Awal Ramadan dan 9 Tahun Blog


Awal Ramadan tahun ini bertepatan dengan 9 tahun saya ngeblog di blog sederhana ini sejak tahun 2010 silam.

Alhamdulillah bisa terus menulis sejauh ini. Awalnya hanya catatan belajar dan makalah presentasi kuliah yang selanjutnya saya update terus dengan tulisan lain seperti pengalaman, diary dan catatan mengikuti kajian dan seminar.

Pada bulan Ramadan yang mulia ini senang sekali mendapatkan notifikasi dari WP kalau hari ini sudah menginjak ke 9 umur dari blog ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada siapa saja yang pernah membaca, mengomentari atau hanya sekilas lewat di blog sederhana ini.

View this post on Instagram

🙏

A post shared by Jumal Ahmad (@jumalahmad) on

Kisah Sultan Abdul Hamid II Melunasi Hutang dengan Shalawat


Syaikh Husni Hasan As-Syarief dalam salah satu ceramahnya menceritakan kisah yang serupa dengan Sultan Abdul Hamid II.

Kisah seseorang yang mempunyai hutang banyak. Hutangnya banyak dan dia tidak bisa melunasinya. orang-orang memusuhinya.Orang-orang yang dihutangi menagih hutangnya.

Maka dia yang berhutang pergi ke salah satu pedagang. Dia ingin berhutang 500 dinar. Si pedagang bertanya, kapan kami melunasi hutang ini? pada waktu sekian. maka dia mengambil uang tersebut lalu melunasi hutang-hutangnya yang lain sampai tidak tersisa uangnya. Bertambah buruklah keadaannya kemudia dia kembali sampai tibalah waktunya waktu pelunasan hutang dia tidak mempunyai sesuatupun untuk melunasi hutangnya. Maka datanglah si pedagang berkata: ini sudah jatuh tempo dan dia berkata: Aku tidak memiliki apapun.

Si pedagang mengadu ke Hakim. Orang tersebut dibawah ke Hakim.
Hakim: Kenapa kamu tidak melunasi hutangmu?
Orang tersebut menjawab: Aku tidak mempunyai apa-apa.
Hakim memerintahkan untuk memenjarakannya sampai dia bisa melunasi hutangnya.
Orang itu berkata: Tunggulah sampai besok sampai aku pergi ke keluargaku untuk mengabari mereka dan menitipkan kepada mereka, kemudian setelah itu aku kembali padamu.

Hakim: Apa jaminanya kamu akan kembali padahal kamu sudah dihukum penjara?
Orang tersebut diam sejenak dan berkata: Jaminanku Rasulullah Saw. Beliau yang menjamin aku, apabila aku tidak kembali. Maka jadilah saksi untukku wahai Hakim bahwa aku bukan dari umat Muhammad Saw.

Karena sang Hakim mempunyai kebaikan dan dia mengetahui nilai jaminan orang tersebut. Maka ia melepaskannya untuk kembali besok.
Orang tersebut pergi menemui istrinya, ia berkata: aku dihukum penjaran oleh Hakim. Istri berkata: lalu bagaimana engkau bisa bebas? Ia menjawab: aku bebas berkat jaminan Rasulullah Saw. Istri berkata dan si istri telah diberi ilham oleh Allah Swt “kalau jaminan Rasulullah adalah jaminanmu” maka mari kita bershalawat kepada Rasulullah Saw.

Mereka duduk bersama sambil bershawalat kepada Rasulullah Saw. Maka kata Syaikh Husni, lihatlah, bagaimana kesusahan dilenyapkan, kesulitan terlepas. selagi bershalawat kepada Rasulullah Saw mereka tertidur, di dalam tidur, mereka bermimpi melihat Rasulullah Saw. Dekat wahai saudaraku, dekat sekali! bersihkan hati kita, hati kita menjadi kotor karena jarang berzikir, karena jarang bershalwat kepada Rasulullah Saw. Mereka melihat Rasulullah Saw dalam mimpi dan Nabi bersabda bahwa barangsiapa melihatku dalam mimpi maka ia telah benar-benar melihatku.

Rasulullah Saw berkata, “Wahai saudaraku, apabila pagi tiba pergilah ke Gubernur katakan kepadanya untuk melunasi hutangmu. Sampaikan salamku kepadanya. Katakan kepadanya Rasulullah Saw berkata: Lunasi hutangny kepada si pedagang, apabila dia tidak mempercayaimu maka katakanlah aku mempunyai dua bukti. orang tersebut bertaka: apa bukti tersebut yaa rasulullah? katakan kepadanya bahwa engkau wahai Gubernur bershalawat kepada Rasulullah Saw setiap malam seribu kali shalawat dan di malam terakhir ini engkau lupa menghitungnya, maka beri tahu dia bahwa dia telah sampai sempurna (1000X) maka terbangunlah orang tersebut dari tidurnya, kemudia ia pergi menuju Gubernur daerah tersebut.

Lalu orang tersebut berkata kepada Gubernur: Rasulullah Saw mengirimkan salam untukmu dan berkata: Lunasi hutangku. Gubernur berkata: “apa bukti kejujuranmu”. Orang tersebut berkata bahwa bukti kejujuranku engkau setiap malam seribu kali shalawat dan di malam terakhir ini engkau lupa menghitungnya, maka beri tahu dia bahwa dia telah sampai sempurna (1000X) maka Gubernur tersebut menangis dan memberikan orang tersebut 500 dinar dari Baitul Mal dan memberikan lagi 2500 dinar dari hartanya sendiri. Gubernur berkata: Pergilah ke Hakim.

Dia pergi ke Hakim lalu dia mendapati si Hakim ingin sekali bertemu dengannya. Hakim tersebut berkata: Kemarilah, dengan berkat engkau aku bermimpi melihat Rasululah Saw dan kemudian si Hakim menyiapkan 500 dinar dan berkata: Ambil uang ini untuk melunasi hutangmu karena aku bermimpi melihat Rasulullah Saw bersabda: Jika kamu melunasi hutang orang tersebut, maka kami akan selamatkamu di hari kiamat.

Kemudia tiba-tiba ada pintu yang mengetuk, ternyata si pemberu hutang (pedagang) yang datang dan langsung mencium orang tersebut dan berkata: Kemari, dengan berkatmu aku bermimpi melihat Rasulullah Saw dan Rasulullah bersabda: Jika kamu memaafkan orang tersebut, maka kami akan memaafkanmu di hari kiamat. dan ini 500 dinar untukmu. Orang yang dihutangi membawa 500 dinar . Dia kembali ke rumah membawa 4000 dinar dan hutangnya terlah terlunasi. Ini adalah salah satu keutamaan bershalawt kepada Rasulullah Saw bukan hanya untuk akhirat tetapi juga untuk diri kita ketika menghadapi setiap kesulitan, ketika ditimba musibah. Apabila telah menjadi kebiasaan masyarakat pasti akan terlepas dari segala kesulitan.

Sultan Abdul Hamid II, Penguasa yang Mencintai Nabi Muhammad Saw

Sumber:
Video Youtube TRT1
Video Kajan Syaikh Husni Hasan Asy-Syarief

Asal Mula Hoax


Hoax adalah kata yang digunakan untuk menunjukan pemberitaan palsu atau usaha untuk menipu atau mengakali pembaca atau pendengarnya untuk mempercayai sesuatu dan saat ini banyak digunakan dalam forum internet.

Berita bohong atau Hoax sangat meresahkan dan efek yang ditimbulkan sangat besar. Dalam sejarah, hoax menjadi penentu kemenangan Sekutu atas pasukan Nazi Jerman. Ketika itu, Sekutu ingin menguasai Sisilia yang saat itu dikuasai Jerman dan Italia. Amerika tidak ingin ada jatuh korban dari pihaknya, maka mereka minta saran kepada pihak intelijen dan Fleming memberikan saran dengan menghanyutkan sesosok mayat yang masih segar ke area negara netral dimana terdapat agen musuh disana.

Mayat ini akan membawa dokumen fiktif dan sangat rahasia dalam sebuah tas tangan Dan diborgolkan di tangan sehingga terkesan sangat rahasia. Mayat yang terpilih adalah gelandangan asal Wales yang menganggur dan bunuh diri dengan minum racun tikus. Di dalam tasnya dilengkapi dengan dokumen surat perintah dan dokumen pribadi lain yang mendukung dan memakai pakaian dengan pangkat Mayor dengan diberi nama William Martin.

Agar hoax lebih mantap, dinas rahasia mengirim pesan rahasia tetapi sengaja dibuat mudah disadap oleh dinas rahasia Jerman. Isi beritanya, “RAHASIA. Seorang kurir penting, Mayor AL, kecelakaan pesawat, hilang di sekitar Spanyol Selatan. Membawa dokumen super sensitif! Temukan dengan segera dan selamatkan dokumen!”
Hitler termakan oleh isi dokumen. Ia kaget luar biasa membaca isi ‘dokumen’ : ternyata sasaran Inggris dan Amerika berikut adalah Yunani dan bukan Sisilia! Pagi tanggal 9 Juli 1943, serbuan sebenarnya dilakukan: Sisilia! Perlawanan tak begitu brutal. 160.000 menyerbu bak air bah.

Asal mula hoax yang lain adalah almanak atau penanggalan palsu yang dibuat Isaac Bickerstaff alias Jonathan Swift pada 1709. Saat itu, ia meramalkan kematian astrolog John Partridge. Agar meyakinkan publik, ia bahkan membuat obituari palsu tentang Partridge pada hari yang diramal sebagai hari kematiannya.

Swift mengarang informasi tersebut untuk mempermalukan Partridge di mata publik. Partridge pun berhenti membuat almanak astrologi hingga 6 tahun setelah hoax beredar.

Begitu bahayanya hoax, semoga kita bisa terhindar dari menyebarkan hoax atau terkena hoax apalagi di tahun politik seperti ini.

Sumber:

Diskusi lepas dengan Bapak Sutanto, mantan Kapolri

Potret Jembatan Rusak Pedalaman Mentawai


Masyarakat di Dusun Buttui Pedalaman Mentawai kini harus menyeberang sungai karena jembatan gantung sebagai sarana penyeberangan rusak parah.

Informasi penting disampaikan di Status Facebook saudara Jasmar Di yang asli dari Pedalaman Mentawai tentang kondisi jembatan rusak dan mengharuskan para guru menerjang sungai untuk mengajar di sekolah.

Berikut ini statusnya di FB:

Lihatlah perjuangan para guru kita yg menyeberangi sungai buttui. Derasnya banjir sungai buttui mereka tempu demi untuk mencerdaskan anak-anak didiknya. Tapi setelah anak didiknya menjadi pintar dan cerdas, akankah anak didiknya yg sudah hebat itu mampu membangunkan jembatan disungai buttui agar Para gurunya tidak basah-basah dan kedinginan, dan bahkan menantang maut demi terwujudnya SDM hebat?.
#There_is_a_genuine_question_for_all_of_us.

Jembatan tersebut merupakan satu-satunya jembatan alternatif. Biasanya digunakan warga untuk melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk sarana jembatan yang digunakan oleh anak sekolah.

Saat ini, kondisi jembatan sudah rusak parah. Jembatan ini pernah dibangun oleh Yayasan Aksi Peduli Bangsa pada tahun 2013 dan sekarang sudah rusak lagi dan perlu direnovasi.

Ini foto lain dari kondisi jembatan di Buttui yang rusak. Semoga renovasi dan perbaikan segera terlaksana baik oleh pemerintah maupun kerjasama Aksi Peduli Bangsa dan pihak lain yang terketuk hati untuk membantu.

Perusahaan Sekolah Dan Perusahaan Universitas


Pendidikan di negara ini sudah menjadi barang mahal. Sekolah menjadi lembaga bisnis yang bukan remang-remang, tetapi terang benderang dengan keangkuhannya. Dengan dalih guru yang profesional dan bermutu, fasilitas yang lengkap, terintegrasi dengan sekolah luar negeri, sistem yang canggih, kurikulum serba unggul, serta jaminan lulusan laku di pasar kerja atau siap cetak menjadi wirausahawan, menjadi-jadi sekolah layaknya pasar transaksi ilmu dan pengetahuan. Kiranya, azas “loe berani bayar gue kasih” bagi sang pengusaha pendidikan sudah berlaku. Sementara bagi orang tua peserta didik tidak menjadi masalah dengan ucapan pongahnya, “loe jual gue beli”. Akhirnya, bagi orang dengan penghasilan rendah, hanya mendapat peringatan: “orang miskin dilarang sekolah”.

Konyolnya, bukan hanya sekolah swasta yang berbuat demikian. Sekolah negeri sudah berani lebih gila dalam jor-joran mentargetkan uang masuk dan dana operasional pendidikan. Mulai dari mengukur penghasilan orang tua peserta didik sampai menimbang kekayaannya, agar dapat dianggap mampu membayar dan berani memberi kontribusi bagi sekolah. Tawar menawar besarnya uang masuk bukan menjadi hal asing lagi bagi setiap sekolah negeri. Besarnya uang masuk bukan lagi ditentukan dari keberhasilan calon peserta didik menempati peringkat dalam tes masuk. Berbagai jenis dan tipe tes masuk disiapkan dengan tahapan gelombang dan variasi sistem pembayaran uang muka yang disesuaikan dengan “produk” yang ditawarkan. Program Studi atau Jurusan tertentu dipromosikan paling laku (dibuat adanya kuota, rasio peminat terhadap jumlah kursi yang ada) dan prospek bagi alumninya. Sebuah fenomena keberhasilan “berjualan” di sekolahan daripada di pasar.
Sekolah atau Universitas melakukan “BCA” (banyak cari alasan) dengan memberi informasi berlaku sistem subsidi silang dalam menyelenggaraan pendidikan. Universitas menyerap dana dari masyarakat dengan cara demikian, dan tidak lagi dari sumber lain (misalnya, dana dari negara bukan utama untuk PTN).

Sebagai perusahaan sosial, Sekolah atau Universitas seharusnya tetap pada visi dan misinya yang bersifat sosial. Dana pendidikan bukan semuanya diambil dari murid atau mahasiswa. Penyelenggara Sekolah dan Universitas harus kreatif membangun dan memanfaat unit-unit bisnis yang ikut memberi kontribusi. Unit-unit tersebut juga menjadi ruang praktikum dan ladang praktik bagi murid dan mahasiswanya. Kan, sungguh ironis kalau sekolah rakyat atau universitas anak bangsa, tetapi menyelenggarakan pendidikan dengan mengoperasionalkan organisasinya layaknya sebuah perusahaan bisnis yang memakai faham melebihi kapitalis di negara asalnya.

*****

Ulasan di atas membuat kita sadar akan praktek komersiliasi di sekolah dan pendidikan tinggi di negeri ini. Umum diketahui bahwa sumber dana pendidikan dari pemerintah dan SPP, namun dengan alasan-alasan yang dibuat buat, sekolah negeri pun ingin mendapatkan keuntugan dari para murid.

Saat sekolah telah menjadi sebuah bisnis, bukan lagi sebagai lembaga pengajaran dan pendidikan, melainkan lembaga komersiliasi di mana hanya orang berduit saja yang bisa sekolah, sementara jutaan kaum miskin putus sekolah. Maka sekolah telah menciptakan sekat sosial dan menjauhkan murid dari rasa empati.

Tetaplah bersekolah, tapi jangan melenceng dari tujuan hakiki sekolah didirikan.

Terakhir, lewat media ini saya menawarkan program yang sedang dilaksanakan Yayasan Aksi Peduli Bangsa dengan mensekolahkan anak-anak dari Pedalaman Mentawai di Sumatera dan Jawa, harapannya kelak mereka akan menjadi pemimpin yang memajukan Mentawai.

Program ini disebut SPMB (Santunan Pendidikan Mentawai Berprestasi). Anda yang kebetulan membaca artikel ini dan tertarik dengan program beasiswa SPMB inI bisa chat di laman komentar atau menghubungi Call Center APB di 0813-1412-6287 atau email: aksipedulibangsa@gmail.com

Terima kasih. Matsura Bagata

Foto siswa Mentawai di salah satu pesantren.

Alhamdulillah, mungkin baru pertama kali ini ada konsul Mentawai 👍👍👍

Sumber: https://madrasahofhcdev.wordpress.com/2014/08/23/perusahaan-sosial-itu-bernama-yayasan-sekolahuniversitas-dan-rumah-sakit/

Fakta Tentang Muslim dan Piala Dunia


Momen hari raya idul fitri nyaris bertepatan dengan dimulainya hajatan akbar piala dunia di Rusia, terkait itu, berikut beberapa fakta muslim dan piala dunia yang layak anda tahu.

  1. Kali kedua piala dunia berdekatan dengan Ramadan yang sebelumnya di tahun 1986. Banyak pemain muslim merumput di lapangan dalam keadaan puasa dan merayakan Idulfitri di Rusia.
  2. Ada 7 negara muslim yang ikut serta yaitu Nigeria, Mesir, Maroko, Tunisia, Senegal, Iran, Saudi Arabia.
  3. 15 negara muslim pernah ikut serta dalam 15 piala dunia dari 21 piala dunia antara lain: Mesir, Indonesia (Hindia Belanda), Turki, Maroko, Tunisia, Iran, Aljazair, Kuwait, Iraq, UEA, Saudi Arabia, Senegal, Nigeria, Bosnia, Herzegovina.
  4. Mesir menjadi negara pertama yang ikut serta piala dunia yang masuk pada tahun 1934 M. Mesir menghadapi Hongaria dan kalah 4-2.
  5. Indonesia pernah ikut serta di piala dunia tahun 1938 M di Perancis dengan membawa nama Hindia Belanda, menghadapi Hongaria dan kalah 6-0.
  6. Goal pertama oleh muslim di piala dunia berasal dari pemain Mesir, Abdulrahman Fawzi waktu melawan Hongaria tahun 1934 M.
  7. Negara muslim yang pertama kali menang piala dunia adalah Turki ketika menghadapi Korea Selatan dengan skor 7-0 tahun 1954 di Switzerland.
  8. Goal terbaik dibuat oleh Saeed al-Owairan dari Saudi Arabia ketika menghadapi Belgia dengan skor 1-0. NYT menyebut goalnya mirip Pele.
  9. Zinedine Yazid Zidane dari Prancis disebut sebagai pemain terbaik dari FIFA pada piala dunia 2006 di Jerman dan Paul Pogba dari Perancis disebut pemain muda terbaik.

Fakta menarik di atas jangan membuat terlena, karena ada fakta buruk piala dunia yang berhubungan dengan Islam yaitu:

1. Serangan Globalisasi

Hajatan akbar ini tidak semata-mata urusan pertandingan antar finalis World Cup 2018. Dalam buku Sepak Bola, Pesona Sihir Permainan Global, Richard Giulianatti menyebut sepak bola telah menjadi mesin-mesin kebudayaan massa dan bagian dari budaya pop global.

Amerika yang dahulu membenci bola tidal bisa mengelak globalisasi piala dunia bahkan ikut serta di dalamnya. Umat Islam pun sedikit demi sedikit ikut dalam arus ini dan membuat perilaku mereka tidak terkontrol seperti tulisan saya tentang Deman Sepak Bola.

2. Pembantaian Bosnia

Pembantaian di Bosnia oleh Arkan, pemilik klub sepak bola Obilic. Melalui milisinya, Tigers, yang diantaranya terdiri dari suporter sepak bola, tangan Arkan berlumuran darah orang-orang Islam.

Pembunuh bayaran Presiden Slobodan Milosevic ini berkontribusi signifikan pada perkembangan sepak bola di Serbia. Di bawah Arkan, klub Obilic mudah menjadi juara karena pemain lawan di bawah bayang-bayang ancaman jika menyarangkan bola ke gawang Obilic.

3. Sepak Bola Perempuan di Iran

Di negeri para mullah, sepak bola awalnya menjadi olah raga ‘haram’ bagi perempuan. Namun lolosnya Iran ke Piala Dunia 1998 menjadi momentum “revolusi bola”. Rezim yang berkuasa tak kuasa melarang kaum perempuan merayakannya di stadion Azadi. Selanjutnya, efek sepak bola tak terbendung dalam kehidupan rakyat Iran.

Mufti Menk dan Piala Dunia

Video di atas sangat saya sarankan untuk disimak oleh para pecinta bola. Mufti Menk mengilustrasikan piala dunia dengan kehidupan. Jika piala dunia tujuannya adalah gol dan menciptakan gol gol yang lain. Maka goal kehidupan adalah kematian yang baik atau husnul khatimah dengan mengumpulkan goal goal. Dan real cup adalah cup for jannah.

Sumber:

Memahami Dunia Lewat Sepak Bola oleh Franklin Foer

Website: aboutislam

Cadar dan Konde


Secara ringkas pendapat mazhab tentang cadar bisa kita simak sebagai berikut, menurut madzhab Hanafi, di zaman sekarang perempuan yang masih muda (al-mar`ah asy-syabbah) dilarang membuka wajahnya di antara laki-laki. Bukan karena wajah itu termasuk aurat, tetapi lebih untuk menghindari fitnah.

Berbeda dengan madzhab Hanafi, madzhab Maliki menyatakan bahwa makruh hukumnya wanita menutupi wajah baik ketika dalam shalat maupun di luar shalat karena termasuk perbuatan berlebih-lebihan (al-ghuluw).

Namun di satu sisi mereka berpendapat bahwa menutupi dua telapak tangan dan wajah bagi wanita muda yang dikhawatirkan menimbulkan fitnah, ketika ia adalah wanita yang cantik atau dalam situasi banyak munculnya kebejatan atau kerusakan moral.

Sedangkan di kalangan madzhab Syafi’i sendiri terjadi silang pendapat. Pendapat pertama menyatakan bahwa memakai cadar bagi wanita adalah wajib. Pendapat kedua adalah sunah, sedang pendapat ketiga adalah khilaful awla, menyalahi yang utama karena utamanya tidak bercadar.

Pendapat awal menurut 4 imam madzab sudah dijelaskan seperti di atas. Namun sebagian ulama ikhtilaf dalam hukum pemakaian cadar. Pendapat masyhur sepakat bahwa Cadar sunnah (dianjurkan). Jika dipakai insyallah mendapat kemuliaan, jikapun dilepas maka juga boleh, tidak meninggalkan dosa layaknya membuka aurat yang mendapatkan dosa. Tergantung kita mau mengikuti pendapat yang mana.

Maka Tidak seharusnya pada zaman modern ini, kita masih berpikiran sempit dan rasis. Yang tidak bercadar, tak masalah. Yang bercadar, juga baik. Yang tak bercadar tak usah cela, yang bercadar pun tak usah main balas cela. Kita adalah saudara.

Kita bisa berada di kubu manapun dalam hal cadar, namun yang penting apakah kita masih berada di dalam satu garis lurus jika argumen itu ditarik pada konteks orang lain, yang berbeda pandangan dan keyakinan dengan kita.

Adik kandung saya sudah bertahun tahun memakai cadar, orang pertama memakai cadar di desa saya, awalnya bapak dan ibu sempat khawatir namun lama kelamaan masyarakat di desa saya menerima, dan hari ini cukup banyak anak perempuan di desa saya yang memakai cadar.

Belajar dari adik, cadar bukan menunjukkan ekstrimisme atau tanda seseorang radikal, ia merupakan bentuk usaha menjalankan agama dengan baik dan menjaga diri dari pandangan buruk.

Cadar tidak melanggar norma dan tidak membahayakan maka tidak boleh dikenakan sanksi atau hukuman apapun. Jika cadar sebagai ekspresi keimanan seseorang, maka hal itu dilindungi Pancasila dan UUD 1945.

Cadar adalah varian sah dalam model menutup aurat bagi muslimah. Tidak ada ulama fiqih otoritatif yang mendiskreditkan praktik tersebut. Bila dikhawatirkan terjadi penyalahgunaan cadar dalam bermuamalah, maka solusinya bukan melarang cadar itu sendiri.

Pemikiran penolakan terhadap model busana sebaiknya ditujukan pada yang mengumbar aurat, bukan sebaliknya. Jangan mempermainkan hal-hal yang menjadi bagian dari syariat Islam. Sebab, hal tersebut sudah terkait dengan hak-hak prerogatif Allah SWT.

Update

Cadar dan Konde

Sedang ramai dibicarakan puisi ibu Sukmawati yang menyinggung Cadar. Menurut pemahaman kami,perbandingan yang dibuat bu Sukma antara Cadar dan Konde sudah salah yang dalam ilmu Ushul Fiqih disebut Qiyas ma’al Faariq yaitu qiyas yang tidak benar perbandingannya karena tidak sama.

Cadar bukan untuk kecantikan, tetapi menutup kecantikan, berbeda dengan konde yang digunakan untuk berhias. Cadar merupakan Sunnah sedangkan konde apabila digunakan untuk menyambung rambut dilarang oleh syariat.

Dulu wanita jawa berkonde dengan asli rambutnya sendiri yang panjang, dirapikan dengan disanggul, biar cantik dihadapan suami. Bukan sambungan rambut orang lain atau rambut sintetis untuk pamer kecantikan.

Sumber:
Kajian Buya Yahya – Hukum Cadar.

Hukum Memakai Cadar – NU Online

%d bloggers like this: