Asyiknya Mudik Lebaran


Jelang hari lebaran yang tinggal menghitung hari, jam terasa amat lambat karena menunggu waktu mudik yang dinanti. 

Mudik merupakan ritual wajib pagi para perantau seperti saya. Terlebih lagi orang tua dan mertua masih ada di kampung halaman, tentunya mereka sangat mengharapkan anak anaknya bisa berkumpul waktu lebaran. 

Lebih dari 10 tahun menjadi anak rantau, selama itu pula saya sudah merasakan nikmatnya mudik lebaran. Rasa pulang kampung pas lebaran berbeda dengan pulang kampung di hari hari biasa.  

Berbeda dengan istri saya, dia tipe yang gak bisa jauh dari orang tua, ketika kuliah di Solo, mesti satu bulan sekali menyempatkan jenguk orang tua di kampung, adapun saya, terbiasa pulang setahun sekali setiap hari lebaran saja. 

Maka beberapa hari ini, istri sakit batuk dan pilek, mungkin  karena ingin cepat pulang, saya bilang seperti ini, insya allah kalau sudah di rumah, batuk dan pileknya hilang.. 
Suasana itikaf malam ini di masjid Assalam PU sunyi sekali, mungkin karena ini malam genap puasa, masih banyak jamaah yang memilih iktikaf di malam ganjil saja. Fokus saya pun teralihkan bukan hanya ibadah tapi juga ke rencana mudik lebaran besok. 

Hari Ahad kemarin saya datang ke pol Sinar Jaya menanyakan tiket, dan diinfokan kalau mau beli tiket besok pagi jam 5 datang ke pol beli tiket. 

Maka semalam, saya sudah melaksanakan tarawih sendiri di masjid PU, bangun jam 2 pagi ikut shalat Tasbih 2 rakaat, selesai shalat langsung meluncur ke pasar minggu beli tiket. 

Ternyata sudah lumayan banyak yang menunggu beli tiket, loket baru buka jam 5 pagi tapi jam 3 an saja sudah mulai ramai berdatangan. 

Mudik ke kampung halaman amatlah menyenangkan meskipun sampai berpeluh dan berdesak desakan mendapatkan tiket. 

Sadarkah anda kalau kelak kita akan mudik (kembali) kepada sang Pencipta, Allah SWT. Kembali kepada Allah adalah mudik yang pasti kita lakukan suatu hari nanti. 

Kematian adalah lebaran terakbar kita, karena kembali mempertemukan kita dengan pencipta, khaliq dengan makhluq-Nya. 

Tidak perlu pakaian bagus dan mobil kinclong ketika kembali kepada-Nya, karena pakaian kita hanya keimanan, perhiasan kita hanya ketakwaan dan kekayaan kita hanyalah dari pahal ibadah yang kita perbuat. 

Maka lebaran yang paling asyik adalah ketika kita kembali kepada Allah dalam keadaan suci. Lebaran yang paling asyik saat kita bersama saudara dan keluarga dikumpulkan di surga Allah Swt. 

Sehari Bersama Buya Hamka


Buya Hamka, sosok ulama inspirartif dan menjadi rujukan ulama di Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Buya Hamka dalam buku buknya selalu memberikan semangat pada generasi muda pada waktu itu untuk berjuang mengisi dan mempertahankan kemerdekaan, dengan memakai dasar yang kukuh dalam jiwa mereka.

Maka buku buku Buya Hamka tidak pernah lekang di makan zaman dan usia. Semangatnya terus membara dalam karya karyanya.

Senang sekali hari ini bisa ikut hadir di seminar sehari yang diadakan INSISTS Jakarta, dan membahas khusus semua perihal Buya Hamka.

Semoga, sehari bersama Buya Hamka, semakin mengenalkan saya pada pribadi hebat beliau.

Materi seminar bisa dilihat di flyer ini.

Insya Allah, ilmu yang saya resume di seminar ini akan saya share di blog sederhana ini. Terima kasih.

Alhamdulillah, seminar hari ini berjalan sukses. Saya mendapatkan beberapa bingkisan buku dari panitia yaitu buku Dari Lembah Cita Cita karya Buya Hamka dan buku karya Dr. Adian Husaini berjudul Mewujudkan Indonesia Adil dan Beradab.

Satu lagi bingkisan sertifikat dari INSISTS.

IMG_20170610_171446

Yang Spesial Di Ramadan Ini



Ada beberapa hal berbeda yang saya rasakan di Ramadan ini. 

1. Buka Puasa gak sendiri lagi. 

Ramadan ini tahun pertama saya dan istri buka puasa dan sahur bersama, sudah ada yang bangunin sahur dan sudah ada yang siapin buka, baca Alqur’an juga sudah ada yang menemani. 

Ramdan semakin spesial, kami tidak memasak yang berlebihan ketika puasa, cukup dengan menu sehari hari seperti bulan yang lain. 

2. Lebih banyak waktu untuk membaca dan mengulang hafalan Al-Quran. 

Awal Ramadan ini Ust.Arifin Jayadiningrat mengadakan umroh dengan travel beliau BMW, dan karena beliau umroh, tahun ini gak ada Sanlat ICD Camp, kecuali yang sudah rutin di Sanlat 3R di sekolah Highscope. 

Ingin saya manfaatkan waktu yang ada untuk lebih banyak membaca dan mengulang hafalan Al-Quran. 

3. Full Ramadan di Jakarta. 

Tahun ini saya dan istri rencana pulang ke Magelang habis lebaran karena istri gak mau seperti saya tahun lalu, 3 hari dua malam di dalam bus, selain itu juga pertimbangan harga, konon tiket bus dua atau tiga hari lebaran sudah agak turun. Alhamdulillah bisa i’tikaf full di Masjid As-Salam Kementrian PU, tempat saya dan jamaah Ust Arifin mengadakan i’tikaf setiap tahun. 

4. Tidak membeli baju untuk Idul Fitri. 

Saya biasa gak beli baju baru waktu idul fitri, saya biasa pakai baju yang paling bagus yang saya punya untuk berlebaran. Tahun ini saya mau ajarin ke istri kalau lebaran gak mesti baru, kalau yang ada masih bisa dipakai, kenapa tidak? Yang penting masih bagus, sopan dan gak bolong bolong kan bajunya? 

Toh kami juga belum dikaruniai momongan jadi belajar hemat dari sekarang, menggunakan uang yang ada untuk persiapan ke depan. 

Tujuh Tahun Ngeblog


Tanggal 14 Mei ini umur blog sederhana ini sudah mencapai ke tujuh. Alhamdulillah bisa terus menulis sampai sejauh ini.

Awal ngeblog hanya saya jadikan tempat menyimpan catatan belajar dan kuliah, semakin lama saya tambahkan juga catatan dan pengalaman pribadi di blog ini. Jadi isinya seperti gado gado saja. 

Pada umur yang ketujuh ini saya hanya berharap bisa terus menulis dengan bahasa yang lebih mudah difahami. 

Terima kasih kepada pembaca yang berkenan mengunjungi, membaca dan menulislan komentar di blog sederhana ini. 

Sekian. 

Berikut ini ucapan selamat dari #WordPress yang masuk ke notifikasi blog sore ini. 

Siluet


Siluet merupakan sebuah efek yang dihasilkan dari fotografi. Untuk mendapatkan foto siluet, bagian dari latar belakang objek harus sangat terang kemudian ambil dengan cara mengukur minimnya cahaya latar belakang. 

Siluet memiliki sifat yang khas untuk menampilkan bentuk yang justru menghilangkan detail objek.

Foto siluet cukup mudah dilakukan hanya saja kita harus memiliki waktu yang tepat untuk mengambil gambar siluet. 

Demikian salah satu keterangan salah satu web tentang fotografi. 

Ini salah satu foto siluet menarik yang saya ambil kemarin waktu di munthuk Adipuro Prampelan. Dengan kamera HP Samsung J7 hasilnya bisa indah seperti di atas. 

Wisata Gardu Pandang Muntuk Di Adipuro Prampelan [exploreprampelan] 


Sekarang di Adipuro Prampelan, desa saya yang terletak di kaki tertinggi gunung Sumbing sudah dibuatkan gardu pandang untuk  melihat dan menikmati kekuasaan Allah lewat pemandangan desa, pepohonan, perkebunan dan yang paling menarik awan putih dibawah posisi kita. 

Alhamdulillah hari Sabtu ini saya dan istri diberi kesempatan untuk pulang kampung sekalian dimanfaatkan untuk silaturahmi dan rehat sejenak setelah menjadi panitia Seminar Nasional Islamic Entrepreneurship ahad yang lalu. Pun setelah ini ada ICD Journey, Sanlat ICD dan Lebarun yang menanti di depan, semoga semuanya dimudahkan Allah Swt. 

Kembali ke wisata Muntuk yang sedang kita bahas kali ini. 

Muntuk itu merupakan sebuah bukit di lereng gunung Sumbing, tempatnya yang paling tinggi dari tempat lainnya menjadi alasan kenapa Muntuk terpilih menjadi Gardu Pandang. 

Selain di Prampelan, di beberapa desa lainnya yang ada dibawah Prampelan ikut membuat gardu pandang. 

Rute menuju Muntuk. 

  • Dari arah Magelang turun di Semilir atau Pasar Kaliangkrik
  • Dari pasar Kaliangkrik naik motor ojek ke Prampelan sebesar 15 ribu. 
  • Atau naik mobil pick up terbuka setiap hari pasar di hari jawa pon dan legi dengan biaya 7 ribuan saja. 
  • Sampai di desa Prampelan, mengikuti tanda panah ke gardu pandang yang sudah ada. 

Hari ini saya dan istri mencoba ke gardu pandang Munthuk, kita jalan dari rumah jam setengah enam, dan cuaca masih mendung putih.

 Tapi ditunggu saja, biasanya kalau sudah jam 7 ke atas kabut mulai naik dan pemandangan mulai terlihat cerah. Menjelang sore, kabut mulai turun lagi. 

Beberapa foto yang saya ambil di Munthuk Indah. 

Merah Putih Teruslah kau berkibar di tiang tertinggi di Indonesiaku ini

Menatap masa depan dengan penuh kepastian

Merdekan diri dari penilaian manusia, berharap hanya penilaian Allah

Sebaik kamu adalah yang bermanfaat bagi yang lain

Pemandangan desa Adipuro, penuh dengan kabut di pagi hari

Adipuro, desa atas awan

Foto dari IG Exlpore Prampelan

Prampelan Adipuro


Hari Senin dan Selasa ini keluarga saya di prampelan adipuro mendapatkan kunjungan dari besan keluarga adik saya dari Malaysia. 

Selama itu saya belum bisa mendapatkan koneksi internet karena sinyal indosat di tempat saya sangat buruk sekarang. 

Chat wa, fb dan twitter tidak bisa saya jawab, tulisan di blog pun saya buat schedule seperti sekarang ini. 

Saya baru bisa post tulisan waktu pagi ini ke pasar junjungan beli iwak pitek. 

%d bloggers like this: