• Selamat datang di blog Jumal Ahmad. Saya sedang meneliti tentang Meta-Level Reflection dalam Pembangunan Karakter. Semoga dimudahkan dan bermanfaat.

  • Categories

Ustadz Abdul Somad tentang Pohon Ghorqod di Israel


Al-Hafizh Ibnu Hajar ketika menuliskan komentar Hadits Ghorqod berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”. [Fathul Bari (6/610)].

Kehancuran Israel berarti kiamat telah dekat, sehingga banyak orang mempertahankan eksistensi Negara Israel tersebut, namun janji Allah dan Rasul-Nya pasti akan terlaksana. Hadits pohon Ghorqod sebagai berikut:

“Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi, sampai-sampai orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi akan berbicara; Wahai orang Islam, hai hamba Allah! di belakangku ada orang-orang Yahudi, kemarilah, bunuhlah dia, kecuali pohon Ghorqod, sebab ia itu sungguh pohonnya Yahudi”. (HR. Ahmad)

“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shahih-nya (2922)].

Dai kondang Ustadz Abdul Somad dalam salah satu kajian viralnya pernah membahas tentang Pohon Ghorqod. Silahkan disimak di video berikut:

Republika pernah menulis tentang Anne Marie Oliver dan Paul F Steinberg, dua orang penulis buku The Road to Martyrs’ Square: A Journey into the World of the Suicide Bomber yang melakukan studi langsung ke Palestina dan Israel demi menelusuri tentang pohon Gharqad.

Keduanya mewawancarai sejumlah Syaikh Hamas, termasuk Syaikh Ahmad Yasin semasa hidup beliau. Keduanya juga pergi ke Israel untuk mencari pohon gharqad dan keyakinan orang-orang Yahudi tentang pohon tersebut.

Dari wawancara dengan sejumlah Syaikh Hamas, Anne Marie Oliver dan Paul F Steinberg mengetahui bahwa menurut hadits Nabi, kelak orang Islam akan memerangi orang-orang Yahudi. Pada peperangan akhir zaman itu, semua pihak akan menunjukkan tempat persembunyian orang Yahudi hingga batu-batu pun akan menunjukkannya kecuali pohon gharqad. Pohon gharqad merupakan pohon Yahudi.

Ketika keduanya bertanya seperti apakah pohon gharqad, Syaikh Hamas yang tengah diwawancarai saat itu meminta keduanya pergi ke Israel dan bertanya pada orang-orang Yahudi di sana.

Anne Marie Oliver dan Paul F Steinberg lantas pergi ke Israel. Namuan orang-orang Yahudi yang ditanyai tentang pohon gharqad, mereka tersenyum sambil menatap serius seperti terbongkarnya sebuah rahasia.

“Kami diberitahu untuk ke sana dan ke sini, untuk menemukan pohon tersebut,” tutur Anne Marie Oliver seperti dikutip Republika.

Banyak versi pohon gharqad menurut informasi orang-orang Yahudi Israel yang ditemui Anne Marie Oliver dan Paul F Steinberg. Ada yang menunjukkan bahwa pohon gharqad bisa ditemukan di gerbang Jaffa, ada yang mengatakan pohon gharqad adalah semak-semak, hingga ada yang mengatakan bahwa pohon gharqad hanyalah simbol metafora.

Kendati mereka memberikan beragam informasi yang tidak seragam, pohon gharqad sangat dikenal di kalangan Yahudi Israel, khususnya kalangan nasionalis ortodox.

“Mereka memasukkan hadits-hadits Nabi Muhammad(tentang Gharqad) itu dalam kurikulum SMA mereka, yang kemudian diinterpretasi oleh kalangan Islam sebagai bukti bahwa orang-orang Yahudi mengakui kebenaran hadits Nabi yang menubuatkan akhir nasib orang-orang Yahudi,” lanjutnya.

Cukup lama Anne Marie Oliver dan Paul F Steinberg kesulitan menemukan manakah spesies pohon yang benar-benar merupakan pohon gharqad. Pertanyaan itu baru terjawab ketika mereka mewawancarai Syaikh Ahmad Yasin.

Pendiri Hamas itu lantas membawa keduanya ke belakang rumah dan menunjukkan contoh pohon gharqad. Dan ternyata, pohon yang lebat dan berduri itu kini telah ditanam mengelilingi permukiman Israel.

Sumber Bacaan lain:

http://www.mille.org/people/steinbergoliver.html

https://www.academia.edu/13625418/Gharqad_Berduri_Pohon_Yahudi

https://ahmadbinhanbal.wordpress.com/2013/02/17/zionis-yahudi-berlomba-tanami-pohon-ghorqod-di-tanah-palestina/

Pernyataan Sultan Abdul Hamid (Payitaht Abdul Hamid) tentang Palestina


Jumat yang lalu Palestina, negara negara Arab dan Islam menjadikan Jumat untuk menunjukkan kemarahan kepada Israel, Amerika dan siapapun yg mendukungnya. Selepas Trump mengumumkan kebodohannya.

Menjelang pukul 20.00 wib, waktu asar di Palestina, telah jatuh korban luka 120 orang karena peluru tajam dan karet serta gas air mata. Dan hanya sepuluh menit berikutnya korban telah bertambah menjadi 217 orang.

Negara Arab dari timur sampai barat keluar ke jalan menunjukkan kemarahan. Presiden Tunisia memanggil Dubes Amerika dan menyatakan penolakan negaranya thd pengumuman Trump. Pemerintah Jordania secara resmi mengajak rakyatnya keluar ke jalan. Negara Islam seperti Turki, Somalia dan lainnya pun keluar ke jalan.

Mereka semua marah. Al Quds/Jerusalem tak akan pernah berubah menjadi ibukota Israeli. Karena mereka tidak punya hak sama sekali terhadap bumi Palestina.

Ini reaksi umat Islam terhadap pengumuman yang mencederai kemuliaan tanah suci mereka.
Bahkan Ismail Haniyya dari Gaza telah mengumumkan kembalinya Intifadhoh Kemerdekaan.

Cukup aneh adalah pernyataan Mufti Saudi yang mengeluarkan Fatwa “Haram hukumnya memerangi Yahudi Israel”. Fatwa ini disambut gembira oleh PM Israel, dan dia mengundang Mufti Saudi utk berkunjung ke Israel dan akan disambut meriah.

Wallahu a’lam apa alasannya. Yang pasti, ini reaksi Menteri Komunikasi Israel, Ayyub Qara, melalui akun twitternya:

أشكر مفتي السعودية عبد العزيز آل الشيخ الذي أفتى اليوم (الإثنين) بحرمة قتل اليهود، وقال إن حماس تنظيم إرهابي يضر الفلسطينيين، وإن التظاهرات من أجل الأقصى غوغائية، وإنه يمكن التعاون مع الجيش الإسرائيلي من أجل القضاء على حزب الله؛ ولذلك أدعوه لزيارة إسرائيل ليحظى باستقبال حافل واحترام.

Sebelumnya, mufti Saudi menjawab pertanyaan terkait penyerangan Masjid al-Aqsa di sebuah program televisi lokal.

Abdul Aziz alu Syaikh mengatakan tidak boleh berperang melawan Zionis Israel dan dalam memerangi Hizbullah bisa berkerja sama dengan tentara Israel.

Ada yang aneh dengan Arab Saudi semenjak Putera Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman menguasai pemerintahan, dan dinobatkan sebagai penerus selanjutnya tahta Kerajaan setelah Raja Salman mangkat.

Situs yenisafak.com bahkan menyampaikan larangan resmi dari pemerintah Saudi kepada rakyatnya untuk tidak ikut serta turun jalan menolak Aksi Trump’s dan meminta televisi dan Surat kabar mengurangi pemberitaan perpindahan Duber AS ke Jerusalem.

Kantor Duta besar Saudi di Amman menulis in di laman twitternya: “The embassy calls upon its citizens living in Jordan and its students studying in Jordanian universities to stay away from places of public gatherings and protests in order to protect their safety.”

Semestinya Mufti Saudi mengajak Saudi memerangi Israel sebab Saudi punya semua kelengkapan perang dan tentara yang lengkap bersenjata, apa yang ditunggu lagi?

Harusnya Saudi tidak bersikap demikian, ia mesti bersama umat Islam dunia mengutuk Trump. Mencontoh semangat Sultan Abdul Hamid ketika tanah Al-Quds ingin dikuasai dengan pernyataan beliau yang terkenal berikut:

Aku tidak dapat memberikan walau sejengkal dari tanah ini (Palestina) karena ia bukan milikku, ia adalah hak umat Islam. Umat Islam yang telah berjihad demi bumi ini dan mereka telah membasahinya dengan darah-darah mereka. Yahudi bisa menyimpan uang dan harta mereka.

Jika Kekhalifahan Islam ini hancur pada suatu hari, mereka dapat mengambil Palestina tanpa biaya! Tetapi selagi aku masih hidup, aku lebih rela sebilah pedang merobek tubuhku daripada melihat bumi Palestina dikhianati dan dipisahkan dari kehikhilafahan Islam.

Perpisahaan tanah Palestina adalah sesuatu yang tidak akan terjadi, Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup.”

Sumber:

https://www.dailysabah.com/mideast/2017/11/14/israel-welcomes-saudi-muftis-pro-israel-remarks-invites-him-to-visit-the-country

http://m.yenisafak.com/en/world/israeli-min-welcomes-saudi-muftis-anti-hamas-remarks-2798239

http://m.yenisafak.com/en/world/saudi-arabia-orders-media-outlets-to-limit-coverage-of-trumps-jerusalem-move-2880237

Instagram: Ar_Payiyaht

Twitter: Aljazeera English

Sejarah Kasus Palestina


Mari simak video pendek berdurasi 10 menit berikut ini agar kita bisa mengetahui bagaimana kasus Palestina terjadi.

Video ini membahas serba serbi Palestina dari nama Palestina berasal dari mana, siapa para pendatang ke Palestina, Nabi -Nabi yang diutus di Palestina, kekuasaan yang berkuasa disana dan umat beragama yang hidup rukun di Palestina.

Kemudian munculnya Zionis yang ingin mendirikan negara Yahudi dan mengorganisir imigrasi warga Yahudi di dunia ke Palestina, disebutkan perbandingan awal populasi warga Palestina dan Israel tahun demi tahun, penduduk Israel yang awalnya hanya 3% kini berjumlah 78% dan itu dilakukan lewat prakarsa Inggris dan Amerika lewat perjanjian-perjanjian Internasional.

Salah satu perjanjian itu adalah Balfour pada tahun 1917 yang isinya Ingrris memberikan janji Yahudi membuat negara di tanah Palestina dan mendukung imigrasinya. Perjanjian ini didukung kuat pemerintah Amerika Serikat. Sejak saat itu imigran Yahudi terus bertambah dari yang awalnya hanya 3% saja.

Tahun 1947, Inggris membagi tanah Palestina dan meminta persetujuan dewan PBB yang dikenal dengan resolusi 181. Resolusi ini membagi tanah Palestina menjadi dua, daerah Palestina daerah Yahudi, kemudian daerah masjid Al-Quds.

Tahun 1948, terjadi peperangan antara Arab dan Yahudi/Zionis, yang kemudian dimenangkan Yahudi dan hasil akhirnya Zionis menguasai 78% tanah Palestina. Selanjutnya negara Israel resmi didirikan dengan persetujuan Amerika dan Inggris, tahun setelahnya Israel masuk anggota PBB.

Jika bisa disimpulkan bahwa faktor utama kasus Palestina adalah datangnya imigran besar besaran Yahudi dari seluruh dunia dan keinginan mereka mendirikan negara tanpa mempedulikan nasib penduduk asli. Kemudian agresi ini diperkuat Inggris dan Amerika yang punya andil besar dalam kasus Palestina.

Lebih lengkapnya silahkan disimak di video ini atau kunjungi webnya di http://www.palqa.com/amp/

Fidel Castro pernah ditanya tentang perundingan Palestina dan Israel. Kemudian ia menjawab, “Saya tak mengerti perundingan seperti ini. Kalau saya, maka saya akan berunding dengan Yahudi, dengan cara apa mereka ingin hengkang (dari Palestina), apakah lewat darat, laut, atau udara”.

Hikmah Dibalik Musibah Banjir


Apapun bentuk musibah atau bencana yang melanda, pada hakikatnya memiliki peran besar dalam mendidik jiwa. Jiwa perlu dilatih untuk memiliki keteguhan hati, keteguhan sikap, terlatih dan senantiasa waspada terhadap sekitar.

Musibah merupakan sunnatullah sebagai proses sebab akibat dari tindakan seseorang. Musibah juga merupakan peringatan dari Allah SWT sebagai ujian keimanan dan musibah tidak selamanya tanda kemurkaan Allah SWT.

Saat musibah datang, manusia akan menyadari bahwa tidak ada Perlindungan diri kecuali kepada Allah SWT saja, ketika tidak ada tempat bergantung selain kepada-Nya, tidak ada pertolongan kecuali dari pada-Nya. Allah SWT berfirman: “Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa yang beriman kepada Allah, nescaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya”. (Surah At-Taghabun: 11)

Di antara tanda-tanda kebesaran Allah SWT ialah menjadikan kita atau keluarga sebagai tempat sasaran ujian-Nya. Musibah, memang akan selalu mengikuti manusia di dunia ini karena dunia adalah tempat ujian dan cobaan. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya: “Dan sesungguhnya akan Kami ujikan kamu dengan sedikit daripada ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan.” (Al-Baqarah: 155)

Musibah dan cobaan yang menimpa bertujuan memperbaiki ketakwaan dan kesabaran hamba-Nya, kemudian dipilih siapa yang sukses menerima ujian dengan penuh kesabaran. Dalam sebuah Hadits disebutkan, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Mereka yang banyak menerima ujian itu ialah para nabi, siddiqin dan salihin, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya“.

Ujian yang menimpa hendaknya ditempuh dengan penuh kesabaran karena akan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bukan berarti orang yang Sabar akan bergembira bila ditimpa musibah dan ujian, mereka tetap sedih dan berduka. Namun, mereka tidak akan bertindak diluar batasan Agama.

Dalam Al-Quran disebutkan bahwa orang yang berhasil melewati cobaan dan ujian akan mendapatkan pahala, rahmat dari Allah SWT dan selalu mendapatkan petunjuk. Hati mereka tidak akan terlintas pemikiran kenapa Dia memilih diri atau keluarganya sebagai tempat ujian-Nya.

Allah SWT menyebutkan dalam Qs Al-Baqarah ayat 156 bahwa semua yang ada di alam ini adalah milik-Nya, termasuk orang-orang yang kita cintai, harta benda yang ditakuti akan berkurang dan hilang, seperti pangkat, kedudukan dan pekerjaan. Karena semuanya milik Allah SWT, cepat atau lambat pasti akan kembali kepada pemiliknya yang asli yaitu Allah SWT.

Ada pun diri kita hanyalah sekadar pemegang amanah untuk menjaganya atau memeliharanya. Karena bencana itu kekuasaan Allah SWT secara mutlak, sedangkan Allah tidak pernah zalim kepada makhluk ciptaan-Nya, maka dibalik bencana, musibah atau bala terdapat banyak hikmah bagi para hamba-Nya yang beriman.

Kematian yang menyayat hati akibat banjir atau tanah runtuh adalah ketentuan terbaik pada pandangan Allah, penguasa alam semesta.

Tidak ada yang akan terjadi di alam raya ini kecuali atas izin dan kehendak-Nya. Meskipun, perlu diingat bahwa kehendak-Nya tercermin pada hukum-hukum alam yang diciptakan-Nya. Apabila seseorang tidak menyesuaikan diri dengan kehendak-Nya yang tercermin dalam hukum-hukum alam itu, dia pasti mengalami kesusahan serta kesukaran. Dia akan mengalami bencana, baik pada dirinya maupun sekitarnya.

Di dalam Al Quran, banjir pernah menelan korban jiwa kaum ‘Ad, negeri Saba’ dan kaumnya Nabi Nuh. Peristiwa ini dapat kita telaah dalam beberapa ayat di antaranya Surah Hud ayat 32-49, Surah al-A’raf ayat 65-72, dan Surah Saba ayat 15-16. Secara teologis, awal timbulnya banjir tersebut karena pembangkangan umat manusia pada ajaran Tuhan yang coba disampaikan para nabi. Namun, secara ekologis, bencana tersebut bisa diakibatkan ketidakseimbangan dan disorientasi manusia ketika memperlakukan alam sekitar.

Mengambil Hikmah rentetan fenomena demi fenomena yang terjadi, pastinya dapat direnungi sebagai hasil perbuatan daripada tangan manusia.

Allah SWT berfirman: “Bukanlah Kami yang menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, (disebabkan) citra (kondisi) lingkungan mereka tidak mampu menolong di saat banjir, bahkan mereka semakin terpuruk dalam kehancuran”. (Q.S. Hud: 101).

Maka mari menjadikan musibah yang menimpa sebagai jalan untuk kembali kepada Allah SWT dan jangan mengabaikan tanda-tanda kehadiran Allah dalam musibah yang menjadikan hati gersang dan kacau, dan mengundang jauhnya rahmat Allah.

Sejarah KMI (Kuliyyatul Muallimin Al-Islamiyyah)


Salah seorang pahlawan yang pantas dicatatkan namanya dalam sejarah pendidikan Islam di Indonesia adalah K.H. Zainuddin Fananie, salah seorang Trimurti Pondok Pesantren Modern Gontor, Jawa Timur. Sebagai pejuang kemerdekaan, sosok penuh karisma ini dikenal aktif berdakwah dalam kegiatan sosial dan pergerakan Islam.

Sahabat Buya Hamka ini dikenal sebagai salah satu konsul Muhammadiyah Sumatera Selatan dan aktivis Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Meski sibuk dalam pergerakan kemerdekaan, tak membuatnya lupa menuangkan gagasan intelektualnya.

Di antara karya tulis beliau yang masih menjadi bahan rujukan adalah: Senjata Penganjur dan Pemimpin Islam, Pedoman Pendidikan Modern, Kursus Agama Islam, Penangkis krisis, Reidenar dan Jurnalistik, serta masih banyak yang lainya.

KH. R. Z. Fananie memiliki berbagai gagasan tentang pendidikan modern. Gagasan-gagasan itu ditulis sendiri oleh KH. R. Z. Fananie dan dibantu oleh KH. Imam Zarkasyi dalam bentuk buku yang diberi judul “Pedoman Pendidikan Modern”. Buku ini terbit pada tahun 1934 sebelum KMI didirikan pada tahun 1936. Semua orang tentu mafhum yang disebut modern pada saat itu adalah Barat. Dengan kata lain, pendidikan modern berarti pendidikan mengikuti model Barat, yang dalam konteks Indonesia diperkenalkan oleh pemerintah kolonial Belanda.

Sedangkan pesantren-pesantren yang ada umumnya dikenal sebagai sebagai lembaga pendidikan tradisional. KH. R. Z. Fananie memiliki peran besar dalam perubahan model pendidikan dari tradisional (klasik) ke modern. Sebab, beliau langsung merasakan dan mengalami pendidikan model Barat. Perlu ditegaskan di sini bahwa, dalam proses modernisasi di Gontor, peran KH. R. Z. Fananie secara konseptual sangat menonjol setelah penulisan buku yang ada di tangan pembaca ini.

Buku Pedoman Pendidikan Modern ditulis ketika pengarangnya sedang bertugas di Sumatra. KH. R. Fananie mempunyai relasi dengan berbagai golongan, tak terkecuali para ahli pendidikan. Beliau mempunyai hubungan yang sangat baik dengan Mahmud Yunus, yang dapat dipandang sebagai salah seorang pelopor pendidikan Islam modern di Indonesia.

Pertemuan ini yang bisa jadi mendorong beliau untuk membekali sang adik, KH. Imam Zarkasyi, dengan pendidikan modern, yaitu dengan menganjurkan sang adik ini belajar di Normal School Padang, di bawah bimbingan Mahmud Yunus. Mengingat buku ini terbit sebelum adanya program KMI, dipastikan ia merupakan kerangka konseptual dari program modernisasi pendidikan di Gontor. Dengan kata lain, KMI merupakan ramuan antara pengalaman dan konsep yang terkandung dalam buku ini.

Prof. Mahmud Yunus telah melakukan pengamatan selama beberapa tahun terhadap metode pengajaran bahasa Arab yang dilakukan di pesantren-pesantren dan sampai pada kesimpulan bahwa metode pengajaran bahasa Arab yang menekankan gramatika yang dilakukan secara parsial di Pesantren amatlah sulit, rumit dan melelahkan, tapi hasilnya tidak sebanding dengan upaya yang dilakukan.

Lulusan pesantren sangat kaya dan mendalam pengetahuan teoritisnya dalam bidang bahasa, tapi mereka tidak mampu mengaplikasikannya dalam bentuk percakapan dan tulisan yang berbahasa Arab.

Upaya ini harus di atasi dengan membuat metode pengajaran baru yang beliau kenalkan dengan nama At-Thariqah Al-Mubasyarah (Direct Methode) yang mengajarkan berbagai komponen ilmu bahasa Arab secara integrated Dan ditekankan pada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari di dalam kelas dan pergaulan selama di Pesantren.

Upaya ini berhasil beliau wujudkan melalui lembaga pendidikan Adabiyah School di Sumatera Barat di praktikkan Imam Zarkasyi dengan baik di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Melalui metode ini Gontor berhasil mencetak lulusan yang selain memiliki kemandirian dan ketangguhan sikap juga mahir dalam berbahasa Arab dan Inggris dan diakui oleh dunia Islam.

Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) adalah Sekolah Pendidikan Guru Islam yang modelnya hampir sama dengan Sekolah Noormal Islam di Padang Panjang; di mana Pak Zarkasyi menempuh jenjang pendidikan menengahnya. Model ini kemudian dipadukan dengan model pendidikan pondok pesantren. Pelajaran agama, seperti yang diajarkan di beberapa pesantren pada umumnya, diajarkan di kelas-kelas. Namun pada saat yang sama para santri tinggal di dalam asrama dengan mempertahankan suasana dan jiwa kehidupan pesantren.

Proses pendidikan berlangsung selama 24 jam. Pelajaran agama dan umum diberikan secara seimbang dalam jangka 6 tahun. Pendidikan ketrampilan, kesenian, olahraga, organisasi, dan lain-lain merupakan bagian dari kegiatan kehidupan santri di Pondok.

KMI sudah diakui Pemerintah sejak tahun 1998, Pemerintah Republik Indonesia secara resmi telah mengeluarkan “Pengakuan Penyetaraan” Ijazah KMI/TMI dengan Ijazah Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), yaitu dengan SK. Dirjen Binbaga Islam Departemen Agama No. E.IV/PP.03.2/KEP/64/98 tanggal 28 Juli 1998; dan SK Menteri Pendidikan Nasional No. 105/O/2000 tanggal 29 Juni 2000. Menurut laporan terakhir, “Tim Penyetaraan KMI/TMI” yang dibentuk oleh Departemen Pendidikan Nasional telah mengeluarkan SK Pengakuan Penyetaraan serupa terhadap 17 KMI/TMI di seluruh Indonesia, dan masih banyak lagi KMI/TMI lainnya yang akan segera diakreditasi pada tahun-tahun yang akan datang.

Pada tahun 2014 sistem KMI/TMI semakin diperkuat eksistensinya dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 18 tahun 2014 tentang Pesantren Mu’adalah.

Pondok Pesantren Mu`adalah adalah pondok pesantren yang disetarakan dengan SMA/MA karena walaupun pondok pesantren tersebut tidak mengikuti kurikulum Kemendikdasmen (SD, SMP, SMA) atau kurikulum Kemenag (MI, MTs, MA) akan tetapi alumnus pondok pesantren tersebut dapat diterima (diakui) di perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Sumber

Pedoman Pendidikan Modern, KH. R. Zainudin Fananie dengan pengantar Drs. Husnan Bey Fananie, MA

Sejarah Pendidikan Islam pada Periode Klasik dan Pertengahan, Prof. Dr. Abuddin Nata, MA, Rajawali Press

Menapaki kaki kaki langit, Husnan Bey Fananie

Website Pesantren Gontor

husnanbeycenter.blogspot.com

Rohingya Adalah Kita


Sedih sekali melihat perkembangan kasus Rohingya, mereka yang ditindas dan dibunuh keluarga mereka dianggap teroris dan ular mematikan hanya karena mereka muslim.

Masyarakat Indonesia pun terkesan apatis dan tak mau peduli, padahal mereka saudara kita. Pembukaan UUD menyebutkan “Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan”

UUD 45 no 6 tahun 2974 menunjukkan Indonesia adalah masyarakat yang peduli dengan keadaan dunia dan bukan apatis. Pasal itu menyebutkan kita berkewajiban mengusahakan kesejahteraan dan keadilan sosial, khususnya menolong sesama yang berkekurangan. Salah jika seorang mentri mengatakan bahwa UUD tidak menyuruh kita memberi bantuan yang ada meminta bantuan.

Tata dunia yang konon mengutamakan kemanusiaan (HAM) kini gagap dan bahkan bisu ketika umat Islam menjadi korban penganiayaan, pembunuhan, pembakaran, pengusiran dan pemusnahan yang sudah diluar batas batas kemanusiaan.

Kaum liberal yang gencar menyebarkan pluralisme agama dikalangan umat Islam pun tidak berkata apa apa, apalagi mengutuk peristiwa berdarah Rohingnya.

Allah SWT berfirman dalam Qs. At-Taubah ayat 24

“Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik”.

Coba rasakan jika Rohingya adalah anak atau saudara kita. Masukkan afeksi dalam jiwa, bagaimana rasanya jika yang terbunuh dan disiksa adalah anak atau saudara kita, maka akan tumbuh rasa bahwa Rohingya adalah kita.

Siapakah yang paling kejam?

3 ORANG lelaki yang sedang mabuk bertanding untuk menentukan siapa yang paling kejam.

Lelaki yang pertama menyerang seorang perempuan dan memukulnya sehingga giginya patah, lebam kedua matanya dan darah keluar dari hidung dan telinga perempuan itu.

Akhirnya perempuan itu jatuh ketakutan dan badannya menggeletar. Lelaki pertama berpaling menghadap dua lelaki dan berkata dengan bangganya, “Akulah orang yang PALING KEJAM!” Tidak terima, lelaki kedua bangun dan mengoyak baju perempuan itu, memerkosanya dan terus mencekik perempuan itu sehingga perempuan itu mati.

Dan dia berkata sambil membusungkan dada “Tidak ada siapa yang lebih KEJAM daripada aku!” Lelaki ketiga pula bangun dan tersenyum. Dia menjawab: “AKULAH YANG PALING KEJAM… Aku cuma berdiri dan melihat kekejaman kamu sedangkan perempuan ini adalah ADIK aku…”

SIAPA PEREMPUAN ITU? Perempuan itu adalah Palestina/Syria/Rohingya/Mesir.

Lelaki pertama ialah Israel.

Lelaki kedua adalah Amerika serikat.

Lelaki ketiga pula ialah cerminan dari sebagian umat Islam (kita) yang hanya berdiam diri dan melihat apa yang terjadi. Berdiam diri dan melihat kekejaman di hadapan kita, itu saja yang mampu kita buat.

Maukah kita jadi sekejam lelaki ketiga?

***

Maka mari berjihad untuk membantu saudara kita berupa doa dan donasi yang bisa kita berikan semampunya, saya merekomendasikan lembaga yang sudah kredibel seperti Act dan One Care untuk menitipkan infaq jihad anda. Terima kasih.

Allahummanshur ikhwaananal muslimiina fii kulli makaan wa zamaan…

Allahummanshur ikhwaananal muslimiina fii Rohingya..

Materi Jihad Dalam Kurikulum Pendidikan Nasional Turki


Dikutip dari Era Muslim- Salah satu anggota Komite Pendidikan Nasional dalam parlemen Turki mengatakan bahwa “tidak ada manfaatnya pengajaran matematika bagi siswa yang tidak tahu arti jihad”.

Salah satu anggota Partai Keadilan dan Pembangunan, Hakim Ahmed Hamdi Al Kamili mengapresiasi langkah pengenalan “jihad” dalam kurikulum pendidikan baru di negara itu, ia mengatakan bahwa “Jihad adalah salah satu unsur Islam terdahulu.”

Situs Hurriyet menukil perkataan Alkamili bahwa “Ketika kita melihat para Sultan Ottoman, hampir semua dari mereka tidak pergi haji karena tidak ingin absen dari jihad.”

Menteri Pendidikan Turki Ismail Yilmaz pada tanggal 18 Juli lalu mengatakan bahwa kurikulum nasional di Turki pada akhirnya memasukkan tema “jihad” ke dalam bagian dari hukum Islam dalam buku-buku pendidikan. Dan ia mengatakan “Jihad adalah salah satu unsur dalam agama kita.Tugas dari Departemen Pendidikan untuk mengajarkan setiap konsep dengan cara yang benar. Kami juga bekerja untuk memperbaiki pandangan terhadapnya atau hal-hal yang salah dalam pengajarannya.”

“Kementerian kami telah mengambil keputusan yang sangat penting. Jika shalat adalah salah satu pilar agama, maka jihad adalah ibarat tenda. Sebuah tenda tidak akan terbangun tanpa adanya pilar-pilar. Tidak ada manfaatnya mengajarkan matematika kepada anak bila mereka tidak mengetahui makna jihad..!”

Selain itu, Versi terakhir kurikulum sekolah nasional Turki telah menghapus materi evolusi dan menambahkan konsep “jihad” sebagai bagian dari hukum Islam di buku-buku pelajaran.

Kurikulum baru akan diimplementasikan untuk siswa kelas satu, lima, dan sembilan mulai tahun ini, dan akan berlanjut ke kelas lain di tahun ajaran 2018-2019. Dengan demikian, secara total kurikulum kelas telah diperbaharui. “Jihad adalah elemen dalam agama kita; ini adalah bagian dari agama …

Tugas Kementerian Pendidikan adalah mengajarkan setiap konsep dengan sepatutnya, dengan cara yang benar. Ini juga tugas kita untuk memperbaiki hal-hal yang dianggap salah, dilihat atau diajarkan, ” Yılmaz mengumumkan pada sebuah pertemuan pers di ibukota Turki Ankara.

“Dengan cara ini, dalam pelajaran tentang hukum Islam dan ilmu agama dasar, akan ada [pembahsan konsep] jihad. Tapi apa jihad ini? Apa yang Nabi (Muhammad) katakan saat kembali dari perang, kita akan melakukan jihad kecil sampai jihad besar. Apa jihad besar ini? Ini untuk melayani masyarakat kita, meningkatkan kesejahteraan, menjamin perdamaian di masyarakat, untuk melayani kebutuhan masyarakat. Yang termudah adalah berperang, bertarung. Sedang hal yang sulit, yaitu memastikan perdamaian dan pembangunan, “katanya.

Berbicara tentang keputusan kontroversial untuk menghapus teori evolusi, Yılmaz mengatakan bahwa hal itu tidak termasuk dalam kurikulum nasional “karena berada di atas tingkat (pemahaman) siswa dan tidak secara langsung relevan.” Informasi tentang upaya kudeta yang gagal tahun lalu juga akan disertakan dalam kurikulum.

“Ketika subjek demokrasi yang menang tercakup dalam kelas ilmu sosial, kami menginginkan materi terntang Hari Persatuan Nasional 15 Juli juga disertakan,” kata Yılmaz. “Dalam kelas bahasa Turki, ketika topik tentang perjuangan nasional yang dipimpin oleh Mustafa Kemal [pendiri Turki modern] dibahas, 15 Juli 2016 [usaha kudeta] juga akan disinggung,” menteri tersebut mencatat.

Yilmaz juga menghubungkan perlawanan publik terhadap komplotan kudeta pada tanggal 15 Juli 2016 dengan konsep jihad. “Satu aspek jihad adalah 15 Juli, fakta bahwa bangsa ini membela hak pribadi. Jihad membela hak orang lain dan memenuhi hak orang lain, ini semua adalah bagian dari jihad yang lebih besar,” katanya.

Yılmaz mengatakan bahwa kurikulum baru tersebut juga akan mencakup topik tentang Organisasi Teroris Fethullah (FETÖ), kelompok teror Partai Pekerja Kurdistan (PKK), dan Daesh. Kebijakan baru selain melarang pengajaran evolusi juga mengharuskan semua sekolah memiliki ruang shalat.

Sumber: Middle East Eye, Era Muslim

Video pendek berit tv Turki tentang Jihad dalam kurikulum Turki

%d bloggers like this: