• Selamat datang di blog Jumal Ahmad. Saya sedang meneliti tentang Meta-Level Reflection dalam Pembangunan Karakter. Semoga dimudahkan dan bermanfaat.

  • Categories

Siapa Mau Mengabdi 1 Tahun di Pedalaman Mentawai?


Mahasiswa/i muda dan energik biasanya punya ide segar yang hanya tertuang dalam karya tulis ilmiah, deretan teori dan ilmu yang dipelajari mengambang tanpa implementasi. Siapakah yang tergugah terjun mengabdikan diri, mengamalkan ilmu yang dipelajari? Perlu keberanian besar untuk mau berjuang di tempat terpencil apalagi pedalaman, lebih susah lagi kalau sudah merasa nyaman di ibu kota 😅.

Tidak mudah untuk bisa masuk ke pedalaman Mentawai, gambaran sederhana perjalanannya seperti ini, dari Jakarta naik pesawat ke Padang, kemudian dari Padang ke Pelabuhan naik Kapal Mentawai Fast selama 4 jam atau naik Kapal Feri 12 jam sampai di Pelabuhan Siberut, kemudian naik becak motor ke Siberut dari situ biasanya kita memilih waktu sore menuju pedalaman Mentawai yaitu Buttui selama 8 jam perjalanan dengan perahu pompong.

Teman baik saya, Farhan dan Khairul dari UIN Jakarta, punya jiwa besar, rela menunda mengikuti proses wisuda dan mengabdikan diri di Dusun Buttui, Pedalaman Mentawai yang sedang dibangun Aksi Peduli Bangsa.Dalam pengabdiannya mereka mengajarkan banyak hal kepada masyarakat Buttui, mulai dari cara mandi, wudhu, membaca, bermain, bernyanyi, pramuka dan lain sebagainya.

Satu tahun setelah pengabdian, mereka berdua dimudahkan oleh Allah untuk meneruskan jenjang S2-nya, Khairul sekarang sedang kuliah di Aljazair dan Farhan sedang akan apply ke beberapa universitas di Timur Tengah. Mungkin inilah salah satu kemudahan yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang membantu saudaranya dalam kesulitan.

Kali ini Aksi Peduli Bangsa mencari talenta muda yang siap memberikan satu tahun waktunya untuk mengabdi di pedalaman Mentawai. Info dan kontak ada di flyer ini. Terima kasih.

Doa Agar Dilindungi dari Zina dan LGBT


LGBT adalah singkatan dari Lesbian, Gay, Bisex, and Transgender. Istilah tersebut digunakan pada tahun 1990 untuk menggantikan frasa “komunitas gay”.

Terkait LGBT ini, MUI memberikan rekomendasi, yakni pemerintah tidak boleh mengakui pernikahan sesama jenis. Sebab, hal itu bertentangan dengan prinsip-prinsip bernegara. MUI juga meminta pemerintah dan masyarakat untuk tidak membiarkan aktivitas seksual sesama jenis dan penyimpangan seksual lainnya hidup di tengah masyarakat karena dapat mengganggu ketertiban sosial dan hukum.

Maka sebagai bentuk Amar Ma’ruf nahi mungkar kita harus selalu aktif mengingatkan umat dari bahaya perilaku LGBT ini dan kali ini kita akan membahas bagaimana metode Rasulullah memberikan terapi pemuda yang punya keinginan kuat dalam berzina.

Abi Umamah dalam hadits riwayat Ahmad, mengisahkan bahwa seorang pemuda telah dating menghadap Nabi saw seraya berkata: “Wahai Rasulullah, izinkanlah aku berzina.” Orang-orang yang ada di sekitarnya menghampiri dan memaki, “Celaka engkau, celaka engkau!” Rasulullah saw mendekati pemuda itu dan duduk di sampingnya. Kemudian terjadilah dialog yang panjang antara Rasulullah saw dengan pemuda itu.

Rasulullah saw: Apakah engkau ingin hal itu (zina) terjadi pada ibumu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Allah yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan.

Rasulullah saw: Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada ibu mereka. Apakah engkau ingin hal itu terjadi pada saudara perempuanmu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Allah yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan.

Rasulullah saw: Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada saudari-saudari mereka. Apakah engkau ingin hal ini terjadi pada saudara perempuan bapakmu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Allah yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan.

Rasulullah saw: Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada saudara perempuan bapak mereka. Apakah engkau ingin hal ini terjadi pada saudara perempuan ibumu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Allah yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan.

Rasulullah saw: Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada saudara perempuan ibu mereka.

Kemudian Rasulullah saw memegang dada pemuda itu seraya berdoa: “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya dan peliharalah kemaluannya!” Setelah peristiwa itu, pemuda tadi menjadi orang yang arif.

Nilai-Nilai Tarbawiyah

[ ] Rasulullah saw merupakan karakter pendidik yang menguasai semua aspek psikis anak didiknya. Mendengar pertanyaan sang pemuda, beliau tidak marah seperti yang sering dilakukan kebanyakan orang. Bahkan, beliau memperkenankan pemuda tadi duduk di dekatnya. Dalam masalah ini terdapat dua hal pokok yang menarik perhatian pemuda tadi, yaitu Rasulullah saw tidak memarahinya serta memperkenankan dirinya duduk di dekat beliau. Itu merupakan langkah awal yang baik dalam memecahkan masalah pemuda tersebut.

[ ] Rasulullah saw menggunakan sistem dialog karena melalui dialog seorang anak didik dapat melontarkan pendapat kepada pendidiknya. Dialog pun mampu membuka nalar serta naluri pendidik dan anak didik sehingga muncullah kesamaan ide. Semua menghasilkan buah positif yang memberikan kepuasan kepada kedua belah pihak. Melihat manfaatnya, kita hatus membuka dialog dan bersabar untuk mendengarkan pendapat-pendapat dan sumbangsih pemikiran anak-anak usia remaja. Hal demikian akan mempermudah terciptanya solusi yang bijak.

[ ] Masalah yang belia dialogkan berkisah pada masalah yang sedang dihadapi si pemuda tadi dan tidak keluar dari inti permasalahan atau tidak memecahkan konsentrasi pemuda tadi dengan masalah-masalah parsial. Dari sikap yang diperlihatkan Rasulullah saw ini dapat kita fahami bahwa pada zaman sekarang ini kita harus ikut terjun menghilangkan penyakit esensial yang menimpa anak-anak remaja dan kemudian menciptakan terapi yang mujarab untuk membebaskan mereka dari penyakit tersebut.

Ironisnya, ketika sebagian pemuda terkena wabah penyakit penyalahgunaan obat-obat terlarang, masyarakat malah membawa mereka ke tempat rehabilitasi. Padahal, tempat rehabilitasi tidak lebih dari sarang penyakit yang menambah ruwetnya permasalahan. Si pecandu akan berkomentar “Setelah masuk tempat rehabilitasi, saya diajari cara menggunakan obat terlarang dalam bentuk lain.” Sungguh pemuda ini telah menjadi korban kebodohan masyarakat. Pada dasarnya, penyakit itu bisa dihindarkan jika kita menerapkan langkah preventif sebelum penyakit tersebut terjangkit, melalui konsentrasi dalam mewujudkan generasi rabbani yang berlandaskan keimanan dan ketakwaan baik dalam tataran keluarga maupun dalam tataran pemerintahan. Demi Allah! Ini lebih mujarab daripada suntikan-suntikan kimiawi dan sistem-sistem mereka yang jelas-jelas gagal. Sayangnya mereka tidak mau mengerti.

[ ] Rasulullah saw melakukan diskusi dengan sistem tanya jawab. Cara seperti ini merupakan solusi pendidikan yang paling cemerlang karena jawaban akan langsung keluar dari murid itu sendiri. Ketika Rasulullah saw bertanya Apakah engkau ingin hal itu (zina) terjadi pada ibumu? Jawaban pemuda merupakan dalil pelarangan zina untuk dirinya sendiri. Selain itu jawaban “Sekali-kali tidak! Demi Allah yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan.” Merupakan pengakuan atas kesalahan yang paling gambling. Secara rinci manfaat yang bisa kita ambil adalah:

  • Terjadinya interaksi esensial antara seorang anak didik dengan pendidiknya.
  • Pikiran anak didik akan terfokus dan terpusat pada pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan.
  • Jawaban yang menggunakan kalimat negative merupakan metode pendidikan yang ilmiah dan realistis serta menjadi hujjah atas pelanggaran terhadap perbuatan tertentu, baik secara kemasyarakatan maupun kemanusiaan

[ ] Jumlah pertanyaan Rasulullah saw yang lumayan banyak dapat menjadi dalil keyakinan yang menunjukkan keingkaran pemuda itu terhadap perbuatan zina. Mari perhatikan dialog berikut.

Rasulullah saw: Apakah engkau ingin hal itu (zina) terjadi pada ibumu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Allah yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan. (dalil pertama)

Rasulullah saw: Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada ibu mereka. Apakah engkau ingin hal itu terjadi pada saudara perempuanmu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Allah yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan. (dalil kedua)

Rasulullah saw: Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada saudari-saudari mereka. Apakah engkau ingin hal ini terjadi pada saudara perempuan bapakmu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Allah yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan. (dalil ketiga)

Rasulullah saw: Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada saudara perempuan bapak mereka. Apakah engkau ingin hal ini terjadi pada saudara perempuan ibumu?

Pemuda: sekali-kali tidak! Demi Allah yang menjadikan saya sebagai tebusan tuan. (dalil keempat)

Rasulullah saw: Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada saudara perempuan ibu mereka.

Banyaknya dalil merupakan salah satu kiat pendidikan yang memperkuat hujjah dan alas an.

[ ] Di antara kiat penyembuhan yang digunakan Rasulullah saw adalah meletakkan tangannya yang mulia di dada orang yang mendapat problem. Ketika beliau meletakkan tangannya di dada pemuda tadi, dia pasti akan merasakan ketentraman serta ketenangan jiwa. Sebab, ketika itu beliau mendoakan si pemuda dengan inti doa yang mencakup pengampunan dosa, penyucian hati dan pemeliharaan kemaluan.

Pengampunan dosa dapat mengosongkan jiwa dari segala dosa dan membuka pintu baru untuk terciptanya aktivitas keimanan. Penyucian hati merupakan usaha untuk membersihkan hati dari noda-noda dosa sehingga hati menjadi bersih tanpa ada noda yang mengotorinya. Kemudian, pemeliharaan kemalun berarti menjaga kemaluan dari tindakan yang dimurkai Allah swt seperti benteng kokoh yang tinggi, jauh dari kerendahan diri.

Dengan demikian, doa Rasulullah saw bisa dikatakan sebagai doa yang sempurna dalam memecahkan permasalahan. Bercermin dari itu, tampaknya para pendidikan wajib menjadikan dosa sebagai salah satu sarana penyembuh penyakit hati anak didiknya. Rasulullah saw telah bersabda, “Ibadah yang paling utama adalah do’a” (shahih Jami’ ash-shaghir no 1108). Doa juga dapat menghubungkan hati pendidik dan anak didik kepada sang Khaliq sesuai dengan firman-Nya: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan doamu” (QS. Ghafir: 6)

Maka amalkan doa berikut agar anak dilindungi dari perbuatan zina atau kejahatan seksual:

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ وَطَهِّرْ قَلْبَهُ وَحَصِّنْ فَرْجَهُ
Allahummaghfir dzanbahu (ha)
Wathohhir qalbahu (ha)
Wahashshin farjahu (ha)

(*”hu” utk anak laki. “Ha” utk anak perempuan)

“Ya Allah ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya.”

Ini adalah doa yang diucapkan Nabi saw setelah berdialog dengan seorang pemuda yang minta ijin kepada Nabi agar diperbolehkan berzina. Setelah dialog yg mencerahkan, Nabi menempelkan telapak tangannya ke dada sang pemuda, dan berdoa seperti di atas. Semenjak itu sang pemuda tumbuh menjadi sosok yg soleh dan membenci perzinaan.

[ ] Setelah peristiwa itu, tidak lagi tersirat dalam benak pemuda tadi untuk berzina. Tidak diragukan lagi, dia akan mendayagunakan pikiran dan potensinya untuk hal yang membuahkan hasil dan memberikan manfaat bagi diri dan masyarakatnya, seperti menyibukkan diri dalam belajar, jihad, atau aktivitas lain yang membantu perkembangan sosial, ekonomi, dan politik. Potensi tersebut merupakan modal besar yang dapat diharapkan hasilnya.

(Sumber: Min Asalibir Rasul Fit Tarbiyah oleh Najib Khalid Al-‘Amr, terjemah: Tarbiyah Rasulullah, Gema Insani Press hal. 117-123)

Yahudi dan Ramalan Rasulullah


“Tidak akan terjadi kiamat hingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi, lalu membunuh mereka, sehingga seorang Yahudi bersembunyi dibalik batu dan pohon, lalu batu dan pohon berkata : Hai muslim ! Hai hamba Allah ! Ini Yahudi dibelakangku, kemarilah aku, bunuhlah dia ! Kecuali pohon ghorqod, maka itu adalah dari pohon-pohon orang Yahudi.” (HR. Muslim VII/188, Bukhari IV/51, Lu’lu’ wa al-Marjan III/308)

Fenomena pertentangan antara ummat Islam dan Yahudi di Palestina semakin meningkat. Berbagai tindakan kekerasan terhadap ummat Islam tak kunjung berakhir, sekalipun bangsa-bangsa di dunia telah mengutuknya.

Pengakuan Yahudi atas Yerusalem, ternyata menimbulkan kesalahpahaman ummat Islam dalam menyikapi Yahudi, dengan membandingan Yahudi jaman dahulu dan sekarang. Mereka menyamakan Yahudi dahulu yang beriman kepada Musa as dengan Yahudi sekarang. Penyamaan sikap ini berakibat buruk baik dalam aspek aqidah maupun amal.

Ada beberapa hal penting seperti dijelaskan dalam syariat dan sejarah; Pertama, sesungguhnya Bani Israil yang mengimani ajaran Musa As berbeda dengan Yahudi sekarang. Yahudi dahulu terdiri dari kaum Muslim, dan Mukmin. Sedangkan sekarang terdiri dari kaum kafir, musyrik, dan penentang ajaran Musa yang telah keluar dari syariatnya. Bani Israil adalah keturunan Ya’qub As.

Ibrahim pernah berwasiat kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. Ibrahim berkata: “Hai anak-ankakku, Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” (Qs. Al-Baqarah: 132). Yusuf as juga menegaskan hal yang sama,“Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya’qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah.” (Qs. Yusuf : 38)

Ini sama dengan pesan Allah tentang orang-orang Yahudi yang mengimani ajaran Musa As. “Dan Kami jadikan di antara mereka (Bani Israil) itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami”. (QS. Sajdah : 24) Ayat lain mengatakan, “Dan sungguh telah Kami pilih mereka dengan pengetahuan (kami) atas bangsa-bangsa.” (Qs. Ad-Dukhan: 32)

Adapun orang-orang Yahudi yang keluar dari ajaran Musa, secara otomatis mereka telah jatuh pada kemusyrikan. Mereka yang musyrik itu seperti disebut dalam ayat-ayat berikut ini: Orang-orang Yahudi berkata, tangan Allah terbelenggu, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang mereka katakan itu (Qs. Al-Maidah: 64), mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah (Qs. At-Taubah: 31). Orang-orang Yahudi berkata : Uzair itu putera Allah (Qs. At-Taubah: 30).

Jadi, Yahudi sekarang tidak ada kaitannya dengan Yahudi yang beriman kepada Musa As. Adapun klaim mereka terhadap bumi Palestina, itu merupakan pengembangan dari kekufuran mereka terhadap Musa As. dan nabi-nabi sesudahnya. Mereka telah keluar dari tauhid dan syariat Musa As.

Kedua : Kebanyakan Yahudi sekarang bukan berasal dari Bani Israil. Orang-orang Yahudi yang merampas wilayah Palestina sekarang, bukan berasal dari keturunan yang dulu pernah bersama-sama hidup dengan Musa as. Sekarang, Yahudi keturunan Israil, yang dikenal dengan sebutan Safaradim, tidak lebih dari 20% jumlahnya di dunia. Komunitas inipun percampuran dari berbagai etnis lain karena pernikahan dll. Sebagian kecil dari jumlah di atas, bukanlah asli keturunan Bani Israil. Adapun mayoritas kaum Yahudi di dunia yang mencapai 80%, itu berasal dari Eropa, dan berbagai negara di dunia. Mereka dikenal dengan sebutan al-Asykanazim, dimana mereka memasuki ajaran Yahudi yang sarat dengan paganisme.

Bukti sejarah di atas menjadi jelas bahwa kaum Yahudi sekarang adalah penjajah. Mereka tidak berhak atas kepemilikan bumi Palestina, karena telah keluar dari ajaran Musa As yang benar dan mengubah-ubah kitab Taurat. Palestina adalah bumi kaum muslimin, tidak berhak bagi bangsa lain untuk memilikinya. Sesungguhnya, Palestina bukanlah milik Bani Israil, tetapi milik kaum Jabbariyin yang hidup sebelum Bani Israil. Allah mengizinkan kepada Bani Israil untuk memasuki wilayah Palestina, jika mereka masih komitmen terhadap ajaran yang benar. Jika tidak, secara otomatis izin tinggal dari Allah di Baitul Makdis telah dicabut.

Ketiga: Sesungguhnya sifat dasar Yahudi yang diabadikan dalam al-Quran dari masa ke masa adalah pengkhianat, penakut, provokator, pemicu permusuhan, penipu, sombong dll. Sikap itu terlihat ketika mereka menyakiti Musa as. dan keluar dari ajaran Taurat. Itulah sikap dasar yang tertanam secara turun temurun. Sehingga sifat-sifat tercela mereka sebagai bagian dari agama mereka yang selalu rentan dengan perubahan. Mereka tanamkan ajaran berbahaya itu kepada anak cucu mereka dan kepada orang yang masuk agama mereka. Hanya sebagian kecil saja dari mereka yang masih memiliki komitmen terhadap Musa As (Qs. al-Maidah: 59dan 62). Di antara mereka ada golongan pertengahan (Qs. al-Maidah: 66).

Kehancuran Yahudi

Hadits di atas mengajarkan kepada kita untuk merancang masa depan, sekalipun masa depan itu sesuatu yang ghaib. Dan yang bisa mengetahui hal-hal ghaib, hanyalah Allah. (QS. an-Naml: 65). Tetapi Allah mempunyai sunnatullah yang berlaku pada diri manusia. Ungkapan hadits di atas menjelaskan, peperangan yang akan terjadi bukanlah peperangan lokal antara orang Yahudi dan Muslim Palestina. Tetapi awal peperangan terhadap Yahudi yang sekarang mendominasi dunia. Apabila terjadi pertarungan global dan ummat Islam memperoleh kemenangan sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasulullah saw, maka akan mengubah sejarah para penguasa Yahudi di dunia. Bila terjadi kekalahan, maka tidak ada lagi satu kekuasaanpun yang tertinggal untuk orang Yahudi di dunia. Ketika itu kepemimpinan dunia akan berubah dengan konsep lain yang sesuai dengan fitrah manusia.

Akan terjadi Nubuwwah padamu sesuai dengan kehendak Allah. Lalu Allah akan mengangkat (melenyapkan-Nya) jika Dia menghendakinya. Setelah itu, akan muncul khilafah yang sesuai dengan manhaj nubuwah. Maka sesuai dengan kehendak Allah, ia akan berada, lalu Allah akan melenyapkan jika Ia menghendaki. Kemudian akan datang raja yang zhalim. Maka iapun akan bercokol sesuai dengan kehendak-Nya. Kemudian akan ada raja yang tirani, maka iapun muncul sesuai dengan kehendak Allah, kemudian ia lenyap, jika Allah menghendaki. Baru setelah itu akan timbul kembali khilafah di atas manhaj nubuwah. (HR. Ahmad dari Hudzaifah al-Yaman).

Berbeda dengan sebagian orang Muslim, orang-orang Yahudi yakin dengan prediksi Rasulullah itu. Sampai hari ini, mereka memperbanyak menanam pohon ghorqod di kebun-kebun mereka. Mereka mengambil pengalaman dari berbagai peperangan dengan kaum muslimin pada masa Rasulullah ataupun masa intifadhah akhir-akhir ini. Pengalaman itu membuat Yahudi berusaha menghadang lajunya gerakan Islam di dunia. Simbol Yahudi internasional yang berbentuk seperti garpu, itu sesungguhnya simbol pohon ghorqod.

Yang menjadi catatan, apakah peperangan di bumi Baitul Maqdis merupakan cikal bakal peperangan global Yahudi melawan Islam? Apalagi Yahudi dari berbagai belahan dunia telah berkumpul di satu tempat, sehingga mudah dihancurkan. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui kapan terjadinya peperangan yang menentukan nasib terakhir kaum Yahudi itu.

Yang terpenting bagi ummat Islam sekarang adalah melakukan i’dad dan berjihad melawan Yahudi. Nash syariah dan bukti sejarah menunjukkan, perang melawan kekufuran akan senantiasa berlanjut. (QS. al-Baqarah 120 dan 109, Ali-Imran: 118). Sehingga Allah akan menolong ummat Islam, bila mereka memenuhi persyaratan untuk ditolong. Kita hanya bisa berdoa dan bekerja keras dalam menegakkan syariat di bumi. Keputusan terakhir kita serahkan kepada Allah. `Alaihi tawakkaltu wa ilaihi unib.

Ustadz Abdul Somad tentang Pohon Ghorqod di Israel


Al-Hafizh Ibnu Hajar ketika menuliskan komentar Hadits Ghorqod berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”. [Fathul Bari (6/610)].

Kehancuran Israel berarti kiamat telah dekat, sehingga banyak orang mempertahankan eksistensi Negara Israel tersebut, namun janji Allah dan Rasul-Nya pasti akan terlaksana. Hadits pohon Ghorqod sebagai berikut:

“Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi, sampai-sampai orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi akan berbicara; Wahai orang Islam, hai hamba Allah! di belakangku ada orang-orang Yahudi, kemarilah, bunuhlah dia, kecuali pohon Ghorqod, sebab ia itu sungguh pohonnya Yahudi”. (HR. Ahmad)

“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shahih-nya (2922)].

Dai kondang Ustadz Abdul Somad dalam salah satu kajian viralnya pernah membahas tentang Pohon Ghorqod. Silahkan disimak di video berikut:

Republika pernah menulis tentang Anne Marie Oliver dan Paul F Steinberg, dua orang penulis buku The Road to Martyrs’ Square: A Journey into the World of the Suicide Bomber yang melakukan studi langsung ke Palestina dan Israel demi menelusuri tentang pohon Gharqad.

Keduanya mewawancarai sejumlah Syaikh Hamas, termasuk Syaikh Ahmad Yasin semasa hidup beliau. Keduanya juga pergi ke Israel untuk mencari pohon gharqad dan keyakinan orang-orang Yahudi tentang pohon tersebut.

Dari wawancara dengan sejumlah Syaikh Hamas, Anne Marie Oliver dan Paul F Steinberg mengetahui bahwa menurut hadits Nabi, kelak orang Islam akan memerangi orang-orang Yahudi. Pada peperangan akhir zaman itu, semua pihak akan menunjukkan tempat persembunyian orang Yahudi hingga batu-batu pun akan menunjukkannya kecuali pohon gharqad. Pohon gharqad merupakan pohon Yahudi.

Ketika keduanya bertanya seperti apakah pohon gharqad, Syaikh Hamas yang tengah diwawancarai saat itu meminta keduanya pergi ke Israel dan bertanya pada orang-orang Yahudi di sana.

Anne Marie Oliver dan Paul F Steinberg lantas pergi ke Israel. Namuan orang-orang Yahudi yang ditanyai tentang pohon gharqad, mereka tersenyum sambil menatap serius seperti terbongkarnya sebuah rahasia.

“Kami diberitahu untuk ke sana dan ke sini, untuk menemukan pohon tersebut,” tutur Anne Marie Oliver seperti dikutip Republika.

Banyak versi pohon gharqad menurut informasi orang-orang Yahudi Israel yang ditemui Anne Marie Oliver dan Paul F Steinberg. Ada yang menunjukkan bahwa pohon gharqad bisa ditemukan di gerbang Jaffa, ada yang mengatakan pohon gharqad adalah semak-semak, hingga ada yang mengatakan bahwa pohon gharqad hanyalah simbol metafora.

Kendati mereka memberikan beragam informasi yang tidak seragam, pohon gharqad sangat dikenal di kalangan Yahudi Israel, khususnya kalangan nasionalis ortodox.

“Mereka memasukkan hadits-hadits Nabi Muhammad(tentang Gharqad) itu dalam kurikulum SMA mereka, yang kemudian diinterpretasi oleh kalangan Islam sebagai bukti bahwa orang-orang Yahudi mengakui kebenaran hadits Nabi yang menubuatkan akhir nasib orang-orang Yahudi,” lanjutnya.

Cukup lama Anne Marie Oliver dan Paul F Steinberg kesulitan menemukan manakah spesies pohon yang benar-benar merupakan pohon gharqad. Pertanyaan itu baru terjawab ketika mereka mewawancarai Syaikh Ahmad Yasin.

Pendiri Hamas itu lantas membawa keduanya ke belakang rumah dan menunjukkan contoh pohon gharqad. Dan ternyata, pohon yang lebat dan berduri itu kini telah ditanam mengelilingi permukiman Israel.

Sumber Bacaan lain:

http://www.mille.org/people/steinbergoliver.html

https://www.academia.edu/13625418/Gharqad_Berduri_Pohon_Yahudi

https://ahmadbinhanbal.wordpress.com/2013/02/17/zionis-yahudi-berlomba-tanami-pohon-ghorqod-di-tanah-palestina/

Pernyataan Sultan Abdul Hamid (Payitaht Abdul Hamid) tentang Palestina


Jumat yang lalu Palestina, negara negara Arab dan Islam menjadikan Jumat untuk menunjukkan kemarahan kepada Israel, Amerika dan siapapun yg mendukungnya. Selepas Trump mengumumkan kebodohannya.

Menjelang pukul 20.00 wib, waktu asar di Palestina, telah jatuh korban luka 120 orang karena peluru tajam dan karet serta gas air mata. Dan hanya sepuluh menit berikutnya korban telah bertambah menjadi 217 orang.

Negara Arab dari timur sampai barat keluar ke jalan menunjukkan kemarahan. Presiden Tunisia memanggil Dubes Amerika dan menyatakan penolakan negaranya thd pengumuman Trump. Pemerintah Jordania secara resmi mengajak rakyatnya keluar ke jalan. Negara Islam seperti Turki, Somalia dan lainnya pun keluar ke jalan.

Mereka semua marah. Al Quds/Jerusalem tak akan pernah berubah menjadi ibukota Israeli. Karena mereka tidak punya hak sama sekali terhadap bumi Palestina.

Ini reaksi umat Islam terhadap pengumuman yang mencederai kemuliaan tanah suci mereka.
Bahkan Ismail Haniyya dari Gaza telah mengumumkan kembalinya Intifadhoh Kemerdekaan.

Cukup aneh adalah pernyataan Mufti Saudi yang mengeluarkan Fatwa “Haram hukumnya memerangi Yahudi Israel”. Fatwa ini disambut gembira oleh PM Israel, dan dia mengundang Mufti Saudi utk berkunjung ke Israel dan akan disambut meriah.

Wallahu a’lam apa alasannya. Yang pasti, ini reaksi Menteri Komunikasi Israel, Ayyub Qara, melalui akun twitternya:

أشكر مفتي السعودية عبد العزيز آل الشيخ الذي أفتى اليوم (الإثنين) بحرمة قتل اليهود، وقال إن حماس تنظيم إرهابي يضر الفلسطينيين، وإن التظاهرات من أجل الأقصى غوغائية، وإنه يمكن التعاون مع الجيش الإسرائيلي من أجل القضاء على حزب الله؛ ولذلك أدعوه لزيارة إسرائيل ليحظى باستقبال حافل واحترام.

Sebelumnya, mufti Saudi menjawab pertanyaan terkait penyerangan Masjid al-Aqsa di sebuah program televisi lokal.

Abdul Aziz alu Syaikh mengatakan tidak boleh berperang melawan Zionis Israel dan dalam memerangi Hizbullah bisa berkerja sama dengan tentara Israel.

Ada yang aneh dengan Arab Saudi semenjak Putera Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman menguasai pemerintahan, dan dinobatkan sebagai penerus selanjutnya tahta Kerajaan setelah Raja Salman mangkat.

Situs yenisafak.com bahkan menyampaikan larangan resmi dari pemerintah Saudi kepada rakyatnya untuk tidak ikut serta turun jalan menolak Aksi Trump’s dan meminta televisi dan Surat kabar mengurangi pemberitaan perpindahan Duber AS ke Jerusalem.

Kantor Duta besar Saudi di Amman menulis in di laman twitternya: “The embassy calls upon its citizens living in Jordan and its students studying in Jordanian universities to stay away from places of public gatherings and protests in order to protect their safety.”

Semestinya Mufti Saudi mengajak Saudi memerangi Israel sebab Saudi punya semua kelengkapan perang dan tentara yang lengkap bersenjata, apa yang ditunggu lagi?

Harusnya Saudi tidak bersikap demikian, ia mesti bersama umat Islam dunia mengutuk Trump. Mencontoh semangat Sultan Abdul Hamid ketika tanah Al-Quds ingin dikuasai dengan pernyataan beliau yang terkenal berikut:

Aku tidak dapat memberikan walau sejengkal dari tanah ini (Palestina) karena ia bukan milikku, ia adalah hak umat Islam. Umat Islam yang telah berjihad demi bumi ini dan mereka telah membasahinya dengan darah-darah mereka. Yahudi bisa menyimpan uang dan harta mereka.

Jika Kekhalifahan Islam ini hancur pada suatu hari, mereka dapat mengambil Palestina tanpa biaya! Tetapi selagi aku masih hidup, aku lebih rela sebilah pedang merobek tubuhku daripada melihat bumi Palestina dikhianati dan dipisahkan dari kehikhilafahan Islam.

Perpisahaan tanah Palestina adalah sesuatu yang tidak akan terjadi, Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup.”

Sumber:

https://www.dailysabah.com/mideast/2017/11/14/israel-welcomes-saudi-muftis-pro-israel-remarks-invites-him-to-visit-the-country

http://m.yenisafak.com/en/world/israeli-min-welcomes-saudi-muftis-anti-hamas-remarks-2798239

http://m.yenisafak.com/en/world/saudi-arabia-orders-media-outlets-to-limit-coverage-of-trumps-jerusalem-move-2880237

Instagram: Ar_Payiyaht

Twitter: Aljazeera English

Sejarah Kasus Palestina


Mari simak video pendek berdurasi 10 menit berikut ini agar kita bisa mengetahui bagaimana kasus Palestina terjadi.

Video ini membahas serba serbi Palestina dari nama Palestina berasal dari mana, siapa para pendatang ke Palestina, Nabi -Nabi yang diutus di Palestina, kekuasaan yang berkuasa disana dan umat beragama yang hidup rukun di Palestina.

Kemudian munculnya Zionis yang ingin mendirikan negara Yahudi dan mengorganisir imigrasi warga Yahudi di dunia ke Palestina, disebutkan perbandingan awal populasi warga Palestina dan Israel tahun demi tahun, penduduk Israel yang awalnya hanya 3% kini berjumlah 78% dan itu dilakukan lewat prakarsa Inggris dan Amerika lewat perjanjian-perjanjian Internasional.

Salah satu perjanjian itu adalah Balfour pada tahun 1917 yang isinya Ingrris memberikan janji Yahudi membuat negara di tanah Palestina dan mendukung imigrasinya. Perjanjian ini didukung kuat pemerintah Amerika Serikat. Sejak saat itu imigran Yahudi terus bertambah dari yang awalnya hanya 3% saja.

Tahun 1947, Inggris membagi tanah Palestina dan meminta persetujuan dewan PBB yang dikenal dengan resolusi 181. Resolusi ini membagi tanah Palestina menjadi dua, daerah Palestina daerah Yahudi, kemudian daerah masjid Al-Quds.

Tahun 1948, terjadi peperangan antara Arab dan Yahudi/Zionis, yang kemudian dimenangkan Yahudi dan hasil akhirnya Zionis menguasai 78% tanah Palestina. Selanjutnya negara Israel resmi didirikan dengan persetujuan Amerika dan Inggris, tahun setelahnya Israel masuk anggota PBB.

Jika bisa disimpulkan bahwa faktor utama kasus Palestina adalah datangnya imigran besar besaran Yahudi dari seluruh dunia dan keinginan mereka mendirikan negara tanpa mempedulikan nasib penduduk asli. Kemudian agresi ini diperkuat Inggris dan Amerika yang punya andil besar dalam kasus Palestina.

Lebih lengkapnya silahkan disimak di video ini atau kunjungi webnya di http://www.palqa.com/amp/

Fidel Castro pernah ditanya tentang perundingan Palestina dan Israel. Kemudian ia menjawab, “Saya tak mengerti perundingan seperti ini. Kalau saya, maka saya akan berunding dengan Yahudi, dengan cara apa mereka ingin hengkang (dari Palestina), apakah lewat darat, laut, atau udara”.

Hikmah Dibalik Musibah Banjir


Apapun bentuk musibah atau bencana yang melanda, pada hakikatnya memiliki peran besar dalam mendidik jiwa. Jiwa perlu dilatih untuk memiliki keteguhan hati, keteguhan sikap, terlatih dan senantiasa waspada terhadap sekitar.

Musibah merupakan sunnatullah sebagai proses sebab akibat dari tindakan seseorang. Musibah juga merupakan peringatan dari Allah SWT sebagai ujian keimanan dan musibah tidak selamanya tanda kemurkaan Allah SWT.

Saat musibah datang, manusia akan menyadari bahwa tidak ada Perlindungan diri kecuali kepada Allah SWT saja, ketika tidak ada tempat bergantung selain kepada-Nya, tidak ada pertolongan kecuali dari pada-Nya. Allah SWT berfirman: “Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa yang beriman kepada Allah, nescaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya”. (Surah At-Taghabun: 11)

Di antara tanda-tanda kebesaran Allah SWT ialah menjadikan kita atau keluarga sebagai tempat sasaran ujian-Nya. Musibah, memang akan selalu mengikuti manusia di dunia ini karena dunia adalah tempat ujian dan cobaan. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya: “Dan sesungguhnya akan Kami ujikan kamu dengan sedikit daripada ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan.” (Al-Baqarah: 155)

Musibah dan cobaan yang menimpa bertujuan memperbaiki ketakwaan dan kesabaran hamba-Nya, kemudian dipilih siapa yang sukses menerima ujian dengan penuh kesabaran. Dalam sebuah Hadits disebutkan, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Mereka yang banyak menerima ujian itu ialah para nabi, siddiqin dan salihin, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya“.

Ujian yang menimpa hendaknya ditempuh dengan penuh kesabaran karena akan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bukan berarti orang yang Sabar akan bergembira bila ditimpa musibah dan ujian, mereka tetap sedih dan berduka. Namun, mereka tidak akan bertindak diluar batasan Agama.

Dalam Al-Quran disebutkan bahwa orang yang berhasil melewati cobaan dan ujian akan mendapatkan pahala, rahmat dari Allah SWT dan selalu mendapatkan petunjuk. Hati mereka tidak akan terlintas pemikiran kenapa Dia memilih diri atau keluarganya sebagai tempat ujian-Nya.

Allah SWT menyebutkan dalam Qs Al-Baqarah ayat 156 bahwa semua yang ada di alam ini adalah milik-Nya, termasuk orang-orang yang kita cintai, harta benda yang ditakuti akan berkurang dan hilang, seperti pangkat, kedudukan dan pekerjaan. Karena semuanya milik Allah SWT, cepat atau lambat pasti akan kembali kepada pemiliknya yang asli yaitu Allah SWT.

Ada pun diri kita hanyalah sekadar pemegang amanah untuk menjaganya atau memeliharanya. Karena bencana itu kekuasaan Allah SWT secara mutlak, sedangkan Allah tidak pernah zalim kepada makhluk ciptaan-Nya, maka dibalik bencana, musibah atau bala terdapat banyak hikmah bagi para hamba-Nya yang beriman.

Kematian yang menyayat hati akibat banjir atau tanah runtuh adalah ketentuan terbaik pada pandangan Allah, penguasa alam semesta.

Tidak ada yang akan terjadi di alam raya ini kecuali atas izin dan kehendak-Nya. Meskipun, perlu diingat bahwa kehendak-Nya tercermin pada hukum-hukum alam yang diciptakan-Nya. Apabila seseorang tidak menyesuaikan diri dengan kehendak-Nya yang tercermin dalam hukum-hukum alam itu, dia pasti mengalami kesusahan serta kesukaran. Dia akan mengalami bencana, baik pada dirinya maupun sekitarnya.

Di dalam Al Quran, banjir pernah menelan korban jiwa kaum ‘Ad, negeri Saba’ dan kaumnya Nabi Nuh. Peristiwa ini dapat kita telaah dalam beberapa ayat di antaranya Surah Hud ayat 32-49, Surah al-A’raf ayat 65-72, dan Surah Saba ayat 15-16. Secara teologis, awal timbulnya banjir tersebut karena pembangkangan umat manusia pada ajaran Tuhan yang coba disampaikan para nabi. Namun, secara ekologis, bencana tersebut bisa diakibatkan ketidakseimbangan dan disorientasi manusia ketika memperlakukan alam sekitar.

Mengambil Hikmah rentetan fenomena demi fenomena yang terjadi, pastinya dapat direnungi sebagai hasil perbuatan daripada tangan manusia.

Allah SWT berfirman: “Bukanlah Kami yang menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, (disebabkan) citra (kondisi) lingkungan mereka tidak mampu menolong di saat banjir, bahkan mereka semakin terpuruk dalam kehancuran”. (Q.S. Hud: 101).

Maka mari menjadikan musibah yang menimpa sebagai jalan untuk kembali kepada Allah SWT dan jangan mengabaikan tanda-tanda kehadiran Allah dalam musibah yang menjadikan hati gersang dan kacau, dan mengundang jauhnya rahmat Allah.

%d bloggers like this: