Tujuh Tahun Ngeblog


Tanggal 14 Mei ini umur blog sederhana ini sudah mencapai ke tujuh. Alhamdulillah bisa terus menulis sampai sejauh ini.

Awal ngeblog hanya saya jadikan tempat menyimpan catatan belajar dan kuliah, semakin lama saya tambahkan juga catatan dan pengalaman pribadi di blog ini. Jadi isinya seperti gado gado saja. 

Pada umur yang ketujuh ini saya hanya berharap bisa terus menulis dengan bahasa yang lebih mudah difahami. 

Terima kasih kepada pembaca yang berkenan mengunjungi, membaca dan menulislan komentar di blog sederhana ini. 

Sekian. 

Berikut ini ucapan selamat dari #WordPress yang masuk ke notifikasi blog sore ini. 

Siluet


Siluet merupakan sebuah efek yang dihasilkan dari fotografi. Untuk mendapatkan foto siluet, bagian dari latar belakang objek harus sangat terang kemudian ambil dengan cara mengukur minimnya cahaya latar belakang. 

Siluet memiliki sifat yang khas untuk menampilkan bentuk yang justru menghilangkan detail objek.

Foto siluet cukup mudah dilakukan hanya saja kita harus memiliki waktu yang tepat untuk mengambil gambar siluet. 

Demikian salah satu keterangan salah satu web tentang fotografi. 

Ini salah satu foto siluet menarik yang saya ambil kemarin waktu di munthuk Adipuro Prampelan. Dengan kamera HP Samsung J7 hasilnya bisa indah seperti di atas. 

Wisata Gardu Pandang Muntuk Di Adipuro Prampelan [exploreprampelan] 


Sekarang di Adipuro Prampelan, desa saya yang terletak di kaki tertinggi gunung Sumbing sudah dibuatkan gardu pandang untuk  melihat dan menikmati kekuasaan Allah lewat pemandangan desa, pepohonan, perkebunan dan yang paling menarik awan putih dibawah posisi kita. 

Alhamdulillah hari Sabtu ini saya dan istri diberi kesempatan untuk pulang kampung sekalian dimanfaatkan untuk silaturahmi dan rehat sejenak setelah menjadi panitia Seminar Nasional Islamic Entrepreneurship ahad yang lalu. Pun setelah ini ada ICD Journey, Sanlat ICD dan Lebarun yang menanti di depan, semoga semuanya dimudahkan Allah Swt. 

Kembali ke wisata Muntuk yang sedang kita bahas kali ini. 

Muntuk itu merupakan sebuah bukit di lereng gunung Sumbing, tempatnya yang paling tinggi dari tempat lainnya menjadi alasan kenapa Muntuk terpilih menjadi Gardu Pandang. 

Selain di Prampelan, di beberapa desa lainnya yang ada dibawah Prampelan ikut membuat gardu pandang. 

Rute menuju Muntuk. 

  • Dari arah Magelang turun di Semilir atau Pasar Kaliangkrik
  • Dari pasar Kaliangkrik naik motor ojek ke Prampelan sebesar 15 ribu. 
  • Atau naik mobil pick up terbuka setiap hari pasar di hari jawa pon dan legi dengan biaya 7 ribuan saja. 
  • Sampai di desa Prampelan, mengikuti tanda panah ke gardu pandang yang sudah ada. 

Hari ini saya dan istri mencoba ke gardu pandang Munthuk, kita jalan dari rumah jam setengah enam, dan cuaca masih mendung putih.

 Tapi ditunggu saja, biasanya kalau sudah jam 7 ke atas kabut mulai naik dan pemandangan mulai terlihat cerah. Menjelang sore, kabut mulai turun lagi. 

Beberapa foto yang saya ambil di Munthuk Indah. 

Merah Putih Teruslah kau berkibar di tiang tertinggi di Indonesiaku ini

Menatap masa depan dengan penuh kepastian

Merdekan diri dari penilaian manusia, berharap hanya penilaian Allah

Sebaik kamu adalah yang bermanfaat bagi yang lain

Pemandangan desa Adipuro, penuh dengan kabut di pagi hari

Adipuro, desa atas awan

Foto dari IG Exlpore Prampelan

Prampelan Adipuro


Hari Senin dan Selasa ini keluarga saya di prampelan adipuro mendapatkan kunjungan dari besan keluarga adik saya dari Malaysia. 

Selama itu saya belum bisa mendapatkan koneksi internet karena sinyal indosat di tempat saya sangat buruk sekarang. 

Chat wa, fb dan twitter tidak bisa saya jawab, tulisan di blog pun saya buat schedule seperti sekarang ini. 

Saya baru bisa post tulisan waktu pagi ini ke pasar junjungan beli iwak pitek. 

Pemandangan Dari Depan Rumah Di Adipuro Prampelan


Nikmat Allah Swt terhampar begitu banyak dan setiap hari kita rasakan. Terkadang baru terasa ketika melihat dari jauh. 

Rumah saya di prampelan terletak di pojok desa bagian bawah, darisitu terlihat jelas hamparan tanah, hutan dan awan putih indah. 

Ketika pagi dan matahari mulai nampak, terlihat maha kuasa Allah lewat ciptaan-Nya. Terlihat dua gunung, Merapi dan Merbabu yang indah sekali, terkadang matahari pagi muncul dari tengah kedua gunung itu. Dan di belakang rumah saya, nampak jelas gunung Sumbing tinggi menjulang. 

Nikmat itu semua baru saya sadari ketika mulai merantau dan sesekali pulang ke prampelan. Nikmat Allah Swt berupa alam nan indah, kehidupan desa yang tentram dan damai, nuansa desa yang islami, semuanya selalu membuat saya kangen dan rindu untuk pulang. 

Shalat jamaah 5 waktu terutama maghrib, isya dan subuh di masjid dan musholla yang selalu penuh juga salah satu yang bikin kangen desa prampelan. 

Oh ya, saya juga pernah menulis kalau kesempatan pulang itu sering menjadi waktu bagi saya untuk menambah semangat belajar di perantauan. 💪

Insya Allah foto foto pemandangan depan rumah dan lainnya menyusul. ☺️

6 Mei di Pasar Kaliangkrik 

Islamic Book Fair 2017


Book fair tahun ini berasa spesial pakai telor, eh. Saya gak sendirian lagi belanja buku disana, saya bisa berdua ditemani istri tercinta. 

Kami berangkat dari kontrakan kecil di Ciganjur jam 10an naik bus kopaja 616 menuju stasiun KRL Pasar Minggu, cukup lama saya tidak merasakan moda transportasi masal ini sejak terbiasa pulang kampung dengan bus, bagi istri ini kali kedua dia naik kereta dalam hidupnya. 

Berikut ini jalur naik KRL dari Pasar Minggu ke JCC. Dari stasiun Pasar Minggu  turun Palmerah. Tapi transit dulu di Tanah Abang. Di Tanah Abang pindah jalur 5 atau 6 Turun palmerah. Lalu dari Palmerah keluar belok ke kiri. Naik busway, turun d TVRI, dari TVRI nyebrang sekitar 4 menitan sudah sampai di JCC. Kalau turun di TVRI kita masuk bagian dari bagian belakang. 

Sampai di JCC beli dulu tiket masuk di konter yang sudah ada di samping pintu masuk dengan harga 5 ribu rupiah. 

Ada satu buku yang ingin sekali saya beli disana yaitu buku bahasa Arab karya terbaru Aidh Alqarni berjudul wal-an iktasyafatis sa’aadah (akhirnya datanglah kebahagiaan) buku ini ditulis setelah 12 tahun Aidh Alqarni menulis buku fenomenal Laa Tahzan. Sayang sekali buku bagus ini tidak kami dapatkan di bookfair. 

Saya beli beberapa buku tentang pendidikan karakter dan kurikulum, buku “Pendidikan Karakter, Menjawab tantangan Krisis Multidimensional” yang disusun berbasis masalah dan testimoni tentang pentingnya karakter bangsa, buku ini ditulis oleh Masnur Muslich. Buku “Parents Power, Membangun Karakter Anak Melalui pendidikan keluarga” oleh Saiful Falah. 

Dalam bidang kurikulum, saya beli buku “Kurikulum untuk Kehidupan” tulisan Zulfikri Anas. Dibagian belakang bukunya dia menulis bahwa Kurikulum itu sangatlah simpel. Kehadirannya untuk memperlancar proses pembelajaran dan menjadi skenario untuk memberikan pelayanan terbaik kepada setiap peserta didik. 

Kurikukum itu sederhana, namun menjadi rumit ketika pikiran kita telah merumitkannya. Ketika kita terperangkap dalam pemikiran bahwa pendidikan bermutu akan dapat diwujudkan melalui pengaturan administratif yang ketat, kaku dan tidak responsif. 

Saya juga membeli beberapa buku untuk bacaan anak anak TPA di kontrakan kecil saya. Enam seri buku cerita bergambar dari Gema Insani. 

Buku ini menjadi cara yang bagus untuk menanamkan nilai moral dan akhlak kepada anak dengan jalan mendongeng. Karya pemerhati anak bernama Emmy Soekresno. 

Cover buku dongeng 365 hari

Isinya bagus sekali untuk para guru dan orang tua menanamkan moral dan akhlak semenjak kecil. Kebiasaan mendongeng kepada anak akan mempererat hubungan emosional antara anak dan orang tua. 

Buku lain yang saya beli, dari lembah cita cita oleh Buya Hamka dan Bohong di Dunia oleh Buya Hamka juga. 

Dalam bahasa Arab saya membeli buku fafirru illallah karya Abu Dzar Alqalamuni dan buku motivasi istamti’ bifashlika walaa takun faashilan (jangan menyerah) karya Salwa Al-‘Udhaidan yang memberikan motivasi bahwa kemiskinan, keterbatasan, cemoohan dan kegagalan tidak menjadi halangan untuk sukses dan bahagia. 

Alhamdulillah, kami juga membeli buku murah yang harganya 5 ribuan, lumayan untuk menambah bahan bacaan dan isi perpustakaan. 

Jam 4 tepat setelah shalat Ashar saya dan istri pulang ke Ciganjur. Berbeda dengan pas berangkat kami naik KRL, pas pulangnya kami naik Busway yang haltenya gak jauh dari JCC. Dari halte JCC kami turun di halte Jati Padang, dan transit di Kuningan Barat. Hati hati dengan barang bawaan kalau sedang di busway, tas selalu diletakkan di bagian depan agar selalu terpantau, sebagai bentuk kehati hatian agar tidak kecurian barang atau dompet. 

Turun dari halte kami naik angkot jurusan pasar rebo dan turun di flyover Tanjung barat, dari situ naik bus kopaja 616 sampai di Ciganjur. 

Alhamdulillah jam 8an kami sampai rumah dengan selamat. ☺️

Penjara Suci


Nurul Hadid dilihat Dari Atas

Matahari terbenam dibalik gunung Ciremai yang berdiri menjulang di belakang pesantren Nurul Hadid.

Aku mulai mengingat pengalaman kita dulu. Aroma persahabatan yang kental layaknya keluarga sendiri. Di tempat ini kita pernah 4 tahun bersama untuk menuntut ilmu, tentu saja kenangan itu tak akan pernah sirna.

Penjara suci, bukan sebuah penjara tempat para nabi sungguhan. Itu hanyalah istilah para santri untuk menyebut nama lain pondok pesantren.

Disebut penjara karena kami tidak melakukan kegiatan di luar lingkungan pondok pesantren.

Disebut suci karena kami tinggal disana untuk belajar makna kehidupan yang didasari pendidikan agama.

Masa yang indah karena bisa bertemu dengan teman baru lintas daerah, tapi juga menyedihkan karena harus berpisah dengan orang tua, adik dan kakak.

Masih ingatkah kamu ketika kita sama sama terbangun untuk shalat subuh berjamaah? Ketika adzan subuh berkumandang, kita berebut ambil air wudhu dan segera ke masjid agar tidak terlambat shalat jamaah.

Masih ingatkah kamu ketika kita merelakan waktu dan tenaga untuk masak pagi, siang dan malam, karena pihak pesantren belum mengadakan bapak/ibu dapur? Enak gak enak kita rasakan bersama, buka bersama dan saur bersama menjadi momen yang sangat dirindukan.

Kenangan yang paling indah dan tidak akan terlupa sampai nanti ketika kami bisa membantu asatidz membangun pesantren, meratakan tanah untuk kelas dan bangunan baru, mengangkat batu berat untuk pondasi, angkat bata, aduk semen, semua dilakukan bersama sama oleh para ustadz dan santri.

Alhamdulillah, setelah beberapa tahun meninggalkan pesantren tercinta #nurulhadid sekarang pesantren sudah lebih maju dari sisi bangunan dan program.

Banyak program kreatif dibuat pesantren #nurulhadid untuk santrinya seperti Halaqah, Ta’limul Qura, Tripala dan Ospen.

Pesantren #nurulhadid dikenal bagus dalam dalam bidang teknologi, meskipun tempatnya di hutan dan pegunungan.

Ingin lebih tahu tentang #nurulhadid? Silahkan cek webnya di http://www.nurulhadid.com

#nurulhadid
#pesantrenstory
#blogjumal

View on Path

%d bloggers like this: