Pengalaman Golput


​​Pengalaman pertama nyoblos di tahun 2014 lalu waktu pemilu presiden. Awalnya saya gak mau karena pengalaman teman yang mengurus dipersulit petugas. Tapi, waktu nyoba ke kantor kecamatan Jagakarsa, alhamdulillah tidak sesulit yang dibayangkan. 

Dari dulu ikut golput, tidak memilih partai manapun. Kampanye pun tak pernah ikut, ada prioritas yang lebih diutamakan yaitu belajar dan menuntut ilmu. 

Di pesantren, ustadz melarang kita pulang ke kampung untuk nyoblos dan ikut pemilu karena sistem yang sekarang digunakan bukan islami tapi buatan orang kafir. 

Maka kalau ada pemilu, pesantren libur dan santri di kamar sampai agak siang baru mereka boleh keluar, atau kalau tidak, pesantren mengadakan acara di luar pesantren. 

Kemudian dengan bertambahnya ilmu, hal itu mulai sedikit berubah dan tidak terlalu ekstrim, tentunya dengan merujuk nasihat dari para ustadz yang saya percayai keilmuannya.

Dengan tidak memilih akan menjadi lebih parah, karena kita lepaskan semua pada pasar, dan kita menjadi manusia yang tidak berani bertanggung jawab atas lingkungan dan merasa acuh tak acuh pada pemerintahan yang berjalan karena merasa tidak memilih, dan ini sangat tidak memberi kontribusi bagi perbaikan sistem.

Sebelumnya sempat berfikir, bahwa dengan banyak yang GolPut, anggap 60%, maka pemerintah akan menyadari bahwa sistem gagal, sehingga harus direkayasa ulang. Bisa jadi ada kekosongan pimpinan, dan ini bisa berakibat chaos.

Namun ternyata dengan sistem demokrasi yang kita anut, walaupun ada 99% GOLPUT dan 1% pemilih maka yang 1% itu diakui. Bagaimana kalau yang 1% itu justru yang paling kacau diantara semua pilihan. 
 
Maka akhirnya saya sadar untuk ikut memilih dengan resiko yang harus saya tanggung, hidup adalah resiko yang harus kita pertanggung jawabkan bukan? setidaknya saya memilih yang menurut saya terbaik dari semua pilihan, toh dalam hidup ini juga tidak ada yang sempurna.
 
Dan saya mengajak kepada umat Islam untuk tidak GolPut, utamanya orang yang sudah ber-KTP Jakarta, hendaklah memlilih pemimpin yang muslim. Tahukah anda, bahwa jutaan rakyat Indonesia berharap dirinya adalah warga DKI sededar untuk nyoblos dan menyelamatkan agama dan negara. 

Memilih pemimpin berdasarkan agama tidaklah melawan konstitusi NKRI karena toh UUD 45 menjamin tiap warga untuk memeluk agamanya dan beribadah menurut keyakinannya. 
Kebebesan beragama dan beribadah menurut ajaran agama adalah HAM yang dilindungi konstitusi. 

Masyarakat Indonesia umumnya adalah masyarakat religius. Sehingga, tidak bisa jika masyarakat dituntut untuk tidak menggunakan agama dalam kehidupannya, termasuk dalam hal memilih pemimpin.

Jika pemimpin non-Muslim yang memimpin, dalam banyak kasus, kaum Muslimin berada dalam diskriminasi dan dilanggar hak-haknya. 

Semoga Allah selalu memberikan taufik dan hidayah kepada kita. Insha Allah.

Demikian. 

Super Intelligent Software, Inti Cinta Dalam Diri Manusia


Manusia memiliki medan magnet, medan magnet artinya daerah sekitar yang masih dipengaruhi oleh magnet. Seseorang akan memancarkan medan magnet kepada sekitarnya, sehingga orang disekitarnya akan merasakan gekombang elektro magnet dari orang tersebut. 

Sebagai contoh, Orang yang bahagia akan memancarkan gelombang kebahagiaan kepada orang yang disekitarnya, sebaliknya orang yang sedih akan memancarkan gelombang kesedihan kepada orang disekitarnya pula. 

Dalam Medan magnet manusia terdapat inti cinta yang disebut Super Intelligent Software (SIS), inti inilah yang menjadikan seorang ibu mencintai anaknya, lelaki perempuan menyayangi pasangannya. 

Ada energi kuantum yang harus diberikan kepada setiap sel dalam tubuh. Setiap pertemuan protein laki – laki dan protein wanita akan dimasuki super intelligent software.
Jika manusia meninggal dan perangkat keras seorang manusia berhenti berfungsi, tidak ada reaksi neuron dan proton, akibatnya tidak ada lagi Medan Magnet dan Super Intelligent Sofware (SIS) pun hilang.

Lalu kemanakah Super Intelligent Software itu? Prof. BJ. Habibie berkeyakinan bahwa Super Intelligent Software itu mencari Medan Magnet yang compatible dengan Super Intelligent Software kita dan Medan Magnet yang compatibel ada dua yaitu:

1. Magnet ibunya

2. Medan Magnet disebabkan Cinta Ilahi, cinta yang manuggal sepanjang masa.

Mungkin karena itulah kenapa jika ibu atau pasangan yang kita cintai hilang dari kehidupan, kita akan tetap  merasakan kehadirannya. 
Bahkan terkadang seseorang bisa ‘kemasukan’ sifat dari pasangannya. 

Saya ambil contoh dari pak Habibie, beliau pernah bercerita kalau dia orangnya urakan, tidak suka tepat waktu dan tidak disiplin. Setelah istrinya meninggal, seakan akan ada perubahan, beliau menjadi lebih disiplin dan tepat waktu, seakan akan jiwa Ainun masuk dalam dirinya. 

*Sumber: Ceramah Prof Habibie di Haul Ainun yang kelima. 

Memperpanjang STNK Di Samsat Jaktim


​Awal bulan januari, tersiar kabar kalau pemerintah akan menaikkan biaya pajak motor menjadi 3 kali lipat, ini sempat membuat saya was was ketika tahu di tanggal 4 ini hari terakhir saya memperpanjang STNK dan katanya jika terlambat sehari pajak bisa lebih mahal. 

Cukup merepotkan, motor yang sekarang saya pakai belum jadi hak milik saya, motor ini saya beli tangan kedua dari adik, dan adik membeli dari temannya yang tinggal di Depok. 

Nah, teman adik saya ternyata sudah pindah mengajar ke Hambalang, maka kemarin saya ke rumahnya di Hambalang meminjam ktp si pemilik motor pertama. Alhamdulillah dimudahkan oleh Allah. 

Tepat jam 08.00 sabtu pagi, saya berangkat menuju Kantor Samsat DKI Jaktim tempat pengurusan STNK motor. Tak disangka, hari setengah libur pun jalanan di Jakarta masih saja macet, akhirnya saya agak terlambat sampai tempat tujuan. Sekitar jam 09.30 saya sampai di Samsat Jaktim yang terletak di Kebon Nanas. 

Di depan Samsat ada seorang calo yang menawarkan jasa pengurusan STNK, tetapi karena ingin mengurus sendiri, saya langsung menuju tempat mengurus pajak yang tidak jauh dari tempat parkir motor. 

Berikut ini tips membayar STNK yang bisa saya bagikan ke pembaca. 

  1. Siapkan fotocopy berkas seperti BPKB, STNK, KTP masing-masing 1 rangkap
  2. Bawa Pulpen Sendiri, biar tidak ribet harus pinjam orang lain atau merepotkan petugas Samsat.
  3. Datanglah pagi sekitar jam 09.00wib atau setelah jam makan siang sekalian sekitar jam 13.00wib
  4. Saat sampai di samsat, untuk samsat Kebon Nanas, Jakarta Timur, langsung saja menuju bagian informasi untuk mengambil formulir. 
  5.  Jika pemilik kendaraan tidak sama dengan yang mengurus maka perlu dibuat surat Kuasa. 
  6. Setelah di isi, serahkan formulir ke loket 1 beserta berkas yang sudah disiapin sebelumnya (strepless jadi 1, bisa pinjam di bagian informasi streplessnya) untuk mendapatkan nomor antrian.
  7. Setelah di panggil dan dapet struk tagihan pajak, segera ke loket pembayaran untuk membayar pajak kendaraan, gak perlu mengantri, karena ada 2 loket untuk pembayaran.  
  8. Setelah selesai bayar, langsung aja menyerahkan struk yang sudah di stempel lunas ke loket terakhir (loket pengambilan STNK), antri sebentar dan  tunggu nama anda di panggil untuk STNK/Pajak baru kendaraan anda. 
  9. Jika di daerah anda ada jasa SIM/STNK keliling, bisa langsung ke lokasi untuk pembayaran pajak tahunan, namun untuk perpanjang STNK atau pembayaran pajak tahunan yang sudah telat melebihi 1 tahun, harus dilakukan di Samsat.

Secara keseluruhan, pelayanan untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor di samsat sudah lebih baik di banding tahun-tahun sebelumnya, di mana prosesnya lebih transparan dan lebih cepat (walaupun pelayanan masih begitu kaku dan masih ada orang-orang  yang berusaha menjadi calo dengan menawarkan jalan pintas dan proses cepat. padahal pada dasarnya prosesnya juga tidak terlalu ribet dan tidak lama, jika kita sudah tahu prosedurnya.

Saran saya bagi teman teman yang punya waktu dan tidak perlu menempuh jarak terlalu jauh untuk sampai ke samsat, silahkan urus sendiri, prosesnya cepat dan mudah, ikuti saja seperti yang share di atas. 

Demikian sharing saya tentang proses pembayaran perpanjangan pajak tahunan kendaraan bermotor, untuk mobil saya rasa sama aja, yang beda paling hanya angka yang harus di bayar, hehehe. 

Pembayaran pajak saya tahun ini tidak jauh beda dengan tahun kemarin, hanya ada tambahan biaya administrasi sebesar 25.000,-. Total pajak saya tahun ini 150.000,-.

Semoga bermanfaat ya untuk teman  semua, budayakan untuk mengurus sendiri. 😬😀😂

Menuju Postingan Ke 1000


Mencapai 1000 tulisan dan 1 juta lebih pembaca itu sesuatu banget. Suka duka banyak saya rasakan selama perjalanan ini. 

Terima kasih dan syukur, saya sampaikan kepada Allah swt yang selalu  memberikan taufiq dan inayah-Nya sehingga saya bisa terus menulis. 

Keluarga dan teman juga kami sampaikan terima kasih atas dukungan selama ini. 

Secara khusus saya sampaikan terima kasih kepada Ust. Zain An-Najah. Beliau yang pertama kali memperkenalkan dunia menulis di blog kepada saya. 

Juga kepada Ust. Farid Okbah dan Ust Arifin Jayadiningrat, ilmu dan kajian beliau yang selalu menjadi inspirasi dan berharap agar kelak ilmu kami bisa seperti beliau berdua. Amiin

Acara kecil kecilan rencananya akan saya adakan bersama istri tercinta. Sederhana tapi bermakna. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah swt. 

Semoga ke depan bisa lebih baik lagi…💪💪💪

Teh Zaitun Dari Jonggol Farm


Beberapa tahun yang lalu saya pernah terlibat menjadi pengurus di Akademi Thibbun Nabawi (Akthin) yang terletak di Kampung Sawah Bekasi. Selain mengurus administrasi mahasiswa saya juga dapat ilmu dari kuliah yang disampaikan dosen di kelas. 


Kesempatan ini saya manfaatkan betul untuk mengenal lebih dalam kedokteran Islam seperti bekam dan tanaman obat Islami seperti habbatus sauda, madu, tin dan zaitun. 

Selepas dua tahun di Akthin, saya pindah ke Jakarta mendalami ilmu pendidikan dan karakter bersama Ust.Arifin Jayadiningrat. 

Setelah beberapa waktu tidak bergaul dengan kedokteran islam, saya dapat kesempatan lagi ketika adik saya menjadi pembimbing atau kyai di Madrasah Pertanian Al-Filaha yang terletak di Jonggol Farm. 

Berkumpul mahasiswa dari berbagai macam alumni universitas untuk belajar dan praktek langsung cara menanam tanaman Alquran. 

Jonggol Farm sedang membudidayakan zaitun, kurma, sorgum dan lain lain di areal seluas 12 hektar lebih. 

Nah,…kemarin saya berkesempatan merasakan daun teh zaitun dari Jonggol Farm, rasanya enak dan segar… Teh Zaitun dikenal mengandung antioksidan paling baik. 

Masih baru petik dari kebun dan dikeringkan, belum sempat dibuat ekstrak, itu teh yang saya rasakan. Jadi bentuknya masih seperti zaitun kering yang dirajang, direbus dengan air dan dicampur dengan jeruk nipis. 

Laman Boldsky menyebutkan beberapa manfaat lain sebagai berikut:

  1. Membantu menjaga berat badan dan menurunkan berat badan.
  2. Mencegah osteoporosis.
  3. Mencegah kanker jenis tertentu. 
  4. Pertolongan pertama sinusitis, pneumonia, dan sakit tenggorokan.
  5. Mengobati kelelahan kronis, pilek, radang sendi, dan psoriasis.

Sekian sharing pagi ini… Terima kasih. 

Cabe Golkar Dari Prampelan


Masyarakat Jawa Barat, khususnya di Bandung menyebut cabe ini Cabe Gendot dengan ejaan “e” yang dibunyikan seperti kata “cabe”. Bukan seperti melafalkan huruf “e” seperti pada kata “melihat” atau “merawat”.


Di daerah Jawa khususnya pegunungan Dieng, cabe ini disebut Cabe Gendol, karena bentuknya yang gemuk dan gendol gendol ketika di pohon cabe. 

Selain di Dieng, di daerah saya dusun Prampelan desa Adipuro, cabe ini bisa tumbuh dengan bagus yang tingginya 1000 lebih di atas permukaan laut. 

Di prampelan, namanya bukan Cabe Gendot atau Cabe Gendol, tapi namanya Cabe Golkar. Nah, ada cerita sendiri kenapa di prampelan dinamakan persis dengan nama salah satu partai yang pernah berkuasa. 

Kata Bapak saya,  cabe ini muncul di tempat kami ketika sedang jaya jayanya partai Golkar, sebelum tahun 98 partai beringin kuning  menang dimana mana dan pak Harto selalu terpilih kembali menjadi presiden. 

Dalam Wikipedia Indonesia, cabe gendot atau golkar dikenal juga dengan nama cabe gendol (Capsicum chinense). Di dunia internasional dikenal pula dengan sebutan Habanero yang merupakan  salah satu spesies cabai dari Capsicum
Cabai ini diperkirakan berasal dari semenanjung Yucatan dan menyebar ke seluruh dunia melalui perdagangan dan perpindahan manusia.

Bagi sebagian orang, cabai ini sangat pedas bahkan melebihi pedas cabai rawit. Tingkat kepedasan cabai gendot mencapai 100.000-350.000 Skala Scoville.

Penghasil cabai gendot terbesar di dunia adalah Meksiko, yang tumbuh di Yucatan, Campeche, dan Quintana Roo, meskipun ada perkebunan komersial di Belize,Kosta Rika,Texas, dan California.

Bentuk cabe gendot mirip paprika, namun besarnya hanya seukuran jempol kaki orang dewasa saja. Warna saat panen yang tepat ketika cabe berwarna hijau. Setelah tua akan berwarna hijau kekuningan hingga merah menyala.

Soal rasa, cabe yang bertekstur mirip dengan paprika ini memiiliki rasa yang sangat pedas, berbanding terbalik dengan paprika yang manis dan dapat dikonsumsi langsung tanpa dimasak sekalipun.

Kata bapak saya yang menanam sendiri cabe Golkar di kebun, cabe Golkar ini pas dipanen sewaktu berwarna hijau atau setengah matang menuju warna kuning. Jika sudah terlalu matang akan berwarna merah terang dan kurang laku dipasaran.

Kalau sudah merah biasanya harga akan lebih murah ketimbang yang masih berwarna hijau. Harga di pasar tradisional rata-rata Rp.5.000 per kilogramnya,” ujarnya.

Bapak juga mengatakan cabe Golkar sangat cocok untuk masakan tumis-tumisan seperti tumis cumi, daging, ayam dan campuran sayuran. Karena rasa dan teksturnya sangat mirip dengan paprika, sehingga penggunaannya juga lebih banyak untuk tumisan.

Berbeda dengan paprika yang tidak pedas dan cenderung manis, cabe gendot memiliki rasa pedas dan hangat yang lama di mulut. Jangan coba-coba memegang cabe gendot dengan tangan telanjang jika anda tidak tahan rasa pedas karena rasa hangatnya bisa bertahan hingga 12 jam.

Cabe golkar umumnya berbiji  kehitaman dengan ukuran  sama dengan biji cabai pada umumnya.
Cabe ini dapat bertahan 10 hari di suhu ruang dan dapat lebih dari sebulan jika berada di lemari pendingin. 

Alhamdulillah, lewat obrolan dengan bapak kemarin di Jonggol, saya jadi tahu kenapa cabe ini disebut golkar di prampelan. Kalau sempat ke prampelan silahkan lihat lihat budidaya cabe golkar disana… 

Cabe Golkar di Prampelan

Alhamdulillah… Keponakan Baru


Sore hari, 14 Januari 2017. Beberapa menit menjelang seruan adzan maghrib. Saya dan istri mencoba telpon ke nomor adik saya di Jonggol. Dia sedang hamil dan HPL nya katanya hari itu. 

Berkali kali kami telpon tapi gak terangkat, hati kami jadi sedikit gelisah. Pasalnya jarak dari rumah adik ke bidan cukup jauh dan lewat turunan dengan jalanan jelek yang menghubungkan antara perumahan cintra indah dan kampung adik saya. Dan rencananya akan dibawa pakai motor, wah.. rawan dan mengkhawatirkan. 

Setelah beberapa menit, adik saya Farhad telpon ke saya kalau anaknya yang ketiga sudah lahir dengan selamat, cukup gede, katanya 3 kiloan. 

Tak lupa kami mendoakan kepada mereka. 

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي المَوهُوبِ لَكَ , وَشَكَرْتَ الوَاهِبَ , وَبَلَغَ أَشُدَّهُ , وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

“Semoga Allah memberkahi anak yang dianugerahkan kepadamu, semoga kamu bisa mensyukuri Sang Pemberi (Allah), semoga cepat besar dan dewasa, dan engkau mendapatkan baktinya si anak.”

Saya dan istri langsung meluncur ke Jonggol malam itu juga. Rumah adik kosong, istri diminta jaga rumah dan nemenin anak pertama, Raihan. 

Jam 10-an sudah sampai di Jonggol Farm, saya istirahat sebentar dan langsung pergi ke Jakarta lagi untuk menjemput bapak dan ibu yang malam tadi perjalanan Magelang – Jakarta. 

Sekarang bapak dan ibu sedang istirahat, beliau berdua kecapean, perjalanan malam yang melelahkan, tidak kurang dari 12 jam bapak dan ibu di dalam bus. 

Bapak ibu membawakan sayur dan buah untuk kami. Ini sudah jadi kebiasaan beliau setiap ke Jakarta. Sayur kubis, jipang, kentang yang semuanya fresh dari kebun sendiri. Ada juga cabe ‘golkar’ demikian orang desa kami menyebutnya. Katanya jenis cabe ini hanya tumbuh di dataran tinggi Dieng dan daerah saya. Bentuknya sedikit mirip dengan tomat. 

Alhamdulillah, semoga kelak menjadi anak shalih dan pejuang islam,  kebanggaan orang tua di dunia dan akhirat. 

%d bloggers like this: