• Selamat datang di blog Jumal Ahmad. Saya sedang meneliti tentang Meta-Level Reflection dalam Pembangunan Karakter. Semoga dimudahkan dan bermanfaat.

  • Categories

Rohingya Adalah Kita


Sedih sekali melihat perkembangan kasus Rohingya, mereka yang ditindas dan dibunuh keluarga mereka dianggap teroris dan ular mematikan hanya karena mereka muslim.

Masyarakat Indonesia pun terkesan apatis dan tak mau peduli, padahal mereka saudara kita. Pembukaan UUD menyebutkan “Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan”

UUD 45 no 6 tahun 2974 menunjukkan Indonesia adalah masyarakat yang peduli dengan keadaan dunia dan bukan apatis. Pasal itu menyebutkan kita berkewajiban mengusahakan kesejahteraan dan keadilan sosial, khususnya menolong sesama yang berkekurangan. Salah jika seorang mentri mengatakan bahwa UUD tidak menyuruh kita memberi bantuan yang ada meminta bantuan.

Tata dunia yang konon mengutamakan kemanusiaan (HAM) kini gagap dan bahkan bisu ketika umat Islam menjadi korban penganiayaan, pembunuhan, pembakaran, pengusiran dan pemusnahan yang sudah diluar batas batas kemanusiaan.

Kaum liberal yang gencar menyebarkan pluralisme agama dikalangan umat Islam pun tidak berkata apa apa, apalagi mengutuk peristiwa berdarah Rohingnya.

Allah SWT berfirman dalam Qs. At-Taubah ayat 24

“Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik”.

Coba rasakan jika Rohingya adalah anak atau saudara kita. Masukkan afeksi dalam jiwa, bagaimana rasanya jika yang terbunuh dan disiksa adalah anak atau saudara kita, maka akan tumbuh rasa bahwa Rohingya adalah kita.

Siapakah yang paling kejam?

3 ORANG lelaki yang sedang mabuk bertanding untuk menentukan siapa yang paling kejam.

Lelaki yang pertama menyerang seorang perempuan dan memukulnya sehingga giginya patah, lebam kedua matanya dan darah keluar dari hidung dan telinga perempuan itu.

Akhirnya perempuan itu jatuh ketakutan dan badannya menggeletar. Lelaki pertama berpaling menghadap dua lelaki dan berkata dengan bangganya, “Akulah orang yang PALING KEJAM!” Tidak terima, lelaki kedua bangun dan mengoyak baju perempuan itu, memerkosanya dan terus mencekik perempuan itu sehingga perempuan itu mati.

Dan dia berkata sambil membusungkan dada “Tidak ada siapa yang lebih KEJAM daripada aku!” Lelaki ketiga pula bangun dan tersenyum. Dia menjawab: “AKULAH YANG PALING KEJAM… Aku cuma berdiri dan melihat kekejaman kamu sedangkan perempuan ini adalah ADIK aku…”

SIAPA PEREMPUAN ITU? Perempuan itu adalah Palestina/Syria/Rohingya/Mesir.

Lelaki pertama ialah Israel.

Lelaki kedua adalah Amerika serikat.

Lelaki ketiga pula ialah cerminan dari sebagian umat Islam (kita) yang hanya berdiam diri dan melihat apa yang terjadi. Berdiam diri dan melihat kekejaman di hadapan kita, itu saja yang mampu kita buat.

Maukah kita jadi sekejam lelaki ketiga?

***

Maka mari berjihad untuk membantu saudara kita berupa doa dan donasi yang bisa kita berikan semampunya, saya merekomendasikan lembaga yang sudah kredibel seperti Act dan One Care untuk menitipkan infaq jihad anda. Terima kasih.

Allahummanshur ikhwaananal muslimiina fii kulli makaan wa zamaan…

Allahummanshur ikhwaananal muslimiina fii Rohingya..

Materi Jihad Dalam Kurikulum Pendidikan Nasional Turki


Dikutip dari Era Muslim- Salah satu anggota Komite Pendidikan Nasional dalam parlemen Turki mengatakan bahwa “tidak ada manfaatnya pengajaran matematika bagi siswa yang tidak tahu arti jihad”.

Salah satu anggota Partai Keadilan dan Pembangunan, Hakim Ahmed Hamdi Al Kamili mengapresiasi langkah pengenalan “jihad” dalam kurikulum pendidikan baru di negara itu, ia mengatakan bahwa “Jihad adalah salah satu unsur Islam terdahulu.”

Situs Hurriyet menukil perkataan Alkamili bahwa “Ketika kita melihat para Sultan Ottoman, hampir semua dari mereka tidak pergi haji karena tidak ingin absen dari jihad.”

Menteri Pendidikan Turki Ismail Yilmaz pada tanggal 18 Juli lalu mengatakan bahwa kurikulum nasional di Turki pada akhirnya memasukkan tema “jihad” ke dalam bagian dari hukum Islam dalam buku-buku pendidikan. Dan ia mengatakan “Jihad adalah salah satu unsur dalam agama kita.Tugas dari Departemen Pendidikan untuk mengajarkan setiap konsep dengan cara yang benar. Kami juga bekerja untuk memperbaiki pandangan terhadapnya atau hal-hal yang salah dalam pengajarannya.”

“Kementerian kami telah mengambil keputusan yang sangat penting. Jika shalat adalah salah satu pilar agama, maka jihad adalah ibarat tenda. Sebuah tenda tidak akan terbangun tanpa adanya pilar-pilar. Tidak ada manfaatnya mengajarkan matematika kepada anak bila mereka tidak mengetahui makna jihad..!”

Selain itu, Versi terakhir kurikulum sekolah nasional Turki telah menghapus materi evolusi dan menambahkan konsep “jihad” sebagai bagian dari hukum Islam di buku-buku pelajaran.

Kurikulum baru akan diimplementasikan untuk siswa kelas satu, lima, dan sembilan mulai tahun ini, dan akan berlanjut ke kelas lain di tahun ajaran 2018-2019. Dengan demikian, secara total kurikulum kelas telah diperbaharui. “Jihad adalah elemen dalam agama kita; ini adalah bagian dari agama …

Tugas Kementerian Pendidikan adalah mengajarkan setiap konsep dengan sepatutnya, dengan cara yang benar. Ini juga tugas kita untuk memperbaiki hal-hal yang dianggap salah, dilihat atau diajarkan, ” Yılmaz mengumumkan pada sebuah pertemuan pers di ibukota Turki Ankara.

“Dengan cara ini, dalam pelajaran tentang hukum Islam dan ilmu agama dasar, akan ada [pembahsan konsep] jihad. Tapi apa jihad ini? Apa yang Nabi (Muhammad) katakan saat kembali dari perang, kita akan melakukan jihad kecil sampai jihad besar. Apa jihad besar ini? Ini untuk melayani masyarakat kita, meningkatkan kesejahteraan, menjamin perdamaian di masyarakat, untuk melayani kebutuhan masyarakat. Yang termudah adalah berperang, bertarung. Sedang hal yang sulit, yaitu memastikan perdamaian dan pembangunan, “katanya.

Berbicara tentang keputusan kontroversial untuk menghapus teori evolusi, Yılmaz mengatakan bahwa hal itu tidak termasuk dalam kurikulum nasional “karena berada di atas tingkat (pemahaman) siswa dan tidak secara langsung relevan.” Informasi tentang upaya kudeta yang gagal tahun lalu juga akan disertakan dalam kurikulum.

“Ketika subjek demokrasi yang menang tercakup dalam kelas ilmu sosial, kami menginginkan materi terntang Hari Persatuan Nasional 15 Juli juga disertakan,” kata Yılmaz. “Dalam kelas bahasa Turki, ketika topik tentang perjuangan nasional yang dipimpin oleh Mustafa Kemal [pendiri Turki modern] dibahas, 15 Juli 2016 [usaha kudeta] juga akan disinggung,” menteri tersebut mencatat.

Yilmaz juga menghubungkan perlawanan publik terhadap komplotan kudeta pada tanggal 15 Juli 2016 dengan konsep jihad. “Satu aspek jihad adalah 15 Juli, fakta bahwa bangsa ini membela hak pribadi. Jihad membela hak orang lain dan memenuhi hak orang lain, ini semua adalah bagian dari jihad yang lebih besar,” katanya.

Yılmaz mengatakan bahwa kurikulum baru tersebut juga akan mencakup topik tentang Organisasi Teroris Fethullah (FETÖ), kelompok teror Partai Pekerja Kurdistan (PKK), dan Daesh. Kebijakan baru selain melarang pengajaran evolusi juga mengharuskan semua sekolah memiliki ruang shalat.

Sumber: Middle East Eye, Era Muslim

Video pendek berit tv Turki tentang Jihad dalam kurikulum Turki

Sejarah Palestina


Untuk Gaza


Sebuah video menjadi viral di media dan youtube khususnya tentang seorang pemuda yang menampilkan kemampuannya dalam bahasa tubuh menceritakan kepedihan yang dialami saudara kita di Palestina, Syria, Mesir. 

Dia sampai meneteskan air matanya, berkali kali melihat videonya tidak pernah bosan bahkan terhanyut dan ikut menangis. 

Apa yang bisa kita lakukan untuk saudara kita berupa doa, menulis di media atau share informasi saudara kita di Palestina dan lainnya, mari kita lakukan. 

Media kini lebih berduka pada Chester Bennington daripada jamaah Masjid Al-Aqsha yang ditembaki saat beribadah. 

Apa yang akan kita jawab di hadapan Allah nanti, ketika kita membiarkan saudara saudari muslim kita di Palestina disakiti, didholimi bahkan dibunuh oleh tentara tentara Zionis. 

Adakah Kau Lupa? 


Kisah kehidupan Salahuddin sangat menarik untuk diteliti dan ditelaah, seseorang yang dihormati oleh kawan maupun lawan. Dia adalah ahli rekayasa perang, prestasi monumentalnya adalah sebagai panglima ratusan pertempuran pada perang salib kurang lebih dua puluh tahun. 

Di Timur, Shalahuddin menjadi simbol heroisme dan figur pemimpin cakap dan disegani dalam merekayasa perang akbar berjangka panjang. Di Barat, nama beliau menjadi legenda panglima perang teladan dan pribadi mulia nyaris tiada cela. 

Shalahuddin tidak hanya mampu menggalang ribuat prajurit pilihan ke medan perang, tapi dia juga pandai mengumpulkan energi sosial untuk melawan status quo. 

Ketika Richard I kalah di medan perang, Shalahuddin tidak menggunakan kesempatan emas ini untuk membunuhnya, tetapi justru mengirimnya hadiah dan dokter spesialis guna merawat dan mengobatinya. 

Shalahuddin dan pasukannya pula yang berhasil membebaskan Al-Quds dari cengkeraman kaum Salib dan sampai sekarang kita masih menunggu siapa yang akan kembali menyelamatkan Al-Quds dari kejahatan Yahudi dan Zionis. 

Apa yang terjadi dengan Al-Aqsho saat ini adalah bukti bahwa Israel tidak hanya menyulut api  dengan warga Palestina, akan tetapi menyulut api  dengan seluruh umat islam.

Hendaknya umat Islam dan khususnya para pemuda saat ini untuk mengenal Islam lebih dalam. Tak hanya berkecimpung dalam proses perbaikan diri, namun juga usaha perbaikan masyarakat dengan penerapan syariah Islam.

 Tak sekadar menyerukan boikot produk negara-negara penjajah, kampanyekan juga tegaknya khilafah yang akan melindungi, mengayomi, dan menaungi seluruh umat manusia.

 Adakah kau lupa? Bahwa Islam pernah berjaya dan berkuasa untuk kebaikan manusia. Kini, giliran kita untuk membawa kembali kejayaan itu di tengah hadangan ide-ide sekuler barat yang menyesatkan. 

Nasyid islami silahkan disimak, menggedor umat Islam yang tengah tertidur lelap.

​Allah Melihat Perjuanganmu


Belajarlah dari jam dinding yang berdetak disetiap saat, ia tak pernah berhenti hingga batrainya habis. Ia juga tetap berdetak meskipun orang tak melihatnya, ia tetap berdetak meskipun semua orang terlelap tidur. Ia pula yang tak pernah bosan mengingatkan waktu demi waktu untuk manusia bersujud.

Keikhlasannya pun tak tertandingi, ketika ia diabaikan, ketika ia kadang-kadang dilihat, kadang-kadang juga tidak. Ia tetap menjaga keikhlasannya meskipun ia dilihat ketika ia dibutuhkan saja.

Allah melihat setiap perjuangan dari hamba-Nya. Baik terlihat di mata manusia, maupun dirahasiakan. Allah melihat ikhtiar kita, jadi tetaplah bergerak meskipun itu berat, teruslah berkarya meskipun tak pernah dihargai, tetaplah bergerak meskipun tak dilihat mata manusia.

Tak perlu meminta balasan dari seseorang, tak perlu menunjukkan bahwa engkau seorang yang hebat, biarkan Allah yang menilai, biarlah Allah yang akan membalas dengan balasan yg terbaik. 

Kalau kita melakukan sesuatu, orang ada atau orang tidak ada, sama saja, Allah pasti ada. Apakah orang lain melihat atau  tidak melihat, tidak apa- apa karena Allah pasti melihat. Begitu juga orang mau memuji atau tidak memuji, tidak ada urusan buat kita, yang penting ridha Allah. 

Khoirunnas anfauhum linnas, sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Perlukah kita dikagumi orang? Tidak perlu, karena yang penting kita lakukan saja yang terbaik sampai Allah kagum kepada kita. 

Jika kita  sibuk dengan Allah yang Maha Melihat, tidak perlu mencari cinta dan kekaguman orang.
Semoga Allah senantiasa menjaga niat baik kita semua dan semata-mata hanya mengharap ridha dari-Nya.

Wa’allahu’alam

Lebarun Peduli Mentawai


%d bloggers like this: