Harddisk Laptop Dell Inspiron Terkunci


Beberapa hari yang lalu tiba-tiba laptop Dell Inspiron versi 14 5000 yang flip punya saya hang dengan tampilan blang hitam ketika mau masuk windows. Setelah dicoba-coba restart tidak bisa akhirnya saya coba bawa ke Giant Servis di Kelapa Dua Depok.

Nah, saya dapat informasi dari servisnya kalau HDD saya terkunci padahal saya sama sekali tidak mengunci Harddisk.

Pihak Giant meminta izin ke saya untuk instal ulang Windows dan konfirmasi untuk data yg hilang partisi data C & D karna posisinya hdd nya ke gembok jadi gak bisa di backup datanya.

Sedih ya..karena data penelitian saya ada disana…Semoga Allah mudahkan untuk memulai dari awal.🙂

Harddisk Dell terkunci

Perjaka Terakhir Lastislaam


Istilah perjaka dalam kamus besar bahasa Indonesia merupakan istilah yang menggambarkan status seorang pria yang belum pernah menikah. Istilah ini juga dikenal dengan sebutan ‘bujang’. Maka apabila seorang lelaki telah menikah, maka ia dikatakan sudah tidak perjaka/bujang. 

Sementara Lastislaam adalah nama angkatan saya di SMA Nurul Hadid Cirebon. Lastislaam di ambil dari bahasa Arab laa Istislaam yang artinya tidak pernah menyerah.

Dari 30 santri di angkatan saya, hanya satu orang yang belum menikah padahal teman yang lainnya sudah banyak yang punya anak 2 sampai 3. Namanya Hadi Andrian, biasa kita panggil Aan atau Bles karena badannya yang gelap.

Alhamdulillah, hari ini berkesempatan menghadiri pernikahannya di Kalideres bersama istri.

Semogaa Aan mendapatkan pasangan yang barokah, sakinah mawaddah wa rahmah dan segera dikaruniai keturunan. Amiin.

Iduladha di Setu Babakan


Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Iduladha tahun ini saya rayakan di kontrakan kecil bersama istri tercinta yang tak jauh dari Setu Babakan. Gema takbir membahana di seantero dunia, takbir yang mengagungkan Allah Swt. Gema itu juga menggema di sekitar tempat tinggal kami.

Iduladha adalah saatnya bersenang senang bersama keluarga. Dijelaskan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, “Disyariatkannya melapangkan (kesenangan) untuk keluarga pada hari-hari raya dengan berbagai hal yang membuat kenyamanan jiwa, peristirahatan badan dari beban ibadah. Dan bahwa menampakkan kebahagiaan di hari-hari raya adalah merupakan syiar agama.”

Roghib Al Ashbahani menegaskan, “Hari raya digunakan untuk bersenang di sepanjang harinya.” (Lihat Mirqoth al Mafatih, Al Mulla Al Qory)

Setu Babakan atau Perkampungan Budaya Betawi bisa menjadi salah satu pilihan untuk berwisata bersama keluarga di hari libur Iduladha ini. Sila baca reviewnya di sini (Setu Babakan). Semoga Iduladha ini kita bisa merasakan kebahagiaan bersama orang orang yang kita cintai.

Agama bukan sesuatu yang asing dan sudah menjadi bagian yang sangat penting dalam hidup kita. Terutama di negara Indonesia yang mayoritas masyarakatnya hidup beragama Islam.

Para ahli psikologi telah banyak melakukan penelitian tentang hubungan keberagamaan dan kepuasan hidup. Sebagai misal dalam Michael A. Kortt dalam jurnalnya yang berjudul Religion and Life Satisfaction Down Under menuliskan bahwa ada bukti yang kuat bahwa ada hubungan antara keberagamaan dan seringnya datang ke tempat-tempat ibadah dengan kepuasan hidup.

Artikel lain berjudul Religious People Much Happier And Have Much More Life Satisfaction Than Other, According to New Studies di Dailymail.Co.Uk menuliskan bahwa, ada hubungan yang erat antara memiliki agama tertentu membuat seseorang menjadi lebih bahagia, 45% orang yang sering mengikuti acara-acara keagamaan mengatakan dirinya sangat bahagia, bahkan penelitian lain mengatakan bahwa orang yang tidak pernah mengikuti acara keagamaan dua kali lebih sering mengatakan dirinya tidak bahagia.

Para peneliti menyebutkan bahwa ada beberapa penyebab kenapa mereka merasa lebih bahagia dibandingkan dengan orang-orang yang tidak religius. Peneliti menyebutkan bahwa ada dua hal penting yang membuat keberagamaan membuat seseorang lebih bahagia, yaitu perasaan bahwa mereka tidak sendirian, dan kemampuan mengatasi keadaan-keadaan yang sulit lebih baik daripada orang pada umumnya.

Aspek sosial dari keberagamaan adalah sesuatu yang penting dalam membuat seseorang lebih bahagia. Para peneliti menemukan bahwa orang-orang beragama cenderung lebih memiliki kesempatan untuk berinteraksi sosial dengan orang-orang sekitarnya. Sebagai contoh bagi umat Islam mereka mungkin akan bertemu dengan orang Islam lainnya di Masjid pada waktu shalat lima waktu.

Hal ini menjadi penting, karena ketika mereka bersosialisasi dengan orang-orang yang satu agama dengannya, mereka merasa bahwa mereka tidak sendirian. Rasa satu kesatuan dan kebersamaan menjadi sesuatu yang penting bagi orang-orang beragama. Selain rasa kesatuan dan kebersamaan, support satu sama lain pun menjadi penting. Sebagai misal, dalam hari Iduladha ini orang-orang yang mampu berkurban dan mengharapkan ridha Allah Swt, sedangkan orang-orang yang kurang mampu mendapatkan bagian dari kurban mereka.

Selamat merayakan Iduladha bagi teman teman #blogjumal dan mohon maaf jika ada yang tidak berkenan dari kami selama mengelola blog sederhana ini.

Suasana Masjid Al-Hikmah, Kahfi II menjelang Shalat Iduladha
Jamaah pulang dari shalat iduladha

4th Warwick Islamic Education Summer School 2019


Hasil gambar untuk warwick islamic education summer school

University of Warwick adalah salah satu universitas di UK pertama yang mengakui Pendidikan Islam sebagai bidang akademik penelitian dan pengajaran. The Warwick Islamic Education Project, bagian dari Warwick Religions and Education Research Unit (WRERU) di dalam Centre for Education Studies, bertujuan untuk membangun pusat keunggulan dalam penelitian dan pengajaran tentang pendidikan Islam, membuka jalur pengembangan profesional bagi para praktisi, mendorong basis penelitian, praktik reflektif dalam pendidikan Islam, dan menjembatani gap antara pendidikan tradisional dan modern.

Program ini merupakan inisiatif dari pihak Universitas lewat Dr. Abdullah Sahin sebagai ketua program untuk menshare visi transformasi pendidikan dan model kolaborasi antara komunitas dan universitas untuk kemajuan masyarakat, sosial kohesi dan pendidikan inklusi.

Bertujuan untuk melahirkan pengetahuan baru yang berasal dari kebudayaan Islam tentang pendidikan kritis, pendidikan reflektif melalui dialog kreatif.

Sebelumnya sudah dilaksanakan Warwick Islamic Education Summber School 1-3 sejak 2016-2018 dengan mengambil fokus tema berbeda tiap tahun namun tetap dalam fokus pendidikan. Di WIESS ke 4, tema yang diambil adalah Pedagogies in Dialogue: Engaging traditions of human formation in educational cultures of Islam and the West.

Hasil gambar untuk warwick islamic education summer school
3rd Warwick Islamic Education Summer School explores formation of Muslim female faith and educational leadership

4th Warwick Islamic Education Summer School 2019. akan diadakan tanggal 27-29 Agustus 2019. Rincian dan aplikasi telah dirilis di website Warwick berikut: https://warwick.ac.uk/fac/soc/ces/research/conferences/islamiceducationsummerschool/

Summer School terbuka untuk semua peneliti dan pendidik yang tertarik untuk mengembangkan pemahaman mereka tentang budaya pendidikan dan praktik pedagogik dalam komunitas Muslim dan interaksinya dengan institusi sosial dan pendidikan yang lebih luas.

Peserta Summer School juga akan memiliki kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang inovasi Pendidikan di Warwick dari para ahli peneliti di Pusat Studi Pendidikan di Universitas Warwick.

Program ini pertama kali saya ketahui dari Dr. Abdullah Sahin ketika beliau memberikan informasi tentang Summer Schoool Islamic Education yang kedua di twitter beliau @WarwickIESS dan hanya bisa berharap suatu saat bisa ikut program ini. Tahun ini saya berdoa kepada Allah Swt agar bisa ikut serta program ini, mendapatkan ilmu tentang pendidikan dari para praktisi dan referensi tambahan untuk penelitian tesis/disertasi saya. []

Mensyukuri yang Terdekat


Terkadang suatu nikmat baru kita sadari ketika melihat dari jauh seperti nikmat pemandangan di depan rumah di desa Adipuro. Posisi rumah saya berada di pojok desa dan langsung berhadapan dengan matahari. Terlihat deretan gunung Merapi, Merbabu, Andong dan lainnya. Di tengah antara Merapi dan Merbabu muncul matahari persis seperti lukisan anak sekolah dasar.

Desa Adipuro terletak di bagian paling atas dan tidak ada lagi desa selanjutnya. Ketika musim hujan seperti, jarak pemandangan hanya satu meter saja, semuanya putih penuh dengan awan dan ketika bernafas, keluar asap dari mulut kita yang bisa terlihat. Orang bilang desa saya sebagai Negeri Atas Awan.

Terkait pentingnya menyadari nikmat Allah yang sudah diberikan, Ibnu Abi Hatim meriwayatkan bahwa Al Fudhail bin ‘Iyadh mengisahkan: “Pada suatu hari Nabi Dawud ‘alaihissalam berdoa kepada Allah: Ya Allah, bagaimana mungkin aku dapat mensyukuri nikmat-Mu, bila ternyata sikap syukur itu juga merupakan kenikmatan dari-Mu? Allah menjawab doa Nabi Dawud ‘alaihissalam dengan berfirman: “Sekarang engkau benar-benar telah mensyukuri nikmat-Mu, yaitu ketika engkau telah menyadari bahwa segala nikmat adalah milikku.” (Dinukil dari Tafsir Ibnu Katsir).

Menyadari bahwa suatu nikmat datang dari Allah Swt merupakan sebuah kesyukuran. Semakin banyak kita menyadari beragam nikmat dari Allah Swt sekalipun sedikit, akan membantu kita mudah mensyukuri nikmat Allah Swt.

Kesederhanaan yang diajarkan orang tua saya syukuri dan saya mencoba terus praktikkan. Beberapa hari kepulangan kemarin untuk coblosan, saya kembali diajarkan kesederhanaan ketika membantu bapak ke ladang. Bapak tidak pernah mengeluh sama sekali dengan pekerjaan bertaninya bahkan beliau dan orang desa Adipuro umumnya menikmati pekerjaan bertani.

Semoga Allah Swt memberikan keberkahan dan kemudahan bagi bapak dan petani di desa Adipuro dan Indonesia umumnya.

Kampung Al-Quran di Desa Atas Awan


Pelajaran besar saya dapatkan setiap pulang kampung ke desa atas awan, Prampelan, Adipuro yang masuk kecamatan Kaliangkrik dan terletak di desa paling atas gunung Sumbing.

Pelajaran pertama adalah tentang kebahagiaan. Jika menurut orang kota, bahagia itu kalau punya harta yang banyak, rumah yang bagus dan kendaraan yang nyaman. Namun itu semua ditepis di desa paling dingin ini, menerima dengan apa yang sudah Allah berikan adalah kunci kebahagiaan mereka.

Pelajaran kedua adalah tidak menjadikan dunia di hati, artinya tidak mencari dunia atau harta sampai melupakan ibadah. Beberapa orang akan berhenti dari pekerjaan di ladang sebelum adzan dhuhur berkumandang agar bisa mendapatkan jamaah di masjid, sebagian lainnya pulang setelah dhuhur dan shalat di rumah sebelum adzan Ashar berkumandang bahkan sebagian lain mendirikan mushala kecil di ladangnya agar bisa shalat tepat waktu.

Masyarakat desa ini hidup dengan bertani di ladang dan menanam sayur-sayuran dan bawang, sayur yang dipanen diserahkan ke tengkulak yang harganya sering tidak sesuai dengan harga pasaran dalam artian mereka sering dipermainkan, meski demikian karena bertani sudah menjadi aktivitas mereka bukan hanya pekerjaan mencari harta, semua itu dilakukan dengan senang hati.

Buah dari keikhlasan mereka menamam adalah keberkahan desa ini, salah satunya dengan tumbuhnya anak anak cerdas dari desa atas awan ini. Banyak sekali anak dari desa ini yang sudah menjadi hafidz dan hafidzah dan ada Pesantren di desa ini yang menjadikan semarak Islam semakin ramai yaitu Pesantren Luqman Alhakim yang mengambil pendidkan SMP dan tahfidz Alquran dan Pesantren Istiqamah yang mengambil pendidkan sorogan dan kajian kitab kuning.

Perpaduan dua Pesantren dan kultur masyarakat yang kuat Islamnya menjadikan desa ini sebagai kampung Alquran di Atas Awan.

Anak Indonesia pada umumnya adalah cerdas bahkan manusia tercerdas di dunia adalah Indonesia. Selain itu, Indonesia adalah negara Terkaya di dunia dan sebagai Bangsa Superpower sejak 11.000 tahun silam, namun paradigma yang ditanamkan adalah bangsa yang bodoh, bangsa yang miskin dan bangsa yang terjajah selama 350 tahun.

Contoh sederhana kecerdasan anak Indonesia, mereka sejak kecil diberikan makanan yang segar dan langsung dari kebun dan bukan makanan yang sudah didiamkan berbulan-bulan seperti di Eropa ketika musim panas sebagai persiapan di musim dingin. Nutrisi untuk menjadi cerdas sudah diberikan sejak kecil.

Namun karena paradigma yang dibangun adalah negatif sebagai Bangsa bodoh dan terjajah, maka Indonesia menjadi bangsa inferior. Semoga manusia cerdas lahir dari kampung kecil ini.🙏

Sekian.

Simak juga tulisan sebelumnya tentang Adipuro sebagai Wisata Islami

#2019TesisKelar


#2019TesisKelar adalah hastag untuk mengingatkan dan memberi semangat kepada saya sendiri dan teman-teman blog yang sedang menyelesaikan tesis atau disertasi.

Kita harus ingat bahwa untuk kuliah S2 atau S3 kita sudah meninggalkan waktu bersama keluarga untuk memperjuangkan kondisi yang lebih baik, dengan dana yang tidak sedikit dan pikiran yang banyak tercurah ke jenjang pendidikan tersebut.

Jadi apalagi yang ditunggu? Ayo kita selesaikan kuliah kita dengan sempurna dengan menyelesaikan tugas akhir kita, menulis tesis/disertasi kita. Semangat, Semangat, Semangat!

🤲🤲🤲

%d bloggers like this: