Profile

bismillah

Segala puji bagi Allah swt, kami memuji, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya.Kami berlindungkepada Allah swt dari kejahatan diri kami dan keburukan amal kami.Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah swt, maka tak seorang pun dapat menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tiada seorang pun dapat memberinya petunjuk.

Saya bersaksi bahwa tiada illah selain Allah swt semata, yang tiada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad saw adalah hamba dan rasul-Nya.

Ammbaba’du.

Nama saya Jumal Ahmad bin Hanbal As-Suyuthi, Hambali adalah nama yang terulis di KTP bapak saya, dan Sayuthi adalah nama kakek dari jalur Bapak. Berasal dari sebuah keluarga yang sangat sederhana di puncak gunung Sumbing, Jawa Tengah di sebuah desa bernama Adipuro, desa saya berada di ketinggian 1500 Mdpl dan di atasnya tidak ada lagi desa yang lain, hanya kebun miilik orang desa selanjutnya hutan belantara.

Alhamdulillah, orang tua punya perhatian besar agar saya menjadi anak yang shalih, hal itu dibuktikan dengan memasukkan saya di TPA (Taman Pendidikan Al-Quran) di desa, dari tempat itu saya banyak mendapatkan ilmu tentang agama Islam.

Lulus dari Madrasah Ibtidaiyyah (MI) dan TPA, saya masuk ke Pesantren yang ada di desa, namanya Pesantren Lukman Al-Hakim, di sana saya belajar materi eksakta dan pesantren.

Meski tinggal di desa dan jauh dari keramaian kota, saya punya cita-cita yang tinggi seperti tingginya gunung Sumbing yang berdiri menjulang di belakang rumah. Lulus SMP di Lukman Al-Hakim, saya meneruskan belajar di SMA Nurul Hadid yang ada di daerah Winduhaji, Cirebon, selama kurang lebih 4 tahun belajar disana.

Selesai SMA, saya dapat amanah dari pesantren untuk mengajar di daerah Karanggede, Semarang di sebuah pesantren bernama Darur Robbani. Kurang lebih satu tahun mengajar saya mendapatkan bekal pengalaman tentang teknik mengajar yang benar. Materi yang saya ampu waktu itu seperti Tajwid, Bahasa Arab, Tarikh Islam (sejarah islam), Matematika dan Fisika.

Satu tahun disana, saya meminta izin pada pihak pesantren untuk kuliah. Waktu itu tempat kuliah yang saya tuju adalah belajar di Islamic Centre Al-Islam di Bekasi, pimpinan Ust. Farid Ahmad Okbah. Alhamdulillah saya bisa selesai disana dengan hasil yang baik, mengambil jurusan Tafsir Al-Quran dan selesai menghafal Al-Quran kurang dari satu setengah tahun.

Selesai dari Al-Islam Bekasi, saya diminta ustadz di Nurul Hadid untuk membantu mereka menggajar disana, sharing ilmu yang saya dapatkan selama kuliah di Al-Islam, akhirnya saya mengajar disana tapi hanya beberapa bulan saja, tidak sampai satu tahun penuh. Dengan alasan ingin kuliah di LIPIA dan Tasmi’ Al-Quran 30 juz saya izin kepada mudir dan pesantren untuk belajar kembali.

Dengan takdir Allah swt, rencana saya untuk masuk LIPIA gagal total, kemudian saya belajar lagi di Al-Islam dengan niatan untuk tasmi 30 juz, alhamdulilah dalam waktu 3 bulan saya sudah siap untuk tasmi’.

Keinginan untuk terus belajar selalu ada dalam diri saya, selesai tasmi’ saya pulang ke Magelang sambil persiapan tes di LIPIA untuk penerimaan di semester kedua. Alhamdulillah senang sekali bisa pulang dan membantu orang tua di desa, menanam sayuran, menyiram tanaman dan lain sebagainya.

Ketika tiba waktu pendaftaran di LIPIA, karena takdir Allah semata, berita dari adik saya yang sudah di LIPIA terlebih dahulu agak telat sehingga berkas yang harus saya kirimkan telah saya siapkan, maka rencana untuk masuk LIPIA gagal kembali.

Sekali lagi, keinginginan untuk terus belajar tidak mati dalam jiwa saya, karena saya yakin dengan pendidikan lah hidup saya bisa berubah, dengan ilmu saya bisa memberikan manfaat kepada Islam dan umat Islam.

Saya mengadu kepada kedua orang tua, saya menangis karena kenginan untuk kuliah gagal lagi, tapi demikianlah orang tua, beliau berdua yang hanya orang desa dan tidak sampai sekolah tinggi, selalu memberi saya spirit untuk terus berubah, untuk terus maju, apapun yang terjadi saya pasti bisa melaluinya, demikian nasehat orang tua waktu itu.

Saya coba telpon ke teman saya yang di Bekasi, namanya Hanif, kebetulan dia sudah lebih dulu kuliah di Bekasi, dekat Al-Islam juga, saya tanya ke dia, apakah di tempat antum bisa nerima pendaftaran pertengahan semester? Dia jawab ya. Maka dengan semangat baru saya meminta izin untuk mencoba kuliah di Jakarta, dan Alhamdulillah kedua orang tua merestui dan meridhai.

Ketika itu saya punya cita-cita yang sudah saya tanam semenjak di Al-Islam, saya tidak ingin mengajar di sekolah atau pesantren, terkadang mengajar menjadi rutinitas belaka, dan hanya terpaku di satu sekolah saja, saya ingin lebih dari itu, saya ingin masuk ke sekolah-sekolah atau pesantren-pesantren dengan membuat konsep kurikulum yang sesuai dengan ajaran Islam dan perkembangan pendidikan saat ini.

Saya masuk kuliah di sekolah tinggi swasta, namanya INSIDA Jakarta. Gak terkenal memang. Kuliah bisa lebih cepat karena saya gunakan ijazah dari Al-Islam, Alhamdulillah kurang lebih 1,5 tahun kuliah disana, semua beban kuliah bisa saya selesaikan.

Selama kuliah di INSIDA, saya gak membebani orang tua, saya cari biaya kuliah sendiri, beberapa pekerjaaan pernah saya lakoni selama 3 bulan seperti jadi imam masjid, pengasuh anak yatim sampai akhirnya saya bertemu dengan Bapak Pohan dari Masjid Raya Pondok Indah, beliau meminta saya untuk mengajar tahfidz di pesantren yang beliau miliki di daerah Cilember, Puncak Bogor.

Selama kuliah saya mengajar tahfidz disana, Alhamdulillah di tempat itulah saya banyak bertemu dengan ustadz-ustadz besar di Jakarta seperti Ust. Amrullah Fath, Ust. Ir. Furqan Al-Faruqi yang menjadi ketua program tahfidz di Bina Qolbu tempat saya mengajar, Ust. Tompuli yang bahasanya lembut dan menyejukkan hati dan terakhir Ust. Arifin Jayadiningrat.

Selesai kuliah di INSIDA, saya diminta Ust Arifin Jayadiningrat untuk membantu beliau dalam dakwah dan kurikulum pendidikan. Alhamdulillah saya senang sekali karena saya bertemu dengan orang yang bisa membantu saya meraih cita-cita dalam mengembangkan kurikulum pendidikan di Indonesia.

Alhamdulillah, sekarang saya membantu dakwah beliau dan program-program beliau. Semua akan saya lakukan untuk mendukung dakwah beliau. Apa yang saya lakukan adalah untuk Islam, untuk kemajuan Islam. Saya tidak mengagungkan siapa-siapa yang saya agungkan hanyalah Allah swt.

Wa rabbaka fakabbir, dan hanya Tuhanmulah yang engkau agungkan.

 

Cita-Cita Jumal Ahmad

Seperti yang saya tulis berulang ulang di atas, kalau semangat belajar saya terus menyala. Maka saya ingin menuliskan cita-cita saya, semoga pembaca bisa mendoakan dan mengamini cita-cita saya ini, sebagian dari cita-cita ini pernah saya usahakan atau sedang saya usahakan, semoga saja dengan ditulis di profile ini, bisa mengingatkan tentang apa yang saya cita-citakan.

  1. Tasmi’ Al-Quran 30 Juz
  2. Menghafal hadits Bulughul Maram
  3. Membaca Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.
  4. Ikut mengembangkan atau memberikan informasi tentang perkembangan Open Source Islami, Linux Islami atau software opens source yang bermanfaat untuk umat Islam.
  5. Menikah dengan wanita shalehah, hafidhah, yang bersama-sama menerapkan dan mengembangkan konsep parenting Islam dalam keluarga kecil kami.
  6. Mengembangkan ICD (Islamic Character Development) yaitu lembaga yang mengkaji kurikulum dan pendidikan Islam, pimpinan Ust. Arifin Jayadiningrat.
  7. Membuat konsep kurikulum pendidikan Agama Islam di Indonesia yang bisa diterapkan di Pesantren, sekolah berbasis Islam atau sekolah umum.
  8. Membuat konsep kurikulum pendidikan untuk orang pedalaman (khususnya pedalaman Mentawai yang menjadi proyek Ust Arifin Jayadiningrat)
  9. Bersama Ust. Arifin Jayadiningrat menulis buku tentang karakter atau parenting islam.
  10. S2 dan S3 di bidang Psikologi Pendidikan, untuk mendukung aktifitas saya dalam kurikulum dan pendidikan.

 

Apa yang pernah Jumal Ahmad lakukan

Di sub ini saya tuliskan beberapa aktifitas yang pernah saya lakukan, selanjutnya insya Allah akan selalu saya update:

  1. Pernah ikut pentas anak-anak TPA (waktu TPA dulu)
  2. Jadi juara 2 waktu ujian kelulusan anak TPA
  3. Waktu SD kelas 1-5 dapat angka merah sampai 30, alhamdulillah di ujian akhir dapat rangking ke 2.
  4. Jadi ketua kelas waktu SMP di Pesantren Luqman Al-Hakim, wakil ketuanya Hafidhah.
  5. Jadi juara 1 UAN SMP dengan nilai tertinggi Bahasa Inggris
  6. Mulai membaca buku Majmu Fatawa Ibnu Taimiyyah dan menghafal buku Bulughul Maram waktu SMA di Nurul Hadid
  7. Selesai menghafal Al-Quran di Al-Islam, kemudian tasmi Al-Quran.
  8. Menulis project paper dalam bahasa Arab berjudul “Manahij wa Ara’ Ibnu Taimiyyah fi Tafsiril Quran” dan dalam bahasa Indonesia “Studi Komparatif Pandangan Islam Liberal dan Muktazilah tentang Khalqul Quran”.
  9. Membuat program tahfidz satu tahun di Bina Qolbu
  10. Mengembangkan cara menghafal Al-Quran dengan metode Sabak, Sabki dan Manzil di Bina Qolbu, dan menuliskannya menjadi skripsi kuliah.
  11. Bersama Ust. Arifin Jayadiningrat mengembangkan konsep pendidikan Agama Islam di Sekolah HighScope Indonesia Pusat.
  12. Bersama Ust Arifin Jayadiningrat lewat ICD dan Masjid Raya Pondok Indah mengadakan seminar dan pelatihan pembangunan karakter bangsa, gratis untuk guru dan seminar parenting Rumahku Surgaku, gratis untuk umum.

Secara garis besar saya sudah menulis apa yang mungkin bisa diketahui pembaca tentang saya, cita-cita saya dan apa yang sudah dan akan saya lakukan. Jika masih ada yang ingin bertanya tentang saya silahkan menulis di halaman Guest Book, email: ahmadbinhanbal@gmail.com atau kontak HP/WA di nomor berikut: 0857 1964 7457.

Terima kasih atas segala perhatiannya.

Salam dan doa dari kami agar kita selalu berada dalam lindungan Allah swt, selalu ringan lidah kita untuk mengingat-Nya dan bershalawat kepada Nabi-Nya, dan selalu diringankan tangan dan kaki kita untuk melakukan kebaikan. Amiinn ya rabbal aalamiin.

 

Salam Ukhuwah

Jumal Ahmad bin Hanbal As-Suyuthi

 

 

11 Responses

  1. Assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuhu,,
    alhamdulillah ana sudah download Quthrub, kalo ada ana minta tolong info aplikasi kamus arab-indonesia yg free, jazaakallaahu khairan katsiira,,,
    ana tunggu infonya (lewat Facebook: Ari Firdaus /ari.firdaus90@yahoo.com) atau lewat e-mail juga boleh,,,,
    barokallaahu fiik, semoga kita dimudahkan dalam ilmu dan amal,,,

    • Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. Sebelumnya saya sangat berterima kasih atas kunjungan anda, mas Ari Firdaus dan saya juga memberikan apresiasi kepada anda atas perhatiannya terhadap software open source islam seperti Quthrub.
      Untuk mengetahui dan mengunduh aplikasi kamus Arab-Indonesia dan Indonesia-Arab, bisa anda kunjungi blog teman saya di http://ebsoft.web.id/download/ tidak hanya kamus, di web tersebut juga tersedia aplikasi-aplikasi hadits dan al-Quran yang sangat bermanfaat.

  2. assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh
    Mas, saya mau tanya ni, saya pakai linux sabily 11.10, kenapa ya setting display nya gak mau jadi normal, harusnya display laptop saya 1366×768 pxl, tapi yang bisa disetting cuma sampai 1024×768 pxl,vga saya SiS, mohon bantuannya mas

    • Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. mungkin saya tidak bisa membantu anda lewat form komentar yang sempit ini, saya sarankan anda ikut gabung di forum KLSI (komunitas linux sabily indonesia) atau klik link berikut http://www.facebook.com/#!/groups/adminsabily.id/ anda bisa bertanya lebih banyak lagi dengan master-master dari seluruh indonesia.
      Terima kasih

  3. Salam saudara Ahmad,
    Saya zamri dari Malaysia. Terimakasih dan tahniah atas usaha saudara menulis artikel berfaedah dalam bidang agama ini. Saya bercadang mengambil satu dua artikel untuk dimasukkan ke dalam web yang saya dan beberapa rakan usahakan. Web kami http://www.darulkautsar.net , kalau berkesempatan sila lawati kami.

    • saya persilahkan anda dan teman-teman anda di negeri sahabat Malaysia untuk memanfaatkan konten artikel di blog saya. web darulkautsar sangat bagus,banyak konten islami diketengahkan, saya senang sekali artikel saya masuk di web anda

      • Saya telah masukkan artikel saudara dalam web saya : http://www.darulkautsar.net/4468-Metodologi_Penulisan_Sejarah_Islam:_Telaah_Terhadap_Metode_Imam_Thabari.html

        Terima kasih & semoga saudara terus menulis artikel-artikel berkualiti. Doakan agar kita semua sentiasa dalam rahmat Allah. Ameen.

      • jazakallah katsiron atas usaha anda menyebarkan artikel tersebut dari blog saya. Imam Thabari memang sosok ulama yang sangat saya kagumi baik dari segi akhlaq, ketekunan dan semangatnya dalam belajar, orang islam yang sedang menuntut ilmu layak sekali mencontohi ulama seperti beliau. Silahkan anda menganbil artikel-artikel yang lain dan mohon komentarnya jika memang ada yang perlu dikomentari. semoga kita selalu diberikan keistiqamahan dalam berkerja untuk agama Allah swt. Amiien…….

  4. Assalamualaikum, salam kenal dari hero city..🙂

    • Waalaikum salam. Salam kembali dari’kota pahlawan’ Surabaya ya…Selamat datang di blog sederhana saya.

      Segera saya kunjung balik blog anda.🙂

    • Blog anda bagus dan saya terkesan dengan cita-cita anda untuk memetakan khilafah di indonesia.

Comments are closed.

%d bloggers like this: