Etika Menyebarluaskan Foto Orang Sakit


Dua hari ini saya disibukkan dengan kebiasaan masyarakat kita yang mudah mem-forward berita tanpa melakukan verifikasi ke sumber awal. Adalah Ust Arifin Jayadiningrat yang saat ini sedang mendapatkan tugas dakwah di New York beberapa hari yang lalu mengalami sakit demam tinggi dan belum bisa masuk ke rumah sakit. Saat itu rumah sakit di New York masih ramai dengan pasien Covid-19, sementara beliau istirahat di tempat beliau saat ini tinggal yaitu Masjid Al-Hikmah New York.

Dua hari yang lalu beliau masuk ke rumah sakit namun sudah tersiar broadcast di group pengajian kalau Ust Arifin positif Covid padahal belum ada informasi valid dari US. Saya sempat sibuk meladeni grup dan japrian tentang kondisi Ust Arifin dan menegaskan bahwa beliau saat ini sedang di tangani dokter dan tidak ada covid.

Setelah beberapa saat masuk informasi kalau beliau sudah lebih baik kesehatannya dan foto ketika beliau di rumah sakit. Saya merasa terganggu dengan foto tersebut karena Ust Arifin tidak suka fotonya diketahui orang umum, bahkan ketika sakit selalu ditahan dan ingin terlihat sehat.

Menyebarluaskan foto pasien yang sedang sakit, ada etikanya. Terlebih bagi pasien yang sedang di ruang perawatan rumah sakit. Etika ini dibuat untuk melindungi hak privasi seseorang. Sebab jangan sampai publikasi foto pasien, siapa pun dia, itu membuat yang bersangkutan tak nyaman.

Etikanya antara lain:

1. Saat hendak memotret, selfie atau group bersama pasien sebaiknya izin. Terutama izin dari pasien atau keluarganya.

2. Yang memotret juga wajib menyampaikan maksud pemotretan.

3. Jika untuk dokumentasi pribadi, boleh saja tanpa izin pasien.

4. Jika foto bersama pasien itu hendak di-share ke media sosial, grup whastApp, terlebih jika ingin dipublikasikan di media massa, maka harus ada izin. Terutama izin dari pasien. Jika tak memungkinkan, barulah izin boleh diminta dari keluarga pasien.

Keharusan untuk meminta persetujuan orang yang dipotret karena tidak selalu orang yang dipotret akan setuju bahwa fotonya disebar di media sosial atau dipublikasikan media massa tanpa diminta persetujuannya.

5. Memajang atau memublikasikan foto pengunjung bareng pasien di rumah sakit melalui media massa atau media sosial boleh saja. Tapi syaratnya, wajah dan bagian tubuh pasien yang mudah dikenali tak terlihat jelas.

Beberapa etika di atas perlu diperhatikan setiap warganet demi menghormati privasi pasien yang memang dilindungi dan dijamin negara. Itulah juga sebabnya Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) telah mengeluarkan surat imbauan bernomor: 987/1A/PP.PERSI/II/2018.

Isinya antara lain menegaskan bahwa orang lain yang bukan keluarga terdekat pasien tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar video atau foto pasien sebelum mendapatkan persetujuan dari yang bersangkutan. Larangan ini berlaku baik terhadap pasien rawat inap maupun rawat jalan.

Makanya di RS biasa kita melihat tulisan “Dilarang Memotret dan Merekam di Area Ini”. Ini dilakukan demi melindungi privasi pasien sehingga yang bersangkutan tetap merasa nyaman.

Jangankan foto orang yang terbaring di rumah sakit, memotret seseorang di tempat umum seperti di jalanan, mal, pasar, terminal, dan pelabuhan pun punya etika.

Maka kami mohon doanya untuk kesembuhan Ust Arifin Jayadiningrat.

Salat Jumat di Jagakarsa


Masjid di dekat tempat saya tinggal yaitu masjid Al-Hikmah yang terletak di pinggir jalan raya Kahfi 2, Setu Babakan tetap mengadakan salat jumat berjamaah.

Salat dilaksanakan sebagaimana biasa. Karpet masjid pun tetap digelar, berbeda dengan masjid lain yang infonya tetap melaksanakan salat jumat namun tidak menggunakan karpet masjid. Pengurus masjid menjaga sterilisasi jamaah dengan memberikan hand sanitizer bagi setiap jamaah yang akan masuk ruangan masjid. Dua pengurus sudah siap di depan pintu masuk.

Saya tetap ikut salat jumat ke masjid dengan menggunakan protokoler kesehatan saat Covid-19 seperti menggunakan sajadah sendiri, membawa hand sanitizer dan tidak bersalaman. Selesai salat jumat, zikir kemudian salat sunnah dua rakaat dan langsung pulang ke rumah.

Berdasar pengamatan, jumlah jamaah salat Jumat tetap banyak seperti biasa. Masjid penuh.

Khatib Jumat sedikit mengulas wabah Covid-19 yang sedang merebak di DKI dan meminta masyarakat agar menjaga kebersihan dan higienitas. Selanjutnya, mengingatkan bahwa berita media yang banyak berfokus pada Covid-19 membuat kita lupa sudah memasuki tanggal 25 Rajab dan sebentar lagi memasuki tanggal 27 Rajab, hari dimana Nabi Muhammad Saw di Isra’kan oleh Allah Swt.

Jagakarsa berada di zona kuning Covid-19, infonya sudah ada 2 orang yang positif Corona. Orang-orang yang berada di zona kuning atau tidak potensial menularkan virus corona masih diperbolehkan salat berjamaah atau salat jumat.

Namun boleh juga untuk tidak melakukan salat jumat, karena virus corona bisa menjadi uzur atau alasan bagi masyarakat musliim di zona kuning untuk tidak melaksanakan salat Jumat atau berjamaah. Berdasarkan salah satu sumber dari PWNU.

Ikhtiar saya untuk tetap salat jumat berjamaah demi melaksanakan salah satu kewajiban syar’i sebagai umat Islam, disertai usaha membaca wirid dan zikir yang diajarkan Nabi tanpa menyalahkan mereka yang tidak salat jumat. Semoga siapa saja yang hari ini berkesempatan salat jumat di masjid sekitarnya diberikan keamanan dati wabah Corona yang merebak. Amiin. []

Lokasi Bencana Bukan Tempat Buang Pakaian Bekas


Pada tanggal 11 Januari yang lalu, saya bersama teman-teman dari Aksi Peduli Bangsa dan Rumah Cinta Quran Bintaro berkunjung ke tempat terdampak banjir di Lebak Banten yang berdekatan dengan daerah Bogor atau lebih mudahnya di daerah setelah Pesantren Latansa.

Perjalanan ke tempat tujuan tidak terlalu susah dilalui mobil, dan kami bisa melihat di daerah pinggiran Sungai banyak rumah yang hancur terbawa Sungai, adapun dibagian tepi jalan, banyak jalan tertutup longsor tanah.

Kami kesana hanya membawa sedikit pakaian layak pakai yang sudah disortir sebelumnya. Lebih banyak membawa bahan makanan seperti beras, minyak, telor, susu dan bahan lainnya. Rumah Cinta Quran Bintaro membawa 200 box nasi kotak yang dibagikan kepada pengungsi dan relawan yang kami temukan disana.

Pemandangan miris saya temukan di daerah yang banyak menjadi posko bencana banjir, pakaian menjadi sampah berserakan mengakibatkan timbulnya masalah baru dalam penanganan bencana. Pakaian layak pakai yang dikirim oleh orang-orang yang berniat baik hendak membantu masyarakat yang terdampak bencana malah terjadi sebaliknya barang bekas layak pakai itu mubazir alias jadi sampah yang berserakan.

Saya temukan, pakaian perempuan maupun laki-laki yang bekas dan sangat tidak layak untuk digunakan hingga bertumpuk-tumpuk dan dibiarkan saja di posko.

Hasil obrolan kami dengan relawan di tempat. Memang yang dibutuhkan adalah bahan pokok makanan seperti beras, ikan asin dan lilin untuk cahaya mereka di malam hari. Menurut saya, lilin ini sering diabaikan para donatur padahal akibat banjir dan longsor banyak tower listrik dan kabel yang terkena longsor.

Mari menjadi masyarakat yang memahami kondisi bencana, sehingga niat baik akan menjadi hasil baik dan tepat sasaran. Semoga kita selalu ingat bahwa lokasi bencana bukan tempat Buang pakaian bekas.

Study UK Fair


Awal kuliah di SPs UIN Jakarta sering mengundang pembicara dari luar untuk memberikan kuliah umum atau pembekalan tentang penelitian Tesis atau Disertasi. Di antara pembicara yang pernah hadir adalah James Arvanitakis dari Western Sydney University. Sejak itu, timbul keinginan suatu saat selepas dari SPs UIN melanjutkan ke universitas ini. Beberapa bulan setelahnya saya sempat menghadiri Monash Doctoral Day di hotel Fairmont Jakarta. Kali pertama saya mengikuti pameran pendidikan di luar negeri.

Ketika awal-awal membuat proposal penelitian Tesis, saya mencari referensi kajian Pendidikan Islam tentang reflective practice. Sayang sekali, tema ini belum banyak dikaji orang. Alhamdulillah saya mendapatkan tulisan menarik oleh Dr. Abdullah Sahin dari Warwick University, UK tentang Rethinking Islamic Pedagoy. Selanjutnya saya cari tulisan-tulisan beliau untuk saya telaah dan baca, di antara buku beliau yang fenomenal adalah New Direction in Islamic Education.

Pertemuan saya dengan tulisan dan buku Abdullah Sahin membuat keinginan saya berubah dari meneruskan studi S3 di Australia menjadi ke Inggris. Maka dari itu, sejak 2018 saya mulai mengikuti info pameran Study UK yang sering diadakan British Council Indonesia.

Di acara –acara seperti ini, banyak hal yang bisa kita peroleh. Contohnya adalah pengalaman (at least pengalaman ngomong sama orang asing),  info perihal Visa ke UK, trik IELTS dan ngerjain soal IELTS dan seminar lainnya.

Kenangan tahun 2019 di Kartika Expo Centre, Jakarta.

Di meja ini saya bertemu dengan perwakilan universitas dan dia memberikan buku cakep tentang profil Warwick. Saya sampaikan keinginan saya nanti untuk melanjutkan studi tingkat doktoral dengan bidang kajian Islamic Studies.

Si perwakilan universitas menunjukkan bagian buku tentang Education dan syarat kemampuan bahasa yang harus dimiliki. Selantnya dia memberitahu kalau sekarang ada program khusus untuk kajian pendidikan di Warwick yang diampu oleh Abdullah Sahin.

Abdullah Sahin membuat program Warwick Islamic Education Summer yang mengkaji Pendidikan Islam dari berbagai perspektif. Tahun lalu temanya adalah Pedagogies in Dialogue. Infonya pernah kami tulis di tautan ini.

Awal Maret 2020, British council kembali mengadakan Study UK Fair di Ayana Midplaza Hotel, Jakarta. Saya sudah mendaftar untuk mengikuti acara ini, siapa tahu dapat info menarik tentang study di UK. Namun karena sedang ramainya Covid-19, acara mendadak dibatalkan demi kebaikan tamu undangan dan kru.

Berikut info cancel acara yang masuk ke email saya.

Semoga bisa ikut lagi di kesempatan selanjutnya.🙏

Resolusi 2019 yang Tidak Tercapai


Pada tahun 2019 lalu saya telah membuat satu resolusi atau pernyataan tertulis yang saya bagikan di blog ini bahkan saya buatkan hastag untuk mendukungnya yaitu #2019TesisKelar. Namun sampai memasuki awal 2020 ini belum juga terlewatkan.

Sejenak bermuhasabah diri, mungkin saya belum menukarkan resolusi atau azam tersebut kepada komitmen harian sehingga mudah tercapai.

Selain kurang baikny saya mengelola waktu, mungkin bisa juga dilihat dari kompleksnya penelitian yang saya gunakan dimana saya menggunakan mix method yaitu menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.

Kuantitatif menggunakan aplikasi statistik seperti SPSS kemudian Lisrel dan Amos sangat baru bagi saya, apalagi ketika awal perkuliahan dosen masih banyak mengenalkan dasar SPSS. Selebihnya, untuk belajar Lisrel dan Amos saya manfaatkan media YouTube khususnya akun dari bapak Usep Suhud dan ibu Betty Nurbaiti yang sangat membantu.

Awal belajar Lisrel 8.8 saya gunakan versi student yang gratis, namun karena analisanya lebih kompleks lagi saya harus menggunakan Lisrel full. Pernah beli online dari Shoppe ternyata pas diinstal tidak bisa di laptop saya.

Akhirnya saya mencoba mencari software statistik di beberapa toko di jalan alternatif UI di Kelapa Dua, Depok dan mendapatkan aplikasi Amos versi 22. Dari Amos ini saya melakukan penelitian kuantitatif.

Penelitian kualitatif juga lebih kompleks lagi karena saya harus menelpon, sms dan janjian dengan beberapa responden dari mahasiswa FITK UIN yang bersedia menjadi responden, kalau tidak bersedia maka mencari responden lain.

Semalam pun saya masih berkutat dengan Tesis saya, di saat yang lain berhura-hura atau merasakan liburan bersama, saya di kontrakan kecil mengerjakan Tesis.

SPs UIN Jakarta membuat program, mulai dari pra studi, proses studi dan juga pasca studi, dalam rentang studi tersebut mahasiswa diberikan dedikasi yang sangat ketat, sehingga tidak ada celah sedikitpun adanya plagiarisme setingkat tesis dan disertasi. Ada beberapa tahapan ujian yang harus dilaksanakan mahasiswa yaitu;

  • Ujian proposal Tesis
  • Ujian Komprehensif
  • Ujian Work in Progress 1
  • Ujian Work in Progress 2
  • Ujian Pendahuluan Tesis/ Disertasi
  • Ujian Promosi Magister/ Doktor

Dari sekian ujian, saya sudah pada tahap ujian proposal-ujian komprehensif- ujian work in progress 1, artinya masih ada 3 ujian lagi.

Semoga Tesis ini segera selesai dan teman-teman yang sedang menyelesaikan tesisnya seperti saya juga bisa segera selesai. Terima kasih.

Harddisk Laptop Dell Inspiron Terkunci


Beberapa hari yang lalu tiba-tiba laptop Dell Inspiron versi 14 5000 yang flip punya saya hang dengan tampilan blang hitam ketika mau masuk windows. Setelah dicoba-coba restart tidak bisa akhirnya saya coba bawa ke Giant Servis di Kelapa Dua Depok.

Nah, saya dapat informasi dari servisnya kalau HDD saya terkunci padahal saya sama sekali tidak mengunci Harddisk.

Pihak Giant meminta izin ke saya untuk instal ulang Windows dan konfirmasi untuk data yg hilang partisi data C & D karna posisinya hdd nya ke gembok jadi gak bisa di backup datanya.

Sedih ya..karena data penelitian saya ada disana…Semoga Allah mudahkan untuk memulai dari awal.🙂

Harddisk Dell terkunci

Perjaka Terakhir Lastislaam


Istilah perjaka dalam kamus besar bahasa Indonesia merupakan istilah yang menggambarkan status seorang pria yang belum pernah menikah. Istilah ini juga dikenal dengan sebutan ‘bujang’. Maka apabila seorang lelaki telah menikah, maka ia dikatakan sudah tidak perjaka/bujang. 

Sementara Lastislaam adalah nama angkatan saya di SMA Nurul Hadid Cirebon. Lastislaam di ambil dari bahasa Arab laa Istislaam yang artinya tidak pernah menyerah.

Dari 30 santri di angkatan saya, hanya satu orang yang belum menikah padahal teman yang lainnya sudah banyak yang punya anak 2 sampai 3. Namanya Hadi Andrian, biasa kita panggil Aan atau Bles karena badannya yang gelap.

Alhamdulillah, hari ini berkesempatan menghadiri pernikahannya di Kalideres bersama istri.

Semogaa Aan mendapatkan pasangan yang barokah, sakinah mawaddah wa rahmah dan segera dikaruniai keturunan. Amiin.

%d bloggers like this: