dhaif, akan tetapi jika seseorang mengamalkannya dengan mengharapkan Allah Swt memberikan manfaat lewat doa, maka doa ini adalah doa yang baik (zikrun thayyib) yang tidak apa-apa diamalkan selama tidak meyakini terjadinya sesuatu lantaran doa ini dan tidak meyakini sebagai sunnah.

Doa Abu Darda bisa juga digunakan agar terhindar dari kebakaran hutan. Sebagaimana Umar bin Khatab yang mengirimkan surat kepada Sungai Nil agar mengalir kembali. Mengamalkan doa ini semoga Allah memberikan keamanan dari segala musibah. []

Pahala Memberi Makan Orang Lain


“Pada setiap hati yang basah terhadap pahala.”. adalah salah satu pesan Nabi Muhammad Saw dalam hadits yang mengisahkan tentang seorang wanita yang masuk surga karena memberi makan kepada seekor anjing. Jika berbuat baik kepada hewan bisa memasukkan ke surga, maka bagaimana dengan berbuat kepada sesama manusia yang membutuhkan.

Sebagaimana keterangan Ibnu Hajar ketika menjelaskan hadist di atas. “Jika dengan memberikan minum pada anjing bisa mendapatkan pengampunan dosa, maka memberi minum pada manusia tentu pula akan mendapatkan pahala yg besar.” (Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari 5: 42)

Berikut ini pahala dan keutamaan memberi makan orang lain.

1) Nabi bersabda, “Sesungguhnya orang terbaik diantara kalian adalah orang yg memberi makan”. (HR. Ibnu Sa’ad, Al-Hakim, Ath-Thabrani)

2) Diriwayatkan, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Raslulullah, “Perbuatan apa yg terbaik di dalam agama Islam? Maka Rasul menjawab, Yaitu kamu memberi makan kepada orang lain, dan kamu mengucapkan salam kepada orang yangg kamu kenal dan yang tidak kamu kenal.” (HR. Bukhari: 12 dan Muslim: 39)

3) Nabi bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi menjawab, “Untuk orang yg berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.” (HR. Tirmidzi: 1984)

4) Nabi bersabda, “Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi, ad-Darimi, Ibnu Majah, al-Hakim, Ahmad dan Ibnu Abi Syaibah)

5) Nabi bersabda, “Barangsiapa yg memberi makan kepada seorang mukmin, sehingga dapat mengenyangkannya dari kelaparan, maka Allah akan memasukkannya ke dalam salah satu pintu surga yang tidak dimasuki oleh orang lain kecuali oleh orang-orang sepertinya.” (HR. Thabrani)

6) Nabi bersabda, “Ada seorang wanita pezina melihat seekor anjing di hari yg panasnya begitu terik. Anjing itu menngelilingi sumur tersebut sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya (lalu menimba air dengannya). Ia pun diampuni karena amalannya tersebut.” (HR. Muslim: 2245)

Memberi Makan menjadi Sebab masuk Surga

Allah Swt dalam Al-Quran menyebutkan bahwa memberi makan menjadi jalan masuk Surga dan mendapatkan buku catatan amalan dari tangan kanan.

‘atau memberi makan pada yang terjadi kelaparan (14) kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat (15) atau orang miskin yang sangat fakir (16) kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman, dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang (17) Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan. (Qs. Al-Balad: 14-18)

Memberi Makan menjadi Penghalang masuk Neraka

Rasulullah Saw bersabda, ‘Takutlah api neraka walaupun dengan sebiji kurma’ (HR. Bukhari).

Lewat Hadits ini, Rasululloh memotivasi umatnya untuk bersedekah, baik dengan yang sedikit maupun banyak. Sabda beliau “walaupun dengan separuh kurma” menunjukkan betapapun kecilnya sedekah yang diberikan, ia bermanfaat besar bagi pelakunya. Ia dapat menjaga dan melindungi pelakunya dari api neraka.

Jangan menganggap rendah apa yang ia -ataupun orang lain- sedekahkan. Sedekah walaupun berupa sesuatu yang ringan sangatlah berarti bagi pelakunya kelak di akhirat. Amal tersebut dapat melindungi pelakunya dari api neraka.

Allah Bersama Orang yang Susah

PERHATIKAN HADIS QUDSI BERIKUT

Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt berfirman pada hari Kiamat:

Wahai manusia, Aku meminta makanan kepadamu, namun engkau tidak memberi makan kepada-Ku. Manusia berkata: “Wahai Tuhan, bagaimana aku memberikan makan sementara Engkau Tuhan semesta alam. Dia berfirman: Tidakkan kamu tahu kalau hamba-Ku si fulan meminta makan kepadamu namun kamu tidak memberinya, tahukah kamu bahwa sekiranya kamu memberinya makan, maka kamu akan mendapati-Ku di sisinya”.

Wahai manusia, Aku meminta minum kepadamu, namun engkau tidak memberikan minum kepada-Ku. Manusia berkata bagaimana aku memberikan-Mu minum, sementara Engkau Tuhan semesta alam. Dia berfirman, “Tidakkah kamu tahu hamba-Ku si fulan meminta minum kepadamu namun kamu tidak memberinya, tahukah kamu bahwa sekiranya kamu memberinya minum, maka kamu akna mendapati-Ku di sisinya”. (HR. Muslim)

[]

Bagaimana Cara dan Doa Bertemu Nabi dalam Mimpi?


Hakikat Mimpi

Ada yang mengartikan mimpi dengan khayalan, berhubungan dengan pancaindra, gerakan dan proses berpikir yang terjadi selama tidur. Dan ada juga yang mengartikan mimpi dengan deretan tamsil dan ide yang saling bertalian selama orang tidur. Mimpi memiliki isi (dream content) yang berupa gambaran, kesan dan ide yang ditampilkan dalam impian.

Psikologi Barat menyebut mimpi memasuki wilayah tidak sadar, karena menafikan pemantauan dan pengendalian diri bagi individu. Sementara Islam tidak demikian, sebab mimpi ada yang bawah sadar, sadar bahkan atas sadar. Contoh mimpi atas sadar adalah mimpinya Nabi Muhammad Saw ketika menerima wahyu atau perintah ilahiyyah, sebagaimana Sabda Nabi, “Sesungguhnya dua mataku terpejam, namun hatiku tidak tidur“. (HR, At-Tirmidzi), contoh lainnya adalah mimpi Leovi, pemenang hadiah Nobel, pernah bermimpi tentang sebuah eksperimen selama tiga malam. Kekule, seorang ahli kimia, menemukan struktur molekul senyawa Benzema lewat mimpi seekor ular yang menggigit ekornya, artinya struktur Benzema berbentuk gelang.

Kemudian, mimpi tidak sekedar jalan untuk mengungkap psikopatologi, tetapi mimpi dapat menjadi psikoterapi. Mimpi baik dan indah merupakan psikoterapi stress, depresi, gangguan mood, paranoid dan sebagainya.

Perbaiki Cinta dan Rindu

Alkisah, seorang murid pernah datang kepada gurunya dan berkata, “Saya tahu bahwa engkau melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mimpimu.” Sang guru menjawab, “Apa yang engkau inginkan, wahai anakku?” Dia berkata, “Ajarilah aku cara untuk melihatnya, saya ingin sekali melihatnya!” Sang guru itu pun berkata, “Malam ini engkau saya undang makan malam denganku, supaya aku bisa mengajarimu cara bisa melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Lalu murid itu pun datang menemui gurunya yang sudah menaruh banyak garam ke dalam makanan dan tidak menyediakan air. Lalu murid itu mulai makan, di sela-sela makannya, dia meminta air, namun gurunya tidak mau memberinya. Sebaliknya, sang guru malah memintanya untuk terus menambah makannya. Setelah selesai makan, dia berkata kepada murid tersebut, “Tidurlah dulu, apabila engkau bias bangun sebelum fajar, saya akan mengajarimu cara supaya bisa bermimpi bertemu dengan Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Murid itu pun tidur meliuk karena saking hausnya. Ketika sudah terbangun, sang gurunya, “Anakku, sebelum aku mengajarimu cara bisa bermimpi bertemu dengannya, aku ingin bertanya dulu kepadamu, apakah kamu bermimpi tentang sesuatu tadi malam?” Si murid menjawab “Ya.” Gurunya bertanya lagi, “Apa yang engkau lihat?” Jawabnya si murid, “Saya melihat hujan lebat turun, sungai-sungai mengalir dan air laut yang berombak.”

Sang guru berkata “Jika semalam engkau memikirkan Rasulullah sebagaimana engkau memikirkan air, dan hatimu terikat dengan Rasulullah sebagaimana hatimu terikat dengan air, maka engkau akan melihat Rasul.

Wahai anakku, jika engkau ingin melihat Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, wajib menjadikan Rasulullah sebagai pusat pikiran, hati dan jiwamu sampai engkau tidak memikirkan sesuatu selain Rasulullah. Ketika itu, Allah akan memuliakanmu dengan melihat Nabi.

Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata, “Aku mendengar Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang melihatku dalam mimpi, maka ia akan melihatku pula di kala sadar. Setan tidak bisa menyerupai fisikku.” Maka siapa yang ingin menjadikan Nabi Shallahu alaihi wa sallam selalu dalam pikirannya hendaklah dia mensucikan dan membersikah jiwa dari segala kotoran, membaca perjalanan hidupnya dan memperbanyak membaca zikir dan shalawat kepadanya.”

Mimpi merupakan cerminan dari alam bawah sadar kita. Karena banyak pikiran dan keinginan yang tidak dapat diekspresikan atau dicapai pada kondisi sadar, akhirnya muncul dalam bentuk mimpi. Dalam kisah di atas, si murid sebelum tidur ia ingin sekali minum. Tapi oleh gurunya tidak diperbolehkan hingga ia pun ketiduran dalam keadaan haus. Sehingga dalam mimpinya dia melihat air sebagai harapan yang dinginkannya.

Hikmanya, jika kita ingin bermimpi melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka perbaiki dulu bentuk cinta dan rindu kita kepadanya.

Adakah kiat khusus agar mimpi bertemu Nabi?

Tidak ada kiat khusus secara syar’i yang dapat dilakukan agar bisa mimpi bertemu dengan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Tetapi setidaknya ada beberapa hal terkait pertanyaan ini.

Pertama, seseorang yang melihat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam mimpinya harus melihat beliau dengan cirri fisik yang hakiki bukan hanya penampakan cahaya atau sesosok laki-laki tua berjanggut putih dsb. yang demikian ini bukanlah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Bisa jadi sosok tersebut adalah setan yang mengaku sebagai nabi, ia tampil dengan wujud yang bukan merupakan fisik nabi, tetapi sekedar pengakuan bohong saja.

Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata, “Aku mendengar Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang melihatku dalam mimpi, maka ia akan melihatku pula di kala sadar. Setan tidak bisa menyerupai fisikku.” Ibnu Sirin mengatakan, “Kalau orang tersebut melihat nabi dalam rupa yang aslinya (pasti itu benar-benar nabi, karena setan tidak bisa menyerupainya pen.) (HR.Bukhari, no.6592 dan Muslim, no.2266)

Dahulu Muhammad bin Sirin (seorang tabi’n), apabila ada orang yang bercerita kepadanya bahwa dia melihat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia pun lekas bertanya, “Coba ceritakan sifat fisik yang engkau lihat itu padaku!” Apabila sifat fisik tersebut tidak pernah ia ketahui, maka ia katakana, “Engkau belum melihatnya.”

Imam Hakim meriwayatkan dari ‘Ashim bin Kulaib, dari ayahnya yang berdialog dengan Abu Hurairah, “Aku bercerita kepada Abu Hurairah bahwasanya aku telah melihat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam mimpi.” Abu Hurairah pun menanggapi, “Ceritakan padaku apa yang engkau lihat!” Aku jawab, “Kusebutkan cirri fisik Hasan bin Ali, kemudian aku serupakan dengan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.” Kata Abu Hurairah, “Engkau benar-benar melihat nabi.”

Kedua, orang yang melihat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam mimpinya adalah orang-orang yang taat menjalankan agama dan istiqomah dengan ajaran-ajarannya.

Ketiga, orang yang melihat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang berpegang teguh dengan sunah. Ia adalah orang yang perhatian dengan ibadah-ibadah hariannya apakah sudah sesuai dengan sunah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam atau belum. Demikian juga dengan muamalahnya, ia seseorang yang terkenal dengan kebaikan akhlak, baik di kalangan keluarga ataupun di lingkungan sosial masyarakatnya.

Ciri Fisik Nabi Muhammad Saw

Doa Agar Mimpi Bertemu Nabi

اللهم صلّ على محمّد النبيّ وأزواجه أمهات المؤمنين وذريتهِ وأهل بيته، كما صلّيت على ءال إبراهيم إنك حميد مجيد

Bacalah doa ini malam hari atau di tengah siah 100 kali atau lebih sesuai kemampuan. Doa ini disampaikan oleh Syaikh Jail Shadik Al-Asy’ari dan banyak kaum muslimin yang mempraktikkannya dan ingin bertemu Nabi dalam mimpi.

Pembacaan doanya bisa dilihat di video berikut:

Ust Abdul Somad memberikan jawaban terkait pertanyaan sesorang tentang orang yang bertemu Nabi didalam mimpi. Menurut beliau, tidak penting seseorang itu bertemu Nabi atau tidak kalau setelah bertemu Nabi kemudian dia umbar-umbar, yang penting adalah Istiqamah, karena istiqamah itu lebih berharga dari seribu karomah.

Sumber:

Mimpi dan Psikoterapi oleh Prof. Abdul Mujib di kelas Psikologi SPs UIN Jakarta

https://ar.islamway.net/fatwa/40463

http://www.islamqa.com/ar/ref/14052

Doa Mencintai Al-Quran


Orang yang membaca Al-Quran dan menghafalnya belum tentu Al-Quran sampai kepada hati dan ruhnya. Tidak sedikit bacaan Al-Qura kita baru sampai di tenggorokan belum masuk ke dalam hati.

Berikut ini saya sampaikan riwayat tentang doa mencintai Al-Quran, dengan membacanya semoga Allah memudahkan Al-Quran masuk ke dalam hati dan jiwa kita.

Doa ini sangat Agung, mengharapkan kebahagiaan yang abadi yaitu ketika Al-Quran menjadi penyejuk hati. Ibarat air menyiram hati yang mati dan keras sehingga tumbuh dan kuat.

Hendaknya setiap Muslim terlebih lagi seorang penghafal Al-Qura mengulang ulang doa ini setiap hari 3 atau 5 kali dalam sehari dengan penuh harap agar diijabahi. Di antara tanda diijabahnya doa ini, dilapangkan dadanya untuk lebih banyak membaca Al-Quran dan lebih rajin mengerjakan Shalat di malam hari.

Dari Ibnu Mas’ud berkata, Rasulullah SAW telah bersabda: “Tidaklah seorang hamba yang sedang mendapatkan musibah, kesedihan hati dan kegundahan jiwa kemudian membaca:

“Ya Allah, aku ini adalah hamba-Mu, putra dari hamba-Mu, putra dari umatmu. Ubun-ubunku ada di genggam-Mu, menerima segala keputusan-Mu, dan memandang adil apa saja hukum-Mu. Aku memohon dengan asma apa juga yang Engkau sebutkan terhadap diri-Mu, atau Engkau turunkan pada kitab-Mu, atau pernah Engkau ajarkan kepada salah seorang di antara makhluk-Mu, atau Engkau simpan dalam perbendaharaan ghaib dari ilmu-Mu, agar Al-Quran itu Engkau jadikan kembang hatiku, cahaya dadaku, pelenyap duka dan penghilang susahku”.

Maka pastilah Allah akan menghilangkan semua kesedihan dan kesulitannya serta menggantikan dengan jalan keluar baginya. Lalu seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW “Ya Rasulallah, bolehkah kami menghafalkannya?”. Beliau menjawab : “Aku anjurkan bagi yang mendengarnya agar menghafalkan (dan mengamalkannya)”. (HR.
Ahmad dan Ibnu Hibban)
.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang sedang mendapatkan musibah, kesedihan hati dan kegundahan jiwa kemudian membaca do’a ini pastilah Allah akan menghilangkan semua kesedihan dan kesulitannya serta menggantikan dengan jalan keluar baginya”.

Lalu seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW “Ya Rasulallah, bolehkah kami menghafalkannya ?”. Beliau menjawab : “Aku anjurkan bagi yang mendengarnya agar menghafalkan (dan mengamalkannya)”. (HR. Hakim)

Semoga Allah memudahkan kita untuk mengamalkan doa ini agar Al-Quran menjadi penyejuk hati dalam kehidupan kita. Hanya orang yang berpikiran mendalam yang mencintai Al-Quran melebihi segalanya.

Lafaz doa bisa Anda simak di video ini

%d bloggers like this: