• Selamat datang di blog Jumal Ahmad. Saya sedang meneliti tentang Meta-Level Reflection dalam Pembangunan Karakter. Semoga dimudahkan dan bermanfaat.

  • Categories

8 Steps to PhD Excellence


Judul di atas adalah tema dari kuliah yang disampaikan oleh Prof. James Arvanitakis dari Western Sydney University. Pembekalan untuk calon doktor di UIN Jakarta dalam mengerjakan tesis atau disertasi mereka.

Secara singkat saya sampaikan 8 tips tersebut:

  1. Write everyday
  2. Have well define research questions
  3. Be prepared fo a research
  4. Never be Isolated
  5. Attend conferences dan workshop
  6. Be prepared for tough days
  7. Identify and understand your methodology
  8. Built an excellence working relationship with your supervisors

Tips semisal beliau tulis juga di research gate dalam 22 poin yang ringkasnya sebagai berikut:

  1. Build networks
  2. Collaborate, collaborate, collaborate
  3. It’s more than just research
  4. Accept the fact that you are now an academic
  5. Take care and enjoy yourself
  6. Avoid University and interpersonal politics
  7. Be polite
  8. Start writing and write everyday
  9. Do some teaching and do it well
  10. Learn the difference between critism and critique and be generous in your praise
  11. Back up everything
  12. Go to conferences and talk everybody
  13. There is more to your future then an academic job
  14. Learn to apply for funding
  15. Avoic cynics
  16. Be social media smart
  17. Be creative and bold
  18. Be adaptable and resilient
  19. Publish
  20. Research is about changing the world
  21. Keep your sense of humour and value of weirdness of those your work with
  22. And finally, read the Thesis Whisperer

Tulisan lengkap di researchgate bisa di klik di link ini: https://www.researchgate.net/publication/316137651_Factors_contributing_to_high_PhD_completion_rates terbit 15 April 2017.

Di blognya beliau menulis tentang faktor faktor yang bisa membantu menyelesaikan PhD, linknya disini: http://www.jamesarvanitakis.net/factors-contributing-to-high-phd-completion-rates/

Di awal sesi beliau menampilkan slide bertuliskan ‘Start Writing on your own personal’ lalu beliau meminta peserta untuk berkumpul 2 atau 3 orang bersama temannya kemudian saling menceritakan judul tesisnya, kenapa memilih judul itu dan lainnya ke sesama temannya. Ternyata cara ini sangat bagus dipraktekkan agar kita bisa menjelaskan apa yang akan kita teliti kepada teman sebelum nanti ke dosen atau pembimbing.

Lalu bagaimana solusinya jika mengalami kebuntuan dalam meneliti? Beliau menjelaskan untuk terus membaca buku, membaca jurnal, membaca artikel, nanti dari situ ada sesuatu yang bisa kita masukkan dalam tulisan tesis atau disertasi.

Poin penting yang saya dapatkan dan bermanfaat untuk penelitian adalah point ‘Write Everyday’, dan insya Allah akan saya praktekkan dengan lebih fokus untuk membaca, meresume artikel sesuai dengan bahasan saya. Kemudian agar lebih bermanfaat saya posting hasil resume di blog sederhana ini.

Tips dari ibu Ann Baker sebelumnya yang penting di awal memulai penelitian adalah menulis main point dan sub point kemudian membuat clustering.

Sekian sharing dari saya, semoga bermanfaat. Doakan agar penelitian saya nanti dimudahkan dan bisa bermanfaat untuk perkembangan pendidikan di Indonesia.

Bagaimana Mematikan Akses Twitter ke Facebook dari HP


Beberapa waktu saya mengkoneksikan twitter dengan Facebook, sehingga segala aktivitas di twitter seperti status, retweet, membalas tweet Dan lainnya akan muncul juga di laman Facebook.

Dan saya ingin memutus koneksi twitter dan Facebook agar tidak mengganggu teman di facebook dengan kiriman tweet yang terus dikirim dari twitter.

Selain itu ingin lebih mudah mengatur dua plaform ini. Facebook digunakan untuk silaturahmi ke teman, keluarga dan info secara umum. Twitter untuk yang lebih dalam seperti koneksi dengan para pendidik.

Berikut ini tips yang saya praktikkan untuk memutus koneksi twitter dan Facebook.

Langkah pertama masuk dulu ke akun Facebook anda yang ingin di lepas koneksinya dengan twitter, kemudian pilih grigi yang ada di pojok kanan atas dan kemudian memilih bagian logged in with facebook yaitu aplikasi mana saja yang kita pakai untuk masuk ke facebook.

Kemudian akan keluar tampilan seperti di atas lalu anda pilih sharing with friends dan memilih logo twitter.

Langkah selanjutnya anda klik ikon Remove App yang berada di sudut paling bawah.

Terakhir anda pilih Hapus twitter dan selesai.

Insya Allah notifikasi kiriman dari twitter tidak tampil lagi di laman Facebook.

Ke Alislam, Menghadiri Wisuda Ke-11


Senang sekali Ahad kemarin saya bisa ikut dan menghadiri wisuda ke 11 di almamater tempat belajar saya dulu di Alislam, Bekasi. Bukan hanya wisuda saja, di acara ini ada bedah buku karya Ust Zain Annajah yang sudah menjadi rutin setiap wisuda sebagai bekal dakwah alumni, selain itu silaturahim alumni dari angkatan 1 sampai 11.

Waktu masuk masjidnya, saya tidak akan pernah lupa, disini saya menghafal Alquran. Jalan mondar mandir di masjid menghafal Alquran, setelah capek duduk. Mengulang sampai malam, sampai ketiduran di masjid dan tidak ikut apel malam.

Lihat gedung perpustakaan, saya jadi ingat, di tempat ini saya pertama kali belajar komputer dan mengetik, di tempat ini saya kenal buku buku ulama, di tempat ini saya membuat makalah presentasi.

Di tempat ini pula awal perkenalan saya dengan dunia blogging, lewat arahan dari Ust Zain AnNajah agar setiap mahasiswa punya blog sebagai tempat belajar menulis dan mengungkapkan pendapat, alhamdulillah blog sederhana ini terus berjalan sampai masuk di usia yang ke delapan.

Di Alislam saya masuk angkatan awal, angkatan keempat. Waktu itu banyak teman yang mendaftar bersama saya, kurang lebih 25 peserta mahasiswa. Setelah Ospek, saya ingat sekali, Ust Anung mengumumkan program baru di Alislam yaitu program tahfidhul quran, yang wajib diikuti semua mahasiswa.

Program ini dicetuskan oleh Ust Zain Annajah yang kebetulan baru selesai doktor di Mesir kemudian diminta menjadi pimpinan Alislam. Langkah ini sangat bagus, karena para ulama dahulu sebelum belajar ilmu lain, terlebih dahulu menghafal Alquran.

Setelah diumumkan, beberapa teman berguguran, ada yang bilang terlalu berat, menghafal 1 ayat saja susah apalagi harus setiap hari setor hafalan. Dari yang awalnya 25 menjadi 16 mahasiswa.

Setelah dicoba, ternyata menghafal Alquran sambil belajar ilmu ilmu lain, membaca kitab dan menyiapkan presentasi bisa kita lakukan dan hasilnya maksimal. Jika kemampuan dan fokus kita optimalkan maka kita akan kaget, ternyata saya bisa begini, saya bisa begitu, menghafal Alquran sambil belajar ilmu lain, agama atau eksakta bahkan bisa kita lakukan.

Alislam yang saya lihat sudah lebih maju dari zaman saya yang dahulu, kurikulum sudah semakin baik bahkan banyak tawaran dari daerah yang ingin mempraktekkan kurikulum Alislam di tempat mereka.

Di pertemuan Alumni saya bertemu dengan Ust Zain Annajah dan saya sampaikan kepada beliau agar para alumni selain dibekali ilmu juga dibekali pengalaman, misalnya pengalaman atau kemampuan menyetir Mobil. Seorang dai mesti bisa menyetir mobil agar bisa optimal membantu jalannya dakwah. Hal ini saya sampaikan agar alumni tidak seperti saya, sekarang saya bersama Ust Arifin Jayadiningrat tapi sampai sekarang saya belum bisa menyetir mobil untuk beliau. Insya Allah saya agendakan dalam waktu dekat belajar setir mobil.

Alhamdulillah lewat wisuda kemarin banyak ilmu yang saya dapat dan terpenting bisa silaturahmi dengan para ustadz saya dulu.

Semoga bisa silaturahmi lagi, ke depan saya ingin lewat aktifitas saya di Islamic Character Development, ingin berbagi ke pesantren tinggi dan sekolah sekolah Islam dan pesantren di Indonesia kemampuan hendaknya dimiliki anak pesantren, seperti collaboration, self reflection, meta-level reflection digali dari konsep Alquran dan Hadits yang semuanya akan dahsyat ketika dimiliki seorang dai yang hafal Alquran, paham hadits, jago kitab. Maka terbentuklah Manusia Unggul atau Khalifah fil Ardhi.

Mengurus STNK Hilang di Samsat Jakarta Barat dari A sampai Z


Memiliki kendaraan bermotor berarti tiap tahun harus perpanjang STNK dan bayar pajak kendaraan. Sehingga di jalan kita tidak perlu kucing-kucingan dengan Pak Polisi. Jika hilang STNK atau sim maka harus diurus langsung di gedung Samsat sesuai ktp pemilik kendaraan tersebut.

Motor Revo yang saya gunakan sekarang belum menjadi hak milik saya pribadi, motor second ini saya beli dari adik saya Farhad dan dia beli dari salah satu guru Kuttab Depok, dulu beliau tinggal dan berktp Kalisari, Jakarta Timur, namun sudah dua tahun ini beliau dan keluarga pindah ke madrasah Alfatih Hambalang.

Maka untuk memenuhi syarat pengurusan STNK yang harus menggunakan ktp asli pemilik motor, hari kamis kemarin saya ke Hambalang dan meminjam ktp beliau untuk pengurusan stnk yang hilang.

Hari Jumat pagi saya menuju Samsat Jakarta Timur di daerah Jatinegara, karena pengurusan perpanjangan tahunan sebelumnya di samsat ini. Sampai disana saya mengisi formulir stnk kemudian diarahkan untuk langsung menuju tempat cek fisik motor yang ada di belakang gedung samsat, di sebelah kiri dari jalur keluar kendaraan.

Ketika motor dipegang teknisi samsat, dia bilang untuk cek fisik motor saya dilakukan di Samsat Jakarta Barat di Daan Mogot, karena plat motor saya berakhiran BAP, dimana B menunjukkan barat, maka pengurusan pembuatan stnk baru harus disana.

Pagi ini, habis subuh sekitar jam setengah enam, saya sudah manasin motor dan siap menuju Samsat Jakarta Barat, dengan modal Google Map di HP. Alhamdulillah, jam 8 pagi sudah sampai di tempat.

Samsat Jakarta Barat terletak di Jl. Daan Mogot KM. 13, Cengkareng, Jakarta Barat 11720. Posisinya sangat dekat dengan Busway Samsat Barat.

Dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk mengurus kehilangan hendaknya dipersiapkan. Kasus kehilangan, harus membawa surat kehilangan dari kepolisian setempat dan jika yang mengurus diwakilkan atau bukan pemilik motor sesuai ktp seperti saya maka harus dibuatkan surat kuasa dengan tanda tangan di atas materai.

Dokumen di atas disiapkan sebelum berangkat dan jangan lupa bawa pulpen agar mudah mengisi formulir dan tidak meminjam orang lain.

Ketika syarat sudah di tangan, ikuti langkah berikut:

1.

Mengisi formulir pendaftaran Cek fisik kendaraan. Datang ke loket pendaftaran kemudian disana akan dicek kelengkapan surat baru kemudian diberikan formulir cek fisik, isi formulirnya kemudian antri di jalur cek fisik motor.

Antrian cek fisik di Samsat jakarta barat lebih rapi daripada di samsat jakarta timur. Ada polisi yang standby merapikan dan mengingatkan pelanggan agar rapi dan sesuai jalur antrian.

Cek fisik dilakukan untuk mengecek perubahan kendaraan. Karena, bisa saja warna berubah, fisik berubah, bentuk berubah. Kendaraan betul-betul ada kesesuaian dengan kondisi lima tahun yang lalu.

Teknisi mengecek motor kita, body motor kemudian beberapa bagian ditempel kertas khusus.

Selesai cek fisik, tidak ada pungli yang dimintakan petugas, hal ini sesuai dengan arahan Kepala Bidang Regident Korlantas Polri, Kombes Pol Refdi Andri ketika diwawancarai Viva.co.id bahwa “Tidak ada biaya. Cek fisik itu semuanya gratis, karena merupakan kewajiban pelaksana,”. Namun saya menemukan hal yang berbeda ketika kemarin mengurus cek fisik di Samsat jakarta timur, teman di depan saya memberikan uang 10 ribu untuk petugas.

Setelah cek fisik, parkir motor atau kendaraan di tempat parkir, lalu menuju loket pengesahan cek fisik, tunggu sampai nama kita dipanggil.

2.

Karena hilang stnk, saya diarahkan ke lantai 5 gedung samsat untuk mengurus surat pajak motor saya, untuk memastikan bahwa pajak tahunan sudah saya bayar sebelum membuat stnk baru.

3.

Ke lantai 3 untuk meminta formulir pendaftaran STNK hilang, diisi sesuai keterangan kendaraan lalu lingkari bagian bawah tentang Perubahan – STNK Hilang. Biaya 5 ribu rupiah.

4.

Datang ke loket khusus di lantai 1 untuk dilihat kembali kelengkapan surat dan formulir, jika sudah lengkap diarahkan ke bagian Arsip, yan ada di sebelah lift lantai satu sebelah kanan lurus, disitu semua kelengkapan dilihat lagi dan di cap oleh petugas.

5.

Ke TU Polri di lantai 4 untuk untuk mengurus cek blokir (mengurus surat keterangan STNK hilang dari samsat), berisi keterangan keabsahan STNK terkait, misalnya tidak diblokir atau dalam pencarian. Lampirkan hasil cek fisik kendaraan. Tunggu sampao nama kita di panggil, biaya 10 ribu rupiah. Kemudian ke loket sampingnya untuk membuat berita acara kehilangan.

Masalah muncul disini, pak polisi menanyakan siapa nama ini, saya bilang beliau yang punya motor sesuai ktp, beliau memberikan selembar kertas Surat pernyataan stnk hilang yang harus ditanda tangani pemilik kendaraan dan datang lagi hari senin.

6.

Hari selasa saya kembali ke samsat. Ke lantai 4 dan mengurus surat berita kehilangan.

7.

Kelantai 3 dan antri di loket bagian stnk hilang, disini dibuatkan nota untk stnk yang harus dibayar, setelah nama kita dipanggil, lalu ke loket sampingnya untuk membayarkan sejumlah uang yang harus dibayar.

Alhamdulillah, Stnk sudah saya dapatkan dengan rincian biaya yang saya keluarkan:

  • surat kehilangan dari polsek: 20.000
  • fhoto copy persyaratan : 3.000
  • matrai 6000 2 biji : 16.000
  • biaya administrasi di loket 4 : 10.000
  • biaya administrasi di loket 3 : 5.000
  • biaya stnk hilang : 100.000,-
  • bayar parkir : 2.000
  • total : Rp. 156. 000,-

kalau harga dibiro jasa bisa sampai 575 ribu, dengan estimasi 400 ribu untuk biro jasa, saran saya mendingan urus surat-surat anda sendiri, meski ribet tapi lebih murah.

Link:

http://m.viva.co.id/otomotif/866606-cek-fisik-kendaraan-bayar-atau-gratis

http://m.viva.co.id/otomotif/865818-daftar-tarif-baru-pengurusan-stnk-dan-bpkb

http://m.viva.co.id/otomotif/motor/816499-bingung-cara-urus-stnk-hilang-atau-rusak-baca-ini

http://m.viva.co.id/otomotif/mobil/866629-catat-biaya-resmi-urus-stnk-hilang

https://m.otosia.com/berita/benarkah-biaya-ganti-stnk-hilang-cuma-rp-50-ribu.html

Lebaran Di Prampelan


Alhamdulillah, kita bisa bertemu debgan idul fitri setelah satu bulan berpuasa. Kenangan selama Ramadan pasti sangat dirindukan setiap muslim, masjid yang ramai setiap shalat lima waktu, membaca Al-Quran bersama sama dan mendengarkan ceramah agama adalah salah satu kenangan ramadan. Semoga kenikmatan Ramadan ini bisa kita rasakan kembali di tahun tahun berikutnya. 

Kesan lebaran di desa Prampelan sangat berbeda dengan tempat lainnya, kami yang tinggal di desa punya kebiasaan tersendiri dan beberapa hal lebih simpel dari kebiasaan di daerah lain. 

Masyarakat Prampelan untuk memenuhi kebutuhan lebaran harus pergi ke pasar Kaliangkrik yang jaraknya 7 kilo dari desa kami, kadang ada yang jalan kaki sejauh itu atau ada juga yang naik mobil sayur sehabis subuh. 

Pasarannya hanya ada dua hari dalam satu minggu yaitu bertepatan dengan hari Pon dan Legi dalam penanggalan jawa. Hari pasaran sebelum lebaran disebut dengan prepegan yaitu hari terakhir pasaran sebelum lebaran, pada hari ini pasar penuh dan berjubel orang yang ingin membeli pakaian baru dan pakaian lebaran. 

Dua hari atau sehari sebelum lebaran atau dalam bahasa jawa Bodo, ibu rumah tangga membuat kue dan makanan sederhana khas desa, ibu saya lebaran ini membuat wajik hijau. 

Biasanya di hari H syawal, kami keliling ke kakek, nenek, pak de, bu de dan lainnya untuk meminta maaf atau dalam istilah kami ujong dengan bahasa jawa. 

Bahasanya seperti ini. 

Ngatoraken sedoyo lepat kulo nyuwon ngapunten artinya mohon maaf semua kesalahan kesalahan kami. Dan biasanya dijawa dengan nggeh sami sami, artinya sama sama, atau dengan jawaban yang lebih panjang lagi. 

Lebaran ini, saya gak sendiri lagi, saya keliling desa ditemani istri tercinta dan adik adik saya. Alhamdulillah semoga lebaran teman semuanya juga berkesan. 

Asyiknya Mudik Lebaran


Jelang hari lebaran yang tinggal menghitung hari, jam terasa amat lambat karena menunggu waktu mudik yang dinanti. 

Mudik merupakan ritual wajib pagi para perantau seperti saya. Terlebih lagi orang tua dan mertua masih ada di kampung halaman, tentunya mereka sangat mengharapkan anak anaknya bisa berkumpul waktu lebaran. 

Lebih dari 10 tahun menjadi anak rantau, selama itu pula saya sudah merasakan nikmatnya mudik lebaran. Rasa pulang kampung pas lebaran berbeda dengan pulang kampung di hari hari biasa.  

Berbeda dengan istri saya, dia tipe yang gak bisa jauh dari orang tua, ketika kuliah di Solo, mesti satu bulan sekali menyempatkan jenguk orang tua di kampung, adapun saya, terbiasa pulang setahun sekali setiap hari lebaran saja. 

Maka beberapa hari ini, istri sakit batuk dan pilek, mungkin  karena ingin cepat pulang, saya bilang seperti ini, insya allah kalau sudah di rumah, batuk dan pileknya hilang.. 
Suasana itikaf malam ini di masjid Assalam PU sunyi sekali, mungkin karena ini malam genap puasa, masih banyak jamaah yang memilih iktikaf di malam ganjil saja. Fokus saya pun teralihkan bukan hanya ibadah tapi juga ke rencana mudik lebaran besok. 

Hari Ahad kemarin saya datang ke pol Sinar Jaya menanyakan tiket, dan diinfokan kalau mau beli tiket besok pagi jam 5 datang ke pol beli tiket. 

Maka semalam, saya sudah melaksanakan tarawih sendiri di masjid PU, bangun jam 2 pagi ikut shalat Tasbih 2 rakaat, selesai shalat langsung meluncur ke pasar minggu beli tiket. 

Ternyata sudah lumayan banyak yang menunggu beli tiket, loket baru buka jam 5 pagi tapi jam 3 an saja sudah mulai ramai berdatangan. 

Mudik ke kampung halaman amatlah menyenangkan meskipun sampai berpeluh dan berdesak desakan mendapatkan tiket. 

Sadarkah anda kalau kelak kita akan mudik (kembali) kepada sang Pencipta, Allah SWT. Kembali kepada Allah adalah mudik yang pasti kita lakukan suatu hari nanti. 

Kematian adalah lebaran terakbar kita, karena kembali mempertemukan kita dengan pencipta, khaliq dengan makhluq-Nya. 

Tidak perlu pakaian bagus dan mobil kinclong ketika kembali kepada-Nya, karena pakaian kita hanya keimanan, perhiasan kita hanya ketakwaan dan kekayaan kita hanyalah dari pahal ibadah yang kita perbuat. 

Maka lebaran yang paling asyik adalah ketika kita kembali kepada Allah dalam keadaan suci. Lebaran yang paling asyik saat kita bersama saudara dan keluarga dikumpulkan di surga Allah Swt. 

Sehari Bersama Buya Hamka


Buya Hamka, sosok ulama inspirartif dan menjadi rujukan ulama di Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Buya Hamka dalam buku buknya selalu memberikan semangat pada generasi muda pada waktu itu untuk berjuang mengisi dan mempertahankan kemerdekaan, dengan memakai dasar yang kukuh dalam jiwa mereka.

Maka buku buku Buya Hamka tidak pernah lekang di makan zaman dan usia. Semangatnya terus membara dalam karya karyanya.

Senang sekali hari ini bisa ikut hadir di seminar sehari yang diadakan INSISTS Jakarta, dan membahas khusus semua perihal Buya Hamka.

Semoga, sehari bersama Buya Hamka, semakin mengenalkan saya pada pribadi hebat beliau.

Materi seminar bisa dilihat di flyer ini.

Insya Allah, ilmu yang saya resume di seminar ini akan saya share di blog sederhana ini. Terima kasih.

Alhamdulillah, seminar hari ini berjalan sukses. Saya mendapatkan beberapa bingkisan buku dari panitia yaitu buku Dari Lembah Cita Cita karya Buya Hamka dan buku karya Dr. Adian Husaini berjudul Mewujudkan Indonesia Adil dan Beradab.

Satu lagi bingkisan sertifikat dari INSISTS.

IMG_20170610_171446

%d bloggers like this: