Fakta Tentang Muslim dan Piala Dunia


Momen hari raya idul fitri nyaris bertepatan dengan dimulainya hajatan akbar piala dunia di Rusia, terkait itu, berikut beberapa fakta muslim dan piala dunia yang layak anda tahu.

  1. Kali kedua piala dunia berdekatan dengan Ramadan yang sebelumnya di tahun 1986. Banyak pemain muslim merumput di lapangan dalam keadaan puasa dan merayakan Idulfitri di Rusia.
  2. Ada 7 negara muslim yang ikut serta yaitu Nigeria, Mesir, Maroko, Tunisia, Senegal, Iran, Saudi Arabia.
  3. 15 negara muslim pernah ikut serta dalam 15 piala dunia dari 21 piala dunia antara lain: Mesir, Indonesia (Hindia Belanda), Turki, Maroko, Tunisia, Iran, Aljazair, Kuwait, Iraq, UEA, Saudi Arabia, Senegal, Nigeria, Bosnia, Herzegovina.
  4. Mesir menjadi negara pertama yang ikut serta piala dunia yang masuk pada tahun 1934 M. Mesir menghadapi Hongaria dan kalah 4-2.
  5. Indonesia pernah ikut serta di piala dunia tahun 1938 M di Perancis dengan membawa nama Hindia Belanda, menghadapi Hongaria dan kalah 6-0.
  6. Goal pertama oleh muslim di piala dunia berasal dari pemain Mesir, Abdulrahman Fawzi waktu melawan Hongaria tahun 1934 M.
  7. Negara muslim yang pertama kali menang piala dunia adalah Turki ketika menghadapi Korea Selatan dengan skor 7-0 tahun 1954 di Switzerland.
  8. Goal terbaik dibuat oleh Saeed al-Owairan dari Saudi Arabia ketika menghadapi Belgia dengan skor 1-0. NYT menyebut goalnya mirip Pele.
  9. Zinedine Yazid Zidane dari Prancis disebut sebagai pemain terbaik dari FIFA pada piala dunia 2006 di Jerman dan Paul Pogba dari Perancis disebut pemain muda terbaik.

Fakta menarik di atas jangan membuat terlena, karena ada fakta buruk piala dunia yang berhubungan dengan Islam yaitu:

1. Serangan Globalisasi

Hajatan akbar ini tidak semata-mata urusan pertandingan antar finalis World Cup 2018. Dalam buku Sepak Bola, Pesona Sihir Permainan Global, Richard Giulianatti menyebut sepak bola telah menjadi mesin-mesin kebudayaan massa dan bagian dari budaya pop global.

Amerika yang dahulu membenci bola tidal bisa mengelak globalisasi piala dunia bahkan ikut serta di dalamnya. Umat Islam pun sedikit demi sedikit ikut dalam arus ini dan membuat perilaku mereka tidak terkontrol seperti tulisan saya tentang Deman Sepak Bola.

2. Pembantaian Bosnia

Pembantaian di Bosnia oleh Arkan, pemilik klub sepak bola Obilic. Melalui milisinya, Tigers, yang diantaranya terdiri dari suporter sepak bola, tangan Arkan berlumuran darah orang-orang Islam.

Pembunuh bayaran Presiden Slobodan Milosevic ini berkontribusi signifikan pada perkembangan sepak bola di Serbia. Di bawah Arkan, klub Obilic mudah menjadi juara karena pemain lawan di bawah bayang-bayang ancaman jika menyarangkan bola ke gawang Obilic.

3. Sepak Bola Perempuan di Iran

Di negeri para mullah, sepak bola awalnya menjadi olah raga ‘haram’ bagi perempuan. Namun lolosnya Iran ke Piala Dunia 1998 menjadi momentum “revolusi bola”. Rezim yang berkuasa tak kuasa melarang kaum perempuan merayakannya di stadion Azadi. Selanjutnya, efek sepak bola tak terbendung dalam kehidupan rakyat Iran.

Mufti Menk dan Piala Dunia

Video di atas sangat saya sarankan untuk disimak oleh para pecinta bola. Mufti Menk mengilustrasikan piala dunia dengan kehidupan. Jika piala dunia tujuannya adalah gol dan menciptakan gol gol yang lain. Maka goal kehidupan adalah kematian yang baik atau husnul khatimah dengan mengumpulkan goal goal. Dan real cup adalah cup for jannah.

Sumber:

Memahami Dunia Lewat Sepak Bola oleh Franklin Foer

Website: aboutislam

Cadar dan Konde


Secara ringkas pendapat mazhab tentang cadar bisa kita simak sebagai berikut, menurut madzhab Hanafi, di zaman sekarang perempuan yang masih muda (al-mar`ah asy-syabbah) dilarang membuka wajahnya di antara laki-laki. Bukan karena wajah itu termasuk aurat, tetapi lebih untuk menghindari fitnah.

Berbeda dengan madzhab Hanafi, madzhab Maliki menyatakan bahwa makruh hukumnya wanita menutupi wajah baik ketika dalam shalat maupun di luar shalat karena termasuk perbuatan berlebih-lebihan (al-ghuluw).

Namun di satu sisi mereka berpendapat bahwa menutupi dua telapak tangan dan wajah bagi wanita muda yang dikhawatirkan menimbulkan fitnah, ketika ia adalah wanita yang cantik atau dalam situasi banyak munculnya kebejatan atau kerusakan moral.

Sedangkan di kalangan madzhab Syafi’i sendiri terjadi silang pendapat. Pendapat pertama menyatakan bahwa memakai cadar bagi wanita adalah wajib. Pendapat kedua adalah sunah, sedang pendapat ketiga adalah khilaful awla, menyalahi yang utama karena utamanya tidak bercadar.

Pendapat awal menurut 4 imam madzab sudah dijelaskan seperti di atas. Namun sebagian ulama ikhtilaf dalam hukum pemakaian cadar. Pendapat masyhur sepakat bahwa Cadar sunnah (dianjurkan). Jika dipakai insyallah mendapat kemuliaan, jikapun dilepas maka juga boleh, tidak meninggalkan dosa layaknya membuka aurat yang mendapatkan dosa. Tergantung kita mau mengikuti pendapat yang mana.

Maka Tidak seharusnya pada zaman modern ini, kita masih berpikiran sempit dan rasis. Yang tidak bercadar, tak masalah. Yang bercadar, juga baik. Yang tak bercadar tak usah cela, yang bercadar pun tak usah main balas cela. Kita adalah saudara.

Kita bisa berada di kubu manapun dalam hal cadar, namun yang penting apakah kita masih berada di dalam satu garis lurus jika argumen itu ditarik pada konteks orang lain, yang berbeda pandangan dan keyakinan dengan kita.

Adik kandung saya sudah bertahun tahun memakai cadar, orang pertama memakai cadar di desa saya, awalnya bapak dan ibu sempat khawatir namun lama kelamaan masyarakat di desa saya menerima, dan hari ini cukup banyak anak perempuan di desa saya yang memakai cadar.

Belajar dari adik, cadar bukan menunjukkan ekstrimisme atau tanda seseorang radikal, ia merupakan bentuk usaha menjalankan agama dengan baik dan menjaga diri dari pandangan buruk.

Cadar tidak melanggar norma dan tidak membahayakan maka tidak boleh dikenakan sanksi atau hukuman apapun. Jika cadar sebagai ekspresi keimanan seseorang, maka hal itu dilindungi Pancasila dan UUD 1945.

Cadar adalah varian sah dalam model menutup aurat bagi muslimah. Tidak ada ulama fiqih otoritatif yang mendiskreditkan praktik tersebut. Bila dikhawatirkan terjadi penyalahgunaan cadar dalam bermuamalah, maka solusinya bukan melarang cadar itu sendiri.

Pemikiran penolakan terhadap model busana sebaiknya ditujukan pada yang mengumbar aurat, bukan sebaliknya. Jangan mempermainkan hal-hal yang menjadi bagian dari syariat Islam. Sebab, hal tersebut sudah terkait dengan hak-hak prerogatif Allah SWT.

Update

Cadar dan Konde

Sedang ramai dibicarakan puisi ibu Sukmawati yang menyinggung Cadar. Menurut pemahaman kami,perbandingan yang dibuat bu Sukma antara Cadar dan Konde sudah salah yang dalam ilmu Ushul Fiqih disebut Qiyas ma’al Faariq yaitu qiyas yang tidak benar perbandingannya karena tidak sama.

Cadar bukan untuk kecantikan, tetapi menutup kecantikan, berbeda dengan konde yang digunakan untuk berhias. Cadar merupakan Sunnah sedangkan konde apabila digunakan untuk menyambung rambut dilarang oleh syariat.

Dulu wanita jawa berkonde dengan asli rambutnya sendiri yang panjang, dirapikan dengan disanggul, biar cantik dihadapan suami. Bukan sambungan rambut orang lain atau rambut sintetis untuk pamer kecantikan.

Sumber:
Kajian Buya Yahya – Hukum Cadar.

Hukum Memakai Cadar – NU Online

Kekerasan Terhadap Anak-Anak (Child Abuse)


Perlakuan kejam terhadap anak-anak atau child abuse, berkisar sejak pengabaian anak sampai kepada perkosaan dan pembunuhan. Batasan anak menurut WHO adalah semua orang dengan usia kurang dari 18 tahun, yang diperjelas dalam Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) termasuk anak yang masih dalam kandungan.

Terry E. Lawson, psikiater anak menyebutkan empat macam abuse, yaitu emotional abuse, verbal abuse, physical abuse dan sexcual abuse.[1]

Emotional abuse

Terjadi ketika si ibu setelah mengetahui anaknya meminta perhatian, mengabaikan anak itu. Si ibu membiarkan anak basah atau lapar karena ibu terlalu sibuk dan tidak ingin diganggu pada waktu itu, si ibu boleh jadi mengabaikan kebutuhan anak untuk dipeluk atau dilindungi. Anak akan mengingat semua kekerasan emosional jika kekerasan emosional itu berlangsung secara konsisten. Si ibu yang secara emosional berlaku keji pada anaknya akan terus menerus melakukan hal yang sama sepanjang kehidupan anak itu.

Verbal abuse

Terjadi ketika si ibu, setelah mengetahui anaknya meminta perhatian, menyuruh anak itu untuk ‘diam’ atau ‘jangan menangis’. Jika si anak mulai berbicara, ibu terus menerus menggunakan kekerasan verbal seperti “kamu bodoh”, “kamu cerewet”, “kamu kurang ajar”, “kamu menyebalkan”, dan seterusnya. Anak akan mengingat semua kekerasan verbal jika semua kekerasan verbal itu berlangsung dalam satu periode.

Physical abuse

Terjadi ketika si ibu memukul anak (ketika anak sebenarnya memerlukan perhatian). Memukul anak dengan tangan atau kayu, kulit atau logam akan diingat anak itu, jika kekerasan fisik itu berlangsung dalam periode tertentu.

Sexual abuse

Biasanya tidak terjadi selama delapan belas bulan pertama dalam kehidupan anak. Walaupun ada beberapa kasus ketika anak perempuan menderita kekerasan seksual dalam usia enam bulan. (selesai).

Suci Wulansari menyebutkan klasifikasi child abuse berdasarkan bentuk perlakuan yang diterima:

  1. Penganiayaan fisik yaitu cedera fisik sebagai akibat hukuman badan di luar batas, kekejaman atau pemberian racun.
  2. Kelalaian yang selain tidak disengaja juga akibat dari ketidaktahuan atau kesulitan ekonomi, yang meliputi pemeliharaan tidak memadai, pengawasan kurang, kelalaian dalam mendapatkan pengobatan yang memadai dan pendidikan. Termasuk disini adalah menyuruh anak mencari nafkah sehingga putus sekolah.
  3. Penganiayaan emosional yaitu berupa pelecehan, penghinaan, makian, hardikan yang merendahkan, dan bahkan sampai tidak mengakui sebagai anak.
  4. Penganiayaan seksual yaitu memaksa anak melakukan aktivitas seksual yang dapat berbentuk oral genital, genital, anal/sodomi, termasuk inses.
  5. Eksploitasi termasuk disini adalah perdagangan anak, yang merupakan bentuk eksploitasi dalam aspek ekonomi misalnya dijadikan pengemis, pembantu rumah tangga, pengamen, maupun pekerja tanpa upah. Ekoploitasi anak dalam aspek komersial adalah dengan menjadikan anak sebagai pelacur, pelaku pornografi, sampai pada mail ordered bride (dikawinkan dengan orang yang tidak dikenal di luar negeri).

Semua tindakan kekerasan kepada anak akan direkam dalam alam bawah sadar mereka dan akan dibawa sampai kepada masa dewasa, dan terus sepanjang hidupnya. Anak yang mendapat perlakuan kejam dari orang tuanya akan menjadi sangat agresif, dan setelah menjadi orang tua, akan berlaku kejam kepada anak-anaknya. Orang tua agresif melahirkan anak-anak yang agresif, yang pada gilirannya akan menjadi orang dewasa yang agresif. Dengan sangat mengerikan Lawson menggambarkan bahwa semua jenis gangguan mental (mental disorders) ada hubungannya dengan perlakuan buruk yang diterima manusia ketika dia masih kecil.

Tindakan pencegahan terjadinya kekerasan pada anak sebaiknya dimulai sejak dini, dimulai dari dari kotak antara ibu dengan anak sejak dalam kandungan dan setelah lahir. American Academy of Pediatrics merekomendasikan orang tua untuk mencari cara lain selain memukul dalam mendisiplinkan anaknya, karena hal itu dapat mengakibatkan kecenderungan perilaku agresif pada anak, serta meningkatkan risiko terjadinya tindakan kriminal dan penggunaan zat terlarang pada anak saat dewasa.

Upaya Pencegahan Kejahatan Seksual

Prof. Dadang Hawari dalam bukunya Kekerasan Seksual pada Anak yang diterbitkan oleh UI-Press banyak menyebutkan contoh kekerasan seksual di Indonesia seperti kasus incest (hubungan seksual sedarah), guru dan murid bahkan ustadz vs santri, buku ini terbit tahun 2013, sudah heboh seperti ini, bagaimana sekarang, lebih heboh lagi bahkan LGBT hampir disetujui mayoritas fraksi di DPR.

Kejahatan atau kekerasan seksual pada anak akhir-akhir ini mencuat ke permukaan dan menghentak kesadaran kita semua. Seorang Dokter yang menangani kasus HIV menceritakan kasus kakak beradik yang melakukan inces dan homo tanpa diketahui orang tuanya, ketika tahu hal ini, sang ibu pingsan berkali kali, sang ayah marah besar dan bersumpah tidak akan mengubur anak itu kalau mati. Kasus lain yang lebih menggemparkan, masih banyak lagi.

Berikut ini beberapa pencegahan kejahatan seksual yang disarikan dari buku Prof. Dadang Hawari, masih bersifat umum namun relevan diterapkan.

Pencegahan di Rumah

  1. Kamar tidur orang tua dan anak harus terpisah. Anak laki laki terpisah dengan anak perempuan, dan pakaian tidur anak perempuan harus tertutup auratnya.
  2. Hindari keberadaan ayah atau orang laki-laki dewasa berduaan dengan anak perempuan di tempat yang sepi.
  3. Hindari ayah atau orang laki-laki dewasa memegang-megang, memeluk, mencium dan memangku anak perempuan.
  4. Hindari ayah atau orang laki-laki dewasa meraba-raba bagian payudara, paha, bokong sampai pada alat kelamin anak perempuan.
  5. Hindari tayangan atau gambar yang bersifat pornografi dan pornoaksi.
  6. dan lain-lain

Pencegaha di Sekolah

  1. Hindari suasana berduaan di tempat sepi guru dengan murid perempuannya.
  2. Hindari sikap guru yang berperilaku “genit” dan suka “menggoda” anak murid.
  3. Hindari sikap guru yang menjanjikan angka raport bagus dan naik kelas, asal anak didik mau melakukan hal yang tidak senonoh.
  4. Hindari murid menyimpan gambar-gambar pornografi dan pornoaksi di HP atau laptonya.
  5. Dan lain-lain

Pencegahan di Masyarakat

  1. Memberitahukan kepada anak untuk menghindari pemberian orang lain yang tidak dikenal berupa uang, permen, mainan atau makanan dan lain-lain.
  2. Orang tua hendaknya tahu kemana anaknya bermain atau bepergian. Izin orang tua dan pengawasan orang tua terhadap anak mutlak diperlukan.
  3. Berpakaian anak harus sopan, tertutup aurat, agar tidak mengundang hasrat seksual bagi orang lain yang melihatnya.
  4. Hindari anak dari tempat-tempat rawan.
  5. Dan lain-lain.

Pengawasan orang tua terhadap anak

Orang tua harus mempunyai waktu untuk memperhatikan anak-anaknya. Ungkapan menyebutkan “Warisan yang paling berharga dari orang tua kepada anak adalah waktu beberapa menit setiap harinya”.

  1. Perhatikan perubahan-perubahan sikap dan perilaku anak yang tidak biasa, misalnya menyendiri, pendiam dan murung.
  2. Buat sikap keterbukaan anak, berani bicara tentang apa-apa yang dialaminya.
  3. Perhatikan cara jalan anak, apakah anak merasa kesakitan di bagian alat vital atau dubur.
  4. Anak harus diberitahu bagian-bagian tubuh yang tidak boleh dipegang oleh orang lain.
  5. Anak dilarang melihat dan memegang aurat orang lain.
  6. Dan lain-lain.

Sikap Orang Tua Menghadapi kasus Kejahatan Seksual

  1. Periksakan anak ke dokter, minta dibuatkan visum.
  2. Lapor ke polisi, sebaiknya polisi wanita yang menanganinya.
  3. Lapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
  4. Lapor ke Komnas Perempuan
  5. Lapor ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang kejahatan dan kekerasan seksual.
  6. Lapor ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH)
  7. Dan lain-lain.

Child abuse merupakan masalah penting dan hendaknya menjadi perhatian semua pihak karena anak adalah generasi penerus sehingga menyangkut masa depan bangsa. Dampak yang timbul pada korban child abuse berpengaruh terhadap kualitas tumbuh kembang anak, sehingga berpotensi menyebabkan lost generation dan menimbulkan kerugian materi dan non materi keluarga, masyarakat dan negara.

Sumber:

Anak Indonesia Teraniaya, MIF Baihaqi, PT. Remaja Rosdakarya

Kekerasan Seksual pada Anak, Prof. Dr. Dr. Dadang Hawari, UI-Press 2013

Jurnal: Child Abuse, Fenomena dan Kebijakan di Indonesia, Suci Wulandari

[1] Tery Lawson, The Consequences of “Not Good Enough” Parenting. NSW: Spencer, tanpa tahun, hal. 13-15

I’rab Hamdan Naaimin Hamdan Syaakiriin


Redaksi puji pujian Hamdan Naa’imin Hamdan Syaakirin sering diucapkan sebelum berdoa. Namum redaksi doa di atas yaitu kata ‘Naaimiin‘ kurang pas secara bahasa, mestinya Mun’imiin, karena fiil madhiya adalah ruba’i atau empat huruf: أنعم – ينعم – فهو منعم yang bisa diartikan orang yang mengharapkan nikmat.

Hal ini mungkin karena mengikuti bentuk fail syaakirin, kemudian disamakan dengan naa’imin padahal yang benar mun’imin.

Berikut ini i’rab sederhana dari

حمدا شاكرين

حمدا : مصدر مؤكد حذف عامله وجوبا والتقدير أحمد حمدا أو حمدت حمدا وهو مفعول مطلق منصوب بالفتحة لفعل محذوف.

شاكرين: حال

Contoh redaksi lain yang mirip adalah:

حمدا لله وشكرا

i’rabnya sebagai berikut:

حمدا : مفعول مطلق منصوب بالفتحة لفعل محذوف

لله : لفظ الجلالة اسم مجرور وعلامة جره الكسرة لإنها مضاف إليه

و: حرف عطف مبني على الفتح، لا محل له من الإعراب

شكرا: مفعول مطلق منصوب بالفتحة لفعل محذوف

Karena redaksi Naa’imin kurang pas, maka lebih selamatnya mengganti redaksi hamdan naaimin hamdan syaakirin menjadi hamdan haamidin hamdan syaakirin dan saya dapatkan dalam beberapa contoh doa.

Atau menghilangkannya dan langsung membaca seperti berikut:

Bismillahirrahmaaninraahiim

Alhamdulillahi Rabbil Aalamiin. Hamdan yuwaafii niamahu was yukaafi-u maziidah. Yaa rabbanaa lakal hamdu wa lakal syukru kamaa yanbaghii li jalaali wajhika was adziimi sulthaanika.

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah Kami persembahkan kepada-Mu seluruh bentuk pujian yang layak dengan kebesaran dan keagungan-Mu atas seluruh nikmat dan karunia yang Engkau anugerahkan kepada kami .”

Redaksi di atas disebutkan dalam sebuah Hadits yang menyebutkan keutamaan pujian tersebut.

Dari Abu An-Nashr at-Tammar berkata, “Adam As berkata: Tuhanku, aku sibuk mencari nafkah, maka ajarilah aku rangkaian pujian dan tasbih. Lalu Allah mewahyukan kepadanya: “Wahai Adam, di pagi hari bacalah tiga kali dan di sore hari bacalah tiga kali Alhamdulillah Hamdan yuwaafii niamahu was yukaafi-u maziidah. Yaa rabbanaa lakal hamdu wa lakal syukru kamaa yanbaghii li jalaali wajhika was adziimi sulthaanika itulah rangkuman pujian.

Makna lafal yuwaafii niamahu adalah pujian yang menyusul nikmat sehingga semua nikmat datang bersamaan dengan pujian ini.

Dan lafal yukaafi-u maziidah berarti menyamai penambahan nikmat itu, artinya seseorang melakukan syukur yang melebihi nikmat dan kebaikan Allah. []

Resolusi Ibadah


Diceritakan oleh Sahl bin Saad, bahwasanya Rasulullah SAW pernah datang ke rumah Fathimah. Namun, beliau tidak mendapati Ali. Beliau pun bersabda, “Di mana putra pamanmu?” Fathimah menjawab, “Telah terjadi sesuatu antara aku dan dia. Ia marah, lalu keluar dan tidak qoilulah (tidur siang) di sisiku.”

Kemudian Nabi SAW berkata kepada seseorang, “Coba cari, di mana dia?” orang tersebut datang seraya berkata, “Wahai Rasulullah, ia sedang tidur di masjid.” Nabi pun datang, dan saat itu Ali sedang berbaring. Sementara kainnya telah terjatuh dari sisinya dan debu telah mengenai dirinya. Nabi SAW membersihkan debu tersebut dan bersabda, “Bangunlah wahai Abu Turab, bangunlah wahai Abu Turab,” (Muttafaq alaih).

Saya ingin seperti Ali ra ketika masalah datang, yang menjadi tempat mengadunya adalah masjid, bukan tempat yang lain.

Saya pun ingin bergegas ke Masjid ketika adzan berkumandang, selama ini lebih sering menunda nunda dan sampai masjid sudah masbuq (terlambat Shalat).

Berangkat ke Masjid, berjalan dan melihat sekitar di Perjalanan ke masjid membuat hati merefleksikan diri, bahwa banyak karunia Allah yang sudah diberikan yang jarang disyukuri, diantaranya nikmat ketika kita bisa Shalat ke Masjid, betapa banyak manusia yang tidak diberikan nikmat ini.

Ketika pulang ke rumah kecil, kita menjadi lebih lembut kepada istri, lebih memahami kesusahan dan perjuangan yang dilakukan istri untuk kita.

Dengan shalat berjamaah kebutuhan khusyu’ bagi masing-masing orang yang shalat dapat ditutupi oleh salah satu makmum yang bisa khusyu’, bila semua makmum tidak ada yang khusyu’ maka kebutuhan khusyu’ semua jamaah itu dicukupi oleh Imamnya. Maka shalat berjamaah memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk dikatagorikan sah dibanding shalat sendiri. Kalau shalat kita sah, Insya Allah shalat itu akan menjauhkan kita dari perbuatan yang tidak terpuji.

Dalam Hadits lain terkait Shalat berjamaah, Nabi pernah menyatakan: Barangsiapa yang selalu menjaga shalatnya dengan berjamaah tidak akan terkena kefaqiran selamanya.

Arti fakir terdikotomi ke dalam fakir hati dan fakir harta. Untuk fakir harta, mungkin kita semua sudah memahaminya. Sementara mereka yang fakir hati adalah orang-orang yang selalu diliputi perasaan tidak puas atas apa yang ada dalam dirinya dan tidak mampu bersyukur.

Dengan selalu menjalankan shalat secara berjamaah, minimal dengan pasangan nikahnya sendiri, Allah melalui lisan Rasulullah memberikan jaminan terbebas dari kefakiran baik kefakiran harta maupun hati.

Semoga bermanfaat. []

Gus Mus yang Waras


Sebuah tulisan mengatasnamakan Gus Mus berjudul “Tanda Kekuatan Iman”yang menganggap Iman orang Nasrani lebih kuat daripada orang Islam dengan alasan banyak ritual Islam diperdengarkan dan disaksikan setiap hari dan Ramadhan khususnya tapi Iman mereka tidak luntur.

Penulisnya dalam hal ini berperilaku tidak baik karena menggunakan nama tokoh Agama untuk mendukung argumennya dan bisa membuat gaduh suasana keber-agama-an di negeri ini.

Saya sempat mengira kalau tulisan ini dari Gusmus dan mengkritisinya sampai ada teman blog yang mengklarifikasinya dan terdapat tulisan di fanspage Gusmus yang menolak in karyanya.

Tulisan yang mengatasnamakan Gus Mus bukan pedoman hidup, Pedoman hidup seorang Muslim adalah Al-Quran dan hadits.

Hidup yang mengatur adalah Allah, cinta apapun karena Allah, benci pun karena Allah. Manusia mempunyai kebebasan, tapi kebebasan itu harus sesuai aturan Allah karena diberikan oleh Allah.

Seorang muslim mengenal Allah dan hanya mematuhi perintah dan larangan Allah. Dia tahu kalau Allah membenci orang kafir karena mereka menghianati Nya, menduakanNya dan mengada-ada tentang diri-Nya.

Qul huwallahu ahad artinya: “Katakanlah bahwa Allah yang Maha Esa.” Allahu somad artinya: bahwa Allah merupakan tempat atau Tuhan untuk bergantung dari segala sesuatu yang ada di alam semesta. Lam yalid walam yulad artinya: Dia tidak beranak dan juga tidak diperanakkan. Walam yakullahu kufuwan ahad artinya: bahwa tidak ada seorang (atau makhluk) pun yang setara (sebanding) dengan-Nya.

Seorang muslim mengetahui bahwa Allah mempersiapkan neraka bagi orang yang kufur dan mensekutukan-Nya dan kerak neraka bagi orang munafiq.

Indahnya hidup dengan ‘MENGENAL’ Allah bisa diraih hanya dengan mematuhi Allah dan Rasulullah SAW sehingga hidup menjadi selamat di dunia dan akhirat.

Seorang muslim tidak ingin mengecewakan Allah maka mereka tunduk dan patuh kepada-Nya. Tidak seperti orang yang membuat imajinasi dan pemikiran demi kenyamanan diri yang dirasa benar menurutnya dan menafsirkan secara bebas tentang Allah sehingga tidak sesuai dengan ajaran-Nya atau kebablasan karena terlalu waras.

Wallahu Alam Bisshawab

Umat Islam Kese-Trump: Sebuah Catatan untuk Aksi Bela Palestina 17 Des 2017


Keputusan Trump sang presiden cowboy Amerika untuk medukung Yerusalem sebagai ibukota Israel berhasil menyetrum umat Islam sedunia. Ramai sekali seruan untuk membela Palestina. Alhamdulillah. Trump telah memainkan peran sebagai “murobby” bagi umat Islam secara sukarela tanpa perlu dibayar, untuk mengajarkan pembelaan terhadap saudara seiman.

Padahal tanah Trump berjarak ribuan kilo meter dari Israel, tapi hatinya dekat sehingga menjadi pembela tedepan dalam setiap kepentingan Israel. Demikian juga umat Islam negeri ini, ribuan kilometer dari Palestina, harus terpanggil untuk membela Palestina dan Masjidil Aqsha. Malu dong kalah sama si Trump.

Kemarahan, ketersinggungan dan dendam umat Islam kepada AS yang dipimpin Trump mencapai ubun-ubun. Betapa tidak, meminjam bahasa anak Betawi, AS adalah biang kerok dan super resek. Apa urusannya Trump ikut campur perseteruan antara Israel dan Palestina, padahal tak ada keuntungan buat Amerika.

Tapi itulah AS, penguasa terkuat dunia. Ideologinya kekafiran, maka outputnya adalah kezaliman. Apalagi pemimpinnya seorang Trump yang liar dan berkarakter preman, dengan dendam kesumat terhadap umat Islam.
Namun ada kesan bahwa reaksi umat Islam terhadap arogansi AS hanya berhenti pada keputusan soal Yerussalem saja. Umumnya hanya marah terhadap keputusan Trump, sambil berharap Trump menarik kembali keputusannya, untuk kemudian memaafkan AS dan Trump. Lalu kehidupan normal kembali.

Keputusan Trump hanya bersifat politik, tak langsung memberi dampak serius terhadap nyawa warga Palestina. Sementara kejahatan AS dalam membunuh nyawa umat Islam di Afghanistan, Iraq, Yaman, Suriah dan Somalia cenderung cepat dilupakan oleh umat Islam. Belum lagi kejahatan tidak langsung, berupa licence to kill yang diberikan AS untuk mitra-mitra lokal dalam perang global melawan teror, juga menimbulkan banyak korban.

Teror adalah stigma yang diciptakan AS untuk mujahidin agar sah untuk dibunuh. AS bisa cuci tangan dan tak ada dendam yang terpulang kepada AS. Permainan cantik dari AS yang berpadu dengan keluguan yang naif dari umat Islam.

Artinya AS sebetulnya sudah berlumuran darah. Ketika AS bermain cantik agar dendam umat Islam tak terpulang kepada AS, umat Islam harus melawan dengan kebalikannya. Dendam kepada AS mesti dipopulerkan. Kudu disebarkan. Dendam kesumat kepada AS untuk membalaskan sakit hati saudara seiman hukumnya sudah wajib. Lebih wajib dari sekedar marah terhadap kebijakan politik AS yang zalim soal Yerusalem.

Semoga umat Islam tidak meniru Kristen. Yesus disalib oleh Yahudi, eh malah proses pembunuhan itu yang diangkat sebagai perkara sakral, untuk sebuah ratapan yang syahdu, bahkan salibnya kemudian menjadi simbol suci kaum Kristen. Mereka gagal untuk dendam kepada Yahudi yang telah membunuh “tuhan” mereka, tapi bahkan menjadikan pembunuhan itu sebagai barakah karena berguna untuk menebus dosa para pengikut Kristus.

Jangan-jangan umat Islam juga begitu. Kematian ribuan nyawa umat Islam akibat kezaliman AS hanya dijadikan ratapan syahdu untuk membangkitkan romantisme mati syahid, tapi gagal untuk dendam kepada AS sebagai biang keroknya. Dan keputusan politik zalim soal Yerusalem hanya diingat sebagai pemantik protes membahana di seluruh dunia, lalu masing-masing bangga mengenang foto-foto selfie dengan latar gemuruh protes itu. Lalu “kepahlawanan” tersebut dikisahkan dengan heroik kepada anak cucu, tanpa menyelipkan dendam kepada AS si kafir yang jahat.

Maka sudah saatnya umat Islam untuk mempertimbangkan sebuah pukulan mematikan kepada AS, sebagai bentuk pelampiasan dendam agar sakit hati keluarga korban terobati. Bisa terhadap kepentingan ekonominya atau apa saja yang menguras tenaganya. Jika tak mampu atau belum mampu, setidaknya memberikan ribuan sayatan agar darah AS mengucur lalu tersungkur lemas.

Jika itu juga tak mampu, pastikan umat Islam mewariskan untuk generasi muda dan anak cucu sebuah hutang dendam kepada AS karena telah membunuh ribuan umat Islam dan belum mendapat balasan dari umat Islam karena belum mampu menunaikannya. Sebab hanya dengan melumpuhkan AS umat Islam bisa merasakan hidup tenang.

Lebih dari itu, syariat Allah juga mustahil dilaksankan dengan sempurna selagi kekafiran yang dipimpin AS belum ditaklukkan. Padi tak akan tumbuh dan berbuah di tengah lahan yang dipenuhi rumput tinggi dan lebat. Singkirkan rumput, agar padimu tumbuh subur dan berbuah lebat. Sebuah sunnatullah kehidupan yang entah mengapa kebanyakan umat Islam belum memahaminya. Wallahul-musta’an.

@15122017

Sumber: Channel Telegram: telegram.me/islamulia

Dikutip sempurna tanpa ada penambahan dan pengurangan.

%d bloggers like this: