Penjara Suci


Nurul Hadid dilihat Dari Atas

Matahari terbenam dibalik gunung Ciremai yang berdiri menjulang di belakang pesantren Nurul Hadid.

Aku mulai mengingat pengalaman kita dulu. Aroma persahabatan yang kental layaknya keluarga sendiri. Di tempat ini kita pernah 4 tahun bersama untuk menuntut ilmu, tentu saja kenangan itu tak akan pernah sirna.

Penjara suci, bukan sebuah penjara tempat para nabi sungguhan. Itu hanyalah istilah para santri untuk menyebut nama lain pondok pesantren.

Disebut penjara karena kami tidak melakukan kegiatan di luar lingkungan pondok pesantren.

Disebut suci karena kami tinggal disana untuk belajar makna kehidupan yang didasari pendidikan agama.

Masa yang indah karena bisa bertemu dengan teman baru lintas daerah, tapi juga menyedihkan karena harus berpisah dengan orang tua, adik dan kakak.

Masih ingatkah kamu ketika kita sama sama terbangun untuk shalat subuh berjamaah? Ketika adzan subuh berkumandang, kita berebut ambil air wudhu dan segera ke masjid agar tidak terlambat shalat jamaah.

Masih ingatkah kamu ketika kita merelakan waktu dan tenaga untuk masak pagi, siang dan malam, karena pihak pesantren belum mengadakan bapak/ibu dapur? Enak gak enak kita rasakan bersama, buka bersama dan saur bersama menjadi momen yang sangat dirindukan.

Kenangan yang paling indah dan tidak akan terlupa sampai nanti ketika kami bisa membantu asatidz membangun pesantren, meratakan tanah untuk kelas dan bangunan baru, mengangkat batu berat untuk pondasi, angkat bata, aduk semen, semua dilakukan bersama sama oleh para ustadz dan santri.

Alhamdulillah, setelah beberapa tahun meninggalkan pesantren tercinta #nurulhadid sekarang pesantren sudah lebih maju dari sisi bangunan dan program.

Banyak program kreatif dibuat pesantren #nurulhadid untuk santrinya seperti Halaqah, Ta’limul Qura, Tripala dan Ospen.

Pesantren #nurulhadid dikenal bagus dalam dalam bidang teknologi, meskipun tempatnya di hutan dan pegunungan.

Ingin lebih tahu tentang #nurulhadid? Silahkan cek webnya di http://www.nurulhadid.com

#nurulhadid
#pesantrenstory
#blogjumal

View on Path

Letakkan Sejenak Handphone Itu


Nomophobia = Phobia karena tidak memegang HP

Allah Swt berfirman: “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Qs. Al-An’am: 44)

Berbicara tentang teknologi, ayat di atas layak menjadi renungan. Dibukakan oleh Allah untuk kita semua lewat Handphone, yang dekat menjadi jauh dan internet memberikan informasi yang belum pernah kita dapatkan sebelumnya. 
Allah Swt yang sudah menciptakan semua kemudahan ini dan Dia sudah memperingatkan bahwa kemudahan ini justru menyibukkanmu. 

Berapa kali kita buka WA dan berapa kali kita membuka Al-Quran? Lebih sebang dengan pesan manusia daripada pesan Allah, enggan dengan Al-Qur’an, sibuk di grup A, ada pesan apa, siapa kirim foto, ada berita hits apa hari ini? Inilah fenomena yang disebut dengan syndrome Nomophobia, yaitu ketakutan seseorang ketika tidak memegang handphone/smartphone. 

Fenomena ini akan sedikit kita bahas di blog ini dan di akhir kami ketengahkan juga pengalaman kami hidup tanpa HP ketika di pesantren. 

Kemajuan teknologi telah membuat perubahan dan loncatan besar pada peradaban manusia, khususnya generasi masa kini. Smartphone adalah salah satu wujud dari daya ungkit peradaban manusia tersebut.

Peradaban manusia masa kini telah mengalami perubahan karakter yang sangat drastis yang diakibatkan oleh kehadiran benda kecil hasil dari kemajuan dan loncatan teknologi tersebut.

Banyak kemudahan dan kemajuan yang bisa dicapai berkat kehadiran smartphone. Namun bak pedang bermata dua, kehadirannya juga disertai berbagai pengaruh negatif.

Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaili pernah memberikan nasehat kepada orang yang kecanduan dengan smartphone sampai melupakan kewajiban kepada anak dan istri. Beliau memberikan satu kaedah bahwa sesuatu yang bisa melengahkan dari kewajiban hukumnya haram dan sesuatu yang bisa melengahkan dari keutamaan hukumnya makruh.

Jika seseoarang terlalu sibuk dengan smartphone dan sosial media dan lalai menunaikan kewajiban syar’i kepada anak dan istri atau seorang pegawai yang lebih asyi dengan smartphone ketimbang melakukan kewajiban pekerjaan maka seperti ini tidak boleh dan bisa menjurus kepada keharaman.

Atau seseorang yang mementingkan smartphone dari mengejar keutamaan, seperti kuat berlama lama di smartphone tapi jarang membaca Al-Quran, padahal kalau sekiranya waktu yang terbuang dimanfaatkan untuk membaca Al-Quran, sudah beberapa lembar dan beberapa juz dia dapat.

lalu beliau memberikan nasehat bahwa smartphone dan sosial media jika digunakan dengan baik bisa mendatangkan manfaat yang baik pula, hendaknya kita berhati-hati saat menggunakannya agar tidak melalaikan dari kewajiban karena Allah Swt melihat semua gerak gerik kita.

 

Seperti inilah gambaran kehidupan rumah tangga yang istri, suami bahkan anak anak selalu bermesraan dengan handphone.

Sampai kapan kita terus bermesraan dengan handphone? Kebiasaan ini akan berdampak buruk suatu saat nanti ketika kita sudah berumah tangga. Mana yang lebih penting, anak, suami, istri atau ponsel kita?

Seorang psikolog Dr. Gary Chapman, dalam bukunya “Lima Bahasa Cinta” mengatakan kita semua memiliki tangki cinta psikologis yang harus diisi. Lebih tepatnya jika anak membutuhkan, maka orangtuanya yang sebaiknya mengisi. Anak yang tangki cintanya penuh maka dia akan suka pada dirinya sendiri, tenang dan merasa aman. Hal ini dapat diartikan sebagai anak yang berbahagia dan memiliki “inner” motivasi.

Anak memiliki kebutuhan yang hanya bisa dipenuhi oleh orang tuanya. Anak butuh mendapatkan rasa aman, butuh penerimaan dan cinta, butuh untuk dikontrol. Namun bagaimana kebutuhan ini terpenuhi jika orang tuanya, terutama ibunya selalu sibuk untuk BBM, Chat, Line atau melakukan hal-hal apapun dengan handphone sepanjang waktu.

Menurut Kerry Patterson, penulis terlaris New York Times, empat dari lima orang percaya bahwa komunikasi yang buruk memainkan peranan penting dalam terputusnya hubungan.

Therapist Nancy B. Irwin mengatakan bahwa konflik sering muncul akibat dari komunikasi yang tidak tersalurkan, harapan yang tidak terpenuhi atau niat yang terhalangi.

Maka penggunaan handphone yang tidak mengenal waktu juga akan mengganggu proses komunikasi antara suami istri. Bisa-bisa kita lebih sering bermesraan dengan handphone daripada suami atau istri.

Nomophobia

Nomofobia (bahasa Inggris: Nomophobia, no-mobile-phone phobia) adalah suatu sindrom ketakutan jika tidak mempunyai telepon genggam (atau akses ke telepon genggam).Istilah ini pertama kali muncul dalam suatu penelitian tahun 2010 di Britania Raya oleh YouGov yang meneliti tentang kegelisahan yang dialami di antara 2.163 pengguna telepon genggam.

Studi tersebut menemukan bahwa 58% pria dan 47% wanita pengguna telepon genggam yang disurvei cenderung merasa tidak nyaman ketika mereka “kehilangan telepon genggam, kehabisan baterai atau pulsa, atau berada di luar jaringan”, dan 9% selebihnya merasa stres ketika telepon genggam mereka mati. Separuh di antara mereka mengatakan bahwa mereka gelisah karena tidak dapat berhubungan dengan teman atau keluarga mereka jika mereka tidak menggunakan telepon genggam mereka. (wikipedia)

Secara sederhana pengguna smartphone merasa mendapatkan sesuatu hal yang baru dan sesuai dengan apa yang diharapkanya. Tanpa sadar pengguna smartphone memiliki rasa puas ketika kebutuhan tersebut dikabulkan smartphone dan sulit melepaskan diri dari smartphone.

Di Inggris, perusahaan survey merilis bahwa warganya 66 persen mengalami nomophobia. Biasanya para pengguna mengecek ponselnya dalam sehari sebanyak 34 kali, dan 41 persen memiliki lebih dari satu ponsel. Sementara di Australia 9 dari 10 pengguna ponsel mengaku merasa gelisah bila jauh dari ponselnya. Bagaimana dengan Indonesia? Sebuah survei membuktikan 69% penduduk Indonesia mengidap Nomophobia.

Nomophobia Syndrome bisa dilihat dari gejala yang dialami seperti dibawah ini :

  • Anda selalu ingin dekat dengan gadget yang anda miliki yaitu smartphone anda.
  • Setiap kegiatan yang anda lakukan tidak akan terasa menyenangkan jika anda jauh dari smartphone yang anda miliki.
  • Anda akan merasa panik jika keadaan dari baterai smartphone anda lowbat dan ingin segera mengisi daya pada baterai anda tersebut.
  • Kurangnya sosialisasi berhadapan secara langsung karena cenderung anda lebih senang dengan smartphone anda dan hanya ingin bersosialisasi via jejaring social media saja.
  • Game addicted (kecanduan game)
  • Sindrom FoMO (Fear of Missing Out) atau lebih dikenal sebagai ketergantungan.

Berikut ini adalah beberapa efek negatif dari nomophobia yang berhasil saya rangkum:

  • Stres. Penderita nomophobia memiliki kecenderungan terhadap tingkat stres yang tinggi.
  • Kurang Fokus. Penderita nomophobia akan memiliki keterikatan dengan gadget yang sangat kuat. Hal ini lah yang menyebabkan pikiran orang tersebut akan selalu fokus dengan gadgetnya, meskipun dia sedang melakukan aktifitas lain.
  • Anti sosial. Penderita nomophobia menghabiskan lebih banyak waktu dengan membuka jejaring sosial atau bermain di ponsel pintarnya. Mereka akan terjebak dengan kebahagiaan yang mereka dapatkan di dunia maya.
  • Insomnia. Salah satu efek stres akibat nomophobia bisa diekspresikan dalam bentuk gejala insomnia. Rasa tidak mau berpisah dengan ponsel pintar memberi instruksi kepada otak untuk terus menerus memikirkannya sehingga mengusir rasa kantuk.
  • Lebih banyak menghabiskan waktu menatap layar handphone dibandingkan dengan menatap lawan bicara dan tidak konsentrasi pada pekerjaan.

Apakah anda seorang Nomophobia? Silahkan coba tes dibawah ini, hitung hasilnya dan lihat berapakah skor anda, apakah nomophobia atau bahkan sampai addict?

score nomophobia

Kisah Seorang Nenek

Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaili menceritakan kekagumannya terhadap seorang nenek yang memiliki beberapa anak. Ketika anak-anaknya mengunjungi mereka dan melihat mereka bermain HP atau membaca SMS maka di depan pintu rumahnya dia siapkan satu keranjang dan ia katakan pada anak-anaknya, “Siapa yang ingin masuk rumahku, letakkan handphone disini, masuk bersamaku dan bercakap bersamaku, jika sudah selesai baru boleh mengambil handphone”.

Kisah di atas memberikan satu pelajaran penting bagaimana membatasi diri dengan handphone, yaitu dengan membuat kesepakatan dan perjanjian ketika berkumpul keluarga jangan ada yang bermain HP atau ketika dalam pertemuan atau ketika nongkrong buat kesepakatan tidak boleh memegang handphone kecuali penting seperti ada telpon dari rumah atau orang tua.

source: khaerulleon.com

Peraturan Khas Pesantren, Larangan Membawah Handphone

Saya pernah jadi santri, dan menurut saya peraturan tidak boleh bawa HP adalah suatu hal yang wajar. Malah rata-rata disemua pondok pesantren pasti tidak membolehkan santrinya membawa HP. Pokoknya yang pernah nyantri pasti peraturan ini.

Di Pesantren program berasrama membiasakan para santri untuk tidak banyak bergaul dengan HP, mereka tidak boleh membawa HP ke pesantren dan jika ada orang tua yang ingin berbicara dengan anaknya, silahkan menelpon ke No HP pesantren yang sudah disiapkan untuk komunikasi antara santri dan wali santri. Keadaan demikian sangat baik untuk menunjang konsentrasi dan fokus anak belajar.

Sanksi tegas diberikan untuk santri yang dengan sengaja membawa Handphone ke pesantren, biasanya disita oleh ustadz dan baru dikembalikan ketika santri akan pulang liburan, kalau masih ngeyel dan supaya jadi pelajaran bagi yang lain kadang handphone dibanting di depan teman-temannya.

Saya baru kenal HP setelah lulus Aliyah di Nurul Hadid, Cirebon, peraturan disana persis seperti yang saya ceritakan di atas. Lulus dari Aliyah saya bertugas mengajar di Semarang di pesantren Darur Robbani, Nggentan, nah baru di tempat ini saya kenal HP, saya dapat amanah memegang ponsel pesantren yang waktu itu masih Nokia jadul yang super tebal itu, kalau ada santri yang ingin telpon ke orang tua, urusannya ke saya.

Di beberapa pesantren, sekalipun sudah diumumkan larangan membawa Hp masih ada saja yang melanggar, dan santri pintar sekali menyimpan Hp mereka di lemari atau di tempat yang tidak ada yang tahu kecuali dia dan Allah Swt 🙂

Ada satu pesantren yang jauh dari sinyal HP dan ini malah jadi kelebihan pesantren ini yaitu Pesantren Luqman Al-Hakim di desa Prampelan, Adipuro, Magelang, desa tempat saya lahir. Di tempat ini susah sekali mendapatkan sinyal karena posisinya yang paling tinggi, di atasnya sudah tidak ada desa lagi. Karena susah sinyal maka para santri disana bisa fokus belajar dan menghadal Al-Quran, dan beberapa wali santri ingin memasukkan santrinya kesini salah satu alasannya karena jauh dari jangkauan sinyal, sehingga hasil didikannya dan hafalannya lebih mantap.

Sekian. Semoga kita bisa belajar lebih bijak dalam menggunakan teknologi.

 

Pesona Negeri di Atas Awan, di Desa Adipuro Kaliangkrik Magelang


This slideshow requires JavaScript.

Mau berkunjung ke tempat yang rasanya berada di ‘negeri lain’ di atas awan? Cobalah berkunjung ke Magelang, tepatnya di desa Adipuro kecamatan Kaliangkrik.

Desa ini berada di kaki gunung Sumbing, berada di desa ini sesekali terlihat hamparan awan yang terlihat lebih rendah dari desa, seolah kita berada di negeri di atas awan. Gugusan awan putih yang dihiasi pancaran sinar matahari menimbulkan landskap alam yang sangat indah.

Penduduk desa Adipuro rata rata bekerja sebagai petani, melihat mereka pergi ke ladang setiap pagi hari dan kembali ke rumah di siang hari atau sore hari juga menjadi pemandangan yang indah.

Pendidikan di Adipuro juga berkembang baik, sudah ada 2 pesantren berdiri desa ini yang banyak dikunjungi orang orang dari luar desa bahkan luar jawa untuk belajar di sana. Tempat ini masih susah sinyal sehingga anak anak bisa fokus belajar dan tidak terganggu dengan hp dan gadget.

Untuk berkunjung ke Adipuro yang berjarak sekitar 7 kilometer dari Kaliangkrik anda bisa mengaksesnya menggunakan kendaraan umum ojek setiap hari dari pasar Kaliangkrik atau angkot di setiap hari pasaran di tanggal jawa Legi dan Pon.

Tarif ojek dari pasa Kaliangkrik ke Adipuro sekitar 15 ribu sekali antar, sehingga kalau pulang pergi (PP) sekitar 30 ribu. Sementara jika menggunakan jasa mobil pasaran bisa lebih murah sekitar 5 ribu sekali antar, tapi bisanya pas hari pasaran.

Adipuri, Desa di Atas Awan

– 7 kilometer dari kecamatan Kaliangkrik

– tarif ojek 15 ribu, tarif mobil pasaran 5 ribu

– fasilitas: wisata alam muthuk, masjid-masjid, pesantren

Review Andromax M3Y


Kemarin sore saya bersama istri pergi ke ITC Depok  mencari modem untuk internetan di rumah. Sebelumnya saya bilang ke istri kalau beberapa bulan ini saya ngeblog dari handphone dan kalau terlalu lama di depan layar, membuat mata terasa sakit dan pedas, maka saya minta supaya kita beli modem baru biar ngeblognya lebih enak dan wp di handphone maksimalkan untuk menjawab komentar atau lihat stats.

Saya memilih Andromax M3y karena sebelumnya pernah baca reviewnya dari mbak Noni di blognya, dari itu saya pun tertarik beli modem ini. Sebelumnya pernah punya modem mifi bolt tetapi kurang bagus sinyalnya di tempat saya. Pernah juga punya modem smartfren, yang cukup lumayan awet dan rusak gara gara sering pindah pindah laptop.

Sore hari kami berangkat ke ITC, lewat jalur Kahfi 2 – Tanah Baru –  Margonda, alhamdulillah gak hujan, kami merasakan hujan pas mau nyampe ITC.

Pengalaman nyari nyari Andromax, di lantai 2 ITC banyak berjualan alat alat elektronik dari HP, Smartphone berbagai merek, kami mampir di salah satu ruko yang menyediakan Andromax.

Mungkin karena muka saya yang ndeso begini jadi dimainin sama si penjual. Saya bilang mau beli Andromax lalu dia menawarkan harga 400 dan menawarkan modem bolt yang harganya sama yaitu 400, dia juga bilang kalau bolt lebih bagus karena masih ada gratis 30 GB kalau di Andromax sudah gak ada dengan harga yang sama 400 juga. Lalu di menurunkan harga sampai 350 dan akhirnya sampai 300, alhamdulillah istri saya gak mudah percaya dengan rayuan gombal penjual ini, kami bilang kalau mau cari ke tempat lain.

Setelah minggir, saya dan istri coba cari review harga Bolt di imternet, ternyata gak sampai 200 ribu, hm…penjual ini terlalu melebihkan harga, bisa bisa gak berkah kalau jualan seperti ini, kalau mau naikin harga ya jangan sampai dua kali lipat seperti itu…yah.

Habis itu kita pergi ke Carefournya, karena gak dapat modem rencananya saya beli saja di konter dekat kampus seperti UI kemungkinan daerah dekat universitas lebih murah dan tak terlalu tinggi menaikkan harga.

Alhamdulillah sampai depan Carefour ada penjual Smartfren dan masih tersedia Andromax M3y dan M3z. Dua modem ini sebenarnya sama, hanya beda pembuat mesin dan bahan luarnya saja, M3z seperti kulit jeruk, M3y polos dan cuma ada dua warna, hitam dan putih.

Alhamdulillah, akhirnya dapat juga modemnya dengan harga yang masih normal yaitu 299.000,- dan tersisa dua saja, kalau di tempat lain sudah naik harganya yaitu 339.000,-. Kuota gatis 30 GB juga dapat, 12 GB kuota normal untuk satu bulan dan 18 GB kuota gratis. Kuota 18 GB ini masih terus bisa kita pakai selama kita terus isi pulsa sebelum sampai 1 bulan, misalnya tanggal 23 pulsa atau kuota habis maka sebelum tanggal 23 kita isi pulsa dan kuota 18 GB akan terakumulasi dengan kuota sebelumnya.

Pengalaman memakain modem ini sekalipun baru sebentar, untuk browsing, nonton youtube tidak macet atau buffering. Apalagi kalau cuman untuk blogwalking atau posting blog, sudah cukup banget.

Modem mifi ini praktis sekali untuk kita yang suka mobile dan lebih hemat karena bisa dipakai untuk beberapa orang, maksimal 32 orang.

Biasanya kalau punya gadget baru saya suka menuliskan doa agar gadget yang saya pakai untuk hal bermanfaat buat saya, orang lain dan juga Islam. Alhamdulillah dengan cara seperti ini bisa menjaga saya dari memanfaatkan gadget untuk hal yang tidak baik.

Saya berdoa agar mifi ini barokah dan membantu saya berdakwah lewat tulisan. Amiiin.

 

Hujan Hujanan


Siang sampai menjelang sore, tempat saya tinggal diguyur hujan yang cukup deras, setelah dari pagi sampai siang cukup panas dan menyengat. Alhamdulillah ala kulli haal. 

Hujan kali ini saya manfaatkan untuk mengajak istri hujan hujanan bersama, karena selain baik untuk kesehatan, juga dianjurkan oleh Nabi Muhammad saw dan para Sahabat Nabi.

Berikut ini hadits dari Nabi yang menganjurkan hujan hujanan.
عن أنس رضي الله تعالى عنه قال : ” أصابنا ونحن مع رسول الله صلى الله عليه وسلم مطر فحسر رسول الله صلى الله عليه وسلم ثوبه حتى أصابه من المطر ، فقلنا : يا رسول الله لم صنعت هذا ؟ قال : لأنه حديث عهد بربه تعالى ” . رواه مسلم

Anas bin Malik radhiallaahu ‘anhu berkata,”Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wassallam. Lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wassallam menyingkap bajunya hingga terguyur hujan. Kemudian kami mengatakan,” Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan demikian?” Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wassallam bersabda,”Karena hujan ini  baru saja  Allah ciptakan.” (Artinya langsung turun dari langit yang belum dirusak manusia). (HR Muslim) 

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan:

  • Menurut Imam Nawawi: Maksud hujan-hujanan di sini adalah  bukan basah kuyup, tapi paling tidak ada bagian tubuh kita yang basah terkena air hujan secara langsung.
  • Menurut Ibnu Qudamah: ini dilakukan di tengah hujan sedang deras-derasnya.
  • Tujuannya bukan untuk basah-basahan, namun mencari berkah yang sesuai dengan sunnah yang dalilnya (HR. Bukhari Muslim). Hujan langsung turun dari langit dan itulah salah satu keberkahan yang luar biasa.
  • Suatu hari Said bin Musayib pernah melihat Ibnu Abbas di masjid waktu itu sedang hujan, lalu Ibnu Abbas keluar ke teras masjid dan menyingkap sebagian tubuhnya sampai terkena hujan lalu kembali lagi ke majlis ilmu.
  • Sahabat Ali ra ketika turun hujan beliau keluar kemudian membasahi kepala, wajah dan badannya lalu mengatakan,  “Barakah dari langit yang belum tersentuh tangan dan kali”
  • Ibnu Abi Mulaikah meriwayatkan, Ibnu Abbas pernah hujan hujanan dan berkata, “Wahai Ikrimah keluarkan binatang ternah, keluarkan ini, keluarkan ini sampai mereka terkena hujan”
  • Nabatah meriwayatkan bahwa Usman bin Affan hujan hujanan.
  • Ibnu Rajab mengatakan, maksudnya, seseorang atau sesuatu berdiri di tempat hujan turun.

Manfaat lain hujan hujanan secara kesehatan juga ada, berikut ini saya ringkas dari vemale.com

  • Menguatkan tulang
  • Baik untuk kesehatan kulit
  • Mengurangi stres
  • Menghilangkan toksin pada tubuh.

Buat anak anak juga ada manfaatnya, berikut ini ringkasan dari nakita.id

  • Menambah pengetahuan anak tentang fenomena alam
  • Belajar tentang konsekuensi, kehujanan, basah, sakit
  • Meningkatkan kemampuan fisik dan motorik
  • Menstimulasi sensori
  • Merangsang kreatifitas
  • Mengembangkan imajinasi

Semoga bermanfaat, daripada menyalahkan siapa siapa karena banjir atau hujan mari menikmati karunia Allah ini dengan hujan hujanan, merasakan langsung berkah yang Allah turunkan. []

Pengalaman Golput


​​Pengalaman pertama nyoblos di tahun 2014 lalu waktu pemilu presiden. Awalnya saya gak mau karena pengalaman teman yang mengurus dipersulit petugas. Tapi, waktu nyoba ke kantor kecamatan Jagakarsa, alhamdulillah tidak sesulit yang dibayangkan. 

Dari dulu ikut golput, tidak memilih partai manapun. Kampanye pun tak pernah ikut, ada prioritas yang lebih diutamakan yaitu belajar dan menuntut ilmu. 

Di pesantren, ustadz melarang kita pulang ke kampung untuk nyoblos dan ikut pemilu karena sistem yang sekarang digunakan bukan islami tapi buatan orang kafir. 

Maka kalau ada pemilu, pesantren libur dan santri di kamar sampai agak siang baru mereka boleh keluar, atau kalau tidak, pesantren mengadakan acara di luar pesantren. 

Kemudian dengan bertambahnya ilmu, hal itu mulai sedikit berubah dan tidak terlalu ekstrim, tentunya dengan merujuk nasihat dari para ustadz yang saya percayai keilmuannya.

Dengan tidak memilih akan menjadi lebih parah, karena kita lepaskan semua pada pasar, dan kita menjadi manusia yang tidak berani bertanggung jawab atas lingkungan dan merasa acuh tak acuh pada pemerintahan yang berjalan karena merasa tidak memilih, dan ini sangat tidak memberi kontribusi bagi perbaikan sistem.

Sebelumnya sempat berfikir, bahwa dengan banyak yang GolPut, anggap 60%, maka pemerintah akan menyadari bahwa sistem gagal, sehingga harus direkayasa ulang. Bisa jadi ada kekosongan pimpinan, dan ini bisa berakibat chaos.

Namun ternyata dengan sistem demokrasi yang kita anut, walaupun ada 99% GOLPUT dan 1% pemilih maka yang 1% itu diakui. Bagaimana kalau yang 1% itu justru yang paling kacau diantara semua pilihan. 
 
Maka akhirnya saya sadar untuk ikut memilih dengan resiko yang harus saya tanggung, hidup adalah resiko yang harus kita pertanggung jawabkan bukan? setidaknya saya memilih yang menurut saya terbaik dari semua pilihan, toh dalam hidup ini juga tidak ada yang sempurna.
 
Dan saya mengajak kepada umat Islam untuk tidak GolPut, utamanya orang yang sudah ber-KTP Jakarta, hendaklah memlilih pemimpin yang muslim. Tahukah anda, bahwa jutaan rakyat Indonesia berharap dirinya adalah warga DKI sededar untuk nyoblos dan menyelamatkan agama dan negara. 

Memilih pemimpin berdasarkan agama tidaklah melawan konstitusi NKRI karena toh UUD 45 menjamin tiap warga untuk memeluk agamanya dan beribadah menurut keyakinannya. 
Kebebesan beragama dan beribadah menurut ajaran agama adalah HAM yang dilindungi konstitusi. 

Masyarakat Indonesia umumnya adalah masyarakat religius. Sehingga, tidak bisa jika masyarakat dituntut untuk tidak menggunakan agama dalam kehidupannya, termasuk dalam hal memilih pemimpin.

Jika pemimpin non-Muslim yang memimpin, dalam banyak kasus, kaum Muslimin berada dalam diskriminasi dan dilanggar hak-haknya. 

Semoga Allah selalu memberikan taufik dan hidayah kepada kita. Insha Allah.

Demikian. 

Super Intelligent Software, Inti Cinta Dalam Diri Manusia


Manusia memiliki medan magnet, medan magnet artinya daerah sekitar yang masih dipengaruhi oleh magnet. Seseorang akan memancarkan medan magnet kepada sekitarnya, sehingga orang disekitarnya akan merasakan gekombang elektro magnet dari orang tersebut. 

Sebagai contoh, Orang yang bahagia akan memancarkan gelombang kebahagiaan kepada orang yang disekitarnya, sebaliknya orang yang sedih akan memancarkan gelombang kesedihan kepada orang disekitarnya pula. 

Dalam Medan magnet manusia terdapat inti cinta yang disebut Super Intelligent Software (SIS), inti inilah yang menjadikan seorang ibu mencintai anaknya, lelaki perempuan menyayangi pasangannya. 

Ada energi kuantum yang harus diberikan kepada setiap sel dalam tubuh. Setiap pertemuan protein laki – laki dan protein wanita akan dimasuki super intelligent software.
Jika manusia meninggal dan perangkat keras seorang manusia berhenti berfungsi, tidak ada reaksi neuron dan proton, akibatnya tidak ada lagi Medan Magnet dan Super Intelligent Sofware (SIS) pun hilang.

Lalu kemanakah Super Intelligent Software itu? Prof. BJ. Habibie berkeyakinan bahwa Super Intelligent Software itu mencari Medan Magnet yang compatible dengan Super Intelligent Software kita dan Medan Magnet yang compatibel ada dua yaitu:

1. Magnet ibunya

2. Medan Magnet disebabkan Cinta Ilahi, cinta yang manuggal sepanjang masa.

Mungkin karena itulah kenapa jika ibu atau pasangan yang kita cintai hilang dari kehidupan, kita akan tetap  merasakan kehadirannya. 
Bahkan terkadang seseorang bisa ‘kemasukan’ sifat dari pasangannya. 

Saya ambil contoh dari pak Habibie, beliau pernah bercerita kalau dia orangnya urakan, tidak suka tepat waktu dan tidak disiplin. Setelah istrinya meninggal, seakan akan ada perubahan, beliau menjadi lebih disiplin dan tepat waktu, seakan akan jiwa Ainun masuk dalam dirinya. 

*Sumber: Ceramah Prof Habibie di Haul Ainun yang kelima. 

%d bloggers like this: